1
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
ANEKA MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MI/SD ©Alfurqon Publishing 2018
All right reserved
52 halaman
Cetak 22 January 2018
Penulis: Riska Vianto Irfan Sofyan Efendi Muh Galang Kurniawan
Muh Shodiqul Azmi
Layout Riska Vianto
Desain Sampul Muh Galang Kurniawan
Copyright©2018
Hak Cipta semoga diberkahi oleh Allah swt.
Diterbitkan oleh
Penerbit & Percetakan Alf Publishing Pusdatu Kaliombo Cokromenggalan Ponorogo
2
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian dan Hakikat Media Pembelajaran
1. Media Pembelajaran
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari kata medium. Secara harfiyah, media dapat dipahami sebagai tengah, perantara, atau pengantar maka media merupakan perantara dalam menyampaikan pesan. Secara sederhana, media dapat diartikan sebagai segala bentuk atau saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan/ informasi kepada pihak lainnya.
National Education Association (NEA) menyatakan bahwa media adalah bentuk komunikasi, baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media harusnya dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca. Sedangkan menurut Association of Education and Communication Technology (AECT) amerika, media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi.
Adapun media pembelajaran merupakan berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapt memotivasi peserta didik untuk belajar (Gagne, 1970). Media pembelajaran juga dapat dipahami sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari guru kepada peserta didik (ataupun sebaliknya) sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Serta dapat diartikan sebagai alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dalam proses pembelajaran.
2. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran
3
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
adalah prosedur untuk membantu peserta didik menerima dan mengolah informasi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dalam memahami pengertian tersebut, perhatikan bagan 1 di bawah ini :
Metode
Bagan 1. Fungsi Media Pembelajaran
Fungsi media pembelajaran dapat diidentifikasi dari kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran. Tiga kelebihan media pembelajaran adalah sebagai berikut.
1. Kemampuan fiksatif, yaitu kemampuan media untuk menangkap, menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan, dan pada saat dibutuhkan, dapat digunakan kembali. 2. Kemampuan manipulatif, yaitu kemampuan media untuk
dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan pembelajaran. Misalnya, ukurannya dapat diubah ataupun penyajiannya dapat dilakukan berulang-ulang.
3. Kemampuan distributif, yaitu kemampuan media dalam menjangkau target peserta didik/audiens yang besar jumlahnya dalam satu kali penggunaan. Misalnya, memanfaatkan siaran televisi atau radio.
Guru
Pesan Media
4
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Sejumlah manfaat yang dapat diambil dari penggunaan media pembelajaran, seperti bagan 2 dibawah ini,
Manfaat Penjelasan
Mengatasi perbedaan pengalaman
Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik dari berbagai latar belakang kehidupan keluarga dan lingkungannya.
Mengonkretkan konsep-konsep yang abstrak
Konsep yang bersifat abstrak atau sulit untuk dijelaskan secara langsung dapat dikongkretkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media
pembelajaran. Misalnya, guru akan menjelaskan pencernaan manusia, guru dapat menjelaskan dengan gambar, atau video.
Mengatasi keterbatasan
Cara untuk mengatasi keterbatasan indera, waktu dan ruang. Misalkan, guru menerangkan seekor gajah hanya melalui gambar bukan dengan mendatangkan gajah itu sendiri.
Interaksi langsung
Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dan lingkungannya.
Menghasilkan keseragaman pengamat
5
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
membantu peserta didik untuk melakukan semua cara tersebut.
Menanamkan konsep dasar yang benar, konkret, dan realistis
Sering kali apa yang telah dijelaskan guru ditangkap berbeda ditiap-tiap peserta didik. Maka media pembelajaran sangat membantu dengan video, gambar, film, objek, model, grafik, dan lain-lain. Agar dapat memberikan konsep yang benar.
Merangsang dan
membangkitkan motivasi untuk belajar
Penempelan gambar di mading-mading sekolah, memutar rekaman atau radio dalam rangka motivasi peserta didik untuk belajar.
Membangkitkan keinginan dan minat guru
Penggunaan media pembelajaran akan memperluas imajinasi, pengalaman, persepsi, serta konsep-konsep. Sehingga keinginan dan minat untuk belajar akan selalu meningkat.
Memberikan pengalaman integral
6
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
B. Peran Media Pembelajaran untuk Pendidikan
Media pembelajaran dirancang sedemikan rupa untuk memberikan pengalaman pendidikan kepada orang yang sedang memainkanya. Media pembelajan tidak hanya sebatas permainan yang menghibur tetapi di dalamnya ada unsur pendidikan yang diselipkan lewat proses permainan yang sedang dijalaninya. Media pembelajaran merupakan suatu alat yang dapat medidik melalui permainan atau media lain yang diolah sedemikian rupa sehingga siswa mudah dalam memahami pelajaran yang sedang dipelajarinya.
Media pembelajaran memiliki banyak manfaat bagi anak diantaranya ialah: 1. Membantu anak dalam menambah wawasan.
2. Meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi.
3. Membantu anak dalam mencari serta menemukan ide baru yang dapat memacu tumbuh kembang seorang anak.
4. Meningkatkan kreatifitas berfikir anak.
5. Meningkatkan anak dalam mengelola emosional. 6. Meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi pada anak. 7. Melatih dan menambah kemampuan berbahasa pada anak. 8. Membentuk moralitas pada diri anak.
9. Menumbuh kembangkan rasa social yang tinggi pada anak.
Dalam memilih media pembelajaran baiknya seorang guru maupun orang tua selektif dalam hal ini. Karena media pembelaran dapat mempengaruhi anak dalam berfikir dan mengolah emosionalnya. Serta orang tua maupun pendidik harus tahu porsi mana yang harus diberikan pada anak.
7
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
untuk menggiring siswa memahami sejarah perjuangan Rasulullah saw dalam berdakwah.
8
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
BAB II
RAGAM MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MI/SD 1. My Brangkas My Knowladge
A. Deskripsi dan Pembuatan My Brangkas My Knowladge
Kata “My brangkas” diambil dari barang-barang bekas kemudian
didiskripsikan menjadi sebuah wacana atau gambaran sesuatu yang bersifat banyak manfaatnya, seperti brangkas. Lain dengan kata “My” yang berarti “ku” dan “knowledge” berarti “pengetahuan”. Jadi, “My brangkas My knowledge” berarti suatu wadah yang terdapat di dalam nya berbagai pengetahuan-pengetahuan baru. Kegunaan dari media pembelajaran ini diantaranya, membantu siswa untuk mengamati/melihat, meraba, berfikir, mengenal (huruf, benda-benda, hewan, dan lain-lain), melatih menuliskannya, menjawab pertanyaan teka-teki silang bergambar, dan lain sebagainya. Rancangan ini dibuat menjadi sebuah bangunan rumah bergerak (dapat dibawa kemana-mana : TAS) yang multi fungsi dalam pembelajaran bahasa indonesia, seperti yang telah diuraikan di atas.
B. Cara Pembuatan My Brangkas My Knowladge
Beberapa langkah-langkah dalam membuat media pembelajaran tersebut. Diantaranya,
a) Menyediakan bahan-bahan yang diperlukan (tahap pra pembuatan) : 1.Satu sampai dua buah kardus bekas.
2.Isolatif. 3.Dobletipe. 4.Gunting. 5.Bolpoint. 6.Spidol. 7.Charter.
9
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
10.Print out image yang telah disediakan (image keyboard, lcd, teka-teki silang, getged, dan lain-lain).
Image 01
Image 02
Bahan-bahan pembuatan.
b) Menyusun kerangka pembuatan.
Sebuah karya akan terbentuk dengan adanya kerangka-kerangka yang telah disusun. Dalam penyusunan karya “My brangkas My Knowledge” yang berbahan dari kardus bekas ini, terdapat beberapa kerangka-kerangka atau tahapan-tahapan sebagai berikut,
1. Membuat kerangka house.
10
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
di kardus sehingga, kardus terbuka dan memudahkan untuk membentuknya. Seperti gambar dibawah ini,
Image 03 Kardus terbuka
Kemudian, setelah kardus terbuka. Kita mulai membentuk sebuah badan dengan tema “rumah”. Maka, kita harus membentuk segitiga dibagian atas dengan mengambil tengah-tengah, dan memotong dengan charter 1/2 dari lapisan kardus dan tidak sampai terpotong habis. Seperti gambar di bawah ini,
11
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Image 05
Image 06
Proses pembentukan
12
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Image 07
Image 08
13
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Image 010
Image 011
2. Membuat jendela house.
Dalam langkah kedua ini kita perlu memotong sedikit bagian yang tidak diperlukan guna untuk meletakkan jendela. Seperti contoh gambar dibawah ini,
14
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Image 013
Proses pemotongan
Kemudian, buatlah jendela dengan menggunakan bekas potongan kardus. Pengukuran dan pemotongan sesuaikan dengan ukuran segitiga atap serta ambil jarak 2-3 cm di bawah ukuran segitiga. Dan selanjutnya beli dobletipe bagian 2-3 cm dan rekatkan Perhatikan contoh gambar berikut ini,
15
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Image 015
Image 016
Image 017
Pembuatan jendela
16
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Kerangka ini hanya sebatas untuk memfungsikan “house to bag”yaitu bentuk rumah yang bisa dijadikan juga menjadi sebuah tas. Dalam kerangka ini hanya membutuhkan sisa potongan dengan tinggi : 34,5 cm, panjang : 3 cm, lebar : 2 cm. cara membuat sama dengan membelah setengah bagian kardus dari ukuruan yang telah ditentukan. Sebagaimana contoh gambar berikut ini,
Image 018
Image 019
Pembuatan tiang rumah/pegangan tas
17
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
biar lebih kuat. Pemasangan dibagian belakang tas/rumah. Seperti contoh gambar dibawah ini,
Image 015
Tempat pegangan tas/tiang rumah
4. Membuat ventilasi, pintu, dan lain-lain house.
Kerangka ini hanya fasilitas rumah dalam kiasan media pembelajaran di dalamnya. Diantara fasilitas tersebut adalah ventilasi (bunga, pesawat, dan lain-lain), pintu (laptop), jendela (kotak pencil) dan lain-lain. Cara membuat pintu maupun ventilasi cukup detail hanya saja disini bisa dikreasikan sendiri sesuai keinginan. Seperti contoh gambar berikut ini,
18
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Image 014
Image 015
Image 016
Ventilasi (bunga, pesawat, dan lain-lain), pintu (laptop)
c) Fungsi serta cara penggunaan bagian-bagian media pembelajaran “My brangkas My knowledge”.
19
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
hanya mencakup pada materi pembelajaran bahasa indonesia. Dan bagian-bagian dari media pembelajaran “My Brangkas My
knowledge”, diantaranya, 1. Bagian atas
Bagian atas terbagi menjadi dua : ventilasi samping kiri dan kanan. Dimana dikedua ventilasi ini terdapat dua barang yang telah diletakkan guna menunjukkan kepada peserta didik bagaimana bentuk asli dari barang tersebut. Misalnya, pesawat, bunga, dan lain-lain. Dalam hal ini kita dapat menggunakan
metode pembelajaran mengamati serta
memahamkan/mendiskripsikan apa yang telah diamati oleh peserta didik. Sehingga peserta didik lebih mudah menangkap serta memahaminya.
2. Bagian tengah
Bagian tengah ini adalah bagian inti/ sumber dari media pembelajaran “My Brangkas My knowledge”. Dimana, bagian tengah media pembelajaran ini terbagi menjadi empat, yang mana semuanya mempunyai fungsi masing-masing. Diantaranya, laptop, gedget, kantong ajaib, dan “Papa bahra”
(papan bahasa arab).
20
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Sedangkan, gedget disini berfungsi sebagai media pembelajaran dengan metode mengamati/melihat kemudian menuliskan apa yang telah dilihat. Misalkan, peserta didik melihat sebuah barang yang bernama pisang kemudian siswa berlatih untuk menuliskan apa yang telah dilihat yaitu menulis kata pisang. Sehingga, peserta didik tidak hanya mampu mengetahui nama-nama barang melainkan juga mampu untuk menuliskan kembali agar siswa terlatih untuk menulis.
Kemudian, kantong ajaib yang di dalam media tersebut metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah membaca/melihat serta menceritakan mengenai apa yang telah peserta didik lihat. Misalkan, peserta didik mengambil salah satu undian yang berisi gambar ular dan namanya, lalu peserta didik menceritakan tentang ular seperti ular itu ciptaan Allah Swt, ular itu berjalan melata, ular itu berbisa, ular itu mematuk mangsanya, dan lain-lain. Dengan hal ini, siswa mampu memahami sesuatu dengan menceritakan kepada teman-teman dan melatih mental peserta didik untuk bersikap kritis dalam berpendapat.
21
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
11. Monopoli Siroh Nabawiyah
A. Deskripsi dan Pembuatan Monopoli Siroh Nabawiyah untuk MI/SD Monopoli Siroh Nabawiyah merupakan sebuah permainan yang diadobsi dari permaian monopoli yang sebenarnya. Tetapi memiliki perbedaan yaitu dari segi tata cara permainannya. Jika monopoli yang asli berupa menguasi obyek finasila sedangkan permainan ini berupa menjawab pertanyaan singkat yang harus dijawab oleh pemainnya dan jika benar mendapat poin sedangkan jika salah akan mendapatkan denda atau pengurangan skor.
Monopoli Siroh Nabawiyah merupakan hasil modifikasi dari permainan asli. Perbedannaya adalah penguasaan asset/skor pada monopoli Sejarah. Adapun soal-soal pada monopoli Siroh Nabawiyah sanggat berkesan. Mulai kelahiran Nabi, perjuanganya, Hingga wafatnya beliau. Serta dipadukan dengan gambar ilustrasi yang unik dan menarik dan juga dengan deskripsi singkat yang akan memperjelas alur cerita yang akan difahami siswa.
Papan monopili Siroh Nabawiyah terbuat dari kertas art paper
22
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Gambar : Tampilan Papan Monopoli Siroh Nabawiyah
Perlengkapan kartu yang terdiri dari kartu informasu umum, kartu kesempatan dan kartu skor pada media monopoli Siroh Nabawiyah terbuat dari kertas AP ukuran A3⁺ 210 gram. Di dalam kartu-kartu tersebut berisi gambar, informasi atau soal yang berhubungan dengan materi Siroh Nabawiyah.
Tampilan salah satu perlengkapan kartu media monopoli Siroh Nabawiyah dapat dilihat pada Gambar berikut.
(a) (c)
Kartu Skor
Soal C4
Monopoli Siroh Nabawiyah
45
Kartu Skor
Jawaban C4
Monopoli Siroh Nabawiyah
23
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
(b) (d)
(e) (f)
Gambar : Kartu Media Monopoli Siroh Nabawiyah (a) Halaman Depan Kartu Soal (b) Halaman Belakang Kartu Soal (c) Halaman Depan Kunci Jawaban, (d) Halaman Belakang Kunci Jawaban, (d) Tampilan Kartu Informasi Umum, (e) Tampilan Kesempatan
Kartu denda merupakan kartu pengurangan skor ketika siswa tidak dapat menjawab soal dengan benar. Besar skor denda setiap kartu adalah 5 poin. Tampilan kartu denda dapat dilihat pada Gambar berikut ini
Siapa Istri
Pertama
Rasulullah?
C4
Khadijah
Jawaban C4
Gua Hiro adalah
gua tempat
pertama
Rasulullah
menerima wahyu Informasi Umum
Maju 2
Langkah
24
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Gambar : Tampilan kartu denda
Kelengkapan berupa papan monopoli dan kartu permainan didesain mengunakan program computer Corel Draw X7 dan Microsoft word.
Dadu adalah peralatan yang digunakan untuk permainan .Pion digunakan untuk mewakili langkah pemain atau siswa dalam permainan sedangkan rumah-rumah difungsikan sebagai penanda bahwa petakan skor sudah dikuasai oleh siswa yang berhasil menjawab dengan benar soal pada kartu skir dan papan monopoli. Berikut Tampilan pion dadu dan rumah.
25
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Gambar : Tampilan Papan monopoli dadu rumah dan pion
A. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat monopoli Siroh Nabawiyah
Bahan-bahan yang perlu disiapkan dalam proses pembuatan Media pembelajaran Siroh Nabawiyah diantaranya sebagai berikut.
1) Kardus bekas minuman air mineral 2) Kertas art paper
3) Lem kertas
4) Solasi putih bening 5) Dadu
6) Pion
7) Rumah-rumahan
Sedangkan alat yang diperlukan dalam proses pembuatan monopoli Siroh Nabawiyah adalah:
1) Print 2) Laptop
3) Aplikasi CorelDraw X7 4) Aplikasi Ms.Word 5) Pengaris
26
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
B. Cara Pembuatan Monopoli Siroh Nabawiyah
Gambar: Proses Desain papan monopoli Siroh Nabawiyah 1. Desain monopoli dengan aplikasi CorelDraw X7. Di dalam desain
diletakan gambar-gambar pendukung serta warna yang cerah. Diantara gambar yang ditaruh adalah gambar ilustrasi penyerangan pasukan gajah. Contoh sebagai berikut.
Gambar : Ilustrasi Pasukan bergajah
27
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Gambar: Mengukur Papan alas papan monopoli
3. Setelah kardus diukur kemudian potong sesuai ukuran yang telah ditandai sebelumnya.
Gambar : Potong Kardus untuk papan monopoli
28
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
5. Kemudia setelah direkatkan buatlah pion untuk menjadi mascot dalam permaian, pion ini terbuat dari kertas yang digunting kecil.
29
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
7. Terakhir berikan pelindung pada bagian sisi papan monopoli dengan solatip putih bening supaya tidak mudah rusak.
8. Jadilah papan monopoli yang akan kita jadikan sebagai media pembelajaran.
TATA CARA BERMAIN MONOPOLI SIROH NABAWIYYAH
30
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
2. pada setiap kelompok dipilih dan ditempatkan satu peserta didik untuk mewakili kelompok dalam memainkan monopoli dan yang menjadi ketua setiap kelompok yang memimpin rapat jika nanti terdapat suatu permasalahan, dan 3 peserta didik lainnya akan membantu ketika nanti ketua mengalami kesusahan atau membutuhkan pertolongan terhadap permasalahan yang dia hadapi.
3. Dalam permainan monopoli siroh nabawiyyah ini juga dibutuhkan 1 guru yang sudah sangat memahami dan menguasai seluruh materi yang akan dipelajari dalam monopoli siroh nabawiyyah, yang bertindak sebagai pembimbing atau tutor dalam permainan monopoli siroh nabawiyyah ini, setelah menentukan kelompok yang akan menjadi pemain yang akan memainkan monopoli siroh nabawiyyah ini serta peserta didik yang menjadi ketua dan anggota dalam kelompok tersebut.
4. Isi dan aturan permainan monopoli Siroh Nabawiyyah ini tidak jauh berbeda dengan permainan monopoli pada umumnya, namun dalam permainan monopoli Siroh Nabawiyyah ini ada beberapa aspek dan unsur yang dirubah sebagai penyesuaian terhadap materi Siroh Nabawiyyah yang akan dipelajari yakni “kisah Perjalanan Kehidupan Nabi”. Beberapa unsur dan aspek serta peralatan yang terdapat dalam permainan monopoli Siroh Nabawiyyah antara lain :
Papan monopoli Siroh Nabawiyyah terbuat dari kertas art paper yang dapat dilipat dan menghemat tempat, dicetak berwarna dan dibuat semenarik mungkin untuk menarik perhatian dan minat belajar perserta didik, sehingga peserta didik tidak cepat bosan dalam permainan ini.
31
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
5. Setiap kolom yang terdapat dalam papan monopoli siroh nabawiyyah memiliki ketentuan sebagai berikut:
Jika pion yang dimainkan/dijalankan berhenti di kolom pertanyaan, maka tugas ketua kelompok yang memainkan pion itu adalah menjawab setiap pertanyaan yang tertera di dalam kolom tersebut, apabila ketua kelompok yang tidak bisa menjawab maka boleh ditanyakan atau didiskusikan bersama 3 peserta didik yang menjadi anggota. Apabila kelompok tersebut bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kolom tersebut, maka kelompok tersebut berhak mendapatkan point yang diberikan oleh pembimbing/tutor. Dan apabila kelompok tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam kolom tersebut, maka kelompok tersebut berhak mendapatkan denda berupa pengurangan poin yang diberikan oleh pembimbing/tutor yang ditulis di dalam lembar kertas bank poin , yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
Jika pion yang dimainkan/dijalankan berhenti atau melewati kolom star/mulai, maka kelompok tersebut berhak mendapatkan point yang diberikan oleh pembimbing/tutor yang ditulis di dalam lembar kertas bank poin, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
Jika pion yang dimainkan/dijalankan berhenti di kolom rest area, maka pemain istirahat 1 kali lemparan dadu atau membayar pajak dengan cara pengurangan poin yang ada di dalam lembar kertas bank poin, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
Jika pion yang dimainkan/dijalankan berhenti di kolom bebas parkir, maka kelompok tersebut cukup berhenti di tempat dan tidak mendapatkan tambahan maupun pengurangan poin.
32
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
dengan siroh nabawiyyah yang dibacakan oleh pembimbing/tutor dari kartu informasi umum yang telah disediakan.
Jika pion yang dimainkan/dijalankan berhenti di kolom kesempatan, maka kelompok tersebut berhak menerima perintah baru yang dibacakan oleh pembimbing/tutor dari kartu kesempatan yang telah disediakan.
6. Dalam permainan monopoli siroh nabawiyyah ini juga dibutuhkan beberapa peralatan sebagai berikut:
4 buah pion yang terbuat dari kardus warna putih yang berbentuk bulan, bintang, segitiga dan bulat, yang digunakan sebagai miniatur pelaku yang bermain yang akan dijalankan oleh masing-masing kelompok atau yang mewakili..
17 kartu jawaban yang berisi jawaban dari 17 pertanyaan yang ada dalam kolom pertanyaan yang terdapat pada papan monopoli siroh nabawiyyah, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
2 kartu informasi umum yang berisi informasi-informasi atau pengetahuan-pengetahuan tentang siroh nabawiyyah, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
2 kartu kesempatan yang berisi perintah yang dijatuhkan terhadap pion yang berhenti di atas kolom kesempatan, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
1 kartu denda yang berisi jumlah pengurangan poin yang diberikan kepada kelompok yang tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diterimanya dan yang melakukan pelanggaran atau kesalahan, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
33
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
permainan monopoli siroh nabawiyyah ini, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
17 rumah-rumahan yang terbuat dari kardus warna putih yang berbentuk rumah (segi lima) yang digunakan untuk menandai kolom yang sudah berhasil dijawab oleh salah satu kelompok dan dengan tanda itu kolom tersebut tidak bisa dipakai singgah oleh kelompok lain, tetapi masih termasuk kolom yang terhitung ketika pion melangkah (masih bisa dilewati tanpa harus melompati tetapi tidak bisa disinggahi).
1 lembar kertas bank poin yang berisi catatan poin yang diperoleh oleh setiap pemain/kelompok, yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
1 alat tulis/bolpon/pensil yang digunakan untuk menulis pengurangan dan penambahan poin yang dibawa oleh pembimbing/tutor.
7. Setelah isi, aturan dan peralatan permainan sudah jelas dan siap maka permainan bisa dimulai.
8. Masing-masing kelompok diberikan 1 pion sebagai miniatur pelaku permainan.
9. Masing-masing kelompok dipersilahkan melemparkan dadu sebanyak satu kali. Untuk lemparan pertama dimaksudkan untuk urutan pelemparan selanjutnya yang akan mulai menjalankan pion masing-masing kelompok dimulai dari kelompok yang mendapatkan angka dadu terbanyak kemudian dilanjutkan dengan kelompok yang lebih sedikit angka dadunya dan begitu seterusnya.
10.Setelah mendapatkan nomor urutan pelemparan masing-masing kelompok di persilahkan melemparkan dadu sebanyak satu kali untuk yang kedua kalinya. Untuk lemparan kedua ini digunakan untuk mulai melangkahkan pion-pion yang sudah dibagikan.
34
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
mengulangi pelemparan dengan batas 3 kali pelemparan, apabila sampai 3 kali lemparan masih menghasilkan tempat singgah yang sama, maka pion kelompok tersebut masih menetap di tempat terakhir singgah dan kelompok tersebut harus menerima denda berupa penilaian yang ada di lembar poin di dalam bank poin yang dibawa oleh pembimbing/tutor. 12.Setelah melakukan pelemparan kedua dan bisa menjalankan pion untuk
singgah di kolom-kolom yang ada di dalam papan monopoli siroh nabawiyyah maka setiap kelompok dipersilahkan untuk melakukan semua perintah, aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam permainan monopoli siroh nabawiyyah ini.
13.Setelah masing-masing kelompok telah melakukan pelemparan kedua maka dadu kembali dilempar untuk lemparan ketiga dan begitu seterusnya sampai semua kelompok melewati kolom start/mulai sebanyak 3 kali, ketika semua lelompok telah melewati kolom start/mulai sebanyak 3 kali, maka selesailah sudah permainan monopoli siroh nabawiyyah ini.
14.Pemenang dari permainan dengan menggunakan media monopoli Siroh Nabawiyyah ini ditentukan oleh seberapa banyak poin yang dikumpulkan oleh masing-masing kelompok, kelompok dengan jumlah poin terbanyak, maka merekalah pemenangnya dan berhak mendapatkan nilai pelajaran tertinggi, dan kelompok dengan jumlah poin paling sedikit maka harus membacakan salah satu bab judul siroh nabawiyyah yang diberikan oleh pembimbing/tutor (guru) dari salah satu buku refrensi tentang siroh nabawiyyah kepada semua kelompok secara bergantian sampai semua anggota kelompok mendapat bagian membaca minimal 1 kali.
35
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
bermain sambil belajar, sehingga akan lebih mudah mendalami dan memahami materi yang sedang dipelajari.
36
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
12. APEK Kalander Kenangan (Muh Galang)
A. Deskripsi dan Pembuatan APEK Kalander Kenangan
APEK kalender kenangan atau alat pengembang kemampuan merupakan satu fasilitas pembelajaran dari sekian banyak media pembelajaran, yang memanfaatkan tanggal-tanggal, hari pada periode satu tahun. Banyak kalender yang hanya berfungsi sebagai pengingat hari saja tanpa adanya nilai yang lebih, padahal dari kalender itu bisa direnovasi menjadi bahan untuk mengenalkan angka-angka dan mengenang hari bersejarah dalam catatan Indonesia khususnya. Jika kalender dapat dimanfaatkan akan menjadi bahan yang berguna untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, walaupun hanya sebagian kecil saja.
37
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
menambah perkembangan anak dalam belajar katika sendiri maupun dengan pendidik.
B. Cara Pembuatan APEK Kalander Kenangan
Pembuatan dan Pemanfaatan APEK “kalender kenangan” untuk pemebelajaran.
APEK “kalender kenangan” full face terbuat dari desain dari software potoshop cc 2015 yang kemudian dicetak berbentuk lembaran seperti gambar yang berukuran A4. “kalender kenangan” ini masing-masing bulan punya pembahasan sendiri yang meliputi:
1) Bulan januari (pawang) pemilihan warna yang terang 2) Bulan februari (bulis) belajar menulis
3) Bulan maret (pabu) panoramabinatangunik 4) Bulan april (loteng) loncat tangga bergandeng 5) Bulan mei (nyebut)
6) Bulan juni (bakar) tebak gambar 7) Bulan juli (belatung) belajar berhitung 8) Bulan agustus (bendera)
9) Bulan September (berbicara) 10) Bulan oktober (menghafal)
11) Bulan November (ngejer) ngingat sejarah 12) Bulan desember (baca)
Di dalam kalender kenangan terdapat permainan sekaligus belajar, sehingga anak, perlahan-lahan anak telah melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dapat membantu pendidik untuk sampai dari tujuan pemebelajaran.
Alat dan bahan yang perlu dipersiapkan dalam membuat “kalender kenangan” diantaranya sebagai berikut:
38
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Dalam pengerjaan kalender kenangan memang full menggunakan computer, sehingga computer yang bagus juga akan mempengaruhi kinerja dalam proses pembuatan.
2) Mouse
Mouse juga sangat penting untuk memudahkan membuat kalender kenangan itu semakin maouse itu berkwalitas maka semakin enak dan sangat membantu kesuksesan pembuatan.
39
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Dalam pengerjaan kalender kenangan ini pembuat munggunakan aplikasi editing yang diproduksi dari perusahaan adobe yaitu adobe potoshop cc.
4) Referensi gambar
Pengambilan gambar yang menarik juga akan membantu menentukan hal yang menarik perhatian dari anak yang mana pembuat mengambil gambar dari internet.
5) Kertas A4
40
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
Dalam proses akhir dari pembuatan kalender kenangan tentunya harus dicetak dalam bentuk printout agar bisa digunakan oleh anak.
7) Tenaga
Tenaga juga sangat diperlukan, Tenaga yang stamina dan keuletan juga sangat berpengaruh ketika pengerjaan, bila tubuh mengalami gangguan akan mempengaruhi pembuatan kalender kenangan ini.
Cara pembuatan APEK “kalender kenangan”
1) Pertama bisa belajar desain lewat tutorial video maupun artikel.
2) Kemudidan dibuat dengan penggabungan antara gambar-gambar dan warna-warni kalender yang sesuai dengan pemerintah.
3) Pembuatan kalender full pada sisi depan karena tidak mungkin dilihat bila yang dikerjakan pada bagian belakang.
4) Penerapan dari kalender ini adalah dengan memadukan ketepatan kalender dengan memberikan pertanyaan, dan mengulas kembali sejarah dari beberapa tangggal khusus.
41
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
dan tahap penerapan pada peseta didik. Sebelum menerapkan APEK ini kita harus mengetahui dari penggunaan APEK ini.
1. Ketentuan dalam penggunaan APEK “kalender kenangan”
Alat bantu dalam pembelajaran ini bertujuan untuk menunjang kegiatan belajar dan bermain anak agar berjalan dengan efektif dan menyenangkan, sehingga tujuan dan maksud pendidikan akan tercapai dengan mengacu system kerja dari Alat permainan itu.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam pembuatan APEK sebagai berikut:
a) Guru punya modal dan perencanaan pembelajaran mengenai kemampuan anak.
b) Guru mengenali jenis program pembelajaran yang akan disampaikan dengan jenis alat dan sarana yang akan digunakan. c) Memeriksa alat pembelajaran apakah sudah sesuai atau belum. d) Merencanakan pembuatan APEK
e) Melaksanakan pembuatan APEK
Dalam melaksanakan pembuatan APEK guru harus memperhatikan hal berikut:
a) Membuat judul yang menarik.
b) Setiap pergantian APEK memiliki kriteria dan manfaat berbeda-beda.
c) Memiliki kemampuan yang kreatif dalam mengembangkan program pemebelajaran.
d) Masing-masing dari judul diberi gambar yang menarik, supaya anak betah dalam belajar.
2. Tata cara pemakaian APEK
Cara menggunakan dan memainkannya.
42
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
43
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
b) Bagian bulan pertama “pawang” (pemilihan warna yang terang)
44
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
menumbuhkan kemampuan anak, seperti diangka satu yang merupakan angka penting bisa dikaitkan dengan pemilik alam semesta ini yaitu tuhan yang maha esa dan masih ada lagi berbagai ide yang dikembangkan lewat angka-angka yang bagus.
c) Bagian bulan kedua “bulis” (belajar menulis)
45
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
d) Bagian bulan ke tiga “pabu” (panorama binatang unik)
Caranya: guru mengenalkan macam-macam binatang yang tersebar di seluruh belahan dunia. Bisa juga dengan mempersilahkan anak untuk memilih hewan mana yang disukainya dan meminta untuk menyebutkan terdapat angka berapakah di dalam kotak hewan tersebut. Kemudian guru menerangkan tanggal merah yang terpampang dengan jelas pada sebuah kalender itu. Dengan melihatkan beberapa macam hewan, anak bisa tergambarkan dengan lebih jelas, bagaimana sifat dan watak dari hewan itu. Selain mengenalkan guru juga berperan mendiskripsikan secara detail hewan yang dipilih oleh anak, karena kemampuan anak belum tentu semua mengetahui Janis hewan. Entah itu hewan jenis herbivora, omnivora, dan karnivora. Dalam materi ini memang menggunakan pendekatan pada ilmu penengetahuan alam, supaya anak lebih berinovasi tentang lingkungan sekitar dan diharapkan bisa mendeskripsikan hasil pembelajaran.
46
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
47
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
f) Bagian ke lima “nyebut”
48
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
g) Bagian ke enam “bakar” (tebak gambar)
49
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
h) Bagian ke tujuh “belatung” (belajar menghitung)
50
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
i) Bagian ke delapan “bendera”
51
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
diterangkan oleh guru beserta contoh hewan apa saja yang bisa dijadikan kurban.
j) Bagian bulan ke Sembilan “berbicara”
52
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
k) Bagian bulan ke sepuluh “menghafal”
Carannya: pada bagian ini guru menerangkan akan terjadinya peristiwa persatuan yang terjadi pada tanggal 28 oktober yang disebut dengan hari sumpah pemuda, disitu anak akan mencoba menghafal tragedy yang tercatat pada tanggal itu.
l) Bagian bulan ke sebelas “ngjer” (mengingat sejarah)
53
Media Pembelajaran Untuk MI/SD | Copyright©2018
STID 2
mengaitkan dengan al-Quran yaitu surat apa sajakah yang terdapat dalam jus dua puluh, dan masih banyak permainan yang bisa dikembangkan.
m) Bagian bulan ke dua belas “baca”