• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TESIS PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

i

TESIS

PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN SIKAP KAMAE-TE

DENGAN BEBAN 0,5 Kg DI KAKI DAPAT

MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN

PADA PELATIHAN KARATE SISWA SMP N 11

DENPASAR

I MADE BAGIA NIM: 1390361002

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI FISIOLOGI OLAHRAGA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(2)

ii

PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN SIKAP KAMAE-TE

DENGAN BEBAN 0,5 Kg DI KAKI DAPAT

MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN

PADA PELATIHAN KARATE SISWA SMP N 11

DENPASAR

Tesis untuk memperoleh Gelar Magister

Pada Program Magister, Program Studi Fisiologi Olahraga, Program Pascasarjana Universitas Udayana

I MADE BAGIA NIM: 1390361002

PROGRAM MAGISTER

PROGRAM STUDI FISIOLOGI OLAHRAGA

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

(3)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

TESIS INI TELAH DISETUJUI

PADA TANGGAL 7 JULI 2015

Pembimbing I Pembimbing II

Prof. Dr. dr. J.Alex Pangkahila, M.Sc, Sp.And. Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes NIP.19440201 196409 1 001 NIP.19660309 199802 1 003

Mengetahui

Ketua Program Fisiologi Olahraga Program Pascasarjana Universitas Udayana Dr.dr. Susy Purnawati, M.KK NIP.19680929 199903 2 001 Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana

Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K) NIP. 19590215 198510 2 001

(4)

iv

PENETAPAN PANITIA PENGUJI

Tesis Ini Telah Diuji pada Tanggal : 7 Juli 2015

Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor

Universitas Udayana, No.: 2078/UN.14.4/HK/2015, Tanggal 3 Juni 2015

Ketua : Prof. Dr. dr. J.Alex Pangkahila, M.Sc, Sp.And.

Anggota :

1. Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes, AIFO 2. Prof. dr. N. T. Suryadhi, MPH, Ph.D

3. dr. Ida Bagus Ngurah, M.For, AIFO 4. Dr. dr. Made Muliarta, M.Kes

(5)

v

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Nama : I Made Bagia

NIM : 1390361002

Program Studi : Magister Fisiologi Olahraga

Judul Tesis : Pelatihan Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te dengan Beban 0,5 Kg di Kaki dapat Meningkatkan Kecepatan Tendangan Pada Pelatihan Karate Siswa SMP N 11 Denpasar.

Dengan ini menyatakan bahwa karya ilmiah tesis ini bebas dari plagiat. Apabila di kemudian hari terbukti plagiat dalam karya ilmiah ini, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 dan Perundang-undangan yang berlaku.

Denpasar, 3 Juni 2015

(6)

vi

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi, atas rahmat dan perlindungan-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis ini tanpa aral apapun. Tesis ini disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh Gelar Magister pada Program Studi Fisiologi Olahraga, Program Pasca Sarjana Universitas Udayana Denpasar. Adapun judul tesis ini adalah Pelatihan Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te dengan Beban 0,5 Kg di Kaki dapat Meningkatkan Kecepatan Tendangan Pada Pelatihan Karate Siswa SMP N 11 Denpasar.

Dalam penyusunan tesis ini tidak terlepas dari bimbingan, petunjuk dan motivasi dari berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD dan Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Udayana oleh Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K), atas kesempatan yang diberikan pada penulis untuk mengikuti pendidikan Pasca Sarjana di Universitas Udayana. Dr.dr. Susy Purnawati, M.KK, selaku Ketua Program Studi Magister Fisiologi Olahraga Pasca Sarjana Universitas Udayana. Prof.Dr.dr.J.Alex Pangkahila, M.Sc,Sp.And., selaku Pembimbing I dalam penyusunan tesis ini, yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan. Prof. Dr.dr.I Putu Gede Adiatmika, M.Kes., selaku Pembimbing II dalam penyusunan tesis ini, yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan. Ungkapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada para penguji tesis, yaitu Prof. dr. N. T. Suryadhi, MPH, Ph.D, dr. Ida Bagus Ngurah, M.For, AIFO, Dr. dr. Made Muliarta, M.Kes, yang telah memberikan masukan, saran, sanggahan dan koreksi sehingga tesis ini dapat terwujud seperti

(7)

vii

ini. Drs. I Putu Jaya, M.Psi, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 11 Denpasar yang telah mengijinkan untuk melakukan penelitian di lingkungan SMP N 11 Denpasar. Para siswa SMP Negeri 11 Denpasar yang telah bersedia menjadi subjek penelitian. Para Dosen Pasca Sarjana Fisiologi Olahraga yang secara tulus telah memberikan materi perkuliahan, bimbingan dan motivasi. Rekan-rekan mahasiswa Pasca Sarjana Fisiologi Olahraga yang telah memberikan dukungan dan motivasi dalam penyusunan tesis ini. Istri dan anak-anak tercinta serta saudara-saudara yang telah banyak memotivasi selama mengikuti pendidikan dan penyelesaian tesis ini.

Tesis ini tentunya masih banyak kekurangan, untuk itu kritik, saran dan masukan untuk perbaikan sangatlah diperlukan demi kesempurnaan tesis ini.

Denpasar, 3 Juni 2015 Penulis

(8)

viii ABSTRAK

PELATIHAN MAWASHI GERI JODAN SIKAP KAMAE-TE DENGAN BEBAN 0,5 Kg DI KAKI DAPAT MENINGKATKAN KECEPATAN

TENDANGAN PADA PELATIHAN KARATE SISWA SMP N 11 DENPASAR

Salah satu teknik tendangan dalam karate adalah mawasi geri jodan, artinya tendangan ke arah kepala yang digunakan untuk menendang sasaran adalah punggung kaki. Untuk memaksimalkan kecepatan tendangan pada teknik karate mawashi geri jodan sikap kamae-te dapat dilakukan dengan memberikan latihan beban pada pergelangan kaki, sehingga gerakan kaki akan lebih cekatan ketika beban dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan penambahan beban 0,5 kg di kaki lebih meningkatkan kecepatan tendangan daripada pelatihan tendangan tanpa beban pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar.

Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian Randomized Pre and Post Test Control Group Design. Data yang diperoleh sebelum maupun setelah pelatihan dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah antara lain statistik diskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji komparasi data t-independent test dan uji komparasi data t-paired test.

Hasil penelitian menunjukkan rerata kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te mengalami peningkatan sesudah pelatihan pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol (p < 0,05) dengan selisih perbedaan 21,98%. Peningkatan yang terjadi pada Kelompok Perlakuan sebagai akibat adanya beban di kaki.

Simpulan dari penelitian ini adalah pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan beban 0,5 kg di kaki dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar. Disarankan untuk metode pelatihan dengan beban 0,5 kg di kaki, di upayakan dapat dilakukan dalam setiap pelatihan untuk meningkatkan kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te.

Kata Kunci: Pelatihan, Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te, Kecepatan Tendangan

(9)

ix ABSTRACT

THE EXERCISE OF MAWASHI GERI JODAN BY KAMAE-TE FORM WITH 0.5 Kg LOAD ON FEET CAN INCREASE KICK’S VELOCITY IN

KARATE EXERCISE OF THE STUDENTS IN SMPN 11 DENPASAR

One of kick’s technique in karate is Mawasi geri jodan, it means a kick to the head which is used back and feet to the target. To maximize the velocity of kick in Mawashi geri jodan techniques, kamae-te form can be conducted by giving the load exercise on the ankle, moreover the leg movements will be more nimble when the load was removed. This study aims to prove the Mawashi geri jodan exercise by kamae-te form by adding the load of 0.5 kg on the feet was more increase the kick’s velocity than the exercise of kick without the load in karate exercise of the students in SMP N 11 Denpasar.

This study is an experimental study with research design Randomized Pre and Post Test Control Group Design. The data was obtained before and after exercise were analyzed using several steps, they are descriptive statistics, normality test, homogeneity test, comparative test of t-independent test data and the comparison test paired t-test data.

The results showed the average of kick’s velocity Mawashi-geri jodan by kamae-te form had increase after training in the treatment group and the control group (p <0.05) by a margin of difference 21.98%. The increase was occurred in the treatment group as a result of the weight on the feet.

The conclusions of this study is the exercise of Mawashi geri jodan by kamae-te form with 0.5 kg load on the feet can increase the kick’s velocity in karate exercise of the students in SMP N 11 Denpasar. It was suggets for training method with 0.5 kg load on the feet, it was try to be conducted in every exercise to improve kick’s velocity of Mawashi geri jodan by kamae-te form.

(10)

x

RINGKASAN

Tesis ini menganalisis Pelatihan Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te dengan Beban 0,5 Kg di Kaki dapat Meningkatkan Kecepatan Tendangan Pada Pelatihan Karate Siswa SMP N 11 Denpasar.

Kecepatan tendangan mawashi geri jodan dari karateka di SMP N 11 Denpasar masih di atas 4 m/dtk (0,5 detik). Hal ini jauh dari kecepatan tendangan karateka tingkat nasional yang mencapai 6,67 m/dtk (0,3 detik) maka dapat disimpulkan bahwa tendangan karateka mawashi geri jodan siswa SMP N 11 Denpasar masih kurang maksimal. Artinya kecepatan tendangan siswa masih perlu ditingkatkan dengan bentuk-bentuk pelatihan yang mendukung kepada kecepatan tendangan mawashi geri jodan. Untuk memaksimalkan frekuensi tendangan pada teknik karate mawashi geri jodan sikap kamae-te dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan beban 0,5 kg pada pergelangan kaki, sehingga gerakan kaki akan lebih cekatan ketika beban dilepas. Dengan latihan menggunakan pemberat kaki diharapkan kecepatan tendangan dapat meningkat karena di dalamnya terdapat latihan kombinasi yaitu kombinasi antara kuda-kuda, konsentrasi, dan keseimbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan beban 0,5 kg di kaki dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar.

Tahapan pelaksanaan penelitian ini setelah pembagian kelompok pelatihan dilakukan tes kecepatan tendangan sebelum penelitian dimulai. Penelitian dilanjutkan dengan memberikan pelatihan selama 18 kali pertemuan setiap hari selasa, kamis dan sabtu dengan metode 10 repetisi empat set. Kelompok Perlakuan menggunakan beban 0,5 kg di kaki, Kelompok Kontrol tanpa beban di kaki. Pada pertemuan terakhir dilakukan tes kecepatan tendangan dengan teknik yang sama untuk memperoleh nilai kecepatan yang akan digunakan untuk analisis data dengan menggunakan Reaction Timer dengan satuan per detik.

Berdasarkan hasil uji beda rerata kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te antara Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol didapatkan hasil sebelum pelatihan Kelompok Perlakuan 3,28200,38 m/detik, sebelum pelatihan Kelompok Kontrol 3,37500,24 m/detik, sedangkan kecepatan tendangan sesudah pelatihan pada Kelompok Perlakuan 4,35900,63 m/detik dan sesudah pelatihan pada Kelompok Kontrol 3,75100,28 m/detik. Hasil uji statistik menggunakan independent test menunjukan nilai p untuk kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol sesudah pelatihan memiliki nilai p = 0,012 (p<0,05). Hal ini berarti rerata kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol sesudah pelatihan berbeda dan bermakna. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi “pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan beban 0,5 kg di kaki dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar” dapat dibuktikan.

Untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te dilihat dari nilai p-value masing-masing

(11)

xi

kelompok. Pada Kelompok Perlakuan diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te berpengaruh positif atau dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada Kelompok Perlakuan. Pada Kelompok Kontrol diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te berpengaruh positif atau dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada Kelompok Kontrol. Peningkatan kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te pada Kelompok Perlakuan meningkat dari 3,282 m/detik sebelum pelatihan menjadi 4,359 m/detik sesudah pelatihan atau mengalami peningkatan sebesar 1,08 m/detik (meningkat 32,93%). Pada Kelompok Kontrol peningkatan kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te meningkat dari 3,375 m/detik sebelum pelatihan menjadi 3,751 m/detik sesudah pelatihan atau mengalami peningkatan sebesar 0,37 m/detik (meningkat 10,95%).

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan mawashi geri jodan sikap kamae-te dengan beban 0,5 kg di kaki dapat meningkatkan kecepatan tendangan pada pelatihan karate siswa SMP N 11 Denpasar. Disarankan untuk metode pelatihan dengan beban 0,5 kg di kaki, di upayakan dapat dilakukan dalam setiap pelatihan untuk meningkatkan kecepatan tendangan mawashi geri jodan sikap kamae-te.

(12)

xii DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

PRASYARAT GELAR ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iv

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... v

UCAPAN TERIMA KASIH ... vi

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

RINGKASAN ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR ARTI LAMBANG, SINGKATAN DAN ISTILAH ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 5 1.4 Manfaat Penelitian ... 6 1.4.1 Manfaat Teoritis ... 6 1.4.2 Manfaat Praktis ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

2.1 Karate ... 7

2.2 Mawashi Geri Jodan ... 17

2.3 Kecepatan Tendangan ... 20

2.4 Pelatihan ... 22

(13)

xiii

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS

PENELITIAN ... 32

3.1 Kerangka Berpikir ... 32

3.2 Konsep Penelitian... 34

3.3 Hipotesis ... 35

BAB IV METODE PENELITIAN ... 36

4.1 Rancangan Penelitian ... 36

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 37

4.3 Populasi dan Sampel ... 37

4.3.1 Populasi ... 37

4.3.2 Sampel ... 38

4.3.3 Besar Sampel ... 39

4.3.4 Teknik Pengambilan Sampel... 40

4.4 Variabel Penelitian ... 40

4.5 Definisi Operasional Variabel ... 41

4.6 Ruang Lingkup Penelitian ... 44

4.7 Penentuan Sumber Data ... 44

4.8 Instrumen Penelitian... 44

4.9 Pelaksanaan dan Prosedur Penelitian ... 47

4.10 Analisis Data ... 48

BAB V HASIL PENELITIAN ... 50

5.1 Karakteristik Subjek Penelitian ... 50

5.2 Lingkungan Penelitian ... 51

5.3 Uji Normalitas Dan Homogenitas Kecepatan Tendangan ... 52

5.4 Uji Beda Rerata Kecepatan Tendangan Antar Kelompok Per-lakuan ... 53

5.5 Uji Beda Rerata Peningkatan Kecepatan Tendangan Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te Antara Sebelum Dan Sesudah Pelatihan ... 54

(14)

xiv

BAB VI PEMBAHASAN ... 56

6.1 Kondisi Subjek ... 56

6.2 Karakteristik Lingkungan Penelitian... 58

6.3 Uji Beda Rerata Kecepatan Tendangan Antar Kelompok Perlakuan ... 59

6.4 Pengaruh Pelatihan Terhadap Kecepatan Tendangan Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te ... 59

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... 64

7.1 Simpulan ... 64

7.2 Saran ... 64

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 5.1 Karakteristik Fisik Siswa SMP N 11 Denpasar ... 50 Tabel 5.2 Karakteristik Suhu Dan Kelembaban Relatif Udara

Lingkungan Pelatihan... 51 Tabel 5.3 Hasil Uji Normalitas Dan Homogenitas Data Pelatihan

Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te Siswa SMP N 11 Denpasar ... 52 Tabel 5.3 Hasil Uji Beda Rerata Kecepatan Tendangan Sebelum Dan

Sesudah Pelatihan Antar Ke Dua Kelompok ... 53 Tabel 5.4 Hasil Uji Beda Rereta Peningkatan Kecepatan Tendangan

Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te Sebelum Dan Sesudah Pelatihan... 54

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Pengelompokan Teknik-teknik Karate ... 8

Gambar 2.2 Teknik Tendangan ... 10

Gambar 2.3 Posisi Mawashigeri ... 17

Gambar 2.4 Posisi Ushiro Mawashigeri ... 18

Gambar 2.5 Tendangan Mawashi Geri ... 18

Gambar 2.6 Otot yang dominan ... 19

Gambar 3.1 Konsep Penelitian ... 34

Gambar 4.1 Rancangan Penelitian ... 36

Gambar 4.2 Pelaksanaan dan Prosedur Penelitian ... 48

Gambar 5.1 Persentase Peningkatan Kecepatan Tendangan Mawashi Geri Jodan Sikap Kamae-Te Sesudah Pelatihan ... 55

(17)

xvii

DAFTAR SINGKATAN

% : Persen

 : Standar deviasi 0,055.

 : Jumlah sampel atau besar sampel  : Batas kemaknaan diambil 5% atau 0,05.

 : Plus Minus

1 : Rerata hasil kecepatan tendangan

2 : Harapan peningkatan kecepatan tendangan < : Lebih Kecil

> : Lebih Besar

ADP : Adenosine Disphosphate ATP : Adenosine Triphosphate

ATP-PC : Adenosine Triphosphate-Phosphocreatine

Cm : Centi Meter

Depkes RI : Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Dkk : Dan Kawan-Kawan

DNA : Deoxyribose-Nucleic Acid

f (,) : 13,0 (dari tabel Value of f (,) (Pocock, 2008)). I- : Kekuatan (power) penelitian 0,95, (: 0,05). IMT : Indeks Masa Tubuh

Kg : Kilogram

kg/m2 : Kilo gram/Meter per segi KLP I : Kelompok Perlakuan KLP II : Kelompok Kontrol

M : Meter

m/dt : Meter per detik

mmHg : Milimeter Merkuri Hidrargyrum

(18)

xviii

Ol : Observasi hasil kecepatan tendangan Kelompok Perlakuan sebelum pelatihan.

O2 : Observasi hasil kecepatan tendangan Kelompok Perlakuan setelah pelatihan

O3 : Observasi hasil kecepatan tendangan sebelum pelatihan pada Kelompok Kontrol.

O4 : Observasi hasil kecepatan tendangan setelah pelatihan pada Kelompok Kontrol.

oC : Derajat Celcius

P : Populasi

p : Nilai Probabilitas

P1 : Kelompok Perlakuan, pelatihan kecepatan tendangan dengan beban dikaki kanan 0,5 kg 10 repetisi 4 set

P2 : Kelompok Kontrol, pelatihan kecepatan tendangan tanpa beban 10 repetisi 4 set

R : Randomisasi

RA : Random alokasi

RNA : Ribonucleic Acid/Ribose Nucleic Acid

S : Sampel

s/d : Sampai dengan

SB : Simpang Baku

SMPN : Sekolah Menengah Pertama Negeri WHO : World Health Organization

(19)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Daftar Singkatan Nama Subjek Penelitian Lampiran II Data Hasil Penelitian

Lampiran III Hasil Analisis Deskriptif

Lampiran IV Hasil Uji Normalitas dan Homogenitas Lampiran V Hasil Uji Beda

Referensi

Dokumen terkait

Dengan harga eksekusi ESOP yang tinggi maka manajemen tidak akan melakukan eksekusi opsi saham, hal ini menyebabkan kepemilikan saham yang dimiliki manajemen akan

pupuk kandang sapi meningkatkan jumlah malai per rumpun, berat 100 gabah berisi dan indeks panen, terutama pada percobaan di lahan sawah, dan hasil gabah kering, baik pada

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi ini dapat menggantikan metode tes kepribadian yang lama, yang dilakukan menggunakan cara manual melalui buku tes

Penelitian ini diuji berulang-ulang kali oleh peneliti dengan menggunakan jumlah sifat yang berbeda dari kuisioner seperti tabel 4.1 sehingga setiap kuisioner dari

Sebagai pendidik, Anda memiliki wewenang untuk menyalurkan energi positif siswa dan membantu mereka meyakini bahwa mereka mampu, perubahan adalah mungkin, dan mereka

Universal Decimal Classification , atau yang biasa disebut UDC, merupakan adaptasi dari Dewey Decimal Classification (DDC). UDC dikenal dengan berbagai nama seperti

3. cabang-cabang produksi yang penting bagi negara; 4. diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, dan/atau badan atau lembaga yang dibentuk atau ditunjuk oleh Pemerintah.

Metode pengukuran hasil tangkapan dilakukan dengan cara mengukur panjang ikan, karena bentuk ekor dari ikan cakalang membentuk cagak dan pada bagian cagak masih terlihat utuh,