Peningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Membuat Senter Sederhana Dengan Metode Demonstrasi Sularno SD Negeri 03 Nglebak Karanganyar

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Peningkatkan Hasil Belajar Ipa Materi Membuat Senter Sederhana

Dengan Metode Demonstrasi

Sularno

SD Negeri 03 Nglebak Karanganyar

Abstract: This Classroom Action Research aims to improve science learning outcomes of materials to make a simple flashlight through the implementation of demonstration methods. The time used for the implementation of Classroom Action Research for three months, starting in early January to March 2017. The subjects of this study were students of SD Negeri 03 Nglebak in 6th grade with the number of students 20 children. The method used in this research is demonstration method. To obtain data of student learning result held written test. In this study the learning process is divided into two cycles. The results of research on Classroom Action Research starting from the initial condition average grade grade 57.8 and the percentage mastery 25%. In the first cycle applied method of demonstration of the average value of the class increased to 67.0 with a percentage of 60% completeness and until the final conditions showed an increase in average value to 81.8 with 90% completeness . So it can be concluded that the alternative hypothesis can Accepted and it can be concluded that: the implementation of demonstration methods can improve the learning outcomes of science IPA material to make a simple flashlight for students of class VI even semester SD Negeri 03 Nglebak year 2016/2017.

Keywords: Demonstration Method, Science learning outcomes.

Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana melalui penerapan metode demonstrasi. Waktu yang digunakan untuk pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas selama tiga bulan, dimulai pada awal bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2017. Tempat penelitian di SD Negeri 03 Nglebak pada siswa kelas VI dengan jumlah siswa 20 anak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan penerapan metode demonstrasi. Untuk mendapatkan data hasil belajar siswa diadakan tes tertulis. Dalam penelitian ini proses pembelajaran dibagi dalam dua siklus. Hasil penelitian pada Penelitian Tindakan Kelas mulai dari kondisi awal nilai rata-rata kelas 57,8 dan persentase ketuntasan 25%. Pada siklus I diterapkan metode demonstrasi nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 67,0 dengan persentase ketuntasan 60% dan sampai kondisi akhir menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata menjadi 81,8 dengan ketuntasan 90%.. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif dapat diterima dan dapat disimpulkan bahwa: penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana bagi siswa kelas VI semester genap SD Negeri 03 Nglebak tahun 2016/2017.

Kata Kunci : Metode Demonstrasi, Hasil belajar IPA.

1.1. PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan pengetahuan Pendidikan, yang berdampak terhadap perubahan kurikulum pembelajaran, kualitas pembelajaran perlu ditingkatkan. Keadaan tersebut dapat dimulai dengan peningkatan kompetensi para guru, baik dalam menyampaikan meteri, menggunakan metode dan teknik mengajar yang tepat, menggunakan media pembelajaran maupun pemberian pelayanan kebutuhan peserta didik. Guru yang profesional pada hakekatnya adalah mampu menyampaikan materi pembelajaran secara tepat sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Namun demikian untuk mencapai ke arah tersebut perlu berbagai latihan, penguasaan dan wawasan dalam pembelajaran, termasuk salah satunya penerapan penggunaan model pembelajaran yang tepat. Dalam pembelajaran IPA, guru tidak cukup terfokus hanya pada satu model

pembelajaran tertentu saja. Guru perlu mencoba menerapkan berbagai model yang sesuai dengan tuntutan materi pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan dapat meningkatkan pencapaian hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan.

Hasil belajar IPA pada peserta didik kelas VI rendah. Hal ini terbukti dari hasil belajar siswa anak kelas VI SDN 03 Nglebak

hanya 5 dari 20 siswa yang memperoleh nilai ≥

70 (25% %), sedangkan sisanya sejumlah 8 siswa rata-rata tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran di bawah 70 (75% %). Dalam aktivitas belajar siswa di kelas juga kurang begitu memuaskan, sehingga perlu segera dicari solusinya agar hasil belajar dalam pembelajaran dapat meningkat. Target yang harus dicapai peserta didik kelas VI dalam mata pelajaran IPA, sesuai dengan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SBKM)

(2)

yang telah ditetapkan adalah perolehan nilai ≥ 70.

Identifikasi masalah, sebagai berikut: 1)Mengapa hasil belajar siswa rendah?; 2) Faktor apa yang menyebabkan rendahnya hasil belajar?; 3)Bagaimana agar hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana meningkat?

Pembatasan masalah sebagai berikut: 1) Upaya meningkatkan hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana pada peserta didik kelas VI SDN 03 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar semester genap tahun pelajaran 2016/2017. 2) Penggunaan metode demonstrasi oleh guru pada IPA materi membuat senter sederhana pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas diajukan rumusan masalah sebagai berikut : ”Apakah melalui penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana pada peserta didik kelas VI SDN 03 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017?”

Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa terutama dalam pembelajaran IPA. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini: Untuk meningkatan hasil belajar melalui penerapan metode demonstrasi dalam IPA materi membuat senter sederhana pada peserta didik kelas VI SDN 03 Nglebak semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Manfaat Penelitian ini antara lain untuk mengetahui dan memperoleh teori baru peningkatan hasil belajar IPA metode demonstrasi bagi peserta didik SDN 03 Nglebak. Manfaat bagi peserta didik dapat Meningkatkan hasil belajar IPA. Manfaat bagi peneliti memperoleh bukti bahwa, Melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana. Sedangkan manfaat bagi teman sejawat 1)Sebagai masukan dalam melaksanakan penelitian di kelasnya. 2) Sebagai bahan masukan untuk guru untuk dipertimbangkan dalam pemilihan metode dalam proses belajar mengajar.

2.1. LANDASAN TEORI

”Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang

relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan” (Muhibbin Syah, 2000). Metode demonstrasi berasal dari kata metode dan demonstarsi menurut Winaputra (2005:17) mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar yang menyajikan dengam mempertunjukan secara langsung objeknya atau cara melakukan sesuatau untuk mempertunjukan proses tertentu. Menurut Djamarah (2002:102) mengatakan bahwa Metode demonstrasi adalah cara menyajikan bahan pelajran dengan meragakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan. Dari beberapa pengertian di atas disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar dimana seorang guru atau orang lain bahkan murid sendiri memperlihatkan kepada seluruh kelas tentang suatu proses melakukan atau jalannya suatu proses perbuatan tertentu. Pengunaan metode yang tepat akan turut menentukan aktivitas dan efisiensi pembelajaran. Salah satu metode yang dapat dipilah oleh guru adalah metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi ada dua macam: (1) demonstrasi oleh guru. Dimana guru memberikan pertunjukan contoh kepada siswa dalam mendemonstrasikan suatu masalah yang sesuai dengan materi pelajaran, (2) demonstrasi oleh siswa, siswa mendemonstrasikan kembali sesuai dengan apa yang telah didemonstrasikan oleh guru.

Berdasarkan uraian di atas diasumsikan bahwa penggunaan metode demonstrasi merupakan metode yang cocok untuk di gunakan untuk mengembangkan siswa dalam memperagakan materi yang berkenaan dengan teori yang di aplikasikan dengan praktikum, misalnya pada mata pelajaran IPA pada membuat senter sederhana.

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir yang telah dipaparkan di atas diduga bahwa peningkatkan hasil belajar IPA pada materi membuat senter sederhana dapat dilakukan dengan metode demonstrasi pada siswa kelas VI SDN 03 Nglebak semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir di atas maka hipotesis tindakan yang peneliti ajukan dalam penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar IPA materi membuat senter sederhana dapat dilakukan melalui penggunaan metode demonstrasi pada siswa kelas VI SDN 03 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017

(3)

2.2. METODE PENELITIAN

Penelitian dilakukan di SDN 03 Nglebak. Secara khusus penelitian dilakukan pada peserta didik kelas VI. Jenis data yang dikumpulkan dalam berupa data utama (primer) dan data pendukung (sekunder). Sumber data utama adalah peserta didik yang meliputi nilai hasil ulangan. Sedangkan data pendukung berupa hasil pengamatan yang berasal dari teman sejawat yang ikut menjadi observer selama proses pembelajaran. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas yaitu tes dan non tes yang meliputi: pengamatan/observasi, dokumentasi. Di dalam penelitian ini untuk menguji kesahihan data digunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai kondisi awal, nilai tes setelah siklus I, dan nilai tes setelah siklus II. Sedangkan data kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus.

Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila memenuh indikator sebagai berikut: 1) Guru mampu membuat pembelajaran menjadi efektif, menyenangkan dan mengajak peran aktif siswa dalam pembelajaran. 2) Peserta didik dapat memahami hakekat belajar sehingga belajar menjadi suatu kebutuhan, bukan paksaan. 3) Adanya peningkatan aktivitas siswa dalam IPA materi membuat senter sederhana. 4) Hasil belajar IPA membuat senter sederhana siswa

kelas VI SDN 03 Nglebak nilai rata-ratanya ≥

70 dan ketuntasan kelas (banyaknya siswa

yang memperoleh nilai ≥ 70)

sekurang-kurangnya 75 % dari jumlah seluruh siswa. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus yang masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.

Demikian seterusnya dilakukan berulang-ulang (jumlah siklus yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dua siklus). Proses tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. Hal-hal yang kurang sesuai pada siklus I diperbaiki pada siklus II.

3.1. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

Deskripsi kondisi awal

Berdasarkan data hasil pengamatan yang berlangsung pada bulan Januari tahun 2017 terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru dalam menyampaikan materi membuat senter sederhana di kelas VI

SD Negeri 03 Nglebak masih terdapat banyak kekurangan. Suasana kelas pada kondisi awal, peserta didik ada yang bermalas-malasan, gaduh di dalam kelas. Peserta didik terlihat belum antusias dalam mengikuti pelajaran, motivasi untuk belajar kurang.

Rendahnya kemampuan peserta didik dalam operasi bilangan membuat senter

sederhana juga dapat dilihat dari hasil pre

tes yang dilakukan peneliti. Hasil ulangan diikuti oleh 20 peserta didik diperoleh hasil dengan rata-rata 57,8 dengan persentase ketuntasan 25%. Dari hasil analisis tes awal tersebut, maka perlu dilakukan tindakan lanjutan untuk meningkatkan motivasi belajar, pemahaman, prestasi belajar, dan aktivitas peserta didik pada kegiatan pembelajaran IPA operasi bilangan membuat senter sederhana. Siklus I

Perbaikan pembelajaran pada siklus I ini melakukan tindakan dengan menggunakan metode pembelajaran “Demonstrasi“. Pada pelaksanaan tindakan siklus I ini, guru sebagai peneliti dan pelaksana pembelajaran, terlebih dahulu menyusun perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan dan refleksi.

Perencanaan

Pada tahap awal kegiatan ini guru mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, mendiskusikan penggunaan metode dan media dalam pembelajaran. Guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan, yaitu materi pelajaran IPA pembuatan senter sederhana dengan metode pembelajaran demonstrasi. Guru juga menyiapkan instrumen (lembar pengamatan, pedoman diskusi, tes akhir) Pada kegiatan inti guru mencantumkan materi pelajaran tentang senter sederhana, sebagai pedoman dalam menyampaikan materi pelajaran. Selanjutnya merencanakan skenario pembelajaran yang tertuang pada langkah-langkah pembelajaran, yang terdiri dari kegiatan Awal, Kegiatan Inti, dan Kegiatan Akhir

Pada akhir kegiatan ditampilkan tes evaluasi berupa uji kompetensi tantang materi pelajaran, berupa soal IPA .

3.2. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap awal kegiatan, guru mengecek kelengkapan alat peraga yang akan digunakan untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar. Setelah semua siap guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengabsen kehadiran siswa. Guru

(4)

melanjutkan dengan memberikan motivasi berupa cerita yang berhubungan dengan alat alat listrik yaitu :”bapak mempunyai sebuah alat yang bisa mengeluarkan cahaya apabila dialiri arus listrik”. Dilanjutkan dengan menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai dalam pembelajaran.

Pada kegiatan inti guru memperlihatkan beberapa benda-benda yang bisa akan digunakan untuk praktek membuat senter sederhana.

Kemudian guru memberikan peragaan (demonstrasi) tentang pembuatan senter sederhana. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang pembuatan senter yang guru peragakan

Beberapa siswa kemudian diminta maju ke depan kelas untuk menuliskan proses dari peragaan yang guru tunjukkan di depan kelas. Pada akhir kegiatan siswa dengan dibantu guru menyimpulkan pembelajaran tentang materi yang telah mereka pelajari. Guru memberikan soal evaluasi untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai pembelajaran hari ini.

3.3. Hasil Pengamatan

Proses pembelajaran yang terjadi pada siklus 1 menunjukkan adanya suatu perubahan tingkah laku peserta didik saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Peserta didik nampak antusias, aktif dan senang dengan penggunaan metode pembelajaran “Demonstrasi”. Setiap peserta didik berusaha memecahkan masalah sesuai dengan petunjuk guru.

Hasil analisis tes menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 75 dan nilai terendah 50 dengan rata-rata kelas 67,0. Dilihat dari ketuntasan belajar siswa, maka dari 12 siswa yang sudah berhasil mencapai kriteria ketuntasan minimal sebanyak 12 siswa (60%) dan jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal sebanyak 8 siswa (40%)

Berdasarkan refleksi, yaitu dengan membandingkan tindakan hasil nilai kondisi awal dan siklus I, dilihat dari proses pembelajaran peserta didik terjadi peningkatan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran, kemampuan peserta didik dalam menjawab soal meningkat. Sedangkan dilihat dari hasil belajar Nilai terendah meningkat dari 40 menjadi 50, nilai tertinggi meningkat dari 70 menjadi 75, nilai rata-rata meningkat dari 57,8 menjadi 67,0. Dengan ketuntasan belajar 60%

Siklus II

Perencanaan pada siklus yang kedua ini adalah dengan melakukan identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah sebagai berikut: a) memberikan motivasi kepada peserta didik misalnya dengan memberikan penghargaan baik verbal maupun non verbal, b) guru mengubah posisi tempat duduk siswa dari model klasikal menjadi 4 orang pada masing-masing kelompok, c) guru memperbaiki pengelolaan kelas dengan membuat pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

3.4. Perencanaan

Pada tahap awal kegiatan ini guru mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, mendiskusikan penggunaan metode dan media dalam pembelajaran. Guru membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang akan diajarkan, yaitu materi pelajaran IPA pembuatan senter sederhana dengan metode pembelajaran demonstrasi. Guru juga Menyiapkan lembar kerja siswa dan soal evaluasi untuk mengevaluasi hasil belajar siswa siklus II

Pada kegiatan inti guru mencantumkan materi pelajaran membuat senter sederhana, sebagai pedoman dalam menyampaikan materi pelajaran. Selanjutnya merencanakan skenario pembelajaran yang tertuang pada langkah-langkah pembelajaran, yang terdiri dari kegiatan Awal, Kegiatan Inti, dan Kegiatan Akhir

Pada akhir kegiatan ditampilkan tes evaluasi berupa uji kompetensi tantang materi pelajaran, berupa soal IPA.

3.5. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap awal kegiatan, guru mengajak berdoa dilanjutkan menyampaikan skenario pembelajaran yang akan dilewati bersama. Guru lalu menanyakan materi sebelumnya, beberapa siswa mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan guru. Terdapat beberapa siswa yang tidak mau menjelaskan, tetapi kemudian guru menyakannya. Beberapa siswa ada yang terlihat bosan dengan pembelajaran ini. Maka guru segera memberikan motivasi dengan mengatakan bahwa pada kesempatan kali ini kita akan belajar di luar kelas, siswa merespon dengan positif. Kemudian guru menyampaikan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran. Setelah itu guru mengecek kesiapan siswa sebelum memulai pembelajaran.

Pada kegiatan inti guru mengajak siswa bernyanyi sambil senam otak dengan gerakan tangan ke kanan dan kiri, tujuannya agar siswa

(5)

bisa termotivasi untuk belajar dan bisa tercipta iklim pembelajaran yang menyenangkan. Dengan dipandu guru, siswa membuat kelompok yang tiap kelompok berjumlah 4-5 anak. Kemudian guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk melakukan peragaan membuat senter sederhana sesuai LKS masing-masing kelompok.

Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengerjakan tugas masing-masing kelompok. Setelah selesai melakukan tugas kelompok, dengan dipandu guru kelompok bergantian mendemonstrasikan hasil praktik membuat senter sederhana di depan kelas, kelompok yang lain memperhatikan.

Guru memberi penghargaan pada kelompok dengan kinerja baik. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran dengan melakukan tanya jawab terlebih dahulu sebelumnya. Guru memberikan tes evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

Hasil Pengamatan

Proses pembelajaran yang terjadi pada siklus II menunjukkan adanya suatu perubahan tingkah laku peserta didik saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Peserta didik sudah berpatisipasi aktif dalam pembelajaran melalui demonstrasi dalam kelompok, siswa secara keseluruhan juga sudah aktif dalam kegiatan pembelajaran Setiap peserta didik berusaha memecahkan masalah sesuai dengan petunjuk guru.

Hasil analisis tes menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 90 dan nilai terendah 65 dengan rata-rata kelas 81,8. Dilihat dari ketuntasan belajar siswa, 18 siswa sudah berhasil mencapai kriteria ketuntasan minimal (90%)

4.1. SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pelaksanaan penelitian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan metode pembelajaran “Demonstrasi“ meningkatkan hasil belajar IPA membuat senter sederhana. peningkatan ini terbukti dengan meningkatnya hasil belajar siswa dalam setiap siklus. Pada pra siklus ketuntasan belajar siswa sebesar 25% (5 siswa). Dengan diadakannya tindakan pada siklus I, ketuntatasn belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 60% (12 siswa). Sedangkan pada siklus II, ketuntasan belajar siswa dapat mencapai 90% (18 siswa).

Jadi berdasarkan pengamatan penelitian membuktikan bahwa peningkatan hasil belajar IPA membuat senter sederhana dapat

dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran “Demonstrasi“pada peserta didik kelas VI SD Negeri 03 Nglebak kecamatan Tawangmangu kabupaten Karanganyar.

Saran ; 1) Dalam menyampaikan proses pembelajaran guru sebaiknya tidak terlalu cepat dalam menjelaskan materi pembelajaran. Selanjutnya harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 2. Untuk menjadikan pembelajaran IPA bisa lebih baik disarankan seorang guru bisa melakukan pola pembelajaran yang didesain sedemikian rupa yang mengacu terhadap situasi siswa. 3. Guru sebaiknya mengusahakan media pembelajaran benda-benda konkret yang berada disekitar siswa dapat menghilangkan verbalisme dan menyenangkan. 4. Siswa perlu dilatih untuk bergaul dan bekerjasama yang harmonis dalam kelompoknya dengan kegiatan yang positif.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Abruscato, Joseph & DeRosa Donald A. (2010). Teaching children science-a discovery science-approscience-ach-7ed. Boston: Allyn & Bacon.

[2] Arikunto, Suharsimi. Penelitian

Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

[3] Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2011.

[4] Asep, Jihad dan Abdul, Haris. Evaluasi Pembelajaran. Jogjakarta: Multi Precindo, 2008.

[5] Nasution. Berbagai Pendekatan Dalam

Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.

[6] Sadiman, Arif S. Media Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1993.

[7] Santi Dewiki dan Sri Yuniati. (2006). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

[8] Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses

Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011.

[9] Sugiyono. Metode Penelitian

Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 2012.

[10] Tukiran, Taniredja. Penelitian

Tindakan Kelas (Untuk Pengembangan Profesi Guru Praktik,Praktis, dan Mudah). Bandung: Alfabeta, 2010.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :