BAB I PENDAHULUAN. yang dipisahkan oleh laut, Indonesia merupakan salah satu Negara

18  Download (0)

Full text

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan yang sangat luas dan terdiri dari lima pulau besar, yaitu; Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua dan belasan ribu pulau kecil, dengan bentang alam yang cukup luas yang dipisahkan oleh laut, Indonesia merupakan salah satu Negara archipelago terbesar didunia. Dengan keadaan geografis tersebut, Indonesia

menjadi Negara yang kaya akan sumber daya alamnya, daerah-daerah yang

elok dan tempat-tempat yang berpotensi besar untuk dijadikan tempat

pariwisata. Semua keunikan dan kelebihan itu menjadi satu kesatuan dalam

wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melihat fakta tersebut di atas, seharusnya Indonesia menjadi negara yang maju dan mampu membawa rakyatnya hidup dalam kesejahteraan. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sangat melimpah. Apabila dikelola dengan baik, hal ini dapat berpotensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan mengembangkan potensi pariwisata yang ada, bisa menjadi opsi bagi solusi permasalahan bangsa.

(2)

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki salah satu sektor wisata yaitu objek wisata bahari yang tersebar di seluruh negeri ini. Objek wisata bahari ini meliputi danau, pantai atau laut yang memiliki keindahan alam, keunikan budaya dan memiliki karakter atau keunikan masing-masing untuk mendatangkan wisatawan, baik wisatawan lokal maupun luar negeri untuk berkunjung ke objek wisata bahari di Indonesia. Sektor pariwisata ini harus dikelola oleh orang-orang yang ahli, sehingga para ahli tersebut dapat menggali potensi objek wisata ini khususnya wisata pantai dan dengan begitu dapat meningkatkan kualitas objek wisata bahari sehingga mendatangkan keuntungan dan pendapatan yang besar bagi negara.

Beberapa objek wisata yang sudah terkenal diantaranya, Pantai Kuta Bali, Taman Laut Bunaken, Pantai Parangtritis, dan Pantai Tanjung Setia. Pantai-pantai tersebut mendapatkan pengelolaan dari negara melalui pemerintah daerah. Pemerintah daerah menunjuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan yang bekerja khusus dalam bidang kepariwisataan. Pengelolaan ini juga tidak terlepas dari hal penting yaitu pemasaran dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Provinsi Lampung berada antara 3º45’ dan 6º Lintang Selatan serta 105º45’ dan 103º48’ Bujur Timur; di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan, di sebelah timur berbatasan

(3)

dengan Laut Jawa, di sebelah selatan dengan Selat Sunda dan di sebelah barat dengan Samudera Indonesia. Dengan posisi yang demikian, Provinsi Lampung memiliki banyak tempat wisata bahari yang terdiri dari berbagai Kabupaten dan kota. Salah satunya yang sudah terkenal adalah Pantai Tanjung setia, pantai ini terletak di Kabupaten Lampung Barat. Pantai ini sering dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Pantai ini mempunyai karakteristik ombak yang sangat mendukung kegiatan surfing yang menjadi tren para kawula muda masa kini.

Melihat perkembangan wisata pantai di Kabupaten Lampung Barat, pemerintah Kota Bandar Lampung juga saat ini sedang mengembangkan potensi wisata pantai yang ada. Sebagai Ibukota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung memiliki beberapa tempat wisata guna menyukseskan Program Visit Lampung 2014. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung Tahun 2013, teridentifikasi sekitar 35% obyek wisata bahari disamping potensi obyek wisata lainnya. Kawasan Kota Bandar Lampung ditunjang pula dengan berbagai sarana dan prasarana serta fasilitas yang cukup lengkap dan memadai dibandingkan dengan kawasan wisata unggulan di Kabupaten lainnya. Kondisi obyek wisata yang satu dengan lainnya pun saling berdekatan, sehingga bisa dipastikan kunjungan

atau perjalanan wisata tidak monoton, pengalaman punmenjadi lebih beragam

(4)

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung telah merancang wisata kota, budaya dan bahari sebagai tema pariwisata. Daya tarik wisata unggulan yang mendukung tema utama kawasan ini adalah wisata belanja (Factory Outlet) dan kuliner, bangunan bersejarah, Museum Lampung, dan wisata bahari yang terdiri dari Pantai Tirtayasa, Pantai Puri Gading, dan Pantai Duta Wisata.

Melihat kondisi ketiga pantai tersebut saat ini, setiap pantai memiliki karakteristik tersendiri sehingga dapat menarik para wisatawan. Pasar wisatawan yang ditargetkan Pemerintah Kota Bandar Lampung khususnya saat ini adalah wistawan lokal dan nusantara ( weekenders ) dari Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Selatan. Pengembangan pemasaran selanjutnya diarahkan pada peningkatan pasar mancanegara dengan memanfaatkan prasarana bandar udara Radin Inten II yang berada di Kota Bandar Lampung.

Di dalam Surat Keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor 09 Tahun 2009 tentang tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Kebudayan dan Pariwisata kota Bandar Lampung, khususnya Pasal 23 tentang bidang pemasaran mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas dibidang pemasaran meliputi promosi, analisa pemasaran, dan bina masyarakat sadar wisata. Tugas ini juga dapat dilihat dari visi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung. Saat ini bidang pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung sudah melaksanakan tugas yang sudah

(5)

diatur dalam Keputusan Walikota tersebut. Akan tetapi saat ini belum berjalan secara optimal padahal aspek pemasaran sangat berpengaruh dalam meningkatkan kunjungan wisatawan yang secara otomatis berpengaruh besar terhadap peningkatan devisa negara, pendapatan masyarakat, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis mencoba membuat penelitian yang berjudul “Upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (Studi Pemasaran Wisata Bahari Di Kota Bandar Lampung)”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :

a. Bagaimana upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dalam pemasaran wisata baharinya ?

b. Bagaimana implementasi konsep bauran pemasaran terhadap pemasaran wisata bahari di Kota Bandar Lampung ?

(6)

1.3.Tujuan Penelitian

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah :

a. Mengetahui upaya pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung terhadap wisata bahari untuk meningkatkan kunjungan wisatawan

b. Mengetahui implementasi bauran pemasaran terhadap pemasaran wisata bahari di Kota Bandar Lampung

1.4 Manfaat Penelitian

Dengan mengacu pada tujuan dari penelitian, maka penelitian ini nantinya akan memiliki manfaat sebagai berikut :

1.4.1 Manfaat Teoristis

Untuk bidang akademisi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis secara langsung terhadap studi Pariwisata sebagai sarana pembelajaran pemasaran wisata bahari

1.4.2 Manfaat Praktis

Dalam hal praktis, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung dalam melakukan usaha meningkatkan kunjungan wisatawan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu bahan pembenahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung khususnya dalam menjalankan kegiatan pemasaran.

(7)

1.5 Tinjauan Pustaka

Penelitian tentang upaya atau peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah pernah dilakukan oleh Anak Agung Ayu Ambarawati, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” pada tahun 2011 dengan judul “Evaluasi Strategi Promosi Dinas Pariwisata Provinsi Bali Dalam Event Pesta Kesenian Bali Untuk Menarik Wisatawan Mancanegara” penelitian ini mengemukakan tentang bentuk pelaksanaan pemasaran atau promosi yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bali. Penelitian ini memaparkan komunikasi pemasaran yang dilakukan belum berjalan dengan maksimal dikarenakan berbagai faktor yang terkait.

Penelitian lain telah dilaksanakan oleh Evan Farhanudin, Fakultasi Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 2012 dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran Objek Wisata Danau Tasikardi Oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Serang”. Penelitian ini berfokus pada cakupan penerapan strategi pemasaran yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Serang. Penulis mencoba menganalisis strategi pemasaran dengan menggunakan analisa SWOT dan proses ini hanya mencakup satu obyek wisata yaitu Danau Tasikardi.

Perbedaan penelitian “Upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (Studi Pemasaran Wisata Bahari Di Kota Bandar Lampung)” dengan dua penelitian yang telah dilaksanakan

(8)

terdapat pada obyek dan cakupan wilayah penelitian. Pada dua penelitian tentang strategi pemasaran event dan objek wisata danau. Sedangkan penelitian yang akan dilaksanakan akan berfokus pada strategi pemasaran Dinas Kota atau Kabupaten pada wisata pantai. Penulis berusaha untuk mengungkapkan tugas, fungsi dan tata kerja serta strategi-strategi pemasaran yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung dalam mempromosikan wisata baharinya.

1.6 Landasan Teori

1.6.1 Pengertian Pariwisata

Pariwisata merupakan sebuah gejala yang dapat memberikan manfaat dengan pengelolaan yang baik dan terencana. Banyak orang yang mencari hiburan atau rekreasi untuk sekedar menghilangkan rasa stress akibat kegiatan yang sangat padat. Oleh karena itu, banyak orang yang ingin menikmati suasana yang baru bersama keluarga atau teman dekatnya dengan berkunjung ke daerah wisata. Wisatawan biasanya mencari tempat yang dapat membangkitkan gairahnya atau menenangkan hati. Para wisatawan biasanya mencari informasi informasi tentang apa yang mereka beli, macan-macam pengalaman baru yang secara terus menerus untuk memilih dari; menolong memutuskan ke mana ia akan pergi; bagaimana cara untuk sampai ke sana, di mana untuk tinggal dan apa yang akan dilakukan dan lain-lain (Marpaung, 2002:107).

(9)

Pariwisata merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan manusia baik secara perorangan maupun kelompok di dalam wilayah negara sendiri atau di negara lain. Kegiatan tersebut degan menggunakan kemudahan, jasa, dan faktor penunjang lainnya yang diadakan oleh pemerintah dan masyarrakat dapat mewujudkan keinginan wisatawan (Karyono, 1997:24).

1.6.2 Bentuk dan Jenis Pariwisata

Menurut (Pendit, 2003:37-43), pariwisata dapat dibedakan menurut motif wisatawan untuk mengunjungi suatu tempat. Jenis-jenis pariwisata tersebut adalah:

1. Wisata Budaya

Wisata budaya yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan-kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.

(10)

2. Wisata Bahari

Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air, lebih– lebih di danau, pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan.

3. Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)

Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang– undang. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat.

4. Wisata Konvensi

Berbagai negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi, musyawarah, konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional.

(11)

5. Wisata Pertanian (Agrowisata)

Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya di mana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.

6. Wisata Buru

Jenis ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakkan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan, seperti berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah, singa, ziraf, dan sebagainya.

7. Wisata Ziarah

Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata ziarah banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat– tempat suci, ke makam–makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau gunung yang dianggap keramat, tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda.

(12)

1.6.3 Pengertian Wisatawan

Menurut International Union of Offical Travel Organization (IOUTO,1967) Wisatawan yaitu setiap orang yang datang ke suatu negara atau tempat tinggal lain dan biasanya dengan maksud apapun kecuali untuk

melakukan pekerjaan yang menerima upah1.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 tentang kepariwisataan, Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1 dan 2 dirumuskan : a. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang

dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata.

b. wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata.

Berdasarkan sifat perjalanan, lokasi dimana perjalanan dilakukan, wisatawan dapat diklarifikasikan sebagai berikut:

1. Wisatawan Mancanegara (Foreign Tourism)

Orang asing yang melakukan perjalanan wisata, yang datang memasuki suatu negara lain yang bukan merupakan negara dimana biasanya ia tinggal.

2. Wisatawan Domestik (Domestic Tourism)

Seorang warga negara di suatu negara yang melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri tanpa melewati perbatasan negaranya.

(13)

3. Indigenous Foreign Tourist

Warga negara di suatu negara tertentu, yang karena tugas atas jabatanya berada di luar negeri, pulang ke negara asalnya dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negaranya sendiri.

4. Transit Tourist

Wisatawan yang sedang melaukan perjalanan ke sesesuatu negara tertentu, yang terpaksa mampir dan singgah pada suatu pelabuhan, airport, stasiun, dan bukan atas kemauannya.

5. Business Tourism

Orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan bisnis bukan wisata, tetapi perjalanan wisata akan dilakukannya setelah tujuan yang utama selesai (Karyono, 1997:21).

1.6.4 Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2002:8). Sedangkan menurut Harper W (2000:4) bahwa pemasaran adalah suatu proses social yang melibatkan

(14)

kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan pertukaran.

1.6.5 Pemasaran Pariwisata

Menurut Salah Wahab pemasaran pariwisata adalah suatu proses manajemen yang dilakukan oleh organisasi pariwisata nasinal atau perusahaan-perusahaan termasuk dalam kelompok industry pariwisata untuk melakukan identifikasi terhadap wisatawan yang sudah punya keinginan untuk melakukan perjalanan wisata dan wisatawan yang punya potensi akan melakukan perjalanan wisata dengan jalan melakukan komunikasi dengan mereka, mempengaruhi keinginan, kebutuhan, memotivasinya, terhadap apa yang disukai dan yang tidak disukainya, pada tingkat daerah-daerah lokal, regional, nasional ataupun internasional dengan menyediakan obyek dan atraksi wisata agar wisatawan memperolah kepuasan optimal (Oka. A. Yoeti, 1996:2)

1.6.6 Pengertian Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran menurut Philip Koetler (2002:18) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran.

Penjelasan arti dari 4P sebagai berikut : 1. Produk (product)

(15)

Adalah segala Sesutu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperolah dan digunakan untuk dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan meliputi barang fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, gagasan, dan ide.

2. Harga (price)

Yaitu jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh produk atau jasa untuk memperoleh satu buah produk dan hendaknya harga akan dapat terjangkau oleh konsumen.

3. Saluran distribusi atau tempat (Place)

Termasuk aktivitas perusahaan untuk menyalurkan produk atau jasa tersedia bagi konsumen. Serta merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.

4. Promosi (Promotion)

Aktivitas yang meliputi berbagai metode yaitu iklan, promosi, penjualan, penjualan tatap muka dan hubungan masyarakat, mengkomunikasikan produk dan membuju pelanggan, menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.

(16)

1.7 Metode Penelitian

Dalam proses pengumpulan data dan penulisan skripsi ini, penulis melakukan penelitian dengan beberapa cara sebagai berikut:

a. Penelitiaan kepustakaan, yaitu penelitian melalui perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari dan menggali informasi dan teori yang relevan dan valid. Penelitian kepustakaan ini tidak hanya dilakukan melalui buku, melainkan juga media elektronik. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi dan data yang terbaru hingga dapat memaksimalkan analisis variabel yang diteliti.

b. Melakukan observasi lapangan, yang menjadi obyek kajian penelitian yaitu pantai tirtayasa, pantai puri gading, dan pantai duta wisata serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung. Observasi lapangan dilakukan dengan mengamati dan menganalisis lokasi penelitian.

c. Melakukan wawancara, peneliti terjun langsung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung untuk melakukan wawancara. Wawancara dilakukan dalam dua metode, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tak terstruktur. Wawancara terstruktur dengan menggunakan kuisioner yang bertujuan menggali informasi dari kepala dinas dan kepala

(17)

bidang pemasaran. Wawancara tidak terstruktur dilakukan dengan cara menggali informasi terkait pemasaran wisata bahari secara mendalam dari narasumber yaitu Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung.

d. Dokumentasi, pengambilan data yang diperoleh melului dokumen yang telah ada dan telah dibukukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung.

1.8 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan penulis adalah metode analisis deskriptif. Metode ini merupakan metode kepenulisan yang digunakan untuk membahas suatu permasalahan dengan cara meneliti, mengolah data, menganalisis, menginterprestasikan hal yang ditulis dengan pembahasan yang teratur dan sistematis, dan akan ditutup dengan kesimpulan dan pemberian saran sesuai kebutuhan. Menurut penulis metode ini sangat cocok untuk menganalisis pemasaran wisata bahari yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung.

1.9 Sistematika Penulisan

Penelitian ini disusun menjadi empat bab. Penulis berusaha menyuguhkan gambaran umum hingga kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini. Setiap bab akan menitik beratkan pada permasalahan yang

(18)

berbeda. Bab-bab ini diharapkan menjadi satu kesatuan yang berkaitan satu sama lainnya agar tidak melenceng dari tema.

Pada Bab satu penulis ingin menggambarkan alasan mengapa penulis mengambil tema dan lokus penelitian ini. Secara gamblang dan terbuka penulis berusaha menyuguhkan gambaran nyata tentang gejala dan fenomena yang terjadi.

Pada Bab dua penulis akan memberikan gambaran umum tentang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pariwisata kota Bandar Lampung. Kemudian penulis akan memberikan gambaran wisata bahari yang ada di Kota Bandar Lampung yaitu pantai duta wisata, pantai tirtayasa dan pantai puri gading. Menjelaskan secara faktual kegiatan kepariwisataan yang terjadi saat ini di lokus tersebut.

Pada Bab tiga penulis akan menggambarkan hubungan konsep 4P dengan keempat unsurnya dan pengaplikasiannya dalam upaya pemasaran yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung khususnya kegiatan pemasaran wisata baharinya.

Pada Bab empat merupakan kesimpulan dan saran hasil dari penelitian ini. Diharapkan hasil penelitian ini mampu memberikan sumbangsih nyata bagi pariwisata Indonesia.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in