• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PAKAR UNTUK MELIHAT TINGKAT KENAR (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM PAKAR UNTUK MELIHAT TINGKAT KENAR (2)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PAKAR UNTUK MELIHAT TINGKAT KENARSISAN

(NARSISTIK) PADA REMAJA USIA 14

17 TAHUN,

DENGAN METODE FORWARD CHAINING

OLEH :

NIM : 100010148

NAMA : I Wayan Herry Mahendra

PROGRAM STUDI : Sistem Komputer

SEKOLAH TINGGI

MANAJEMEN INFORMATIKA DAN TEKNIK KOMPUTER

(STMIK) STIKOM BALI

(2)

Daftar isi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan penelitian ... 2

1.4 Manfaat penelitian ... 2

1.4.1 Manfaat Keilmuan ... 2

1.4.2 Manfaat praktis ... 2

1.5 Batasan masalah ... 2

1.6 Sistematis Penulisan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. sistem pakar ... 4

2.2. Narsistik ... 5

2.3. METODE FORWARD CHAINING ... 8

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Komputer merupakan teknologi yang sangat efektif dalam segala

ilmu, seperti ilmu kedokteran. Salah satunya komputer bisa digunakan untuk

mendiagnosa atau mendeteksi penyakit. Dokter akan mendeteksi suatu

penyakit yang terdapat dalam tubuh pasien dengan gejala atau keluhan

pasien. Yang dilakukan pasien adalah dengan langsung bertatap muka

dengan dokter serta dokter akan menanyakan gejala-gejala yang timbul

pada sang pasien. Dalam sistem tersebut memiliki suatu kelemahan dimana

sang pasien harus dating menemui dokter untuk berkonsultasi atau

memeriksakan penyakit yang diderita pasien. Sistem manual yang seperti itu

dapat di permudah dengan suatu sistem pakar dimana pasien tidak perlu

datang kedokter untuk mendiagnosa penyakit yang diderita sang pasien.

Dengan menggunakan sistem pakar, pasien dapat menghemat waktu dan

dapat meningkatkan pelayanan pada pasien.

Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan

pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang

biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang

tersebut.(Theoroda,2011)

Dalam mendiagnosa tingkat kenarsisan dengan sistem pakar yang

berbasis komputer mempunyai tahapan-tahapan dalam merancang sistem

pakar yang dilakukan pertamakali adalah tahapan dimana melalukan

pengidentifikasian permasalah yang dikaji mengenai tingkat kenarsisan

kemudian dikonsepkan menjadi sistem pakar. Sedangkan dalam tahap

formalisasi di tentukan dengan struktur data serta inferensi serta alat yang

digunakan untuk mengembangkan sistem pakar.

Dengan ini akan ditemukan gejal-gejala, sehingga pasien

mendapatkan hasil diagnosa tingkat kenarsisan yang dideritanya serta

(4)

1.2

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat di rumuskan masalah sebagai

berikut :

1. Bagaimana membuat apilakasi sistem pakar untuk mendiagnosa

tingkat kenarsisan.

2. Bagaimana aplikasi sistem pakar ini bisa menjadi alternative kedua

setelah melakukan konsultasi pada pakar.

1.3 Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mengaplikasikan

sistem pakar yang mampu menentukan status tingkat kenarsisan dengan melihat

gejala atau tingkah laku yang ditunjukaan oleh pasien,dan dapat secara cepat

dan tepat dilakukan pertolongan pertama pada penderita, sebelum penderita

pergi ke pakar atau dokter.

1.4 Manfaat penelitian

Dengan dirancang sistem pakar ini untuk menentukan tingkat kenarsisan

seseorang yang disini adalah remaja,diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut :

1.4.1 Manfaat Keilmuan

Akan menambah keilmuan atau mengetahui tingkat kenarsisan

1.4.2 Manfaat praktis

Mempermudah ahli atau dokter spesialis kejiwaan untuk

mendiagnosa pasien.

1.5 Batasan masalah

Agar ruang lingkup pada permasalah tidak terluas maka, ruang

lingkupnya akan dibatasi pada :

1. Jenis penyakit yang didiagnosa yaitu, penyakit pernapasan pada

manusia

(5)

1.6 Sistematis Penulisan

A. BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, , dan sistematika penulisan.

B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Landasan teori berisi tentang tinjauan dari beberapa literatur, yaitu

mejelaskan tentang teori-teori yang terkait dengan permasalahan yang

diambil, sebagai acuan dalam analisa dan pemecahan masalah dari studi

literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dan nantinya

akan memudahkan penulis dalam menyelesaikan dan memecahkan

masalah.

C. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Menjelaskan tentang pembuatan desain dan perancangan

program Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi tingkat kenarsisan pada

remaja yang meliputi materi penelitian, alat penelitian, Dependency

Diagram, Context Diagram (CD), Data Flow Diagram (DFD), Entity

Relationship Diagram (ERD), rancangan database dan flowchart .

D. IMPLEMENTASI SISTEM

Menjelaskan tentang implementasi dan hasil perancangan beserta

penjelasan dan penggunaan program yang telah dibuat. Serta melakukan

pengujian terhadap aplikasi yang dibuat untuk mengetahui aplikasi

tersebut telah dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sesuai dengan yang diharapkan.

E. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan berisi rangkuman secara singkat dari hasil

pembahasan masalah. Sedangkan saran berisi harapan dan

kemungkinan lebih lanjut dari hasil pembahasan masalah yang diperoleh

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. sistem pakar

a. Pengertian

Sistem pakar (Expert System) merupakan salah satu cabang dari

kecerdasan buatan. Definisi dari sistem pakar menurut Kusumadewi (2003)

yaitu sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer,

agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti biasa dilakukan oleh

para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu

permasalahan tertentu dengan meniru kerja para ahli. Bagi para ahli pun

sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang

berpengalaman.

Adapun beberapa defenisi tentang sistem pakar menurut para ahli,

antara lain (Kusumadewi, 2003):

 Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang

dilakukan oleh seorang pakar.

 Menurut Ignizio : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya

dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.

 Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

b. Cirri – cirri sistem pakar

Menurut Kusrini (2006) ciri-ciri sistem pakar adalah sebagai berikut

(Atutik, 2009) :

1) Terbatas pada bidang keahlian yang spesifik.

2) Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap

/tidak pasti.

3) Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikan

(7)

4) Berdasarkan rule atau kaidah tertentu.

5) Dirancang untuk dikembangkan secara bertahap.

6) Keluaran bersifat anjuran atau nasehat.

7) Keluaran tergantung dari dialog dengan user.

2.2. Narsistik

A. Pengertian

Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality

Disorder (NPD) adalah penyakit mental dimana seseorang memiliki rasa

percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa

ingin dikagumi.

Sedangkan Fromm berpendapat, narsisme merupakan kondisi

pengalaman seseorang yang dia rasakan sebagai sesuatu yang benar-benar

nyata hanyalah tubuhnya, kebutuhannya, perasaannya, pikirannya, serta

benda atau orang-orang yang masih ada hubungan dengannya. Sebaliknya,

orang atau kelompok lain yang tidak menjadi bagiannya senatiasa dianggap

tidak nyata, tidak memiliki arti, dan karenaya tidak perlu dihiraukan. Bahkan,

ketika yang lain itu dianggap sebagai ancaman, apa pun bisa dilakukan,

melalui agresi sekalipun (Pikiran Rakyat, 14/04/2003).

Menurut Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya,

Abnormal Psychology (2000), orang yang narcissistic atau narsistik

memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali

menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian.

Sedangkan menurut Papu (2002) yang mengutip DSM-IV (Diagnostic

and Statistical Manual of Mental Disorders – Fourth Edition) orang yang

narsistik akan mengalami gangguan kepribadian, gangguan kepribadian yang

dimaksud adalah gangguan kepribadian narsisistik atau narcissistic

personality disorder. Gangguan kepribadian ini ditandai dengan ciri-ciri

berupa perasaan superior bahwa dirinya adalah paling penting, paling

mampu, paling unik, sangat eksesif untuk dikagumi dan disanjung, kurang

memiliki empathy, angkuh dan selalu merasa bahwa dirinya layak untuk

(8)

Lebih lanjut menurut Menurut Sadarjoen (2003) yang mengutip

Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, ada lima

penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu :

1) adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus,

2) kurang bisa berempati sama orang lain,

3) sulit memberikan kasih sayang,

4) belum punya kontrol moral yang kuat,

5) kurang rasional. Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat

memicu narsisme yang berefek gawat.

B. Cirri – cirri narsistik

Hardjanta (dalam Psikologi Plus, 2007, hal. 27) mengatakan bahwa

individu dengan kecenderungan narsisistik mempunyai ciri-ciri, antara lain:

suka bersolek, suka berdandan, dan suka mengagumi dirinya sendiri secara

berlebihan.

Campbell (2000, hal. 330) berpendapat bahwa seseorang narsisistik

mempunyai ciri-ciri, antara lain:

a) Mempunyai konsep diri yang selalu positif tentang dirinya

(berpikir bahwa dirinya baik dalam hampir segala hal).

b) Egosentrisme (memikirkan dirinya sendiri tanpa mau

mendengarkan pandangan orang lain).

c) Merasa diri spesial atau unik.

d) Mempunyai hubungan interpersonal yang kurang baik.

Mitchell (dalam Ambarwati, 2005) mengkategorikan lima ciri khas

orang dengan kecenderungan narsisistik, yaitu:

 Adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus.

 Kurang dapat berempati terhadap orang lain.

 Sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol moral yang kuat.

(9)

Menurut DSM-IV atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental

Disorders - Fourth Edition (APA, 1994) menyatakan bahwa individu dapat

dianggap mengalami gangguan kepribadian narsisistik, meliputi:

 Merasa diri paling hebat namun seringkali tidak sesuai dengan potensi atau kompetensi yang dimiliki (has a grandiose sense

of self- important).

 Percaya bahwa dirinya adalah spesial dan unik (believe that she or he is special and unique).

 Dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepintaran, kecantikan atau cinta sejati (is preoccupied with

fantasies of unlimited success, power, briliance, beauty, or

ideal love). identify with the feelings and needs of others).

 Mengeksploitasi hubungan interpersonal (is interpersonally exploitative).

 Seringkali memiliki rasa iri pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya (is often envious of others or

believes that others are envious of him or her).

 Angkuh (shows arrogant, haughty behavior or attitudes).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang

dengan kecenderungan narsisistik mempunyai sembilan ciri-ciri, sebagai

berikut: merasa diri paling hebat namun seringkali tidak sesuai dengan

potensi atau kompetensi yang dimiliki; percaya bahwa dirinya adalah spesial

dan unik; dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan,

kepintaran, kecantikan atau cinta sejati; memiliki kebutuhan yang eksesif

untuk dikagumi; merasa layak untuk diperlakukan secara istimewa; kurang

empati; mengeksploitasi hubungan interpersonal; seringkali memiliki rasa iri

pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya; dan

(10)

2.3. METODE FORWARD CHAINING

a. pengertian

Metode Forward Chaining adalah metode pencarian atau teknik

pelacakan ke depan yang dimulai dengan informasi yang ada dan

penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan.

(Russel S,Norvig P, 2003). Pelacakan maju ini sangat baik jika bekerja

dengan permasalahan yang dimulai dengan rekaman informasi awal dan

ingin dicapai penyelesaian akhir, karena seluruh proses akan dikerjakan

secara berurutan maju.

Strategi inferensi yang dimulai dengan sekumpulan fakta-fakta

pengetahuan, memperoleh fakta-fakta baru menggunakan aturan-aturan

dimana premis-premis sesuai dengan fakta-fakta pengetahuan, dan

meneruskan prosesnya sampai sebuah tujuan yang ditetapkan telah tercapai.

(Durkin, 1994).

Berikut adalah diagram Forward Chaining secara umum untuk

menghasilkan sebuah goal yang dapat dilihat pada Gambar 1

Gamabar 1 : Proses Forward Chaining

1. Kelebihan Dan Kelemahan Metode Forward Chaining

Adapun kelemahan dan kelebihan metode forward chaining

yaitu:(DUR. 1994).

(11)

Kelebihan:

I. Kelebihan utama dari forward chaianing yaitu metode ini akan

bekerja dengan baik ketika problem bermula dari

mengumpulkan/menyatukan informasi lalu kemudian mencari

kesimpulan apa yang dapat diambil dari informasi tersebut.

II. Metode ini mampu menyediakan banyak sekali informasi dari

hanya sejumlah kecil data.

III. Merupakan pendekatan paling sempurna untuk beberapa tipe dari

problem solving task, yaitu planning, monitoring, control, dan

interpretation.

Kelemahan:

 Kelemahan utama metode ini yaitu kemungkinan tidak adanya cara untuk mengenali dimana beberapa fakta lebih penting dari fakta

lainnya.

 Sistem bisa saja menanyakan pertanyaan yang tidak berhubungan. walaupun jawaban dari pertanyaan tersebut penting, namun hal ini

akan membingungkan user untuk menjawab pada subjek yang tidak

(12)

DAFTAR PUSTAKA

AFIFAH, INDAH NURUL. SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI GIAI BURUK PADA ANAK BERBASIS WEB. 2009.

Lempao, Conny Theodora. SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA KECENDRUNGAN PERILAKU ABNORMAL. 2011.

Afriani Ruen. IMPLEMENTASI METODE FORWARD CHAINING UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG.2012

Wisnu yudho Untoro.

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PENJADWALAN

MATA KULIAH. Jurnal Matematika dan Komputer Indonesia Vol. 1, No.2 (2009)

Pradana Saktya Adi. KECENDRUNGAN NARSISTIK PADA PENGGUNA FRIENDSTER DITINJAU DARI HARGA DIRI . 2008.

Alfian Angga Pradika, Dr Jusak, Julianto Lemantara, S.Kom, OCA., MCTS. SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA MENGGUNAKAN METODE FUZZY EXPERT SYSTEM(STUDI KASUS RS. JIWA MENUR SURABAYA)

Saefurrohman, M.Cs dan Khoirudin, S.Kom. RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR DIAGNOSA GANGGUAN ORGAN TUBUH MANUSIA MELALUI PENCITRAAN IRIS MATA

Studi Kasus : Pada Klinik Medi al Syariah Ar-‘idho Yaro i

Edi Iskandar. Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit ISPA Menggunakan

Metode Faktor Kepastian. Jurnal ilmiah STMIK GI MDP Volume 3 Nomor 1, Maret 2007 Andi Rahmattullah Tohir. Anjik Sukmaaji, S.Kom., M.Eng. Julianto Lemantara, S.Kom.

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT ASMA DAN GANGGUAN PERNAFASAN(STUDI KASUS RUMAH SAKIT DOKTER SOETOMO) .

Istri Sulistyowati. IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2011 (Semantik 2011)

Eriz Pramuditya Wiweka. SISTEM PAKAR DIAGNOSA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

Drs. Asahar Johar,M.si . Desty Dwitia Palupi, S.T. IMPLEMENTASI METODE FRAME UNTUK MENDIAGNOSA GANGGUAN KEPRIBADIAN DRAMATIK MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR. Seminar nasional aplikasi teknologi informasi 2011 (SNATI 2011).

Saefurrohman, M.Cs dan Khoirudin, S.Kom . RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR DIAGNOSA GANGGUAN ORGAN TUBUH MANUSIA MELALUI PENCITRAAN IRIS MATA

(13)

Referensi

Dokumen terkait

TAPM yang berjudul "Pengaruh Motivasi Guru dan Persepsi Guru terhadap Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Pulan Batam" adalah hasil karya

Skor 2 : baik, kulit mulus dengan 1-5 tetes getah kuning yang mengering tanpa mempengaruhi warna buah. Skor 3 : cukup baik, kulit mulus dengan 6-10 tetes getah kuning yang

Dengan menggunakan konsentrasi yang sudah diketahui bahwa memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans tersebut, diharapkan media agar

Hotel Resort Bintang 3 di Indramayu direncanakan akan didesain dengan memperhatikan beberapa aspek penting yang dapat memaksimalkan potensi daerah setempat serta

Cassinia Nova Kementeria Lampirkan: AHLI Belum Diklat Sepadyaningsih, S.Psi nESDM Perbaikan Surat

BAB II PENGATURAN HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA TERHADAP SUKU ANAK DALAM SEBAGAI KAUM INDIGENOUS DI INDONESIA A. Pengaturan Hukum Dalam Deklarasi

Oleh karena itu analisis mengenai keseimbangan pendapatan nasional perlu disempurnakan dengan memperhatikan pula efek kegiatan perdagangan luar negeri, yaitu ekspor dan impor

Pesan Yohanes yang merupakan kesaksian pengalaman yang ia alami ketika ia membangun hubungan yang erat dengan Bapa dan Anak adalah juga merupakan hubungan yang