STUDI
TEN TANG
EFEK
RADIOV AKSIN KOKSIDIOSIS
DALAM
MEDlA ALHIDROGEL
DAN LANOLIN
S. Partodihardjo*
ABSTRAK - ABSTRACT
STUDI TENTANG EFEK RADiOVAKSIN KOKSIDIOSIS DALAM MEDIA ALHlDRD-GEL DAN LANOLIN. Sejumlah anak ayam jantan jenis Harco digunakan untuk menguji efek bcrbagai media alhidroge1 danlanolin pada parasit koksidia. Untuk keperluan itu anak ayam dibagi menjadi 2 ke1ompok, yaitu ke1ompok yang menggunakan media alhidroge1 dan kelom-pok yang menggunakan media lanolin. Hasil dari pene1itian ini sebagai berikut : persentase individu anak ayam yang masih mengandung ookista kembali pada usus buntunya (positif) sebanyak L1=51,25%.:!:.8.77. L2=44,25! 11,32, L3=56%,:,,11,78 untuk media lanolin dan Al = 26,50%.:!: 1,29, A2=28%.:!:6,38, A3= 28%.:!:3,65 untuk media alhidroge1. Pertambahan bcrat badan rata-rata L1 = 4,51 gr :!: 0,48, L2 =4,385 gr! 0,40, L3=4,60 gr.:!. 0,20 untuk media lanolin dan Al =5,44 gr :!: 0,49, A2 =5,58 gr.:!. 0,24, A3 =5,48:!: 0,38 untuk media alhidrogel. Sedang persentase kematian L1 =2%,:, 0,82, L2=3%,,:,1,15, L3=4%,,:, 0,82 untuk media lanolin dan Al = 1,25%! 0,96, A2=1%.:..0,82, A3=0,75%:!: 0,50 untuk media alhidro-gel.
STUDY ON mE EFFECT OF COCCIDIOSIS RADiOV ACCINE ON ALHIDROGEL
AND LANOLIN MEDIA. A number of male chicken of Harco strain were used to test the effect of various alhidrogel and lanolin media on the parasite. For the study the chicken were divided into 2 groups, those were the group with alhidroge1 media and the group with the lanolin media. The result of the study was as following; the persentage of chicken which still contain oocysts on their caeca (positif) were L1 =51.25%':' 8,77, L2=44.25%..:.11 ,32, L3=
56%+ 11.78 in lanolin media and Al = 26,50';: 1.29, A2 = 28%:!: 6.38, A3= 28%': 3.65 in alhidroge1 media. The mean weight gain per chicken day were LI =4.5 gr .:. 0,48, L2=4.3 85 gr ..:!:0,40, L3 = 4.60 gr..:!:0.20 in lanolin media and Al =5.44 gr': 0.49, A2= 5.58 gr .:. 0.24, A3= 5.48 gr :!:0.38 in alhidroge1 media. Whereas the percentage of death were LI =2%! 0.82, L2 = 3%.:!:. 1.15, L3 =4%.:!: 0.82 in lanolin media and Al = 1.25%:!: 0.96, A2= 1%.: 0.82, A3=0.75%.! 0.50 in alhidroge1 media.
PENDAHULUAN
Sejumlah anak ayam jantan digunakan untuk menguji efek berbagai media alhidrogel dan lanolin pada parasit tersebut. Untuk keperluan tersebut anak ayam dibagi menjadi dua kelompok yang menggunakan media lanolin dan media alhidro-gel. Adapun tujuan dari penggunaan media atau pupukan menu rut SUKARDONO et al. (1) untuk memperoleh diagnosa yang lebih cermat, misalnya bila ada protozoa yang sudah hampir mati bentuk prophozoit, selain itu juga dapat lebih memperjelas pemeriksaan klinis ..
Macam-macam media untuk protozoa yaitu : Lache - egg - serum medium untuk amoeba. DIamond - meclium untuk trychomonas.
Medium N,N,N. (Novy, Neal, dan Nicolle) untuk trypanosoma atau Leismania. Medium menu rut Tobie, Von Brand dan Mehiman untuk trypanosoma atau mastigophora .
Medium R.5 .T. (Ringer, serum tepung) untuk Balantidium coli. Menurut SOROLIC ~ ~ (2) untuk koksidia dicoba media:
sel ginjal, juga telah digunakan oleh DORAN (3)
Media 199 dan Eagle's basal media, yang keduanya ini diproduksi oleh Wellcome Laboratory, Beckenham, England.
Para peneliti lain seperti TANIELIAN (4), SUKARDONO
tl
al. (1) dan ABU ALl!!.~. (5) menggunakan media yang umum yaitu kalium bichromat 2,5% untuk mencapai sporolasi ookista dan suhu penyimpanan 40C. Menurut SADlK ~ ~ (7) di Amerika dan lain-lain negara vaksin di dalam bentuk oil adjuvant (emulsi) dengan bermacam-macam stabilizer bentuk emulsi (misal arlacer, lanolin) dan suspensi (misal alhidrogel, sodium alginate) telah banyak dipakai sesuai dengan perkembang-an keadaperkembang-an di negara-negara tersebut.BAHAN DAN METODE
Pada penelitian ini digunakan sejum1ah anak ayam jantan jenis "Harco" yang berumur 12 hari. Sebelum diberikan suatu perlakuan anak ayam tersebut diuji terhadap infeksi alam E. tene/la dan kemudian diberikan makanan yang telah dipasteurisasi selama 48 jam pada suhu 600C. Penentuan umur anak ayam diguna-kan dalam penelitian ini di sesuaidiguna-kan pendapat TYZZER (7) yang dalam penelitian-nya menggunakan anak ayam umur 14 hari. Anak ayam tersebut dipelihara dalam kandang kawat secara terpisah .•
Sumber radiasi yang digunakan ialah gamma cell 220, buatan Atomic Energy Canada Ltd. Laju dosis 377 Gy/jam didapat dengan menggunakan pelindung 10% pada waktu iradiasi dilakukan.
Ookista yang berasal dari anak-anak ayam dihitung jumlahnya dengan alat penghitung darah Neubauer menurut TANIELIAN (4). Setelah ookista diradiasi dengan dosis tunggal yaitu 125 Gy, kemudian dilarutkan dalam media alhidrogel dan lanolin pada tingkat konsentrasi media 40% +8 x 104 ookista per ml, 50 %+ lOx 104 ookista dan 60%+12 x 104 ookista. Kemudian diIakukan inokulasi pada anak ayam dengan variasi dosis seperti tersebut diatas. Pada hari ke 15 pasca inoku-lasi diberikan tantangan ookista strain ganas dosis 20 x 104 per-ekor. Selanjutnya anak ayam pada tiap kelompok diamati tentang jumlah persentase kematian, peningkatan berat badan dan produksi ookista, bilamana masih terdapat ookista (+) dan kalau tidak ada lagi atau nihil (-).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jum1ah persentase anak ayam yang kebal dari kelompok pedakuan media
Ini berarti bahwa jumlah rata-rata ookista yang timbul kembali pada media alhidro-gel lebih sedikit dari pada media lanolin. Hasil ini dapat dilihat pada Tabel 1 dan Gambar 1. Menurut CULBERTSON (8) jika suatu individu mendapatkan vaksinasi, kemudian reinfeksi, dan temyata jumlah parasit yang dihasilkan. kembali sangat berkurang, maka keadaan terse but telah dapat dianggap sebagai petunjuk adanya reaksi kekebalan. Dari hasil ini dapat dilihat bahwa ookista yang timbul kembali pada media alhidrogel lebih keeil dari pada media lanolin. Menurut SADIK dkk. (6) media alhidrogellebih banyak dipakai di negara Amerika.
Pertambahan berat badan rata-rata per hari per ekor dari kelompok perlakuan AI, A2, dan A3 lebih be rat dari pada kelompok LJ, L2 dan L3' Hasil ini dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 2.
Jumlah persentase kematian anak ayam rata-rata dari kelompok perlakuan AI, A2 dan A3 lebih keeil dari pad a kelompok LI, L2 dan L3' Hasil ini dapat dilihat pada Tabe13 dan Gambar 3.
Karena ookista yang masih timbul kembali pada media lanolin masih lebih tinggi dari pada media alhidrogel, maka menu rut ABU ALl
£! ~
(5), ASHADI (9), dan SALBURY'S (10), akan mempengaruhi turunnya berat badan dan persentase kema-tian yang tinggi pada kasus penyakit koksidiosis. Selain itu selama dalam pengamatan media alhidrogel tidak bersifat tosik, mudah larut dalam air, mudah dalam pelak-sanaan inokulasi, sedangkan lanolin bersifat minyak agak susah dalam pelakpelak-sanaan inokulasi.KESIMPULAN
Penggunaan media alhidrogel mempunyai keunggulan dari pada media lanolin. Hal ini berdasarkan pada produksi ookista dan jumlah persentase kematian anak ayam lebih keeil, sedangkan pertumbuhan berat badan per hari per ekor adalah lebih tinggi dari pada media lanolin.
UCAP AN TERIMA KASIH
Ueapan terima kasih kami sampaikan kepada para supervisi dari Pusat Veteri-naria Farma Surabaya, yang telah membantu memberikan petunjuk dan bahan-bahan media, sehingga peneltian ini dapat berlangsung. Ueapan terima kasih yang sarna disampaikan pula kepada para pelaksana yaitu Sdr Hamdi, Dinardi, dan Yusneti atas bantuannya.
DAFTAR PUSTAKA
1. SUKARDONO, S., ASHADI, G., dan PRASTOWO, B.P., A Laboratory Manual of Protozoology, Dept. Dmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, Bogor (1966).
2. SOKOLlC, A., TANIELlAN' Z., and ABU ALl, N., Studies on Cell Culture of Development and Antigenicity of fOCo) Irradiated E. tene/la (publieated No. 49), Magon Institut de Reeherclos Agronomiques, Tel-Amara (1973).
3. DORAN, DJ., Eimeria tenella from sporozoites to oocysts in cell culture, Proc. Helm. Soc. Wash.
70
(1970) 84.4. TANIELlAN, Z., The effect of Arnprolium on E. tene11a in chicken kidney cell culture (magon Ser. Sci. 49), Agricultural Research Institut, Tel-Amara, Lebanon (1973).
5. ABU All, N., BINNERTS, W.T., and KLIMES, B., Immunization by irradiated
Eimeria acervulina, J. Proc. 19(1972) 177.
6. SADlK, A., dan SOELISTY ANTO, Pemakaian oil adjuvant. Bulletin Pusat Veterinaria Farma 1 (1979) 7.
7. TYZZER, E.E., THELLER, H., and JONES, E.E., "Coccidiosis in gallinaceous birds II", Diseases of Poultry, 6th Ed. (HOFSTAD, M.S., CALNER, B.W., HELMBOLDT, C.F., REID, W.M., and YODER, W.H., Eds.), The Iowa State University Press, Ames (1972) 944.
8. CULBERSTON, J.T., Immunity Against Parasites, Columbia University Press, New York (1941).
9. ASHADI, G., "Masalah koksidiosis pada ayam di Indonesia serta usaha pence-gahannya", Seminar Pencegahan Koksidiosis dan Penggunaan Avatec Sebagai Coccidiostat, Jakarta (1984).
10. SALBURY'S, Manual for Poultry Disease, Salbury's Laboratories, Charles City (1962).
Tabd 1. Jumlah persentase kekebalan rata-rata dari tiap-tiap perlakuan dan ulangan pada ke1ompok media alhidroge1 dan lanolin
Perl./ Media Alhidrogel (L) Lanolin (A) 40%+8x104 26,50.±. 1,29 51,25.:!:.8,77 % 50 % + 10X 104 28
±
6,38 44,25..:!: 11,32 60%+12x104 28'±'3,65 56:!:, 11,78Tabel 2. Pertambahan berat badan rata-rata per hari per ekor anak ayam dari tiap-tiap perlaku-an dperlaku-an ulperlaku-angperlaku-an pada kelompok media alhidrogel dperlaku-an lperlaku-anolin.
Perl.! Media Alhidrogel (L) Lanolin (A) 40%+8xlo4 5,44! 0,49 4,51 ! 0,48 gram 50 % + lOx 104 5,58.:t 0,24 4,385.! 0,40 60%+ 12x 104 5,48.±. 0,38 4,60.! 0,20
Tabd 3. Jumlah penentase kematian rata-rata anak ayam dari tiap-tiap perlakuan dan ulangan pada ke1ompok media alhidrogel dan lanolin.
Perl./ 40 % + 86O%+12xlo450 % + 10X 104 X 104 Media % Alhidrogel (L) 1,25 ±. 0,96 1± 0,82 0,75'± 0,50 Lanolin (A) 2,.:t 0,82 3.:t 1,15 42: 0,82
60 55 50 45 40 35 30 25 20 . 15 10 5 o
D
Media lanolin • Media alhidrogdGambar 1. Persentase kekebalan anak ayam dad masing-masing perlakuan dan ulangan pada media lanolin dan alhidrOltel.
8
7
6
I.~"
;I
M,m..lanol'.illllIIl
Media alhidTogell",r •.' to'
.
,
4 t'I:';
"'0'"', ...,
,
,,
.;
.
: :.t... ,,'~.
!..",
......'O".' gr
I'~J(:.:
'
.' ., I:
....,
/"(;
,
'.",'
.
;',.:~
\, 1-: '.'
.
• 0 2~
t- (.~
0:1' ....'0'' •... L...
.:.'...
.
.... 0I
~:
I' .
\,'0.;::. ,.
LI Al L2 A2 Lg AgGambar 2, Pertambahan berat badan per han per ekor anak ayam masing-masing ulangan dan perlakuan media lanolin dan alhidrogel.
4
media lanolin
2
media alhidrogd
o
Gambar 3. Jumlah kematian anak ayam dari masing-masing ulangan dan perlakuan pada media lanolin dan alhidrogd.
DISKUSI
S.
HASTOWO :Apakah ada penelitian ten tang ciri-ciri biologik dari koksidia (radiokoksidia) yang digunakan sebagai vaksin, khususnya tentang daur hidupnya dalam mucosa caecum?
SUKARDn P. :
Dalam tahun 1982 pemah saya bawakan dalam seminar di Ever Green yang diseleng-garakan oleh Balitvet Bogor, di mana kami sajikan tentang perbedaan antara preparat histologi dari jaringan usus buntu (caecum) dari perlakuan vaksinasi, vaksinasi + tantangan, dan kontrol. Di mana sangat menyolok pada kontrol, masih ditemukan schizont dan kerusakan dari dinding usus buntu.
BlNTORO H.S. :
1. Bila ditinjau dari segi ekonomi, apakah menguntungkan pembuatan vaksin secara radiasi?
2. Mungkin Anda telah menemukan kira-kira bahan pengemas apa yang cukup baik untuk digunakan?
SUKARDn P. :
1. Kalkulasi secara ekonomi pemah saya hitung secara intern di PAIR, pada saat ini belum dapat kami inforrnasikan keluar.
2. Yang dipakai sebagai media radiovaksin sekarang adalah alhidrogel sebagai pengganti kalium bikromat 2,5%, kalau kemas dalam bentuk botol, tabungj dan lain-lain nanti akan dibicarakan bersama dengan Pusvetma Surabaya.