BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Proses pembelajaran sebelum Penelitian Tindakan Kelas, guru masih melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Karena metode yang digunakan kurang bervariatif sehingga minat belajar siswa kurang, siswa cenderung merasa jenuh, kurang tertarik terhadap materi pelajaran, akibatnya hasil belajarnya rendah.
Kondisi pembelajaran yang semacam ini berdampak pada prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Wonosegoro 02 pada mata pelajaran matematika menjadi rendah, nilai rata-rata ulangan yang didapatkan siswa masih rendah masih di bawah nilai KKM 60, seperti terlihat pada tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1
Nilai Ulangan Siswa Kelas VI Pra Siklus
No Nama Nilai Keterangan
1 Abdul Rochman 65 Tuntas
2 Khoirul Mahfudin 50 Belum tuntas
3 Ach. Nur Rokhim 50 Belum tuntas
4 Mohammad Susanto 65 Tuntas
5 Nasrulloh 50 Belum tuntas
6 M. Munir 55 Belum tuntas
7 Abdul Rozaq Al Hakim 50 Belum tuntas
8 Yusrocha 50 Belum tuntas
9 Ega Khari Vianto 70 Tuntas
10 Ach. Aris Pujiyanto 50 Belum tuntas
11 Wiji Astuti 80 Tuntas
12 Purwinanti 50 Belum tuntas
13 Devi Misrokhawati 60 Tuntas
14 Abdul Rochman 45 Belum tuntas
15 Siti Malikhatin 50 Belum tuntas
Tabel 1 (lanjutan)
No Nama Nilai Keterangan
17 Nur Azizah 55 Belum tuntas
18 Chani Fatumila 60 Tuntas
19 Isnnasi Yusro 55 Belum tuntas
20 Fahrudin 55 Belum tuntas
21 M. Abu Darim 55 Belum tuntas
22 M. Muniron 60 Tuntas
23 Infita Ulfuada 65 Tuntas
24 Nur Khikmah 50 Belum tuntas
25 Eka Bella Safitri 55 Belum tuntas
26 Yusuf Sulistyo 55 Belum tuntas
27 Latif Farzada 60 Tuntas
28 Maulana Iskhak 75 Tuntas
29 Firda Anisya 75 Tuntas
30 Ahmad Sofyan 60 Tuntas
Jumlah 1730
Nilai Rata-rata 57,67
Dari data tabel 1 di atas dapat digambarkan bahwa perolehan nilai rata-rata siswa masih rendah yaitu 57,67, dengan jumlah siswa yang tuntas hanya 12 siswa atau 40%, sisanya 18 siswa atau 60% masih belum tuntas. Maka dari itu peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas guna memperbaiki dan meningkatkan pemahaman siswa sehingga nilai hasil belajar siswa lebih meningkat dan mencapai KKM.
Adapun tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada pra siklus dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 2
Tingkat Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VI
No Ketuntasan belajar Jumlah Siswa Persentase
1 Tuntas 12 40%
2 Belum tuntas 18 60%
B. Pelaksanaan Tindakan
Dari hasil pembahasan di atas, penulis perlu mengadakan penelitian tindakan kelas yang sangat berkaitan dengan peningkatan pemahaman siswa mencari luas bangun datar dengan menggunakan metode kerja kelompok.
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus. Setelah mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang dihadapi maka guru mengadakan penelitian tindakan kelas dengan bantuan observer untuk menganalisis hasil belajar siswa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan dilanjukan dengan refleksi.
1. Siklus I
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan tiga kali pertemuan, pertemuan pada hari Senin tanggal 12 September 2011, pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 13 September 2011 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Rabu 14 September 2011. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dalam 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) dengan kompetensi dasar mencari luas bangun datar.
Pertemuan pertama
a. Kegiatan awal (15 menit)
Dalam waktu 15 menit pada kegiatan awal melakukan kegiatan mengecek kehadiran siswa, kegiatan apersepsi dengan melakukan tanya jawab guru dengan siswa secara klasikal tentang bentuk-bentuk bangun datar yang ada di sekitar siswa.
b. Kegiatan inti (45 menit)
Pada tahap kegiatan inti guru menyampaikan pokok materi secara garis besar mengenai luas bangun datar. Siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok. Masing-masing kelompok mempersiapkan alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan kerja kelompok. Guru memberikan tugas dengan memberikan lembar kerja siswa kepada semua
kelompok dan tiap kelompok melakukan kegiatan kerja kelompok tentang mencari luas bangun datar.
Selama kegiatan kerja kelompok guru membimbing pada kelompok yang mengalami kesulitan. Setelah selesai melakukan kerja kelompok tiap kelompok menyampaikan hasilnya untuk dibacakan dan dilakukan pembahasan bersama dengan kelompok lain dengan bimbingan guru. Guru juga memberi kesempatan kepada semua siswa yang belum memahami untuk bertanya. Hasil kegiatan siswa berupa lembar kerja dikumpulkan dan diserahkan kepada guru.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Kegiatan penutup ini diisi dengan membuat kesimpulan hasil pembahasan kelompok yakni mengenai mencari luas bangun datar. Siswa mencatat hal-hal yang perlu dan diakhiri guru menutup pertemuan pertama dengan pemberian tugas kepada siswa untuk persiapan kegiatan pertemuan kedua.
Pertemuan Kedua
a. Kegiatan awal (15 menit)
Dalam waktu 15 menit pada kegiatan awal melakukan kegiatan mengecek kehadiran siswa, kegiatan apersepsi dengan melakukan tanya jawab guru dengan siswa secara klasikal tentang bentuk-bentuk bangun datar yang telah dipelajari pada pertemuan pertama.
b. Kegiatan inti (45 menit)
Pada tahap kegiatan inti guru menyampaikan pokok materi secara garis besar mengenai luas bangun datar. Siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5 ssiwa. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok. Masing-masing kelompok mempersiapkan alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan kerja kelompok. Guru memberikan tugas dengan memberikan lembar kerja siswa kepada semua kelompok dan tiap kelompok melakukan kegiatan kerja kelompok tentang mencari luas bangun datar.
Selama kegiatan kerja kelompok guru membimbing semua kelompok. Setelah selesai melakukan kerja kelompok tiap kelompok menyampaikan hasilnya untuk dilaporkan dan dilakukan pembahasan bersama dengan kelompok lain dengan bimbingan guru. Guru juga memberi kesempatan kepada semua siswa yang belum memahami untuk bertanya. Hasil kegiatan siswa berupa lembar kerja dikumpulkan dan diserahkan kepada guru.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Kegiatan penutup ini diisi dengan pembahasan hasil kerja kelompok yakni mengenai mencari luas bangun datar. Siswa mencatat hal-hal yang perlu dan diakhiri guru menutup pertemuan kedua dengan pemberian tugas kepada siswa untuk persiapan kegiatan pertemuan ketiga.
Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan awal (10 menit)
Dalam waktu 10 menit pada kegiatan awal melakukan kegiatan mengecek kehadiran siswa, kegiatan apersepsi dengan melakukan tanya jawab guru dengan siswa secara klasikal tentang materi pertemuan pertama dan kedua mengenai cara mencari luas bangun datar. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa tiap kelompok.
b. Kegiatan inti (30 menit)
Pada tahap kegiatan inti guru menyampaikan pokok materi secara garis besar mengenai luas bangun datar. Siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok. Masing-masing kelompok mempersiapkan alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan kerja kelompok. Guru memberikan tugas dengan memberikan lembar kerja siswa kepada semua kelompok dan tiap kelompok melakukan kegiatan kerja kelompok tentang bangun datar.
Selama kegiatan kerja kelompok tanpa bimbingan guru semua kelompok mengerjakan tugas masing-masing. Setelah selesai melakukan kerja kelompok tiap kelompok menyerahkan hasil kerja kelompoknya kepada guru.
c. Kegiatan Penutup (30 menit)
Kegiatan penutup ini diisi dengan membuat kesimpulan hasil pembahasan kelompok yakni dilanjutkan dengan evaluasi siklus I.
Hasil tes belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3
Hasil Belajar Siswa Siklus I
No Nama Nilai Keterangan
1 Abdul Rochman 65 Tuntas
2 Khoirul Mahfudin 50 Belum tuntas
3 Ach. Nur Rokhim 60 Tuntas
4 Mohammad Susanto 55 Belum Tuntas
5 Nasrulloh 90 Tuntas
6 M. Munir 55 Belum Tuntas
7 Abdul Rozaq Al Hakim 75 Tuntas
8 Yusrocha 55 Belum Tuntas
9 Ega Khari Vianto 70 Tuntas
10 Ach. Aris Pujiyanto 75 Tuntas
11 Wiji Astuti 55 Belum Tuntas
12 Purwinanti 95 Tuntas
13 Devi Misrokhawati 65 Tuntas
14 Abdul Rochman 60 Tuntas
15 Siti Malikhatin 45 Belum Tuntas
16 Puput Putrisari 70 Tuntas
17 Nur Azizah 75 Tuntas
18 Chani Fatumila 80 Tuntas
19 Isnnasi Yusro 70 Tuntas
20 Fahrudin 75 Tuntas
Tabel 3 (lanjutan)
No Nama Nilai Keterangan
22 M. Muniron 60 Tuntas
23 Infita Ulfuada 65 Tuntas
24 Nur Khikmah 50 Belum tuntas
25 Eka Bella Safitri 50 Belum tuntas
26 Yusuf Sulistyo 55 Belum tuntas
27 Latif Farzada 75 Tuntas
28 Maulana Iskhak 95 Tuntas
29 Firda Anisya 100 Tuntas
30 Ahmad Sofyan 80 Tuntas
Jumlah 2040
Nilai Rata-rata 67
Ketuntasan hasil belajar pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Siklus I
No Ketuntasan belajar Jumlah Siswa Persentase
1 Tuntas 21 70%
2 Belum tuntas 9 30%
Jumlah 30 100%
Persentase kenaikan ketuntasan hasil belajar pada siklus I dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 1
Grafik Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I 70% 30% 0% 20% 40% 60% 80%
Tuntas Belum Tuntas
Ketuntasan P e rs e n tase
Dari data tabel 4 di atas dapat diketahui dari sejumlah 30 siswa yang tuntas dalam belajar dengan mendapat nilai di atas KKM sebanyak 21 siswa, sedangkan sisanya 9 siswa masih belum tuntas. Sedangkan perbandingan nilai siswa pada sebelum siklus dan siklus I dapat digambarkan pada tabel 6 di bawah ini.
Tabel 6
Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pra Siklus dan Siklus I
No Ketuntasan Belajar
Pra Siklus Siklus I Jumlah Siswa Persentase Jumlah Siswa Persentase 1 Tuntas 12 40% 21 70% 2 Belum tuntas 18 60% 9 30% Jumlah 30 100% 30 100%
Dari data tabel di atas atas dapat diketahui perbandingan hasil belajar siswa pra siklus dan siklus I ada peningkatan. Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas ada 12 siswa atau 40%, pada siklus I naik menjadi 21 siswa atau (70%), sedangkan jumlah siswa yang belum tuntas terjadi penurunan dari 18 (60%) siswa pada pra siklus turun menjadi 9 siswa atau 30%. Terjadi kenaikan ketuntasan 30%. Nilai rata-rata siswa pada pra siklus 57,67 pada siklus I meningkat menjadi 67, dengan demikian dapat dikatakan penggunaan media kerja kelompok sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman hasil belajar siswa.
Bila digambarkan persentase kenaikan hasil belajar siswa pada pra siklus dan siklus I dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 2
Grafik Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa
12 21 18 9 40%60% 70%30% 0 5 10 15 20 25
Pra Siklus Siklus I
Tuntas
Belum Tuntas % Tuntas
% Belum Tuntas
Refleksi
Berdasarkan hasil belajar siswa pada pra siklus dan siklus I, ada peningkatan nilai hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil pra siklus hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM 60, 12 siswa (40%) dengan nilai rata 57,67, pada siklus I meningkat menjadi 21 siswa (70%) dengan nilai rata-rata 67.
Disamping itu semangat dan minat belajar siswa meningkat meskipun belum maksimal, artinya penggunaan metode belajar kelompok sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman hasil belajar siswa. Disamping guru selalau pro aktif dalam memberikan bimbingan dan arahan agar siswa dapat menyelesaikan tugas dengan benar dan selesai pada waktu yang ditentukan.
Selama melakukan kegiatan belajar kelompok, dari hasil observasi masih ada beberapa anak yang hanya bermain-main dan ramai berbicara sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran.
Dengan demikian untuk siklus berikutnya guru mengawasi setiap siswa agar dapat melakukan kegiatan kerja kelompok dengan baik dan tidak ramai sendiri agar proses pembelajaran dapat berhasil sesuai harapan.
2. Siklus II
Pelaksanaan tindakan pada siklus II merupakan tindakan lanjutan dari siklus I. Siklus II juga dilaksanakan tiga kali pertamuan, pertemuan pertama pada hari Kamis tanggal 15 September 2011, pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin 19 September 2011 dan pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa 20 September 2011. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dalam 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) dengan kompetensi dasar mencari luas bangun datar.
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan awal (15 menit)
Dalam waktu 15 menit pada kegiatan awal melakukan kegiatan mengecek kehadiran siswa, kegiatan apersepsi dengan melakukan tanya jawab guru dengan siswa secara klasikal tentang bentuk-bentuk bangun datar yang ada di ruang kelas, kemudian siswa diberi tugas untuk mengukur luas salah satu bangun datar yang ada.
b. Kegiatan inti (45 menit)
Pada tahap kegiatan inti guru menyampaikan pokok materi secara garis besar mengenai luas bangun datar. Siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok. Masing-masing kelompok mempersiapkan alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan kerja kelompok. Guru memberikan tugas dengan memberikan lembar kerja siswa kepada semua kelompok dan tiap kelompok melakukan kegiatan kerja kelompok tentang mencari luas bangun datar.
Selama kegiatan kerja kelompok guru membimbing semua kelompok. Setelah selesai melakukan kerja kelompok tiap kelompok
menyampaikan hasilnya untuk dibacakan dan dilakukan pembahasan bersama dengan kelompok lain dengan bimbingan guru. Guru juga memberi kesempatan kepada semua siswa yang belum memahami. Hasil kegiatan siswa berupa lembar kerja dikumpulkan dan diserahkan kepada guru.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Kegiatan penutup ini diisi dengan membuat kesimpulan hasil pembahasan kelompok yakni mengenai mencari luas bangun datar. Siswa mencatat hal-hal yang perlu dan diakhiri guru menutup pertemuan pertama dengan pemberian tugas kepada siswa untuk persiapan kegiatan pertemuan kedua.
Pertemuan Kedua
a. Kegiatan awal (15 menit)
Dalam waktu 15 menit pada kegiatan awal melakukan kegiatan mengecek kehadiran siswa, kegiatan apersepsi dengan melakukan tanya jawab guru dengan siswa secara klasikal. Siswa menyebutkan nama-nama bangun datar.
b. Kegiatan inti (45 menit)
Pada tahap kegiatan inti guru menyampaikan pokok materi secara garis besar mengenai luas bangun datar. Siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok. Masing-masing kelompok mempersiapkan alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan kerja kelompok. Guru memberikan tugas dengan memberikan lembar kerja siswa kepada semua kelompok dan tiap kelompok melakukan kegiatan kerja kelompok tentang mencari luas bangun datar.
Setelah selesai melakukan kerja kelompok tiap kelompok menyampaikan hasilnya untuk dibacakan dan dilakukan pembahasan bersama dengan kelompok lain dengan bimbingan guru. Guru juga memberi kesempatan kepada semua siswa yang belum memahami. Hasil
kegiatan siswa berupa lembar kerja dikumpulkan dan diserahkan kepada guru.
c. Kegiatan Penutup (10 menit)
Kegiatan penutup ini diisi dengan membuat kesimpulan hasil pembahasan kelompok yakni mengenai mencari luas bangun datar. Siswa mencatat hal-hal yang perlu dan diakhiri guru menutup pertemuan kedua dengan pemberian tugas kepada siswa untuk persiapan kegiatan pertemuan ketiga.
Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan awal (10 menit)
Dalam waktu 10 menit pada kegiatan awal melakukan kegiatan mengecek kehadiran siswa, kegiatan apersepsi dengan melakukan tanya jawab guru dengan siswa secara klasikal tentang bentuk-bentuk bangun datar, kemudian siswa siswa diberi tugas untuk mengukur luas salah satu bangun datar yang ada.
b. Kegiatan inti (30 menit)
Pada tahap kegiatan inti guru menyampaikan pokok materi secara garis besar dan mengulang materi pertemuan kedua mengenai luas bangun datar. Siswa membentuk kelompok kecil yang terdiri dari 5 siswa. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan oleh tiap kelompok. Masing-masing kelompok mempersiapkan alat pembelajaran yang diperlukan untuk kegiatan kerja kelompok. Guru memberikan tugas dengan memberikan lembar kerja siswa kepada semua kelompok dan tiap kelompok melakukan kegiatan kerja kelompok tentang bangun datar. c. Kegiatan Penutup (30 menit)
Kegiatan penutup ini diisi dengan evaluasi siklus II. Siswa mengerjakan soal-soal tentang luas bangun datar. Setelah selesai siswa mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan, guru menilai hasil pekerjaan siswa.
Nilai hasil belajar pada siklus II dapat digambarkan seperti pada tabel 7 di bawah ini.
Tabel 7
Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II
No Nama Nilai Keterangan
1 Abdul Rochman 65 Tuntas
2 Khoirul Mahfudin 55 Belum Tuntas
3 Ach. Nur Rokhim 70 Tuntas
4 Mohammad Susanto 60 Tuntas
5 Nasrulloh 90 Tuntas
6 M. Munir 55 Belum Tuntas
7 Abdul Rozaq Al Hakim 75 Tuntas
8 Yusrocha 75 Tuntas
9 Ega Khari Vianto 70 Tuntas
10 Ach. Aris Pujiyanto 70 Tuntas
11 Wiji Astuti 60 Tuntas
12 Purwinanti 90 Tuntas
13 Devi Misrokhawati 75 Tuntas
14 Abdul Rochman 65 Tuntas
15 Siti Malikhatin 55 Belum Tuntas
16 Puput Putrisari 70 Tuntas
17 Nur Azizah 70 Tuntas
18 Chani Fatumila 80 Tuntas
19 Isnnasi Yusro 75 Tuntas
20 Fahrudin 70 Tuntas
21 M. Abu Darim 70 Tuntas
22 M. Muniron 65 Tuntas
23 Infita Ulfuada 70 Tuntas
24 Nur Khikmah 75 Tuntas
25 Eka Bella Safitri 65 Tuntas
26 Yusuf Sulistyo 70 Tuntas
27 Latif Farzada 75 Tuntas
28 Maulana Iskhak 80 Tuntas
29 Firda Anisya 95 Tuntas
30 Ahmad Sofyan 80 Tuntas
Jumlah 2140
Dari tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa siswa yang telah tuntas sejumlah 27 siswa atau 90%, ada 3 atau 10 % siswa yang belum tuntas, dengan nilai rata-rata sebesar 71,33.
Secara rinci tingkat ketuntasan dan persentase hasil belajar siswa pada siklus II dapat digambarkan seperti pada tabel 8 di bawah ini.
Tabel 8
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Siklus II
No Ketuntasan belajar Jumlah Siswa Persentase
1 Tuntas 27 90%
2 Belum tuntas 3 10%
Jumlah 30 100%
Bila digambarkan dalam bentuk grafik akan tampak sebagai berikut.
Gambar 3
Grafik Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II
90% 10% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Tuntas Belum Tuntas
Ketuntasan P e rs e n tase
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai 90% atau 27 siswa, ada 3 siswa atau 10% masih belum tuntas. Bila dibandingkan dengan pra siklus dan
siklus I sangat nampak signifikan perubahan nilai yang didapat siswa, hal ini seperti dapat digambarkan lebih jelas pada tabel 9 di bawah ini.
Tabel 9
Perbandingan Nilai Hasil Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
No Nama Pra
Siklus Siklus I
Siklus
II Ket.
1 Abdul Rochman 65 65 65 Tuntas
2 Khoirul Mahfudin 50 50 55 Belum Tuntas 3 Ach. Nur Rokhim 50 60 70 Tuntas
4 Mohammad Susanto 65 55 60 Tuntas
5 Nasrulloh 50 90 90 Tuntas
6 M. Munir 55 55 55 Belum Tuntas
7 Abdul Rozaq Al Hakim 50 75 75 Tuntas
8 Yusrocha 50 55 75 Tuntas
9 Ega Khari Vianto 70 70 70 Tuntas 10 Ach. Aris Pujiyanto 50 75 70 Tuntas
11 Wiji Astuti 50 55 60 Tuntas
12 Purwinanti 80 95 90 Tuntas
13 Devi Misrokhawati 60 65 75 Tuntas
14 Abdul Rochman 45 60 65 Tuntas
15 Siti Malikhatin 50 45 55 Belum Tuntas
16 Puput Putrisari 55 70 70 Tuntas
17 Nur Azizah 55 75 70 Tuntas
18 Chani Fatumila 60 80 80 Tuntas
19 Isnnasi Yusro 55 70 75 Tuntas
20 Fahrudin 55 75 70 Tuntas
21 M. Abu Darim 55 70 70 Tuntas
22 M. Muniron 60 60 65 Tuntas
23 Infita Ulfuada 65 65 70 Tuntas
24 Nur Khikmah 50 50 75 Tuntas
25 Eka Bella Safitri 55 50 65 Tuntas 26 Yusuf Sulistyo 55 55 70 Tuntas
27 Latif Farzada 60 75 75 Tuntas
28 Maulana Iskhak 75 95 80 Tuntas
29 Firda Anisya 75 100 95 Tuntas
30 Ahmad Sofyan 60 80 80 Tuntas
Jumlah 1730 2040 2140 Tuntas Nilai Rata-rata 57,67 67 71,33 Tuntas
Dari data tabel 9 di atas nampak terlihat bahwa nilai ratai-rata siswa meningkat pada pra siklus 57,67, pada siklus I meningkat menjadi 71,5 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 74.
Sedangkan perbandingan ketuntasan jumlah siswa pada pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 10 di bawah ini.
Tabel 10
Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Pra Siklus dan Siklus I dan Siklus II
No Ketuntasan Belajar
Pra Siklus Siklus I Siklus II Jumlah Siswa Persen-tase Jumlah Siswa Persen-tase Jumlah Siswa Persen-tase 1 Tuntas 12 40% 28 93,34% 30 100% 2 Belum tuntas 18 60% 2 6,06% 0 0% Jumlah 30 100% 30 100% 30 100%
Dari data tabel 10 nampak jelas ada peningkatan siswa yang mencapai ketuntasan belajar yaitu pada pra siklus sejumlah 12 anak atau 40% meningkat menjadi 28 anak atau 93,34% pada siklus I dan pada siklus II telah mencapai 30 anak atau 100%, ini berarti ada peningkatan sebesar 53,34% dari pra siklus sampai siklus I dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 6,66% dari siklus I.
Jumlah anak yang belum tuntas pada pra siklus sejumlah 18 anak (60%), pada siklus I turun menjadi hanya 2 anak (6,06%), dan pada siklus II tidak anak yang belum tuntas (0%). Hal ini menunjukkan bahwa penurunan jumlah anak yang belum tuntas pada pra siklus sampai siklus I sebesar 59,3%, dan pada siklus II semua anak telah mencapai ketuntasan.
Bila digambarkan dalam bentuk grafik anak tampak seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar 4
Grafik Perbandingan Persentase Ketuntasan Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II
12 28 30 18 2 0 40%60% 93.34%6.06% 100%0 0 5 10 15 20 25 30 35
Pra Siklus Siklus I Siklus II
Tuntas Belum Tuntas Persenta se Tuntas Persenta se belum tuntas Refleksi
Hasil belajar siswa dari mulai pra siklus, siklus I dan siklus II nampak jelas ada perubahan peningkatan. Dari awal pra siklus nilai rata-rata siswa hanya 57,67, pada siklus I meningkat menjadi 71,5 dan pada siklus II meningkat menjadi 74.
Perbandingan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan juga meningkat, dari pra siklus sejumlah 12 anak, pada siklus I meningkat menjadi 28 anak dan pada siklus II menjadi 30 anak yang tuntas. Jumlah siswa yang belum tuntas menurun dari 12 anak pada pra siklus, pada siklus I turun menjadi 2 anak, dan akhirnya pada siklus II tidak ada anak yang tidak tuntas.
Semangat dan minat belajar siswa juga meningkat meskipun belum maksimal yang ditandai masih ada nilai anak yang tetap atau bahkan menurun. Namun hal ini tidak menjadi kendala, karena nilai siswa masih tetap di atas KKM. Pada mulanya siswa masih menganggap kegiatan belajar
kelompok hanya hanya sekedar berkumpul, namun pada akhirnya mereka bisa memahami bahwa dengan metode belajar kelompok kemampuan siswa menjadi meningkat, sebab semua siswa mempunyai tanggungjawab dan peran yang sama untuk menyelesaikan tugas agar dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Selama melaksanakan kegiatan belajar kelompok, berdasarkan hasil observasi masih ada ada saja anak yang hanya bermain-main dan ramai, hal ini bisa menganggu jalannya kegiatan belajar kelompok. Peran guru untuk mengarahkan dan mengawasi serta keaktifan siswa untuk bertanya sangat penting untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar kelompok.
Selain meningkatkan hasil belajar, metode belajar kelompok juga dapat menambah pengalaman anak didik dan merangsang anak didik agar lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.