http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/
71
Aspek Moral dalam Novel
Moga Bunda Disayang
Allah
Karya Tere Liye
Umu Nur Latifah1, Budiono2, Ayu Wulandari3
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Tidar [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek moral dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye dan menyusun rancang bangun pembelajarannya di SMA. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye. Metode penyediaan data menggunakan metode simak dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis dan teknik analisis data. Hasil analisis yang ditemukan penelitian ini adalah aspek moral berdoa, aspek moral bersyukur, aspek moral kesetiaan, aspek moral pengendalian diri, aspek moral perlindungan, aspek moral rela berkorban, aspek moral tanggung jawab, serta aspek moral tolong menolong. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran di SMA, tepatnya pada KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel.
Kata kunci: aspek moral, pembelajaran di SMA.
Abstract
This study aims to describe the moral aspect in the novel Moga Bunda Disayang Allah by Tere Liye and compile the design of learning in high school. The data used in this study were obtained from the novel Moga Bunda Disayang Allah by Tere Liye. Methods of data provision using the method refer to continued with the note technique. Data analysis used descriptive method of analysis and data analysis technique. The results of analyzing the data were found. The results of the analysis found in this study were the moral aspects of praying, the moral aspects of gratitude, the moral aspects of loyalty, the moral aspects of self-control, the moral aspects of protection, the moral aspects of sacrificing, the moral aspects of responsibility, and the moral aspects of helping. The results of this study can be applied in the SMA, precisely on KD 3.9 Analyze the contents and lingo novel.
Keywords: moral aspect, learning in high school. PENDAHULUAN
Karya sastra merupakan cerminan dari kehidupan nyata hasil imajinasi pengarang yang disampaikan melalui bahasa dalam sebuah tulisan. Kegiatan dalam sastra merupakan suatu kegiatan memproduksi sebuah karya yang berkaitan erat dengan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup seorang pengarang dalam bentuk tulisan. Hal ini ditegaskan oleh Aminuddin (2002:57) yang berpendapat bahwa suatu karya sastra dihasilkan oleh imajinasi seorang
http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/
72
pengarang yang berasal dari pengekspresian secara mendalam tentang pengalaman hidupnya.
Salah satu karya sastra yang berperan untuk memberikan gambaran dalam memahami kehidupan yang mempunyai sifat seni dan imajinatif yaitu novel. Novel merupakan suatu karya sastra yang dibuat oleh seorang pengarang yang bertujuan untuk dinikmati oleh pembacanya. Pembaca dapat menikmati sebuah karya sastra melalui penggambaran imajinasi-imajinasi yang ditimbulkan oleh pengarang. Terdapat banyak hal positif yang dapat diambil dari sebuah novel seperti adat istiadat, kebudayaan, dan nilai-nilai kehidupan.
Unsur yang membangun sebuah novel ada dua yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik yang terdapat dalam sebuah novel terdiri dari tema, tokoh/penokohan, alur/plot, setting, sudut pandang, dan amanat. Adapun unsur ekstrinsik yang terdapat dalam sebuah novel lebih merupakan unsur yang membangun karya sastra dari luar dan lebih mengacu pada pengarangnya. Unsur ekstrinsik terdiri dari biografi pengarang, nilai-nilai kehidupan yang terkandung yaitu seperti moral, religius, estetika, sosial, pendidikan, dan budaya. Moral mempunyai dua segi yaitu segi batiniah (hati) dan segi lahiriah (perbuatan). Orang yang baik adalah orang yang mempunyai batin dan tingkah laku yang baik. Sikap batin sering disebut dengan hati (Hadiwardoyo, 1990:13). Jadi, moral merupakan baik buruknya tingkah laku seseorang yang didasari oleh sikap batin (hati).
Uraian di atas menunjukkan bahwa moral mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berkaitan erat dengan baik buruknya perbuatan atau tingkah laku seseorang. Baik buruknya tingkah laku seseorang ini dapat dilihat dari norma-norma yang berlaku di masyarakat, seperti norma agama, norma hukum, dan norma sosial.
Mayoritas novel-novel yang dihasilkan oleh Tere Liye mempunyai ciri khas yang sangat melekat dari karyanya yaitu ceritanya cenderung sederhana, tetapi banyak mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu contohnya adalah novel
Moga Bunda Disayang Allah. Nilai yang dapat dijadikan teladan salah satunya adalah nilai moral. Novel yang mempunyai tebal 306 halaman ini sangat diminati oleh pembacanya karena dari tahun 2006 sampai tahun 2011 sudah dua belas cetakan yang diterbitkan oleh Republika. Novel ini sangat diminati karena banyak menginspirasi dan memberi pelajaran kepada pembaca untuk selalu bersyukur, ikhlas, tabah, dan tegar dalam menjalani kehidupan.
Hal tersebut yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk meneliti novel
Moga Bunda Disayang Allah. Novel ini mengandung banyak aspek moral kehidupan yang ingin disampaikan pengarang melalui watak tokoh dan amanatnya. Peneliti menganggap aspek moral tersebut layak untuk diteliti, karena dapat memberikan suatu pembelajaran yang positif kepada pembaca atau siswa karena di zaman sekarang ini moral anak cenderung buruk dan memprihatinkan.
Dalam implementasi pembelajaran sastra di SMA, siswa tidak hanya memahami karya sastra, tetapi siswa juga harus aktif di dalamnya. Siswa diharapkan memiliki pengetahuan luas dan pandangan positif terhadap karya sastra. Pembelajaran sastra dapat membantu memecahkan masalah yang ada dalam kehidupan manusia karena karya sastra merupakan cerminan kehidupan nyata. Novel sebagai salah satu jenis sebuah karya sastra dapat digunakan
http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/
73
sebagai pembelajaran sastra di SMA. Dalam kurikulum 2013, karya sastra terdapat dalam silabus Bahasa Indonesia kelas XII semester 2, Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Setelah siswa menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam suatu karya sastra (novel), diharapkan nilai-nilai moral di dalam novel dapat menjadi cermin dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari. Selain itu, pembelajaran novel Moga Bunda Disayang Allah di SMA dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi suatu karya sastra.
METODE
Metode penyediaan data menggunakan metode simak. Penelitian dengan metode ini dilakukan dengan membaca teks novel Moga Bunda Disayang Allah
karya Tere Liye, kemudian teks yang mengandung aspek moral ditandai. Teknik penyediaan data yang digunakan yaitu teknik catat. Langkah-langkah dalam penyediaan data adalah (1) membaca dengan cermat keseluruhan novel Moga Bunda Disayang Allah, (2) memberi tanda pada teks yang berhubungan dengan aspek moral, (3) melakukan klasifikasi data unsur aspek moral, (4) data yang telah diklasifikasi kemudian diberi kode.
Metode analisis data dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif. Menurut Ratna (2015:53), metode analisis deskriptif adalah metode yang digunakan dengan cara menguraikan data berupa fakta-fakta kemudian dianalisis. Data yang sudah dianalisis dapat digunakan untuk menemukan aspek moral dalam novel Moga Bunda Disayang Allah. Teknik analisis data dapat dilakukan dengan melakukan analisis data melalui proses menguraikan dan menginterpretasikan data yang sudah diperoleh dan menjelaskan perolehan data tersebut. Data yang sudah diperoleh kemudian diuraikan tersebut bertujuan untuk mengetahui aspek moral. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan.
1. Menganalisis data-data dalam novel yang mengandung aspek moral. 2. Menginterpretasi atau menafsirkan data-data yang sudah diperoleh
agar lebih mudah untuk dipahami.
3. Memaparkan atau menjelaskan hasil dari interpretasi data mengenai aspek moral yang terdapat dalam novel Moga Bunda Disayang Allah.
4. Membuat sebuah simpulan dari analisis data.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil
Hasil penelitian ini berupa aspek moral dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye. Aspek moral tersebut dapat dilihat dari dalam individu manusia itu sendiri. Aspek moral yang terdapat di dalam novel Moga Bunda Disayang Allah sangat bermanfaat untuk diajarkan dan dicontohkan ke remaja zaman sekarang khususnya siswa di sekolah agar tidak terjerumus ke hal-hal yang cenderung negatif dan mempunyai karakter yang lebih baik lagi.
http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/
74
Moga Bunda Disayang Allah yaitu aspek moral positif. Aspek moral yang ada dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye yaitu aspek moral berdoa, aspek moral bersyukur, aspek moral kesetiaan, aspek moral pengendalian diri, aspek moral perlindungan, aspek moral rela berkorban, aspek moral tanggung jawab, serta aspek moral tolong menolong.
1. Berdoa
Bunda sebenarnya sudah bangun sejak shubuh. Malah sejak pukul dua tadi malam, di sepertiga akhir waktu terbaik yang dijanjikan. Menghabiskan sisa malam dengan bersimpuh menangis di atas sepotong sajadah. Membuat basah ujung-ujung mukena. Berharap Tuhan akhirnya berbaik hati memberikan jalan-keluar baginya (MBDA/AM/BD: 5).
Dari data di atas, menunjukkan aspek moral berdoa. Aspek moral berdoa tersebut dapat dilihat dari aktivitas tokoh Bunda ketika bangun pagi melakukan ibadah sholat tahajud pada jam 2 pagi untuk berdoa dengan khusyu’ meminta, memohon, dan berserah diri kepada Allah agar diberikan jalan keluar atau solusi dari masalah yang dihadapinya.
2. Bersyukur
Bunda memang selalu terlihat lembut dan menyenangkan dengan wajah yang senantiasa menjanjikan perasaan damai dan tenteram. Wajah keibuan yang memberikan perlindungan, tapi tetap tidak bisa disembunyikan gurat harapan yang dari hari ke hari semakin menipis. Harapan yang mulai dibujuk untuk menerima kenyataan, mengalah atas takdir (MBDA/AM/BS: 6).
Data di atas menunjukkan aspek moral bersyukur. Dapat dilihat dari tokoh Bunda yang selalu bersyukur dan tidak menyalahkan takdir, biarpun Melati anaknya buta tetapi tidak mengurangi perhatian, perlindungan, cinta dan kasih sayang yang Bunda berikan kepada Melati.
3. Kesetiaan
Salamah, perempuan berumur tiga puluh tahun yang tak kunjung menikah itu mengangguk, menurut. Ia satu di antara sembilan pembantu di rumah super-mewah itu. Pembantu yang amat baik. Terlalu setia malah. Gara-gara terlalu setia itulah makanya Salamah tetap menjomblo. Kakek buyutnya dulu penjaga rumah keluarga ini. Buyutnya dulu penjaga rumah keluarga ini. Kakeknya dulu tukang kebun keluarga ini. Ayahnya dulu sopir pribadi keluarga ini. Nah, ia mewarisi posisi keren itu. Meski dengan jabatan beda, menjadi pembantu andalan. Ibarat playmaker dalam pemain sepak bola, Salamah kapten kesebelasan (MBDA/AM/K: 22).
Dari data di atas menunjukkan aspek moral kesetiaan, dapat dilihat dari tokoh Salamah yang selalu setia bekerja menjadi pembantu di keluarga Tuan HK, walaupun dia harus rela menjomblo. Dia merasa bahwa keluarga tuan HK sudah banyak berjasa khususnya untuk keluarganya mulai dari kakek buyut, kakek, dan ayahnya yang dulu juga bekerja sebagai pembantu tuan HK tetapi jabatannya berbeda-beda.
4. Pengendalian Diri
Tuan HK menoleh buas, ingin membentak juga sopir keluarga itu. Tapi Bunda yang berhasil mengejarnya, sudah mendekapnya dari belakang.
http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/
75
Menenangkan. Tuan HK mengerung. Jengkel dengan pelukan istrinya. Tapi tidak mungkin dia mengibaskan tubuh istrinya, kan? Ia menyeka dahi, berusaha mengendalikan diri. Teringat perjalanan ini penting bagi bisnis keluarga mereka (MBDA/AM/PD: 167).
Dari data di atas menunjukkan aspek moral pengendalian diri dapat dilihat dari tuan HK yang berusaha mengendalikan dirinya sendiri untuk menahan emosi karena ditenangkan istrinya dengan dipeluk tubuhnya dan memutuskan untuk pergi berangkat mengelola bisnis keluarga yang lebih penting.
5. Perlindungan
Tubuh terbungkus jaket pelampung oranye itu mengambang di dekat Karang. Naik-turun. Naik-turun. Bergerak liar seiring ganasnya gelombang lautan. Karang beringas berenang mendekat, dengan terus memegang tiga anak lainnya. Benar-benar sulit. Ombak besar membuat badannya selalu terbanting. Tapi setelah berjibaku setengah menit, Karang bisa menarik jaket pelampung itu (MBDA/AM/P: 76).
Dari data di atas menunjukkan aspek moral perlindungan, dapat dilihat dari usaha tokoh Karang yang berusaha keras untuk berenang memegangi ketiga anak yang tenggelam di laut agar bisa melindungi kemudian menyelamatkan ketiga anak tersebut dari ombak yang besar walaupun Karang sampai diterjang oleh ombak sekalipun.
6. Rela Berkorban
Mana sempat larak-lirik pemuda jomblo lainnya. Tiga tahun lalu pernah ada pemuda kota tertarik padanya. Anak muda sederhana, tapi baik hati. Enggak ganteng-ganteng amat, tapi Salamah suka, soalnya ia juga enggak cantik-cantik banget. Mereka ketemu pas festival kembang api. Sempat berlanjut memadu kasih, hampir menikah. Sayang, kejadian Melati hampir loncat dari teras lantai dua itu membuat Salamah benar-benar tak tega meninggalkan Bunda sendirian. Tidak akan pernah, Ia bersumpah akan menjaga keluarga ini seperti para leluhurnya! Itu petuah pamungkas kakeknya (MBDA/AM/RB: 23).
Data di atas menunjukkan aspek moral rela berkorban, dapat dilihat dari tokoh Salamah yang rela mengorbankan dan merelakan masa depannya menikah dengan laki-laki yang dicintainya, hanya untuk menemani dan menjaga keluarga Bunda khususnya Melati sesuai dengan nasihat terakhir dari kakeknya.
7. Tanggung Jawab
Karang berhasil memegang jaket pelampung tiga anak-anak di dekatnya. Beberapa kakak-kakak lainnya juga berhasil memegangi yang lain. Berusaha bertahan di tengah buruknya cuaca (MBDA/AM/TJ: 76).
Dari data di atas menunjukkan aspek moral tanggung jawab, dapat dilihat dari tokoh Karang sebagai orang yang dituakan atau diserahi amanah berusaha keras untuk bertanggung jawab menyelamatkan anak-anak yang tenggelam di tengah cuaca yang sangat buruk. Jadi sikap Karang termasuk
http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/
76
ke dalam orang yang bertanggung jawab karena dia sudah berhasil menyelamatkan anak-anak didiknya dari terjangan Badai.
8. Tolong Menolong
“Dua belas jam yang lalu, aku sedikit pun tidak tertarik untuk membantu keluarga Anda, Tuan. Membantu anak ini, apa peduliku? Hanya akan menghabiskan waktu. Aku sama sekali tidak berniat meski hanya menjejakkan kaki di rumah mewah kalian. Percuma! Buat apa! Tapi pagi ini, aku berubah pikiran. Ya! Berubah pikiran begitu saja. Sedetik yang lalu aku sudah memutuskan membantu anak Anda!” (MBDA/AM/TM: 104).
Data di atas menunjukkan aspek moral tolong menolong, dapat dilihat dari tokoh Karang yang awalnya tidak ingin sama sekali menolong keluarga tuan HK, tetapi pada akhirnya Karang memutuskan untuk menolong dan membantu keluarga tuan HK khususnya kepada Melati anak tuan HK. Hal yang dilakukan oleh Karang tersebut termasuk orang yang peduli dan tolong menolong terhadap sesama manusia.
SIMPULAN
Novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye di dalamnya terdapat 24 data aspek-aspek moral yang terdiri 6 data pada aspek moral berdoa, 5 data pada aspek moral bersyukur, 3 data pada aspek moral kesetiaan, 4 data pada aspek moral pengendalian diri, 2 data pada aspek moral perlindungan, 1 data pada aspek moral rela berkorban, 1 data pada aspek moral tanggung jawab, serta 2 data pada aspek moral tolong menolong. Aspek moral tersebut dapat dilihat dari dalam individu manusia itu sendiri.
Berdasarkan silabus kurikulum 2013 pembelajaran aspek moral dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye sesuai dengan Kompetensi Dasar 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan dalam novel. Adapun tujuan dari pembelajaran aspek moral dalam novel Moga Bunda Disayang Allah karya Tere Liye adalah agar siswa atau generasi muda jaman sekarang dapat mencontoh dan menerapkan aspek moral tersebut dalam kehidupan nyata. Langkah-langkah dalam pembelajaran tersebut mencakup 5 M yaitu mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Model pembelajarannya menggunakan Problem Based Learning serta model Numbered Heads Together agar dapat menarik belajar bagi siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. (2002). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Liye, Tere. (2011). Moga Bunda Disayang Allah. Jakarta: Republika.
Ratna, Nyoman Kutha. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.