1
Oleh :
dr. Wahyu Agung Purnomo, Sp.P
Selasa, 29 Juni 2021
[email protected] @dokterparujember
REVIEW MATERI
&
2
OUTLINE
• REVIEW MATERI: PNEUMONIA
EFUSI PLEURA
• PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
DEFINISI :
• Keradangan parenkim paru
• Asinus terisi dengan cairan eksudat
• dengan / tanpa disertai infiltrasi sel radang ke dinding alveoli / interstitium Pneumonia Vs Pneumonitis
Pneumonia : keradangan oleh karena infeksi kuman pathogen (bakteri, virus,
fungi, parasit).
Pneumonitis : keradangan oleh karena
berbagai penyebab non-infeksi (bahan kimia, radiasi, proses autoimun).
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
4 TAHAP PROSES INFLAMASI
1. Hiperemi/Kongesti:
2. Hepatisasi merah
3. Hepatisasi kelabu
4. Resolusi
Terjadi pengisian rongga alveoli dengan cairan eksudat hemoragis.
Terjadi koagulasi eksudat → konsistensi jaringan seperti hati.
Sel darah merah dalam eksudat menurun → diganti peningkatan neutrofil →terbentuk jaringan solid & keabuan.
▪ Sel PMN diganti oleh makrofag yg sangat fagositosis & merusak kuman patogen
▪ Eksudat mengalami lisis & diabsorpsi oleh neutrofil & makrofag → perbaikan struktur / fungsi paru.
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
DIAGNOSIS
Diagnosis pasti pneumonia ditegakan jika pada foto toraks terdapat infiltrat / air bronkogram ditambah dengan 2 atau lebih gejala di bawah ini:
• Batuk-batuk bertambah
• Perubahan karakteristik sputum /
purulent
• Suhu tubuh ≥ 38◦C (aksila) / riwayat demam
• Pemeriksaan fisik : ditemukan tanda-tanda konsolidasi, suara napas
bronkial dan ronki
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
DIAGNOSIS
• Inspeksi : Asimetris tertinggal
• Palpasi : Fremitus raba / suara meningkat • Perkusi : Redup
• Auskultasi : Suara napas bronkovesikuler-bronkial • Suara bisik
• Krepitasi
TANDA
KONSOLIDASI
REVIEW MATERI
PSI SCORE
KLAS RISIKO TOTAL SKOR PERAWATAN I RENDAH Tidak diprediksi Rawat Jalan II RENDAH ≤70 Rawat Jalan III RENDAH 71-90 Rawat Inap/Jalan 1V SEDANG 90-130 Rawat Inap
V BERAT >130 Rawat Inap
CURB-65
SKOR 0-1 Rawat Jalan SKOR 2 Rawat Inap/Jalan SKOR>2 Rawat Inap
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
REVIEW MATERI
PNEUMONIA
REVIEW MATERI
EFUSI PLEURA
▪ Akumulasi cairan patologis di rongga pleura (antara pleura parietalis-viseralis) .
▪ ↑ produksi atau ↓ absorbsi cairan pleura.
▪ Mekanisme yang medasari:
(1) ↑ tekanan hidrostatik sistemik (2) ↓ tekanan onkotik intravaskuler (3) ↑ permeabilitas vaskuler
(4) gangguan drainase limfatik (5) ruptur duktus torasikus (6) ruptur vaskuler intratoraks
• Gejala klinis: sesak napas, batuk, atau nyeri dada tajam tidak menjalar
REVIEW MATERI
EFUSI PLEURA
Berdasarkan karakteristik biokimiawi cairan pleura:
• Transudat : (1) ↑ tekanan hidrostatik sistemik (2) ↓ tekanan onkotik intravaskule - gagal jantung, sirosis, gagal ginjal
- terapi penyakit dasar & pemberian diuretika
• Eksudat : perubahan faktor lokal yg mempengaruhi akumulasi cairan pleura.
REVIEW MATERI
EFUSI PLEURA
• Efusi parapneumonia : berkaitan dgn pneumonia bakteri, abses paru, dan bronkiektasis
Klasifikas Efusi Parapneumonia:
class1 : non significant class2 : typical
class3 : borderline parapneumonic-empyema class4 : simple complicated
class5 : complex complicated class6 : simple empyema class7 : complex empyema
• Empyema→ akumulasi pus di kavum pleura
Kriteria :
- PH<7,2,
- BJ>1,08, Hitung sel>500sel/mm3, protein cairan pleura>2,5
- kultur bakteri positif atau hitung sel>15.000sel/mm3, protein cairan pleura>3,5 - cairan pekat dan purulen
Stage:
- Exudative - Fibropurulent - Organization
Prinsip Penanganan Empyema :
• Evakuasi pus segera dan sebanyak-banyaknya
• Atasi penyebab; antibiotik • Pengembangan paru
• Perkecil rongga bekas empiema
REVIEW MATERI
EFUSI PLEURA
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
1. Seorang pasien wanita usia 50 tahun datang dengan keluhan batuk-batuk selama 1 bulan terakhir. Batuk berdahak dan keringat malam. Pasien juga mengalami penurunan berat badan. Pada pemeriksaan X-Ray terdapat adanya kavitas pada paru kanan atas dengan diameter 2 cm. Dari gambaran X-Ray apakah diagnosis pasien tersebut?
a. TB milier b. TB primer
c. TB paru mild lesion
d. TB paru moderate lesion
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
Lesi minimal (minimal lesion): Jika proses
yang terjadi mengenai sebagian dari satu atau dua paru, dengan luas yang tidak lebih dari volume paru yang terletak di atas chondrosternal junction dari iga kedua dan prosesus spinosus dari vertebra torakalis IV atau korpus vertebra torakalis V (sela iga II) dan tidak dijumpai kaviti.
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
2. Pasien laki-laki berusia 30 tahun sedang menjalani pengobatan TB. Pasien mendapat
pengobatan TB 6 bulan, saat ini pengobatan sudah berjalan selama 2 bulan. Saat ini pasien datang untuk kontrol dan didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 37C. Pada pemeriksaan BTA sputum didapatkan hasil BTA (+/+). Apakah tatalaksana yang akan diberikan pada pasien tersebut?
a. Melanjutkan terapi TB fase lanjutan→ di akhir bulan ke-3 di cek lagi BTA jika
masih (+) cek TCM
b. Mengulang terapi TB fase intensif dari awal c. Pengobatan kategori 2
d. Pemeriksaan rontgen e. Pemeriksaan darah rutin
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
3. Pasien laki-laki berusia 65 tahun mengeluhkan gigi palsunya tertelan sejak 3 jam SMRS.
Pasien juga mengeluhkan sesak napas. Pada pemeriksaan fisik diapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt, RR 28x/mnt dan suhu 36 C. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran sebagai berikut. Apakah kemungkinan diagnosis pasien tersebut?
a. Pneumonia b. Pneumothoraks
c. Atelektasis
d. TB paru
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
Atelectasis describes loss of lung volume secondary to collapse. It has many causes, the root of which is bronchial obstruction with absorption of distal gas. Atelectasis may be subsegmental, segmental, lobar, or involve the entire lung.
Direct signs of atelectasis Indirect signs of atelectasis
• displacement of interlobar fissures • crowding together of pulmonary
vessels
• crowded air bronchograms (does
not apply to all types of atelectasis; can be seen in subsegmental
atelectasis due to small peripheral bronchi obstruction, usually by secretions; if the cause of the atelectasis is central bronchial
obstruction, there will usually be no air bronchograms)
• pulmonary opacification
• shifting granuloma (or any other
previously documented lesion, used as a reference for
comparison)
• compensatory hyperexpansion of
the surrounding or contralateral lung
• displacement of the heart,
mediastinum, trachea, hilum
• elevation of the diaphragm
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
4. Seorang laki-laki 45 tahun, datang dengan keluhan batuk-batuk sejak 3 minggu yang lalu.
Batuk disertai dahak warna kuning, terkadang ada bercak darah, terdapat penurunan BB 3 kg dalam 1 bulan terakhir, nafsu makan menurun. Keluhan disertai demam saat malam hari dan keringat malam hari. Pasien belum pernah mendapatkan terapi. Pada pemeriksaan didapatkan TD 120/90 mmHg, HR 78x/menit, RR 24x/menit, S37C. Pemeriksaan fisik paru ditemukan rhonki +/-, wheezing +/-. Kapan monitoring pemeriksaan apusan dahak BTA dilakukan?
a. Pada akhir fase intensif, akhir fase sisipan, akhir fase lanjutan b. Pada akhir fase intensif, akhir fase sisipan, akhir pengobatan TB
c. Pada akhir fase intensif, akhir bulan ke 5, akhir pengobatan TB
d. Pada akhir fase sisipan, akhir bulan ke 5, akhir pengobatan TB e. Pada akhir fase lanjutan, akhir pengobatan TB
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
5. Laki-laki 54 tahun, datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan batuk sudah 2 minggu,
saat ini agak sesak. Sebelumnya pasien berobat ke puskesmas hanya diberikan puyer batuk dan obat demam saja. Riwayat penyakit lain disangkal. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/90 mmHg, HR 90x/menit, RR 28x/menit, suhu 38,3°C. Pada pemeriksaan fisik suara napas terdengar amforik. Pada rontgen thoraks didapatkan gambaran kavitas dengan air-fluid level. Diagnosis kasus ini adalah?
a. Fungus ball → aspergilloma b. Karsinoma paru
c. TB paru aktif
d. Abses paru
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
6. Laki-laki 58 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan batuk darah sejak 4 hari lalu.
Pasien juga mengeluhkan sesak dan penurunan berat badan sejak 2 bulan terakhir. Riwayat merokok sejak masih muda, kurang lebih 1-2 bungkus per hari. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 102x/menit, RR 30x/menit, suhu 36,9°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perkusi pekak dan suara napas menghilang pada hemithoraks kanan. Kemungkinan diagnosis pasien ini adalah?
a. Tuberkulosis paru b. Efusi pleura
c. Karsinoma paru
d. Abses paru e. Bronkiektasis
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
7. Perempuan 41 tahun, berkonsultasi pada dokter dan menceritakan bahwa sebagian besar
unggas di peternakannya mati mendadak 2 hari lalu tanpa sebab yang jelas. Ibu tersebut sempat memeriksa unggas tersebut dengan APD berupa sarung tangan. Saat ini dia mengaku tidak mengalami keluhan apapun. Saran yang tepat diberikan oleh dokter tersebut adalah?
a. Profilaksis dengan Oseltamivir 1x75 mg selama 7 hari
b. Melakukan vaksinasi influenza kuadrivalen
c. Meningkatkan kekebalan tubuh dengan beristirahat dan konsumsi vitamin C 1x500 mg per oral
d. Melakukan rontgen thoraks
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
8. Perempuan 80 tahun, dilarikan ke IGD karena sesak napas mendadak. Anak pasien melihat
pasien sedang nginang (mengunyah sirih) sebelum mengerang dan memegangi lehernya. Pada pemeriksaan TD 150/90 mmHg, HR 112x/menit, RR 30x/menit, suhu 36,1°C. Dokter segera melakukan rontgen thoraks dan didapatkan hasil berikut. Diagnosis pasien adalah?
a. Pneumonia lobaris → normal volume
b. Atelektasis → loss of volume
c. Efusi pleura → costophrenic angle tumpul, meniscus sign d. Pneumothoraks spontan→ avascular area
e. Hematothoraks→ costophrenic angle tumpul, meniscus sign
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
9. Perempuan 33 tahun, dilarikan ke IGD setelah ditabrak oleh sepeda motor saat sedang
berjalan di trotoar. Pasien mengeluhkan sesak napas. Pada pemeriksaan didapatkan TD 90/60 mmHg, HR 122x/menit, RR 34x/menit, suhu 36,6°C. Pada pemeriksaan fisik tampak multiple vulnus ekskoriatum pada area dahi dan ekstremitas. Tidak didapatkan peningkatan JVP. Pada perkusi terdengar hipersonor dan suara napas menurun pada hemithoraks kanan. Kemungkinan kondisi yang dialami pasien adalah?
a. Flail chest
b. Tamponade jantung → trias beck
c. Pneumothoraks ventil
d. Hematothoraks → redup e. Efusi pleura → redup
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
10. Perempuan 31 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sudah 3 minggu disertai
keringat malam. Pasien dalam kondisi hamil 13 minggu. Pasien tidak yakin dengan riwayat pengobatan sebelumnya, namun mengaku sewaktu kecil pernah minum obat jangka panjang. Pada pemeriksaan BTA didapatkan hasil +/-. Dokter puskesmas akan memberikan OAT. OAT lini pertama yang tidak direkomendasikan pada ibu hamil adalah?
a. Rifampisin
b. Streptomisin → ototoksik, teratogenik
c. Pirazinamid d. Etambutol e. Dapson
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
11. Laki-laki 33 tahun, datang ke IGD mengeluhkan sesak napas sejak 1 hari yang lalu dan
dirasakan semakin memberat. Pasien mengatakan dirinya memiliki riwayat batuk sudah sejak 3 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan TD 130/70 mmHg, HR 88x/menit, RR 26x/menit, dan suhu 37,7°C. Pada foto thoraks didapatkan perselubungan pada basal kedua paru. Setelah dilakukan pungsi, didapatkan cairan pleura 800 ml straw colored. Pemeriksaan NT-proBNP 240 pg/ml. Jenis efusi pleura dan kemungkinan diagnosis yang mendasari kondisi pasien adalah?
a. Transudatif; Pneumonia komunitas b. Eksudatif; TB Paru
c. Eksudatif; Tumor paru d. Sanguinus; Emboli paru
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
12. Laki-laki 65 tahun, datang dengan keluhan sesak napas sejak 3 bulan lalu. Sesak napas
dirasakan memberat. Sesak tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Pasien juga mengeluhkan sering batuk-batuk namun dahak agak sulit dikeluarkan. Keluhan demam disangkal. Riwayat merokok 15-20 batang per hari. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 87x/menit, RR 24x/menit, suhu 36,9°C. Pada PF tampak dada membusung dan clubbing finger. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah?
a. TB paru aktif
b. Penyakit paru obstruktif kronik
c. Karsinoma paru d. Pneumonia
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
13. Perempuan usia 50 tahun, dibawa ke IGD oleh keluarganya karena mengalami sesak napas
dan batuk darah sekitar 30 menit lalu. Pasien juga mengatakan dada nyeri. Pasien memiliki riwayat gagal jantung dan DVT. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 110x/menit, RR 32x/menit, suhu 36,2°C. Pada pemeriksaan fisik terdapat nyeri tumpul pada area sela iga kelima hingga ketujuh linea aksilaris anterior dekstra, pada auskultasi suara napas menurun. Kemungkinan diagnosis pasien adalah?
a. Edema paru akut
b. Emboli paru
c. Pneumonia d. Efusi pleura e. Abses paru
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
Pulmonary embolism (PE) occurs when a blood clot gets lodged in an artery
in the lung, blocking blood flow to part of the lung. Blood clots most often start in the legs and travel up through the right side of the heart and into the lungs. This is called DVT.
Characteristic signs and symptoms such as:
a) tachycardia b) dyspnea c) chest pain d) hypoxemia
e) shock are non-specific
f) present in many other conditions, such as acute MI, congestive heart failure, or pneumonia.
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
14. Laki-laki 35 tahun, datang mengeluh batuk kental warna hijau disertai flek darah dalam 1
bulan terakhir. Mengeluh lemas seluruh badan dan nafsu makan turun. Ayah pasien juga mengeluh keluhan serupa dan sudah menjalani pengobatan 6 bulan. Tanda vital normal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi pada kedua lapang paru, wheezing (-). Pemeriksaan yang paling dianjurkan pada pasien ini adalah?
a. Tes Cepat Molekular
b. Sputum BTA c. Kultur Bakteri d. Spirometri e. Bronkoskopi
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
15. Seorang pasien, 24 tahun, datang dengan keluhan batuk darah sejak 5 hari yang lalu. Pasien
merasa bahwa keluhan ini adalah kekambuhan karena mengaku pernah berobat tuberkulosis selama tiga bulan dan keluhan sudah membaik. Dari pemeriksaan TCM didapatkan TB (+) sensitif rifampisin. Apakah kategori pasien ini yang paling tepat?
a. TB baru BTA positif → blm pernah pengobatan atau sdh pernah tapi <28 hari
b. TB default → gagal jika hasil BTA evaluasi bulan 2 (+), bulan 3 (+) atau sudah negative bulan 2, tetapi kembali positif bulan ke-5 dan akhir pengobatan
c. TB kambuh → pernah dinyatakan sembuh, kembali (+) d. TB MDR
e. TB ekstra paru
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
16. Laki-laki, usia 34 tahun, datang dengan keluhan sesak dan demam sejak 2 hari SMRS.
Pasien diketahui HIV (+), hitung CD4 210/mm3, sejak 1 bulan lalu mendapat pengobatan ARV. Pasien diketahui TB paru BTA positif, mendapat pengobatan TB sejak 2 minggu lalu. Dari roentgen thoraks didapatkan gambaran perluasan lesi. Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien ini?
a. Hepatitis imbas obat b. Hepatitis fulminant
c. Sindrom inflamatoris rekonstitusi imun
d. Gejala putus obat
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
immune reconstitution inflammatory syndrome (IRIS) atau sindrom pulih imun pada TB.
Secara garis besar IRIS-TB dalam keterkaitannya dengan status terapi TB dapat diklasifikasikan menjadi dua bentuk, yaitu IRIS paradoksikal pada penderita yang sudah mendapat terapi TB dan unmasking pada penderita yang belum mendapat terapi TB
Fenomena IRIS-TB terjadi karena peningkatan inflamasi dalam jaringan yang dapat memperberat gejala-gejala TB atau merangsang reaktivasi TB laten. Peningkatan respons inflamasi ini mungkin disebabkan oleh peningkatan jumlah antigen yang berlebihan sebagai akibat dari respons inat atau humoral dalam IRIS-TB yang meliputi: pulihnya fungsi efektor sel T CD4+ dalam granuloma yang dapat membunuh MTB dan melepaskan antigen, disregulasi respons sitokin tipe 2 (interleukin [IL]-4,5,13) menjadi sitokin tipe 1 (interferon [IFN]-g, IL-2), dan/atau peningkatan migrasi serta aktivasi sel T pada tempat infeksi.
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
17. Wanita 45 tahun datang dengan keluhan sesak napas keluhan sesak napas yang dirasakan
> 1 kali dalam seminggu, dan terkadang mengganggu kegiatan sehari-hari, selain itu juga terdapat > 2 kali serangan tiap malam dalam sebulan. Pasien punya riwayat asma sejak 10 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan spirometri PEV > 80 %, dan variasi expirasi <20-30 %. Berdasarkan keterangan di atas maka termasuk dalam klasifikasi?
a. Intermitten
b. Persisten ringan
c. Persisten sedang d. Persisten berat
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
18. Laki-laki berusia 63 tahun datang dengan keluhan batuk-batuk dan sesak sejak 3 hari
SMRS. Pasien diketahui memiliki riwayat mengalami stroke 1 tahun yang lalu. Sejak itu ia banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur & sering tersedak ketika makan. Pada pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/mnt, RR 22x/mnt dan suhu 37C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ronki basah kasar di basal paru, pada foto thorax didapatkan adanya infiltrat. Apa kemungkinan diagnosis pada pasien tersebut?
a. Pneumonia komunitas
b. Pneumonia aspirasi
c. Hospital acquired pneumonia d. Ventilator associated pneumonia e. TB paru
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
19. Laki-laki 22 tahun datang diantar kawannya ke unit gawat darurat karena kecelakaan lalu
lintas. Pasien tampak sesak dan nyeri pada dada akibat terbentur stang motor. Tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 130 kali/menit, napas 42 kali/menit, suhu 36.5 derajat celcius. Pada pemeriksaan fisik tampak jejas pada hemithoraks dextra, auskultası didapatkan vesikuler menurun, perkusi hipersonor. Pada rontgen thorax tampak hiperlusen avaskular pada hemithorax dekstra. Berikut ini adalah indikasi pencabutan WSD, kecuali?
a. Paru sudah mengembang
b. Produksi drain maksimal < 100 cc/24 jam pada dewasa c. Produks drain 25-50 cc/24 jam pada anak usia >6 tahun d. Sudah tidak ada gelembung udara yang keluar
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
20. Seorang perempuan 26 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 12 minggu datang berobat dengan
keluhan batuk berdarah. Pasien memiliki riwayat batuk sejak 4 bulan yang lalu disertai lemas dan penurunan berat badan. Pasien pernah didiagnosis TB paru dan mengonsumsi OAT selama 3 minggu namun dihentikan karena merasa sudah sembuh. Pengobatan yang tepat diberikan kepada pasien ini adalah? <28 hari → TB Paru kasus baru
a. 2RHZ+4RH b. 2RHZE+6RH c. 2RHZE+4RHZ
d. 2(RHZE)+4(RH)3
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
21. Seorang perempuan 38 tahun, datang dengan keluhan sesak napas sejak 1 jam SMRS.
Keluhan disertai dengan nyeri dada dan batuk darah. Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa selama ini. Pasien memiliki riwayat melahirkan 1 minggu yang talu. Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 140 kali/menit, RR 38 kali/menit, suhu 36.5 oC. Pada pemeriksaan fisik diperoleh varises pada vena tungkai bawah. Diagnosis yang paling mungkin adalah
a. CHF
b. Infark miokard
c. Emboli paru
d. Pneumothoraks e. Asma bronkial
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
22. Seorang laki-laki usia 61 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak yang mamberat sejak
1 hari SMRS. Keluhan sesak dan batuk sudah dirasakan hilang timbul dalam 1 tahun terakhir. Pasien merupakan perokok aktif sejak usia 15 tahun. HR 110 kali/menit, RR 28 kali/menit, suhu 38°C. Pada pemeriksaan fisik tampak sela iga melebar, barrel chest, clubbing finger, wheezing di kedua lapang paru. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis 13.500. Dokter jaga IGD menyarankan pemeriksaan foto thoraks. Berikut ini temuan yang diharapkan pada foto thoraks pasien di atas, kecuali?
a. Hiperinflasi
b. Diafragma mendatar c. Jantung pendulum
d. Ruang retrosternal melebar
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
23. Laki-laki 49 tahun, datang berobat dengan keluhan batuk berdahak sejak 6 bulan yang
lalu. Dahak berwarna putih kekuningan kental. Pasien pernah menjalani terapi untuk flek paru namun berhent sendiri. Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 60 kali/menit, napas 24 kali/menit. Pemeriksaan fisik pasien dalam batas normal. Pemeriksaan sputum BTA diperoleh +1/ +3/ -. Uji resistensi diketahui pasien resisten terhadap rifampisin dan INH. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah?
a. TB monoresistance b. TB doubleresistance
c. TB multi drug resistance
d. TB extensively drug resistance e. TB polyresistance
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
24. Seorang lelaki berusia 40 tahun, datang berobat ke poliklinik dengan riwayat batuk kronik
sejak 1 bulan sebelum berobat. Batuk dengan dahak yang biasanya berwarna kuning dan kadang-kadang kehijauan. Tidak ada riwayat mengi, asma, gagal jantung kongestif, dan penyakit refluks gastroesofageal. Pasien merokok selama 15 tahun sebanyak 1 bungkus/hari. Pada pemeriksaan paru didapati ronki basah kasar nyaring pada basal paru kanan. Hasil rontgen torak didapatkan gambaran menyerupai sarang tawon pada paru kanan bawah disertai bercak-bercak infiltrat disekitarnya. Hasil spirometri : FEV 1 80%; FVC 88%. Kemungkinan diagnosis pada pasien adalah :
A. Bronkiektasis terinfeksi
B. Emfisema paru C. Bronkhitis kronis D. Bronkopneumia E. Asma bronkhiale
PEMBAHASAN SINGKAT SOAL PARU
25. Pasien laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan sesak napas hebat. Batuk ada berdahak
warna kuning, berbau amis, darah tidak ada, demam tinggi ada sejak 1 minggu ini dan ada riwayat merokok. Pemeriksaan laboratorium hb 12 leukosit 20.000 trombosit 300.000. Pemeriksaan rontgent thoraks didapatkan kavitas dan air fluid level pada hemithorax kiri. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah…
a. Pneumothoraks kiri b. Tumor paru kiri c. Efusi pleura kiri
d. Abses paru kiri