• Tidak ada hasil yang ditemukan

School of Communication &

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "School of Communication &"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Materi Week-2a

By Dr. Ida Nurnida

School of Communication &

Business – Telkom University

(2)

Perspektif KLASIK,

Perspektif NEO

KLASIK,

Perspektif MODERN

Perspektif POST

MODERN

School of Communication &

Business – Telkom University

(3)

 Teori organisasi yang ada sekarang ini merupakan hasil

dari sebuah proses evolusi.

 Selama beberapa dekade, para akademisi dan praktisi

dari latar belakang dan perspektif yang berbeda telah

mengkaji dan menganalisis tentang teori-teori organisasi.

 Organisasi yang ada pada saat ini mencerminkan suatu

pola perkembangan yang kumulatif, berbagai teori telah diperkenalkan, dievaluasi dan diperbaiki dari waktu ke waktu.

 Pandangan-pandangan baru cenderung mencerminkan

keterbatasan teori-teori terdahulu, jadi jika ingin

memahami apa yang tengah berlangsung sekarang ini pada teori organisasi maka kita perlu melihat

kebelakang di sepanjang alur tempat teori itu berasal.

School of Communication &

Business – Telkom University

(4)

Teori organisasi klasik (classical theory) atau biasa

disebut dengan teori tradisional berisi konsep-konsep organisasi dalam kerangka waktu 1900-1930. Dalam teori ini organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta memberikan

petunjuk mekanistik struktural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

 Teori klasik mendefinisikan organisasi sebagai struktur

hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan,

peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang

bekerjasama.

School of Communication &

Business – Telkom University

(5)

Aliran klasik mengembangkan prinsip-prinsip

atau model universal yang dapat digunakan pada semua keadaan, melihat organisasi

sebagai sistem tertutup yang diciptakan untuk mencapai tujuan dengan efisien.

Tema utama aliran klasik adalah efesiensi dan

mekanistis sedangkan berdasarkan perspektif sistem teori organisasi klasik bersifat tertutup dan berdasarkan perspektif tujuan bersifat

rasional.

School of Communication &

Business – Telkom University

(6)

School of Communication &

Business – Telkom University

TOKOH-TOKOH ERA KLASIK

Beberapa tokoh yang terkenal dalam aliran Klasik antara lain :

 Max Weber,

 Frederick Winslow Taylor,  Henry Fayol.

(7)

 Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam

bukunya “ The Protestant Ethic and Spirit

Capitalism “.

 Birokrasi menurut Weber bersifat Legal Rasional.  Organisasi itu legal, karena wewenangnya

berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas dan

organisasi disebut rasional dalam penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk

mencapai tujuan tersebut .

School of Communication &

Business – Telkom University

(8)

Birokrasi mencoba melukiskan sebuah

organisasi yang ideal, organisasi yang

secara murni rasional dan yang akan

memberikan efesiensi operasi yang

maksimum.

Karakteristik-karakteristik birokrasi

merupakan esensi dari organisasi yang

ideal.

School of Communication &

Business – Telkom University

(9)

 Pembagian kerja. Pekerjaan dari setiap orang

dipecah-pecah sampai ke pekerjaan-pekerjaan yang sederhana, rutin dan ditetapkan dengan jelas.

 Hirarki kewenangan yang jelas  Formalisasi yang tinggi

 Bersifat tidak pribadi (impersonal)

 Pengambilan keputusan mengenai penempatan

pegawai didasarkan atas kemampuan

 Jejak karier bagi para pegawai

 Kehidupan organisasi yang dipisahkan dengan jelas

dari kehidupan pribadi.

School of Communication &

Business – Telkom University

(10)

 Organisasi birokratis mungkin dapat diterapkan

dengan lebih baik dengan menggunakan beberapa seting yang berbeda.

 Walaupun bentuk birokrasi lebih banyak diterapkan

pada organisasi pemerintah bentuk ini juga dapat diterapkan pada organisasi bisnis, organisasi

sukarela atau organisasi- organisasi keagamaan.

 Organisasi birokrasi sangat menarik sebab

menampakkan pentingnya pendekatan paling efesiensi untuk mengawasi pekerjaan yang

diberikan karyawan dengan jumlah objek yang besar.

School of Communication &

Business – Telkom University

(11)

 Pengalaman secara umum cenderung

menunjukkan bahwa keaslian tipe birokrasi

administrasi adalah berasal dari keaslian dalam sudut pandang tehnikal, kesesuaian yang tinggi dalam mencapai efesiensi dan secara formal

mementingkan pengetahuan dan rasionalitas tentang pentingnya melaksanakan pengawasan terhadap manusia, karena organisasi birokrasi menyediakan struktur yang pasti dari sedikit

kekuasaan dimana perintah-perintah disalurkan beradasarkan tingkat dari jumlah pengaruh

dalam posisi yang dikuasai.

School of Communication &

Business – Telkom University

(12)

 Manajemen Ilmiah (Scientific Management) dikembangkan mulai

tahun 1911 oleh Frederick Winslow Taylor dengan karyanya yang berjudul “ Principles of Scientific Management “ menandai awal penciptaan teori yang serius di bidang manajemen dan organisasi.

 Titik penekanan yang ditampakkan dalam mempelajari

manajemen adalah percobaan untuk memperoleh prinsip-prinsip ilmiah yang menjadi petunjuk kegiatan dari praktek manajer

untuk mendisain atau memodifikasi struktur organisasi. Tekanannya pada ilmu adalah sangat penting,

Ada dua pendapat penting tentang manajemen ilmiah, pertama

manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada

studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “ a bag of trick” untuk meningkatkan efesiensi kerja organisasi.

School of Communication &

Business – Telkom University

(13)

1. Penggantian metode kira-kira atau sistem

coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan di setiap unsur kegiatan.

2. Seleksi dan pelatihan para pekerja secara

ilmiah

3. Kerjasama antara manajemen dan buruh

untuk menyelesaikan tujuan pekerjaan, yang sesuai dengan metode ilmiah.

4. Pembagian tanggung jawab yang lebih merata

diantara manajer dan para pekerja, yaitu pihak pertama sebagai perencana dan supervise

sedangkan yang kedua sebagai pelaksana.

School of Communication &

Business – Telkom University

(14)

 Walaupun prinsip-prinsip organisasi ditulis pada

waktu yang hampir bersamaan tetapi fokus Taylor dan Fayol berbeda.

 Ide-ide Taylor didasarkan atas penelitian ilmiah

sedangkan Fayol menulis atas dasar pengalamannya bertahun-tahun sebagai seorang praktisi eksekutif.

 Fayol mencoba menengembangkan prinsip-prinsip

umum yang dapat diaplikasikan pada semua manajer dari semua tingkatan organisasi dan menjelaskan

fungsi-fungsi yang harus dilakukan seorang manajer, sedangkan Taylor memusatkan perhatian pada tingkat yang paling rendah dalam organisasi.

School of Communication &

Business – Telkom University

(15)

 Fayol menggunakan seluruh karier bisnisnya

pada sebuah perusahaan pertambangan dan industri di Perancis dan pensiun setelah

membuat kemajuan besar dalam

mengorganisir dan memperluasnya.

 Fayol berpendapat bahwa prinsip-prinsip

administrasi dapat dan harus diaplikasikan pada semua bentuk organisasi tidak hanya pada perusahaan dan industri.

School of Communication &

Business – Telkom University

(16)

1. Pembagian Kerja, (Division of work)

2. Wewenang dan Tanggung jawab (Authority

and responsibility)

3. Disiplin (Diciplin)

4. Kesatuan Perintah (Unity of command) 5. Kesatuan Pengarahan (Unity of direction)

6. Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi (Subordination interest of

individual interest to general interest )

7. Balas jasa (remuneration of personnel)

School of Communication &

Business – Telkom University

(17)

8. Sentralisasi (Centralization) 9. Rantai Skalar (Scalar chain) 10.Tata tertib (Order)

11.Keadilan (Equity)

12. Kelanggengan personalia (Stability of tenure

of personnel )

13. Inisiatif (Initiative)

14.Semangat Korps (Esprit de corps)

School of Communication &

Business – Telkom University

(18)

Selain dari empat belas prinsip tersebut, Henry Fayol mengemukakan pula bahwa kegiatan dalam setiap industri dapat dibagi dalam enam bidang :

1. Manajerial

2. Pembukuan termasuk didalamnya statistik 3. Teknis (produksi)

4. Komersial ( membeli, menjual dan melaksanakan pertukaran )

5. Finansial ( pencaharian dan penggunaan modal secara optimal )

6. Kepastian ( perhitungan harta dan manusia )

School of Communication &

Business – Telkom University

(19)

 Aliran Neo Klasik atau biasa disebut dengan

aliran human relation menjadikan perilaku

manusia dan sifat sosial sebagai pusat perhatian.

 Anggapan dasar teori ini adalah menekankan

pada pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya.

 Atas dasar anggapan tersebut, maka teori neo

klasik mendefinisikan suatu organisasi sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

School of Communication &

Business – Telkom University

(20)

Beberapa tokoh yang terkenal dalam aliran Neo Klasik antara lain :

Elton Mayo dengan “ Howthorne Study “  Hugo Musnterberg “ Psikologi Industri “

 Maslow “ Teori Hirarki Kebutuhan “ (Basic Need)  Herzberg “ Motivasi Dua Faktor “

 Chester Bernard “ Sistem Kerjasama “  Douglas Mc. Gregor “ Teori X dan Y “

School of Communication &

Business – Telkom University

(21)

Penemuan-penemuan Howthorne telah

menambah dimensi dimensi baru dan esensial bagi teori organisasi.

Di dalam kajian Howthorne tersebut telah

memperkenalkan gagasan bahwa organisasi adalah suatu sistem terbuka dimana segmen teknis dan manusiawi saling terkait erat.

Percobaan-percobaan Howthorne menunjukkan

bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi

organisasi.

School of Communication &

Business – Telkom University

(22)

Kajian Howthorne diperluas dan diteruskan

pada tahun 1930-an, yang pada mulanya diciptakan oleh para insinyur industri dari Western electric untuk menguji akibat dari

berbagai macam tingkat penerangan terhadap produktivitas kerja.

Kesimpulan dari penelitian ini ternyata bahwa intensitas penerangan jelas tidak mempunyai hubungan langsung dengan produktivitas

kelompok, tetapi mereka tidak dapat

menjelaskan perilaku yang mereka saksikan.

School of Communication &

Business – Telkom University

(23)

Selanjutnya para insinyur Western Electric

menghubungi ahli psikologi Elton Mayo untuk ikut dalam kajian tersebut, yang menambahkan elemen-elemen penguji perubahan panjang hari kerja dan waktu kerja dalam seminggu, pengenalan waktu

istirahat, serta rencana upah individual dan kelompok. Dari kajian tersebut, ternyata insentif tidak terlalu

berpengaruh terhadap produktivitas.

Kajian Howthorne mengantar ke jaman humanisme

organisasi dalam melihat rancangan organisasi para manajer selalu mempertimbangkan akibat terhadap kelompok kerja, sikap pegawai dan hubungan antara manajemen dengan pegawai.

School of Communication &

Business – Telkom University

(24)

 Hugo Munsterberg merupakan pencetus

psikologi industri sehingga dikenal sebagai Bapak Psikologi Industri. Dalam bukunya “ Psikology and Industrial Efficiency”

menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara,

yaitu :

a. Penemuan best possible person. b. Penciptaan best possible work. c. Penggunaan best possible effect

School of Communication &

Business – Telkom University

(25)

 Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa

seseorang berprilaku tertentu karena

didorong oleh berbagai kebutuhan yang harus dipenuhinya.

 Maslow menggolongkan kebutuhan manusia

menjadi lima macam yang tersusun dalam suatu hirarki.

School of Communication &

Business – Telkom University

(26)

1. Kebutuhan yang bersifat fisiologis

(physiological needs), yang dapat

dimanifestasikan dalam hal kebutuhan akan makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan lain yang bersifat fisik, misalnya kebutuhan bebas akan rasa sakit.

2. Kebutuhan akan rasa aman (safety and

security needs), misalnya dalam bentuk

kebutuhan akan kebebasan dari segala bentuk ancaman, baik di dalam dinas maupun diluar jam dinas, bebas dari segal macam tuduhan, kebutuhan akan keamanan jiwa dan harta.

School of Communication &

Business – Telkom University

(27)

1. Kebutuhan sosial dan rasa memiliki (social and

belongingness). Yang termasuk dalam

kebutuhan ini antara lain kebutuhan akan berkelompok(berteman), afiliasi, interaksi, dicintai dan mencintai.

2. Kebutuhan akan penghargaan atau prestige

(esteem needs), kebutuhan ingin dihargai pendapatnya dan dihormati.

3. Kebutuhan untuk mempertinggi kapasitas

kerja/Aktualisasi diri (self actualization), yaitu kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri

dengan menggunakan kemampuan, ketrampilan dan potensi.

School of Communication &

Business – Telkom University

(28)

 Teori ini dinamakan teori dua faktor karena

dalam teori ini dikembangkan dua faktor motivasi bagai para pegawai. Faktor yang pertama dinamakan faktor yang membuat pegawai merasa tidak puas (dissatisffiers factor) dan faktor yang kedua adalah faktor yang membuat pegawai merasa puas

(satisfiers factor).

 Dua factor tersebut juga dinamakan faktor

ekstrinsik dan intrinsik.

School of Communication &

Business – Telkom University

(29)

 Faktor yang membuat pegawai tidak puas

(dissatifiers) atau faktor ekstrinsik meliputi faktor-faktor sebagai berikut :

 Gaji atau upah  Keamanan Kerja  Kondisi Kerja  Status

 Kebijaksanaan perusahaan

 Mutu dari teknik pengawasan

 Interaksi antar personal, yang dapat dibedakan menjadi inetraksi antar sesama pegawai, interaksi antara atasan dan bawahan.

School of Communication &

Business – Telkom University

(30)

 Faktor yang kedua yaitu faktor pemuas

(satisfiers) atau intrinsik terdiri dari

serangkaian kondisi yang meliputi beberapa faktor sebagai berikut :

Pengakuan (recognition)

Tanggung jawab (responsibility) Prestasi (achievement)

Pekerjaan itu sendiri (the work itself)

Adanya kemungkinan untuk berkembang (the

possibility of growth)

Kemajuan (advancement)

School of Communication &

Business – Telkom University

(31)

 Chester Barnard merupakan pencetus “ organisasi

sebagai sistem sosial “, yaitu yang pertama kali memperlakukan organisasi sebagai suatu sistem.

Barnard dalam karyanya “The Function of The

Executive” menekankan agar organisasi dan individu

dapat berhasil, organisasi dan individu tersebut harus mengembangkan kerjasama.

 Barnard menekankan pentingnya pengakuan

terhadap adanya organisasi informal disamping organisasi yang formal.

School of Communication &

Business – Telkom University

(32)

 Beberapa pandangan dari Chester Barnard :  Lebih menekankan aspek psikologi dari pada aspek

teknis ekonomis

 Hidupnya organisasi bergantung pada pemeliharaan keseimbangan diantara sumbangan dengan

kepuasannya.

 Perlu diberikan imbalan psikosial disamping materi.  Wewenang bergantung pada kesediaan bawahan

untuk patuh

 Harus ada organisasi informal.

School of Communication &

Business – Telkom University

(33)

 Dalam tesisnya Douglas menyatakan ada dua

pandangan tentang manusia. Pandangan pertama, pada dasarnya bawahan itu sifatnya negatif (Teori X) dan

yang lainnya pada dasarnya positif ( Teori Y ). Setelah mempelajari cara para manajer menghadapi para

pegawai, MC Gregor berkesimpulan bahwa pandangan seorang manajer tentang sifat manusia didasarkan atas pengelompokkan asumsi tertentu dan bahwa manusia cenderung untuk menyusaikan perilaku terhadap

bawahannya sesuai dengan asumsi-asumsi tersebut,

 Asumsi dari teori X dan Y ini dapat membimbing

manajer dalam merancang organisasi mereka dalam memotivasi pegawai-pegawainya.

School of Communication &

Business – Telkom University

(34)

 Teori X ada 4 asumsi yang dianut oleh para

manajer :

 Para pegawai pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan jika mungkin menghindarinya.

 Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, maka mereka harus dipaksa, dikendalikan dan diancam dengan hukuman.

 Para pegawai akan mengelakkan tanggung jawab.  Kebanyakan pegawai menempatkan rasa aman

diatas factor lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan dan hanya akan memperlihatkan sedikit ambisi.

School of Communication &

Business – Telkom University

(35)

 Teori Y terdapat 4 asumsi :

 Para pegawai dapat melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang biasa seperti halnya istirahat atau bermain.

 Manusia akan menentukan arahnya sendiri dan

mengendalikan diri, jika mereka terikat pada tujuan-tujuan.

 Rata-rata orang dapat belajar untuk menerima, malahan mencari tanggung jawab

 Kreativitas yaitu kemampuan untuk membuat

keputusan-keputusan yang baik tersebar luas pada seluruh populasi dan tidak selalu merupakan hak dari mereka yang menduduki fungsi manajerial.

School of Communication &

Business – Telkom University

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu bagi lembaga pendidikan yang mengembangkan pendidikan vokasi tidak perlu minder dan kemudian mengubah menjadi pendidikan akademik, karena akan

Musik memiliki kekuatan dalam mengobati penyakit seseorang dan meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik. Ketika musik diperdengarkan, maka akan menjadi otot

Page | 5 Jenis Data Cara Memper oleh Data Pengambil an Data Alat survey yang diguna kan Analisi s penumpa ng angkot  Lama Waktu Tunggu Survey langsung dengan cara

Disahkan dalam rapat Pleno PPS tanggal 26 Februari 2013 PANITIA PEMUNGUTAN SUARA. Nama

Lingkungan internal yang menjadi kekuatan KRB adalah (1) pusat konservasi ex-situ , (2) panorama arsitektur lanskap yang bernuansa alami, (3) KRB memiliki aksesbilitas tinggi

Ancaman kemerosotan moral ini memberikan peringatan atau amaran awal yang jelas kepada kita bahawa sekiranya rakyat dan pemerintah tidak dapat

Rahyono (2003) menyatakan intonasi sebuah bahasa memiliki keteraturan yang telah dihayati bersama oleh para penuturnya.Penutur sebuah bahasa tidak memiliki kebebasan yang

2. Kongres Pemuda Kedua adalah kongres pergerakan pemuda Indonesia yang melahirkan keputusan yang memuat ikrar untuk mewujudkan cita-cita berdirinya negara Indonesia, yang