• Tidak ada hasil yang ditemukan

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Topik : Kekerasan Dalam Pacaran 2. Bidang Bimbingan : Pribadi sosial

3. Jenis Layanan : Konseling Kelompok

4. Fungsi Bimbingan : Pengentasan dan Pemahaman

5. Tujuan layanan : a. Memberikan pemahaman kepada konseli tentang arti sebuah cinta dalam sebuah hubungan pacaran.

b. Memberikan masukan kepada konseli tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

c. Memberikan gambaran secara komprehensif kepada subyek tentang perilaku kekerasan dalam pacaran, dan menanamkan pemahaman secara rasional kepada subyek pentingnya menghindari perilaku kekerasan dalam berpacaran.

d. Memberikan gambaran dan pemahaman kepada konseli untuk dapat membedakan perilaku Asertif, Non Asertif, dan Agresif

e. Konseli mau mengungkapkan fakta sebenarnya tentang perilaku kekerasan pacaran yang pernah dilakukan serta penyebabnya, Konseli bisa mengambil keputusan untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan menonjolkan sikap asertif, dan Membangun komitmen bertanggung jawab dalam pacaran.

f. Membangun sikap asertif pada diri konseli.

g. Membantu konseli untuk mengatasi masalah temperamennya sewaktu menghadapi situasi yang mampu mendorong melakukan perilaku kekerasan dalam pacaran. h. Mengingatkan siswa akan materi yang diajarkan sehingga

siswa lebih mampu untuk menerapkannya dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.

6. Sasaran Layanan : Konseli-siswi Kelas XI SMA Bhinneka Karya 2 Kabupaten Boyolali

7. Uraian Kegiatan : a. Tahap Pembentukan

- Menerima secara terbuka dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kesediaan anggota kelompok melaksanakan kegiatan.

- Berdoa secara bersama, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

- Menjelaskan pengertian konseling kelompok (disesuaikan dengan kegiatan apa yang direncanakan). - Menjelaskan tujuan konseling kelompok.

- Menjelaskan cara pelaksanaan konseling kelompok - Menjelaskan asas-asas bimbingan dan konseling yaitu

(4)

2

b. Tahap peralihan

- Konselor mendorong dan memotivasi konseli untuk mengikuti kegiatan konseling kelompok tersebut dengan baik, berupaya mengkondisikan situasi pelaksanaan layanan supaya kondusif.

- Konselor memberikan kesempatan kepada anggota kelompok dengan melakukan pembagian tugas dan kontrak terhadap layanan yang akan dilaksanakan, sehingga peran masing-masing anggota kelompok mengerti dengan tugasnya masing-masing.

c. Tahap Kegiatan

- Setiap anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang perlu mendapat bantuan kelompok untuk pengentasannya.

- Kelompok memilih masalah mana yang hendak dibahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga, dst.

- Klien (anggota kelompok yang masalahnya dibahas) memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai masalah yang dialaminya.

- Seluruh anggota kelompok aktif membahas masalah klien melalui berbagai cara, seperti : bertanya, menjelaskan, mengkritisi, memberi contoh, mengemukakan pengalaman pribadi, menyarankan. - Klien setiap kali diberi kesempatan untuk merespon

apa-apa yang ditampilkan oleh rekan-rekan anggota kelompok.

d. Tahap pengakiran

- Mengemukakan bahwa kegiatan akan segera diakhiri - Pemimpin kelompok dan anggota kelompok

mengemukakan kesan dan hasil-hasil kegiatan. - Membahas kegiatan lanjutan

- Mengemukakan pesan dan harapan - Doa penutup.

8. Materi : - Pacaran

- Memahami Makna Cinta - Kesehatan mental remaja - Perilaku Agresif

- Kekerasan dalam Pacaran (KDP) - Latihan Asertifitas

- Mengungkap masalah dengan bersikap asertif - Latihan relaksasi

9. Metode : Caramah dan Sharing 10. Tempat : Aula sekolah

11. Tanggal dan Waktu : Sesi I, 10 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi II, 12 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi III, 13 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi IV, 14 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit

(5)

Sesi V, 15 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi VI, 16 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi VII, 17 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi VIII, 2 Januari 2012 waktu 1 x 60 menit 12. Penyelenggara : Praktikan

13. Pihak Yang Disertakan : Guru BK

14. Rencana Penilaian : a. Penilaian proses

Saat konseling berlangsung, anggota kelompok terlihat mengemukakan masalah yang sebenarnya dan prosesnya berjalan lancar.

b. Penilaian hasil

Anggota kelompok dapat membantu masalah temannya yang sedang dibahas dan bisa mecarikan jalan yang terbaik.

15. Tindak Lanjut : Observasi dan mengadakan layanan lanjutan apabila konseli

yang bersangkutan belum bisa berhasil menyelesaikan masalahnya.

Mengetahui, Guru Pamong Boyolali, 10 Desember 2011 Perencana Layanan Peneliti Singgih Kurniawan, S.Pd NIP.

Aji Sulistiyo Purwo Anggoro NIM : 132007023

(6)

LAPORAN PELAKSANAAN EVALUASI DAN TINDAK LANJUT SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Topik Permasalahan : Kekerasan Dalam Pacaran B. Spesifikasi Kegiatan

• Bidang Bimbingan : Pribadi – Sosial • Jenis Layanan : Konseling Kelompok

• Fungsi Layanan : Pengentasan dan Pemahaman

• Sasaran Layanan : Siswa-siswi Kelas XI SMA Bhinneka Karya 2 Kabupaten Boyolali

C. Pelaksanaan Layanan • Tanggal & Waktu :

Sesi I, 10 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi II, 12 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi III, 13 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit

Sesi IV, 14 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit

Sesi V, 15 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit Sesi VI, 16 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit

Sesi VII, 17 Desember 2011 waktu 1 x 45 menit

Sesi VIII, 2 Januari 2012 waktu 1 x 60 menit • Tempat : Aula sekolah

D. Deskripsi, komentar, dan evaluasi tentang pelaksanaan layanan

9. Sesi I dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2011 pukul 09.00-10.00

Tujuan dari layanan ini adalah memberikan pemahaman kepada

(7)

Pelaksanaan Sesi I ini berlangsung selama 1 jam, tepatnya antara jam

09.00-10.00 yang dilakukan di Aula Sekolah. Selama kegiatan berlangsung

terlihat bahwa konseli memiliki motivasi dan perhatian yang baik dalam

mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh konselor. Kemudian setelah

akhir penyampaian materi konseli tidak sungkan untuk mengungkapkan

pendapat yang mereka ketahui tentang apa itu cinta, apa itu pacaran, dan

apa pentingnya cinta sebagai landasan dalam menjalin sebuah hubungan

pacaran.

Berdasarkan hasil pelaksanaan sesi I ini dapat dijelakan bahwa :

Konselor diterima dengan baik oleh para konseli, mereka dapat mengikuti

dan mendengarkan serta mau mengungkapkan pendapat mereka, dan

konseli mulai mengerti apa itu cinta, apa itu pacaran, dan apa pentingnya

cinta sebagai landasan dalam menjalin sebuah hubungan pacaran

Dengan demikian pelaksanaan Sesi I ini dapat terlaksana sesuai

dengan tujuan yang hendak dicapai, yaitu memberikan pemahaman kepada

konseli tentang arti sebuah cinta dalam sebuah hubungan pacaran.

10. Sesi II dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2011 pukul 09.00-10.00

Tujuan layanan adalah memberikan masukan kepada konseli

tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Pada sesi II ini penilaian

dilihat dari motivasi dan perhatian konseli dalam mengikuti setiap materi

yang dijelaskan oleh konselor. Dari hasil penilaian diperoleh keterangan

jika konselor diterima dengan baik oleh para konseli, konseli menunjukkan

(8)

3 bertanya kepada konselor terkait materi yang disampaikan, dan konseli

terlihat puas dengan setiap jawaban yang diberikan oleh konselor.

Hasil akhir dari pelaksanaan sesi ini adalah : konselor diterima

dengan baik oleh para konseli, konseli menunjukkan minat terhadap materi

pelajaran yang disampaikan, konseli dengan antusias bertanya kepada

konselor terkait materi yang disampaikan, dan konseli terlihat puas dengan

setiap jawaban yang diberikan oleh konselor. Sehingga pelaksanaan sesi II

ini sudah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh konselor.

11. Sesi ke III pada tanggal 13 Desember 2011 pukul 09.00-10.00

Tujuan dari layanan ini adalah memberikan gambaran secara

komprehensif kepada subyek tentang perilaku kekerasan dalam pacaran,

dan menanamkan pemahaman secara rasional kepada subyek pentingnya

menghindari perilaku kekerasan dalam berpacaran.

Keberhasilan pelaksanaan pada sesi III ini dinilai melalui motivasi

dan perhatian konseli dalam mengikuti setiap materi yang dijelaskan oleh

konselor. Dari hasil evaluasi selama sesi III ini dapat dijelaskan bahwa

konselor diterima dengan baik oleh para konseli, konseli menunjukkan

minat terhadap materi pelajaran yang disampaikan, dan konseli dengan

antusias bertanya kepada konselor terkait materi yang disampaikan serta

konseli terlihat puas dengan setiap jawaban yang diberikan oleh konselor.

Dengan demikian pelaksanaan sesi III ini sesuai dengan yang hendak

dicapai oleh konselor yaitu : memberikan gambaran secara komprehensif

(9)

menanamkan pemahaman secara rasional kepada subyek pentingnya

menghindari perilaku kekerasan dalam berpacaran.

Hasil eveluasi dari pelaksanaan sesi III ini adalah : konselor

diterima dengan baik oleh para konseli, konseli menunjukkan minat

terhadap materi pelajaran yang disampaikan, konseli dengan antusias

bertanya kepada konselor terkait materi yang disampaikan, dan konseli

terlihat puas dengan setiap jawaban yang diberikan oleh konselor.

12. Sesi IV pada tanggal 14 Desember 2011 pukul 09.00-11.00

Tujuan dari pelaksanaan sesi ini adalah memberikan gambaran dan

pemahaman kepada konseli untuk dapat membedakan perilaku Asertif,

Non Asertif, dan Agresif. Penilaian dari pelaksanaan sesi IV ini dilakukan

dengan melihat kemampuan konseli untuk menentukan sikap asertif yang

diperlukan dan tidak diperlukan dalam berpacaran. Terkait dengan hal

tersebut diperoleh hasil evaluasi yang menyebutkan bahwa konselor

diterima dengan baik oleh para konseli, mereka mau mendengar,

mengungkap pendapat dan bersama-sama menentukan sikap asertif yang

diperlukan dan tidak diperlukan dalam berpacaran. Dan pada pelaksanaan

sesi IV ini sis wa merasa puas selama mengikuti proses yang berlangsung.

13. Sesi V pada tanggal 15 Desember 2011 pukul 09.00-10.00

Tujuan yang hendak dicapai melalui penyampaian materi pada sesi

ini yaitu : Konseli mau mengungkapkan fakta sebenarnya tentang perilaku

kekerasan pacaran yang pernah dilakukan serta penyebabnya, Konseli bisa

(10)

5 menonjolkan sikap asertif, dan Membangun komitmen bertanggung jawab

dalam pacaran.

Penilaian dilakukan dengan menilai sikap terbuka konseli untuk

mengungkapkan perilaku-perilaku kekerasan dalam pacaran yang pernah

mereka lakukan, beserta faktor-faktor yang penyebabnya, dan sikap

antusiasme konseli dalam berdiskusi dalam usaha memecahkan masalah

kekerasan dalam pacaran yang pernah mereka lakukan.

Deskripsi dan evaluasi tentang hasil kegiatan selama

berlangsungnya pelaksanaan sesi V ini adalah sebagai berikut :

4) Konselor diterima dengan baik oleh para konseli

5) Konseli mau mendengar, mengungkap pendapat dan bersama-sama

membedakan perilaku yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan

dalam rangka menyelesaikan masalah dalam berpacaran.

6) Bersama-sama diperoleh kesepahan bahwa kekerasan dalam pacaran

dapat dihindarkan jika masing-masing pasangan dapat menonjolkan

perilaku asertif dalam berpacaran dan memiliki komitmen yang

bertanggung jawab selama berpacaran.

Melihat hasil evaluasi selama pelaksanaan sesi V ini berarti tujuan

dari pelaksanaan sesi V ini sudah sesuai dengan tujuan yang hendak

dicapai oleh konselor.

14. Sesi VI pada tanggal 16 Desember 2011 pukul 09.00-10.00

Tujuan layanan dalam hal ini adalah membangun sikap asertif pada

(11)

mengomentari contoh-contoh perilaku asertif yang ditanyangkan lewat

pemutaran film pendek yang bertemakan Cinta Cenat Cenut 2. Dalam film

ini diceritakan tentang masalah pacaran dikalangan remaja, dan dalam

beberapa adegan terdapat beberapa model kekerasan dalam pacaran, serta

dampak yang ditimbulkannya baik pada diri si pelaku sendiri maupun

terhadap pasangannya, namun disisi lain dalam film tersebut juga

gambarkan adegan sikap-sikap asertif dalam berpacaran. Setelah film

selesai, konseli menyimpulkan makna yang tampak dari adegan tersebut,

yaitu bahwa perilaku kekerasan akan merugikan diri sendiri sebab dengan

sikap-sikap seperti itu akan menjadikan pelaku dijauhi oleh teman atau

sahabatnya, sebab dianggap orang yang selalu bermasalah, dan sebaliknya.

Kemudian konselor memberikan contoh langkah untuk

menghindarkan diri dari perilaku kekerasan dalam pacaran, yaitu : dengan

mengingat kembali tujuan awal berpacaran, menyadari bahwa setiap orang

tidak ada yang sempurna, jangan membuat hal-hal kecil menjadi suatu

masalah yang besar sebab dalam hidup ini sudah banyak masalah, dan

selalu mengedapankan rasional dalam bersikap dan bertindak.

Adapun hasil akhir dari pelaksanaan sesi ini disimpulkan

bersama-sama bahwa perilaku asertif mampu menjadikan berpacaran menjadi lebih

sehat, sebab melalui perilaku asertif mampu membebaskan pribadi dari

(12)

7 15. Sesi VII pada tanggal 17 Desember 2011 pukul 09.00-10.00

Sesi ketujuh ini bertujuan untuk membantu konseli untuk mengatasi

masalah temperamennya sewaktu menghadapi situasi yang mampu

mendorong melakukan perilaku kekerasan dalam pacaran. Relaksasi yang

digunakan adalah meredakan kecemasan dengan relaksasi otot, yaitu

berupa peregangan otot-otot. Instruksinya sebagai berikut. “tutup mata

anda dan dengarkan apa yang akan saya katakan pada anda. Saya akan

membuat anda menyadari sensasi-sensasi tertentu pada badan anda, dan

kemudian menunjukkan pada anda bagaimana cara untuk mengurangi

sensasi-sensasi itu.

Pertama arahkan perhatian tangan kiri anda. Gengamlah tangan kiri

dan buatlah satu kepalan. Buatlah kepalan tadi keras-keras dan rasakan

ketegangan tersebut. Dan sekarang lepaskan kepalan anda. Perhatikan

antara ketegangan dan relaksasi (10 detik).

Sekarang lakukan hal yang sama pada tangan kanan anda.

Selanjunnya tekuklah kedua lengan ke belakang pada pergelangan tangan

sehingga anda menegangkan otot-otot ditangan bagian belakang dan lengan

bawah. Jari-jari menunjuk ke langit-langit. Rasakan ketegangan itu dan

sekarang kendurkan. Sekarang genggam tangan anda menjadi kepalan dan

bawalah keduanya ke atas pundak, sehingga anda menegangkan otot-otot

bisep, otot besar dibagian atas lengan anda. Rasakan ketegangan

otot-otot bisep. Dan sekarang rileks. Biarkan lengan anda jatuh disisi anda lagi

(13)

yang anda rasakan (10 detik). Derakan bahu, bawa keduanya sampai ke

telinga, seakan-akan anda ingin menyentuh telinga dengan dengan bahu

anda. Sekarang rileks. Biarkan kedua bahu kembali ke posisi istirahat.

Lemaskan semua ketegangan, lebih lanjut, lebih lanjut. Sekali lagi rasakan

kontras antara ketegangan dan relaksasi di daerah baru (10 detik)

Cara penilaian yang dilakukan dalam sesi ini yaitu konseli mampu

mempraktekkan secara teknis teknik-teknik relaksasi yang disampaikan

dan dipraktekkan oleh konselor. Adapun hasil evaluasi kegiatan ini adalah

konselor diterima dengan baik oleh para konseli, konseli terlihat mampu

mempraktikkan teknik-teknik relaksasi yang telah diajarkan. Dari hasil

evaluasi ini secara bersama-sama konseli dan konselor menyimpulkan

bahwa teknik-teknik relaksasi mampu membuat pikiran dan perasaan

menjadi lebih nyaman.

16. Sesi VIII dilaksanakan pada tanggal pada tanggal 2 Jauari 2012 pukul

09.00-10.30

Dalam sesi ini penulis memberikan penguatan kepada konseli

terkait dengan konsistensi untuk berperilaku asertif. Untuk itu dalam

pelaksanaan sesi VIII ini dilakukan review menyeluruh terhadap materi

yang telah disampaikan dan mempraktekkan kembali teknik-teknik

relaksasi yang pernah diberikan.

Hasil evaluasi dari pelaksanaan sesi VIII ini adalah 1) Konselor

diterima dengan baik oleh para konseli, 2) Konseli bersikap antusias untuk

(14)

bersikap antusias untuk mengulang dan mempraktekkan lagi

teknik-teknik relaksasi yang telah diajarkan sebelumnya, 4) Skor nilai post konseli

mengalami perubahan setelah dilakukan latihan perilaku asertif, hal ini

sebagai bukti sementara bahwa teknik latihan perilaku asertif memberikan

manfaat untuk mengurangi perilaku kekerasan dalam pacaran.

Guru Pamong Praktikan

Singgih Kurniawan, S.Pd Aji Sulistiyo Purwo Anggoro NIM : 132007023

(15)

KUESIONER

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

(16)

Boyolali, November 2011

Kepada Yth. Perihal : Permohonan Adik-Adik

Pengisian Kuesioner SMA BK 2 Kelas XI di BOYOLALI

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan penyusunan skripsi maka dengan hormat saya mohon kesediaan adik-adik untuk mengisi kuesioner yang saya buat sebagai salah satu sumber data dalam penelitian ini Saya memberikan jaminan atas kerahasiaan identitas Adik-Adik dalam mengisi kuesioner ini. Penelitian yang saya lakukan ini semata-mata untuk kepentingan ilmiah dan tidak mempengaruhi penilaian prestasi belajar Adik-Adik.

Dalam kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Adik-Adik dalam mengisi kuesioner ini.

Hormat saya,

(17)

Identitas Responden

1. Nama/Inisial : ... 2. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan

3. Umur : ………

Petunjuk

1. Berikut ini terdapat sejumlah pernyataan

2. Anda cukup memilih satu jawaban saja yang memang benar-benar menggambarkan keadaan diri anda dengan cara member tanda silang ( X ) dari 4 alternatif jawaban yang ada.

Contoh :

No Pernyataan STS TS S SS

1. Saya melarang kekasih saya untuk

mengikuti kegiatan-kegiatan X

3. Jika anda merasa tidak yakin jawaban anda dan anda ingin menggantinya, silahkan berikan tanda sama sengan ( = ) pada jawaban anda sehingga membentuk tanda ( X ) kemudian pilihlah jawaban yang sesuai dengan diri anda.

Contoh :

No Pernyataan STS TS S SS

1. Saya melarang kekasih saya untuk mengikuti

kegiatan-kegiatan X X

4. Usahakan agar semua nomor terjawab dan jangan sampai ada yang terlewati.

(18)

5. Dalam hal ini tidak ada penilaian baik/buruk, juga tidak ada benar/salah. Anda sepenuhnya bebas menentukan pilihan, asalkan hal itu sesuai dengan keadaan diri anda.

6. Setiap pernyataan terdapat 4 (empat ) pilihan jawaban, yaitu : STS Jika Sangat Tidak Setuju

TS Jika Tidak Setuju S Jika Setuju

SS Jika Sangat Setuju

Selamat mengerjakan dan terimakasih.

SKALA KEKERASAN DALAM PACARAN

No. PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN

SS S TS STS

1 Saya melarang kekasih saya untuk mengikuti

kegiatan-kegiatan di luar sekolah. 2 Saya menilai kekasih saya mampu menjaga

diri baik-baik. 3 Saya memata-matai kekasih saya saat dia

pergi. 4 Saat marah saya berkata tidak pantas kepada

kekasih saya. 5 Saya melarang kekasih saya untuk berteman

dengan sahabat-sahabat lamanya. 6 Saya mengancam meminta sejumlah uang

kepada kekasih saya. 7 Kupaksa kekasih saya untuk melakukan

hal-hal yang tidak layak untuk dilakukan. 8 Saya mendukung sepenuhnya

kegiatan-kegiatan yang dilakukan kekasih saya. 9 Selama saya pacaran, saya menjaga

kehormatan/harga diri kekasih saya. 10 Saya marah jika kekasih saya bersikap ”sok

(19)

11

Saya memanfaatkan moment-moment tertentu dengan memaksa kekasih saya untuk menuruti nafsu saya.

12 Saya marah jika melihat kekasih saya bersolek.

13 Saya mengendalikan diri tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama saat berpacaran. 14 Saya senang jika melihat kekasih saya

kelihatan lebih cantik.

LANJUTAN

No. PERNYATAAN PILIHAN JAWABAN

SS S TS STS

15 Saya merasa bangga melihat kekasih saya mampu bergaul dengan benar.

16

Belum pernah saya menyakiti kekasih saya secara fisik (menjambak,

menampar, menendang, memukul).

17

Saat saya berkencan saya menghindarkan menuntut untuk makan

di tempat tertentu.

18

Saya memberikan kebebasan kepada kekasih saya untuk berteman kepada

siapa saja asalkan positif.

19 Saya memaksa kekasih saya untuk

berciuman saat kami sedang berduaan.

20

Saya berusaha untuk menahan diri agar supaya terhindarkan kukatakan kata-kata buruk.

21

Sama sekali saya belum pernah mencium kekasih saya selama kami berpacaran.

22 Karena emosi pernah sekali saya

(20)

DATA MENTAH HASIL PENELITIAN No. Inis ial Um ur Jenis Indikator Tot al Re sp Kelam in 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 4 1 5 1 6 1 7 1 8 1 9 2 0 2 1 2 2 1 RA N 17 Peremp uan 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 66 2 IW M 16 Peremp uan 4 4 4 4 3 4 3 3 3 4 3 2 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 77 3 SS 16 Laki-laki 3 4 3 3 3 1 3 2 2 4 3 2 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 60 4 NE O 17 Laki-laki 2 2 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 3 3 56 5 WK 16 Peremp uan 4 4 2 4 3 3 3 2 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 70 6 RP C 16 Laki-laki 3 4 4 3 4 3 3 2 4 3 4 2 3 3 4 3 4 3 3 4 4 3 73 7 ST 16 Peremp uan 3 4 3 4 4 3 3 2 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 75 8 CS W 16 Peremp uan 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 63 9 NA 15 Peremp uan 4 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 68 10 LA 16 Peremp uan 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 63 11 HY 17 Laki-laki 3 3 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 61 12 NK 16 Peremp uan 3 3 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 65 13 RM 16 Peremp uan 3 4 4 3 3 4 3 2 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 73 14 SPT 16 Laki-laki 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 4 3 2 4 3 3 3 3 3 72 15 RD T 16 Peremp uan 4 4 3 4 4 4 4 3 4 1 4 3 4 3 3 3 3 2 3 4 4 3 74 16 SP 16 Laki-laki 1 1 2 2 2 3 1 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 3 44 17 IDH 16 Peremp uan 3 4 4 4 4 2 2 2 2 4 4 2 3 4 4 3 4 3 4 2 3 4 71 18 DK W 16 Peremp uan 3 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 2 3 74 19 NC P 16 Laki-laki 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 4 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 2 61 20 KM 16 Peremp uan 3 3 4 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 3 3 3 2 74 21 RC D 16 Peremp uan 3 2 2 3 3 3 2 2 3 1 3 2 3 3 3 3 3 4 4 4 3 4 63 22 EW 17 Laki-laki 1 1 1 2 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 35 23 LS 16 Peremp uan 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 64

(21)

24 FW 17 Laki-laki 2 3 2 4 4 3 2 2 3 3 3 2 3 3 2 4 2 4 2 2 3 2 60 25 FAS 17 Perempu an 4 4 2 4 4 3 2 2 2 4 2 4 3 3 2 3 1 3 3 3 4 4 66 26 EGP L 16 Perempu an 3 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 4 4 3 1 3 3 64 27 NK 15 Perempu an 2 4 4 4 3 3 2 2 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 2 67 28 CK 17 Laki-laki 1 1 2 2 2 3 2 1 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 42 29 OF 16 Perempu an 2 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 2 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 76 30 DOT 15 Perempu an 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 3 66 31 DAT 16 Perempu an 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 75 32 NN 16 Perempu an 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 62 33 JK 17 Laki-laki 3 1 3 1 2 2 3 2 3 1 1 2 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 51 34 HN 16 Perempu an 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 4 3 4 3 2 2 3 2 1 3 3 3 62 35 RA 16 Perempu an 4 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 2 3 3 3 73 36 TAT 16 Perempu an 3 3 3 3 4 3 2 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 74 37 MD 18 Laki-laki 2 3 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 3 3 3 2 3 2 2 2 2 2 43 38 JH 16 Laki-laki 3 3 4 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 65 39 HR 16 Laki-laki 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 75 40 HRU 17 Laki-laki 2 4 4 3 4 3 4 3 4 2 4 2 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 72

(22)

Frequencies

Statistics 40 40 0 0 Valid Missing N Umur Jenis Kelamin

Frequency Table

Umur 3 7.5 7.5 7.5 27 67.5 67.5 75.0 9 22.5 22.5 97.5 1 2.5 2.5 100.0 40 100.0 100.0 15.00 16.00 17.00 18.00 Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Jenis Kelamin 15 37.5 37.5 37.5 25 62.5 62.5 100.0 40 100.0 100.0 Laki-laki Perempuan Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Frequencies

Statistics Dating Violance 40 0 Valid Missing N Dating Violance 18 45.0 45.0 45.0 18 45.0 45.0 90.0 4 10.0 10.0 100.0 40 100.0 100.0 Rendah Sedang Tinggi Total Valid

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

(23)

PRE TEST

NPar Tests

Mann-Whitney Test

Ranks 5 5.40 27.00 5 5.60 28.00 10 kelompok 1.00 2.00 Total Skor

N Mean Rank Sum of Ranks

Test Statisticsb 12.000 27.000 -.105 .916 1.000a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z

Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)]

Skor

Not corrected for ties. a.

Grouping Variable: kelompok b. POST TEST

NPar Tests

Mann-Whitney Test

Ranks 5 8.00 40.00 5 3.00 15.00 10 kelompok 1.00 2.00 Total Skor

N Mean Rank Sum of Ranks

Test Statisticsb .000 15.000 -2.627 .009 .008a Mann-Whitney U Wilcoxon W Z

Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)]

Skor

Not corrected for ties. a.

Grouping Variable: kelompok b.

(24)

Reliability

****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

N of Statistics for Mean Variance Std Dev Variables

SCALE 64.8750 102.5737 10.1279 22

Item-total Statistics Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item Deleted Deleted Correlation Deleted VAR00001 62.0250 92.3327 .6225 .9221 VAR00002 61.8250 89.4301 .7206 .9200 VAR00003 61.7250 91.3327 .6911 .9207 VAR00004 61.6250 92.2404 .6526 .9215 VAR00005 61.8000 92.1128 .7087 .9205 VAR00006 61.9500 94.4077 .5699 .9231 VAR00007 62.1750 94.1994 .5927 .9227 VAR00008 62.6250 95.8301 .5554 .9235 VAR00009 61.8500 94.6949 .5797 .9230 VAR00010 61.9500 91.3821 .5520 .9242 VAR00011 61.7000 87.4974 .7902 .9183 VAR00012 62.2250 95.9737 .4456 .9253 VAR00013 61.8500 92.3872 .6844 .9210 VAR00014 61.7750 95.6147 .6918 .9221 VAR00015 62.0250 94.5891 .5506 .9234 VAR00016 61.7750 93.6660 .6503 .9218 VAR00017 61.7000 93.7026 .5746 .9230 VAR00018 61.9250 95.8660 .4188 .9259 VAR00019 62.1250 96.2660 .4778 .9246 VAR00020 61.9500 94.1000 .5069 .9244 VAR00021 61.7250 96.9224 .5109 .9243 VAR00022 62.0500 98.8179 .2650 .9279 Reliability Coefficients N of Cases = 40.0 N of Items = 22 Alpha = .9262

Referensi

Dokumen terkait

Analisa Kualitas Effluent yaitu analisa pada hasil outlet dari rekator unit filter yang sudah dibuat dengan menggunakan parameter kekeruhan. Analisa ini bertujuan untuk

Dari perancangan ulang, didapatkan desain pompa sentrifugal double admission untuk fluida kerja semi lean benfield solution ( K 2 CO 3 ) yang sesuai dengan kapasitas 700 m 3 ⁄ h

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan sebagai alat untuk menerapkan teori yang diperoleh

Untuk mewujudkan visi tersebut di atas, telah ditetapkan Misi pada Kabinet Kerja Tahun 2015-2019 yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan Deputi Bidang.

Gambar 4.42 : Pola plafon yang mengikuti pola denah Crossing Gambar 4.43: Denah Lantai Gereja Sagrada Familia. Gambar 4.44 : Simbol pola lantai Gambar 4.45 : Pola lantai

The second pre-event payment to Wolfgang Puck Catering will be based upon the guaranteed number of guests, reflecting any modifications of original proposal, and is due no less

Telah dilakukan penelitian tentang penetapan kadar andrografolid pada ekstrak etanol Herba Sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees) dari daerah Mojokerto yang

DPA-SKPD PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.. TAHUN