USIA DAN PARITAS TERHADAP KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD DOKTER RUBINI MEMPAWAH
Teks penuh
Dokumen terkait
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum. Metode : Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 15 responden (37,5%) tidak mengalami hiperemesis hal ini dapat dikarenakan ibu yang telah siap dengan kehamilan baik
Simpulan: Ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum banyak ditemukan pada ibu usia muda, tidak bekerja, pendidikan rendah, multigravida, trimester pertama kehamilan,
Selain itu, kehamilan kembar juga dipengaruhi oleh faktor umur dan paritas, semakin tinggi umur dan paritas maka ibu memiliki kemungkinan mengalami kehamilan
Karakteristik responden yang mengalami ISK berdasarkan paritas paling banyak terdapat pada ibu dengan multipara yaitu sebanyak 30 ibu hamil (73,2%). Analisa hubungan paritas
Berdasarkan hasil penelitian analisa univariat didapatkan hasil kejadian hiperemesis gravidarum pada responden menunjukan bahwa responden dengan paritas resiko tinggi(Ibu
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan responden yang mengalami kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu tidak bekerja karena tingkat sosial yang rendah
Tidak Bekerja 30 34,9 Jumlah 86 100 Berdasarkan tabel 5 didapatkan hasil bahwa karakteristik kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RSUD Karanganyar berdasarkan