Jurusan Teknik Industri Itenas No.03 Vol.02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2014
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Menurut Kadarisman (2007) yaitu membuat model optimasi ukuran lot produksi untuk single item dan single stage yang mempunyai sistem produksi yang tidak sempurna akibat
Hotel X sudah memiliki metode yang sistematis dalam melakukan proses kerjanya namun pada bebera kriteria terdapat proses yang belum memiliki indikator efektivitas dan hasil
Penelitian ini dilakukan untuk mengukur bagian dari kinerja perguruan tinggi tersebut dengan menggunakan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence
Produk yang dihasilkan dalam MMAL biasanya memiliki perbedaan dalam jumlah produksi, isi kerja, dan waktu perakitan tergantung pada model.Tujuan dari model
Penentuan potensi bahaya kritis berdasarkan nilai dari Risk Priority Number (RPN) yang terbesar. Nilai RPN yang digolongkan potensi bahaya yang kritis adalah nilai RPN 320, 288
rohani sangat mempengaruhi prestasi akademik, apabila pelajar belajar dengan kondisi pikiran yang tidak baik maka pelajaran tidak akan bisa dicerna dengan baik, sebaliknya
produk baik Proses tidak terkendali dengan penentuan ukuran lot produksi pada sistem produksi yang mengalami deteriorasi dengan kriteria minimasi ongkos dengan proses
perbedaan skor akhir sebesar 2% diperoleh dari selisih antara hasil penelitian sebelumnya dengan hasil menggunakan perangkat lunak yang dibagi dengan total