• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBUATAN INSPECTION CERTIFICATE PT SANGO INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBUATAN INSPECTION CERTIFICATE PT SANGO INDONESIA"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBUATAN

INSPECTION CERTIFICATE PT SANGO INDONESIA

Disusun Oleh : Rudiantoro

311510653

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PELITA BANGSA

BEKASI 2019

(2)
(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja Praktek yang berjudul ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBUATAN INSPECTION CERTIFICATE PT SANGO INDONESIA. Laporan ini dibuat sebagai penjelasan dan gambaran dari Kuliah Kerja Praktek yang penulis lakukan di PT Sango Indonesia.

Dalam menyelesaikan laporan ini banyak pihak yang telah membantu, membimbing dan memberi dorongan semangat kepada penulis. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Dr.Ir. Suprianto, M.P. selaku dosen pembimbing akademik.

2. Bapak Aswan S. Sunge, S.E.,M.Kom. selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika.

3. Ibu Putri Anggun Sari, S.Pt., M.Si. selaku dosen pembimbing dalam pelaksanaan KKP yang telah memberikan bimbingan dan semangat untuk menyelesaikan Laporan KKP ini.

4. Bapak Suherman S. Kom, M. Kom selaku dosen mata kuliah Kuliah Kerja Praktek.

5. Keluarga besar PT Sango Indonesia yang telah memberikan arahan serta membantu dalam menjalankan Kuliah Kerja Praktek.

6. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan do’a dan dukungan dalam setiap penuslisan laporan ini.

7. Rekan-rekan mahasiswa TI.15.D.7 yang telah memberikan semangat dan dorongan kepada penulis.

Penulis menyadari dalam penyusunan laporan Kuliah Kerja Praktek ini masih banyak kekurangan sehingga masih jauh dari kata sempurna. Oleh

(4)

iii

karenanya, kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima sebagai masukan yang berharga.

Cikarang, Februari 2018

(5)

iv DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Identifikasi Masalah ... 2 1.3 Pembatasan Masalah ... 3 1.4 Rumusan Masalah ... 3

1.5 Tujuan dan Manfaat ... 3

1.5.1 Tujuan ... 3

1.5.2 Manfaat ... 3

1.5.2.1 Bagi Mahasiswa ... ... 4

1.5.2.2 Bagi Program Studi Teknik Informatika ... 4

1.5.2.3 Bagi Perusahaan ... 4

1.6 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek ... 4

1.7 Metode Pengumpulan Data ... 4

1.8 Sistematika Penulisan ... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 7

2.1 Definisi Judul ... 7

2.1.1 Pengertian Analisa Sistem ... 7

2.1.2 Pengertian Sistem ... 8

2.1.3 Pengertian Perancangan ... 8

2.1.4 Pengertian Informasi ... 8

2.1.5 Pengertian Sistem Informasi ... 9

(6)

v

2.1.7 Tahapan Analisis Sistem ... 10

2.1.8 Pengertian Karyawan ... 10

2.1.9 Pengertian Quality Control ... 11

2.2 Teori Basis Data ... 11

2.2.1 Pengertian Basis Data ... 11

2.2.2 Bahasa Basis Data ... 12

2.2.3 Model Basis Data ... 13

2.2.4 Kunci Dalam Basis Data ... 13

2.3 Teori Perancangan Sistem DFD dan UML ... 13

2.3.1 Data Flow Diagram ... 13

2.3.2 Entity Relationship Diagram ... 14

2.3.3 Kamus Data ... 15

2.3.4 Unified Modeling Language ... 16

2.4 Microsoft Access ... 19

2.4.1 Pengertian ... 19

2.4.2 Fungsi Microsoft Access ... 19

2.4.3 Komponen Microsoft Access ... 20

2.4.3.1 Tabel ... 20

2.4.3.2 Query ... 20

2.4.3.3 Form ... 21

2.4.3.4 Report ... 21

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ... 22

3.1 Sejarah Perusahaan ... 22

3.1.1 Data Perusahaan ... 22

3.1.2 Structure Organisasi ... 23

3.2 Flow Chart Sistem Pembuatan Inspection Certificate ... 28

3.3 Analisa Kebutuhan Sistem ... 29

3.4 Spesifikasi Software dan Hardware ... 29

3.4.1 Kebutuhan Software ... 29

(7)

vi

3.5 analisa Sistem Yang Diusulkan ... 29

3.5.1 Use Case Diagram ... 30

3.5.2 Activity Diagram ... 31

3.5.3 Sequence Diagram ... 37

3.5.4 Class Diagram ... 41

3.5.5 Kamus Data ... 43

3.5.6 Perancangan Interface Yang Diusulkan ... 46

BAB IV PENUTUP ... 50

4.1 Kesimpulan ... 50

4.2 Saran ... 50

(8)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Simbol data Flow Diagram ... 14

Tabel 2 Simbol Entity Relationship Diagram ... 14

Tabel 3 Simbol Use Case ... 17

Tabel 4 Simbol Activity Diagram ... 18

Tabel 5 Kamus Data Customer Spec ... 43

Tabel 6 Kamus Data Raw Spec ... 44

Tabel 7 Kamus Data Mill sheet Maker ... 44

Tabel 8 Kamus Data Inspeksi Produk ... 45

(9)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Structure Organisasi PT Sango Indonesia ... 23

Gambar 2 Flow Chart Pembuatan Inspection Certificate Yang berjalan ... 28

Gambar 3 Use Case Diagram Sistem Pembuatan Inspection Certificate ... 30

Gambar 4 Activity Diagram Pembuatan Inspection Certificate ... 32

Gambar 5 Activity Diagram Log In ... 33

Gambar 6 Activity Diagram Input Data Inspection Certificate ... 34

Gambar 7 Activity Diagram Input Mill sheet Maker ... 35

Gambar 8 Activity Diagram Input Customer Spec dan Raw Material Spec ... 36

Gambar 9 Activity Diagram Cetak Inspection Certificate ... 37

Gambar 10 Sequence diagram sistem pembuatan Inspection Certificate ... 38

Gambar 11 Sequence Diagram melakukan Log In ... 49

Gambar 12 Sequence Diagram Melakukan Input Data ... 40

Gambar 13 Sequence Diagram Cetak Inspection Certificate ... 40

Gambar 14 Sequence Diagram Melakukan Log Out ... 41

Gambar 15 Class Diagram Sistem Cetak Inspection Certificate ... 42

Gambar 16 Perancangan Interface Menu Utama ... 46

Gambar 17 Perancangan Interface Log In ... 46

Gambar 18 Perancangan Interface Input Inspection Product ... 47

Gambar 19 Perancangan Interface Input Customer Spec ... 47

(10)

ix

Gambar 21 Perancangan Interface Input Raw Material Spec ... 48 Gambar 22 Perancangan Interface Cetak Inspection Certificate ... 49

(11)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era perkembangan jaman, persaingan industri akan semakin ketat. Ditandai dengan banyak berdirinya perusahaan industri yang bergerak pada bidang industri yang sama. Dalam persaingan pasar domestik akan memberikan peluang serta ancaman bagi perusahaan lokal. Semakin berkembangnya media informasi akan mengakibatkan tingginya persaingan yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan. Sehingga diperlukan adanya strategi bersaing agar tujuan dapat tercapai serta perusahaan tetap dapat mempertahankan diri dan bersaing secara sehat. Adanya sebuah industri dapat memberikan solusi terhadap perekonomian serta ketenagakerjaan yang dihadapi oleh suatu negara. Dimana peran sektor industri sangat diperlukan guna mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat lokal dalam menghadapi tingginya perekonomian dinegara tersebut.

Didalam dunia industri tekhnologi informasi menjadi peranan yang sangat penting. Teknologi informasi telah menjadikan kegiatan bisnis menjadi lebih cepat, mudah dan efisien. Semua kegiatan produksi juga sudah diatur secara sistematis dengan adanya TI. Pada dasarnya setiap perusahaan sudah mempunyai sebuah sistem untuk kegiatan produksinya, namun ada juga perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan sistem yang kurang efisien dimana dapat memperlambat dalam melakukan proses produksinya. Salah satu kasus adalah di salah satu perusahaan otomotif yang bergerak di bidang pembuatan material yaitu PT SANGO INDONESIA. Di dalam perusahaan ini, sebagian besar sudah menggunakan sistem yang efektif dan efisien dalam proses produksinya. Namun, ada beberapa kondisi yang masih menggunakan sistem semi manual. Dalam kasus ini saya menggaris bawahi sistem pembuatan Inspection certificate di bagian QC yang masih dilakukan secara semi manual menggunakan Ms. Excel. Dapat dibayangkan begitu banyak jenis material yang ada dan user selalu menginputkan satu per satu. User harus mengumpulkan data pendukung ketika melakukan pembuatan Inspection

(12)

2

certificate yaitu Proses Standar, Mill sheet Maker, Raw Material Spec dan Customer Spec.

Oleh karena itu perlu dibuatkan sebuah sistem yang dapat melakukan pembuatan dan pencetakan inspection Certificate secara lebih efisien. Dengan hanya menginputkan kode material, secara otomatis sistem akan melakukan print

Certificate tersebut. Dalam hal ini sistem yang digunakan adalah dengan

menggunakan Ms. Access. Semua spek dari masing-masing material akan di masukan sebagai data base, sehingga kita hanya memanggil data ketika akan melakukan pencetakan Inspection Certificate. Diharapkan dengan adanya sistem ini semua proses produksi dapat berjalan dengan lancar.

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk membuat sistem yang mempermudah proses pembuatan Inspection Certificate di PT Sango Indonesia. Untuk itu penulis mengambil judul kuliah kerja praktek di PT Sango Indonesia “ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBUATAN INSPECTION CERTIFICATE PT SANGO INDONESIA”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan tersebut sebagai berikut :

1. Lost time pembuatan Inspection Certificate yang menyebabkan user harus pulang lebih lama dari jam kerja normal setiap harinya..

2. Metode pembuatan harus dilengkapi berkas-berkas pendukung yang berbentuk hard copy, user harus mencari file dokumen pendukung terlebih dahulu.

3. Tanda tangan Inspection Certificate dilakukan oleh Manajer atau General Manajer, sehingga sangat kesulitan jika Manajer atau General

(13)

3 1.3 Pembatasan masalah

Agar penelitian yang dilakukan lebih maksimal dan efektif, maka dalam penelitian ini peneliti membatasi permasalahan sebagai berikut :

1. Ruang lingkup penelitian hanya berkaitan dengan system pembuatan

Inspection Certificate.

2. Pembuatan system hanya untuk mempercepat dan mengurangi lost time dalam pekerjaan di bagian quality control PT SANGO INDONESIA. 3. Pembuatan system menggunakan Ms. Access.

1.4 Rumusan Masalah

Dalam merumuskan masalah ini, penulis akan mengemukakan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan latar belakang di atas, yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana cara mengurangi lost time dalam pembuatan inspection

certificate?

2. Bagaimana mempermudah user dalam melakukan pencetakan Inspection

Certificate?

1.5 Tujuan dan manfaat 1.5.1 Tujuan

1. Merancang desain sistem pembuatan Inspection Certificate di PT Sango Indonesia untuk mengurangi lost time dalam pembuatan inspection

certificate.

2 Untuk memberikan kemudahan pada user dalam melakukan pencetakan

inspection certificate.

1.5.2 Manfaat

Manfaat dari penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam kuliah kerja praktek adalah:

(14)

4 1.5.2.1 Bagi Mahasiswa

a. Dengan membuat desain sistem pembuatan Inspection Certificate,

menjadikan mahasiswa lebih memahami tentang data base, Microsoft

access dan visual basic.

b. Dengan di implementasikannya sistem pembuatan Inspection

Certificate yang sudah dibuat menunjukan potensi dalam diri mahasiswa.

c. Melatih mahasiswa untuk lebih mengenal dunia kerja.

d. Sebagai sarana mengimplementasikan ilmu yang didapat mahasiswa di bangku kuliah.

1.5.2.2 Bagi Program Studi Teknik Informatika

a. Mendapat masukan dari laporan kuliah kerja praktek yang dilakukan mahasiswa tentang penerapan konsep-konsep yang ada di perusahaan. b. Dapat dijadikan acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang

permasalahan sistem pembuatan Inspection Certificate dalam perusahaan tersebut.

1.5.2.3Bagi Perusahaan

a. Mampermudah user dalam melakukan pembuatan Inspection

Certificate.

b. Potensi kesalahan penginputan dapat diminimalisir. c. Cost down time.

1.6 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek

Waktu pelaksanaan penelitian ini yaitu dimulai pada tanggal 15 Juli 2018 sampai dengan 15 Oktober 2018.

Tempat pelaksanaan penelitian yaitu di PT SANGO INDONESIA yang beralamat di Jl. Mitra Selatan Blok M 1-2 Kawasan Industri Mira Karawang, Karawang, Jawa Barat.

1.7 Metode Pengumpulan data

Dalam kuliah kerja praktek yang penulis lakukan ada beberapa metode pengumpulan data yang penulis lakukan diantaranya sebagai berikut:

(15)

5 1. Studi Kepustakaan

Yaitu pengumpulan data-data yang didapat dari buku-buku panduan atau referensi yang diperlukan dalam penulisan penelitian, dengan cara mempelajari dan menelaah isi literature melalui metode pendekatan pada masalah yang sebenarnya.

2. Studi Lapangan

Merupakan teknik yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan mengadakan penelitian langsung terhadap objek penelitian dan pengumpulan data melalui :

a. Wawacara

Melakukan wawancara langsung kepada semua bagian yang berpengaruh terhadap pembuatan Inspection Certificate dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memberikan informasi khususnya dalam system pembuatan Inspection Certificate.

b. Observasi/Pengamatan

Adalah pengumpulan data dengan mengadakan peninjauan langsung, mengkaji dan menganalisa terhadap prosedur-prosedur pada sistem pembuatan Inspection sertivicat

1.8 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Laporan kuliah kerja praktek ini adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menguraikan latar belakang secara umum, tujuan dan manfaat, metode pengumpulan data, ruang lingkup yang membatasi permasalahan, waktu dan tempat pelaksanaan kuliah kerja praktek dan sistematika penulisan yang merupakan gambaran dari keseluruhan bab.

(16)

6 BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisi uraian teoritis mengenai definisi dari teori-teori yang mendukung penelitian. Teori-teori tersebut didapatkan dengan melakukan studi pustaka sebagai landasan dalam melakukan penelitian dan pemecahan masalah. Teori-teori yang digunakan antara lain definisi dari judul, teori database, teori perancangan sistem, aplikasi yang digunakan, penjelasan bagian yang berpengaruh terhadap penelitian dan sebagainya.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini akan menjelaskan mengenai sejarah singkat berdirinya perusahaan, struktur organisasi dan fungsinya, prosedur sistem berjalan, Diagram Alir Data (DAD), kamus data, spesifikasi sistem berjalan yang terdiri dari bentuk dokumen masukan ( input ) dan keluaran ( output ), permasalahan dan alternatif pemecahan masalah.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini berisi kesimpulan dan saran dari semua kegiatan yang dilakukan serta hasil perancangan system yang telah dibuat

(17)

7 BAB II

LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Judul

2.1.1 Pengertian Analisa Sistem

Menurut Mulyanto (2009:125) analisa sistem adalah teori sistem umum yang sebagai sebuah landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien, mengubah sasaran sistem yang sedang berjalan, merancang/mennganti output yang sdang digunakan, untuk mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain (biasa jadi lebih sederhana dan lebih interatif) atau melakukan beberapa perbaikan serupa. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sitem adalah suatu proses sistem yang secara umum digunakan sebagai landasan konseptual yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki berbagai fungsi didalam suatu sistem tertentu.

Yakub (2012:142) mengemukakan bahwa analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada, dengan menganalisa jabatan dan uraian tugas (business users), proses bisnis (business prosess), ketentuan atau aturan (business rule), masalah dan mencari solusinya (business

problem and business soulution), dan rencana-rencana perusahaan (business plan).

Berdasarkan pendapat dari para pakar dapat disimpulkan bahwa analisa sistem meupakan kegiatan yang dilakukan untuk memahami sebuah sistem secara keseluruhan guna mendapatkan informasi lebih detil yang bertujuan untuk memperbaiki sistem menjadi lebih baik dan efisien.

2.1.2 Pengertian Sistem

Menurut Kadir, (2012:2) sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Jogiyanto,

(18)

8

(2005:12) mengemukakan bahwa analisa sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Sistem adalah seperangkat elemen yang saling bergantung yang bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Romney dan Steinbart, (2015:3) mendefinisikan sistem suatu rangkaian yang terdiri dari dua atau lebih komponen yang saling berhubungan dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dimana sistem biasanya terbagi dalam subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar. Dan Yakub, (2012:1) mengemukakan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau tujuan tertentu.

Berdasarkan penjelasan dari berbagai pakar, dapat disimpulkan sistem merupakan rangkaian dari sebuah unsur-unsr atau komponen yag dirancang saling berhubungan dan terstruktur untuk mencapai sebuah tujuan tertentu di semua bidang.

2.1.3 Pengertian Perancangan

Mohamad Subhan (2012:109) mengemukakan bahwa perancangan adalah proses pengembangan spesifikasi baru berdasarkan rekomendasi analisa sistem. Sugianto (2013:18) berpendapat bahwa perancangan sistem adalah suatu kegiatan membuat desain teknis berdasarkan kegiatan pada waktu proses analisis.

2.1.4 Pengertian Informasi

Kadir (2012:14) mendefinisikan informasi sebagai sekumpulan fakta (data) yang diorganisasikan dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. Informasi juga didefinisikan oleh Rommey dan Steinbart (2015:4) sebagai data yang telah diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Menurut Gellinas dan Dull (2012:2), informasi merupakan

(19)

9

data yang disajikan dalam suatu bentuk yang berguna terhadap aktifitas pengambilan keputusan.

2.1.5 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Gelinas dan Dull (2012:12) sistem informasi adalah sistem yang dibuat secara umum berdasarkan seperangkat komputer dan komponen manual yang dapat dikumpulkan, disimpan dan diolah untuk menyediakan output kepada

user. Laudon (2012:16) mengemukakan bahwa sistem informasi adalah

komponen-komponen yang saling berkaitan yang bekerja bersama-sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menampilkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengaturan, analisa, dan visualisasi pada sebuah organisasi. Mulyanto (2009 : 29) mendefinisikan sistem informasi sebagai suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan.

2.1.6 Komponen Sistem Informasi

Menurut Yakub (2012:20), sistem informasi merupakan sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen. Komponen sistem informasi disebut dengan istilah blok bangunan (building block). Komponen sistem informasi tersebut terdiri dari :

1. Blok Masukan (input block), input memiliki data yang masuk ke dalam sistem informasi. juga metode-metode untuk menangkap data yang dimasukkan.

2. Blok Model (model block), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data.

3. Blok Keluaran (output block), produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

(20)

10

4. Blok Teknologi (technology block), blok teknologi digunakan untuk menerima input, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dari sistem secara keseluruhan. Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5. Blok basis Data (database block), Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasinya.

2.1.7 Tahapan Analisis Sistem

Menurut Mulyanto (2009:129) di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh seorang analisis sistem diantaranya adalah:

1. Identify, merupakan proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi masalah. 2. Understand, adalah memahami kerja dari sistem yang ada.

3. Analysis, yaitu melakukan analisa terhadap sistem.

4. Report, adalah membuat laporan dari hasil analisis yang tekah dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

2.1.8 Pengertian Karyawan

Subri (2001:18) mendefinisikan karyawan sebagai penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan terhadap tenaga mereka, dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Menurut Hasibuan (2008:24) karyawan adalah orang penjual jasa (pikiran atau tenaga) dan mendapat kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu.

(21)

11 2.1.9 Pengertian Quality Control (QC)

Quality Control atau biasa disingkat dengan QC artinya adalah pengendali

mutu. QC sangatlah diperlukan dalam berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga produksi tangan. Tugas umum dari QC adalah memeriksa secara visual untuk menguji produk. Pemeriksaan produk dapat berlangsung sebelum, selama dan setelah proses produksi. Pengujian ini dilakukan secara manual, atau juga ada yang menggunakan bantuan teknologi. Tergantung sektor industri di mana QC tersebut bekerja, pada dasarnya QC melakukan pengecekan untuk menjamin mutu produk.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan saja, QC juga memiliki tanggung jawab dalam memantau dan menjalankan peralatan inspeksi. Selain itu juga merekam dan lalu menganalisis data kualitas dari produk yang diproduksi. Untuk lebih detailnya, pengertian Quality Control yaitu orang yang tugasnya meneliti produk selama, sebelum dan sesudah proses produksi. Tujuannya untuk memperoleh standar kualitas produk-produk yang sesuai dengan harapan. Tugas dari QC meliputi Monitoring, kemudian uji tes dan juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. QC wajib memastikan bahwa standar kualitas sudah dipenuhi bagi setiap produk atau layanan dari perusahaan tersebut.

2.2 Teori Basis Data

2.2.1 Pengertian Basis Data

Yakub (2012:51-53) basis data mendefinisikan basis data sebagai markas atau gudang tempat bersarang atau berkumpul dalam suatu database. Menurut Andi Kristanto (2008:79) database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh pengguna.

(22)

12 2.2.2 Bahasa Basis Data

Basis data dikelompokkan dalam dua bentuk yaitu : a. DDL (Data Definition Language)

Struktur atau skema basis data yang menggambarkan desain basis data secara keseluruhan, dispesifikasikan dengan bahasa yang khusus disebut DDL. Dengan bahasa ini pengguna dapat membuat tabel baru, indeks, mengubah tabel, menentukan struktur tabel, dan sebagainya. Hasil dari kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data (Data Dictionary). Kamus data merupakan suatu meta data (super

data), yaitu data yang mendeskripsikan data sesungguhnya.

Perintahnya adalah sebagai berikut :

a) Create, untuk membuat / menciptakan objek database b) Alter, untuk memodifikasi / mengubah objek database. c) Drop, untuk menghapus objek database.

Objek database yang dimaksud terdiri dari database, tabel, index, dan view. b. DML (Data Manipulation Language)

Kristanto (2004:39) mengemukakan bahwa Data Manipulation Language adalah bahasa yang memperbolehkan pemakai untuk akses atau menipulasi data sebagai yang telah diorganisasikan sebelumnya dalam model data yang tepat.

Dengan DML berarti :

- Mengambil informasi yang tersimpan di database - Menyisipkan informasi baru ke database

- Menghapus informasi dari database DML ada dua jenis, yaitu :

1) Prosedural, mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang diinginkan serta bagaimana mendapatkannya.

2) Non prosedural, mensyaratkan pemakai menentukan apa yang diinginkan tanpa menyebutkan cara mendapatkannya.

(23)

13 2.2.3 Model Basis Data

Model data didefinisikan oleh Fatansyah (2012:29) sebagai kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data, dan batasan data

Model data yang dipakai dalam perancangan sistem informasi ini adalah model data relasional. Model data relasional menggunakan tabel berdimensi dua (relasi/tabel) dengan masing-masing tabel tersusun atas sejumlah baris dan kolom. Pada model data relasional, kaitan/asosiasi antara dua buah tabel disebut hubungan (relationship).

2.2.4 Kunci Dalam Basis Data

Kunci (key) yang sering digunakan dalam model basis data relational adalah:

a) Cadidat key

Kunci yang secara unik (tidak mungkin kembar) dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu baris di dalam tabel.

b) Primary key

Bagian atau salah satu dari candidate key yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi baris dalam tabel.

c) Super key

Satu atau lebih atribut yang mempunyai nilai untuk menentukan secara unik suatu entitas.

d) Foreign key

Sembarang atribut yang menunjuk ke kunci primer pada tabel lain. 2.3 Teori Perancangan Sistem DFD dan UML

2.3.1 Data Flow Diagram (DFD)

Data flow diagram adalah tekhnik grafik yang menggambarkan

komponen-komponen dari sebuah sistem, dan aliran-aliran data di dokumen tersebut, asal, tujuan, dan penyimpanan data. Ada beberapa simbol yang digunakan dalam pembuatan Data Flow Diagram (Jogiyanto:2005).

(24)

14

Tabel 1 Simbol Data Flow Diagram

Simbol Keterangan

External Entity, merupakan kesatuan

dilingkungan luar sistem yang bisa berupa orang, organisasi atau sistem lain

Process, merupakan proses seperti perhitungan aritmatik penulisan suatu formula atau pembuatan laporan

Data Store (simpan data), dapat berupa

suatu file atau data base pada sistem komputer atau catatan manual

Data Flow (arus data), arus data ini

mengalir diantara proses, simpan data dan kesatuan luar

Sumber: Jogiyanto. Analisis dan Desain Sistem Informasi.2005. 2.3.2 Entity Relationship Diagram

Entity Relationship Diagram merupakan suatu model untuk

menjelaskan hubungan antar data dalam data base berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

Tabel 2 Simbol Entity Relationship Diagram

Notasi Keterangan

Entitas, adalah suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai.

Relasi, menunjukan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berbeda.

(25)

15

Notasi Keterangan

Atribut, berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah).

Garis, sebagai penghubung antara relasi dengan entitas, relasi dan entitas dengan atribut.

Sumber: Jogiyanto. Analisis dan Desain Sistem Informasi.2005. 2.3.3 Kamus Data ( Data Dictionary )

Adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan informasi dari suatu system informasi yang mendefinisikan data yang mengalir pada sistem secara lengkap. Fungsi dari data dictionary adalah untuk menjenjelaskan lebih detail tentang DFD yang mencakup proses,data flow, dan data store. Hal yang harus dimuat dalam kamus data adalah:

1. Arus Data

Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan kemana data menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat dikamus data agar memudahkan mencari arus data didalam DFD.

2. Nama Arus Data

Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka nama arus harus dicatat di kamus data, sehingga mereka yang membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih tentang suatu arus data tertentu di DFD dapat langsung mencari nya dengan mudah pada kamus data.

3. Tipe Data

Data yang mengalir biasanya dalam bentuk laporan serta dokumen hasil cetakan komputer. Bentuk data ini perlu dicatat pada kamus data. 4. Struktur Data

Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat pada kamus data yang terdiri dari item-item atau elemen-elemen data.

(26)

16

Alias atau nama lain dari data yang harus ditulis. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama perbedaan orang atau departemen yang satu dengan yang lainnya.

6. Volume

Volume yang perlu dicatat adalah volume rata-rata dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan data yang mengalir dalam periode tertentu.

7. Periode

Periode ini menunjukkan kapan terjadi nya arus data yang dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan input data harus dimasukkan ke dalam sistem.

8. Penjelasan.

Untuk lebih menjelaskan lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut.

2.3.4 Unified Modeling Language (UML)

Unified Modeling Language (UML) merupakan salah satu bentuk language

atau bahasa, menurut pencetusnya UML di definisikan sebagai bahasa visual untuk menjelaskan, memberikan spesifikasi, merancang, membuat model, dan mendokumentasikan aspek-aspek dari sebuah sistem. (Nugroho,2004:16). Sedangkan menurut Munawar (2005:45), UML adalah salah satu alat bantu yang sangat handal di dunia pengembangan sistem yang berorientasi objek. Dengan menggunakan UML dapat dibuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, di mana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka UML lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa berorientasi objek.

a. Use Case Diagram

Use case digram bersifat statis, diagram ini memperlihatkan himpulan use case dan aktor-aktor suatu jenis khusus dari kelas. Terutama sangat penting untuk

(27)

17

mengorganisasikan dan memodelkan perilaku dari suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.

Tabel 3 Simbol Use Case

No. Simbol Keterangan

1 Aktor

Merupakan kesatuan eksternal

yang berinteraksi dengan sistem.

2.

Use Case Rangkaian/uraian sekelompok yang saling terkait dan membentuk sistem.

3. Generelation Menggambarkan hubungan khusus atau interaksi dalam objek.

Sumber : Nugroho, Rational Rose Untuk Pemodelan Berorientasi Objek, 2004. b. Activity Diagram

Activity diagram bersifat dinamis, diagram state ini memperlihatkan

state-state pada sistem, diagram ini terutama penting untuk memperlihatkan sifat dinasmis dari antarmuka, kalaborasi dan pemodelan sistem-sistem yang reaktif.

(28)

18

Tabel 4 Simbol Activity Diagram

No. Simbol Keterangan

1 Start State Start state adalah sebuah kondisi awal sebuah object sebelum ada perubahan keadaan. Start

state digambarkan dengan sebuah lingkaran solid.

2.

End State End state adalah menggambarkan ketika objek

berhenti memberi respon terhadap sebuah event. End state digambarkan dengan lingkaran solid di dalam sebuah lingkaran kosong.

3. State/Activities State atau activities menggambarkan kondisi

sebuah entitas, dan digambarkan dengan segiempat yang pinggirnya.

4. Fork(Percabangan)

Fork atau percabangan merupakan pemisah

beberapa aliran konkuren dari suatu aliran tunggal.

5. Join(Penggabungan)

Join atau penggabungan merupakan pengabungan beberapa aliran konkuren dalam aliran tunggal.

(29)

19

No Simbol Keterangan

6. Decision

Decision merupakan suatu logika aliran

konkuren yang mempunyai dua cabang aliran konkuren.

Sumber : Nugroho, Rational Rose Untuk Pemodelan Berorientasi Objek, 2004

2.4 Microsoft Access

2.4.1 Pengertian

Microsoft Office Access (Microsoft Access) adalah aplikasi yang berguna

untuk membuat, mengolah, dan mengelola basis data atau lebih dikenal dengan database. Database adalah kumpulan arsip data berbentuk tabel yang saling berkaitan untuk menghasilkan informasi.Data digunakan sebagai masukan yang akan diolah menjadi informasi. Aplikasi ini menggunakan mesin basis data

Microsoft Jet Database Engine, dan juga menggunakan tampilan grafis yang intuitif

sehingga memudahkan pengguna.

Microsoft Access dapat menggunakan data yang disimpan di dalam format Microsoft Access, Microsoft Jet Database Engine, Microsoft SQL Server, Oracle Database, atau semua kontainer basis data yang mendukung standar ODBC. Para

pengguna/programmer yang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang kompleks, sementara para programmer yang kurang mahir dapat menggunakannya untuk mengembangkan perangkat lunak aplikasi yang sederhana. Access juga mendukung teknik-teknik pemrograman berorientasi objek, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam perangkat bantu pemrograman berorientasi objek.

2.4.2 Fungsi Microsoft Access

Fungsi/kegunaan utama dari Ms. Access yaitu untuk menangani proses manipulasi data dan pembuatan sebuah system. Hadir nya Microsoft Access dapat

(30)

20

dimanfaatkan sebagai media untuk membuat aplikasi web dasar. Adapun fungsi lain dari program aplikasi ini antara lain :

 Untuk membuat program aplikasi jumlah peserta didik.

 Untuk membuat laporan keuangan.

 Untuk membuat program aplikasi gaji karyawan.

 Untuk membuat form dan sub form.

 Untuk membuat basis data.

 Untuk membuat program aplikasi penyimpan buku perpustakaan.

 Untuk membuat program aplikasi daftar hadir.

 Untuk membuat program aplikasi persediaan barang.

 Dan lain-lain.

2.4.3 Komponen Microsoft Access 2.4.3.1 Tabel

Tabel adalah objek utama dalam database yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data sejenis dalam sebuah objek. Tabel terdiri atas :

Field Name : atribut dari sebuah tabel yang menempati bagian kolom.

Record : Isi dari field atau atribut yang saling berhubungan yang menempati bagian

baris.

2.4.3.2 Query ( SQL / Structured Query Language )

Query adalah bahasa untuk melakukan manipulasi terhadap database.

Digunakan untuk menampilkan, mengubah, dan menganalisa sekumpulan data. Query dibedakan menjadi 2, yaitu :

DDL (Data Definition Language) digunakan untuk membuat atau mendefinisikan obyek-obyek database seperti membuat tabel, relasi antar tabel dan sebagainya.

DML (Data Manipulation Language) digunakan untuk manipulasi database, seperti : menambah, mengubah atau menghapus data serta mengambil informasi yang diperlukan dari database.

(31)

21 2.4.3.3 Form

Form digunakan untuk mengontrol proses masukan data (input),

menampilkan data (output), memeriksa dan memperbaharui data. 2.4.3.4 Report

Form digunakan untuk menampilkan data yang sudah dirangkum dan mencetak data secara efektif.

(32)

22 BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Sejarah Perusahaan

PT Sango Indonesia merupakan sebuah perusahaan PMA yang beralamat di Jl. Mitra selatan IV blok M1-2 Kawasan Industri Mira Karawang dan bergerak di bidang logam dan spare part kendaraan roda empat. Sampai saat ini PT Sango Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang masih menjadi pilihan para perusahaan proses ke dua untuk mengambil bahan baku part ke PT Sango Indonesia. Sejak 2013 PT Sango Indonesia terus mengalami perkembangan yang sangat baik.

PT. SANGO INDONESIA didirikan pada tahun 2012. Luas tanah 54.000 m2 dan luas bangunan 30.000 m2.

3.1.1 Data Perusahaan :

Nama Perusahaan : PT. SANGO INDONESIA Alamat : Jln. Mitra Selatan IV, Blok M1-2

Desa Parung Mulya, Kecamatan Ciampel Kawasan Industri Mitra Karawang 41361 Telp : : ( 0267 ) 8636 035

Fax : : ( 0267 ) 8637 962 Tahun Berdiri : Januari 2012

Line Bisnis : Secondary Steel Products Jumlah Karyawan : 76 Orang ( Oktober 2017 ) Produk : Coil,Exhous manifold

(33)

23 3.1.2 Struktur Organisasi

Gambar 1 Structure Organisasi PT Sango Indonesia

Berdasarkan structure organisasi di atas , berikut saya paparkan job des dari masing-masing jabatan:

(34)

24 1. Presiden Direktur

 Menentukan arah usaha dan visi misi serta sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan. Memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap pengembangan perusahaan.

 Menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, termasuk juga melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.

2. General Manajer

General manager mengarahkan dan mengkoordinasikan kegiatan dari satu atau lebih departemen, seperti teknik, operasi atau penjualan, atau divisi utama dari organisasi bisnis dan membantu petugas administrasi kepala dalam

merumuskan dan mengelola kebijakan organisasi dengan melakukan tugas berikut secara pribadi atau melalui manajer bawahan .

3. Manajer HRD

 Bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia. Dalam hal ini termasuk perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sumber daya manusia dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.

 Membuat sistem HR yang efektif dan efisien, misalnya dengan membuat SOP, job description, training and development system dll.

 Bertanggung jawab penuh dalam proses rekrutmen karyawan, mulai dari mencari calon karyawan, wawancara hingga seleksi.

 Melakukan seleksi, promosi, transfering dan demosi pada karyawan yang dianggap perlu.

 Melakukan kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kemampuan, potensi, mental, keterampilan dan pengetahuan karyawan yang sesuai dengan standar perusahaan.

 Bertanggung jawab pada hal yang berhubungan dengan absensi karyawan, perhitungan gaji, bonus dan tunjangan.

(35)

25

 Membuat kontrak kerja karyawan serta memperbaharui masa berlakunya kontrak kerja.

 Melakukan tindakan disipliner pada karyawan yang melanggar peraturan atau kebijakan perusahaan.

4. Sales Manajer

 Membuat Target penjualan dan Strategi pencapaian nya.

 Membuat Activity Plan bulanan dan Tahunan ,untuk mencapai target penjualan(Identifikasi buyer di dalam coverage area dan aktifitas yang akan dilakukan).

 Mengarahkan dan menggerakkan masing-masing team Supervisor sesuai rencana aktifitas (Activity Plan) disesuaikan dengan Segmentasi dan Target market.

 Memonitor aktifitas masing-masing team supervisor terhadap target penjualan dan tindakan perbaikan & pengembangan personal Supervisor & Wiraniaga.

5. Manajer Technical

Bertugas merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan teknik sehingga dapat menjamin kelancaran operasional mesin produksi dan sarana penunjang. Membuat perencanaan kerja yang diselaraskan dengan tujuan manajemen khususnya dalam kegiatan yang menyangkut teknik. Menjaga pelaksanaan perawatan dan perbaikan mesin.

6. Supervisior

 Supervisor harus mengatur pekerjaan para staf pelaksana (staf di bawahnya).

Supervisor harus membuatkan job des untuk pada staf di bawahnya.

 Memotivasi staf di bawahnya agar dapat melaksanakan tugas dengan baik.

 Supervisor juga harus membuatkan jadwal kegiatan untuk staf di bawahnya

Melaksanakan briefing dengan para staf di bawahnya.

 Menentukan pekerjaan apa saja yang akan dilakukan dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang.

(36)

26

 Menegakkan aturan yang telah dibuat oleh perusahaan agar tercipta kedisiplinan kerja.

 Mengontrol dan memberikan evaluasi terhadap kinerja bawahannya.

7. Foreman

Melaksanakan pengaturan pengontrolan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia, bahan baku / bahan jadi /bahan setengah jadi dan mesin – mesin produksi di dalam wilayah tanggung jawabnya untuk memaksimalkan efiensi meminimalkan biaya dan menghasilkan bahan setengah jadi / bahan jadi yang memenuhi standard kebutuhan pelanggan.

8. Leader

 Membuat schedule kegiatan atau jadwal kegiatan pekerjaan.

 Memonitor atau memantau progress pekerjaan yang dilakukan tenaga ahli.

 Bertanggung jawab dalam melaksanakan supervisi langsung dan tidak langsung kepada semua karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya, antara lain memberikan pelatihan kepada karyawan agar dapat mencapai tingkat batas minimum kemampuan yang diperlukan bagi tim nya dan dapat menerapkan sikap disiplin kepada karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan.

 Bertanggung jawab dalam melaksanakan koordinasi dalam membina kerja sama team yang solid.

 Bertanggung jawab dalam mencapai suatu target pekerjaan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan aturan.

 Mengkoordinir seluruh aktifitas Tim dalam mengelola seluruh kegiatan baik di lapangan maupun di kantor.

 Bertanggung jawab terhadap Pemberi Pekerjaan yang berkaitan terhadap kegiatan tim pelaksana pekerjaan.

 Membimbing dan Mengarahkan anggota team dalam mempersiapkan semua laporan yang diperlukan.

(37)

27

 Melakukan pengecekan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan. 9. Operator Produksi

Mengoperasikan mesin/alat/kendaraan yang menjadi tanggung jawabnya

Bekerja Sesuai SOP (Standard Operational Procedure)

Bekerja sesuai target

Memberikan Informasi pada saat pergantian shift

Berkaitan dengan hasil kuliah kerja praktek yang saya lakukan di PT Sango Indonesia, ada beberapa system di masing-masing bagian yang masih menggunakan system yang kurang efektif. Dimana masih ditemukan kondisi ketidak efisien dan lost time dalam melakukan pekerjaan. Salah satu kondisi yang saya temukan selama proses KKP adalah di dalam bagian Quality Control yaitu sistem pembuatan Inspection Certificate. Berikut saya paparkan beberapa kondisi dari sistem yang ada di bagian Quality Control:

A. Kondisi waktu kerja user

Berdasarkan hasil rekapitulasi pencapaian jam kerja member quality control per bulan nya, user pengguna sistem harus melakukan over time rata-rata 3 jam setiap harinya. Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan Inspection Certificate.

B. Ke efisien dari sistem yang ada

User harus melampirkan hard copy Inspection Product, Mill sheet Maker,

Customer Spec, dan Raw Spec ketika akan melakukan pembuatan Inspection Certificate. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemastian dari Inspection Certificate yang sudah di buat. Dengan kondisi seperti ini, sangat menyulitkan

dari user itu sendiri.

Berdasarkan hasil pemaparan di atas, berikut saya gambarkan flow chart sistem pembuatan Inspection Certificate yang sedang berjalan di PT Sango Indonesia:

(38)

28

3.2 Flow Chart Sistem Pembuatan Inspection Certificate

Gambar 2 Flow Chart Pembuatan Inspection Certificate Yang berjalan Berdasarkan flow chart di atas, dapat disimpulkan untuk sistem yang berjalan saat ini masih sangat merepotkan dari pembuat Inspection Certificate yaitu QC Staff. Karena masih menggunakan Ms. Excel sebagai medianya dan semua data pendukung di inputkan oleh satu orang, sehingga potensi kesalahan dan lost time pekerjaan sangatlah besar.

(39)

29 3.3 Analisa Kebutuhan Sistem

Kelemahan dari sistem pembuatan Inspection Certificate yang sedang berjalan ialah kurang efektifnya proses pembuatan Inspection Certificate serta proses sebagian besar dilakukan oleh satu member sehingga menyebabkan lost time pengerjaannya. Berkaitan dengan itu perlu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mempermudah proses pembuatan Inspection Certificate untuk meningkatkan produktifitas kerja karyawan.

3.4 Spesifikasi Software dan Hardware

Berikut spesifikasi software dan hardware yang digunakan untuk menjalankan sistem pembuatan Inspection Certificate:

3.4.1 Kebutuhan Software Berikut adalah software yang digunakan:

1. Microsoft Access 2. Visual Basic

3. SO min windows 7 32 bit 3.4.2 Kebutuhan Hardware Berikut adalah software yang digunakan:

1. PC/Laptop

2. Processor min Intel core i3 3. Hardisk min 500 gb

4. Ram Min 2 gb 5. Keyboard & mouse

3.5 Analisa Sistem Yang Diusulkan

Tahapan ini terdiri dari perancangan diagram-diagram dari sistem yang dibuat dengan use case diagram, activity diagram, squence diagram, dan class diagram.

(40)

30 3.5.1 Use Case Diagram

Gambar 3 Use Case Diagram Sistem Pembuatan Inspection Certificate Pada use case diagram pembuatan Inspection Certificate di atas, melibatkan 3 aktor yaitu QC Inspection, QC Staff, dan PE (Production Engineering). Sebelum dapat mengakses sistem setiap actor diharuskan untuk melakukan proses log in dengan me masukan username dan password masing-masing. Setelah melakukan

log in actor akan diarahkan ke halaman menu utama dimana di menu utama terdapat

nama bagian-bagian yang diharuskan untuk melakukan proses input data. Menu halaman QC Inspection yang di dalamnya dapat dilakukan proses input Inspection

product, Menu QC Staff di dalamnya terdapat proses input mill sheet maker, serta

menu halaman PE di dalamnya terdapat proses input customer spec dan raw

(41)

31

Staff. Di dalam menu utama terdapat menu cetak Inspection Certificate dimana untuk dapat mengakses menu tersebut harus mempunyai hak akses tersendiri.

3.5.2 Activity Diagram

Activity diagram menggambarka berbagai alur aktifitas dalam pembuatan

Inspection Certificate, bagaimana masing-masing alur berawal, decision yang mungkin terjadi dan bagaimana alur berakhir, berikut activity diagram dalam pembuatan Certificate Inspection.

A. Activity Diagram pembuatan Inspection Certificate

1. QC staff, QC Inspection dan PE memulai dengan melakukan login 2. QC Inspection menginput data inspeksi produk

3. QC staff menginput data mill sheet maker

4. PE menginput data customer spec dan raw material spec

5. Data tersimpan

6. QC staff mengecek data hasil inputan dari QC inspection dan PE 7. QC memilih spec material yang akan di print inspeksi produknya

Activity diagram sistem pembuatan inspection product dapat dilihat pada gambar berikut:

(42)

32

Gambar 4 Activity Diagram Pembuatan Inspection Certificate B. Activity Diagram Log In

1. Semua actor (QC staff, QC Inspection dan PE) memulai dengan mengakses halaman log in terlebih dahulu

2. Memasukkan username dan password 3. Validasi username dan password

4. Jika username dan password salah, maka akan menampilkan command error yang memberitahukan username dan password salah

(43)

33

5. Jika username dan password benar maka akan dilanjutkan ke halaman menu utama

Activity diagram Log In dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 5 Activity Diagram Log In

C. Activity diagram Input Data Inspection Product 1. QC Inspection melakukan login ke sistem 2. QC Inspection memilih menu QC Inspection 3. Mengakses halaman Input data Inspection 4. Melakukan input data Inspection

5. Menyimpan data Inspection product

6. Menampilkan data Inspection product yang tersimpan Berikut adalah gambar activity diagram input data Inspection product:

(44)

34

Gambar 6 Activity Diagram Input Data Inspection Certificate D. Activity diagram input data mill sheet maker

1. QC Staff melakukan login ke sistem 2. QC Staff memilih menu QC

3. Mengakses halaman Input data mill sheet maker 4. Melakukan input data mill sheet maker

5. Menyimpan data mill sheet maker

6. Menampilkan data mill sheet maker yang tersimpan Berikut gambar activity diagram input data mill sheet maker:

(45)

35

Gambar 7 Activity Diagram Input Mill sheet Maker E. Input data Customer spec dan Raw material spec

1. PE melakukan login ke sistem 2. PE memilih menu PE

3. Mengakses halaman Input data customer spec dan raw material spec 4. Melakukan input data customer spec dan raw material spec

5. Menyimpan data 6. Menampilkan data

(46)

36

Berikut gambar activity diagram input Customer spec dan raw material spec:

Gambar 8 Activity Diagram Input Customer Spec dan Raw Material Spec F. Activity diagram cetak Inspection Certificate

1. QC staff melakukan login dengan memasukkan username dan password

2. QC memilih menu QC

3. QC memilih menu cetak Inspection Certificate

4. Memasukkan identitas material yang akan di cetak Inspection Certificate

5. Menampilkan form Inspection Certificate

(47)

37

Berikut activity diagram cetak Inspection Certificate:

Gambar 9 Activity Diagram Cetak Inspection Certificate 3.5.3 Sequence Diagram

Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun dalam urutan waktu. Diagram ini secara khusus berorientasi dengan use case. Sequence diagram memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk menghasilkan sesuatu dengan use case.

(48)

38

A. Sequence Diagram Sistem Pembuatan Inspection Certificate

Sequence diagram ini menunjukan interaksi keseluruhan aktor yang terlibat dalam sistem. Sequence diagram sistem pembuatan Inspection Certificate dapat dilihat pada gambar berikut:

(49)

39 B. Sequence diagram melakukan Log In

Sequence diagram melakukan log in menjelaskan secara logic interaksi antar objek dan use case log in. Berikut sequence diagram melakukan log in:

Gambar 11 Sequence Diagram melakukan Log In

C. Sequence Diagram Melakukan Input Data

Sequence diagram melakukan input data ini menjelaskan interaksi antara semua aktor dengan sistem, di mana semua actor melakukan input data ke dalam sistem dan tersimpan ke data base. Sequence diagram melakukan input data dapat dilihat pada gambar berikut:

(50)

40

Gambar 12 Sequence Diagram Melakukan Input Data

D. Sequence Diagram Cetak Inspection Certificate

Sequence diagram cetak Inspection Certificate menjelaskan interaksi actor QC Staff dengan sistem dalam melakukan pencetakan Inspection Certificate. Berikut sequence diagram cetak Inspection

Certificate:

(51)

41

E. Sequence Diagram Melakukan Log Out

Sequence diagram melakukan logout menjelaskan interaksi antar objek dengan use case log out. Sequence diagram melakukan log out dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 14 Sequence Diagram Melakukan Log Out 3.5.4 Class Diagram

Class Diagram merupakan keberadaan dari kelas-kelas dan hubungan nya dari sistem ke dalam logical view. Berikut ini adalah gambar dari class diagram:

(52)

42

(53)

43 3.5.5 Kamus Data

Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Berikut kamus data tersebut:

(54)

44

Tabel 6 Kamus Data Raw Spec

(55)

45

Tabel 8 Kamus Data Inspeksi Produk

(56)

46 3.5.6 Perancangan Interface Yang Diusulkan Berikut perancangan interface yang diusulkan:

Gambar 16 Perancangan Interface menu utama

(57)

47

Gambar 18 Perancangan Interface Input Inspection Product

(58)

48

Gambar 20 Perancangan Interface Input Mill sheet Maker

(59)

49

Gambar 22 Perancangan Interface Cetak Inspection Certificate

Berdasarkan uraian penjelasan dari hasil kuliah kerja praktek yang saya lakukan, sistem yang sedang berjalan sangatlah merepotkan user pembuat Inspection

certificate, itu dikarenakan semua proses penginputan dilakukan oleh satu member.

Berdasarkan hasil analisa dan perancangan yang saya buat diharapkan dapat mengatasi hal tersebut. Dimana keterkaitan dari beberapa bagian dapat menghemat waktu kerja user pembuat Inspection certificate.

(60)

50 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan

Dalam hal ini penulis memberikan kesimpulan berdasarkan pembahasan bab-bab sebelumnya khususnya dalam analisa dan perancangan sistem pembuatan Inspection Certificate di PT Sango Indonesia

1. Dengan di buatkan nya desain sistem pembuatan Inspection Certificate, dapat mempercepat kerja user. Dimana semua proses yang awalnya dilakukan oleh satu orang, dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit, dengan sistem ini pekerjaan di bagi menjadi beberapa user, namun semua data saling terhubung. Sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit dalam melakukan pembuatan inspection certificate.

2. Mempermudah dalam proses pembuatan Inspection Certificate di bagian Quality. Hal ini dikarenakan user cukup menginputkan kode material, steel number dan coil number kemudian data inspection certificate akan muncul

dan ready untuk di print. 4.2 Saran

Berikut saran dari penulis untuk kemajuan produksi di PT Sango Indonesia. 1. Perlunya dibuatkan backup file agar data yang sudah ada dapat terjaga

keamanannya.

2. Dalam penggunaannya dibutuhkan pengetahuan, kedisiplinan serta ketelitian dalam mengoperasikan sistem.

(61)

51

DAFTAR PUSTAKA

Arif Mohammad Sutan, Purwoko Hendro. 2018. Perancangan Sistem Informasi Gudang Obat Pada Rumah Sakit Umum Islam Madinah Kasembon Malang.

Journal of Computer Engineering System and Science,3, 23-27

Cristianti Meliana, Tan Robby, Karnalim Oscar, Imandha Egie, Cahyadi Tedy. 2015. Analisis dan Perancangan Aplikasi Penyusunan Jadwal Mengajar Sesuai Data Kesediaan Mengajar Dosen. Jurnal Teknik Informatika dan

Sistem Informasi,1,132-141

Fathansyah, 2012, Basis Data, Bandung: Informasi

Gilarso, 2007 Pengantar Ilmu Ekonomi Makro. Edisi Pertama. Yogyakarta : IKAPI.

Hasibuan, Malayu. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi aksara Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi.

Kadir, Abdul. 2012. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.

Kristanto, Andri Perancangan Sistem Informasi Dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gaya Medika.

Miro, Fidel. 2012. Pengantar Sistem Transportasi. Jakarta: Erlangga.

Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep & Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nasution, M.N. 2008 Manajemen Transportasi, Indonesia: Ghalia Indonesia Subhan, Mohamad. 2012. Analisa Perancangan Sistem. Jakarta: Lentera Ilmu

Cendekia.

Sugianto. 2013. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta.

Yakub, 2012. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Global

(62)

Gambar

Tabel 1 Simbol Data Flow Diagram
Tabel 3 Simbol Use Case
Tabel 4 Simbol Activity Diagram
Gambar 1 Structure Organisasi PT Sango Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Melalui proses mencari informasi, menanya, berdiskusi dan presentasi peserta didik di harapkan dapat menjelaskan karakteristik bahan hasil perkebunan, menguraikan

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan akhir periode sebesar Rp1,47 triliun diberikan kepada 44.484 debitur yang tersebar di wilayah Kaltim kecuali

f) laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat

Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan energi fosil pada kendaraan adalah dengan melakukan penghematan melalui pengaturan bahan bakar minyak yang masuk

Terdapat pengaruh yang signifikan menggunakan permainan bakiak dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Paud As Shifa Citra Kecamatan Tampan

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rangcangan yang digunakan yaitu deskriptif, tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran pengetahuan dan sikap remaja

Pendidikan karakter menepati posisi penting dalam dunia pendidikan sehingga, mampu menghasilkan karakter bangsa yang sesuai dengan tujuan pendidikan

Peneliti yang akan dilakukan Nasrul Fuad model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together − Objek yang diteliti adalah kelas VII − Variabel yang