• Tidak ada hasil yang ditemukan

Market Brief. HS 80 Timah. Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Osaka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Market Brief. HS 80 Timah. Indonesia Trade Promotion Centre (ITPC) Osaka"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Market Brief

HS 80

Timah

Indonesia Trade Promotion Centre

(ITPC) Osaka

(2)

B ri ef H S 80 T ima h DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 2

BAB II POTENSI PRODUK HS80 DI PASAR JEPANG

2.1 Karakteristik Produk HS 8001 di Pasar Jepang 2.2 Profil Konsumsi Produk HS8001 di Pasar Jepang

8 8 9 BAB III INFORMASI PASAR

3.1 Tren Konsumsi HS8001 di Jepang 3.2 Segmentasi pasar dan profil pengguna 3.3.Perilaku Pembeli Akhir

11 11 14 16 BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

4.1.Impor Produk HS8001 di Jepang 4.2.Analisa Pesaing

4.3.Peran Indonesia dalam Ekspor Produk HS8001 ke Jepang 4.4.Saluran Distribusi Produk HS8001

17 17 19 21 32

BAB V STRATEGI PERDAGANGAN 38

(3)

Market B ri ef H S 80 T ima h BAB I PENDAHULUAN

Timah merupakan salah satu komoditas dagang yang sudah ratusan tahun diperdagangkan oleh Indonesia. Perdagangan timah sudah dikenal semenjak jaman kerajaan-kerajaan dan jaman penjajahan belanda, hingga saat ini timah masih aktif diperdagangkan hingga sekarang.

Indonesia merupakan produsen timah terbesar nomor 2 di dunia dengan produksi sebesar 84.000 metric ton. 90% dari produksi timah Indonesia berasal dari Pulang Bangka dengan produser PT Timah (Persero). Produser Timah terbesar adalah Cina dengan produksi sebesar 125.000 metric ton dengan wilayah produksi di Provinsi Yunnan dan Guangxi Zhuang. Namun karena demand dari dalam negeri cukup besar, net export China untuk timah hanya 26.300 metric ton. Produser timah terbesar ketiga adalah Peru dengan produksi 18.000 metric ton.

Tabel 1 10 Negara Produser Timah Terbesar

No Negara Produksi Timah (Metric Ton)

1 Cina 125,000 2 Indonesia 84,000 3 Peru 23,700 4 Bolivia 18,000 5 Brazil 12,000 6 Myanmar 11,000

(4)

B ri ef H S 80 T ima h 7 Australia 6,100 8 Vietnam 5,400 9 Malaysia 3,500 10 Kongo 3,000

Penggunaan timah untuk konsumsi tentunya beragam, mulai dari perabotan rumah tangga (seperti: kuali, nampan, panci dan lain-lain), komponen elektronik, sparepart alat transportasi, bahkan dapat digunakan untuk bahan dasar mata uang logam. Ekspor timah merupakan salah satu pundi uang pendapatan negara, dimana salah satu BUMN pemerintah Indonesia, PT Timah (Persero) merupakan BUMN penambang timah satu-satunya di Indonesia.

Besarnya pendapatan dari timah sangat tergantung pada kontrak perdagangan timah. Seluruh perdagangan untuk ekspor dan impor timah ditentukan oleh kontrak perdagangan yang tercatat pada London Metal Exchange. Seperti halnya harga logam lainnya, resesi ekonomi menyeret harga timah mengalami penurunan terburuknya pada awal januari 2016. Harga timah per metrik ton menyentuh US$13,000 dari puncak tertingginya tahun 2013 sebesar US$25,000. Hal ini menyebabkan ekspor dunia untuk timah secara keseluruhan mengalami penurunan pada 2016 dengan volume penurunan yang cukup signifikan yaitu senilai US$3 Milyar dari tahun 2013. Untuk kedepannya harga timah mulai menunjukan rebound kenaikan harga dikarenakan permintaan untuk timah mulai menguat dan persediaan timah juga menurun.

(5)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Gambar 1 Harga Timah (World Price, dalam US$) pada London Metal Exchange

Untuk impor produk HS80, porsi terbesar untuk subproduk dalam 4 digit adalah HS8001, timah mentah (tidak ditempa) dengan nilai impor sebesar US$4,2 Milyar, diikuti dengan produk HS8003 (Timah tempa dalam bentuk kawat, tabung, kawat dan sebagainya) dengan nilai impor sebesar US$0.46 Milyar, kemudian HS8007 (olahan timah selain tempaan seperti lembaran atau bubuk timah) dengan nilai impor sebesar US$ 0.4 Milyar.

(6)

B ri ef H S 80 T ima h

Negara-negara sasaran ekspor timah adalah Negara maju yang memiliki keunggulan komparatif untuk produksi berteknologi tinggi dan berorientasi manufaktur. Amerika Serikat menjadi negara terbesar pengkonsumsi timah dengan porsi dari impor dunia tahun 2015 sebanyak 12.3%, diikuti dengan Jepang dan Singapura dengan porsi 8.6% dan 8.4% dari impor dunia.

Jepang menduduki peringkat kedua sebagai importir timah terbesar dengan porsi sebesar 8,6% dari impor dunia, nilai impornya cukup besar dengan nilai US$ 453 juta. Untuk produk timah, jika dikomparasikan dengan seluruh impor Jepang untuk seluruh produk barang, impor khusus untuk timah hanya 0,07% dari total impornya. Total aggregate demand Jepang dari produk HS80 sebesar 26,7 ribu ton, porsi demand terbesar adalah HS8001, yaitu Timah mentah (unwrought tins) dengan total impor sebesar 24.97 ribu ton pada tahun 2016 (97% dari total impor), sementara porsi demand kedua adalah HS8007, yaitu timah tempa (articles of tin) dengan total impor sebesar 414 ton, dan sisanya adalah HS8003, olahan timah (plat, kawat, pipa, dan lain-lain) kemudian residual dari olahan timah (scrap tins and waste).

HS code Product label 2012 2013 2014 2015 2016

8001 Unwrought tin 6,210,406 6,332,915 5,960,016 4,397,308 4,290,353

8003 Tin bars, rods, profiles and wire, n.e.s. 1,256,595 892,555 1,230,805 464,820 423,321

8007 Articles of tin, n.e.s. 433,983 467,930 506,444 569,065 403,704

8002

Tin waste and scrap (excluding ash and residues from the manufacture of tin of heading 2620, . . .

194,351 232,284 209,041 130,056 97,962

8004Tin plates, sheets and strip, of a thickness of

> 0,2 mm 4,007 3,592 2,543 6,319 6,835

8006Tin tubes, pipes and tube or pipe fittings

"e.g., couplings, elbows, sleeves" 177 45 72 15 49

8005

Tin foil of a thickness "without any backing" <= 0,2 mm, whether or not printed or backed with . . .

(7)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Khusus tentang sisi supply dari produk HS8001 (timah mentah), negara yang memiliki pangsa penyupply terbesar adalah Indonesia dengan nilai ekspor sebesar US$ 1.12 Miliar, nilai ini setara dengan 37% dari total agregat supply. Eksporter timah terbesar kedua adalah Malaysia dengan nilai ekspor US$ 584.14 juta, nilai ini setara dengan 16,6% dari total supply. Peta kekuatan supply untuk produk timah mentah (HS8001) dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2 Peta Kekuatan Ekspor Untuk Produk HS8001

Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengendalikan pasar timah, kotak merah menandakan cluster pengekspor yang berada di Asia. Hampir 50% pasar Asia untuk timah dikuasai oleh Indonesia. Lebih lanjut kemana sasaran pasar ekspor produk timah?.

(8)

B ri ef H S 80 T ima h

Ada dua negara pengimpor utama untuk produk timah mentah (HS8001), yaitu Singapura, Jepang dan Amerika Serikat. Berdasarkan data UN Comtrade 2015, impor Jepang untuk timah mencapai US$684 juta. Amerika Serikat mengimpor timah senilai US$677 juta, diikuti Singapura dan Belanda dengan nilai impor US$454 juta dan US$478 juta. Untuk pasar Asia yang dilambangkan oleh kotak merah, dua negara pemain utama adalah Singapura dan Jepang. Orientasi Singapura untuk mengimpor timah dalam jumlah besar adalah re-ekspor, sementara Jepang mengimpor timah untuk diolah kembali dalam rangka produksi manufaktur.

Dapat disimpulkan bahwa pemain utama untuk supply dan demand produk timah mentah (HS8001) di wilayah Asia adalah Indonesia dan Jepang. Oleh karena itu, dalam market brief isu bulan ini akan membahas lebih dalam potensi perdagangan timah mentah antara Indonesia dan Jepang.

(9)

Market B ri ef H S 80 T ima h BAB II

POTENSI PRODUK TIMAH (HS 80) DI PASAR JEPANG

Dalam bab sebelumnya, sudah diberikan analisa mengenai justifikasi pemilihan produk Timah (HS 80) untuk dipasarkan di Jepang. Dalam Bab ini dibahas mengenai detil produk Timah (HS 80) di pasar Jepang dan kriteria produk yang dipasarkan di Jepang. Namun, untuk mempertajam analisa produk, market brief ini akan menjustifikasi pemilihan produk dalam 4 digit, yang terpilih adalah HS 8001 (Timah Mentah). Justifikasi ini dikarenakan 97% dari impor Jepang untuk produk HS80 adalah Timah mentah (HS8001).

Timah sangat dibutuhkan untuk impor jepang karena kegunaan produk timah sangat penting untuk industri manufaktur di Jepang, seperti kaleng makanan, tabung aerosol, container, campuran besi, elektronik dan lain-lain. Oleh karena itu perdagangan timah antara Jepang dan Indonesia sangat besar potensinya.

2.1. Karakteristik Produk HS 8001 di Pasar Jepang

Dalam turunannya, hanya ada 2 produk turunan HS 8001 yang dikenal. Adapun detil dari 2 produk tersebut adalah sebagai berikut:

1. HS 800110; Unwrought tin, not alloyed

Produk ini harus dalam bentuk metal yang sudah dimurnikan dengan kadar 99% dari timah (Unsur kimia: Stannum (Sn)). Timah ditambang dari bumi

(10)

B ri ef H S 80 T ima h

dalam bentuk Cassiterite. Selanjutnya, logam campuran lain yang masih terkandung dalam Cassiterite dibuang untuk memurnikan timah. Logam lain yang terkandung dalam produk HS800110 harus dibawah 1 persen, seperti Bismuth (Bi, kadar maksimal 0.1%) dan Tembaga (Cu, kadar maksimal 0,4%).

Berdasarkan data UN Comtrade, produk HS800110 sangat terkoneksi dengan HS848210 (bola bearing), HS730793 (logam campuran) hingga kancing baju (HS600121).

Gambar 4 Input-Output Network Produk HS800110

2. HS 800120; Unwrought tin alloys

Berbeda dengan produk HS800110, produk ini memperbolehkan kandungan logam lain dalam timah melebihi 1%, atau kandungan bismut lebih atau sama dengan 0,1% dan kandungan tembaga lebih atau sama dengan 0,4%. Kegunaan produk ini sama dengan produk HS800120.

(11)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Konsumer produk HS8001 adalah pabrik smelter yang berada di Jepang. Pabrik ini mengimpor batangan timah yang tentu saja masih dalam bentuk bahan baku. Produk timah ini selanjutnya akan diolah menjadi produk lain. Tidak ada data yang detil menunjukan hasil olahan produk timah, namun berdasarkan data world consumption oleh mcgroup.co.uk, end user dari timah ini berakhir pada industry elektronik, khususnya solder (52% dari total konsumsi timah); kemudian 18% berakhir pada end user industry kalengan (pelat timah dan kaleng); 14% berakhir pada industry kimia (unsur timah dapat direaksikan untuk menghasilkan bahan kimia seperti pupuk); 5% berakhir pada industry logam campuran, 2% untuk industry kaca; dan 9% untuk industry lainnya. .

Gambar 5 End User Produk Timah

Sumber: http://www.mgt.net.au/investor-centre/the-global-tin-market/

Karena ekspor timah masih mentah dari Indonesia, konsumer besar produk ini adalah smelter timah yang nantinya mendistribusikan hasil olahannya kepada end user. Beberapa perusahaan Jepang yang terlisting untuk mengolah timah (Tin

Smelter) adalah Mitsui Mining and Smelting Co.,Ltd; JX Nippon Mining and Metal

Co.,Ltd; Mitsubishi Material Corporation; dan Kosaka Smelting and Refining Co., Ltd.

(12)

B ri ef H S 80 T ima h BAB III INFORMASI PASAR

Bab ini membahas informasi pasar produk HS 8001 di Jepang. Bab ini terdiri dari trend produk HS8001 di Jepang, Segmentasi dan profil pengguna, dan perilaku pembeli.

3.1. Trend dan Prospek Konsumsi HS8001 di Jepang

Jepang merupakan negara maju dengan keunggulan komparatif pada industri padat modal atau berteknologi tinggi. Oleh karena itu produk unggulan dari negara jepang didominasi oleh komponen elektronik/sirkuit, mobil, sparepart kendaraan, mesin, LCD, dan termasuk baja campuran. Pada gambar 6 menunjukan produk ekspor Jepang, yang dimana warna biru menunjukan produk mesin (37%), dan alat transportasi (25%).

Gambar 6 Ekspor Jepang ke Mancanegara

Secara logika, tentu saja produksi produk elektronik memerlukan solder dan logam inti dimana timah tentu saja digunakan, sebagaimana disebutkan pada bab 2 bahwa 50% end user dari timah digunakan untuk solder.

(13)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Industri elektronik Jepang mengalami pertumbuhan yang cukup stabil dengan pertumbuhan 2-7% per tahun, sebagaimana dilansir oleh Japan Electronics and Information Technology Industries Association (JEITA). Tentunya diharapkan meningkatnya industri elektronik bersamaan dengan permintaan timah oleh Jepang. Cara paling mudah untuk melihat prospek timah ke depan adalah melihat tren harga timah dalam London Metal Exchange (LME).

Gambar 7 Harga Timah (mingguan) berdasarkan LME

Harga timah menyentuh puncak pada tahun 2010 dimana rehabilitasi pasca krisis ekonomi memacu permintaan logam untuk keperluan produksi industri besar-besaran.

(14)

B ri ef H S 80 T ima h

Timah merupakan produk paling dicari hingga harganya mencapai US$ 33 ribu per metric ton. Namun harganya mulai menurun hingga awal januari 2016, saat ekonomi mulai khawatir akan perlambatan pertumbuhan produksi Cina. Hingga Mei 2017, harga timah mulai merangkak naik sehingga dikategorikan dalam fase bullish. Tentunya dalam 1-2 tahun ke depan harga timah akan meningkat, peningkatan ini disebabkan dua hal:

 Penurunan Stok Timah di LME; gambar 8 menunjukan grafik deposit timah pada gudang London Metal Exchange, semenjak januari 2017, terjadi penurunan stok jumlah timah pada gudang LME. Penurunan stok tentunya mengindikasikan penurunan supply yang berpotensi menaikan harga timah ke depannya.

Gambar 8 Deposit Timah di Gudang London Metal Exchange

 Larangan penambangan timah oleh Cina; produser timah terbesar di dunia ini mengalami gangguan supply karena isu lingkungan dan polusi menyebabkan pemerintah cina melaksanakan moratorium penambangan timah

(15)

Market B ri ef H S 80 T ima h

oleh swasta. Belakangan penambangan timah di Cina menggunakan bahan peledak (explosive) yang menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup fatal.

Supply distraction tentunya akan terus memompa harga timah untuk mencari level

tertingginya dalam jangka waktu 1-2 tahun ke depan. Selain itu, permintaan timah oleh Jepang tentunya menggairahkan impor timah oleh Jepang. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ekspor timah ke mancanegara masih menjanjikan.

3.2. Segmentasi pasar dan profil pengguna

Timah merupakan bahan penting untuk industri manufaktur, termasuk barang konsumsi, packaging, konstruksi, transportasi, dan mobil. Kemudian logam campuran dari timah digunakan untuk mendukung pertumbuhan industri elektronik. Mulai dari penggunaan solder dengan temperature leleh yang tinggi atau rendah, teknologi pengelasan juga menggunakan timah khususnya menyatukan pipa air yang terbuat dari tembaga.

Pelat timah (baja dengan lapisan timah) banyak digunakan untuk pengepakan makanan atau minuman, untuk wadah produk lainnya juga dapat digunakan. Pelapisan timah sangat penting untuk melindungi bahan dari pengkaratan. Selain itu, lapisan timah dapat memperpanjang daya tahan makanan/minuman dari pembusukan.

Campuran kimia timah juga banyak digunakan di industry kimia. Pengguna terbesar timah dalam industry kimia adalah industry pipa PVC. Selain itu, produk pintu dan

(16)

B ri ef H S 80 T ima h

jendela juga menggunakan timah untuk melindungi produk dari pelapukan akibat sinar matahari. Selain itu, untuk industry kimia inorganik, campuran timah digunakan sebagai katalisator untuk pelapisan kaca, perendaman electroplating, campuran pemadam api, keramik dan industry semen.

Untuk produk teknologi ramah lingkungan, katalisator timah digunakan untuk produksi termal insulasi busa polyurethane dan pelapisan timah oksida utnuk menghasilkan `e-glass`, kaca beremisi rendah pada `green building`. Perak dan kuningan juga menggunakan timah sebagai bahan campuran. Termasuk juga baja ringan, pewter, dan super-konduktor. Timah juga digunakan untuk membuat float glass, dan cermin.

(17)

Market B ri ef H S 80 T ima h

3.3. Perilaku Pembeli Akhir

Berdasarkan laporan perdagangan dari PT Timah (Persero), 51% dari hasil ekspor mereka digunakan pada industri solder, kemudian 17% untuk konsumsi industri kimia, 16% untuk pelat timah, dan 16% sisanya untuk produk lainnya.

Karena end-user produk ini adalah industri dengan kapasitas modal besar, tentunya profil dan tren konsumsi mereka sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga timah dunia. Dengan harga bahan baku timah yang masih murah, tentunya memacu produksi industri solder, kimia, industri kaleng di Jepang untuk meningkatkan profitibilitas perusahaan.

(18)

B ri ef H S 80 T ima h BAB IV INFORMASI PERDAGANGAN

Bab ini membahas impor produk HS8001 oleh Jepang, analisa pesaing, peran Indonesia dalam ekspor produk, dan saluran distribusi produk HS8001.

4.1. Impor Produk HS8001 di Jepang

Impor Jepang untuk produk HS8001 mengalami tren penurunan dari tahun 2012 hingga tahun 2016. Seperti yang sudah diidentifikasi sebelumnya, penurunan import dikarenakan pelemahan supply karena tekanan penurunan harga timah hingga tahun 2016, selain itu sentiment akibat kerusakan lingkungan menjadi factor pendorong penurunan harga timah. Hal ini juga dikonfirmasi oleh PT Timah (Persero) selaku pengekspor utama timah dari Indonesia. Dalam laporan keuangannya mereka melaporkan penurunan produksi dari 28,364 ton pada tahun 2012 menjadi 26,677 ton pada tahun 2016. Gambar 10 memperlihatkan peta impor HS8001 oleh Jepang. Dari peta tersebut pemegang ekspor timah utama adalah Indonesia dengan jumlah ekspor sebanyak 24,969 ton pada tahun 2016, kemudian diikuti oleh Malaysia dengan jumlah ekspor 13,363 ton, kemudian Thailand dengan jumlah ekspor 3,733 ton. Negara lain yang mengekspor timah ke Jepang adalah Taipei, Peru, Vietnam, Bolivia, Brazil dan Amerika Serikat.

(19)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Gambar 10; Tren Volume Impor HS 8001 di Jepang

Jika dilihat lebih dalam menjadi kode 6 digit, impor jepang terbanyak untuk produk HS8001 adalah HS800110, yaitu timah murni (Unwrouht Tin, not alloyed). Sebanyak 99.8% porsi impor pada produk ini, dan hanya 0.2% untuk produk HS800120 (Unwrought tin alloys). Menurut data UN Comtrade tahun 2016, Negara pemasok produk HS800110 adalah Indonesia (Nilai impor US$ 439 juta), Malaysia (Nilai impor US$ 234 juta), dan Thailand (Nilai impor US$ 66 juta).

(20)

B ri ef H S 80 T ima h

Gambar 11; Tren Impor HS800110 (Timah) Jepang berdasarkan negara pengekspor 2010-2016

Dapat disimpulkan bahwa untuk produk HS8001, partner utama Jepang adalah Indonesia dengan lebih dari 50% pasokan produk timah berasal dari sini. Selama 3 tahun ke belakang Indonesia selalu menjadi pengekspor utama timah ke Jepang. Namun Malaysia dan Thailand berpotensi menjadi pesaing karena porsi mereka cukup besar untuk mengekspor timah ke Jepang. Dalam subbab selanjutnya akan dibahas kondisi negara pesaing Indonesia untuk produk HS8001.

4.2. Analisa Pesaing

Indonesia sudah memiliki posisi yang sangat kuat sebagai trading partner utama Jepang, tetapi analisa pesaing cukup penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan. Ada dua negara yang cukup bersaing untuk produksi timah di

(21)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Asia, yaitu Malaysia dan Thailand.

4.3.1. Malaysia

Selain terkenal dengan komoditas ekspor CPO-nya, Malaysia memiliki sejarah bagus untuk ekspor mineral, termasuk timah. Pertambangan timah dimulai semenjak tahun 1829, akhir 1980 Malaysia pernah menjadi pengekspor utama timah di Asia dan nomor dua dunia setelah Brazil, namun bisnisnya runtuh karena runtuhnya harga timah akibat oversupply. Oleh karena itu hingga saat ini Malaysia mulai berhati-hati bermain dalam pasar timah untuk menjaga stabilitas ekuilibrium harga timah dengan menjaga supply.

Untuk ekspor timah, Malaysia mulai dilirik dunia karena analis pasar mineral berpendapat bahwa kebijakan pelarangan ekspor timah berkualitas rendah oleh Pemerintah Indonesia merupakan langkah bunuh diri karena pasar timah baru-baru ini membaik dan demand dari pasar Asia (Cina, Korea, dan Jepang) menunjukan peningkatan dalam rangka perbaikan ekonomi. Jepang khususnya membutuhkan banyak logam campuran untuk persiapan Olimpiade 2020, namun pemerintah justru melarang ekspor timah.

Dilansir oleh Reuters, Cina mulai menyasar Malaysia untuk impor timah dan gudang London Metal Exchange karena kebijakan larangan ekspor Indonesia mengganggu aktivitas impor. Malaysia sendiri tidak membatasi ekspor timah, namun lebih fokus untuk membatasi penambangan bauksit (bijih aluminium) karena lebih merusak lingkungan. Perusahan produser timah terbesar di Malaysia

(22)

B ri ef H S 80 T ima h

adalah Malaysia Smelting Corporation (SMC) yang berbasis di Butterworth, Malaysia. Kemampuan produksnya mencapai 35,000 ton per tahun dengan tingkat pemurnian timah pada produk ekspor mencapai 99,85%. SMC juga memiliki subsidiary yang berada di Congo dan Thailand.

4.3.2. Thailand

Pada tahun 2010-2011, Thailand pernah menjadi pesaing utama Indonesia untuk ekspor timah ke Jepang dengan market share 28% dari total impor Jepang. Thailand memiliki cadangan timah yang cukup banyak dan perusahaan produser timah Thailand, Thailand Smelting and Refining Co Ltd (Thaisarco), merupakan produser timah kelima terbesar dunia dengan kapasitas ekspor 22,487 ton. Thaisarco memiliki produk unggulan timah dengan merek “THAISARCO”, produk ini memiliki spesifikasi timah dengan kadar pemurnian 99,9%.

Setelah 2011, ekspor Thailand ke Jepang mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan oleh upgrade eksport Thailand dari ekspor timah mentah menjadi ekspor kaleng timah. Thailand membidik menjadi produser ekspor kaleng timah terbesar di Asia, kaleng timah juga dipandang memiliki nilai tambah yang lebih dibandingkan timah mentah. Namun upgrade eksport Thailand tidak berarti kekuatan saing Thailand untuk ekspor timah ke Jepang mengalami penurunan.

4.3. Peran Indonesia dalam Ekspor Produk HS8001 ke Jepang 4.3.1. Kekuatan Indonesia

(23)

Market B ri ef H S 80 T ima h

mencapai US$ 1,1 milyar pada tahun 2016. Nilai ekspor ini mempunyai porsi 21.9% dari seluruh total ekspor, namun jika ditambah dengan nilai ekspor oleh Singapura (PT Timah memiliki channel khusus di pelabuhan Singapura dalam rangka re-ekspor timah) maka nilai ekspor Indonesia untuk timah dan sejenisnya (HS80) mempunyai porsi 33% dari seluruh ekspor. Nilai ini cukup fantastis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai raja ekspor timah.

Dapat dilihat pada gambar 12, jaring perdagangan Timah diseluruh dunia menunjukan volume perdagangan yang sangat besar antara Indonesia dan dunia untuk produk timah. Tujuan terbesar tentu saja Singapura (US$ 492 Milyar) untuk re-ekspor, kemudian Belanda (US$ 132 Milyar), untuk disimpan di gudang London Metal Exchange (LME), dan Jepang (US$ 104 Milyar). Jepang sendiri memiliki posisi khusus karena orientasinya adalah untuk konsumsi timah. Berarti dapat disimpulkan consumer terbesar timah ekspor Indonesia adalah Jepang. Gambar 13 memperlihatkan ekspor timah oleh Singapura yang produknya merupakan timah dari Indonesia, consumer terbesarnya adalah Belanda (cadangan LME) dan Amerika Serikat.

(24)

B ri ef H S 80 T ima h

Gambar 12; Jaring Perdagangan Timah, Ekspor dari Indonesia

(25)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Selain kekuatan mitra dagang, Indonesia masih memiliki cadangan timah yang cukup untuk ekspor timah. Berdasarkan data dari USGS Mineral Yearbook 2016, cadangan timah Indonesia merupakan terbesar kedua setelah Cina dengan potensi 800,000 ton, jika asumsi produksi rata-rata timah 60.000 ton per tahun maka timah Indonesia dapat diusahakan hingga 13 tahun ke depan.

Tabel 3 Cadangan dan Produksi Timah Indonesia dan Dunia

Sumber: USGS Mineral Year Book 2016

Cadangan timah ini, tersebar dalam bentangan wilayah sejauh lebih dari 800 kilometer, yang disebut The Indonesian Tin Belt. Bentangan ini merupakan bagian dari The Southeast Asia Tin Belt, membujur sejauh kurang lebih 3.000 km dari daratan Asia ke arah Thailand, Semenanjung Malaysia hingga Indonesia. Di Indonesia sendiri, wilayah cadangan timah mencakup Pulau Karimun, Kundur, Singkep, dan sebagian di daratan Sumatera (Bangkinang) di utara terus ke arah selatan yaitu Pulau Bangka, Belitung, dan Karimata hingga ke daerah sebelah barat Kalimantan. Jumlah sumberdaya timah dalam bentuk bijih sebesar 3.483.785.508

(26)

B ri ef H S 80 T ima h

ton dan dalam bentuk logam sebesar 1.062.903 ton. Sedangkan jumlah cadangan timah dalam bentuk bijih sebesar 1.592.208.743 ton dan dalam bentuk logam sebesar 572.349 ton.

Dari sejumlah pulau penghasil timah itu, Pulau Bangka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia. Pulau Bangka yang luasnya mencapai 1.294.050 ha, seluas 27,56% daratannya merupakan area Kuasa Penambangan (KP) timah. Area penambangan terbesar di pulau ini dikuasai oleh BUMN yaitu PT Timah, Tbk. Selain itu terdapat sejumlah perusahaan pertambangan swasta lain dan para penambang tradisional yang sering disebut tambang inkonvensional (pertambangan rakyat) yang menambang tersebar di darat dan laut Bangka Belitung.

4.3.2. Kelemahan Indonesia

Dibandingkan Negara lainnya, kelemahan Indonesia adalah ketergantungan tinggi pada ekspor raw material seperti timah. Ekspor produk HS8001 memiliki nilai tambah yang kecil sehingga langkah yang perlu dilakukan adalah mengkonversi produk timah menjadi produk setengah jadi atau jadi untuk menambah nilai tambah produk. Selain itu kelemahan Indonesia yang lain adalah ketidak mampuan pelabuhan Indonesia mengakomodir ekspor timah menuju negara Amerika, Eropa, dan Afrika. Saat ini PT Timah menggunakan pelabuhan Singapura untuk menggapai ekspor timah ke negara-negara tersebut, namun perlu diketahui bahwa cukai dan biaya bongkar sauh akan masuk ke kas pemerintah Singapura. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia sebaiknya meningkatkan kapasitas pelabuhan di Indonesia sehingga dapat mengakomodir ekspor timah ke negara tersebut.

(27)

Market B ri ef H S 80 T ima h 4.3.3. Regulasi Impor

Subbab berikut membahas kebijakan impor, hambatan tarif dan non tarif, standar kualitas dan persyaratan sertifikasi dan pengemasan serta pelabelan produk.

4.3.3.1. Kebijakan Impor Produk HS8001 di Jepang

Berdasarkan buku panduan impor produk yang diterbitkan oleh Japan External Trade Organization (JETRO), tidak ada regulasi yang mengatur impor barang tambang seperti pengecekan cukai, penjualan, pelabelan, dan pengaturan spesifikasi barang. Prosedur standar (deklarasi impor) yang harus diikuti saat barang masuk ke Jepang adalah:

1. Melengkapi import declaration: Penjelasan mengenai kuantitas dan nilai barang impor.

2. Kejelasan Declarant: Biasanya broker cukai sebagai declarant sebagai wakil importir.

3. Kelengkapan dokumen, yang terdiri dari: a. Invoice

b. Bill of lading atau Air waybill

c. Certificate of Origins (mengikuti aturan WTO, dan form A certificate of origins jika negara mitra dagang memiliki tarif preferensi)

d. List packing, deskripsi kargo, sertifikat asuransi (jika dibutuhkan) e. Lisensi, sertifikat dan lain-lain jika dibutuhkan

f. Penjelasan detil jika barang dikenai bebas cukai g. Slip cukai (jika barang dikenai cukai).

(28)

B ri ef H S 80 T ima h http://www.customs.go.jp/english/passenger/index.htm.

Untuk regulasi ekspor timah dari Indonesia ke Jepang, mengikuti peraturan menteri perdagangan tentang ketentuan ekspor timah. Adapun daftar peraturan dan pedoman untuk ekspor timah adalah sebagai berikut:

 Peraturan Menteri Perdagangan No. 04/M-DAG/PER/1/2007 tentang Ketentuan Ekspor Timah Batangan

 Peraturan Menteri Perdagangan 01/M-DAG/PER/1/2007 tentang Perubahan Atas Lampiran Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan Nomor 558/Mpp/Kep/12/1998 Tentang Ketentuan Umum Dibidang Ekspor Sebagai Mana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir Dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 07/M-Dag/Per/4/2005

 Peraturan Menteri Perdagangan 32/M-DAG/PER/6/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78/M-Dag/Per/12/2012 Tentang Ketentuan Ekspor Timah32/M-Dag/Per/6/2013

 Peraturan Menteri Perdagangan 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah

 Peraturan Menteri Perdagangan 78/M-DAG/PER/12/2012 tentang Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 78/M-Dag/Per/12/2012 Tentang Ketentuan Ekspor Timah

 Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

4.3.3.2. Hambatan Tarif dan non-tarif

(29)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Sejauh ini juga belum ada hambatan non-tarif yang mengganggu impor Jepang untuk produk HS8001 ke Jepang, seperti tidak adanya impor kuota dan perlindungan produk HS8001 asal Jepang (Trade Protection).

Hambatan non-tarif lebih kepada pembatasan ekspor timah yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia sendiri melalui Peraturan Menteri Perdagangan 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah.

4.3.3.3. Standar Kualitas, Persyaratan Sertifikasi, Pengemasan dan Pelabelan <Standar Kualitas>

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah, timah (HS8001) yang diekspor harus memenuhi persyaratan teknis seperti berikut:

(30)

B ri ef H S 80 T ima h

(31)

Market B ri ef H S 80 T ima h

(32)

B ri ef H S 80 T ima h <Sertifikasi>

Timah yang diekspor harus mendapatkan persetujuan ekspor, sertifikasi dan verifikasi teknis dari Kementerian Perdagangan c.q Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan. Detil prosedur untuk mendapatkan sertifikasi dan persetujuan ekspor dapat dilihat dengan mengunjungi website Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan RI (http://ditjendaglu.kemendag.go.id).

<Pelabelan>

Pelabelan dapat mengikuti pedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah

4.3.3.4. Asosiasi Produk dan Profil Importir

Perusahaan Jepang lebih memilih untuk mengadakan direct procurement untuk produk HS8001. Berikut ini list perusahaan untuk disasar sebagai target ekspor produk timah (HS8001):

Nama Perusahaan Market Capital

Kontak

Mitsui Co Ltd JPY 2.89T Menara BCA 51st Floor, Grand Indonesia Jl.M.H. Thamrin No.1,Jakarta 10310,Indonesia

Telp: (62-21) 29856234

Nippon Steel & Sumitomo Metal

JPY 2.35T Sentral Senayan II 201-2C Ground floor, Jalan Asia Afrika No. 8,

(33)

Market B ri ef H S 80 T ima h

Nama Perusahaan Market Capital

Kontak

Gelora Bung Karno – Senayan, Jakarta Pusat 10270, Indonesia

Telp: (62-21) 29039210 Sumitomo metal mining

Co Ltd

JPY 857M 11-3, Shimbashi 5-chome Minato-ku, Tokyo 105-8716, Japan (Shimbashi Sumitomo Building)

Phone : 81-3-3436-7705 Nippon Yakin Kogyo

Co Ltd

JPY 33.55 M San-ei Bldg., 1-5-8, Kyobashi, Chuo-ku, Tokyo 104-8365 Japan

Web: www.nyk.co.jp

Pacific Metal JPY 68.9 M Sentral Senayan II, 15th. Floor Jl. Asia Afrika No.8,

Jakarta 10270, Indonesia

4.4. Saluran Distribusi Produk HS8001

Mekanime perdagangan Timah antara Indonesia dan dunia terdapat di Bursa Komoditas Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity Derivative Exchange (ICDX), London Metal Exchange (LME), dan Kuala Lumpur Tin Market (KLTM). Referensi harga suatu komoditas logam justru tidak ditentukan oleh bursa logam yang berasal dari produsen terbesar. Contohnya penentu harga timah dunia didominasi oleh LME di London Inggris yang bukan sebagai produsen timah. Berikut ini akan dijelaskan mengenai mekanisme perdagangan timah yang terjadi di tiga bursa

(34)

B ri ef H S 80 T ima h

timah tersebut di atas.

Indonesia Commodity Derivative Exchange (ICDX)

Perdagangan timah melalui bursa di Indonesia dimulai sejak terbitnya peraturan dari Menteri Perdagangan yaitu Permendag Nomor 32/M-DAG/PER/6/2013 tanggal 28 Juni 2013 tentang Tata Niaga Ekspor Timah. Selanjutnya Pemerintah menugaskan ICDX sebagai penyelenggara bursa timah sesuai Surat Keputusan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 08/Bappebti/KEP-PBK/08/2013 tanggal 19 Agustus 2013. Transaksi di bursa komoditas timah Indonesia baru diramaikan oleh 32 penjual dan 29 pembeli. Namun demikian, sejak awal didirikan penjual timah di ICDX telah tumbuh 400% dan pembeli 107%. Komoditas yang diperdagangkan adalah timah dalam bentuk batangan (ingot). Mitra kerja ICDX ada tiga yaitu Surveyor, Warehouse Management dan Bank Penyimpanan. Surveyor ada dua yaitu PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo yang bertugas memverifikasi atau penelusuran teknis asal bijih dan mutu timah. PT Sucofindo khusus untuk memverifikasi kualitas dan kuantitas timah milik PT Timah, sedangkan PT Surveyor Indonesia memverifikasi kualitas dan kuantitas timah milik swasta lainnya. Warehouse Management adalah PT Bhanda Ghara Reksa untuk mengelola timah batangan yang akan diperdagangkan di bursa untuk tujuan ekspor. Sedangkan Bank Penyimpanan yang bekerjasama adalah BCA, BNI, CIMB Niaga, Bank Sinarmas, Bank Standard Charter dan Bank Windhu.

Perdagangan di bursa ICDX dimulai pada pukul 14.30 WIB dan ditutup pada pukul 15.15 WIB, memperdagangkan 5 komoditas dimana setiap komoditas diperdagangkan selama 3 menit dan reses 3 menit. Harga pembukaan di ICDX adalah harga penutupan

(35)

Market B ri ef H S 80 T ima h

pada hari sebelumnya. Jika pada hari sebelumnya tidak ada penjualan maka harga ditetapkan berdasarkan harga LME ditambah harga KLTM dibagi dua.

Proses transaksi timah di bursa terdiri dari tiga tahap yaitu Pre-Trade, Trade dan Post Trade dengan penjelasan seperti berikut:

1. Pre-Trade yaitu proses dimana pembeli memberi margin ke Bursa sebagai jaminan

pembelian timah dan penjual menyerahkan BST ke Bursa sebagai bukti kepemilikan timah batangan akan dijual. BST adalah bukti kepemilikan Timah yang dikeluarkan oleh PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) yang dilengkapi dengan spesifikasi mutu sesuai kontrak. Sertifikat mutu dan asal usul bijih timah dikeluarkan oleh Surveyor.

2. Trade yaitu proses dimana masing-masing pembeli memasukkan harga beli yang

diinginkan (Bid) ke sistem bursa secara online dan penjual memasukkan harga jual yang diinginkan (Offer) ke system bursa secara online.

3. Post Trade (apabila terjadi transaksi) yaitu proses dimana pembeli membayar pembelian timah dan menerima timah sesuai dengan alokasi transaksi bursa. Penjual melepaskan hak kepemilikan timah dan imbalannya mendapatkan pembayaran.

London Metal Exchange (LME)

Harga produk mulai dari aluminium, aluminium alloy, cobalt, tembaga, lead, molybdenum, nikel, steel billet, timah dan zinc dan lain-lain. LME berdiri sejak 1877 di London Inggris, pada awalnya hanya tembaga yang diperdagangkan, selanjutnya menyusul Lead (Pb) dan Zinc yang diperdagangkan dan mendapatkan status

(36)

B ri ef H S 80 T ima h

perdagangan resmi di tahun 1920. LME sempat tutup karena ada Perang Dunia II dan dibuka kembali di tahun 1954. Setelah dibuka kembali produk metal yang diperdagangkan semakin banyak, tercatat beberapa perdagangan disetiap tahunnya bertambah seperti aluminium (Al) pada tahun 1978, lalu nikel (Ni) 1979, disusul timah (Sn) ditahun 1989, aluminium alloy di tahun 1992, steel di tahun 2008, dan pada 2010 ditambahkan minor logam cobalt (Co) dan molibdenum.

LME adalah tempat acuan harga produk-produk metal sehingga tidak heran apabila nilai perdagangannya mencapai US$ 11, 6 triliun per tahunnya. LME merupakan bursa perdagangan logam yang tertua, sehingga jika dibandingkan dengan bursa perdagangan lainnya tentu mempunyai kelebihan antara lain memiliki Rulebook yang jelas, Roadmap yang menunjukkan business continuity, tata laksana post trade service, Risk management dan disaster recovery, transparansi dalam pembentukan harga, transparansi data historis, serta terdapat Rulebook, risk management dan disaster recovery, dan kredibilitas pada Clearing House.

Perdagangan logam di LME harus dilakukan oleh anggota bursa LME. Waktu perdagangan adalah pukul 11.40-17.00 waktu London. Harga dibentuk pada sesi perdagangan yang paling likuid sehingga sangat mencerminkan supply dan demand. Harga resmi pada saat kontrak terjadi ditentukan oleh harga pada penawaran terakhir sebelum penutupan perdagangan. Ada dua perdagangan yaitu pagi dan sore hari, dimana untuk setiap jenis logam diperdagangkan selama 5 menit tiap sesi pada dua blok (sesi I dari pukul 11.40 sampai 13.10 dan sesi II dari pukul 14.55 sampai 16.15, termasuk waktu rehat 10 menit). Sesi perdagangan kedua adalah kunci untuk menentukan tingkat

(37)

Market B ri ef H S 80 T ima h

harga pada perdagangan esok paginya.

Disamping itu terdapat Ring Dealing Members yang berhak untuk melakukan perdagangan selama sesi perdagangan dan juga beroperasi selama 24 jam melalui kantor perdagangan internal. Semua Ring Dealing Members merupakan anggota dari The LME Clear, di bawah The Financial Services and Markets Act 2000, dan diatur dengan The Financial Conduct Authority. Tiap jenis logam diperdagangkan selama 5 menit dan dua sesi perdagangan.

Kuala Lumpur Tin Market Exchange (KLTM)

The Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) berdiri pada 28 Juni 1984 sebagai perseroan terbatas yang ditetapkan dengan Malaysian Companies Act, 1965. KLTM membuka perdagangan pertamanya pada Oktober 1986 menggantikan Penang Physical Market yang telah beroperasi selama 75 tahun. KLTM merupakan pasar fisik timah dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi secara langsung.

KLTM mengadopsi sistem “Open Outcry” dimana penjual dan pembeli melakukan transaksi bisnis di lantai melalui kompetisi perdagangan terbuka, serupa dengan sistem “Gold Fixing”. Bagaimanapun sejak 17 September 2001 KLTM bermigrasi menjadi perdagangan elektronik menggantikan perdagangan terbuka dengan sistem “Open Outcry”.

Perdagangan di KLTM dimulai pada pukul 10.30 waktu Malaysia hari Senin-Jumat kemudian bids dan offers bertemu dan mencapai kesesuaian pada harga keseimbangan

(38)

B ri ef H S 80 T ima h

secara elektronik. Hanya anggota bursa KLTM yang dapat berdagang di KLTM. Proses di pasar berada di bawah kendali Ketua Panggilan ditunjuk oleh Dewan. Pada pembukaan pasar, Ketua Panggilan memulai proses dengan memasukkan-in harga mencoba pertama untuk hari di layar komputer. Dia akan meminta tonase tawaran dan penawaran dari anggota perdagangan. Para anggota kemudian akan kunci-dalam tawaran mereka dan menawarkan ke dalam sistem. Jika tawaran mencapai hingga jarak 5 ton dari tonase yang ditawarkan, harga mencoba akan dinyatakan sebagai harga timah resmi untuk hari itu, dan sesi dianggap selesai. Jika tidak, proses akan diulang dengan harga yang mencoba yang berbeda sampai kesetimbangan tersebut tercapai.

(39)

Market B ri ef H S 80 T ima h BAB V STRATEGI PERDAGANGAN

Sebagai Negara yang kaya akan sumberdaya alam, Indonesia diakui Jepang sebagai market leader untuk produk timah. Berdasarkan informasi produk HS8001 yang sudah dijelaskan sebelumnya, berikut beberapa strategi perdagangan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan ekspor produk ke Jepang.

a. Peningkatan Mutu Ekspor Timah

Saat ini produk Indonesia untuk timah (HS8001) tidak kalah saing dengan produk timah dari negara pesaing, berikut komparasi produk Timah Indonesia dengan negara Malaysia dan Thailand untuk produk Timah Batangan (ingot).

Nama Produk Produser Asal Negara Kadar Timah Banka Tin PT Timah Indonesia 99.92% Kundor Tin PT Timah Indonesia 99,83-99,92% Premium Grade 3

Nines

SMC Malaysia 99.9% Premium Grade 4 SMC Malaysia 99.99% Thaisarco Thaisarco co ltd Thailand 99.9% Phuket Thaisarco co ltd Thailand 99.85%

Walaupun perbedaan kadar timahnya hanya sangat kecil, namun bagi pembeli yang umumnya membeli dalam jumlah massif, perbedaan walau hanya 0.01% sangat

(40)

B ri ef H S 80 T ima h

berarti. Banka Tin dan Kundor Tin masih kalah kualitas dengan produk Malaysia (SMC) yang mempu memurnikan timah hingga 99,99%, sementara produk termurah Thailand “Phuket” kadar timahnya mampu melebihi produk Kundor Tin. Oleh karena itu Indonesia harus meningkatkan mutu ekspor timah dengan peningkatan teknologi pemurnian timah (Smelting berteknologi tinggi).

b. Pengetatan Kualitas Ekspor oleh Penambang New Entrant

Permasalahan selanjutnya adalah PT Timah tidak mampu berkoordinasi dengan penambang kecil dalam memberlakukan standard dan mutu kualitas ekspor yang beragam. Masih banyak ditemukan kasus ekspor oleh penambang kecil dan penambang illegal yang kualias ekspornya sangat rendah. Dikarenakan penjualan timah hanya lewat satu pintu, kualitas produk antara PT Timah dan penambang kecil seringkali ditemukan perbedaan signifikan, namun dalam satu paket. Hal ini tentunya menyebabkan kecemasan pembeli untuk membeli timah dari Indonesia. Oleh karena itu penyeragaman kualitas ekspor timah sangat penting sebagaimana diatur dalam Peraturan Mendag No. 44/M-DAG/PER/7/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah.

c. Menentukan Strategi Operasional Pemasaran

Strategi operasional yang akan diterapkan karena harus sesuai dengan pola dasar bauran pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan istilah 6-P yaitu price, promotion, place, power of government, dan power of parliament.

(41)

Market B ri ef H S 80 T ima h

d. Pengembangan Teknologi Penambangan

Penambangan timah merupakan jenis produksi padat modal. Untuk meningkatkan profit perusahaan untuk memacu ekspor, efisiensi produksi dan penurunan biaya marjinal sangat penting ditengah melemahnya harga timah. Langkah yang dapat dilaksanakan adalah mempererat kerjasama teknologi antara perusahaan Jepang dan Indonesia untuk mengefisienkan produksi timah.

e. Pemilihan Trading Partner

Trading partner yang terpercaya merupakan salah satu faktor keberhasilan eksportir untuk kesuksesan. Trading partner ini merupakan importir yang berada di Jepang yang nantinya membantu mengurus ijin impor, survey pasar, mencari buyer, dan mengurangi hambatan komunikasi. Tentunya pemilihan trading partner harus berdasarkan trust dan track record trading partner itu sendiri.

f. Pengembangan Sistem Promosi

Sistem promosi yang digunakan musti dipertimbangkan dengan matang, salah satunya media promosi yang akan dipakai. Media promosi yang dapat digunakan, di antaranya pameran dagang internasional (trade fairs), baik di dalam negeri maupun di luar negeri, membuat brosur dan dikirimkan kepada calon pembeli, melakukan pemasaran di media cetak dan elektronik. Selain itu, dapat melalui Atase Perdagangan, Kamar Dagang Indonesia. Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) dan Lembaga Penunjang Ekspor (LPE).

(42)

B ri ef H S 80 T ima h BAB VI INFORMASI PENTING 6.1. TPO dan/atau Kedutaan Jepang di Indonesia

Kedutaan Besar Jepang Jakarta

Jl. M.H. Thamrin Kav. 24, Jakarta Pusat 10350, Indonesia

Tel: (62-21) 3192-4308 Fax: (62-21) 3192-5460 Web: www.id.emb-jepang.go.jp

Konsulat Jenderal Jepang – Medan

Wisma BII, Lantai 5, Jl. Diponegoro No. 18, Medan, Sumatera Utara,

Indonesia Tel: (62-61) 457-5193 Fax: (62-61) 457-4560

Konsulat Jenderal Jepang – Jakarta

Jl. M.H. Thamrin Kav. 3, Jakarta Pusat 10350, Indonesia

Tel: (62-21) 3192-4308 Fax: (62-21) 315-7156

Konsulat Jenderal Jepang –Makassar

Jl. Jenderal Sudirman No. 31, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Tel: (62-411) 871-030, 872-323 Fax: (62-411) 853-946

Konsulat Jenderal Jepang –Surabaya

Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Tel: (62-31) 503-0008 Fax: (62-31) 503-0037

Konsulat Jenderal Jepang –Denpasar

Jl. Raya Puputan No. 170, Renon, Denpasar, Bali, Indonesia

Tel: (62-361) 227-628 Fax: (62-361) 265-066

6.2. Perwakilan Indonesia di Jepang

KBRI Tokyo

Duta Besar: Arifin Tasrif Atase Perdagangan: Faried Rachman

5-2-9 Higashigotanda, Shinagawa-ku, Tokyo 141-0022, Japan Telepon: (813) 3441-4201 Fax: (813) 3447-1697

Website: www.kbritokyo.jp

KJRI Osaka

Konsul Jendral: Wisnu Edi Pratignyo

Nakanoshima Intes Building 22 F, 6-2-40 Nakanoshima, Kita-ku, Osaka 530-0005, Japan

Telepon: (816) 6449-9898 Fax: (816) 6449-9892 Website: www.indonesia-osaka.org

(43)

Market B ri ef H S 80 T ima h Email: [email protected] ITPC Osaka

Kepala: Hotmida Purba Wakil: Adhi Kusuma Yudha Halim

Matsushita IMP Bld. 2F, 1-3-7 Shiromi, Chuo-ku, Osaka 540-6302, Japan Telepon: (816) 6947-3555

Fax: (816) 6947-3556 Website: www.itpc.or.jp Email: [email protected]

6.3. Kamar Dagang Jepang

Tokyo Chamber of Commerce & Industry (HQ)

3-2-2 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005, Japan Telepon: (813) 3283-7523

Fax: (813) 3216-6497 Website: www.tokyo-cci.or.jp Email: [email protected]

Fukuyama Chamber of Commerce & Industry

2-10-1 Nishimachi, Fukuyama City, Hiroshima 720-0067, Japan Telepon: (818) 4921-2345

Fax: (818) 4922-0100 Website: www.fukuyama.or.jp/e

Email: [email protected]

Hiroshima Chamber of Commerce & Industry 44 Matomachi-5-chome, Naka-ku, Hiroshima 730, Japan

Telepon: (818) 2222-6610 Fax: (818) 2211-0108 Website: www.hiroshimacci.or.jp

Kawasaki Chamber of Commerce & Industry

11-2 Ekimae Honcho, Kawasaki-ku, Kawasaki 210, Japan Telepon: (814) 4211-4111

Fax: (814) 4211-4118 Website: www.kawasaki-cci.or.jp

Kyoto Chamber of Commerce & Industry

(44)

B ri ef H S 80 T ima h Telepon: (817) 5212-6450 Fax: (817) 5255-0428 Website: www.kyo.or.jp/kyoto/e Email: [email protected]

Osaka Chamber of Commerce & Industry

2-8 Honmachi-bashi, Chuo-ku, Osaka 540-0029, Japan Telepon: (816) 6944-6400

Fax: (816) 6944-6293 Website: www.osaka.cci.or.jp/e

Okinawa Chamber of Commerce & Industry

15-20 Chuo-4-chome, Okinawa-shi 904, Japan Telepon: (819) 8938-8022

Fax: (819) 8938-2755 Website: www.okinawacci.or.jp

Email: [email protected]

Nagahama Chamber of Commerce & Industry

10-1 Takada-cho, Nagahama, Shiga 526-0037, Japan Telepon: (817) 4962-2500

Fax: (817) 4962-8001 Website: www.nagahama.or.jp

Email: [email protected]

6.4. Daftar Pameran Terkait Produk di Jepang

3rd Metal Osaka- Highly Functional Metal Expo Osaka

The show gathers a wide range of highly-functional metal materials and processing equipment, testing/analysis equipment, recycling technologies, etc.

Tanggal: Sep. 20 (Wed) - 22 (Fri), 2017. 10:00-18:00 (last day until 17:00) Tempat: INTEX Osaka, Japan

Gambar

Gambar 1 Harga Timah (World Price, dalam US$) pada London Metal Exchange
Gambar 2 Peta Kekuatan Ekspor Untuk Produk HS8001
Gambar 4 Input-Output Network Produk HS800110
Gambar 5 End User Produk Timah
+5

Referensi

Dokumen terkait

BPTP Kalimantan Barat berperan sebagai jembatan teknologi pertanian dari lembaga-lembaga penelitian komoditas nasional, perguruan tinggi, swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat

Hasil degradasi diambil sebanyak 5,0 mL untuk dianalisis dengan spektrofotometer UV – Vis pada panjang gelombang maksimum, dengan akuadem yang telah ditambahkan HCl/NaOH

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa emas dapat teroksidasi dalam larutan NaCl dengan metode ozonisasi dan pH larutan

Dalam penelitian ini dilakukan regenerasi fotokatalis Ca1-xCoxTiO3 setelah mengalami proses degradasi senyawa metilen biru dengan radiasi sinar UV.. Katalis hasil

Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT,

Apabila seseorang sudah gabe yang artinya dari segi usia sudah memiliki keturunan baik anak dan cucu bahkan cicit akan menjadi kebanggan bagi orang tersebut,

Menimbang : bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan

Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni di bidang pengelolaan terpadu sumberdaya pesisir dan laut melalui pendekatan perencanaan spasial dan