• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tm Antropologi Dental Kel.27

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tm Antropologi Dental Kel.27"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Variasi non-metris pada geligi manusia dipelajari di dalam Antropologi. Antropologi berasal dari kata “anthropos” dan “logos”. Anthropos berarti manusia. Jadi antropologi adalah studi mengenai manusia, baik di bidang biologisnya, maupun di bidang sosial-budayanya. Antropologi dental dimulai pada sekitar abad 19, di mana antropolog dan ahli anatomi melihat adanya variasi morfologis gigi, dan mulai mendeskripsikannya. Variasi morfologi ini diduga berkaitan dengan variasi biologis manusia dari sisi non-dental, sehingga ada kaitannya dengan jenis-jenis ras manusia.

Jenis karakteristik gigi yang mula-mula ditemukan adalah Carabelli cusp atau kadang disebut dengan Carabelli trait. Cusp ini banyak dijumpai pada orang Eropa. Simon Hilson (1996) menyatakan tonjol carabelli pertama kali digambarkan oleh Georg Carabelli pada tahun 1842, seorang dokter gigi asal Austria. Menurut Georg Carabelli (1842 cit. Simon Hilson, 1996), tonjol carabelli adalah tonjol tambahan kecil pada mesiolingual dari molar permanen pertama rahang atas.

Carabelli trait adalah accessory cusp yang letaknya pada bagian mesiolingual molar atas. Karakteristik ini seringkali ditemukan pada sudut mesiolingual M1 permanen atau M2 gigi sulung, dan kadang-kadang dijumpai pada M2 permanen. Pada penelitian yang mengkorelasikan antara Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi, ternyata terdapat korelasi yang positif antara besarnya Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi. Ada indikasi dimorfisme sexual pada ukuran Carabelli cusp, di mana laki-laki cenderung mempunyai cusp yang lebih besar, meskipun tidak semua penelitian menghasilkan kesimpulan yang sama.

Carabelli trait ini mempunyai ukuran yang bervariasi. Ukurannya mulai dari bentuk sebagai tonjolan kecil, sampai dengan cusp yang ukurannya sama besar dengan cusp inti. uberkulum carabeli atau tonjol carabelli memiliki berbagai macam ekspresi, dia menjelaskan 4 jenis kategori: lobular, cuspoid, ridges dan

(2)

2

pitted. Oleh karena variasi dari penampakan dari tonjol carabelli, termasuk indentasi permukaan (ridges atau pit), dirasakan bahwa istilah Carabelli’s Anomaly (tuberkulum anomaly carabelli= TAC) lebih banyak diterapkan berdasarkan pada fakta. Anomaly ini paling sering terdeteksi secara simetris di kedua sisi rahang atas (Alvesalo et al., 1975). Anomali umumnya bilateral, tetapi Dietz (1944) menemukan kasus unilateral yang langka. Hal ini terjadi biasanya pada molar pertama rahang atas, meskipun Carabelli sendiri menunjukkan bahwa tonjol carabeli dapat terjadi di salah satu molar rahang atas.

Kejadian dan tingkat ekspresi di antara spesies yang berbeda, yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan untuk membandingkan berbagai populasi. Ini merupakan produk akhir dari interaksi dari sebuah sistem yang kompleks dari faktor lingkungan dan ontogenetic.

1.2 Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah : - Mendiskripsikan mengenai carrabelli cups

- Menjelaskan evolusi dan mekanisme pewarisan sifat carabelli’s trait.

1.3 Manfaat

Makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan masyarakat pada umumnya untuk mengetahui definisi dan ciri-ciri carrabelli cups dan mekanisme evolusi pewarisan sifat carrabelli’s trait.

(3)

3

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 2.1 Nama-nama dan letak cusp pada molar atas

Dental traits dijumpai baik pada gigi seri, taring, premolar maupun

geraham (molar). Karakteristik gigi yang sering observasi adalah pada bagian molar, karena merupakan jenis gigi yang paling besar pada manusia. Molar atas dan molar bawah mempunyai bentuk yang sedikit berbeda. Molar atas biasanya terdiri dari 4 cusp, yaitu seperti pada gambar 2.1

2.1 Carabelli Trait

Sifat Carabelli adalah elevasi, alur atau lubang, biasanya terlihat, ketika hadir, pada permukaan palatal dari titik puncak mesiopalatal dari primary kedua rahang atas, maxillary geraham permanen pertama dan kedua. Sebuah telaah pustaka tentang sifat ini menunjukkan suatu etnis variasi dalam beberapa kasus seksual dimorfisme dalam sebuah ekspresi.

Karakteristik gigi ini mungkin adalah yang paling dikenal oleh para dokter gigi, khususnya oleh dokter gigi kulit putih ( Eropa, Amerika Serikat, dan Australia ). Carabelli trait ditemukan oleh Georg von Carabelli pada tahun 1842. Dia adalah seorang dokter gigi yang dipekerjakan oleh Kaisar Franz di Austria. Carabelli trait adalah accessory cusp yang letaknya pada bagian mesiolingual

(4)

4

molar atas. Karakteristik ini seringkali ditemukan pada sudut mesiolingual M1 permanen atau

M2 gigi sulung, dan kadang-kadang dijumpai pada M2 permanen. Pada penelitian yang mengkorelasikan antara Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi, ternyata terdapat korelasi yang positif antara besarnya Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi 11, 12, 13, 14.

Ada indikasi dimorfisme sexual pada ukuran Carabelli cusp, di mana laki-laki cenderung mempunyai cusp yang lebih besar, meskipun tidak semua penelitian menghasilkan kesimpulan yang sama. Pada penelitian Hsu et all, ditemukan juga bahwa terdapat korelasi yang positif antara kemunculan Carabelli cusp dan Shovel shape pada populasi di Cina di Taiwan dan Bunun (penduduk asli di Taiwan), khususnya pada populasi yang pertama.

Gambar 2.2 Carabelli trait pada molar pertama (M1) atas kanan, dilihat dari oklusal

Sebagai cusp, Carabelli trait ini mempunyai ukuran yang bervariasi. Ukurannya mulai dari bentuk sebagai tonjolan kecil, sampai dengan cusp yang ukurannya sama besar dengan cusp inti. Kadangkala, Carabelli ini berupa cingulum yang muncul di bagian lingual. Hal seperti ini juga dijumpai pada primata selain manusia, misalnya chimpanzee, gibbon, orangutan dan gorilla.

(5)

5

Gambar 2.3 Level dari carabelli pada area mahkota

Kebanyakan peneliti mengklasifikasikan Carabelli sifat ke dalam delapan kategori seperti yang diusulkan oleh Dahlberg, metode dengan kategori yang tidak begitu banyak karena ukuran kecil sampel abad pertengahan, tetapi terutama dalam rangka untuk mengklasifikasikan sifat pada dikenakan geraham. Sedikit modifikasi dari metode Alvesalo dan associates digunakan untuk mengklasifikasikan sifat pada skala lima-grade, mulai dari ketiadaan melalui empat kelas kehadiran. Dalam klasifikasi ini, galur berbentuk y dikombinasikan dengan lubang dan galur yang satu ke kelas 1. Jadi ekspresi mencetak sebagai berikut: 0 kelas - permukaan halus (sifat absen), kelas 1 - pit, alur tunggal, y berbentuk alur, kelas 2 - alur ganda, kelas 3 - tonjolan sedikit, kecil cusp ; kelas 4 - cusp besar (distal perbatasan titik puncak dalam kontak dengan alur palatal memisahkan cusp mesiopalatal dan distopalatal). Kelas 1 dan 2 merupakan ekspresi negatif sifat tersebut, sedangkan kelas 3 dan 4 adalah ekspresi positif.

2.2 Struktur Tuberkulum Anomali Carabelli (TAC)

Antropologi dental dimulai pada sekitar abad 19, di mana antropolog dan ahli anatomi melihat adanya variasi morfologis gigi, dan mulai mendeskripsikannya. Variasi morfologi ini diduga berkaitan dengan variasi biologis manusia dari sisi non-dental, sehingga ada kaitannya dengan jenis-jenis ras manusia. Jenis karakteristik gigi yang mula-mula ditemukan adalah Carabelli

(6)

6

cusp atau kadang disebut dengan Carabelli trait. Cusp ini banyak dijumpai pada orang Eropa. (Artaria,2007). etiologi dari tonjol Carabelli tetap tidak diketahui. Genetik dan faktor eksogen telah diajukan. Kebanyakan penelitian setuju bahwa penampilan fenotipik tonjol ditentukan secara genetik. Menurut Dietz (1994), harus ada gen dominan yang bertanggung jawab atas kehadiran tuberkel carabelli ini. (Mavrodisz, et all, 2007)

Sebagai cusp, Carabelli trait ini mempunyai ukuran yang bervariasi. Ukurannya mulai dari bentuk sebagai tonjolan kecil, sampai dengan cusp yang ukurannya sama besar dengan cusp inti. Kadangkala, Carabelli ini berupa cingulum yang muncul di bagian lingual. Hal seperti ini juga dijumpai pada primata selain manusia, misalnya chimpanzee, gibbon, orangutan dan gorilla

Alvesalo et all (1975) meneliti 233 pasien penduduk pedesaan di Finlandia untuk kehadiran toonjol carabelli. 79% dari mereka memiliki tonjol di molar pertama. Terjadinya struktur bilateral dengan berbagai derajat asimetri. Mereka mengklasifikasikan struktur carabelli sebagai berikut:

1. Permukaannya halus. 2. satu groove atau parit.

3. double groove atau alur berbentuk Y. 4. Sedikit tonjol kecil atau titik puncak. 5. Puncak tonjol yang besar

Stuktur dari carabelli adalah berbentuk tuberkulum atau tonjolan kecil, atau groove, sering terdapat di permukaan palatal dari tonjol mesiopalatal dari molar permanen rahang atas dan molar decidui kedua rahang atas.(Biggerstaff R.H, 1973) termasuk mencakup berbagai jenis variasi, mulai dari sama sekali tidak ada pit, groove, tuberkulum, cups (tonjol). (Abrams,L., et al, 1992). Notasi ini memberikan dasar bagi upaya awal untuk mendapatkan skala deskriptif. Suatu tinjauan pustaka mengenai fitur ini menunjukkan perubahan dalam etnis dan dalam beberapa kasus Dimorfisme seksual. Dietz (1944) menemukan bahwa tuberkulum carabeli atau tonjol carabelli memiliki berbagai macam ekspresi, dia menjelaskan 4 jenis kategori: lobular, cuspoid, ridges dan pitted. Oleh karena

(7)

7

variasi dari penampakan dari tonjol carabelli, termasuk indentasi permukaan (ridges atau pit), dirasakan bahwa istilah Carabelli’s Anomaly (tuberkulum anomaly carabelli= TAC) lebih banyak diterapkan berdasarkan pada fakta. Anomaly ini paling sering terdeteksi secara simetris di kedua sisi rahang atas (Alvesalo et al., 1975).

Anomali umumnya bilateral, tetapi Dietz (1944) menemukan kasus unilateral yang langka. Hal ini terjadi biasanya pada molar pertama rahang atas, meskipun Carabelli sendiri menunjukkan bahwa tonjol carabeli dapat terjadi di salah satu molar rahang atas. Kejadian yang paling langka di molar ketiga Sejak itu banyak penelitian telah dilakukan pada morfologi dari tonjol carabelli, yang merupakan penemuan penting pada antropologi, dan modus hereditas. Kejadian dan tingkat ekspresi di antara spesies yang berbeda, yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan untuk membandingkan berbagai populasi (Palomino et al., 1977). Ini merupakan produk akhir dari interaksi dari sebuah sistem yang kompleks dari faktor lingkungan dan ontogenetic. Terkadang tuberkulum carabelli muncul pada molar kedua rahang atas di bagian cuspid mesiopalatalnya. (Indriati, 2004)

2.3 Insidensi Tuberkulum Anomali Carabelli (TAC)

Carabelli trait ditemukan oleh Georg von Carabelli pada tahun 1842. Dia adalah seorang dokter gigi yang dipekerjakan oleh Kaisar Franz di Austria. Carabelli trait adalah accessory cusp yang letaknya pada bagian mesiolingual molar atas. Frekuensi kemunculan dari tonjol carabelli telah di laporkan di banyak tulisan. Karakteristik ini banyak di temukan pada bangsa eropa. Pada laporan lain melaporkan tonjol ini ditemukan jarang pada suku Indian, aborigin,Australia, bangsa china, Eskimo dan negroid.(Tedeschi, C.G.,et al, 1988)

Pada populasi kaukasoid memiliki perbedaan denga ras mongoloid, karena kaukasoid memiliki prevelensi dari tuberkel carabelli yang lebih tinggi( Hsu et al. , 1997 ). Sesuai dengan penelitian, perkawinan antara ras eropadan mongoloid dapat mereduksi prevalesnsi kemunculan tuberkulum pada ras europid(eropa-mongoloid).(Mavrodisz,K., et al, 2007) Pada salah satu studi di suku Saudi Arabia, ditemukan hasil lebih lanjut menunjukkan bahwa walaupun varietas TB (tuberculum) lebih sering terlihat di salah satu dari dua jenis gigi lebih kasus

(8)

8

dalam pertumbuhan gigi permanen daripada di gigi primer. Hal ini konsisten dengan temuan oleh Salako et al 1993 antara etnis Yoruba di Nigeria. Penjelasan untuk fenomena ini mungkin berkaitan dengan perbedaan dalam periode waktu pengembangan dan waktu yang diperlukan untuk Odontogenesis relatif pendek di gigi primer dibandingkan dengan pertumbuhan gigi permanen. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan yang kurang ditandai dari karakteristik morfologi dari setiap gigi primer. Nilai prevalensi diperoleh untuk penduduk Saudi serupa dengan Malaysia (Rushman.), tetapi lebih rendah daripada populasi lain dalam penelitian lain.

Karakteristik ini seringkali ditemukan pada sudut mesiolingual M1 permanen atau M2 gigi sulung, dan kadang-kadang dijumpai pada M2 permanen. Pada penelitian yang mengkorelasikan antara Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi, ternyata terdapat korelasi yang positif antara besarnya Carabelli cusp dengan ukuran mahkota gigi. Ada indikasi dimorfisme sexual pada ukuran Carabelli cusp, di mana laki-laki cenderung mempunyai cusp yang lebih besar, meskipun tidak semua penelitian menghasilkan kesimpulan yang sama (Harris,E.F., 2007). Pada penelitian Hsu et al., ditemukan juga bahwa terdapat korelasi yang positif antara kemunculan Carabelli cusp dan Shovel shape pada populasi di Cina di Taiwan dan Bunun (penduduk asli di Taiwan), khususnya pada populasi yang pertama.

(9)

9

BAB 3

PEMBAHASAN

Morfologi gigi telah dikenal untuk menunjukkan variasi membentuk satu kelompok etnis yang lain. Ini memiliki umumnya, telah dianggap berasal dari pengaruh genetik dan beberapa lingkungan faktor. Salah satu morfologi karakteristik seperti yang telah dijamin banyak penyelidikan di berbagai kelompok etnis di dunia adalah sifat dari Carabelli (Salako, 1993)

Carabelli cusp atau kadang disebut dengan Carabelli trait banyak dijumpai pada orang Eropa. Morfologi gigi, khususnya karakteristik gigi seperti Carabelli’s cusp berkaitan erat dengan faktor genetis. Karena faktor genetis sangat kuat berpengaruh pada karakteristik gigi,maka gigi dapat digunakan untuk menentukan garis keturunan. Gigi anak tentu sangat mirip dengan gigi orang tuanya, sehingga dapat diprediksi apakah si X merupakan anak dari pasangan A dan B ataukah pasangan C dan D.

Hasil penelitian Boraas et al. menyebutkan bahwa saudara kembar satu telur (monozygot) lebih mirip satu sama lain karakteristik giginya dari pada saudara kembar dua telur (dizygot). Dengan demikian ini memperkuat kesimpulan bahwa faktor genetis erat kaitannya dengan karakteristik gigi.

Dimensi yang diperoleh untuk gigi laki-laki yang jelas pada sisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang untuk perempuan. Hal ini dapat dijelaskan atas dasar bentuk gigi molar pertama, yang dikendalikan oleh konstitusi genetik individu. Dengan demikian, gigi laki-laki biasanya lebih besar dalam ukuran dibandingkan dengan gigi perempuan. Ini adalah kromosom Y yang tampaknya berkontribusi paling ukuran gigi dengan mengontrol ketebalan dentin, sedangkan kromosom X tampaknya bertanggung jawab untuk ketebalan modulasi dari enamel. The dimorfisme seksual dalam morfologi gigi disebabkan oleh adanya dentin relatif lebih dalam mahkota gigi laki-laki (Iscan dan Kedici, 2003).

Sementara perbedaan gigi antara kedua jenis kelamin dalam kelompok manusia yang beberapa telah ditemukan sangat dimorfik, itu tidak ditemukan sehingga di Turki (Iscan dan Kedici, 2003), di mana kurangnya dimorfisme berasal dari subjek laki-laki. Ini memvalidasi persepsi bahwa dimorfisme seksual

(10)

10

adalah populasi tertentu. Dimorfisme seksual Persentase dihitung keluar lebih tinggi untuk dimensi buccolingual (4.6% untuk sisi kanan dan 5,18% untuk sisi kiri) dibandingkan dengan dimensi mesiodistal. Ini adalah sejalan dengan temuan untuk American putih (Garn et al., 1966), dan daerah India Selatan (Nair et al., 1999) menampilkan dimorfisme maksimum (9,0% untuk sisi kanan, 10,2% untuk sisi kiri).

Sifat Carabelli ini ditemukan secara seksual dimorfik dalam bahasa Cina kami dan populasi Aborigin. Dimorfisme serupa telah ditemukan tempat lain, namun penemuan ini bertentangan dengan beberapa lainnya investigasi. Untuk menyimpulkan bahwa perbedaan jenis kelamin ada di sifat Carabelli adalah sulit.

Carabelli sifat muncul dari permukaan lingual dari protocone (yang cusp mesiolingual gigi molar atas) dan biasanya mulai terbentuk setelah empat cusp utama dari molar telah dimulai berkisar sifat. Dalam ekspresi dari alur ashallow ke titik puncak dengan apex gratis yang saingan hypocone, salah satu dari empat katup molar yang utama, dalam ukuran. Diramalkan bahwa jika model kaskade dapat menjelaskan kehadiran dan ukuran titik puncak Carabelli, maka: (1) dengan gigi yang lebih kecil intercusp jarak relatif terhadap ukuran mahkota akan lebih mungkin untuk memiliki titik puncak Carabelli dan, (2) gigi dengan intercusp terkecil jarak relatif terhadap ukuran mahkota akan memiliki Carabelli terbesar katup.

Model ini juga didasarkan pada gagasan bahwa morfologi adalah diproduksi bukan oleh gen saja melainkan oleh interaksi dari gen operasi jaringan dalam konteks spasial yang berkembang epitel permukaan yang sendiri memberikan kontribusi terhadap morfologi akhir bentuk mahkota. Mengingat model seperti itu di mana kedua gen dan hubungan spasial knot enamel mempengaruhi hasil morfologi, hubungan antara ekspresi dan Carabelli spasi intercusp relatif harus diperluas ke gigi pada sisi berlawanan dari individu yang sama. Artinya, individu dengan intercusp kecil jarak relatif terhadap ukuran mahkota pada satu sisi rahang juga harus memiliki katup yang lebih besar Carabelli di sisi itu. Meneliti asimetri

(11)

11

dalam ukuran cusp Carabelli dalam individu menawarkan kesempatan baru untuk menguji prediksi model saat genotipe tetap konstan. Investigasi dari kedekatan populasi manusia berdasarkan pada analisis morfologi gigi secara rutin menggabungkan sifat ini, yang pernah berpikir untuk melambangkan populasi tertentu manusia.

Sifat Carabelli juga hadir pada frekuensi variabel dan tingkat ekspresi di Plio-Pleistosen spesies hominin. Mengingat sentralitas sifat ini untuk mempelajari evolusi hubungan antar manusia masa lalu dan sekarang, pemahaman dari dasar-dasar perkembangan sifat Carabelli berguna. Jika kaskade pola model morfogenesis gigi berlaku untuk sifat Carabelli, maka potensi tinggi untuk homoplasy di ekspresi Carabelli serta hubungan antara Carabelli dan fitur gigi lainnya dapat diharapkan.

(12)

12

BAB 4

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Carabelli traits atau karakteristik gigi manusia merupakan morfologi yang

mengandung komponen genetis yang sangat kuat, salah satunya adalah carabelli’s trait, karenanya sangat berguna untuk dimanfaatkan dalam mencari tahu berbagai permasalahan yang menyangkut faktor keturunan ataupun afinitas antar populasi. Penelitian di bidang ini sering diiringi dengan studi di bidang lain—misalnya di bidang linguistik, arkeologi, sejarah, ataupun genetika, dan berguna untuk memperkuat kesimpulan yang diambil.

4.2 Saran

Penelitian di bidang morfologi gigi dapat dilakukan baik dari sisi metris maupun non-metris. Dari sisi non-metris dapat dipilih berbagai dental traits, terutama Carabelli’s Trait yang hasilnya dapat memperkaya pengetahuan mengenai afinitas dan asal-usul populasi di berbagai belahan dunia.

(13)

13

DAFTAR PUSTAKA

Agnihotri, Gaurav. Sikri,Vimal dan Harris, EF. 2010. Crown and Cusp

Dimensions of the Maxillary First Molar: A Study of Sexual Dimorphism in Indian Jat Sikhs. Dental Anthropology. USA : University of Tennessee. Volume

23, Number 1

Artaria, M.D. 2008. Variasi Non-Metris pada Geligi Manusia. Departemen Antropologi, FISIP. Surabaya: Airlangga University Press.

Hunter, JP et all. 2010. Model of Tooth Morphogenesis Predicts

Carabelli Cusp Expression, Size, and Symmetry in Humans

Hsu JW, et all. 1997. The effect of shovel trait on Carabelli's trait in

Taiwan Chinese and aboriginal populations. J Forensic. Sci 1997;42(5):802-806

Hsu, JW. Et all. 1999. Ethnic dental analysis of shovel and Carabelli’s

traits in a Chinese population. Australia : Australian Dental Journal. 44:(1):40-45

Iztok, et all. 2006. Carabelli's Trait in Contemporary Slovenes and

Inhabitants of a Medieval Settlement. Slovenia : University of Ljubljana

Julica, Mawar Putri. 2010. Ilmu kedokteran gigi forensik. Yogyakarta : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada.

Salako, NO dan Bello, LL. 1993. Prevalence Of The Carabelli Trait In

Saudi Arabian Children.

Tsai, PL et all. 1996. Logistic Analysis of the Effects of Shovel Trait on

Gambar

Gambar 2.1 Nama-nama dan letak cusp pada molar atas
Gambar 2.2 Carabelli trait pada molar pertama (M1) atas kanan, dilihat dari  oklusal
Gambar 2.3 Level dari carabelli pada area mahkota

Referensi

Dokumen terkait

Masuk dalam mamg pamer C, dimana berisi tentang alat - alat gamelan, pengunjung diarahkan untuk dapat menikmati koleksi gamelan yang disajikan secara lengkap ataupun secara

Increasing moisture stress resulted in progressively less leaf area, crop growth rate (CGR), plant height, shoot dry matter and harvest index. When de®cit irrigation was increased to

Pendidikan Sejarah UPI yang telah memfasilitasi penulis dalam banyak hal. terutama kepentingan administrasi

Kosakata yang termasuk ke dalam pola Afaresis adalah kosakata singkatan yang dibentuk melalui proses penghilangan fonem pada awal kata tanpa adanya perubahan dalam makna. Dengan kata

Sehubungan dengan pelelangan yang dilakukan oleh POKJA II Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2017 Pada Bagian Layanan Pengadaan Kabupaten Musi Banyuasin untuk kegiatan :.

Pada penelitian ini untuk menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat menjawab permasalahan penelitian bahwa peningkatan reliabilitas dapat meminimasi

Garapan tari Jagra Purwasidhi ini merupakan sebuah karya pendekatan tari kreasi baru yang menggambarkan seorang penjaga sebuah tempat keramat yaitu mata air di Pura Ponjok Batu..

Pendekatan eksternal adalah pendekatan yang dilakukan dengan cara mendaftarkan karyawan pada program atau kegiatan yang diberikan oleh lembaga pemerintah, organisasi