• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN ROTARY PACKER DI PT. CEMINDO GEMILANG BERDASARKAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) - UMG REPOSITORY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN ROTARY PACKER DI PT. CEMINDO GEMILANG BERDASARKAN NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) - UMG REPOSITORY"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.1 Data Jenis Bag Semen Merah Putih
Tabel 1.2 Sample Data Hasil Produksi
Tabel 1.4 Data Unplanned Downtime Mesin Rotary Packer Oktober – Desember
Tabel 1.6 Data Produk Damage Mesin Rotary Packer 2 Oktober – Desember

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 1.1. Makmur Palas ).. Berdasarkan tabel di atas, kapasitas mesin yang paling kecil adalah mesin blowing. Sistem produksi perusahaan bersifat make to order , yaitu

pada mesin Thermoforming dengan menggunakan metode Overall Equipment Efectiveness (OEE).Total Productive Maintenance (TPM) adalah untuk meningkatkan produktivitas pada

Parameter tingkat keefektifan suatu mesin pada lini produksi untuk beroperasi adalah menggunakan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang

Untuk meningkatkan performansi mesin dan untuk mengatasi masalah perusahaan yang berkaitan dengan downtime, maka diusulkan perbaikan yaitu preventive

TPM dirancang untuk mencegah terjadinya suatu kerugian karena terhentinya aktivitas produksi, yang disebabkan oleh kegagalan fungsi dari suatu peralatan (mesin) , kerugian

Permasalahan utama pada departemen Workshop Engineering adalah pada mesin CNC MA-1 yang hanya mampu beroperasi sebesar 61,76% dari total waktu jam kerja.. Untuk

Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Caulking Pada Lini Produksi 6 Menggunakan Metode Cost of Unreliability ( Cour ) Dan Risk Based Maintenance ( Rbm ) ( Studi Kasus : Pt Dns )

Berdasarkan perhitungan nilai OEE diperoleh kesimpulan bahwa efektivitas mesin melter-2 belum memenuhi standar Japan Institute of Plant Maintenance JIPM, dengan faktor losses terbesar