Perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS - USD Repository

92 

Teks penuh

(1)

i

PERBEDAAN KOMPETENSI INTERPERSONAL ANTARA GURU PNS DAN GURU NON PNS

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi

Program Studi Psikologi

Disusun Oleh: Dewi Subekti NIM : 079114092

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

ii SKRIPSI

(3)

iii SKRIPSI

(4)

iv MOTTO

Sedikit Pengetahuan yang diterapkan, jauh lebih berharga ketimbang banyak pengetahuan yang tak dimanfaatkan. (Kahlil Gibran)

Diri kita dibentuk dari apa yang kita lakukan berulang kali; sedangkan kesuksesan bukan merupakan usaha dan tindakan melainkan akibat dari suatu kebiasaan

(5)

v

PERSEMBAHAAN

Semua hasil karya ini aku persembahkan untuk : Tuhan Yesus

Bapak dan Ibu yang selalu mendukung dan mendoakan Teman dan Sahabat

(6)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 13 Agustus 2012 Penulis,

(7)

vii

PERBEDAAN KOMPETENSI INTERPERSONAL ANTARA GURU PNS DAN GURU NON PNS

Dewi Subekti

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS. Hipotesis yang diajukan adalah kompetensi interpersonal guru PNS lebih tinggi daripada guru non PNS. Subjek penelitian ini adalah 120 orang yang terdiri dari 60 guru PNS dan 60 guru non PNS. Mereka yang menjadi subjek adalah yang memiliki status guru PNS dan non PNS, telah menjalani masa kerja minimal 2 tahun, dan berusia antara 21 – 60 tahun. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala kompetensi interpersonal. Reliabilitas skala kompetensi interpersonaldiuji dengan menggunakan metode koefisien reliabilitas Alpha Cronbach dan diperoleh hasil 0,911 dari 40 item. Data dianalisis dengan menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis data menghasilkan nilai t sebesar 0,0545. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS. Akan tetapi, dalam uji beda tiap aspek dihasilkan nilai t sebesar t = 0,2225 pada aspek kemampuan inisiatif, nilai t = 0,373 pada aspek kemampuan bersikap terbuka, nilai t = 0,0395 pada aspek kemampuan bersikap asertif, nilai t = 0,001 pada aspek kemampuan memberikan dukungan emosi, dan nilai t = 0,1445 pada aspek kemampuan mengatasi konflik. Dari nilai tersebut diketahui bahwa perbedaan kompetensi interpersonal pada guru PNS dan guru non PNS terletak pada aspek kemampuan bersikap asertif dan aspek kemampuan mengatasi konflik.

(8)

viii

DIFFERENCE OF INTERPERSONAL COMPETENCE BETWEEN TEACHER OF CIVIL SERVANT AND TEACHER OF NON CIVIL

SERVANT

Dewi Subekti

ABSTRACT

This study aims to determine the differences between the interpersonal competence of civil servant teachers and teachers of non-civil servants. The hypothesis advanced is that interpersonal competence of civil servant teachers is higher than non-civil servant teachers. The subjects of this study were 120 people consisting of 60 civil servant teachers and 60 non-civil servant teachers.Those who become the subject is one that has the status of civil servants and non civil servant teachers, have undergone a period of at least 2 years of work, and aged between 21-60 years.The collection of data used in this study using a scale of interpersonal competence. Interpersonal competence scale reliability was tested using the Cronbach alpha reliability coefficient of 0.911 and the results of 40 items. Data were analyzed using independent sample t-test. The results of data analysis t value of 0.0545. This mean s that there is no significant difference in terms of interpersonal competence among civil servants and teachers of non civil servant teachers. However, in a different test every aspect of the resulting value of t for t = 0.2225 on an aspect of the initiative, the value t = 0.373 on an aspect of being open, the value t = 0.0395 on the aspect of assertiveness skills, the value t = 0.001, the aspect ability to provide emotional support, and the value t = 0.1445 on the aspects of conflict resolution skills. Note that the value of interpersonal competence differences on civil servants and non civil servant teachers lies in the ability to be assertive aspects and aspects of conflict resolution skills.

(9)

ix

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Dewi Subekti

NIM : 079114092

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta karya ilmiah saya yang berjudul:

“PERBEDAAN KOMPETENSI INTERPERSONAL ANTARA GURU PNS DAN

GURU NON PNS”

Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta hak untuk menyimpan dan mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya Dibuat di : Yogyakarta

Pada tanggal : 13 Agustus 2012 Yang menyatakan,

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasaatas bimbingan dan kasih setiaNya sampai pada saat ini sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbedaan Kompetensi Interpersonal antara Guru PNS dan Guru Non PNS”.

Penulis juga menyadari banyak pihak yang telah berperan serta baik dalam memberikan waktu, tenaga dan pikiran sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu penulis dengan tulus ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yesus yang sudah memberikan kesehatan dan akal sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini

2. Ibu Dr. Ch. Siwi Handayani selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3. Ibu Titik Kristiyani, M.Psi selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

4. Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang dengan sabar dan telaten dalam membimbing, mengarahkan dan memberikan masukan pada penulis dalam mengerjakan penelitian ini.

(11)

xi

6. Kedua orang tuaku Bapak FX. Mujito dan Ibu Mg. Kasirah atas dukungan doa, semangat dan nasehat. Terimakasih Pak e Buk e

7. Sahabat-sahabatku di Fakultas Psikologi dan Fakultas yang lain( Ita Itik, Nenis, Jang Tinul, Saree, Oppie, Nenek reni pus, Ita Dian, Tante Keti, Ci Melin, Mba Vivia, Mba Ling Ling, Putri Ringgo, Letha, Nyunyink, Keynol, Yudha kadal, Steve D. Atmaja) dan semua teman angkatan 2007 untuk kebersamaan selama ini, dan dukungan serta bantuan dalam menyebarkan skala penelitian

8. Para responden yang sudah ikut berpartisipasi dalam memberikan data penelitian 9. Kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu persatu, terima

kasih atas bantuan doa dan dukungannya selama ini.

Penulis menyadari juga bahwa skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi semua. AMIN.

Yogyakarta, 13Agustus 2012 Penulis,

(12)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.. ... ..i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN MOTTO ... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

(13)

xiii

BAB II. LANDASAN TEORI ... 6

A. Guru ... 6

1. Pengertian Guru ... 6

2. Hak dan Kewajiban Guru ... ...7

3. Peran dan Tanggung Jawab Guru...8

4. Guru PNS dan Guru Non PNS...9

B. Kompetensi Interpersonal ... 10

1. Pengertian Kompetensi Interpersonal ... 10

2. Aspek - aspek Kompetensi Interpersonal ... 11

3. Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Kompetensi Interpersonal . 13 C. Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal antara Guru PNS dan Guru Non PNS ... 15

D. Hipotesis ... 16

BAB III. METODE PENELITIAN... 18

A. Jenis Penelitian ... 18

B. Identifikasi Variabel Penelitian ... 18

C. Definisi Operasional ... 18

D. Subjek Penelitian ... 19

E. Metode dan Alat Pengumpulan Data ... 20

F. Uji Coba Alat Ukur ... 22

G. Kredibilitas Alat Ukur ... 23

(14)

xiv

2. Seleksi Item ... 23

3. Estimasi Reliabilitas ... 25

H. Metode Analisis Data ... 26

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 28

A. Pelaksanaan Penelitian ... 28

B. Deskripsi Subjek Penelitian ... 28

C. Hasil Penelitian ... 30

1. Uji Normalitas ... 30

2. Uji Homogenitas ... 30

3. Uji Hipotesis ... 31

4. Hasil Tambahan ... 36

D. Pembahasan ... 37

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 40

A. Kesimpulan ... 40

B. Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 42

(15)

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue Print Skala Kompetensi Interpersonal Sebelum Uji Coba ... 22

Tabel 2. Blue Print Skala Kompetensi Interpersonal Setelah Uji Coba ... 24

Tabel 3. Blue Print Skala Penelitian ... 25

Tabel 4. Deskripsi Subjek Penelitian ... 29

Tabel 5. Ringkasan Uji Normalitas (One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test) ... 30

Tabel 6. Ringkasan Uji Homogenitas (Levene's Test for Equality of Variances) ... 31

Tabel 7. Ringkasan Uji Hipotesis (Independent Sample T-Test) ... 32

Tabel 8. Ringkasan Uji-T Tiap Aspek ... 32

Tabel 9. Ringkasan Uji Mean Teoritis (MT) dan Mean Empiris (ME) tiap Aspek .. 34

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

(17)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A (Tryout) ... 47

1. Format Skala Kompetensi Interpersonal ... 49

2. Uji Reliabilitas dan Seleksi Item ... 53

Lampiran B (Penelitian) ... 59

1. Format Skala Kompetensi Interpersonal ... 60

2. Uji Normalitas ... 65

4. Uji Homogenitas dan Uji Hipotesis ... 66

5. Uji-T Tiap Aspek Kompetensi Interpersonal ... 67

6. Hasil Uji One Sample t-test ... 72

(18)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan, mengharapkan setiap individu mampu menjadi tenaga pengajar dan pendidik yang profesional. Cooper (dalam Sudjana, 1988) mengemukakan bahwa seorang guru harus mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia, mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya, mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri, sekolah, teman sejawat dan bidang studi yang dibinanya, serta mempunyai keterampilan teknik mengajar.

Kompetensi interpersonal memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan, terutama bagi seorang guru untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk mencerdaskan anak didik. Guru merupakan salah satu pribadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Kompetensi interpersonal memiliki pengaruh pada guru dalam kemampuan mengelola diri dan mengelola hubungan dengan orang lain.

(19)

individu yang kurang memiliki kompetensi interpersonal cenderung kurang tepat dalam mengemukakan pikiran juga dalam mengatasi konflik

Menurut Spitzberg dan Cupach (De Vito, 1995), kompetensi interpersonal adalah kemampuan individu untuk melakukan komunikasi yang efektif baik melalui komunikasi verbal maupun non verbal dan ditandai dengan adanya karakteristik-karakteristik psikologis tertentu yang sangat mendukung dalam menciptakan dan membina hubungan yang memuaskan antar pribadi. Menurut Buhrmester, Furman, Wittenberg, dan Reis (1998) dikatakan bahwa kompetensi interpersonal meliputi kemampuan berinisiatif membina hubungan interpersonal, kemampuan membuka diri, kemampuan bersikap asertif, kemampuan untuk memberikan dukungan emosional dan kemampuan untuk mengelola dan mengatasi konflik dengan orang lain.

(20)

Pekerjaan merupakan salah satu hal yang mempengaruhi sikap seseorang di dalam kelompok sosial.(Soekanto, 2006). Individu pada umumnya mencari pekerjaan yang dipandang baik di hadapan masyarakat agar dapat diterima dalam kelompoknya (Hurlock, 1990). Salah satu pekerjaan yang cukup di minati di Indonesia adalah tenaga pendidik, dalam hal ini adalah guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sedangkan dalam realita guru yang ada tidak hanya berstatus sebagai PNS melainkan ada guru yang berstatus non PNS.

Perbedaan guru PNS dan guru non PNS terletak pada status kepegawaian yang dimiliki serta tunjangan masa depan yang akan diterima. Namun, guru PNS dan guru non PNS memiliki tugas dan peranan yang sama dalam pekerjaannya, yaitu mampu memberikan pelajaran ilmu pengetahuan, mendidik, membimbing dan membentuk karakter moral yang baik bagi siswa, memiliki segenap potensi dan berbagai disiplin yang matang pada proses pendidikan. (Rimang, 2011).

(21)

Dari beberapa hal diatas, dapat dilihat bahwa ada perbedaan pandangan masyarakat terhadap guru yang berstatus PNS dan guru non PNS. Sebagian masyarakat memiliki pandangan yang lebih positif terhadap PNS daripada non PNS.

Berdasarkan uraian mengenai perbedaan pandangan masyarakat terhadap guru PNS dan guru non PNS serta mengacu pada konsep diri yang berpengaruh terhadap kompetensi interpersonal, peneliti tertarik untuk meneliti apakah benar terdapat perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah apakah benar terdapat perbedaan kompetensi interpersonal antara guru PNS dan guru non PNS?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah membuktikan ada tidaknya perbedaan kompetensi interpersonal guru PNS dan guru non PNS.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritis

(22)

2. Manfaat praktis

(23)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Guru

1. Pengertian Guru

Guru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya) mengajar. Kata Guru dalam bahasa Inggris disebut teacher, kata ini di artikan sebagai seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.

Menurut UU RI No 2 Tahun 1989 pasal 27 ayat 3 tenaga pengajar merupakan tenaga pendidik yang khusus diangkat dengan tugas utama mengajar, yang pada jenjang pendidikan tinggi disebut dosen. UU No 20 tahun 2003, pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Guru adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi, dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang pendidikan melalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (pasal 1) dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,

(24)

menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah”.

Dari uraian di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa guru merupakan tenaga professional dengan tugas utama mengajar dan telah memiliki kompetensi yang dipersyaratkan serta memiliki kelayakan untuk membimbing kegiatan belajar peserta didik di sekolah.

2. Hak dan Kewajiban Guru

Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional guru sebagai pendidik mempunyai hak untuk memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai, penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja dan, pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas. Selain itu juga mempunyai hak perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual serta kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

(25)

3. Peran dan Tanggung Jawab Guru

Guru di sekolah memiliki peran antara lain menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari serta mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa. Guru juga berperan sebagai komunikator yang memberikan nasehat, motivator dalam memberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam mengembangkan sikap, tingkah laku dan nilai-nilai. Selain itu juga sebagai orang yang menguasai bahan yang diajarkan.Selain itu, guru juga memiliki peran sebagai pegawai dalam hubungan dinas, sebagai kolega dalam hubungan dengan teman sejawatnya dan sebagai mediator, pengatur disiplin, evaluator dan pengganti orang tua dalam hubungannya dengan anak didik.(Rimang, 2011).

(26)

ilmu terutama yang menjadi spesifikasinya dengan melaksnakan penelitian dan pengembangan. (Mulyasa, 2007)

4. Guru PNS dan Guru Non PNS a. Guru PNS

Menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999, pasal 1 yang berbunyi “Pegawai negeri adalah mereka yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, di angkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau diserahi tugas Negara lainnya yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan di gaji menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku“.

Berdasarkan uraian diatas, guru PNS merupakan guru yang sudah memenuhi syarat dan diangkat menjadi PNS oleh pejabat yang berwenang dengan tugas dan gaji yang di atur oleh perundang-undangan yang berlaku. b. Guru Non PNS

(27)

badan hukum lainnya yang menyelenggarakan satuan pendidikan berdasarkan perjanjian kerja.

Pegawai tetap yayasan yaitu pegawai yang di angkat dan diberi gaji tetap oleh yayasan berdasarkan peraturan yang berlaku, diserahi tugas tetap di lingkungan Yayasan dan mendapatkan pembinaan tetap dari Yayasan. Pegawai tidak tetap yaitu pegawai yang diangkat oleh kepala sekolah yang disetujui oleh Yayasan, untuk jangka waktu dan atau tugas yang terbatas. Kepadanya diberikan upah/ honorarium serta fasilitas/ hak terbatas menurut peraturan yang biasanya adalah peraturan yayasan yang bersangkutan, sehingga gaji yang diberikan sesuai dengan kemampuan yayasan yang bersangkutan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru non PNS merupakan guru tetap dan guru tidak tetap yang di gaji, dan diberikan tugas oleh lembaga pendidikan berdasarkan perjanjian kerja.

B. Kompetensi Interpersonal

1. Pengertian Kompetensi Interpersonal

(28)

berkomunikasi secara efektif dengan orang lain, baik secara verbal maupun non verbal yang dilakukan secara berpasangan maupun dalam kelompok.

Kompetensi interpersonal merupakan keseluruhan kemampuan individu untuk berkomunikasi verbal dan non verbal secara efektif dengan orang lain baik dalam kelompok ataupun berpasangan dalam membina suatu hubungan interpersonal. 2. Aspek - aspek Kompetensi Interpersonal

Buhremster, Furman, Wittenberg, dan Reis (dalam Nashori,2003) mengemukakan bahwa kompetensi interpersonal memiliki lima aspek yaitu kemampuan berinisiatif, kemampuan untuk bersikap terbuka (self disclosure), kemampuan bersikap asertif, kemampuan memberikan dukungan emosional, kemampuan dalam mengatasi konflik.

a. Kemampuan Berinisiatif

Menurut Buhremster, Furman, Wittenberg, dan Reis (dalam Nashori,2003) inisiatif adalah usaha untuk memulai suatu bentuk interaksi dan hubungan dengan orang lain atau dengan lingkungan sosial yang lebih besar. Inisiatif merupakan usaha pencarian pengalaman baru yang lebih banyak dan luas tentang dunia luar dan tentang dirinya sendiri dengan tujuan untuk mencocokkan sesuatu atau informasi yang telah diketahui agar dapat lebih memahami.

(29)

ditemui, memulai percakapan dengan orang baru, menjadi orang yang menarik dan menyenangkan ketika bertemu pertama kali

b. Kemampuan untuk bersikap terbuka (Self Disclosure)

Self disclosure adalah usaha untuk mengungkapkan dan berbagi kepada orang lain dengan membiarkan orang lain mengetahui sebagian dari diri, masa lalu, pendapat, dan pengalaman yang dimiliki.

Contoh-contoh bentuk tingkah laku yang menggambarkan adanya kemampuan untuk bersikap terbuka menurut Buhrmester dkk. Adalah mengungkapkan hal-hal yang bersifat pribadi mengenai dirinya sekaligus dapat mendengarkan dengan baik keluhan yang disampaikan orang lain. (dalam Nashori,2003).

c. Kemampuan Bersikap Asertif

Kemampuan bersikap asertif adalah usaha untuk mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, baik berupa keberatan, penolakan, pujian dan penghargaan dengan tidak mengabaikan perasaan orang lain. Mampu untuk berkata “tidak” jika hal tersebut tidak sesuai dengan diri.

(30)

d. Kemampuan memberikan dukungan emosional

Kemampuan memberi dukungan emosional merupakan usaha untuk mendengarkan, memberi masukan dan berempati dalam rangka membantu, menenangkan dan memberi rasa nyaman kepada orang lain ketika orang tersebut dalam keadaan tertekan dan bermasalah.

Contoh perilaku yang menggambarkan kemampuan memberikan dukungan emosional, menjadi pendengan yang setia dan baik ketika teman sedang mencurahkan isi hati, dapat memberikan nasehat jika dibutuhkan dengan cara yang dapat diterima.

e. Kemampuan mengatasi konflik

Kemampuan mengatasi konflik adalah usaha-usaha yang dilakukan secara konstruktif dalam mengatasi konflik atau masalah yang ada. Kemampuan untuk mengatasi konflik itu meliputi sikap-sikap untuk menyusun suatu penyelesaian masalah, mempertimbangkan kembali penilaian atas suatu sumber masalah dan upaya agar konflik yang muncul dalam suatu hubungan tidak semakin memanas (Nashori, 2003).

Contoh perilaku yang menggambarkan kemampuan mengatasi konflik, mampu memandang konflik dari sudut pandang yang lain.

3. Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Kompetensi Interpersonal

(31)

faktor usia dan pendidikan (Hurlock, 2000). Berikut ini penjelasan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi interpersonal :

a. Faktor Partisipasi Sosial. Individu yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial akan lebih berpeluang untuk mengasah keterampilan sosial termasuk kompetensi interpersonal. Semakin besar partisipasi sosial seseorang maka akan semakin besar pula kompetensi interpersonalnya.

b. Faktor Usia dan Pengalaman. Umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kompetensi interpersonal. Semakin lama hidup maka pengalaman semakin banyak, pengetahuan semakin luas, keahliannya semakin mendalam dan bijaksana dalam pengambilan keputusan tindakannya. Karena semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan individu akan lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat, individu yang lebih dewasa lebih dipercaya dari orang yang belum tinggi kedewasaannya. Hal ini dilihat dari pengalaman dan kematangan jiwanya.

(32)

C. Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal antara Guru PNS dan Guru Non PNS

Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan anak didik, dan dalam pelaksanaannya diperlukan seorang pendidik, dalam hal ini adalah tenaga pengajar/guru. Pekerjaan sebagai tenaga pengajar di sini adalah guru yang berstatus sebagai pegawai negeri (PNS) dan guru yang berstatus sebagai pegawai tetap non PNS dan tidak tetap non PNS. Guru memiliki peran penting terhadap perkembangan prestasi siswa. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyampaikan materi, menyampaikan pengetahuan kepada anak didik sehingga guru harus memiliki kompetensi interpersonal. Salah satu ciri seseorang yang memiliki kompetensi interpersonal adalah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, baik melalui komunikasi verbal dan non verbal. Komunikasi disini dapat berupa penyampaian materi, bagaimana seorang pengajar menyampaikan pengetahuan terhadap anak didiknya.

(33)

tujuan sama yaitu keduanya memiliki tugas untuk menciptakan prestasi akademik anak didik, mencerdaskan dan member anak didik bekal ilmu untuk masa depan.

Pandangan masyarakat terhadap status PNS dan non PNS berpengaruh terhadap penilaian diri seseorang yang akan membentuk konsep dirinya. Dimana, konsep diri mempunyai pengaruh yang positif pada kompetensi interpersonal (Anastasia, 2004).

D. Hipotesis

(34)

Gambar 1. Bagan Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal

Guru

Pandangan masyarakat

Status sosial tinggi, ekonomi mapan, ada tunjangan pensiun, rasa aman jaminan masa depan

Pandangan masyarakat

Status sosial dibawah PNS, ekonomi belum mapan, tidak ada tunjangan pensiun, tidak aman

Non PNS Negeri/ PNS

- Status Tetap pegawai negeri Sipil - Gaji Tetap

- Tunjangan (Askes, Dana pensiun) yang pasti dan jelas

- Memiliki status pegawai tetap yayasan, tidak tetap, honorer

- Gaji tetap berdasarkan kuota jam mengajar oleh sekolah/ yayasan

- Tunjangan Pensiun tidak pasti bahkan tidak ada tunjangan pensiun,

Konsep diri

Kompetensi Interpersonal

− Memiliki kemampuan Berinisiatif

− Memiliki kemampuan untuk bersikap terbuka (self disclosure)

− Memiliki kemampuan bersikap asertif

− Memiliki kemampuan memberikan dukungan emosional

− Memiliki kemampuan dalam mengatasi konflik.

− Kurang memiliki kemampuan Berinisiatif

− Kurang memiliki kemampuan untuk bersikap terbuka (self disclosure)

− Kurang memiliki kemampuan bersikap asertif

− Kurang memiliki kemampuan memberikan dukungan emosional

− Kurang memiliki kemampuan dalam mengatasi konflik.

(35)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif inferensial dengan pendekatan komparatif. Penelitian komparatif akan menemukan perbedaan tentang benda, orang, kerja, dan ide-ide terhadap orang, kelompok, ataupun prosedur kerja (Arikunto, 1989). Penelitian ini termasuk penelitian komparatif karena ingin melihat perbandingan kompetensi interpersonal ditinjau dari status kepegawaian PNS dan non PNS.

B. Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini ada dua yaitu: 1. Variable bebas : Guru (PNS & non PNS)

2. Variable Tergantung : Kompetensi Interpersonal

C. Definisi Operasional

1. Guru adalah seorang pendidik dan pengajar di sekolah negeri maupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formalnya dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang tentang guru dan dosen yang berlaku.

(36)

a. Guru PNS adalah guru tetap yang diangkat oleh pemerintah pusat ataupun daerah yang telah memenuhi syarat, dan di gaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Guru non PNS adalah guru tetap ataupun guru tidak tetap yang diangkat oleh badan hukum yang menyelenggarakan satuan pendidikan dan di gaji berdasarkan perjanjian kerja.

2. Kompetensi Interpersonal adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara efektif, baik melalui komunikasi verbal maupun non verbal yang dilakukan secara berpasangan maupun dalam kelompok untuk membina hubungan interpersonal.

D. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah guru PNS dan guru non PNS. Subjek diperoleh dengan menggunakan metode Incidental sampling, artinya kelompok subjek tersebut dipilih secara kebetulan ditempat-tempat tertentu. Adapun kriteria subjek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Memiliki status sebagai pegawai negeri/ PNS dan pegawai non PNS. 2) Latar belakang Pendidikan Perguruan Tinggi minimal D3 dan S1 3) Guru yang mengajar di Sekolah negeri maupun Sekolah swasta.

(37)

5) Berusia 21 - 60 tahun. Sesuai dengan usia produktif dan batas usia pensiun bagi guru.

Penentuan masa kerja minimal 2 tahun didasarkan pada pertimbangan faktor sosial dan faktor budaya yang dapat mempengaruhi kompetensi interpersonal seseorang. Sedangkan, enentuan usia maksimal 60 tahun didasarkan pada batas usia pensiun seorang guru dan dengan pertimbangan faktor usia yang berpengaruh positif terhadap kompetensi interpersonal seseorang.

E. Metode dan Alat Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pemberian skala. Skala yang digunakan adalah skala kompetensi interpersonal. Skala ini disusun dengan menggunakan metode rating yang dijumlahkan (summated rating). Menurut Gable (dalam Azwar, 2004) metode ini merupakan metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan nilai skalanya.

(38)

terstruktur, yang mana jawaban sudah disediakan dan subjek hanya memilih satu jawaban yang sesuai dengan kondisi diri subjek.

Alternatif jawaban dalam setiap butir item Skala kompetensi interpersonal menggunakan empat alternatif jawaban, yaitu : Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), dan Sangat Tidak Sesuai (STS). Pembuatan empat Alternatif jawaban ini bertujuan untuk menghindari kecenderungan subjek penelitian menjawab pernyataan dengan alternatif jawaban yang bersifat netral atau ragu-ragu ( Hadi, 1991).

Penelitian jawaban mempunyai skor yang bersifat interval dan berjarak sama yaitu bergerak empat sampai satu untuk item yang bersifat favorable dan sebaliknya dari satu sampai empat untuk item yang bersifat unfavorable. Pemberian skor untuk skala favorable, yaitu SS = 4, S = 3, TS = 2, STS = 1, sedangkan untuk skala unfavorable, yaitu SS = 1, S = 2, TS = 3, STS = 4. Skor untuk tiap item pada skala pengukuran dijumlahkan hingga menjadi skor total. Semakin tinggi skor total yang diperoleh subjek pada skala kompetensi interpersonal, maka semakin tinggi pula kompetensi Interpersonalnya.

Penyusunan skala kompetensi interpersonal ini disusun berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Buhremster, Furman, Wittenberg, dan Reis (dalam Nashori,2003) yaitu:

1. kemampuan berinisiatif

(39)

4. kemampuan memberikan dukungan emosional 5. kemampuan dalam mengatasi konflik

Tabel 1.

Blue Print Skala Kompetensi Interpersonal Sebelum Uji Coba

Aspek

Peneliti melakukan pengambilan data uji coba yang sudah tersusun dengan tujuan untuk melihat kualitas item dalam skala yang akan digunakan dalam penelitian. Uji coba skala dilakukan pada tanggal 2 November 2011 sampai 3 januari 2012. Skala kompetensi interpersonal ini di uji cobakan pada kelompok subjek yang memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok subjek penelitian. Subjek yang terlibat dalam uji coba sebanyak 60 orang, 30 guru PNS dan 30 guru non PNS.

(40)

peneliti kembali menyebarkan 15 eksemplar untuk melengkapi kekurangan subjek uji coba ini.

G.Kredibilitas Alat Ukur 1. Estimasi Validitas

Validitas menunjuk pada sejauhmana tes mampu mengukur atribut yang seharusnya diukur. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi yaitu validitas yang diestimasi melalui pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat Professional Judgement (Azwar,1999). Professional judgment dalam skala ini dilakukan dengan cara berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Validitas isi ini menunjukkan sejauhmana item-item dalam alat ukur ini mencakup keseluruhan kawasan isi obyek yang hendak diukur dan sejauhmana item-item tes mencerminkan ciri perilaku yang hendak diukur (Azwar, 1999).

2. Seleksi Item

(41)

adalah sejauh mana item mampu membedakan antara subjek pada aspek yang hendak diukur oleh tes yang bersangkutan. Pengujian daya beda dilakukan dengan komputasi koefisien kolerasi antara distribusi skor pada setiap item dengan suatu kriteria yang relevan yaitu distribusi skor total tes itu sendiri. Pengujian konsistensi item total ini akan menghasilkan koefisien korelasi item total (Rix). Inilah yang dikenal dengan indeks daya beda item. Sebagai kriteria

digunakan batasan 0,3. Item yang memiliki korelasi diatas 0,3 (>0,3) dianggap memenuhi kriteria sebagai item yang baik, sedangkan item yang memiliki korelasi kurang dari 0,3 (<0,3) akan digugurkan (dalam Azwar, 2008). Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien korelasi item total berkisar antara 0,028 – 0,671. Hasil pengujian 40 item terdapat 6 item yang gugur sehingga terdapat 34 item yang bertahan dan tersebar dalam setiap aspek sebagai berikut:

Tabel 2.

Blue Print Skala Kompetensi Interpersonal Setelah Uji Coba

No. Aspek

(42)

Tampak pada tabel bahwa setiap aspek terwakili oleh beberapa item yang tersisa. Sisa item hasil seleksi berjumlah 34 item, lalu disusun ulang untuk skala penelitian. Berikut ini adalah tabel distribusi item dalam tiap indikator dan kategori sifat setelah uji coba :

Tabel 3.

Blue Print Skala Penelitian

(43)

tinggi koefisien reliabilitas mendekati 1,00 berartisemakin tinggi reliabilitas. Sebaliknya, koefisien yang semakin rendah mendekati 0 berarti semakin rendahnya reliabilitas.

Penghitungan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan teknik alpha cronbach program SPSS versi 16 for windows. Estimasi reliabilitas skala Kompetensi Interpersonal setelah penelitian menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0, 911 (lihat lampiran) dari 34 item, yang berarti skala tersebut reliabel.

H. Metode Analisis Data 1. Uji Normalitas

Uji yang dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi sebaran variabel bebas dan variabel tergantung. Uji Normalitas dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows versi 16 sedangkan metode yang digunakan disini adalah One sampel Kolmogorov Smirnov Test. Cara untuk mengetahui normal atau tidak adalah dengan melihat nilai probabilitasnya. Jika nilai probabilitasnya lebih besar dari 0.05 (p > 0.05 ) maka sebaran item dinyatakan normal.

2. Uji Homogenitas

(44)

16. Jika probabilitas yang didapatkan lebih besar dari 0.05 (p > 0.05) maka kedua kelompok memiliki varian yang sama.

3. Uji Hipotesis

(45)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pelakasanaan Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2012 sampai 4 Februari 2012 di wilayah Yogyakarta, Cilacap, Semarang dan Temanggung. Penelitian ini menggunakan tryout terpisah dengan pertimbangan bahwa populasi guru tidak sulit didapatkan untuk menjadi subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan 120 eksemplar skala dan setelah diseleksi terdapat 84 skala yang memenuhi kriteria untuk dianalisis yaitu, 52 PNS dan 32 non PNS. Pada tanggal 9 Februari sampai 5 April 2012 peneliti kembali menyebarkan skala untuk memenuhi jumlah sampel, 60 PNS dan 60 non PNS. Skala yang disebarkan berjumlah 40, untuk menghindari gugurnya skala karena kriteria subjek yang belum sesuai.

B. Deskripsi Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 orang dan terbagi menjadi 60 guru PNS yang terdiri dari subjek laki-laki sejumlah 27 orang dan subjek perempuan sebanyak 33 orang. Kemudian 60 orang lainnya adalah guru non PNS yang terdiri dari 21orang subjek laki-laki dan 39 orang subjek perempuan. Usia untuk guru PNS berkisar antara 26 tahun – 59 tahun, sedangkan untuk guru non

(46)

PNS berkisar antara 20 tahun – 53 tahun. Lama mengajar pada guru PNS berkisar antara 2 tahun -36 tahun, sedangkan pada guru non PNS berkisar antara 2 tahun-28 tahun.

Tabel 4.

Deskripsi Subjek Penelitian

(47)

C. Hasil Penelitian 1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang di ambil berasal dari distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik One Sample Kolmogorov - Smirnov yang perhitungannya dibantu dengan program SPSS for windows versi 16.0. Keputusan di ambil berdasarkan pada besaran probabilitas (p) Apabila p ≥

0.10 maka data dinyatakan berdistribusi normal, tetapi apabila p ≤ 0.10 maka data dinyatakan tdak normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel:

Tabel 5.

Ringkasan Uji Normalitas (One Sample Kolmogorov-Smirnov Test)

Uji Normalitas PNS Non PNS

Kolmogorov-Smirnov Z 0 .617 0 .809

Asymp. Sig. (2-tailed) 0 .841 0 .529

Uji normalitas menghasilkan probabilitas (p) data PNS sebesar 0.841 (p > 0,10) dan probabilitas (p) data non PNS sebesar 0. 529 (p > 0.10). Hal ini menunjukkan bahwa distribusi data pada kedua sampel adalah normal.

2. Uji Homogenitas

(48)

populasi yang memiliki varian sama, tetapi jika p < 0.05 maka data berasal dari populasi dengan memiliki varian berbeda. Hasil Uji Homogenitas dapat dilihat pada tabel :

Tabel 6.

Hasil Uji Homogenitas (Levene’s Test for Equality of Variances)

Equal Varriances Assumed F Sign.

0.109 0.742

Uji Homogenitas menunjukkan probabilitas sebesar 0. 109, hal ini menunjukkan bahwa data berasal dari populasi dengan varian yang sama karena p lebih besar dari 0.05 (p > 0.05).

3. Uji Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini antara lain :

Ho : “ada perbedaan kompetensi interpersonal pada guru PNS dan guru non PNS”.

Hi : “tidak ada perbedaan kompetensi interpersonal pada guru PNS dan guru non PNS”.

(49)

Tabel 7.

Hasil Uji Hipotesis (Independent Sample T-Test)

Kompetensi sebesar 0.0545 (p > 0.05) maka Ho diterima. Hal ini berarti bahwa hipotesis yang berbunyi ada perbedaan kompetensi interpersonal guru PNS dan guru non PNS ditolak. Kesimpulannya tidak ada perbedaan kompetensi interpersonal pada guru PNS dan guru non PNS.

Selain itu, perhitungan uji-t per aspek diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 8.

Ringkasan Uji-T Tiap Aspek

Aspek Kelompok Mean T Sig (1-tailed) Kemampuan Inisiatif Non PNS 22.3

(50)
(51)

Uji mean tiap aspek dilakukan untuk melihat tinggi rendahnya kemampuan tiap aspek guru PNS dan guru non PNS. Berikut ringkasan uji mean tiap aspek:

Tabel 9.

Ringkasan Uji Mean Teoritis (MT) dan Mean Empiris (ME) Tiap Aspek

Aspek MT PNS Non PNS

ME t ME t

Kemampuan Inisiatif 17.5 22.5667 19.932 22.3000 20.164 Kemampuan bersikap

(52)
(53)

0.05, dan guru non PNS memiliki t = 22.819. Artinya, kemampuan mengatasi konflik guru PNS dan guru non PNS termasuk dalam kategori tinggi

4. Hasil Tambahan

Uji mean dilakukan untuk melihat tinggi rendahnya kompetensi interpersonal guru PNS dan guru non PNS. Mean teoritik diperoleh dengan cara membandingkan Mean Teoritis (MT) dan Mean Empiris (ME). Penghitungan dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

2

Untuk melihat perbandingannya, peneliti menggunakan teknik uji One Sample t-test (uji t). Rangkuman hasil uji mean dapat dilihat pada tabel :

Tabel 10.

Mean Empiris dan Mean Teoritis Kompetensi Interpersonal

(54)

Mean empiris kompetensi interpersonal kelompok PNS lebih besar daripada mean teoritis (107.4000 > 85). Hal ini berarti bahwa rata-rata subjek penelitian memiliki tingkat empati yang tinggi. Jika dilihat dari hasilnya guru PNS memiliki nilai t = 29.490 dengan probabilitas 0.000 (p < 0.05). Guru non PNS memiliki nilai t = 25.260 dengan probabilitas 0.000 (p < 0.05) dengan nilai mean empiris yang lebih besar daripada mean teoritis. Artinya, kompetensi interpersonal guru PNS dan guru non PNS termasuk dalam kategori tinggi.

D. Pembahasan

(55)

memiliki kesempatan yang sama dalam berpartisipasi di lingkungan sekolah. Guru PNS dan guru non PNS diberikan kesempatan yang sama dalam kegiatan belajar mengajar.

Kompetensi interpersonal yang tinggi antara guru PNS dan guru non PNS dapat disebabkan juga oleh kewajiban seorang guru untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis dan mempunyai komitmen secara professional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, seorang guru di sekolah juga harus memiliki tanggung jawab untuk menguasai cara belajar mengajar yang efektif, mampu mengembangkan kurikulum, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran, serta melaksanakan pembelajaran yang efektif. Sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan inisiatif, keterbukaan diri, asertivitas, dukungan emosional dan penyelesaian konflik.

Apabila dilihat analisis data dari masing-masing aspek, tidak ada perbedaan antara kedua kelompok subjek dalam kemampuan inisiatif. Kedua kelompok subjek memiliki kategori yang tingga dalam kemampuan inisiatif. Hal ini selaras dengan. Sehingga visi dan misi pendidikan nasional yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan tercapai.

(56)

yang dinamis dan dialogis untuk meningkatkan mutu pendidikan sehingga mampu menjaga nama baik lembaga dan memberikan teladan bagi anak didiknya. Pada aspek kemampuan mengatasi konflik tidak ada perbedaan antara kedua kelompok subjek. Masing-masing kelompok termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena, selain untuk anak didik setiap guru juga bertanggungjawab dalam membimbing, mengabdi, dan melayani masyarakat.

Hasil uji-t pada aspek kemampuan bersikap asertif memperlihatkan ada perbedaan antara kedua kelompok subjek. Kemampuan bersikap asertif pada guru PNS lebih tinggi dari kemampuan bersikap asertif guru non PNS. Hal ini dapat disebabkan karena adanya perbedaan faktor usia dan pengalaman. Usia guru PNS yang menjadi subjek penelitian memiliki rentang usia yang jauh dengan guru non PNS. Hal ini berpengaruh terhadap sikap guru di dalam lingkungannya. Guru non PNS yang cenderung lebih muda akan lebih patuh terhadap guru PNS yang memiliki usia lebih tua dan dianggap lebih senior sehingga kemampuan bersikap asertif pada guru non PNS akan lebih rendah dari guru PNS.

(57)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa :

1. Tidak ada perbedaan antara kompetensi interpersonal guru PNS dan Guru non PNS. Hasil t = 1,615, dengan p (1-tailed) 0,0545, (p > 0,05)

2. Tidak ada perbedaan kemampuan inisiatif antara guru PNS dan guru non PNS (t = 0,766 ; p > 0,05). Tidak ada perbedaan kemampuan bersikap terbuka antara guru PNS dan guru non PNS (t = 0,325; p > 0,05). Tidak ada perbedaan kemampuan mengatasi konflik antara guru PNS dan guru non PNS (t = 1,065; p > 0,05). Ada perbedaan kemampuan memberikan dukungan emosi antara guru PNS dan guru non PNS, kemampuan memberikan dukungan emosi guru PNS lebih tinggi dari guru non PNS (t = 3.116 ; p < 0,05). Ada perbedaan kemampuan bersikap asertif antara guru PNS dan non PNS. Kemampuan bersikap asertif pada guru PNS lebih tinggi dari guru non PNS (t = 1,771 ; p < 0,05).

B. SARAN

1. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kompetensi interpersonal pada setiap kelompok guru.

(58)

2. Bagi guru non PNS yang memiliki aspek kemampuan bersikap asertif dan kemampuan memberikan dukungan emosi lebih rendah dari guru PNS, disarankan untuk mencari stimulus positif diluar lingkungan sekolah sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk mengekspresikan perhatian, kasabaran, dan simpati kepada orang lain.

3. Bagi pemerintah, disarankan agar lebih bijak dalam membuat suatu peraturan dan keputusan demi kesejahteraan guru non PNS misalnya dalam hal pemberian tunjangan hari tua setelah pensiun.

4. Bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah, penelitian ini bermanfaat untuk menumbuhkan pandangan dan kepercayaan positif terhadap tenaga pendidik tidak berdasarkan pada status kepegawaian saja melainkan melihat kemampuan lain yang berguna untuk meningkatkan prestasi akademik. 5. Keterbatasan penelitian ini terdapat pada kurangnya variabel kontrol pada

(59)

DAFTAR PUSTAKA

Amelia, Genoveva.(2008). Hubungan Performa Kerja dengan Kompetensi Interpersonal (Studi pada staff Personal Trainer PT. EI). Phronesis Jurnal Ilmiah Psikologi Industri dan Organisasi, Vol.10, No.1, 54-75

Anastasia, Hilda. (2004). Pengaruh konsep diri terhadap kompetensi interpersonal pada remaja putra dan putri di SMUN 3 Salatiga. PsikoWacana, Vol.III, No.2,133-143

Anindyta, P.(2009). Meningkatkan Perilaku Asertif Siswa Melalui Pendekatan Group Process pada Mata Pelajaran IPA kelas V SDSt. Ignatius Menteng Jakarta Pusat. Jurnal Psiko-Edukasi, 12-22

Arikunto, Suharsimi.(1989). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Atmojo, W.dkk.(1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cetak 4. Jakarta: Depdikbud.

Azwar, S.(2005). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Buhrmester,D., Furman,W., Wittenberg,.M.T & Reis, H.T.(1988). Five domains of interpersonal competence in peer relationship. Journal of personality and social psychology, 55(6), 991-1008.

DeVito, J.A. (1995). The interpersonal communication book ( ed). NY: HarperCollinsCollege

Hadi, S.(2000). Statistik jilid 2. Yogyakarta: Andi Offset.

Hamalik, Oemar.(2006). Pendidikan guru berdasarkan pendekatan kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara.

(60)

Hurlock, Elisabeth, B. (1990). Psikologi Perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (cet. Kelima). Jakarta: Penerbit Erlangga

Kurniawati, Maria.(2008). Pengaruh kecerdasan emosional terhadap profesionalisme guru ditinjau dari Locus of control dan masa kerja. Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

Mardiana. Almesa,I.K., & Maria,T.(2007). Kompetensi Interpersonal pada Manajer Level Operasional (Ditinjau Dari Teori Trait Kepribadian Big-Five). Phronesis Jurnal Ilmiah Psikologi Industri dan Organisasi, 9 (1), 93-114

Mulyasa, E.(2007). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: remaja rosdakarya

Mulyati, Rina. (1997). Kompetensi interpersonal pada anak panti asuhan dengan system pengasuhan ibu asuh. Jurnal psikologi pemikiran dan penelitian psikologi, no.4 tahun II (43-49)

Nashori, F., & Sugiyanto. (2000). Hubungan antara kematangan beragama dengan kompetensi interpersonal mahasiswa. Psikologika, 9, 56-64.

Nashori, F., & Sugiyanto. (2003). Kompetensi interpersonal mahasiswa ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Psikologi, 11(1), 26-38.

Nashori, F.(2000). Hubungan Antara Konsep Diri dengan Kompetensi Interpersonal Mahasiswa. Anima,16(1), 32-40

Rakhmat, J.(2000).Psikologi Komunikasi. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya Rimang, S.S.(2011). Meraih Predikat Guru dan Dosen Paripurna. Bandung:Alfabeta Santoso, Agung.(2010). Statistik untuk Psikologi, Dari Blog Menjadi Buku.

Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma

(61)

Soekanto, S.(2006). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Stevanus, Ivan. (2004). Persepsi Guru SD terhadap Standar Kompetensi Guru Kelas

SD. Jurnal Psiko-Edukasi Vol.2, No. 2, 93-110

Supratiknya, A. (2000). Komunikasi antar pribadi: Tinjauan psikologis.Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Supratiknya, A.(2000).Statistik Psikologi. Jakarta: Grasindo

Supratiknya, A.(2007). Kiat merujuk sumber acuan dalam penulisan karya ilmiah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Usman, Moh. Uzer.(2002).Menjadi Guru Profesional.Bandung:PT Remaja Rosdakarya

Undang-undang Republik Indonesia no 2. Tahun 1989. pasal 27 ayat 3, Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-undang Republik Indonesia no.8, Tahun 1974 pasal 2 ayat 2, Tentang Pegawai Negeri Sipil

Undang-undang Republik Indonesia no.43.Tahun 1999 pasal 1, Tentang Pegawai Negeri

Undang-undang Republik Indonesia no.14. Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas

Undang-undang Republik Indonesia no.20. Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional

(62)
(63)

LAMPIRAN A

(64)

FORMAT SKALA KOMPETENSI INTERPERSONAL (TRYOUT)

____________________________________________________________________ Identitas diri

Usia :

Jenis kelamin :

Pendidikan terakhir : / Progam Studi : Status Pekerjaan : PNS/ Non PNS *

Lama Mengajar : thn (*) coretlah yang tidak perlu

Petunjuk Pengisian Skala

Dibawah ini terdapat beberapa pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang dialami oleh anda ketika menghadapi tugas-tugas atau persoalan dalam pekerjaan anda sebagai tenaga pendidik. Anda diminta untuk menjawab pernyataan-pernyataan dibawah ini dengan cara memilih salah satu dari 4 alternatif jawaban yang paling sesuai dengan pilihan anda.

Setiap butir pernyataan disediakan 4 alternatif jawaban, yaitu: SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Anda hanya diperkenankan memilih satu alternatif jawaban yang tersedia, dengan memberi tanda

(65)

No Pernyataan SS S TS STS 1. Saya memperkenalkan diri terlebih dahulu ketika

bertemu dengan orang-orang baru baik itu staff

8. Saya mengatakan alasan sebenarnya ketika menolak permintaan orang lain

9. Saya menghindari siswa yang mendapatkan nilai buruk

10. Saya akan bertanya kepada teman-teman yang lain ketika menemui kesulitan dalam tugas saya

11. Saya tidak tertarik untuk berkenalan dengan orang baru

(66)

No Pernyataan SS S TS STS 13. Saya menerima ajakan orang lain meskipun saya

sibuk

14. Saya marah pada siswa ketika tidak bisa mengerjakan tugas yang saya berikan

15. Saya akan mencari informasi-informasi yang dapat membantu penyelesaian konflik

16. Saya menyapa lebih dahulu ketika bertemu dengan wali murid

17. Saya bersedia mendengarkan keluhan siswa dan rekan kerja

18. Saya berani mengungkapkan pendapat saya meskipun berbeda dengan pendapat orang lain 19. Saya mengeluh ketika siswa tidak fokus dalam

kegiatan belajar mengajar

20. Saya selalu memaknai setiap persoalan secara positif

21. Saya merasa canggung untuk menyapa orang lain 22. Saya menutupi kekurangan saya dihadapan orang

lain

23. Saya berani mengkritik orang lain ketika melakukan kesalahan dengan sopan

24. Saya dengan sabar membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami materi

25. Saya menganggap tugas sebagai suatu beban 26. Saya mencoba metode belajar yang baru didalam

(67)

No Pernyataan SS S TS STS 27. Saya bosan mendengarkan kisah sedih orang lain

28. Saya memilih diam saja ketika orang lain melakukan kesalahan

29. Saya lebih menyukai siswa yang pandai

30. Saya menunda untuk mengerjakan tugas yang

33. Saya merasa takut jika menolak permintaan orang lain

34. Saya mengucapkan selamat ketika siswa berhasil 35. Saya menyediakan porsi waktu yang lebih sedikit

untuk mengerjakan tugas yang berat.

36. Saya menghindari orang-orang baru dan memilih untuk diam

(68)
(69)

VAR00018 122.3000 125.671 .621 .907

VAR00019 122.9000 125.719 .344 .910

VAR00020 122.4667 126.084 .321 .910

VAR00021 122.5000 126.559 .530 .908

VAR00022 122.8667 125.812 .404 .909

VAR00023 122.5667 126.928 .330 .910

VAR00024 122.0000 126.034 .517 .908

VAR00025 122.2333 126.080 .469 .908

VAR00026 122.2667 126.334 .533 .908

VAR00027 122.3333 125.412 .503 .908

VAR00028 122.5333 126.795 .554 .908

VAR00029 122.6333 122.779 .539 .907

VAR00030 122.7000 125.400 .570 .907

VAR00031 122.1667 125.192 .601 .907

VAR00032 122.4667 123.948 .648 .906

VAR00033 122.6167 125.495 .666 .907

VAR00034 121.9333 126.131 .370 .909

VAR00035 122.4333 124.690 .425 .909

VAR00036 122.4667 127.406 .671 .908

VAR00037 122.8667 126.151 .348 .910

VAR00038 123.3500 131.011 .028 .915

VAR00039 121.9667 126.982 .436 .909

(70)
(71)

VAR00022 111.3833 110.715 .394 .918

VAR00023 111.0833 112.349 .276 .919

VAR00024 110.5167 110.356 .560 .916

VAR00025 110.7500 110.665 .485 .916

VAR00026 110.7833 110.783 .564 .916

VAR00027 110.8500 109.858 .534 .916

VAR00028 111.0500 111.642 .539 .916

VAR00029 111.1500 107.791 .536 .916

VAR00030 111.2167 110.342 .557 .916

VAR00031 110.6833 109.678 .634 .915

VAR00032 110.9833 108.729 .659 .914

VAR00033 111.1333 110.762 .614 .916

VAR00034 110.4500 110.760 .379 .918

VAR00035 110.9500 109.981 .394 .918

VAR00036 110.9833 112.322 .635 .916

VAR00037 111.3833 110.986 .342 .919

VAR00039 110.4833 111.440 .460 .917

(72)
(73)

VAR00025 104.6500 101.011 .470 .917

VAR00026 104.6833 100.864 .576 .916

VAR00027 104.7500 100.089 .534 .916

VAR00028 104.9500 102.048 .507 .917

VAR00029 105.0500 98.014 .542 .916

VAR00030 105.1167 100.986 .513 .917

VAR00031 104.5833 100.010 .624 .916

VAR00032 104.8833 98.918 .667 .915

VAR00033 105.0333 100.982 .610 .916

VAR00034 104.3500 100.706 .397 .918

VAR00035 104.8500 100.435 .377 .919

VAR00036 104.8833 102.444 .635 .917

VAR00037 105.2833 101.529 .314 .920

VAR00039 104.3833 101.393 .481 .917

(74)

LAMPIRAN B

(75)

FORMAT SKALA KOMPETENSI INTERPERSONAL (PENELITIAN)

Kepada :

Yth. Bapak/Ibu Guru Di tempat

Dengan Hormat,

Di tengah kesibukan Bapak/Ibu saat ini, perkenankanlah saya memohon bantuan Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu sejenak untuk mengisi kuesioner berikut ini. Kuesioner ini disusun dalam rangka mencari data untuk menyelesaikan skripsi sarjana. Oleh karena itu, sangat diharapkan Bapak/Ibu mengisi kuesioner ini sesuai dengan keadaan, perasaan, dan pikiran Bapak/Ibu.

Dalam mengisi kuesioner ini tidak ada jawaban yang salah dan semua jawaban akan dijamin kerahasiaannya. Saya mohon Bapak/Ibu mengisi data pribadi yang telah disediakan dengan lengkap. Sebelum dan sesudahnya, saya mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya.

Peneliti,

(76)

BAGIAN I

IDENTITAS DIRI & PETUNJUK PENGISIAN

Usia :

Jenis kelamin :

Pendidikan terakhir : / Progam Studi : Status Pekerjaan : PNS/ Non PNS *

(coretlah yang tidak perlu) Lama Mengajar : Thn

PETUNJUK PENGISIAN

1.

Dalam mengisi skala ini tidak ada jawaban benar atau salah dan semua jawaban yang Anda berikan akan dijamin kerahasiaannya.

2.

Skala ini terdiri dari 36 pernyataan tentang pengalaman anda selama menjadi tenaga pendidik. Nyatakanlah pendapat Anda dengan memberi tanda (√ ) pada kolom yang tersedia

Kolom 1 (SS) adalah jika Anda ”Sangat Setuju” dengan penyataan tersebut Kolom 2 (S) adalah jika Anda ”Setuju” dengan pernyataan tersebut

Kolom 3 (TS) adalah jika Anda ”Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut Kolom 4 (STS) adalah jika Anda ”Sangat Tidak Setuju” dengan pernyataan tersebut

3.

Setelah mengisi skala ini harap periksa kembali jawaban Anda jangan sampai ada pernyataan yang terlewati. Harap semua pernyataan diberi jawaban.

(77)

No Pernyataan SS S TS STS 1. Saya memperkenalkan diri terlebih dahulu

ketika bertemu dengan orang-orang baru baik itu staff ataupun murid-murid baru

2. Saya tidak keberatan jika orang lain mengetahui kekurangan saya

3. Saya memilih diam saja ketika orang lain melakukan kesalahan

4. Saya lebih menyukai siswa yang pandai 5. Ketika mengalami masalah saya akan mencari

akar permasalahannya terlebih dahulu

6. Saya memulai percakapan dengan orang yang baru saya kenal

7. Saya tidak ingin dibebani dengan masalah dari orang lain

8. Saya merasa takut jika menolak permintaan orang lain

9. Saya membesarkan hati siswa yang mendapatkan nilai buruk

10. Saya akan bertanya kepada teman-teman yang lain ketika menemui kesulitan dalam tugas saya

11. Saya merasa canggung untuk menyapa orang lain

12. Saya menutupi kekurangan saya dihadapan orang lain

(78)

No Pernyataan SS S TS STS 14. Saya dengan sabar membantu siswa yang

mengalami kesulitan memahami materi 15. Saya tidak tertarik untuk berkenalan dengan

orang baru

16. Saya bosan mendengarkan kisah sedih orang lain

17. Saya berani mengungkapkan pendapat saya meskipun berbeda dengan pendapat orang lain 18. Saya mengucapkan selamat ketika siswa

berhasil

19. Saya menunda untuk mengerjakan tugas yang saya anggap lebih sulit

20. Saya malas untuk tersenyum dahulu ketika bertemu orang yang sayakenal

21. Saya bersedia mendengarkan keluhan siswa dan rekan kerja

22. Saya menganggap tugas sebagai suatu beban 23. Saya mencoba metode belajar yang baru

didalam kelas

24. Saya ingin orang lain mengetahui diri saya apa adanya

25. Saya menghindari siswa yang mendapatkan nilai buruk

26. Saya menyuruh orang lain untuk menyelesaikan persoalan saya.

(79)

No Pernyataan SS S TS STS 28. Saya menceritakan tentang diri saya kepada

anak didik saya dan rekan kerja saya

29. Saya akan mencari informasi-informasi yang dapat membantu penyelesaian konflik

30. Saya menutupi kekurangan saya di hadapan orang lain

31. Saya marah pada siswa ketika tidak bisa mengerjakan tugas yang saya berikan

32. Saya menyediakan porsi waktu yang lebih sedikit untuk mengerjakan tugas yang berat. 33. Saya selalu memaknai setiap persoalan secara

positif

34. Saya akan mencari informasi-informasi yang dapat membantu penyelesaian konflik

UJI NORMALITAS

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

non_pns pns

N 60 60

Normal Parametersa Mean 1.0560E2 1.0740E2

Std. Deviation 6.31705 5.88362

(80)

Differences Positive .105 .068

Negative -.054 -.080

Kolmogorov-Smirnov Z .809 .617

Asymp. Sig. (2-tailed) .529 .841

(81)

UJI HOMOGENITAS DAN UJI HIPOTESIS

Variances t-test for Equality of Means

F Sig. t df

(82)

UJI –T TIAP ASPEK KOMPETENSI INTERPERSONAL

____________________________________________________________________ UJI –T Aspek kemampuan berinisiatif (A1)

Group Statistics

Kemampuan

Interpersonal N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

A1 Non PNS 60 22.3000 1.84391 .23805

Variances t-test for Equality of Means

(83)

UJI –T Aspek kemampuan untuk bersikap terbuka(A2)

Variances t-test for Equality of Means

(84)

UJI –T Aspek kemampuan bersikap asertif (A3)

Variances t-test for Equality of Means

(85)

UJI –T Aspek kemampuan memberikan dukungan emosional (A4)

Group Statistics

kemampuan memberikan

dukungan emosi N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

A4 Non PNS 60 22.9167 1.98547 .25632

Variances t-test for Equality of Means

(86)

UJI –T Aspek kemampuan dalam mengatasi konflik (A5)

Variances t-test for Equality of Means

(87)

HASIL UJI ONE-SAMPLE T-TEST

One-Sample Statistics

N Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

Non PNS 60 105.6000 6.31705 .81553

PNS 60 107.4000 5.88362 .75957

Total 120 106.5000 6.14530 .56099

One-Sample Test

Test Value = 65

t df

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

Non PNS 25.260 59 .000 14.95000 12.7367 17.1633

PNS 29.490 59 .000 10.36667 8.3215 12.4118

(88)
(89)
(90)
(91)
(92)

Figur

Gambar 1. Bagan Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal ..........................
Gambar 1 Bagan Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal . View in document p.16
Gambar 1. Bagan Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal
Gambar 1 Bagan Dinamika Perbedaan Kompetensi Interpersonal . View in document p.34
Blue PrintTabel 1.  Skala Kompetensi Interpersonal Sebelum Uji Coba
Blue PrintTabel 1 Skala Kompetensi Interpersonal Sebelum Uji Coba . View in document p.39
Blue PrintTabel 2.   Skala Kompetensi Interpersonal Setelah Uji Coba
Blue PrintTabel 2 Skala Kompetensi Interpersonal Setelah Uji Coba . View in document p.41
Blue PrintTabel 3.  Skala Penelitian
Blue PrintTabel 3 Skala Penelitian . View in document p.42
Tabel 4. Deskripsi Subjek Penelitian
Tabel 4 Deskripsi Subjek Penelitian . View in document p.46
Ringkasan Uji Normalitas (Tabel 5. One Sample Kolmogorov-Smirnov Test)
Ringkasan Uji Normalitas Tabel 5 One Sample Kolmogorov Smirnov Test . View in document p.47
Hasil Uji Homogenitas (Tabel 6. Levene’s Test for Equality of Variances)
Hasil Uji Homogenitas Tabel 6 Levene s Test for Equality of Variances . View in document p.48
Hasil Uji Hipotesis Tabel 7. (Independent Sample T-Test)
Hasil Uji Hipotesis Tabel 7 Independent Sample T Test . View in document p.49
Tabel 8. Ringkasan Uji-T Tiap Aspek
Tabel 8 Ringkasan Uji T Tiap Aspek . View in document p.49
Tabel 9. Ringkasan Uji Mean  Teoritis (MT) dan Mean  Empiris (ME)  Tiap
Tabel 9 Ringkasan Uji Mean Teoritis MT dan Mean Empiris ME Tiap . View in document p.51
Tabel 10. Mean  Empiris dan Mean  Teoritis Kompetensi Interpersonal
Tabel 10 Mean Empiris dan Mean Teoritis Kompetensi Interpersonal . View in document p.53

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (92 Halaman)