1 THE EFFECTOF BRAND AWARENESS, BRAND IMAGE AND BRAND LOYALTY
TO WARDS THE BRAND EXTENSION IN THE INSTANT NOODLES CUP NOODLE POP IN PADANG
Hendri Noviar1, Rika Desiyanti2, Yulihar Mukhtar2
1Departmentof Management, Faculty of Economics,University of Bung Hatta 2Lecturer Department of Management, Faculty of Economics, University of Bung Hatta E-mail: [email protected], [email protected], [email protected]
ABSTRACT
This study aimed to determine the effectof brand awareness, brand image and brand loyalty to wards the brand extensionin the instant noodles Cup Noodle Pop In Padang. The samplein this studyis the consumers who consume pop noodle productsin Padang city amounted to one hundred respondents. The sampling technique is purposive sampling. The data used is primary data through questionnaires. Data analysis method used is multiple linear regression analysis. Test the hypothesis by usingthe T-test statistical test toprove the effect ofthe independent variableon the dependent variable partially or individual. The results of this study found the brand awareness and brand loyalty positive and significant effect on the expansion of the brand, while brand image is not positive and significant effect on the expansion of the brand instant noodles in a cup Pop Mie in Padang .Suggested to the instant noodle products to pay attention to Brand Awareness, Brand Image and Brand Loyaltyin the future in order to Brand Extension will be increased.
Keywords: brandawareness, brand image, brandloyalty, brand extension
PENDAHULUAN Latar Belakang
Perluasan merek (brand extension) adalah situasi dimana sebuah perusahaan untuk menggunakan sebuah merek yang ada guna meluncurkan sebuah produk dalam kategori yang baru. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi perluasan merek adalah pengetahuan merek induk, persepsi kualitas (perceived quality) (Barata, 2007). Perluasan merek merupakan strategi alamiah bagi perusahaan yang sedang berusaha tumbuh dengan mengeksploitasi asetnya. Tak bisa disangkal, aset yang paling nyata dan bisa
dipasarkan bagi kebanyakan perusahaan adalah merek yang telah mereka kembangkan. Karena itu, salah satu opsi pertumbuhan strategi adalah mengeksploitasi aset tersebut dengan cara menggunakan aset itu untuk melakukan penetrasi pada kategori produk baru atau memberi lisensinya kepada produk-produk lain yang ada disana. Opsi lainnya adalah mengakuisisi sebuah perusahaan yang mempunyai merek yang bisa dijadikan landasan bagi pertumbuhan masa depan lewat perluasan merek.
Pop Mie adalah merek mie instan dalam bentuk cup dari Indomie di
2 Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood
CBP Sukses Makmur Tbk. Pop Mie diluncurkan pada tahun 1987.
Brand Value dalam penelitian yang dilakukan SWA, yang merupakan akumulasi dari pangsa pasar, popularitas merek, popularitas iklan, kepuasan dan gain index menjelaskan bahwa terjadi fluktuasipenurunan brand value (nilai merek) mie instan dalam cup pop mie dari tahun 2010 sebesar 90,7% menjadi 89,3% pada tahun 2011, dan kembali naik pada tahun 2012 menjadi 89,7%. Namun meski terjadi penurunan brand value (nilai merek) mie instan dalam cup pop mie masih berada di urutan pertama dalam tren brand value merek mie instan dalam cup. Sementara untuk mie instan dalam cup mie ABC terjadi peningkatan brand value sebesar 41,9% pada tahun 2010 menjadi 44,5% pada tahun 2011 namun mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2012 menjadi 28,3%, dan untuk brand valuemie instan dalam cup Nissinhanya memperoleh brand value sebesar 28.3% karena baru beredar pada tahun 2012.
Sementara jika dilihat dari top brand 2014 berdasarkan majalah marketing untuk kategori produk Mie Instant Dalam Cup, pop mie merupakan produk dengan Top Brand Index (66,4%) tertinggi dan sangat jauh diatas produk Mie Instant Dalam Cup terkenal lainnya.
Dari dua buah merek Mie Instant Dalam Cup yang tersedia di pasar, Pop Mie terbukti mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat Indonesia dan menjadi pilihan sebagian besar masyarakat.Hal ini juga menunjukkan bahwa pop mie memiliki pelanggan yang cukup loyal dibandingkan dengan Mie Instant Dalam Cup lainnya.
Pop Mie pada awalnya menggunakan kemasan cup dari ukuran kecil (mini, 35 gram), sedang (57 gram) sampai cup plastik (60 gram untuk Ayam Spesial dan 80 gram untuk Mie Goreng). Pada tahun 2010 Pop Mie tampil dengan kemasan dan logo baru, dengan logo Pop Mie merah di dalam lingkaran biru dengan mata diatasnya, namun kemasan Pop Mie diperbesar menjadi 75 gram pada tahun 2013 dan tampilan kemasan pun berubah menjadi lebih menarik dari kemasan sebelumnya. Kemasan Pop Mie yang lebih baru dan lebih besar kini Makin Hits!,Lebih Nendang, Lebih Kenyang, Lebih Yummy. Hal ini menunjukkan produk Mie Instan Dalam Cup Pop Miemengeluarkan produk baru tetapi dengan flavor berbeda, ukuran, dan campuran bahan kimia yang berbeda untuk melayani pasar sasaran yang berbeda. Semua produk Mie Instan Dalam Cup Pop Mie tersebut tetap menggunakan satu merek asalnya (merek induk) yaitu Pop Mie.
3 Berdasarkan uraian diatas dapat
disimpulkan perluasan merek yang dilakukan produk Mie Instan Dalam Cup Pop Mie termasuk pada kelompok perluasan lini (line extension), artinya perusahaan rnembuat produk baru dengan menggunakan merek lama yang terdapat pada merek induk. Meskipun target market produk yang baru tersebut berbeda, tetapi kategori produknya sudah dilayani oleh merek induk (atau merek yang lama) Rangkuti (2009).
Di kota Padang sendiri Pop Mie disukai oleh konsumen yang beragam, mereka adalah pencinta mie terutama mie instan. Mereka adalah anak-anak, remaja. Mereka juga berasal dari berbagai kalangan, anak sekolah, pekerja informal, pekerja kantoran, dari kalangan menengah bawah sampai menengah atas.Selain praktis karena mudah di dapat dimana saja seperti di warung, pasar, minimarket, pasar swalayan dan supermarket. Pop Mie juga mudah dalam penyajiannya hanya perlu diseduh air panas, maka mie instan ini langsung dapat dikonsumsi karena cup nya dapat berfungsi sebagai wadah dalam penyajian mie instan secara langsung.
Perkembangan penjualan Pop Mie pada bulan Agustus 2014 di Kota Padang, Pada mie instan merek Pop Mie rasa kari ayam rata-rata penjualan perminggu sebanyak 27 dus, diikuti oleh Pop Mie rasa soto ayam sebanyak 22 dus perminggu,
kemudian Pop mie rasa goreng spesial sebanyak18 dus perminggu, serta Pop mie rasa goreng pedas sebanyak 13dus perminggu sedangkan untuk pop Mie rasa bakso spesial, bakso, dan ayam tidak mencapai 10 dus setiap minggunya. Hal ini mengindikasikan perluasan merek yang dilakukan Pop Mie melalui perluasan lini (lineextension) mampu menambah konsumen produk yang mengkonsumsi Pop Mie meskipun dalam jumlah yang tidak banyak. Hal ini njuga didukung dari data penjualan secara keseluruhan Mie Instan Dalam Cup Pop Mie di Kota Padang, sebagai berikut:
Tabel 1
Perkembangan Penjualan Mie Instan Dalam Cup Pop Mie
Di Kota Padang Bulan April – September 2014
Bulan Jumlah Penjualan
April 1.508,126 dus Mei 1.134,625 dus Juni 1.357,084 dus Juli 686,292 dus Agustus 1.473,918 dus September 1.256,251 dus Sumber :PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Cabang Padang 2014
Berdasarkan tabel 1 dapat dijelaskan bahwa perkembangan penjualan Mie Instant Dalam Cup Pop Mie mengalami fluktuasi penjualan naik turun setiap bulannya. Dimana penjualan terbanyak terjadi pada bulan april 2014 sebesar 1.508,126 dus, dan penjualan paling sedikit pada bulan juli 2014 sebesar 686,292 dus.
4 Sebagai salah satu produsen mie
instan dalam Cup, tentu Pop Mie tidak menghendaki para pelanggannya beralih ke produk lain. Oleh sebab itu, tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik harus menjadi komitmen organisasi agar konsumen mie instan masih tetap setia untuk selalu mengkonsumsi Pop Mie. Perluasan merek adalah salah satu cara untuk tetap mempertahankan konsumennya dimana Pop Mie mampu melakukan perluasan merek pada kelompok perluasan lini (line extension) yaitu dengan menciptakan produk baru tetapi dengan flavor berbeda, ukuran, dan campuran bahan kimia yang berbeda sehingga menghasilkan varian rasa Pop Mie yang berbeda di dalam setiap kemasan barunya.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang: “Pengaruh Kesadaran Merek, Citra Merek Dan Loyalitas Merek Terhadap Perluasan Merek Produk Mie Instan Dalam Cup Pop Mie Di Kota Padang”
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh kesadaran merek terhadap perluasan merek produk mie
instan dalam cup pop mie di kota padang ?
2. Bagaimana pengaruh citra merek terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup pop mie di kota padang ?
3. Bagaimana pengaruh loyaliats merek terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup pop mie di kota padang ?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh
kesadaran merek terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup pop mie di kota padang.
2. Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup pop mie di kota padang.
3. Untuk mengetahui pengaruh loyalitas merek terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup pop mie di kota padang.
LANDASAN TEORI
Brand Extension (Perluasan Merek)
Menurut Afif (2006) strategi brand extension adalah pengenalan produk baru dengan memanfaatkan merek yang telah dikenal dan laku dipasar, dimana kategori produk baru tersebut berbeda dengan kategori produk yang
5 lamanya.
Menurut Keller (2008) brand extension didefinisikan sebagai situasi dimana perusahaan menggunakan merek yang sudah mapan sebelumnya untuk memperkenalkan produk baru. Brand extension digunakan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan merek karena awareness dari merek telah berbentuk sebelumnya. Dengan pengetahuan tentang merek yang telah dikenal sebelumnya, konsumen berpeluang untuk mengurangi risiko mengalami kinerja buruk dari produk baru tersebut.
Kesadaran Merek (Brand Awareness) Durianto, Sugiarto dan Sitinjak (2001) mengatakan brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, rnengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Bagian dari suatu kategori produk perlu ditekankan karena terdapat suatu hubungan yang kuat antara kategori produk dengan merek yang dilibatkan. Brand Awareness membutuhkan continum ranging (jangkauan kontinun) dari perasaan yang tidak pasti bahwa merek tertentu telah dikenal sebelumnya, sehingga konsumen yakin bahwa produk tersebut merupakan satu-satunya merek dalam suatu kelompok produk.
Citra Merek (Brand Image)
Shimp (2003) mengatakan citra merek dapat dianggap sebagai jenis asosiasi yang muncul di benak konsumen ketika mengingat sebuah merek tertentu. Asosisasi tersebbut secara sederhana dapat muncul dalam bentuk pemikiran atau citra tertentu yang dikaitkan kepada suatu merek sama halnya ketika kita berpikir mengenai orang lain. Selanjutnya Keller (2008) mengatakan citra merek adalah persepsi konsumen tentang suatu merek sebagai refleksi dari asosiasi merek yang ada pada pikiran konsumen.
Loyalitas Merek (Brand loyalty)
Rangkuti (2009) mengatakan loyalitas merek adalah ukuran dari kesetiaan konsumen terhadap suatu merek. Loyalitas merek merupakan inti dari brand equity yang menjadi gagasan sentral dalam pemasaran, karena hal ini merupakan suatu ukuran keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah merek. Apabila loyalitas merek meningkat maka kerentaan kelompok pelanggan dari serangan kompetitor dapat dikurangi. Hal ini merupakan suatu indikator dari brand equity yang berkaitan dengan perolehan laba dimasa akan datang karena loyalitas merek secara langsung dapat diartikan sebagai penjualan di masa depan.
6 Hipotesis
Hl : Kesadaran merek berpengaruh
positif terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup pop mie di kota Padang
H2 : Citra merek berpengaruh positif
terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup pop mie di kota Padang
H3: Loyalitas Merek berpengaruh
positif terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup pop mie di kota Padang
Kerangka Konseptual
METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang mengkonsumsi produk pop mie di kota Padang. Penentuan jumlah sampel menurut Sekaran (2006), dalam penelitian multivariat (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya beberapa kali (lebih disukai 10 kali atau lebih) lebih besar dari jumlah variabel dalam studi. Dengan demikian sampel minimal untuk penelitian ini yang
memiliki 3variabel bebas dan 1 variabel terikat adalah 4 x 20 = 80 orang. Namun dalam penelitian ini akan digunakan jumlah sampel sebesar 100 responden. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling (Sugiyono, 2009).
Defenisi dan Operasional Variabel Variabel Dependent
Perluasan merek (Y) adalah pengenalan produk baru dengan memanfaatkan merek yang telah dikenal dan laku dipasar, dimana kategori produk baru tersebut berbeda dengan kategori produk yang lamanya. Adapun indicator yang digunakan mengacu pada pengukuran yang digunakan oleh Sharokk, et al., (2012):
a. Hal yang menyenangkan dari perluasan merek
b. Persepsi kualitas dari perluasan merek c. Keinginan mencoba dari perluasan
merek.
Variabel Independent (X1) 1. Kesadaran Merek (X1)
Durianto, Sugiarto dan Sitinjak (2001) mengatakan brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, rnengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu. Adapun Perluasan Merek (Y) Citra Merek (X2) Kesadaran Merek (X1) Loyalitas Merek (X3)
7 indikatornya menurut Durianto,
Sugiarto dan Sitinjak (2001) adalah pengenalan merek, pengingatan kembali merek, puncak pikiran. 2. Citra Merek (X2)
Shimp (2003:12) mengatakan citra merek dapat dianggap sebagai jenis asosiasi yang muncul di benak konsumen ketika mengingat sebuah merek tertentu. Adapun indikator yang digunakan mengacu pada pengukuran yang digunakan oleh Sharokk, et al., (2012):
a. Produk memiliki kualitas yang baik b. Produk memiliki karakteristik yang
lebih baik dibanding pesaing c. Merek yang baik
d. Salah satu merek yang terbaik di industrinya
3. Loyalitas Merek(X3)
Rangkuti (2009) mengatakan loyalitas merek adalah ukuran dari kesetiaan konsumen terhadap suatu merek. Adapun indikatornya menurut (Tjiptono, 2005) adalah : frekuensi penggunaan, keunggulan produk, pilihan produk, perekomendasian dan kesetiaan pelanggan.
Metode Analisa Data
Dalam melakukan pengujian statistik, maka penulis melakukan pengujian data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan
tahapan pengujian meliputi uji instrumen penelitian meliputi uji validitas dan uji reliabilitas, kemudian uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. selanjutnya analisa regresi linear berganda, uji koefisien determinasi ( R² ) dan uji kelayakan model. Kemudian pengujian hipotesis menggunakan Uji T-tes Statistik.
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Umum Responden
Berdasarkan hasil penelitian pada umumnya konsumen yang mengkonsumsi produk pop mie di kota Padanghampir seimbang antara laki-laki dan perempuan, yaitu masing – masing sebanyak 58% laki – laki dan 42% perempuan, dengan umur berisar antara 23 - 28 tahun sebanyak 54%, memiliki pendidikan SMA yaitu sebanyak 64% dari keseluruhan responden, serta berpenghasilan Rp 1.000.000 s/d Rp 1.500.000 yaitu sebanyak 35%, memiliki pekerjaan pelajar / mahasiswa sebanyak 62%, dengan mengkonsumsi 3 kali sebanyak 32%.
Pengujian Validitas, dan Reliabilitas Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 6 butir item pernyataan untukk esadaran merek (X1), kedelapan
butir pernyataan yang digunakan dalam mengukur variabel citra merek (X2),
8 digunakan dalam mengukur variabel
loyalitas merek (X3) serta kelima butir
pernyataan yang digunakan dalam mengukur variabel perluasan merek (Y) memiliki nilai corrected item-total correlation lebih besar dari 0,30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa butir pernyataan tesebut seluruhnya adalah valid seperti yang dikemukakan Sugiyono (2009), sehingga dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.
Uji Reliabilitas
Tabel 4.11 Hasil Uji Reliabilitas No Variabel Cronbach Alpha Ket 1. Kesadaran merek (X1) 0,719 Reliabel 2. Citra merek (X2) 0,763 Reliabel 3. Loyalitas merek(X3) 0,672 Reliabel 6. Perluasan merek (Y) 0,775 Reliabel
Sumber : Data Olahan
Berdasarkan tabel rangkuman hasil uji reliabilitas diatas, nilai cronbach alpha untuk seluruh variabel yang digunakan yang terdiri dari kesadaran merek, citra merek, loyalitas merek dan perluasan merek adalah besar dari 0.60 dan ini menunjukkan seluruh variabel yang digunakan dinyatakan reliabel atau handal seperti yang dikemukakan Ghozali (2005). Dengan kata lain, semua instrument pernyataan yang dipergunakan memiliki kestabilan dan konsistensi dalam
mengukur masing-masing variabel penelitian
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Tabel 4.16
Uji Normalitas One Sample Kolmogorov – Smirnov Variabel
Asymp.Sig . (2-tailed) Ket Kesadaran merek (X1) 0,05 0,221 Normal Citra merek (X2) 0,05 0,060 Normal Loyalitas merek(X3) 0,05 0,280 Normal Perluasanmerek (Y) 0,05 0,053 Normal Sumber : Data Olahan
Dengan pengujian One Sample Kolmogorov Smirnov Test dapat diketahui bahwa data kuesioner yang penulis kumpulkan berdistribusi normal. Hasil ini dapat dilihat dari Asymp Sig. (2-tailed) seluruh variabel besar dari 0,05. Ini menunjukkan bahwa secara umum data yang ditemukan sudah memenuhi asumsi kenormalan data sehingga pengujian statistik parametrik dapat dilakukan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini.
Uji Multikolinearitas Tabel 4.17
Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF Keterangan
Kesadaran merek (X1) 0,595 1,680 Tidak Terjadi Multikolinearitas Citra merek (X2) 0,902 1,109 Tidak Terjadi Multikolinearitas Loyalitas merek (X3) 0,593 1,687 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber : Data Olahan
9 Dari hasil analisis, didapat tiga
variabel bebas (independent) dalam penelitian ini nilai VIF-nya di bawah 10 dan tolerance nya mendekati 1.Ini berarti bahwa tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel bebas (independent) berupa kesadaran merek, citra merek dan loyalitas merek tersebut memenuhi persyaratan asumsi klasik tentang multikolinieritas.
Uji Heteroskedastisitas
Dari hasil uji hetersokedastisitas yang dilakukan terhadap penelitian ini diperoleh sebagai berikut :
Gambar 4.1
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber : Data Olahan.
Dari gambar diatas, terlihat bahwa tidak terdapat pola yang jelas, yaitu titik-titiknya menyebar, maka diindikasikan tidak terdapat masalah heteroskedastisitas. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.
Pembahasan Hasil Analisa Regresi Berganda
Untuk mengetahui arah pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen maka dapat dibuat sebuah persamaan regresi berganda. Dimana dalam persamaan ini juga akan terlihat hasil uji hipotesis berupa Uji statistik t yang pada dasarnya digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil pengujian seperti yang terlihat pada Tabel 4.18 dibawah ini :
Tabel 4.18
Hasil Analisa Regresi Berganda
Variabel Bebas Koefisien Regresi Signifikan
Keputusan Hipotesis Konstanta 0,207 - kesadaran merek (X1) 0,772 0,000 0,05 Diterima citra merek (X2) 0,079 0,157 0,05 Ditolak loyalitas merek (X3) 0,118 0,044 0,05 Diterima F 148,505 0,000 0,05 - R Square 0,823 Sumber : Data Olahan.Hasil Uji Koefisien Determinasi ( R² ) Uji ini dilakukan untuk melihat berapa proporsi dari variabel independent bisa menjelaskan variabel dependen. (Gujarati, 2001). Berdasarkan proses estimasi data yang telah dilakukaan maka diperoleh ringkasan hasil pengujian seperti yang terlihat pada Tabel 4.18, maka dapat dijelaskan dari hasil pengolahan data (data Regression Standardized Predicted Value
2 1 0 -1 -2 -3 Reg ressio n St u dentized R e sidu al 2 0 -2 -4 Scatterplot
10 Primer) yang dapat dilihat pada lampiran
pada table model summary diperoleh hasil penelitian bahwa R square adalah sebesar 0,823 hal ini berarti 82,3% dari perluasan merek produk mie instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang yang dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti yaitu kesadaran merek, citra merek dan loyalitas merek sedangkan sisanya sebesar 17,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Uji Kelayakan Model Uji F-Statistik Uji F adalah bagian uji statistik yang digunakan untuk membuktikan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara serentak. Dari proses pengolahan data yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil seperti yang terlihat pada Tabel 4.18, maka dapat dijelaskan bahwa nilai uji kelayakan model (uji statistik F) menghasilkan tingkat signifikansi 0,000 karena probabilitasnya signifikansi jauh lebih kecil dari sig kecil dari 0,05 Gujarati (2001), maka dapat dikatakan bahwa kesadaran merek, citra merek dan loyalitas merek secara bersama-sama memiliki kelayakan model dalam mempengaruhi perluasan merek produk mi instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang
Hasil Uji Hipotesis dan Pembahasan Pengaruh Kesadaran Merek Terhadap perluasan merek produk mi instan
dalam cup Pop Mie di Kota Padang Berdasarkan hasil analisis yang terangkum pada Tabel 4.18 di atas dengan menggunakan t-test, diperoleh koefisien regresi kesadaran merek berslope positif sebesar 0,772, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari alpha 0,05. Berdasarkan analisis diatas dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dikatakan kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang.Hal ini menjelaskan bahwa pengenalan merek, pengingatan kembali merek, puncak pikiran yang ditawarkan perusahaan Pop Mie di Kota Padang adalah yang menjadi pertimbangan konsumen yang mengkonsumsi produk pop mie di kota Padang.
Tingkat penerimaan awal dari seseorang ketika melihat dan atau mendengar suatu informasi tentang produk beserta mereknya adalah kesadaran merek. Kesadaran merek merupakan elemen ekuitas yang sangat penting bagi perusahaan karena kesadaran merek dapat berpengaruh secara langsung terhadap ekuitas merek. Apabila kesadaran konsumen terhadap merek rendah, maka dapat dipastikan bahwa ekuitas mereknya juga akan rendah.
Durianto, Sugiarto dan Sitinjak (2001) mengatakan brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli
11 untuk mengenali, rnengingat kembali suatu
merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Santoso (2013) meneliti tentang Pengaruh Brand Awareness, Brand Image, Dan Brand Loyalty, Terhadap Parent Brand “Top Coffee” Di Surabaya Dengan Brand Extenstion Sebagai Variabel Intervening. Hasil penelitian menyatakan bahwa brand awareness, brand image, dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap brand extention, kemudian brand extention berpengaruh positif terhadap parent brand. Selanjutnya juga ditemukan brand awareness, brand image dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap parent brand dengan melalui brand extention.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Shahrokh, et al., (2012) meneliti tentang pengaruh “Analyzing The Influence Of Customer Attitude Toward Brand Extension On Attitude Toward Parent Brand”. Dimana dalam penelitian ini Shahrokh, et al., (2012) menemukan bahwa brand awareness, brand image, dan brand loyalty memiliki pengaruh yang signifikan terhadap brand extension yang pada akhirnya juga mempengaruhi parent brand.
Pengaruh citra merek Terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang
Berdasarkan hasil analisis yang terangkum pada Tabel 4.18 di atas dengan menggunakan t-test, diperoleh koefisien regresi citra merek berslope positif sebesar 0,079, dengan nilai signifikansi sebesar 0,157 lebih besar dari alpha 0,05. Berdasarkan analisis diatas dikatakan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat dikatakan citra merek tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang. Hal ini menjelaskan bahwa produk memiliki kualitas yang baik, produk memiliki karakteristik yang lebih baik dibanding pesaing, merek yang baik serta salah satu merek yang terbaik di industrinya bukanlah yang menjadi pertimbangan konsumen yang mengkonsumsi produk pop mie di kota Padang.
Shimp (2003) mengatakan citra merek dapat dianggap sebagai jenis asosiasi yang muncul dibenak konsumen ketika mengingat sebuah merek tertentu. Asosisasi tersebbut secara sederhana dapat muncul dalam bentuk pemikiran atau citra tertentu yang dikaitkan kepada suatu merek sama halnya ketika kita berpikir mengenai orang lain. Selanjutnya Keller (2008) mengatakan citra merek adalah
12 persepsi konsumen tentang suatu merek
sebagai refleksi dari asosiasi merek yang ada pada pikiran konsumen.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Santoso (2013) meneliti tentang Pengaruh Brand Awareness, Brand Image, Dan Brand Loyalty, Terhadap Parent Brand “Top Coffee” Di Surabaya Dengan Brand Extenstion Sebagai Variabel Intervening. Hasil penelitian menyatakan bahwa brand awareness, brand image, dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap brand extention, kemudian brand extention berpengaruh positif terhadap parent brand. Selanjutnya juga ditemukan brand awareness, brand image dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap parent brand dengan melalui brand extention.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Shahrokh, et al., (2012) meneliti tentang pengaruh “Analyzing The Influence Of Customer Attitude Toward Brand Extension On Attitude Toward Parent Brand”. Dimana dalam penelitian ini Shahrokh, et al., (2012) menemukan bahwa brand awareness, brand image, dan brand loyalty memiliki pengaruh yang signifikan terhadap brand extension yang pada akhirnya juga mempengaruhi parent brand.
Pengaruh loyalitas merek Terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang
Berdasarkan hasil analisis yang terangkum pada Tabel 4.18 di atas dengan menggunakan t-test, diperoleh koefisien regresi loyalitas merek berslope positif sebesar 0,118, dengan nilai signifikansi sebesar 0,044 lebih kecil dari alpha 0,05. Berdasarkan analisis diatas dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat dikatakan loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang. Hal ini menjelaskan bahwa frekuensi penggunaan, keunggulan produk, pilihan produk, perekomendasian dan kesetiaan pelanggan yang ditawarkan perusahaan Pop Mie di Kota Padang adalah yang menjadi pertimbangan konsumen yang mengkonsumsi produk pop mie di kota Padang.
Rangkuti (2009) mengatakan loyalitas merek adalah ukuran dari kesetiaan konsumen terhadap suatu merek. Loyalitas merek merupakan inti dari brand equity yang menjadi gagasan sentral dalam pemasaran, karena hal ini merupakan suatu ukuran keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah merek. Apabila loyalitas merek meningkat maka kerentaan kelompok pelanggan dari serangan kompetitor dapat dikurangi. Hal ini
13 merupakan suatu indikator dari brand
equity yang berkaitan dengan perolehan laba dimasa akan datang karena loyalitas merek secara langsung dapat diartikan sebagai penjualan di masa depan.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Santoso (2013) meneliti tentang pengaruh Brand Awareness, Brand Image, Dan Brand Loyalty, Terhadap Parent Brand “Top Coffee” Di Surabaya Dengan Brand Extenstion Sebagai Variabel Intervening. Hasil penelitian menyatakan bahwa brand awareness, brand image, dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap brand extention, kemudian brand extention berpengaruh positif terhadap parent brand. Selanjutnya juga ditemukan brand awareness, brand image dan brand loyalty berpengaruh positif terhadap parent brand dengan melalui brand extention.
Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian Shahrokh, et al., (2012) meneliti tentang pengaruh “Analyzing The Influence Of Customer Attitude Toward Brand Extension On Attitude Toward Parent Brand”. Dimana dalam penelitian ini Shahrokh, et al., (2012) menemukan bahwa brand awareness, brand image, dan brand loyalty memiliki pengaruh yang signifikan terhadap brand extension yang pada akhirnya juga mempengaruhi parent brand.
PENUTUP Kesimpulan
Dari hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang
2. Citra merek tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perluasan merek produk mi instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang
3. Loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap perluasan merek produk mie instan dalam cup Pop Mie di Kota Padang
Keterbatasan Penelitian, Saran dan Implikasi Penelitian
Keterbatasan Penelitian
Hasil penelitian yang ditemukan belum sempurna, adanya beberapa keterbatasan dalam pembuatan penelitian ini mempengaruhi hasil yang ditemukan yaitu:
1. Penelitian ini hanya menganalisis kesadaran merek, citra merekdan loyalitas merek jadi disarankan untuk peneliti berikutnya agar dapat menambah variabel lainnya yang dapat menjelaskan lebih mendalam tentang perluasan merek seperti
14 asosiasi merek, dan keragaman
produk.
2. Masih sedikit jumlah responden yang dijadikan sampel sehingga hasil yang ditemukan dalam penelitian ini memiliki tingkat keakuratan yang lemah.
Saran Penelitian
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, untuk dapat meningkatkan keputusan pembelian, maka disarankan sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan
variablekesadaran merek, maka disarankan kepada perusahaan Pop Mie memperhatikan pengenalan merek, pengingatan kembali merek, serta puncak pikiran konsumen sehingga dimasa mendatang perluasan merek akan lebih meningkat lagi.
2. Untuk meningkatkan variabel citra merek, maka disarankan kepada perusahaan Pop miememperhatikan Produk memiliki kualitas yang baik, Produk memiliki karakteristik yang lebih baik dibanding pesaing serta Merek yang baik dan Salah satu merek yang terbaik di industrinya sehingga dimasa mendatang perluasan merek akan lebih meningkat lagi.
3. Untuk meningkatkan variabel
loyalitas merek, maka disarankan kepada perusahaan Pop Mie untuk memperhatikan frekuensi penggunaan, keunggulan produk, pilihan produk, perekomendasian dan kesetiaan pelanggan sehingga dimasa mendatang perluasan merek akan lebih meningkat lagi.
Implikasi Penelitian
Perusahaan Pop Mie sebaiknya senantiasa mempertahankan dan meningkatkan upaya kepada konsumen agar sadar pada merek serta mempertahankan citra merek dan loyalitas merek karena ketiga variabel ini mempengaruhi perluasan merek produk mie instan dalam cup pop mie di kota Padang khususnya dan indonesia pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Afif, Faisal., 2006., Strategi Pemasaran. Bandung : PT Angkasa.
Barata, D. D., 2007., Pengaruh Penggunaan Strategi Brand Extension pada Intensi Membeli Konsumen. Jurnal Manajemen Vol. 2 No. 1 Januari 2007.
Durianto, Sugiarto dan Tony
Sitinjak.2001.Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek.Jakarta :Gramedia Pustaka Utama.
Ghozali, Imam 2005. Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang : Badan Penerbit Universitas
15 Diponegoro.
Gujarati, Damodar. 2001. Ekonometrik Dasar. Jakarta : Erlangg.
Keller,Kevin. Lane., 2008., Strategic Brand Managing Brand Equity. Third Edition.New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Malhotra K. N. 1933. Marketing Research an Applied Orientation, Second Edition Prentice Hall International Inc. New Jersey.
Rangkuti, Freddy. 2009. The Power of Brands Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek plus Analisis Kasus dengan SPSS. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Santoso, David. 2013. Pengaruh Brand Awareness, Brand Image, Dan Brand Loyalty, Terhadap Parent Brand “Top Coffee” Di Surabaya Dengan Brand Extenstion Sebagai Variabel Intervening.Jurnal Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.Vol 2 No 4.
Santoso, Singgih. 2001. Buku Latihan SPSS. Edisi Kedua. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis.Buku I dan II, Edisi 4, Penerbit Salemba Empat.
Shahrokh, Z. D., Sedghiani, J. S., dan Ghasemi, V., 2012., Analyzing The Influence Of Customer Attitude Toward Brand Extension On Attitude Toward Parent Brand, Interdisciplinary Journal Of Contemporary Research In Business, Vol. 3, No. 9, pp. 1133-1148.
Shimp, Terence A. 2003. Periklanan Promosi aspek tambahan komunikasi terpadu.Jilid 1. Edisi 5, Jakarta : Erlangga.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung : Alfabeta.
Tjiptono, Fandy. 2005. Brand Management & Strategy. Edisi 1.Yogyakarta : Andi.