• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KAPASITAS UNIT PENANGKAPAN IKAN SKALA KECIL (KASUS PERIKANAN PELAGIS DI KABUPATEN BANGKA) AGUS SUPRIADI HIDAYAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KAPASITAS UNIT PENANGKAPAN IKAN SKALA KECIL (KASUS PERIKANAN PELAGIS DI KABUPATEN BANGKA) AGUS SUPRIADI HIDAYAT"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KAPASITAS

UNIT PENANGKAPAN IKAN SKALA KECIL

(KASUS PERIKANAN PELAGIS DI KABUPATEN BANGKA)

AGUS SUPRIADI HIDAYAT

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2009

(2)

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Analisis Kapasitas Unit Penangkapan Ikan Skala Kecil (Kasus Kabupaten Bangka adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Desember 2009

Agus Supriadi Hidayat

(3)

ABSTRACT

AGUS SUPRIADI HIDAYAT. Fishing Capacity Analysis of Small Scale (Case Study of Pelagic Fisheries in Bangka District), under direction of BUDY WIRYAWAN and EKO SRI WIYONO

Excess capacity and overfishing of Indonesian coastal waters are critical issue to be found due to difficulty of controlling of fishing effort. This paper will discuss fishing capacity in Bangka District. Generally, the objective of this research is to measure the level unit of fishing capacity per month of small scale pelagic fisheries in east coastal Bangka District. The method used are moving average and data envelopment analysis (DEA). The result showed that pelagic fish season appeared at the first transition to second transition and for the peak season of southeast monsoon, the value of fishing season index (FSI) is up to 100%, whereas northwest monsoon is under 100%. The fishing capacity of drift gillnet, hand line and surrounding net, which were not optimized yet, with average value capacity utilization (VCU) and variable input utilization (VIU) less than one and it means excess capacity. The Fishing capacity of mini purse seine has been optimized. Fishing capacity needs to be optimzed by reducing VIU. Drift gillnet reduced VIU effort (days at sea) and fuel by 1,15% and crew by 9,13%, hand line reduced VIU effort and fuel by 0,71% and crew by 5,63%, surrounding net reduced VIU effort and fuel by 2,41% and crew by 4,01%.

Keywords: excess capacity, fishing capacity, small-scale fisheries and data envelopment analysis

(4)

RINGKASAN

AGUS SUPRIADI HIDAYAT. Analisis Kapasitas Unit Penangkapan Ikan Skala Kecil ( Kasus Perikanan Pelagis di Kabupaten Bangka), dibimbing oleh BUDY WIRYAWAN dan EKO SRI WIYONO

Isu kapasitas berlebih (excess capacity) dan tangkap lebih (over fishing) telah menjadi masalah serius di sebagian besar perairan pantai di Indonesia. Kondisi ini dipicu karena sulitnya mengendalikan penambahan upaya penangkapan ikan. Kebijakan pengelolaan perikanan berbasis kapasitas penangkapan menjadi alternatif pendekatan untuk mengendalikan faktor-faktor penyebab timbulnya kedua isu tersebut. Namun sulitnya menentukan kapasitas penangkapan ikan sering menjadi kendala bagi pemerintah daerah dalam menerapkan model kebijakan ini. Bertolak dari hal tersebut, maka penelitian kapasitas unit penangkapan ikan dilakukan, dengan mengambil studi kasus pada perikanan pelagis skala kecil di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan menggambarkan keragaan perikanan tangkap, mengestimasi pola musim dan daerah penangkapan ikan pelagis dan menilai tingkat kapasitas unit penangkapan ikan pelagis skala kecil menurut musim. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan data dan informasi bagi perumusan kebijakan pengelolaan perikanan pelagis secara berkelanjutan.

Metode penelitian yang digunakan, meliputi: 1) analisis deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan keragaan perikanan tangkap dan penentuan daerah penangkapan ikan; 2) analisis rata-rata bergerak (moving average) untuk mengestimasi musim penangkapan; dan 3) data envelopment analysis (DEA) untuk mengukur kapasitas unit penangkapan. Analisis keragaan perikanan tangkap dan musim penangkapan ikan menggunakan data bulanan berupa data produksi, upaya dan produktivitas penangkapan ikan pelagis dari periode 2004-2008. Sedangkan analisis kapasitas unit penangkapan menggunakan data panel kapal setiap jenis alat tangkap, berupa input dan output produksi harian penangkapan ikan dari bulan Maret tahun 2008-Pebruari 2009.

Di PPN Sungailiat ada empat jenis alat tangkap ikan pelagis dominan, yaitu: pancing ulur, gillnet hanyut, payang dan mini purse seine. Hasil penelitian menunjukkan intensitas unit penangkapan ikan dipengaruhi musim, sehingga berfluktuasi sepanjang tahun. Perkembangan upaya penangkapan terus meningkat dari tahun 2002-2008. Pada tahun 2006 terjadi penambahan jumlah kapal sebesar 84%, tetapi penambahan kapal tersebut hanya mampu meningkatkan produksi sebesar 2,69%. Dengan kata lain, bertambahnya jumlah kapal ternyata tidak meningkatkan produksi secara signifikan, bahkan menurunkan produktivitas. Hal ini, mengindikasikan pemanfaatan sumberdaya ikan diperairan timur Kabupaten Bangka telah mengalami kapasitas berlebih.

Musim penangkapan ikan pelagis di perairan timur Kabupaten Bangka terjadi pada musim peralihan I hingga peralihan II dan puncaknya pada musim timur dengan nilai indeks musim penangkapan (IMP) diatas 100%. Sedangkan musim barat merupakan musim paceklik ikan dengan nilai IMP dibawah 100%. Kondisi ini disebabkan perairan Bangka dipengaruhi dua musim yaitu, musim timur dan musim Barat. Pada periode musim timur, angin cenderung bertiup lebih lemah menyebabkan kondisi perairan terlihat tenang dan merupakan periode

(5)

musim banyak ikan. Pada musim barat, angin cenderung bertiup kencang, gelombang besar dan sering disertai hujan. Pada periode ini dikenal musim paceklik (Sedana et al. 2006). Perubahan musim ikan tersebut juga mempengaruhi daerah penangkapan ikan. Pada musim timur dan peralihan II, daerah operasi penangkapan bergerak menuju arah utara Laut Natuna dekat perairan Kabupaten Belinyu, sedangkan pada musim barat dan peralihan I bergerak menuju arah selatan sekitar Selat Gaspar dekat Kabupaten Bangka Selatan. Sedangkan untuk mini purse seine karena operasinya one day fishing, maka daerah penangkapannya terbatas 2-3 mil dari pantai.

Hasil perhitungan kapasitas penangkapan gillnet hanyut, menunjukkan rata-rata capacity utilization (CU) terjadi kenaikan sebesar 4,51% dari 0,91 (single output) menjadi 0,95 (multi output). Rata-rata nilai CU<1, mengindikasikan tingkat kapasitas penangkapan gillnet hanyut tidak optimal. Hal ini dapat dilihat dari tingkat penggunaan input variabel (VIU) kurang dari satu (0,93-0,99), maka diduga perikanan gillnet hanyut PPN Sungailiat mengalami kapasitas ber lebih. Jika VIU<1, maka telah terjadi surplus penggunaan input variabel yaitu penggunaan input variabel aktual telah melibihi input variabel optimum sehingga pelaku usaha (nelayan) sebaiknya mengurangi penggunaan input variabel aktual tersebut (Farë et al. 1994). Proyeksi perbaikan kapasitas penangkapan gillnet hanyut dengan mengurangi VIU upaya HOP dan BBM sebesar 0,92% (single output) dan 1,15% (multi output). Sedangkan pengurangan VIU ABK sebesar 18,86% (single output) dan 9,13% (multi output).

Kapasitas penangkapan pancing ulur, menunjukkan rata-rata CU mengalami kenaikan sebesar 10,29% dari 0,81 (single output) menjadi 0,89 (multi output). Rata-rata nilai CU<1, berarti kapasitas penangkapan pancing ulur tidak optimal. Nilai VIU< 1, berkisar antara 0,93 hingga 0,99 maka diduga perikanan pancing ulur juga mengalami kapasitas berlebih. Proyeksi perbaikan kapasitas penangkapan pancing ulur dengan mengurangi VIU upaya HOP dan BBM sebesar 1,61% (single ouput) dan 0,71% (multi ouput). Sedangkan pengurangan VIU ABK sebesar 9,11% (single ouput) dan 5,63% (multi ouput).

Kapasitas penangkapan payang, menunjukkan rata-rata CU mengalami kenaikan 4,48% dari 0,90 (single output) menjadi 0,93 (multi output). Rata-rata CU<1, berarti kapasitas penangkapan payang tidak optimal. Nilai VIU<1 berkisar antara 0,95 hingga 0,99 maka diduga perikanan payang juga mengalami kapasitas berlebih. Proyeksi perbaikan VIU upaya HOP dan BBM dengan mengurangi sebesar 2,77% (single ouput) dan 2,41% (multi ouput). Sedangkan pengurangan VIU ABK sebesar 9,55% (single ouput) dan 4,01% (multi ouput).

Kapasitas penangkapan mini purse seine, menunjukkan rata-rata CU diatas 0,95 berarti tingkat kapasitas pemanfaatan mini purse seine telah mendekati optimal (nilai satu). Hal ini dapat dilihat dengan tingkat VIU mendekati 0,99 hingga 1 (optimal). Artinya penggunaan input upaya HOP dan BBM pada armada kapal mini purse seine telah sesuai kebutuhan. Meskipun ada nilai VIU<1 sangat kecil (input berlebih kurang dari 1%), gejala ini bukan disebabkan karena kelebihan input yang digunakan tetapi disebabkan ketidak-efisienan dalam menggunakan input (Wiyono dan Wahju 2006).

Kata kunci: Perikanan tangkap skala kecil, kapasitas penangkapan, kapasitas berlebih, pemanfaatan input variabel

(6)

© Hak Cipta milik IPB, tahun 2009 Hak Cipta dilindungi Undang- Undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB

Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh Karya Tulis dalam bentuk apa pun tanpa izin IPB

(7)

ANALISIS KAPASITAS

UNIT PENANGKAPAN IKAN SKALA KECIL

(KASUS PERIKANAN PELAGIS DI KABUPATEN BANGKA)

AGUS SUPRIADI HIDAYAT

Tesis

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada

Program Studi Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2009

(8)
(9)

Judul Tesis : Analisis Kapasitas Unit Penangkapan Ikan Skala Kecil (Kasus Perikanan Pelagis di Kabupaten Bangka)

Nama : Agus Supriadi Hidayat NRP : C452070021

Program Studi : Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap (SPT)

Disetujui Komisi Pembimbing

Dr. Ir. Budy Wiryawan, M.Sc. Dr. Eko Sri Wiyono, S.Pi., M.Si.

Ketua Anggota

Diketahui

Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Sistem dan Pemodelan

Perikanan Tangkap

Prof. Dr. Ir. John Haluan, M.Sc. Prof. Dr. Ir. H. Khairil A. Notodiputro, M.S.

(10)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat karunia-Nya sehingga karya ilmiah dengan judul “Analisis Kapasitas Unit Penangkapan Ikan Skala Kecil (Kasus Perikanan Pelagis di Kabupaten Bangka)” berhasil diselesaikan.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Dr. Ir. Budy Wiryawan, M.Sc. dan Dr. Eko Sri Wiyono, S.Pi., M.Si. selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah banyak memberi arahan, bimbingan dan saran selama ini. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Bapak Sutardjo, A.Pi, M.M, selaku Kepala PPN Sungailiat, Bapak Rianto Yuswara beserta staf Statistik PPN Sungailiat, Bapak Indra selaku Syahbandar Perikanan Sungailiat, Bapak Robani BBI Sungailiat yang telah membantu selama pengumpulan data. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada istri dan anakku, atas segala doa dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, Desember 2009

(11)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Garut Provinsi Jawa Barat pada tanggal 7 Januari 1970 dari pasangan Warya Amsar Hidayat dan Maemunah. Penulis merupakan putra kelima dari enam bersaudara.

Tahun 1989 penulis lulus dari SMA Negeri 1 Garut dan pada tahun yang sama lulus seleksi masuk IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB. Pendidikan sarjana ditempuh di Program Studi Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan IPB, lulus pada tahun 1995. Kesempatan untuk melanjutkan ke Program Magister pada Program Studi Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap (SPT) Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pascasarjana IPB diperoleh pada tahun 2007. Beasiswa pendidikan pascasarjana diperoleh dari PT CIDES Persada Consultant dimana penulis selama ini bekerja.

Pengalaman kerja penulis dimulai tahun 1994 dengan bekerja di PT. Dobbin Milus Internasional sebagai tenaga ahli madya. Pada tahun 1996 penulis bekerja di PT. Central Pertiwi Bahari sebagai supervisor. Kemudian pada tahun 2000 penulis bekerja di PT. Meta Epsi Minatara Metco sebagai supervisor. Terakhir pada tahun 2000 sampai sekarang penulis bekerja di PT. Cides Persada Consultant sebagai koordinator teknis program.

Penulis menikah pada tanggal 12 Oktober 2003 dengan Eka Kartika, Amd dan dikaruniai satu putri yaitu Auraku Dhia Azura dan satu putra yaitu Gema Sagara Hidayat.

(12)

x

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

DAFTAR ISTILAH ... xx 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 4 1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.5 Kerangka Pemikiran Penelitian... 5

1.6 Hipotesis Penelitian... 6

2 TINJAUAN PUSTAKA... 8

2.1 Sistem Perikanan Tangkap ... 8

2.1.1 Sumberdaya Ikan... 9

2.1.2 Armada Perikanan Tangkap... 10

2.1.3 Nelayan ... 13

2.2 Penangkapan Berlebih (Overfishing) ... 14

2.3 Kapasitas dan Kapasitas Berlebih (Excess Capacity) ... 16

2.4 Pengukuran Kapasitas Penangkapan Ikan ... 20

2.5 Musim Penangkapan Ikan ... 22

2.6 Tinjauan Studi Terdahulu ... 22

3 METODE PENELITIAN ... 25

3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian ... 25

3.2 Jenis dan Sumber Data ... 26

3.2.1 Keragaan Perikanan Tangkap Skala Kecil ... 26

3.2.2 Musim Penangkapan Ikan ... 26

3.2.3 Daerah Penangkapan Ikan ... 27

3.2.4 Kapasitas Penangkapan Ikan... 27

(13)

xi

3.4 Pengolahan dan Analisis Data ... 28

3.4.1 Pengolahan Data ... 28

3.4.2 Analisis Daerah Penangkapan Ikan... 29

3.4.3 Analisis Musim Penangkapan Ikan ... 29

3.4.4 Data Envelopment Analysis (DEA) ... 31

4 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN ... 35

4.1 Keadaan Umum Perikanan Tangkap ... 35

4.1.1 Armada Kapal Perikanan... 35

4.1.2 Alat Penangkapan Ikan ... 36

4.1.3 Masyarakat Perikanan ... 37

4.1.4 Perkembangan Produksi Hasil Perikanan ... 39

4.1.5 Daerah dan Musim Penangkapan Ikan ... 42

4.2 Gambaran Umum PPN Sungailiat... 43

5 HASIL PENELITIAN ... 45

5.1 Dinamika Upaya Penangkapan Ikan... 45

5.2 Dinamika Produktivitas dan Komposisi Hasil Tangkapan ... 46

5.3 Musim Penangkapan Ikan Pelagis... 50

5.4 Daerah Penangkapan Ikan... 53

5.5 Kapasitas Penangkapan Armada Gillnet Hanyut... 55

5.5.1 Kapasitas Penangkapan Gillnet Hanyut dengan Single output... 55

5.5.2 Kapasitas Penangkapan Gillnet Hanyut dengan Multi output... 59

5.6 Kapasitas Penangkapan Armada Pancing Ulur ... 64

5.6.1 Kapasitas Penangkapan Pancing Ulur dengan Single output... 64

5.6.2 Kapasitas Penangkapan Pancing Ulur dengan Multi output... 68

5.7 Kapasitas Penangkapan Armada Payang... 72

5.7.1 Kapasitas Penangkapan Payang dengan Single output .... 72

5.7.2 Kapasitas Penangkapan Payang dengan Multi output ... 77

5.8 Kapasitas Penangkapan Armada Mini Purse seine... 81

5.8.1 Kapasitas Penangkapan Mini Purse seine dengan Single output... 81

5.8.2 Kapasitas Penangkapan Mini Purse seine dengan Multi output... 85

(14)

xii

6 PEMBAHASAN PENELITIAN ... 89

6.1 Keragaan Perikanan Tangkap Skala Kecil ... 89

6.2 Musim dan Daerah Penangkapan Ikan... 90

6.3 Kapasitas Penangkapan Armada Gillnet Hanyut... 94

6.4 Kapasitas Penangkapan Armada Pancing Ulur ... 97

6.5 Kapasitas Penangkapan Armada Payang... 99

6.6 Kapasitas Penangkapan Armada Mini Purse seine... 100

6.7 Sintesis Penggunaan DEA Multi dan Single Output ... 101

7 KESIMPULAN DAN SARAN ... 103

7.1 Kesimpulan ... 103

7.2 Saran ... 103

DAFTAR PUSTAKA ... ... 106

(15)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

1. Perkembangan operasional kapal penangkapan ikan di PPN Sungailiat tahun 2002-2008 ... 35 2. Perkembangan alat tangkap di PPN Sungailiat tahun 2002-2008 ... 37 3. Perkembangan nelayan dan buruh di PPN Sungailiat tahun

2002-2007... 38 4. Individu yang bekerja pada unit usaha pendukung perikanan di PPN

Sungailiat tahun 2007 ... 39 5. Volume dan nilai produksi ikan di PPN Sungailiat tahun 2002-2008.. 39 6. Daerah pemasaran produksi perikanan PPN Sungailiat tahun 2007 .... 41 7. Produksi perikanan di PPN Sungailiat berdasarkan jenis alat tangkap

tahun 2004 - 2008... 42 8. Indeks musim penangkapan (IMP) ikan pelagis dominan di perairan

pantai timur Kabupaten Bangka ... 53 9. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan gillnet hanyut PPN Sungailiat (single output) ... 58 10. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan gillnet hanyut PPN Sungailiat (multi output) ... 63 11. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan pancing ulur PPN Sungailiat (single output) ... 67 12. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan pancing ulur PPN Sungailiat (multi output) ... 71 13. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan payang (single output) ... 76 14. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan payang PPN Sungailiat (multi output) ... 80 15. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

potensi perbaikan mini purse seine (single output) ... 84 16. Perbandingan kapasitas berlebih, tingkat penggunaan input dan

(16)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman 1. Kerangka pemikiran penelitian... 7 2. Deskripsi sistem perikanan tangkap yang menunjukkan dinamika

sumberdaya ikan, armada (modal) dan nelayan (Charles 2001)... 8 3. Kurva fungsi produksi. ... 18 4. Peta lokasi penelitian. ... 25 5. Perkembangan operasional kapal perikanan di PPN Sungailiat tahun

2002-2008. ... 36 6. Dinamika volume dan nilai produksi ikan di PPN Sungailiat tahun

2002-2008. ... 40 7. Operasional kegiatan di PPN Sungailiat (A) Kantor PPN Sungailiat,

(B) Armada Penangkapan Ikan, (C) Bongkar Ikan dan (D) Pelelangan Ikan. ... 44 8. Upaya penangkapan bulanan beberapa alat tangkap di perairan pantai

timur Kabupaten Bangka. ... 45 9. Perkembangan produksi ikan dan upaya penangkapan di PPN

Sungailiat tahun 2004 -2008. ... 46 10. Produktivitas alat tangkap dominan dengan target ikan pelagis di

perairan pantai timur Kabupaten Bangka... 47 11. Komposisi ikan hasil tangkapan mini purse seine di perairan pantai

timur Kabupaten Bangka. ... 48 12. Komposisi ikan hasil tangkapan armada payang di perairan pantai

timur Kabupaten Bangka. ... 48 13. Komposisi ikan hasil tangkapan armada gillnet hanyut di perairan

pantai timur Kabupaten Bangka. ... 49 14. Komposisi ikan hasil tangkapan armada pancing ulur di perairan

pantai timur Kabupaten Bangka. ... 50 15. Pola musim penangkapan ikan tenggiri, tetengkek, lemuru, kembung

dan tembang di perairan pantai timur Kabupaten Bangka... 51 16. Pola musim penangkapan ikan tongkol di perairan pantai timur

Kabupaten Bangka... 52 17. Pola musim penangkapan ikan selar di perairan pantai timur

Kabupaten Bangka... 52 18. Peta daerah penangkapan ikan perikanan skala kecil di perairan

pantai timur Kabupaten Bangka. ... 54 19. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal gillnet

(17)

xv

20. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) gillnet hanyut menurut musim dengan pendekatan single output. ... 56 21. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal gillnet

hanyut menurut musim dengan pendekatan single output. ... 57 22. Sebaran nilai VIU kapal gillnet hanyut menurut musim dengan

pendekatan single output. ... 57 23. Proyeksi perbaikan masing-masing input kapal gillnet hanyut dengan

pendekatan single output. ... 59 24. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal gillnet

hanyut dengan pendekatan multi output. ... 60 25. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) gillnet hanyut

menurut musim dengan pendekatan multi output... 60 26. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal gillnet

hanyut menurut musim dengan pendekatan multi output. ... 61 27. Sebaran nilai VIU kapal gillnet hanyut menurut musim dengan

pendekatan multi output. ... 62 28. Proyeksi perbaikan masing-masing input kapal gillnet hanyut dengan

pendekatan multi output. ... 63 29. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal

pancing ulur dengan pendekatan single output. ... 64 30. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) pancing ulur

menurut musim dengan pendekatan single output. ... 65 31. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal pancing

ulur menurut musim dengan pendekatan single output. ... 66 32. Sebaran nilai VIU kapal pancing ulur menurut musim dengan

pendekatan single output. ... 66 33. Proyeksi perbaikan masing-masing input kapal pancing ulur dengan

pendekatan single output. ... 68 34. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal

pancing ulur dengan pendekatan multi output. ... 68 35. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) pancing ulur

menurut musim dengan pendekatan multi output... 69 36. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal pancing

ulur menurut musim dengan pendekatan multi output. ... 70 37. Sebaran nilai VIU kapal pancing ulur menurut musim dengan

pendekatan multi output. ... 70 38. Proyeksi perbaikan masing-masing input kapal pancing ulur dengan

pendekatan multi output. ... 72 39. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal

(18)

xvi

40. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal payang menurut musim dengan pendekatan single output. ... 73 41. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal payang

menurut musim dengan pendekatan single output. ... 74 42. Sebaran nilai VIU kapal payang menurut musim dengan pendekatan

single output. ... 75 43. Proyeksi perbaikan masing-mas ing input kapal payang dengan

pendekatan single output. ... 76 44. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal

payang dengan pendekatan multi output. ... 77 45. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal payang

menurut musim dengan pendekatan multi output... 78 46. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal payang

menurut musim dengan pendekatan multi output... 79 47. Sebaran nilai VIU kapal payang menurut musim dengan pendekatan

multi output... 79 48. Proyeksi perbaikan masing-masing input kapal payang dengan

pendekatan multi output. ... 81 49. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal mini

purse seine dengan pendekatan single output. ... 82 50. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal mini purse

seine menurut musim dengan pendekatan single output. ... 82 51. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal mini purse

seine menurut musim dengan pendekatan single output. ... 83 52. Sebaran VIU kapal mini purse seine menurut musim dengan

pendekatan single output. ... 84 53. Sebaran rata-rata total nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal mini

purse seine dengan pendekatan multi output. ... 85 54. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal mini purse

seine menurut musim dengan pendekatan multi output. ... 85 55. Sebaran rata-rata nilai kapasitas penangkapan (CU) kapal mini purse

seine menurut musim dengan pendekatan multi output. ... 86 56. Sebaran VIU kapal mini purse seine menurut musim dengan

(19)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

1. Output dan Input Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Barat ... 111

2. Output dan Input Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Peralihan I ... 112

3. Output dan Input Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Timur ... 113

4. Output dan Input Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Peralihan II ... 114

5. Output dan Input Kapal Pancing Ulur pada Musim Barat... 115

6. Output dan Input Kapal Pancing Ulur pada Musim Peralihan I... 116

7. Output dan Input Kapal Pancing Ulur pada Musim Timur ... 117

8. Output dan Input Kapal Pancing Ulur pada Musim Peralihan II... 118

9. Output dan Input Kapal Payang pada Musim Barat ... 119

10. Output dan Input Kapal Payang pada Musim Peralihan I ... 119

11. Output dan Input Kapal Payang pada Musim Musim Timur ... 120

12. Output dan Input Kapal Payang pada Musim Peralihan II ... 120

13. Output dan Input Kapal Mini Purse seine pada Musim Barat... 121

14. Output dan Input Kapal Mini Purse seine pada Musim Peralihan I... 121

15. Output dan Input Kapal Mini Purse seine pada Musim Timur ... 122

16. Output dan Input Kapal Mini Purse seine pada Musim Peralihan II ... 122

17. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Barat (Single Output) .... 123

18. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Peralihan I (Single Output) ... 124

19. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Timur (Single Output) ... 125

20. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Peralihan II (Single Output) ... 126

21. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Barat (Multi Output) ... 127

22. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Peralihan I (Multi Output) ... 128

23. Nilai Ef isiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Timur (Multi Output) .... 129

(20)

xviii

24. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Gillnet Hanyut pada Musim Peralihan II (Multi Output) ... 130 25. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Barat (Single Output)... 131 26. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Peralihan I (Single Output) ... 132 27. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Timur (Single Output) ... 133 28. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Peralihan II (Single Output) ... 134 29. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Barat (Multi Output) ... 135 30. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Peralihan I (Multi Output) 136 31. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Timur (Multi Output)... 137 32. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Pancing Ulur pada Musim Peralihan II (Multi Output) ... 138 33. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Barat (Single Output) ... 139 34. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Peralihan I (Single Output) ... 139 35. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Timur (Single Output) ... 140 36. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Peralihan II (Single Output) ... 140 37. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Barat (Multi output). ... 141 38. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Peralihan I (Multi Output) ... 141 39. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Timur (Multi Output) ... 142 40. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Payang pada Musim Peralihan II (Multi Output) ... 142 41. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

(21)

xix

42. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Peralihan I (Single Output) ... 143 43. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Timur (Single Output) 144 44. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Peralihan II (Single Output) ... 144 45. Nilai Efisie nsi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Barat (Multi Output) ... 145 46. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Peralihan I (Multi Output) ... 145 47. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Timur (Multi Output) . 146 48. Nilai Efisiensi Kapasitas Penangkapan, Target Output, Target Input

dan VIU Kapal Mini Purse seine pada Musim Peralihan II (Multi Output) ... 146 49. Armada perikanan ikan pelagis di PPN Sungailiat Kabupaten Bangka 147

(22)

xx

DAFTAR ISTILAH

ABK: Anak buah kapal, orang yang bekerja di kapal perikanan. Biomasa: Jumlah berat tiap individu ikan dalam suatu stok ikan.

CPUE: Catch per unit effort, jumlah atau berat hasil tangkapan per upaya penangkapan, digunakan sebagai indeks kelimpahan relatif.

CU: Capacity utilization.

DEA : Data Envolopment Analysis, model matematika non-parametrik dengan teknik linier programing dengan berorientasi pada input dan output yang digunakan untuk mengukur kapasitas penangkapan ikan secara keragaan relatif.

DKP: Departemen Kelautan dan Perikanan.

DMU: Decision making units, unit pengambilan keputusan dalam pendekatan data envelopment analysis.

Efisien: Prinsip dasar teori ekonomi yaitu bagaimana menghasilkan tingkat keluaran (output) tertentu dengan menggunakan masukan (input) seminimal mungkin, atau sebaliknya bagaimana menghasilkan tingkat output semaksimal mungkin dengan menggunakan sejumlah input tertentu.

Efisiensi teknis: Mengukur pencapaian output maksimal dengan menggunakan sejumlah input tertentu.

Gillnet (jaring insang): Alat penangkapan ikan berupa selembar jaring berbentuk empat persegi panjang, berukuran mata jaring sama di seluruh bagian jaring, cara menangkap ikan dengan terjerat pada bagian insang.

Hasil tangkapan (catch): Komponen ikan yang ditangkap dengan alat penangkapan ikan tertentu.

HOP: Hari Operasi Penangkapan, lamanya waktu operasi penangkapan di laut (upaya) dalam menangkap ikan target.

Ikan: Segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan.

Ikan pelagis: Ikan yang hidup di kolom perairan dengan mobilitas tinggi.

IMP: Indeks Musim Penangkapan ikan, nilai indeks dari perhitungan metode rata-rata bergerak (moving average) yang menunjukkan pola musim penangkapan ikan. Jika nilai IMP-nya diatas 100 dapat dikatakan sedang terjadi musim penangkapan ikan dan jika nilai IMP-nya dibawah 100 dikatakan sedang terjadi musim paceklik ikan.

Kapal penangkapan ikan: Kapal, perahu atau alat apung lain yang dipergunakan untuk melakukan penangkapan ikan, mendukung operasi penangkapan ikan, pengangkutan ikan, menyimpan dan mendinginkan ikan.

Kapasitas: Jumlah keluaran (output) yang dapat dihasilkan oleh suatu sistem produksi dalam jangka waktu tertentu.

(23)

xxi

Kapasitas penangkapan ikan: Jumlah maksimum ikan yang dapat ditangkap oleh sebuah kapal pada suatu periode tertentu (musim atau tahunan) pada tingkat biomasa dan struktur populasi, serta pada teknologi tertentu.

Kapasitas berlebih (excess capacity): Situasi dimana berlebihnya kapasitas input perikanan (kapal penangkapan ikan) yang digunakan untuk menghasilkan output perikanan (hasil tangkapan ikan) pada level tertentu.

MSY: Maximum Sustainable Yield, jumlah suatu hasil tangkapan maksimum yang dapat dipanen dari suatu stok ikan tanpa mempengaruhi hasil tangkapan pada tahun-tahun berikutnya.

Mini purse seine (pukat cincin mini): Alat penangkapan ikan yang umumnya untuk menangkap ikan pelagis dan alat ini berukuran kecil, pengoperasiannya dilakukan dengan cara melingkari gerombolan ikan sehingga geraknya terhadang dan ikan berada dalam lingkaran tersebut. Nelayan: Orang yang secara keseluruhan atau sebagian dari hidupnya tergantung

dari kegiatan menangkap ikan.

Open access fishery: Pemanfaatan sumberdaya perikanan secara terbuka oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja, sehingga menimbulkan persaingan antar nelayan, persaingan teknologi dan modal.

Over capacity: Proses persaingan pemanfaatan sumberdaya perikanan dalam perairan open access yang telah melampaui suatu titik profit total maksimum dari usaha penangkapan ikan.

Over fishing: Kondisi dimana jumlah ikan yang ditangkap melebihi jumlah ikan yang dibutuhkan untuk mempertahankan stok ikan; jumlah upaya penangkapan ikan telah melebihi upaya maksimum lestari.

Payang (pukat kantong): Alat penangkap ikan berupa jaring berbentuk kerucut yang terdiri atas kantong (bag), badan (body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp), dioperasikan dengan melingkari gerombolan ikan didaerah kolom perairan. Pancing ulur: Alat penangkapan ikan berupa benang snar, mata pancing dan

umpan, pengoperasiannya dilakukan dengan cara melempar mata pancing yang berumpan di daerah penangkapan, diharapkan ikan akan mendekati dan memakan umpan pancing karena tertarik atau mencium.

Pengelolaan Perikanan: Proses terintegrasi mulai dari pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pengambilan keputusan, alokasi sumberdaya dan implementasi, dalam rangka menjamin kelangsungan produktivitas sumberdaya ikan serta pencapaian tujuan pengelolaan.

Perikanan berkelanjutan: Pengelolaan sumberdaya perikanan dan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.

PPN: Pelabuhan Perikanan Nusantara.

Stok Ikan: Jumlah biomasa ikan yang dapat ditangkap pada suatu kawasan perairan tertentu dalam periode yang ditentukan supaya kelestarian dipertahankan.

(24)

xxii

Sumberdaya ikan (fish resources): potensi semua jenis ikan.

TAC: Total Allowable Catch, maksimum tangkapan ikan yang diperbolehkan dari suatu perikanan sesuai dengan rencana pengelolaan.

Upaya penangkapan (fishing effort): Usaha yang dilakukan nelayan dalam rangka menangkap ikan di laut.

VIU: Variable Input Utilization, tingkat penggunaan input variabel (tidak tetap).

Referensi

Dokumen terkait

Untuk semua anggota tata usaha Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah banyak membantu untuk kebutuhan

4. Sederhana usahakanlah supaya khalayak mendapat gambaran yang jelas apa yang diuraikan dalam berita itu. Untuk itu gunakanlah kata-kata, kalimat dan

Dari hasil perbandingan portability meliputi subfaktor: Modularity, Software System Independence, dan Self Descriptive dapat disimpulkan bahwa LMS Moodle

Pada tahap design , kegiatan design dilakukan untuk memecahkan permasalahan kurang optimalnya pelayanan fakultas dalam hal penerbitan dokumen formal akademik berupa

Bila pada awalnya komputer sejenis yang melakukan pertukaran data, bertambahnya komputer dengan berbagai sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang

Tujuan utama penulisan makalah ini adalah mempertegas kembali kontribusi fil- safat Islam dalam khazanah keilmuan khususnya ilmu pendidikan dan umumnya berusaha untuk

Berdasarkan Hasil penelitian tentang modifikasi pembelajaran permainan bolavoli untuk meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang berjudul