• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Instalasi Listrik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Modul Instalasi Listrik"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

TUGAS

MODUL

MODUL INSTALASI

INSTALASI LISTRIK

LISTRIK RESIDENSIAL

RESIDENSIAL

Bidang Keahlian

Bidang Keahlian

Teknik Istalasi Tenaga Listrik 

Teknik Istalasi Tenaga Listrik 

(2)
(3)

Kata Pengantar 

Kata Pengantar 

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karun

karunia-Nyia-Nya, sehingga, sehingga penulis dapa penulis dapat menyuat menyusunsun bahan ajbahan ajar modul untuar modul untuk Bidangk Bidang Keahlian Teknik Listrik, khususnya Progrram Keahlian Instalasi Listrik Residensial. Keahlian Teknik Listrik, khususnya Progrram Keahlian Instalasi Listrik Residensial.

Sumber dan bahan ajar dari pembuatan modul sebagaian besar diambil dari Sumber dan bahan ajar dari pembuatan modul sebagaian besar diambil dari  bahan internet dan bahan ajar pokok kurikulum SMK , oleh karena peserta diklat pada  bahan internet dan bahan ajar pokok kurikulum SMK , oleh karena peserta diklat pada umumnya adalah guru-guru SMK. Modul ini diharapkan digunkan sebagai sumber  umumnya adalah guru-guru SMK. Modul ini diharapkan digunkan sebagai sumber   belajaar peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja standar yang

 belajaar peserta didik untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan.diharapkan. Penulis mengharapkan saran dan keritik dari para pakar dibidang mata Penulis mengharapkan saran dan keritik dari para pakar dibidang mata  pelajaran

 pelajaran instalasi instalasi listrik listrik dan dan para para pakar pakar pakar pakar akademik akademik sebagai sebagai bahan bahan untuk untuk  melakukan

melakukan peningkatan peningkatan kuliataskuliatas modul. modul. Diharapkan Diharapkan para pemakai para pemakai berpegang berpegang padapada azas keterlaksanaan, kesesuaian, dan fleksibelitas dengan mengacu pada perkembagan azas keterlaksanaan, kesesuaian, dan fleksibelitas dengan mengacu pada perkembagan IPTEKS

IPTEKS pada dunia pada dunia kerja dan pkerja dan potensi SMK serta otensi SMK serta dukungan dukungan kerja dalam kerja dalam rangkarangka membekali kompetensi dasar pada peserta diklat.

membekali kompetensi dasar pada peserta diklat.

Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khusunya Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khusunya

(4)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

Halaman Halaman HALAM J

HALAM JUDULUDUL ... ii KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR ...iiii DAFTAR

DAFTAR ISI...ISI... iiiiii Modul 01

Modul 01. . Sambungan Sambungan Luar PelayananLuar Pelayanan... 11 Modul

Modul 02. 02. Kabel Kabel Instalasi LInstalasi Listrikistrik ... 1212 Modul

Modul 03. 03. Pengaman Pengaman Instalasi Instalasi ListrikListrik ... 2323 Modul

Modul 04. 04. Rangkaian Rangkaian KendaliKendali ... 3030 Job

(5)

1. Sambungan Luar Pelayanan

A. Objektif 

1. Menjelaskan sambungan luar pelayanan

2. Menjelaskan komponen-komponen sambungan luar playanan 3. Menjelaskan sambungan masuk playanan

4. Menjelaskan komponen-komponen sambungan masuk playanan 5. Menjelaskan grounding

B. Uraian Materi

(6)

 Tiang Besi

Tiang besi terbuat dari bahan baja ( steel ) terdiri dari 2 atau 3 susun  pipa dengan ukuran berbeda bagian atas lebih kecil dari bagian di  bawahnya, setiap pipa disambung, bagian yang lebih kecil dimasukkan ke dalam bagian yang lebih besar sepanjang 50 cm dipasang pen dan dilas.

 Tiang Beton

Tiang beton terbuat dari bahan campuran semen, pasir dan batu split, dicor dengan kerangka besi baja.

Bentuk tiang beton ada 2 ( dua ) macam, yaitu berbentuk profil H dan berbentuk bulat. Tiang berbentuk profil H konstruksi kerangka  besi yang diregangkan dengan kekuatan tertentu sesuai dengan

kekuatan tiang, dicor dengan bahan campuran beton menggunakan cetakan. Bahan campuara beton di pres sampai padat pada cetakannya, dipanasi beberapa saat sampai mengeras.

(7)

 b. Travers

Berfungsi untuk tempat pemasangan isolator. Bahannya dari besi  baja dilapisi galvanis berbentuk kanal U berukuran 10 x 5 x 5 cm dengan ketebalan 5 mm atau berbentuk persegi panjang berukuran 7,5 x 7,5 x 7,5 x 7,5 cm dengan , ketebalan 5 mm. Berdasarkan besarnya sudut tarikan kawat ukuran panjangnya dibedakan menjadi 3 yaitu

Panjang 1800 mm untuk sudut tarikan dari 00s/d 180

 Panjang 2662 mm untuk sudut tarikan dari 180 s/d 600

 Panjang 2500 mm untuk sudut tarikan dari 600 s/d 900

c. Isolator 

Fungsi utamanya adalah sebagai penyekat listrik pada penghantar  terhadap penghantar lainnya dan penghantar terhadap tanah. Tetapi karena  penghantar yang disekatkan tersebut mempunyai gaya mekanis berupa  berat dan gaya tarik yang berasal dari berat penghantar itu sendiri, dari tarikan dan karena perubahan akibat temperatur dan angin, maka isolator  harus mempunyai kemampuan untuk menahan beban mekanis yang harus dipikulnya.

(8)

Gambae 2. Isolator tumpu Gambae 2. Isolator tumpu 2)

2) IsIsololatator tor tararik ( Sik ( Strtraiain inn insusulalatotor )r )

Beban yang dipikul oleh isolator berupa beban berat Beban yang dipikul oleh isolator berupa beban berat  penghantar

 penghantar ditambah ditambah dengan dengan beban beban akibat akibat pengencangan ( pengencangan ( tarikan tarikan ))  penghantar,

 penghantar, seperti seperti pada pada konstruksi konstruksi tiang tiang awal awal / / akhir, akhir, tiang tiang sudut sudut ,, tiang

tiang percabapercabangan ngan dan tidan tiang ang penegpenegang.ang. IsolaIsolator ditor dipasang pasang di bagdi bagianian sisi Travers atau searah dengan tarikan penghantar. Penghantar diikat sisi Travers atau searah dengan tarikan penghantar. Penghantar diikat deng

dengan Stan Strain rain Clamp Clamp dengdengan pean pengencngencangan angan murmur -- bautnybautnya. Isoa. Isolator lator   jenis

(9)

telanjang ),

telanjang ), sedangkan sedangkan untuk untuk saluran dalam saluran dalam tanah tanah atau saluran atau saluran udaraudara  berisolasi

 berisolasi biasanya biasanya disebut disebut dengan dengan kabel.kabel. Penghantar Penghantar yang yang baik baik harusharus mempunyai sifat :

mempunyai sifat :

 Konduktivitas / Daya Hantar TinggiKonduktivitas / Daya Hantar Tinggi 

 Kekuatan Tarik TinggiKekuatan Tarik Tinggi 

 Fleksibilitas TinggiFleksibilitas Tinggi 

 RinganRingan 

 Tidak RapuhTidak Rapuh

Tabel 1. Jenis Penghantar SLP Tabel 1. Jenis Penghantar SLP

Jenis Penghantar

Jenis Penghantar Tahanan JenisTahanan Jenis (( .mm ² / m).mm ² / m) Kekuatan. Tarik  Kekuatan. Tarik  Putus Putus ( Kg / mm ( Kg / mm 22)) Berat Jenis Berat Jenis (gr (gr / / mmmm 33)) Tembaga

Tembaga Murni Murni (BCC)(BCC) Aluminium Murni Aluminium Murni (AAC) (AAC) Aluminium Campuran Aluminium Campuran 0, 0175 0, 0175 0, 297 0, 297 40 40 20 20 8, 96 8, 96 2,7 2,7

(10)
(11)

Yang dimaksud dengan sambungan masuk pelayanan adalah Yang dimaksud dengan sambungan masuk pelayanan adalah Sambungan

Sambungan pelayanan daripelayanan dari unit tiang atap unit tiang atap atau pengikat atap atau pengikat atap sampai dengansampai dengan alat pengukur dan pembatas(APP).

alat pengukur dan pembatas(APP). a.

a. AlAlat Pat Penengugukukur dar dan Pn Pemembatbatasas Alat p

Alat pengukengukurur berfunberfungsi ungsi untuk metuk mengetangetahui behui besarnysarnya tenaga tenagaa listrik yang digunakan oleh pemakai/pelanggan listrik (untuk keperluan listrik yang digunakan oleh pemakai/pelanggan listrik (untuk keperluan rumah tangga, social, usaha/bangunan komersial, gedung pemerintah dan rumah tangga, social, usaha/bangunan komersial, gedung pemerintah dan instansi), maka perlu dilakukan pengukuran dan pembatasan daya listrik. instansi), maka perlu dilakukan pengukuran dan pembatasan daya listrik. APP merupakan bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab pengusaha APP merupakan bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab pengusaha ketenagalistrikan (PT PLN), sebagai dasar dalam pembuatan rekening ketenagalistrikan (PT PLN), sebagai dasar dalam pembuatan rekening listrik.

listrik.

SLTR yang menghubungkan antara listrik penyambungan pada SLTR yang menghubungkan antara listrik penyambungan pada GD/TR merupakan

GD/TR merupakan penghantar di bawah penghantar di bawah atau di atas tanah. atau di atas tanah. Seperti telahSeperti telah dijelas

dijelaskan di mukkan di muka bahwaa bahwa pengpengukuraukuran yang dimn yang dimaksud adaksud adalah unalah untuk tuk  menen

menentukan tukan besarnybesarnya pemaa pemakaian kaian daya daya dan dan energi energi listrik.listrik. AdapAdapun aun alatlat ukur/instrumen yang digunakan adalah alat pengukur: Kwh, KVARh, ukur/instrumen yang digunakan adalah alat pengukur: Kwh, KVARh, KVA

KVA maksimmaksimum, um, arus arus listrik listrik dan dan tegangtegangan lian listrik.strik. ContoContoh Alh Alatat ukuran

(12)

1) Pada sistem tegangan rendah sampai dengan 100 A digunakan MCB dan di atas 100 A digunakan MCB; pelebur tegangan rendah; NFB yang bisa disetel.

2) Pada sistem tegangan menengah biasanya digunakan pelebur  tegangan menengah

Gambar 6. Alat Pembatas ( MCB dan Fuse)  b. Stop kontak,

(13)

1) Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil.

2) Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground. sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.

Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu:

1) Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.

2) Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

c. Saklar  

(14)

Gambar 8. Saklar  d. Lampu

Lampu adalah komponen paling penting dalam instalasi rumah dikarnakan lampu menjadi sumber cahaya pada malam hari. Danjuga lampu sebagai beban yang wajib di instalasi rumah. Pemasangan lampu  juga bermacam- macam di antaranya menempel di dinding-dinding langit, digantung dan masuk kedalm langit-langt rumah tergantung disain instalasinya.

1. Grounding

Menurut PUIL 2000 (PUIL : Persyaratan Umum Instalasi Listrik) - dipakai istilah pembumian yang artinya penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik, dengan

(15)

Cara kerja system pentanahan ini adalah bila terjadi arus listrik  yang terlalu besar akibat adanya kebocoran, induksi tegangan listrik atau kegagalan isolasi pada suatu peralatan listrik atau instalasi listrik maka  bagian pentanahan akan secepatnya menyalurkan ke bumi atau tanah, dan

orang yang tidak sengaja memegang peralatan listrik yang bermasalah akan aman. Juga peralatan listrik akan terhindar dari kerusakan.

Sudah menjadi hukum alam bahwa arus listrik akan selalu mencari tempat yang paling mudah untuk mengalir, oleh karena itu system pentanahan haruslah terhubung dengan baik dalam suatu instalasi listrik. Anda bisa baca artikel “ Kesetrum (Tersengat Listrik)” sebagai  bahan referensi lain untuk memahami pentingnya system pentanahan ini.

Karena pentingnya bagian ini, maka bagian ini kami buatkan satu tema artikel tersendiri yang lebih detail mengenai system pentanahan ini. Silahkan baca di “Arde atau Grounding untuk Instalasi Listrik Rumah“. Concern ini disampaikan juga oleh salah seorang pembaca artikel-artikel kami, yaitu Mbah Osso, yang melihat bahwa system pentanahan yang  penting ini sebenarnya masih kurang dipahami masyarakat banyak.

(16)

Daftar Pustaka

Arif. Komponen Instalasi Listrik , Diakses dari

https://ariflistrik.wordpress.com/2012/12/02/komponen-instalasi-listrik/  pada tanggal 24 maret 2015

Budi w. Alat Pengukuran dan Pembatas app. Diakses dari

http://infokitabersama123.blogspot.com/2013/02/alat-pengukur-dan- pembatas-app-pada.html, pada tanggal 24 maret 2015

Wikipedia. Peralatan Instalasi Listrik. Diakses dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Peralatan-instalasilistrik.html  pada tanggal 24 maret 2015

Instalasi Rumah . Grouding Untuk Instalasi Listrik Rumah. Diakses dari http://www.instalasilistrikrumah.com/arde-atau-grounding-untuk-instalasi-listrik-rumah/ pada tanggal 24 maret 2015

(17)

2. Penghantar Llistrik  

A. Objektif 

1. Menjelaskan jenis-jenis peghantar listrik 

2. Menjelaskan syarat jaraingan penghantar listrik  3. Menjelaskan rumus kuat arus pada penghantar listrik  4. Menjelaskan rumus penampang pada penghantar listik 

B. Uraian Materi 1. Kabel

Kita sering menggunakan kabel dalam kehidupan kita sehari-hari untuk  instalasi rumah dan lain-lainnya. tetapi yang kita ketahui dari kabel hanya fungsinya saja yaitu sebagai penghantar arus listrik. Tetapi terkadang kita tidak mengetahui jenis-jenis dari kabel itu sendiri. Disini saya akan menjelaskan beberapa jenis kabel, karena dengan mengetahui jenis- jenis dari kabel dan ukuran kapasitasnya lebih memudahkan kita dalam  penggunaanya dan juga tidak membahayakan diri kita sendiri.

(18)
(19)

Kabel jenis ini hanya direkomendasikan khusus untuk instalasi tetap di dalam bangunan yang dimana penempatannya biasa diluar/ didalam tembok ataupun didalam pipa (conduit). Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.

Gambar 11. Kabael NYM c. Kabel NYY

(20)
(21)

 jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi, kabel jenis ini sangat cocok untuk tempat yang mempunyai  belokan – belokan tajam. Digunakan pada lingkungan yang kering dan

tidak dalam kondisi yang lembab/basah atau terkena pengaruh cuaca secara langsung.

Gambar 13. NYAM e. Kabel NYFGbY/NYRGbY/NYBY

Kabel ini dirancang khusus untuk instalasi tetap dalam tanah yang ditanam langsung tanpa memerlukan perlindungan tambahan (kecuali harus menyeberang jalan). Pada kondisi normal kedalaman pemasangan dibawah tanah adalah 0,8 meter.

(22)
(23)

Kabel ini dipilin/stranded, disatukan. Ukuran / tegangan mak = 6 –  500 mm2 / 500 V Pemakaian = saluran diatas tanah dan penghantar   pentanahan.

Gambar 16. Kabel BC h. Kabel AAAC

Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk  memberi sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang  baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.

(24)
(25)

Gambar 18. Kabel ACSR   j. Kabel ACAR 

Kabel ACAR yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam campuran, sehingga kabel ini lebih kuat daripada kabel ACSR.

(26)
(27)

 berdasarkan panas yang dikeluarkan oleh energi listrik. Untuk jenis kabel  NYMHYO biasanya digunakan pada lampu taman.

Gamabar 20. Kabel NYMHO l. NYMHY

Kabel jenis ini khusus direkomendasikan untuk digunakan sebagai  penghubung alat-alat rumah tangga yang serin g dipindah pindah dan harus ditempat kering. Kabel ini mempunyai isolasi plastic tahan panas. Bilamana digunakan untuk penghubung alat pemanas, maka pada titik  sambungannya antar alat dengan kabel, temperaturnya tidak boleh lebih dari 85 derajat Celcius, karena hal tersebut dapat membahayakan kabel itu sendiri

(28)
(29)

a. Penghantar pejal (solid); yaitu penghantar yang berbentuk kawat pejal yang berukuran sampai 10 mm². Tidak dibuat lebih besar lagi dengan maksud untuk memudahkan penggulungan maupun pemasangannya.

Gambar 22. Penghantar Pejal

 b. Penghantar berlilit (stranded); penghantarnya terdiri dari beberapa urat kawat yang berlilit dengan ukuran 1 mm² – 500 mm².

Gambar 23. Penghantar Stranded

c. Penghantar serabut (fleksibel); banyak digunakan untuk tempat yang sulit dan sempit, alat-alat portabel, alat-alat ukur listrik 11 dan pada kendaraan  bermotor. Ukuran kabel ini antara 0,5 mm² - 400 mm².

Gambar 24. Penghantar Serabut

d. Penghantar persegi (busbar); penampang penghantar ini berbentuk   persegi empat yang biasanya digunakan pada PHB (Papan Hubung Bagi)

(30)
(31)

Gambar 26. Kabel NYM

c. Penghantar triplex; yaitu kabel dengan tiga pengantar yang dapat menghantarkan aliran 3 fasa (R, S dan T) atau fasa, netral dan arde. Contoh kabel jenis ini: NYM 3x2,5 mm², NYY 3x2,5 mm² dan sebagainya.

d. Penghantar quadruplex; kabel dengan empat penghantar untuk  mengalirkan arus 3 fasa dan netral atau 3 fasa dan pentanahan. Susunan hantarannya ada yang pejal, berlilit ataupun serabut. Contoh penghantar  quadruplex misalnya NYM 4x2,5 mm², NYMHY 4x2,5mm² dan sebagainya. Jenis penghantar yang paling banyak digunakan pada instalasi rumah tinggal yang dibangun permanen saat ini adalah kabel rumah NYA dan kabel NYM.

(32)
(33)

Rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk  instalasi fase tiga adalah :

Rumus 2. Kuat Arus 3 Fase

= 1.732 Ө Sumber : http://ismailteknik.blogspot.com/2012/07/perencanaan-kabel-instalasi-listrik.html Dimana :

I = Luat arus listrik maksimum yag boleh dilewati

(ampere)

P = Daya beban terpasang (watt)

E = Tegangan terpasang

Cos Ө = faktor daya

L = Panjang kabel (meter)

f. Rumus Penampang Kabel

Untuk menentukan kabel yang paling cocok digunakan adalah dengan menghitung luas penampang kabel instalasi listrik .

(34)
(35)

= 1.723 Ө

Sumber :

http://ismailteknik.blogspot.com/2012/07/perencanaan-kabel-instalasi-listrik.html

Dimana :

A = Luas penampang minimum kabel (mm)

L = Panjang kabel (m)

I = Kuat arus yang melewati kabel (A)

= hantaran jenis tembaga (ohm meter) = Rugi – Rugi Tembaga (volt)

(36)
(37)

Daftar Pustaka

Arif Dwi Hidayat,  jeni – jenis Kabel Instalasi Listrik , Diakses dari

http://ariefl114.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-kabel-listrik-instalasi.html,  pada tanggal 26 maret 2015

Moh Duro, jenis kabel dan penggunaannya, Diakses dari

http://dien-elcom.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-kabel-dan-penggunaannya.html, pada tanggal 26 maret 2015

Teknik Ketenaga Listrikan, Persyaratan Umum Istalasi Listrik, Diakses dari

http://teknikketenagalistrikan.blogspot.com/2013/05/persyaratan-umum-instalasi-listrik.html#.VRPDlSy0p8J, pada tanggal 26 maret 2015.

Ilmu Elektro, Perencanaan Kabel Instalasi Listrik, Diakses dari

http://smailteknik.blogspot.com/2012/07/perencanaan-kabel-instalasi-listrik.html, pada tanggal 26 maret 2015

(38)
(39)

3. Pengaman Iinstalasi listrik  

A. Objektif 

1. Menjelaskan pengaman instalasi listrik  2. Menjelaskan jenis-jenis instalasi listrik  3. Menjelaskan cara kerja instalasi listrik 

B. Uraian Materi

1. Pengaman Instalasi Listrik 

Pengaman instalasi listrik adalah sebuah alat yang digunakan untuk  mengamankan alur aliran listrik pada rumah, industry,kendaraan dan sebagainya. Bnayak macam dan kegunaan di masing – masing pengaman listrik ini ada yang berfungsi untuk arus lebih, beban lebih, arus bocor, dan hubung singkat. Pengaman instalasi listrik wajib di gunkan untuk  keselamatan penghuni bangunan agar tidak terjadi yang tidak diinginkan, ada macam – macam pengaman yang umum digunkan dan yang khusus antara lain :

(40)
(41)

Gambar 27. Skring

Gambar 28. Patron skring  b. CB (Circuit Brreaker)

Circuit Breaker atau Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) adalah suatu  peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang

(42)
(43)

 Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung

singkat atau beban lebih.

 Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau

 beban lebih.

Pada MCB terdapat dua jenis pengaman yaitu secara thermis dan elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus  beban lebih sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk 

mengamankan jika terjadi hubung singkat. Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal), pengamanan secara thermis memiliki kelambatan, ini bergantung pada besarnya arus yang harus diamankan, sedangkan pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumpa- ran yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak. MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu fasa, sedangkan un- tuk pengaman tiga fasa biasanya memiliki tiga kutub dengan tuas yang disatukan, sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga akan ikut terputus. Berdasarkan  penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan menjadi 5

(44)
(45)

d. MCCB (Mold Case Circuit Breaker)

MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mem- punyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung. Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu pengaman ini, mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

Gambar 30.MCCB (Mold Case Circuit Breaker)

e. ACB (Air Circuit Breaker)

(46)
(47)

tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media pemadam loncatan bunga api.

Gambar 32. OCB (Oil Circuit Breaker)

g. VCB (Vacuum Circuit Breaker)

Vacuum circuit breaker memiliki ruang hampa udara untuk  memadamkan busur api, pada saat circuit breaker terbuka (open), sehingga dapat mengisolir hubungan setelah bunga api terjadi, akibat gangguan atau sengaja dilepas. Salah satu tipe dari circuit breaker adalah

(48)
(49)

sepanjang busur api, gas ini akan mengambil panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam. Rating tegangan CB adalah antara 3.6 KV  – 760 KV.

Gamabar 34.SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)

i. ELCB

Pemutus Litar Bocor Ke Bumi Jenis (PLBK),  Electric Leakage Circuit Breaker (ELCB) adalah salah satu alat perlindungan yang terdapat dalam sistem pendawaian di rumah. Antara fungsinya adalah  perlindungan dari arus bocor. Sebagai contohnya, sekira terdapat kerosakan pada bahan penebat pada kabel elektrik seperti terkoyak akibat gigitan tikus, ini mendedahkan conduktor elektrik kabel tersebut.

(50)
(51)

Daftar Pustaka

Faizal Nizbah, Pengaman Listrik CB, MCB dan ELCB, Diakses dari

http://faizalnizbah.blogspot.com/2013/08/pengaman-listrik-cb-mcb-dan-elcb.html, pada tanggal 15 maret 2015 Refrensi Blog :

Harten. P. Van, Setiawan. E. ir. Instalasi Listrik Arus Kuat I dan II. Binacipta, Bandung

Sugandi, Imam. Ir . Instalasi Listrik Rumah. Yayasan Usaha Penunjang Tenaga Listrik, Jakarta

Somatri Oman. 1993. System Pengontrolan Motor Industri. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Pelanet Belitung, Komponen Elektro, Komponen – Komponen Pengaman Pemasangan

Instalasi, Diakses Dari

http://pelanet- belitung.blogspot.com/2012/10/pemasangan-instalasi-listrik.html, pada tanggal 15 maret 2015.

Dunia Elektro, Macem – Macem Circuit Breaker (CB), Diakses dari

http://insyaansori.blogspot.com/2013/09/macam-macam-circuit-breaker-cb.html, pada tanggal 15 maret 2015

(52)
(53)

4. RANGKAIAN KENDALI

A. Objektif 

1. Menjelaskan rangkaian kendali

2. Menjelaskan jenis-jenis rangkaian kendali 3. Menjelaskan kendali saklar magnet

B. Uraian Materi

1. Rangkaian Kendali

Rangkaian kendali (control system) adalah suatu alat (kumpulan alat) untuk mengendalikan, memerintah, dan mengatur keadaan dari suatu sistem. Istilah sistem kendali ini dapat dipraktekkan secara manual untuk  mengendalikan stir mobil pada saat kita mengendarai/menyetir mobil, misalnya, dengan menggunakan prinsip loloh balik. Dalam sistem yang otomatis, alat semacam ini sering dipakai untuk peluru kendali sehingga  peluru akan mencapai sasaran yang diinginkan. Banyak contoh lain dalam  bidang industri / instrumentasi dan dalam kehidupan kita sehari-hari di mana sistem ini dipakai. Alat pendingin (AC) merupakan contoh yang banyak kita

(54)

Input pada umumnya berupa sinyal dari sebuah transduser (alat yang dapat merubah besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol tekan, saklar batas, termostat, dan lain-lain). Transduser  memberikan informasi mengenai besaran yang diukur, kemudian informasi ini diproses oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik, atau juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya PLC.

1. Proses

Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan output) yang dapat berupa motor listrik, kontaktor, katup selenoid, lampu, dan sebagainya. Dengan peralatan output, besaran listrik diubah kembali menjadi  besaran fisik 

2. Output

Output adalah suatu hasil dari langkah proses yang digunakan untuk  mengaktifkan aktuator (peralatan output) yang dapat berupa motor listrik,

(55)

Pembanding membandingkan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikendalikan dengan besaran acuan, dan hasilnya berupa sinyal kesalahan. Selanjutnya, sinyal kesalahan diumpankan kepada peralatan kendali dan diproses untuk memperbaiki kesalahan sehingga menghasilkan output sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan kata lain, kesalahan sama dengan nol.

Gambar 36. Kendali Terbuka dan Kendalai Tertutup

2. Jenis-jeinis kendali

Pada sebuah industri rangkaian kendali sangatlah diperlukan

dikarenakan tuntutan dari konsumen agar dapat memuasakan konsumen dalam memberikan produknya. Karna itu semakin zaman menuju moderenitas, system kandali juga semakin banyak bentuknya untuk bertujuan mempermudah sitem produksi, di antara itu sebagai berikut:

a. Kendali PLC

(56)

PLC dapat digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang, atau di-interkoneksi dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk  mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks. Cara kerja sistem kendali PLC dapat dipahami dengan diagram blok seperti ditunjukkan  pada Gambar di bawah ini

.

Gamabar 37. cara kerja kendali PLC

Dari gambar terlihat bahwa komponen sistem kendali PLC terdiri atas PLC, peralatan input, peralatan output, peralatan penunjang, dan catu daya.

(57)

 berperan dan peranan manusia atau operator tidak terlalu dominan dalam  prosesnya, karena sudah ada uang mengendalikan. Komponen yang  paling berperan dalam kendali ini adalah Mangneting contaktor (MC). MC mengatur perpindahan alat dari satu titik ke titik yang berbeda atau mengendalikan putaran sebuah motor listrik. Di dalam dunia industri kendali saklar magnet ini banyak kita jumpai dibagian konveyor  digunakan untuk mengatur putaran motor. Bagian saklar magnet ada 3 yaitu :

1) Rangkaian Utama

Rangkaian untama adalah gambaran rangkaian bebas dan kontak konta utama kontraktor serta kontak breker dan koponen  pengaman yang dihubung ke arus beban.

(58)

Gambar 39. Rangkaian control

3) Rangkaian Pegawatan

Rangkaian pengawatan adalah gabungan dari rangkaian utama dan rangkaian control, dengan kata lain rangkaian lengkapa dari rangkaian control.

Gambar 40. Rangkian Pengawatan d. Kendali Elektronik 

(59)

untuk mengendalikan sebuah alat yang bertegangan AC dan kendalinya  bertenggangan DC contohnya motor servo.

3. Kendali Saklar Magnet

a. MC

Magnetic Contactor (MC) adalah sebuah komponen yang  berfungsi sebagai penghubung/kontak dengan kapasitas yang besar 

dengan menggunakan daya minimal. Dapat dibayangkan MC adalah relay dengan kapasitas yang besat. Umumnya MC terdiri dari 3 pole kontak utama dan kontak bantu (aux. contact). Untuk menghubungkan kontak utama hanya dengan cara memberikan tegangan pada koil MC sesuai spesifikasinya.Komponen utama sebuah MC adalah koil dan kontak utama. Koil dipergunakan untuk menghasilkan medan magnet yang akan menarik kontak utama sehingga terhubung pada masing masing pole.Magnetic Contactor atau Kontaktor AC, perangkat

(60)

Gambar 41. Magneting Contaktor 

1) Sepesifikasi MC

Spesifikasi kontaktor magnet yang harus diperhatikan adalah kemampuan daya kontaktor ditulis dalam ukuran Watt / KW, yang disesuaikan dengan beban yang dipikul, kemampuan menghantarkan arus dari kontak – kontaknya, ditulis dalam satuan ampere, kemampuan tegangan dari kumparan magnet, apakah untuk tegangan 127 Volt atau 220 Volt, begitupun frekuensinya, kemampuan melindungi terhadap tegangan rendah, misalnya ditulis ± 20 % dari tegangan kerja. Dengan demikian dari segi keamanan dan kepraktisan, penggunaan kontaktor 

(61)

Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan  penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan  pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50Amper dan

seterusnya. Seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 43. cara kerja MC 2) Bagian-bagian MC

(62)

Konstruksi kontak-kontaknya dimensinya lebih luas dan tebal, sehingga mampu dialiri arus listrik yang relatif besar (arus beban). Terminal keluarnya yang ke beban (2, 4, dan 6) bisa disambungkan ke rele pengaman arus lebih (Thermal Overload Relay).

 b) kontak bantu.

Konstruksi kontak-kontaknya berdimensi lebih sempit dan tipis, karena arus yang melaluinya relatif kecil (arus untuk rangkaian kontrol). Penulisan terminal kontakkontak bantu pada kontaktor  magnit ditulis dengan angka dan digit, yaitu untuk kontak-kontak NC, digit kedua dari terminal-terminalnya dengan angka 1 dan 2 untuk  kontak-kontak NO, digit kedua dari terminal-terminalnya dengan angka 3 dan 4. Sedangkan kontak-kontak bantu untuk fungsi tertentu (misal dengan timer), kontakkontak NC, digit kedua dengan angka 5  – 6. dan untuk kontak-kontak NC nya, digit kedua dengan angka 7 – 

8. Penulisan kontak bantu NC maupun NO sebagai berikut : - Untuk  kontak bantu biasa NC .1 – .2 NO .3 – .4 - Untuk kontak bantu dengan fungsi tertentu NC .5 – .6 NO .7 – .8.

(63)

disambungkan pada rangkaian kontrol. Sedangkan pada bagian sebelah kanan adalah kontak-kontak sebagai saklar daya yang  berfungsi untuk mengalirkan arus beban yang relatif besar. Terminal 1, 3, dan 5 disambungkan ke sumber jaringan 3 fasa dan terminal 2, 4, dan 6 disambungkan ke beban (motor).

3) Prinsip Kerja MC

Sebuah kontaktor terdiri dari koil, beberapa kontak Normally Open ( NO ) dan beberapa Normally Close ( NC ). Pada saat satu kontaktor normal, NO akan membuka dan pada saat kontaktor   bekerja, NO akan menutup. Sedangkan kontak NC sebaliknya yaitu ketika dalam keadaan normal kontak NC akan menutup dan dalam keadaan bekerja kontak NC akan membuka. Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang untuk penutupan dan  pembukaan rangkaian listrik maka gambar prinsip kerja kontaktor 

(64)

Kontaktor termasuk jenis saklar motor yang digerakkan oleh magnet seperti yang telah dijelaskan di atas. Bila pada jepitan a dan b kumparan magnet diberi tegangan, maka magnet akan menarik   jangkar sehingga kontak-kontak bergerak yang berhubungan dengan  jangkar tersebut ikut tertarik. Tegangan yang harus dipasangkan dapat tegangan bolak balik ( AC ) maupun tegangan searah ( DC ), tergantung dari bagaimana magnet tersebut dirancangkan. Untuk   beberapa keperluan digunakan juga kumparan arus ( bukan tegangan

), akan tetapi dari segi produksi lebih disukai kumparan tegangan karena besarnya tegangan umumnya sudah dinormalisasi dan tidak  tergantung dari keperluan alat pemakai tertentu.

 b. TOR (Thermal Overload Relay)

Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor   pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan

kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.Pengaman beban lebih atau overload yang igunakan  pada instalasi beban motor listrik adalah TOR.Jika arus yang melaui

(65)

 Motor listrik bekerja hanya dengan duaa fasa atau terbukanya salah

satu fasa dari motor listrik tiga fasa.

Gambar 46. TOR 

1) Karakteristik TOR 

a) Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnit.

 b) Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan  batas arus yang dikehendaki untuk digunakan.

(66)

Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan ekonomis, yaitu:

 Pelindung beban lebih / Overload

 Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance

 Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.

2) Prinsip Kerja TOR 

Prinsip kerja termal beban berdasarkan panas atau temperature yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemn-elemen pemanas bimetal.Jika panas berlebihan maka salah satu logam bimetal melengkung dan menggerakkan kontak mekanis

 pemutus rangkaian listrik(untuk bimetal seri tertentu)

notasinya95,96 Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk  memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih

(67)

stator dengan media elektromagnet. Hal inilah yang menyebabkannya diberi nama motor induksi. Adapun penggunaan motor induksi di industri ini adalah sebagai penggerak, seperti untuk blower, kompresor, pompa,  penggerak utama proses produksi atau mill, peralatan workshop seperti

mesin-mesin bor, grinda, crane, dan sebagainya.

Dalam Penggunaannya, sebagian motor induksi

memerlukan pengereman seperti yang terdapat pada motor crane.

Pengereman dilakukan agar motor berhenti sesuai dengan letak dan  posisi yang kita inginkan. Ada banyak cara pengereman yang bisa

dilakukan untuk memberhentikan motor, akan tetapi dalam laporan ini kami akan membahas tentang pengereman motor dengan menggunakaan Coil Brake DC.

Pengereman motor dengan menggunakaan Coil Brake DC digunakan untuk pemberhentian putaran rotor motor induksi dengan supply tegangan DC (direct current). Dimana tegangan AC diubah menjadi DC dengan menggunakan Rectifier sebagai supply Coil Brake.Pada prinsipnya motor ini dalam keadaan normal atau tidak 

(68)

secara umum, motor induksi terdiri dari rotor dan stator. stator adalah bagian yang diam sedangakan rotor adalah  bagian yang berputar. diantara keduanya, terdapat celah kecil udara yang jaraknya sangat kecil dan celah ini nantinya sangat  berpengaruh terhadap proses pengiduksi dan bagian – bagian motor 

induksi sebagai berikut: a) Stator 

komponen satator adalah bagian terluar dari motor yang merupakan bagian yang diam dan mengalirkan arus tiga fasa. arus tiga fasa ini merupakan arus yang berasal dari sumber. secara umum, bagian-bagian stator yaitu :

 Rangka

 Inti stator 

 Kumparan gulungan

  pelat penutup

(69)

 b) Rotor 

Rotor adalah salah satui komponen motor induksi selain stator, dimana bagian ini merupakan bagian yang bergerak. fungsi rotor adalah menguabah gaya dari stator menjadi energi mekanik. terdapat dua tipe rotor dalam motor induksi, yang ternyata tipe rotor tersebut juga menjadi dasar dalam pengelompokan motor  induksi. kedua jenis tipe tersebebut adalah :

 sangkar tupai (squirrel cage motor)  rotor belitan (wound-rotor)

tetapi wlaupun jenisnya berbeda, secara umum komponen-komponen yang ada di dalam rotornya tetap sama. beikur ini komponen-komponen yang ada :

 inti besi rotor 

 kumparan atau batang penghantar 

 cincin

  poros (shaft)

untuk selanjutnya saya akan membahas kedua jenis rotor  yang sekaligus menjadi pembeda jenis motor yang telah disebutkan

(70)

kumparan rotor akan terinduksi tegangan karena kumparan rotor  merupakan loop tertutup, maka akan mengalir arus di kumparan rotor  tersebut yang berinteraksi dengan medan magnet di stator, sehingga timbullah gaya putar pada rotor yang mendorong rotor untuk berputar  dengan kecepatan sinkron dan akan mengikuti persamaan.

=120 .

(sunyoto,M.Pd., Mesin Listrik) Keterangan :

 N : kecepatan putar 

F : frekuensi

P : jumlah kutub

Garis-garis gaya fluks dari stator tersebut yang berputar akan memotong panghantar-panghantar rotor sehingga pada penghantar  rotor tersebut timbul Gaya Gerak Listrik (GGL) atau tegangan induksi. Berhubung kumparan rotor merupakan rangkaian yang tertutup maka pada kumparan tersebut mengalir arus. Arus yang

(71)

Daftar Pustaka

Anggara P.W.T. Sytem Kendali PLC. Diakses dari

http://anggarapwt.blogspot.com/2015/01/system-kendali-plc_31.html  pada

tanggal 17 mei 2015

Arif G. Thermal Oveload Relay. Diakses dari

https://arifgamers.wordpress.com/2012/12/03/fungsi-tor-thermal-overload-relay/ pada tanggal 17 mei 2015

Bayu Saputra. Motor Induksi. Diakses dari

http://bayu93saputra.blogspot.com/2012/10/motor-induksi.html pada tanggal 17 mei 2015

Evi Andriani Mossy. Sistem Kendali. Diakses pada dari

http://eviandrianimosy.blogspot.com/2010/05/pengertian-sistem-kendali.html  pada tanggal 17 mei 2015

sumardjati, Prih dkk, 2008, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik Jilid 2 untuk SMK, Jakarta : Pusat Perbukuan Depertement Pendidikan Nasional

(72)

JOBSEET

(73)

JOBSEET PRAKTEK INSTALASI LISTRIK 

Kendali Motor Induksi 3 Phase Lebih Dari 1 Tempat Atau Lebih

Serta Berurutan Secara Manual dan Semiotomatis 2 x 45 menit

A. Topik : Kendali Motor Induksi 1 Ph dan 3 Ph Menggunakan MC B. Tujuan

1. Agar dapat Memasang Instalasi Motor 3 Fasa Bekerja Secara Berurutan. 2. Agar dapat mengoperasikan motor 3 fasa yang bekerja secara berurutan.

C. Petunjuk Kerja

1. Job praktek ini harus dilaksanakan pada trainer kit yang telah disediakan. 2. Isi blangko peminjaman alat dan bahan sebagai syarat peminjaman

3. Perhatikan keselamatan kerja dan jaga ketertiban selama melakukan praktek  4. Ikuti prosedur kerja seperti yang disarankan olen dosen pengajar 

5. Evaluasi pembelajaran dilakukan by process and result 

D. Alat dan Bahan

1. Trainer kit control motor yang meliputi :

 Magnetic contactor (MC) ………2 buah

 Push button ON….………….………..2 buah

(74)

4. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya

5. Jangan menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan atau men-ON kan catu daya sebelum diperiksa oleh dosen pengajar dan mendapat

 persetujuanya.

6. Jika ada kesulitan selama melakukan praktek, konsultasikan dengan dosen pengajar atau teknisi

F. Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan bahan praktek  2. Selalu perhatikan keselamatan kerja

3. Mintalah kabel jumper atau kabel penghubung serta multimeter  kepada instruktur sesuai dengan kebutuhan praktek.

4. Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua alat dan  bahan dalam keadaan baik!

5. Rangkailah seperti pada gambar pelaksanaan yang telah anda buat

6. Jika telah selesai, periksakan hasil pekerjaan saudara pada dosen pengajar  7. Uji fungsi tiap-tiap komponen instalasi listrik yang saudara pasang

8. Laporkan hasil pekerjaan saudara pada dosen pembimbing untuk dinilai 9. Setelah anda selesai merangkai kendali motor 1 phase dari 1 tempat,

(75)

Gambar Rangkaian Dari 1 Tempat

(Sumber : Joobseet Instalasi Industri Universitas Negri Yogyakarta, Djoko Laras B.T, M.Pd. dkk)

(76)

Gambar Rangkaian

(Sumber : Joobseet Instalasi Industri Universitas Negri Yogyakarta, Djoko Laras B.T, M.Pd. dkk)

(77)

Gambar Rangkaia Otomatis

(Sumber : Joobseet Instalasi Industri Universitas Negri Yogyakarta, Djoko Laras B.T, M.Pd. dkk)

(78)

JOBSEET PRAKTEK INSTALASI LISTRIK 

Kendali Motor Induksi 3 Phase Putar Kanan Kiri Secara Manual dan

Semiotomatis 2 x 45 menit

A. Topik : Kendali Motor Induksi 1 Ph dan 3 Ph Menggunakan MC B. Tujuan

1. Agar Dapat Memasang Instalasi Motor 3 fasa Putar Kanan Kiri. 2. Agar Dapat mengoperasikan motor 3 fasa Putar Kanan Kiri.

C. Petunjuk Kerja

1. Job praktek ini harus dilaksanakan pada trainer kit yang telah disediakan. 2. Isi blangko peminjaman alat dan bahan sebagai syarat peminjaman

3. Perhatikan keselamatan kerja dan jaga ketertiban selama melakukan praktek  4. Ikuti prosedur kerja seperti yang disarankan olen dosen pengajar 

5. Evaluasi pembelajaran dilakukan by process and result 

D. Alat dan Bahan

1. Trainer kit control motor yang meliputi :

 Magnetic contactor (MC) ………2 buah

 Push button ON….………….………..2 buah

(79)

4. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya

5. Jangan menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan atau men-ON kan catu daya sebelum diperiksa oleh dosen pengajar dan mendapat persetujuanya.

6. Jika ada kesulitan selama melakukan praktek, konsultasikan dengan dosen  pengajar atau teknisi

F. Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan bahan praktek 

2. Selalu perhatikan keselamatan kerja

3. Mintalah kabel jumper atau kabel penghubung serta multimeter kepada instruktur sesuai dengan kebutuhan praktek.

4. Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua alat dan bahan dalam keadaan baik!

5. Rangkailah seperti pada gambar pelaksanaan yang telah anda buat

6. Jika telah selesai, periksakan hasil pekerjaan saudara pada dosen pengajar  7. Uji fungsi tiap-tiap komponen instalasi listrik yang saudara pasang

8. Laporkan hasil pekerjaan saudara pada dosen pembimbing untuk dinilai

9. Setelah anda selesai merangkai kendali motor 1 phase dari 1 tempat, lanjutkan untuk kendali motor dari 2 tempat dengan membuat gambar rangkaianya terlebih dahulu.

(80)

Gambar Rangkaian Secara Manual

(Sumber : Joobseet Instalasi Industri Universitas Negri Yogyakarta, Djoko Laras B.T, M.Pd. dkk)

(81)

Gambar Rangaian Secara Otomatis

(Sumber : Joobseet Instalasi Industri Universitas Negri Yogyakarta, Djoko Laras B.T, M.Pd. dkk)

(82)

JOBSEET PRAKTEK INSTALASI LISTRIK 

Kendali Motor Induksi 3 Phase Putar Kanan Kiri Secara Manual

dan Semiotomatis 2 x 45 menit

A. Topik : Kendali Motor Induksi 1 Ph dan 3 Ph Menggunakan MC B. Tujuan

1. Agar Dapat Memasang Instalasi Motor 3 fasa Star Delta Y/Δ. 2. Agar Dapat mengoperasikan motor 3 fasa Star Delta Y/Δ.

C. Petunjuk Kerja

1. Job praktek ini harus dilaksanakan pada trainer kit yang telah disediakan. 2. Isi blangko peminjaman alat dan bahan sebagai syarat peminjaman

3. Perhatikan keselamatan kerja dan jaga ketertiban selama melakukan praktek  4. Ikuti prosedur kerja seperti yang disarankan olen dosen pengajar 

5. Evaluasi pembelajaran dilakukan by process and result 

D. Alat dan Bahan

1. Trainer kit control motor yang meliputi :

 Magnetic contactor (MC) ……… 3 buah

 Push button ON….………….……….. 1 buah

(83)

E. Keselamatan Kerja

1. Sebelum memulai praktik mahasiswa harus mengetahui tata tertib ruang  praktek Bengkel Instalasi Listrik 

2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack ) selama melakukan praktek. 3. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum!

4. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya

5. Jangan menghubungkan rangkaian dengan sumber tegangan atau men-ON kan catu daya sebelum diperiksa oleh dosen pengajar dan mendapat

 persetujuanya.

6. Jika ada kesulitan selama melakukan praktek, konsultasikan dengan dosen pengajar atau teknisi

F. Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan bahan praktek 

2. Selalu perhatikan keselamatan kerja

3. Mintalah kabel jumper atau kabel penghubung serta multimeter  kepada instruktur sesuai dengan kebutuhan praktek.

4. Periksalah alat dan bahan sebelum digunakan dan pastikan semua alat dan  bahan dalam keadaan baik!

(84)

13. Setelah selesai, bersihkan pekerjaan saudara dan kembalikan alat dan  bahan pada tempatnya

G. Gambar Kerja

(85)

Gambar Komponen

(86)

Gamabar rangkaian Manual dan Metering

(Sumber : Joobseet Instalasi Industri Universitas Negri Yogyakarta, Djoko Laras B.T, M.Pd. dkk)

Gambar

Tabel 1. Jenis Penghantar SLPTabel 1. Jenis Penghantar SLP
Gambar 6.  Alat Pembatas ( MCB dan Fuse)  b. Stop kontak,
Gambar 8. Saklar  d. Lampu
Gambar 11. Kabael NYM c. Kabel NYY
+7

Referensi

Dokumen terkait

pilih tidak terdaftar dalam pemilu terdaftar dalam daftar pemilih

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa semua sampel minyak dalam keadaan cair pada suhu ruang (±27ºC) namun ketika pada suhu rendah (±5ºC) terjadi perubahan fase pada beberapa

[r]

Guru sosiologi tidak menerapkan 1 komponen yang tidak dieterapkan yaitu memotivasi siswa.Dari semua komponen keterampilan menutup pelajaran yang terdiri dari 3 komponen

The exchange of braking energy between the trains: Determinist analysis and proposal of a probabilistic one. ARTICLE · JANUARY 2010

[r]

Pada tahap define, tahapan awal pengembangan LKS dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap guru mata pelajaran matematika di SMP Ar-Risalah Lubuklinggau untuk

Kedua saat melakukan desinfeksi, sisa alkohol sebelum dilakukan penusukan harus kering yang bertujuan jika darah keluar tidak melebar, Penusukan sebaiknya