• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Sosial Ekonomi dan Politik Volume 1 Nomor 2 Mei 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Sosial Ekonomi dan Politik Volume 1 Nomor 2 Mei 2020"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

56

Volume 1 Nomor 2 Mei 2020

Available online http://www.jsep.org/index.php/jsep/index

STRATEGI BERSAING DENGAN METODE SWOT PADA UKM KERAJINAN TAS PURNAMA TANGGULANGIN

COMPETITIVE STRATEGY USING THE SWOT METHOD IN PURNAMA TANGGULANGIN HAND CRAFTS

Rochim Sidik

Program Studi Manajemen STIE ABI Surabaya, Indonesia

Diterima: 2 April 2020; Disetujui: 3 Mei 2020; Dipublish: 11 Mei 2020 *Coresponding Email: [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Bisnis dengan mengidentifikasi bidang Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Pemasaran Usaha itu sendiri. Hal ini dilakukan dengan menggunakan Metode Analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) pada Usaha Kecil dan Menengah dalam bidang kerajinan kulit sehingga mampu bersaing. Analisis SWOT adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi peluang dan ancaman dilingkungan bisnis maupun kekuatan serta kelemahan yang dimiliki internal perusahaan. Penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif Deskriptif dengan Teknik Indepth Interwiew (wawancara secara mendalam) pada Pemilik Usaha “Toko Purnama” Sidoarjo serta Karyawan dan Konsumen Toko Purnama itu sendiri. Hasilnya kemudian dianalisis dengan metode Analisis SWOT yang terdiri dari Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan juga Ancaman yang di alami oleh “Toko Purnama” Sidoarjo selama menjalankan Usahanya sampai sekarang serta Strategi Usaha ini dalam Bersaing dengan para Pesaingnya yang semakin banyak di Pasaran saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Bisnis yang dilakukan oleh “Toko Purnama” yang mencakup bidang Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Pemsaran ini dapat berjalan lancar dan seimbang di tengah banyaknya para Pesaing di Pasaran saat ini. Dengan adanya pesaing tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik usaha untuk menciptakan inovasi untuk mengembangkan usahanya dan sepanjang perjalanan usaha “Toko Purnama” sampai saat ini belum pernah mengalami Penurunan melainkan selalu menunjukkan Kenaikan dalam penjualannya. Itu dikarenakan Strategi Berdaya Saing tinggi untuk mempertahankan Kualitas yang ada di Toko tersebut.

Kata Kunci: Strategi Bisnis, SWOT

Abstract

This study aims to determine the Business Strategy by identifying the fields of Production, Human Resource Management, Finance, and Business Marketing itself. This is done using the SWOT Analysis Method (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) in Small and Medium Enterprises in the field of the leathercraft so that they can compete. SWOT analysis is an analysis used to evaluate opportunities and threats in the business environment as well as the strengths and weaknesses that are internal to the company. This research uses a descriptive quantitative method with an in-depth interview technique (in-depth interviews) with the Sidoarjo "Purnama Shop" Business Owners and the Purnama Shop employees and consumers themselves. The results are then analyzed by the SWOT Analysis method which consists of Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats experienced by the Sidoarjo "Purnama Shop" during running its business until now and this Business Strategy in Competing with its Competitors which is increasing in the market today. The results showed that the Business Strategy carried out by "Purnama Stores" which covered the fields of Production, Human Resource Management, Finance, and Marketing could run smoothly and evenly amidst the many competitors in the market today. With the existence of these competitors it becomes a challenge for business owners to create innovations to develop their businesses and throughout the business journey " Purnama Shop" until now has never experienced a decline but always shows an increase in sales. That's because of the strategy of high competitiveness to maintain the existing quality in the store.

Keywords: Business Strategy, SWOT

How to Cite: (2020). Strategi Bersaing dengan Metode SWOT pada UKM Kerajinan Tas Purnama

(2)

57 PENDAHULUAN

Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah, seskipun jika dilihat dari skala ekonominya tidak seberapa jauh namun jumlah UKM sangat besar dan dominan serta sumbangan yang diberikan selama ini baik untuk masyarakat maupun negara dapat dirasakan hasilnya. Salah satu alasan banyaknya UKM yang tidak dapat bertahan lama dalam menjalankan kegiatan usahanya adalah karena kurang tepatnya strategi bisnis yang dilakukan. Contoh toko Purnama, toko Pusgita dan toko Mitra merupakan contoh Usaha Kecil dan Menengah yang dapat bertahan dari tahun ke tahun dengan jenis produk kerajinan kulit yang berupa Tas, Sepatu, Sandal, Dompet, Jaket Kulit, Topi, Sarung Tangan dan Sabuk. Usaha ini dapat bertahan lama karena memiliki strategi bisnis yang kreatif dan inovatif yang dilakukan pemilik usaha dalam menghadapi persaingan bisnis yang cukup kompetitif. Strategi bisnis yang dilakukan pelaku usaha merupakan strategi awal dalam mengembangkan usahanya sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, meskipun produksi yang dihasilkan masih menggunakan tenaga manusia. Toko Purnama berada di jalan Raya Kludan blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo yang selama kurang lebih 11 tahun masih bertahan dalam menjalankan usahanya. Dalam menghadapi persaingan pasar yang cukup marak di Tanggulangin Sidoarjo sendiri dengan semakin menjamurnya UKM yang bergerak di bidang industry kerajinan, toko Purnama tentunya memiliki cara-cara tertentu dalam memenangkan persaingan pasar sehingga dapat bertahan dari tahun ke tahun.

Karena tenaga kerja yang tersedia kebanyakan lebih memilih bekerja disawah apabila di masa panen, dari pada bekerja sebagai pengerajin borongan. Sesuai dengan permasalahan yang telah

dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis strategi bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) toko Purnama yang berlokasi di jalan Raya Kludan blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo dalam mengembangkan usahanya.

KAJIAN TEORI Manajemen Strategi

Manajemen strategis adalah seni dan pengetahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai objektifnya (Fred R. David 2004). Sedagkan Bambang Hariadi (2003:3) berpendapat bahwa manajemen strategis adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan strategi dan mengevaluasi strategi dalam rangka menyediakan nilai-nilai yang terbaik bagi seluruh pelanggan untuk mewujudkan visi organisasi.

Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memformulasi dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya

Usaha Kecil Menengah (UKM)

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebagai istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut keputusan Presiden RI no.99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat”.

Menurut Hubeis (2009), UKM didefinisikan dengan berbagai cara yang

(3)

berbeda tergantung pada negara dan aspek-aspek lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan tinjauan khusus terhadap definisi-definisi tersebut agar diperoleh pengertian yang sesuai tentang UKM, yaitu menganut ukuran kuantitatif yang sesuai dengan kemajuan ekonomi.

Keunggulan dan Kelemahan UKM

Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dibandingkan dengan usaha besar (Partamo dan Rachman, 2002) antara lain: a. Inovasi dalam teknologi yang dengan

mudah terjadi dalam pembangunan produk.

b. Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.

c. Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat dibandingkan dengan perusahaan berskala besar pada umumnya birokratis.

d. Terdapat dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.

Kelemahan yang dimiliki Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Tambunan, 2002) adalah:

a. Kesulitan pemasaran

Hasil dari studi lintas Negara yang dilakukan oleh James dan Akarasanee (1988) di sejumlah Negara ASEAN menyimpulkan salah satu aspek yang terkait dengan masalah pemasaran yang umum dihadapi oleh pengusaha UKM adalah tekanan-tekanan persaingan, baik di pasar domestik dari produk-produk yang serupa buatan pengusaha-pengusaha besar dan impor, maupun dipasar ekspor. b. Keterbatasan finansial

UKM di Indonesia menghadapi dua masalah utama dalam aspek finansial antara lain: modal (baik modal awal maupun modal kerja) dan finansial jangka panjang untuk investasi yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan output jangka panjang.

c. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)

Keterbatasan sumber daya manusia juga merupakan salah satu kendala serius bagi UKM di Indonesia, terutama dalam aspek-aspek kewirausahaan, manajemen, teknik produksi, pengembangan produk, control kualitas, akuntansi, mesin-mesin, organisasi, pemprosesan data, teknik pemasaran, dan penelitian pasar. Semua keahlian tersebut sangat diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk, meningkatkan efisensi dan produktifitas dalam produksi, memperluas pangsa pasar dan menembus pasar baru.

d. Masalah bahan baku

Keterbatasan bahan baku dan input-input lain juga sering menjadi salah satu masalah serius bagi pertumbuhan output atau kelangsungan produksi bagi UKM di Indonesia. Terutama selama masa krisis, banyak sentra-sentra Usaha Kecil dan Menengah seperti sepatu dan produk-produk textile mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku atau input lain karena harganya dalam rupiah menjadi sangat mahal akibat depresiasi nilai tukar terhadap dolar AS.

e. Keterbatasan teknologi

Berbeda dengan negara-negara maju, UKM di Indonesi umumnya masih menggunakan teknologi tradisional dalm bentuk mesin-mesin tua atau alat-alat produksi yang sifatnya manual. Keterbelakangan teknologi ini tidak hanya membuat rendahnya jumlah produksi dan efisiensi di dalam proses produksi, tetapi juga rendahnya kualitas produk yang dibuat serta kesanggupan bagi UKM di Indonesia untuk dapat berssaing di pasar global. Keterbatasan teknologi disebabkan oleh banyak faktor seperti keterbatasan modal investasi untuk membeli mesin-mesin baru, keterbatasan informasi mengenai perkembangan teknologi, dan keterbatasan sumber daya manusia yang dapat mengoprasikan mesin-mesin baru.

(4)

59 Analisis SWOT

Hampir setiap perusahaan mampu pengamat bisnis dalam pendekatannya menggunakan analisis SWOT. Karena dengan menggunakan analisis SWOT. Karena dengan menggunakan analisis SWOT maka perusahaan akan dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami peningkatan atau tidak. Penggunaan analisis SWOT ini sebenarnya telah muncul dari bentuk yamg paling sederhana, yaitu dalam rangka menyusun strategi untuk mengalahkan pesaing sampai menyusun strategi untuk memenangkan persaingan bisnis, dengan

konsep cooperation dan

competition.Terkait dengan permasalahan dalam penelitian, maka penjelasan masalah analisis SWOT sangat perlu, dimana SWOT adalah kependekan dari

Strengths (kekuatan), Weaknesses

(kelemahan), Opportunities (peluang), dan

Threats (ancaman).

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.Analisis ini didasarkan pada kerangka secara logika untuk memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities) dan secara bersamaan juga dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategi harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) dalm situasi saat ini, yang dalam hal ini untuk menganalisis situainya adalah analisis SWOT.

Cara Membuat Analisis SWOT

Analisis dibuat secara kualitatif sederhana. Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus

dipertimbangkan dalam analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari lingkungan Internal Strengths dan Weakness serta lingkunganeksternal Opportunities dan Threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (Opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weakness).

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Untuk memperjelas metode yang akan digunakan berupa studi deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan realitasosial yang kompleks dengan menerapkan konsep-konsep teori yang telah ada. Realitasosial yang dipelajari dititik beratkan pada strategi bisnis kerajinan kulit yang ada pada komplek pertokoan Purnama di jalan Raya Kludan Blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo.

Metode peneitian kualitatif sederhana yang digunakan dalam penelitian ini adalah meneliti pada kondisi objek yang di alami (natural setting), dimana peneliti adalah sebagai instrument

(5)

kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) dengan pengumpulan data yang menggunakan berbagai sumber dan berbagai teknik pengumpulan data secara simulta, sehingga data dapat diperoleh data yang pasti. Menurut Moleong (2000:6), penelitian pustaka atau deskriptif merupakan penelitian yang datanya dikumpulkan berupatulisan, kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Selanjutnya, data yang diperoleh telah dianalisa dan diinterprestasikan sehingga melahirkan temuan-temuan baru. Hasil dari temuan tersebut didiskripsikan secara jelas berdasar dari teori-teorikritis.

Lokasi Penelitian

Kegiatan penenlitian akan dilaksanakan di jalan Raya Kludan blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo yaitu kerajinan kulit. Karena perusahaan ini tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat di Sidoarjo yang menyediakan berbagai macam kerajinan kulit.

Obyek dan Informasi Peneliti 1. Obyek Penelitian

Obyek penelitian adalah Usaha Kecil Menengah yang berlokasi komplek pertokoan Purnama di jalan Raya Kludan blok R-3 no.45-52 Tanggulangin Sidoarjo. 2. Informasi Penelitian

Informasi penelitian tidak ditentukan beberapa jumlah, tetapi dipilih beberapa yang dianggap mengetahui, memahami permasalahan yang terjadi sesuai substansi penelitian ini. Hal ini disebabkan karena dalam penelitian kualitatif tidak mempersoalkan jumlah informan, melainkan yang terpenting adalah seberapa jauh penjelasan informan yang diperoleh dalam menjawab permasalahan (Meleong, 2002:160).

Teknik Analisis Data

Untuk analisis data dalam penelitian ini, adalah informasi yang mendalam narasi-narasi kualitatif yang dihasilkan

dalam wawancara mendalam (in-dept

interview) yang berkaitan dengan strategi

bisnis yang digunakan Usaha Kecil Menengah kerajinan kulit pada toko Purnama di jalan Raya Kludan blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo untuk mengembangkan usahanya tersebut dengan menggunakan analisis SWOT yang meliputi bidang Pemasaran, Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Keuangan. Dengan tujuan untuk mengetahui strategi bisnis yang digunakan pelaku Usaha Kecil Menengah yang berlokasi di jalan Raya Kludan blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo dalam menjalankan dan mengembankan usahanya. Selanjutnya peneliti menggunakan teknik focused synthesis yaitu dengan menggunakan teori-teori yang relevan dari literature yang relevansi digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diamati.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Penelitian ini dilakukan kurang lebih 1 bulan di Toko Purnama jalan Raya Kludan Blok R-3 no. 45-52 Tanggulangin Sidoarjo. Data diperoleh dengan melakukan teknik in-depth interview (wawancara mendalam), yaitu orang-orang yang dianggap mengetahui, memahami permasalahan yang terjadi sesuai substansi penelitian sehingga dapat menghasilkan data berupa kata-kata, yang dilakukan pemilik toko Purnama yang berada di jalan Raya Kludan Tanggulangin Sidoarjo.

Wawancara dilakukan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari informan. Participant observation (observasi berperan serta), pengamatan dengan menggunakan indera pengelihatan dengan cara mencatat perilaku subyek (orang), obyek (benda) atau kejadian, dan

field research (penelitian lapangan) yaitu

peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan dengan menggunakan indera pengelihatan yang tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

(6)

61 Data yang diperoleh kemudian dijelaskan (dideskripsikan) dan dianalisis secara induktif sehingga diperoleh gambaran, jawaban serta kesimpulan dari pokok permasalahan yang diangkat.

Toko Pertama

“Toko Purnama” adalah suatu Usaha fashion yang tempatnya menyerupai toko pusat oleh-oleh yang di buka di kota Sidoarjo tepatnya di jalan Raya Kludan Blok R-3 no. 45 Tanggulangin Sidoarjo. Awal dibukanya usaha ini membuat banyak masyarakat antusiasuntuk membeli dan karena model-model yang unik ini menjadikannya suatu ikon bahan yang terbuat dari kulit.

Pada saat saya mewawancarai Pemiliknya yaitu Bapak H. Nuryono, beliau mengatakan bahwa sebenarnya “Toko Purnama” sendiri berarti “Perhiasan” dan itu hanya sebatas nama saja tidak ada yang berarti. Dan dengan harga yang sangat terjangkau maka tak heran pengunjung di “Toko Purnama” semakin rame mulai dari remaja hingga orang dewasa datang untuk membeli produk yang disediakan di “Toko Purnama”. Untuk harga yang ditawarkan produk yang berbahan kulit, Tas yang berkisar antara Rp. 300.000-Rp.600.000 sedangkan untuk sepatu Rp. 300.000-450.000, harga untuk sandal Rp. 150.000-Rp. 200.000 jaket 150.000-Rp. 300.000-150.000-Rp. 600.000, dompet Rp.150.000-Rp. 200.000, topi Rp. 200.000-Rp. 300.000 sarung tangan Rp. 200.00-Rp. 300.000 cukup terjangkau bagi masyarakat dari semua kalangan.

Startegi Fungsional “Toko Purnama” Strategi Produksi

Produksi merupakan suatu proses kegiatan yang menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Proses produksi dalam membuat bahan kulit ini dimulai dari membuat pola, memotong bahanbaku, proses menjahit, obras, menyetrika, lalu pengepakan (packing).

Proses pembuatan awal dimulai dengan memproduksi bahan baku kulit terlebih dahulu dengan alat khusus yang dimiliki oleh “Toko Purnama”. Semua peralatan yang ada di pabrik “Toko Purnama” terdiri dari peralatan yang canggih yang dirancang khusus agar dalam proses pembuatan bahan yang terbuat dari kulit menjadi bagus tanpa ada cacat sekali pun sehingga yang dihasilkan nantinya dapat menjadi hasil kulit yang dinginkan sehingga pelanggan merasakan nyaman mengenakan bahan yang berasal dari kulit ini. Dan yang dihabiskan untuk membeli peralatan ini mengahabiskan sekitar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah). Untuk bahan baku kulit khusus menggunakan kulit sapi yang kualitas dan mutunya terjamin baik dan dapat bersaing di pasaran sekarang. Setelah pembuatan bahan baku kulit barulah membuat pola untuk pembuatan jaket, tas, sabuk, dompet, sepatu, sandal, topi dan sarung tangan yang sesuai dengan ukuran dan pola yang sudah ada. Setelah pembuatan pola lalu di lanjutkan untuk memotong bahan baku kulit sesuai dengan pola yang telah digambarkan, setelah sesuai dengan pola dan pemotongannya, potongan bahan baku yang telah dibentuk tersebut akan diproses untuk menjahit dan diobras, setelah bahan baku kulit menjadi sesuai seperti jaket kulit sangat perlu untuk proses penyempurnaan yaitu dengan cara menyetrika. Jaket, sabuk, sepatu, sandal, tas, dompet, topi dan sarung tangan yang telah selesai melalui proses produksi sebelum dikirim dan masuk toko akan dilakukan pengepakan (packing) terlebih dahulu dan mengecek apakah ada barang yang kurang bagus atau tidak sesuai dengan proses produksi.

Dalam proses produksi Bapak H. Nuryono selaku pemilik berpendapat seperti ini, “Saya mulai dari awal membuka usaha di “Toko Purnama” di Tanggulangin Sidoarjo ini belum mengalami kehabisan bahan baku kulit karena saya memesan khusus supplier dari penjual khusus kulit

(7)

yang stoknya selalu ada saat dibutuhkan dan sampai saat ini masih berjalan lancar dan baik-baik saja”. Untuk bahan-bahan pun semua akan diproses dan dibuat langsung di pabrik “Toko Purnama” oleh karyawannya yang ahli dalam mengolah dan menyiapkan semua yang dibutuhkan dalam pembuatan kerajinan kulit.

Strategi Sumber Daya Manusia

Biaya yang dikeluarkan untuk memberi upah bagi tenaga kerja yang dilakukan secara bulanan layaknya karyawan pada umumnya penghasilan rata-rata yang diterima tenaga kerja dalam 1 bulan sekitar Rp. 1.500.000. Semua gaji karyawan disama ratakan oleh Bapak H. Nuryono selaku pemilik kecuali karyawan pabrik dan karyawan yang sudah lama bekerja di “Toko Purnama”karena berbeda tugas dengan karyawan lainnya. “Pembagian gaji didasarkan atas pemebrian hasil kerja mereka selama menjalankan usaha “Toko Purnama” tersebut sesuai dengan tugas masing-masing karyawan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Dalam hal pembagian tugas atau spesialisasi karyaawan untuk tenaga kerja berdasarkan tugas masing-masing. Apabila tugas sudah dilaksanakan maka tenaga kerja tinggal menunggu perintah dari pemilik apabila ada tugas lain yang harus dikerjakan. Untuk pembagian waktu kerja di “Toko Purnama” hanya ada 1 shift yaitu dari awal buka pukul 09.00-20.00 WIB. Jika ada karyawan yang tidak jujur, maka masih diberi kesempatan atau toleransi sebanyak 2 kali, jika melebihi dari itu karyawan tersebut dapat dikeluarkan. Bapak H. Nuryono tidak khawatir jika ada karyawan keluar karena beranggapan bahwa mudah untuk mendapatkan karyawan baru. Untuk mendapatkan loyalitas dari karyawan

Strategi Keuangan

Dalam mengelola keungan usaha “Toko Purnama” menggunakan

pembukuan secara modern, contohnya saat pelanggan ingin membeli, maka telah disediakan satu komputer khusus untuk mencatat pembelian sekaligus pembayaran yang servernya mengarah ke komputer Pemilik yaitu Bapak H. Nuryono. Dari situ Bapak H. Nuryono dapat memantau dan mengawasi pemasukan dan pengeluaran uang selama usaha “Toko Purnama” berjalan dan apabila ada kecurangan Bapak H. Nuryono pun pasti tau. Dengan adanya satu server tersebut Bapak H. Nuryono selaku pemilik dapat mengetahui hasil keuntungan yang didapatnya.Jadi prosentase kenaikan atau penurunan sewaktu-waktu dapat diketahui secara pasti.Dalam hal permodalan muali dari awal mendirikan usaha hingga saat ini masih menggunakan modal pribadi. “Dulu modal awalnya masih sekitar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah), dan itu digunakan untuk menyewa pabrik, membeli bahan baku, mesin produksi dan menyewa lahan di Jalan Raya Kludan tersebut. Semua perlengkapan meja kasir dan lain-lain semua didapat dari hasil pemasukan dari usaha “Toko Purnama” sebelumnya.

Strategi Pemasaran

Selain faktor Produksi, Keuangan, Sumber Daya Manusia, Pemasaran juga sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis.Keberhasilan suatu usaha dalam penjualan barang atau jasa sehingga dapat diterima dengan baik oleh konsumen di pasaran, di dukung oleh strategi pemasaran yang tepat. Dengan diterimanya produk yang dihasilkan seorang pengusaha, maka akan mudah bagi bisnisnya untuk menguasai pasar menjadi pemimpin dari produk lain yang sama jenisnya.

Strategi Bersaing

Salah satu faktor terpenting bagi keberhasilan dan kegagalan dalam perusahaan adalah persaingan.Persaingan menentukan juga ketepatan aktivitas

(8)

63 perusahaan yang dapat menyokong kinerjanya, seperti inovasi, budaya kohesif, atau pelaksanaan yang baik.

Dalam mengahadapi Persaingan ini “Toko Purnama” mempunyai kiat tersendiri yaitu melalui pernyataan yang disampaikan oleh Bapak H. Nuryono selaku pemilik yaitu bahwa Toko Purnamaakan mempertahankan kualitas bahan kulit yang berbeda dengan pesaingnya yang lain, dan tetap mengutamakan pelayanan yang cepat, sigap dan pasti ramah dalam melayani pelanggan. Hal itu dimaksudkan agar pelanggan tetap setia dan betah untuk terus mengunjungi Toko Purnama tanpa ada rasa bosan. Meskipun ada pesaing disekitar Toko Purnama tapi pelanggan akan terus berdatangan ditunjang dengan produk baru seperti tas yang diimport dari luar negri yang dapat menarik pelanggan untuk datang kembali mengunjungi Toko Purnama yang berada di jalan Raya Kludan Tanggulangin Sidoarjo tersebut. Bagi Bapak H. Nuryono selaku pemilik, pesaing-pesaing ini justru menunjang usahanya untuk berinovasi lebih lagi dalam menambah produk baru, contohnya sekarang telah ada produk seperti tas valentino untuk menambah daftar makanan yang telah tersedia. Dengan begitu pelanggan bisa menilai antara Toko Purnama dengan pesaingnya seperti Toko Intako.

Analisis SWOT

Dari hasil wawancara dengan para informan dapat diketahui Strengths (kekuatan), weakness (kelemahan),

opportunities (peluang), dan threats

(ancaman) pada Toko Purnama sebagai berikut:

Tidak ada strategi khusus, akan tetapi mempunyai keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga pesaingnya “Toko Intako”.

a. Kekuatan : 1. Produk

Produk pada “Toko Purnama” ini lebih dominan di bahan berbaku kulit karena memang konsep yang diusung adalah bahan baku kulit itu sendiri dengan yang berkualitas bagus. Mempunyai kualitas yang bermutu sehingga dapat diandalkan.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia Adanya karyawan yang banyak sehingga dapat menangani pelanggan dengan cepat.

3. Keuangan

Modal awal untuk membuka usaha “Toko Purnama” Sidoarjo ini sekitar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan itua dalah modal sendiri. Proses pencatatan dilakukan dengan menggunakan Komputer khusus yang satu server dengan komputer pemilik. 4. Pemasaran:

Letak “Toko Purnama” yang berada dekat dengan jalan raya dan perumahan Sidoarjo. Menggunakan Promosi melalui Sosial Media seperti BBM, FB,Instagram,Twitter & Path. b. Kelemahan:

1. Produk

Produk “Toko Purnama” yang kurang bervariasi dan belum ada inovasi baru untuk membuat model-model terbaru. 2. Manajemen Sumber Daya Manusia:

Ada beberapa karyawan yang masih belum paham dengan tugasnya masing-masing.

3. Keuangan:

Masih terjadi kesalahan perhitungan dalam menginput pemasukan dan pengeluaran biaya meskipun menggunakan Komputer.

4. Pemasaran:

Promosi hanya dilakukan menggunakan Sosial Media tanpa ada selebaran bagi masyarakat sekitar.

(9)

c. Peluang: 1. Produk:

Tingginya Minat Konsumen akan fashion khususnya “Toko Purnama” 2. Manajemen Sumber Daya Manusia:

Banyaknya pengangguran saat ini, dapat menjadi peluang besar bagi Toko Purnama untuk merekrut Karyawan baru.

3. Keuangan :

Dapat lebih cepat mengembangkan Usahanya karena hasil pendapatannya yang terbilang besar dan menggunakan Modal sendiri.

4. Pemasaran :

Dapat membuka usaha sejenis di seluruh daerah di Indonesia.

d. Ancaman : 1. Produk:

Persaingan usaha sejenis dengan mengusung konsep yang sama denga Toko Purnama yang berada dalam satu wilayah khususnya di Sidoarjo.

2. Manajemen Sumber Daya Manusia: Karyawan dapat berpindah tempat kerja ketempat lain karena banyaknya pesaing Toko Purnama saat ini.

3. Keuangan :

Menggunakan teknologi canggih, namun tidak menutup kemungkinan karyawan yang bertugas di keuangan akan melakukan kecurangan dalam memasukkan dana pemasukan dan pengeluaran dengan cara memanipulasinya.

4. Pemasaran :

konsumen yang menusliskan kritikan atau complain terhadap Toko Purnama melalui Sosial Media akan berpengaruh pemikiran negatif kepada Konsumen lain dan nilai jual produk Toko Purnama pun dapat menurun.

Tahap Analisis Faktor Internal dan Eksternal menggunakan Ifas dan Efas Internal (IFAS)

Faktor-Faktor Strategi

Internal Bobot Rating Bobot X Rating Kekuatan:

1. Memiliki Kualitas bahan yang bagus dan baik 2. Harga produk yang

relarif murah

3. Mempunyai banyak pelanggan tetap 4. Kualitas pelayanan yang

baik

5. Memberi garansi 6. toko yang bersih Sub Total 0,20 0,15 0,10 0,10 0,05 0,05 0,65 4 4 3 2 2 1 0,8 0,6 0,3 0,2 0,1 0,05 2,05 Kelemahan:

1. Jenis produk yang dijual kurang variatif

2. Stock produk yang kurang banyak

3. Masih menggunakan perhitungan manual 4. Tempat parkir kurang

luas Sub Total 0,15 0,10 0,05 0,05 0,35 3 3 2 1 0,45 0,3 0,1 0,05 0,9 Total 1 2,95 Eksternal (EFAS) Faktor-Faktor Strategi

Internal Bobot Rating Bobot X Rating Kekuatan:

1.Kualitas bahan yang bagus dan baik

2.Harga produk yang relarif murah

3.Mempunyai banyak pelanggan tetap

4.Kualitas pelayanan yang baik

5.Memberi garansi 6.toko yang bersih Sub Total 0,20 0,15 0,10 0,10 0,05 0,05 0,65 4 4 3 2 2 1 0,8 0,6 0,3 0,2 0,1 0,05 2,05 Kelemahan:

1.Jenis produk yang dijual kurang variatif

2.Stock produkkurang banyak 3.Masih menggunakan

perhitungan manual 4.Tempat parkir kurang luas Sub Total 0,15 0,10 0,05 0,05 0,35 3 3 2 1 0,45 0,3 0,1 0,05 0,9 Total 1 2,95

Dari analisis matrik IFAS dan EFAS pada tabel 4 dan 5 telah disusun pula matrik SWOT untuk menganalisis rumusan alternatif strategi SO, WO, ST dan WT yang hasil analisisnya sebagai berikut:

Matrik SWOT

Strategi SO (Strenght Opportunities) Ada kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang:

1. Melakukan ekspansi pasar agar produk lebih dikenal oleh masyarakat

2. Meningkatkan kualitas barang , pelayanan dan SDM

(10)

65 3. Meningkatkan saluran distribusi dan

menambah reseller

Strategi WO (Weakness Opportunities) Ada peluang besar dari luar, dan meminimalkan kelemahan yang ada dalam perusahaan :

1. Menambah varian produk yang dijual 2. Menambah kuota stock produk yang

dijual agar memenuhi permintaan pasar 3. Menambah sistem teknologi promosi

agar lebih berkembang Strategi ST (Strenght Threats)

Menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman : 1. Meningkatkan kualitas produk dan

memberikan harga yang kompeten 2. Menjaga hubungan baik dengan

konsumen

Strategi TW (Threats Weakness)

berusaha menimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman :

1. Menambah sitem teknologi untuk mengatur keuangan agar lebih sistematis

2. Selalu mengikuti perkembangan apa yang diinginkan konsumen saat ini.

Dari analisis strategi diatas dapat mendukung bagaimana SWOT “Toko Purnama”, dimana setelah dikaji lebih dalam bahwa “Toko Purnama” memiliki kekuatan dalam internalnya dan memanfaatkan peluang yang ada meskipun memiliki kelemahan dan acaman dalam perusahaannya.

Formulasi Starategi

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT sesuai dengan teori (menurut freddy Rangkuti,2008:19) yaitu “Toko Purnama” jatuh pada Kuadran (1) yaitu dimana perusahaan berada dalam situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan

kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang ada harus ditetapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif “Toko Purnama” memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth

oriented strategy). Strategi yang dapat

diterapkan untuk mencapai pertumbuhan baik dalam penjualan, asset, profit, ataupun ketiganya dengan cara, menambah kualitas dari produk yang ditawarkan, dan menambah jaringan distribusi yang lebih luas seperti dapat terbuka dengan menawarkan atau memasok ke pedagang atau reseller sehingga dapat melihat para pesaing yang ada. Cara seperti ini merupakan strategi terpenting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga dalam usaha untuk meningkatkan pangsa pasar.

Dengan demikian strategi bisnis “Toko Purnama” yang didukung dengan analisis SWOT yaitu dengan melihat kekuatan yang ada di dalam perusahaan atau kekuatan internal dan memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara mendukung strategi pertumbuhan untuk memanfaatkan peluang yang ada yaitu adanya potensi besar dalam bisnis fashion tersebut maka akan menguntungkan bagi “Toko Purnama” karena di jaman yang modern ini akan banyak konsumen yang membutuhkan produk yang unik, dan dapat mempermudah dan membantu konsumen diluar Surabaya untuk mendapatkan jasa pelayanan dengan mengirimkan produk tanpa konsumen mengambil ke toko langsung. “Toko Purnama” saat ini sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk itulah “Toko Purnama” harus mengembangkan jadwal

(11)

rencana perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu peluang yang dimiliki oleh “Toko Purnama” yaitu dapat menambah varian jenis produk atau berinovasi dalam memberikan produk dengan permintaan konsumen dan mengikuti perkembangan pasar yang ada. Jadi disini “Toko Purnama” harus terus up to date dengan apa yang diinginkan dan dicari oleh konsumen.

Berdasarkan analisis diatas dapat dikatakan bahwa startegi pengembangan bisnis “Toko Purnama” yang dilakukan “Toko Purnama” adalah Melakukan ekspansi pasar agar produk lebih dikenal oleh masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan dan menambah teknologi promosi dengan membuat web site sistus resmi. Sedangkan untuk menghindari ancaman yang dimiliki “Toko Purnama” perlu Meningkatkan saluran distribusi dengan menambah reseller memperluas jaringan supplier. “Toko Purnama” memiliki kelemahan, untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki ”perlu mengembangkan produk dengan menambah jenis-jenis produk yang dijual. Sedangkan untuk meminimalkan kelemahan, maka “Toko Purnama” perlu menambah sistem teknologi agar dapat melakukan pencatatan pembukuan keuangan secara sistematis dan selalu mengikuti perkembangan jaman apa yang diinginkan konsumen saat ini.

SIMPULAN

Dari hasil wawancara dengan para informan dapat di ketahui strenght (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman) pada “Toko Purnama” adalah sebagai berikut:

a. Kekuatan: - Produk:

- Bahan baku kulit menggunakan kulit sapi yang pilihan dan terbaik tidak sembarangan.

- Semua bahan baku dijamin kualitasnya dipesan dari supplier terbaik.

- Bahan pembuat produk terbukti bermutu dan berkualitas dengan menggunakan bahan baku kulit pilihan. - Manajemen Sumber Daya Manusia : - Adanya karyawan yang banyak dapat

menangani pelanggan dengan cepat. - Keuangan :

- Modal awal untuk membuka usaha “Toko Purnama” ini menggunakan modal sendiri.

- Pemasaran :

- Letak “Toko Purnama” di Jalan Raya Kludan yang strategis karena dekat dengan jalan raya dan dekat dengan perumahan.

b. Kelemahan : - Produk :

- Produk “ Toko Purnama” kurang bervariasi dan belum ada inovasi untuk memproduksi produk berbahan baku kulit yang baru.

- Manajemen Sumber Daya Manusia : - Ada beberapa karyawan yang masih

belum paham dengan tugasnya masing-masing.

- Keuangan :

- Masih terjadi kesalahan perhitungan dalam menginput pemasukan dan pengeluaran biaya meskipun menggunakan Komputer.

- Pemasaran :

- Promosi hanya dilakukan menggunakan Sosial Media tanpa ada selebaran bagi masyarakat sekitar.

c. Peluang : - Produk :

- Tingginya minat Konsumen terhadap “Toko Purnama”

- Manajemen Sumber Daya Manusia : - Banyaknya penggangguran saat ini,

dapat menjadi peluang besar bagi Toko Purnama untuk merekrut Karyawan Baru.

(12)

67 - Dapat lebih cepat mengembangkan

usahanya karena banyaknya pemasukan dari usaha “Toko Purnama” itu sendiri.

- Pemasaran :

- Dapat membuka usaha sejenis di daerah lain untuk menguasai pasar dalam bidang fashion khususnya di Indonesia. d. Ancaman :

- Produk :

- Persaingan Usaha dengan konsep sama yaitu produk berbahan baku kulit. - Manajemen Sumber Daya Manusia : - Karyawan dapat berpindah tempat

kerja ke tempat lain karena banyaknya pesaing Toko Purnama ini.

- Keuangan :

- Tidak berkembangnya pemasukan dana karena harga produk Toko Purnama yang relative terjangkau ddan tak pernah dinaikan sedikitpunmeskipun pesaing semakin bertmbah.

- Pemasaran :

- Bila promosi hanya menggunakan Sosial Media dapat terjadi pemalsuan nama usaha “Toko Purnama” dengan naman usaha lain yang bergerak di bidang fashion oleh oknum-oknum yang tidak bertangggung jawab untuk menjatuhkan pamor “Toko Purnama” yang telah dikenal masyarakat saat ini. DAFTAR PUSTAKA

Hunger, J. David dan Thomas L. Wheelen, 2003. Strategi Manajemen, Yogyakarta: UPP AMP YKNP

Keown, J. Arthur, 2000. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Jakarta: Salemba Empat

Koler, Philip, 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia, Jilid II. Jakarta: Salemba Empat Moloeng, J. Lexy, 2002. Metode Penelitian Kualitatif,

Bandung: PT. Remaja Rosdakaryam

Panggabean, Mutiara, S, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Ghalia Indonesia Rangkuti, Freddy, 2008. Analisis SWOT: Teknik

Membedah Kasus Bisnis, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Subanar, Harimurti, 2001. Manajemen Usaha Kecil Edisi Pertama, Yogyakarta: BPFE

Sugiyono, 2008. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta

Umar, Husein, 2005. Strategic Manajemen in Action: PT. Gramedia Pustaka Utama

Referensi

Dokumen terkait

Penyerahan bantuan keuangan kepada partai politik dilaksanakan oleh Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Cirebon atas nama Bupati kepada Ketua Umum

Hasil ini membuktikan bahwa hipotesis yang menyatakan ada hubungan negatif antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja sebagai

Hal ini sejalan dengan teori Siklus Produk (Product Cyclus Theory) yang dikemukakan oleh Vernon (1966) yang menjelaskan jika dalam jangka panjang jika suatu negara berkembang

Dilakukan bila sudah transfusi berulang dan hasil skirining orang tua sesuai dengan pembawa sifat thalassemia atau hasil pemeriksaan esensial tidak esensial tidak khas (umumnya

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak wajib pajak badan pada UMKM di Kota Malang. Sampel dalam penelitian

Dari data penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa investor lebih. baik tidak melakukan investasi ke perusahaan jika DER >

Sebagai tindaklanjut diterbitkannya Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 05 Tahun 2008 tentang Tata Kerja Komisi Penilai AMDAL dan Peraturan Menteri Negara

Dalam pembelajaran Self Study pada program paket A peserta didik pada umumnya tidak tau membaca dan menulis dikarenakan peserta didik tersebut tidak pernah mengenyam sebuah