• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Berdasarkan Bagian Pada Tanaman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbedaan Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Berdasarkan Bagian Pada Tanaman"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

ADE YULISA LUBIS: Perbedaan Kualitas Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Berdasarkan Bagian Tanaman. Dibimbing oleh RIDWANTI BATUBARA DAN AFIFUDDIN DALIMUNTHE

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan kelompok tanaman penghasil minyak atsiri, mempunyai prospek yang baik karena di samping harganya yang tinggi, juga sampai saat ini minyaknya belum dapat dibuat dalam bentuk sintesis.Namun masih sedikit yang menanam atau berkebun nilam. Padahal minyak nilam ini merupakan prospek bisnis yang menjanjikan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian tanaman nilam yang mempunyai kualitas minyak yang paling bagus. Metode penelitian ini adalah dengan mengambil sampel tanaman bagian ujung, tengah dan bawah yang telah di suling kemudian dihitung rendemennya dan dibandingkan nilainya dengan standar SNI 06-2385-2006. Adapun standar yang dinilai adalah warna, bobot jenis, indeks bias, kelarutan dalam etanol 90%, bilangan asam, bilangan ester, putaran optik, patchouli alcohol, alpha copaene dan kandungan besi.

Dari hasil penelitian ini hanya uji warna, kelarutan dalam etanol 90%, bilangan asam, bilangan ester, dan putaran optik, alpha copaeneyang sudah memenuhi standar SNI 06-2385-2006.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bagian ujung, tengah dan bawah tanaman nilam mempunyai kelebihan dan kekurangan.Untuk mendapatkan kualitas minyak yang baik adalah dengan menyuling hampir keseluruhan bagian tanaman, namun mengurangi proporsi batang agar bobot jenis minyak yang dihasilkan tidak terlalu tinggi.

Keywords : Tanaman nilam, patchouli alcohol, penyulingan

(2)

ABSTRACT

ADE YULISA LUBIS: Differences in quality of patchouli oil (Pogostemon cablin Benth.) based in part on the plant. By RIDWANTI BATUBARA DAN AFIFUDDIN DALIMUNTHE

Patchouli plants (Pogostemon cablin Benth.) is a group of essential oil producing plants, have a good prospects because beside the high price, until now the oil can’t be made in the form of synthesis. But, only a few farmers are planting or gardening, while patchouli oil has a good prospects.

This study aims to determine the patchouli plant parts that have a good quality oil. This research was took samples of plants the tip, middle and bottom of distilled and compared in rate with SNI 06-2385-2006 standard. The standard was color, density, the refractive index, solubility in 90% etanol, acid levels, ester levels, optical rotation, patchouli alcohol, alpha copaene and rate of Fe.

The results of this research were color, solubility in 90% etanol, acid levels, ester levels, optical rotation and alpha copaene complied with SNI 06-2385-2006 standard. The conclusion of this research is the part of plants (tip, middle, and top) of patchouli have advantages and disadvantages.To get a good quality oil is distilling almost all the part of plants. But deduct the proportion of stems till the resulting of density is not too high.

Keyword: Patchouli, patchouli alcohol, distilation

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian dengan uji-t diketahui bahwa pada seluruh nilam aceh (Pogostemon cablin, Benth) kuantitas (rendemen minyak atsiri yang dihasilkan) dan kualitas (kelarutan dalam

Proses ini menghasilkan kualitas minyak nilam kurang baik seperti bilangan asam lebih dari 8, minyak berwarna gelap, patchouli alkohol kurang dari 30%, dan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan yaitu Minyak nilam produksi daerah kabupaten Buol memiliki kualitas yang baik dari segi bilangan asam,

Karena lama pengeringan bahan dapat mempengaruhi komponen minyak nilam yang memiliki titik didih rendah sebagian telah menguap pada saat pengeringan, sehingga yang

Pengujian warna minyak nilam dari alat penyuling modifikasi menghasilkan warna minyak nilam yang lebih gelap bila dibandingkan dengan warna minyak nilam alat penyuling

Proses ini menghasilkan kualitas minyak nilam kurang baik seperti bilangan asam lebih dari 8, minyak berwarna gelap, patchouli alkohol kurang dari 30%, dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata pada komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun) dan hasil tanaman nilam

Komposisi dengan bahan 90 parafin : 10 stearin memiliki deteksi aroma yang paling cepat karena waktu bakar yang lebih cepat, dan karena konsentrasi minyak nilam 6 tetes sehingga lebih