• Tidak ada hasil yang ditemukan

HOMEOPATI 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HOMEOPATI 1"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS HERBAL MEDICINE

TUGAS HERBAL MEDICINE

HOMEOPATI

HOMEOPATI

Disusun oleh: Disusun oleh: Felita

Felita Noviati Noviati Fredy Fredy (1061111027)(1061111027) Randi

Randi Rinandi Rinandi (1061111063)(1061111063) Rhima

Rhima Adhitya Adhitya Pratama Pratama (1061111065)(1061111065) Rudianto

Rudianto Wijaya Wijaya (1061111068)(1061111068) Willy

Willy Tirza Tirza Eden Eden (1061111083)(1061111083) Yehuda

Yehuda Rahmanu Rahmanu Putera Putera (1061111085)(1061111085)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI” SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI”

SEMARANG SEMARANG

2011 2011

(2)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN Sejarah Homeopati Sejarah Homeopati Homeopati ada Homeopati ada dari 200 tahun lalu d dari 200 tahun lalu d 19. Homeopati digu 19. Homeopati digu banyak penyakit. Istil banyak penyakit. Istil Yunani, yaitu “home Yunani, yaitu “home Yang berarti penderit Yang berarti penderit bertujuan untuk mera bertujuan untuk mera untuk menyembuhka untuk menyembuhka memberikan dosis ya memberikan dosis ya senyawa. Metode pe senyawa. Metode pe oleh dokter Jerman S oleh dokter Jerman S pada akhir abad ke-1 pada akhir abad ke-1 Teori dan prins Teori dan prins asal-usul dari pengo asal-usul dari pengo abad ke-5 SM dokte abad ke-5 SM dokte sebuah ide bahwa pe sebuah ide bahwa pe dan bahwa penyemb dan bahwa penyemb Teori pengobatan ko Teori pengobatan ko dianjurkan mengobat dianjurkan mengobat yang berlawanan ata yang berlawanan ata obat yang menyebab obat yang menyebab Berlawanan, H Berlawanan, H berdasarkan pada berdasarkan pada disembuhkan". Teor disembuhkan". Teor gejala penyakit pad gejala penyakit pad yang sama selama yang sama selama dianggap efektif mel dianggap efektif mel

HOMEOPATI

HOMEOPATI

lah pengobatan medis yang dikembangkan lah pengobatan medis yang dikembangkan aan telah dipraktekkan di Amerika Serikat sejn telah dipraktekkan di Amerika Serikat sej

akan untuk menjaga kesehatan, mencegah akan untuk menjaga kesehatan, mencegah ah homeopati berasal dari bahasa

ah homeopati berasal dari bahasa ” yang berarti serupa dan

” yang berarti serupa dan “pathos”“pathos” aan atau penyakit. Homeopati

aan atau penyakit. Homeopati ngsang kemampuan tubuh ngsang kemampuan tubuh

dirinya sendiri dengan dirinya sendiri dengan ng sangat kecil dari suatu ng sangat kecil dari suatu

gobatan ini

gobatan ini dikembangkadikembangkann amuel Hahnemann Kristen amuel Hahnemann Kristen

..

ip homeopati yang memiliki ip homeopati yang memiliki

atan tradisional didirikan di Yunani dan Ro atan tradisional didirikan di Yunani dan Ro yunani Hippocrates (460-377 SM) ditetap yunani Hippocrates (460-377 SM) ditetap yakit adalah hasil dari kekuatan alam, buka yakit adalah hasil dari kekuatan alam, buka han pasien dapat didorong dengan kekuata han pasien dapat didorong dengan kekuata ntemporer yang didasarkan pada pertentang ntemporer yang didasarkan pada pertentang i penyakit dengan meresepkan zat yang men i penyakit dengan meresepkan zat yang men u bertentangan. Sebagai contoh Diare, dapa u bertentangan. Sebagai contoh Diare, dapa an konstipasi, seperti AlOH (alumunium hid an konstipasi, seperti AlOH (alumunium hid ippocrates mengembangkan penggunaan hu ippocrates mengembangkan penggunaan hu prinsip bahwa "yang menyembuhkan prinsip bahwa "yang menyembuhkan i ini mengusulkan bahwa zat yang mamp i ini mengusulkan bahwa zat yang mamp

orang sehat juga bisa digunakan untuk  orang sehat juga bisa digunakan untuk  sakit. Misalnya Veratrum album (white sakit. Misalnya Veratrum album (white awan kolera, menyebabkan pembersihan y awan kolera, menyebabkan pembersihan y

G G Samuel Ch Samuel Ch di Jerman lebih di Jerman lebih ak awal abad ke ak awal abad ke dan mengobati dan mengobati

awi kuno. Pada awi kuno. Pada an dengan jelas an dengan jelas intervensi ilahi intervensi ilahi n pasien sendiri. n pasien sendiri. an hukum, yang an hukum, yang ghasilkan gejala ghasilkan gejala t diobati dengan t diobati dengan roksida). roksida). kum sejenisnya, kum sejenisnya, seperti yang seperti yang u menyebabkan u menyebabkan engobati gejala engobati gejala ellebore), yang ellebore), yang ng kuat sampai ng kuat sampai ambar 1. ambar 1. ristian Hahnemann ristian Hahnemann

(3)

dehidrasi parah jika diberikan dalam dosis besar, gejala persis seperti orang-orang yang terkena kolera itu sendiri. Antara 1 sampai abad ke-5 Masehi, Romawi membuat perkembangan lebih lanjut dalam kedokteran. Mereka memperkenalkan herbal lebih dalam melalui  pharmacopeias, meningkatkan higieni publik dan mengamati struktur dan fungsi tubuh manusia, walaupun hal i ni dibatasi oleh tabu sosial, yang mencegah pembedahan tubuh. Pengetahuan medis yang ada sudah dikodisikan dan rasionalisasikan oleh Galen (130-200 M), seorang dokter ahli anatomi dan fisiologi Romawi. Dia mengadopsi banyak prinsip yunani kuno, termasuk teori Aristotelian "empat humor", yang mengklaim bahwa tubuh manusia terdiri dari empat cairan, darah, choler (empedu kuning), melankolis (empedu hitam), dan dahak, yang harus disimpan dalam keseimbangan untuk  memastikan vitalitas dan kesehatan.

Setelah penurunan Kekaisaran Romawi, sedikit kemajuan dibuat selama berabad-abad dalam bidang kedokteran Eropa. Sebuah kombinasi dari “cerita rakyat herbal”, pengaruh agama, dan teori kedokteran memberikan dasar untuk  memahami dan mengobati penyakit secara tepat melalui abad ke-17. Hanya ketika dokter swiss dan alkemis paracelcus (1439-1541) mulai mengembangkan teorinya, melakukan studi kedokteran dimana mulai berkembang lagi. Paracelcus menghidupkan kembali teori Yunani kuno ”Ajaran Signatures”, yang didasarkan pada premis bahwa penampilan luar tanaman, "tanda tangan" Tuhan, mengindikasikan sifat sifat penyembuhan. Sebagai contoh, Chelidonium Majus (celandine besar) digunakan untuk mengobati kondisi yang mempengaruhi hati dan kantung empedu karena jus kuning tanaman mirip empedu.

Paracelsus berpendapat bahwa penyakit itu terkait dengan faktor-faktor eksternal seperti terkontaminasi makanan dan air daripada kekuatan mistis, dan dia menantang teori kontemporernya dalam mengenali kemampuan alami tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri, mengklaim bahwa praktik kedokteran harus didasarkan pada observasi rinci dan "pengetahuan yang mendalam tentang alam dan bekerjanya". Menurut teorinya, semua tanaman dan logam yang terkandung sebagai bahan aktif, dapat ditetapkan sesuai dengan spesifik penyakit. Berkonsentrasi pada eksperimen praktis daripada pada alkimia, ia meletakkan

(4)

pondasi untuk tahap awal kimia dan pengembangan selanjutnya dari farmasi kedokteran, memperkenalkan obat-obatan baru, seperti opium, belerang, besi, dan arsen, ke dalam perbendaharaan kontemporer. Eksplorasi kimia dan sifat-sifat obatnya dari banyak zat, dan advokasinya dari konsep Hippocrates dari " like cures like" juga membuat Paracelsus, tokoh kunci dalam pengembangan homeopati. Menurut James homoeopath Compton dari Inggris (1840-1901), beberapa penulis yang penting bekerja pada homeopati, masih digunakan sampai sekarang, "Paracelsus menanam biji dari mana pohon oak perkasa homeopati telah tumbuh” (Lockie, 2006).

PRINSIP & TEORI HOMEOPATI

Homeopat percaya bahwa kesehatan yang baik berasal dari keseimbangan antara pikiran dan tubuh, yang dikelola oleh "kekuatan vital" yang mengatur kemampuan penyembuhan tubuh.

Konsep vitalistik ilmu pengetahuan telah ada selama bertahun-tahun pada saat Hahnemann mengembangkan teori-teorinya dengan dua prinsip utama yaitu:

 Prinsip serupa (atau “like cures like”) yang menyatakan bahwa penyakit dapat disembuhkan oleh senyawa yang menghasilkan gejala yang sama pada orang sehat. Pandangan ini diawali oleh Hippocrates dan dikembangkan lebih lanjut oleh Hahnemann setelah ia berulang kali tertelan kulit kayu cinchona, pengobatan yang populer untuk malaria. Hahnemann berpendapat bahwa jika senyawa dapat menyebabkan gejala-gejala penyakit pada orang yang sehat, maka senyawa tersebut dalam dosis yang kecil dapat menyembuhkan orang sakit dengan gejala serupa.

 Prinsip pengenceran (atau "hukum dosis minimum") yang menyatakan bahwa semakin rendah dosis obat maka semakin besar efektivitasnya. Dalam homeopati, zat diencerkan secara bertahap. Proses ini disebut sebagai " potentization" dan diyakini untuk menghantarkan beberapa bentuk informasi atau energi dari pengenceran akhir senyawa asli. Kebanyakan obat homeopati sangat encer, namun dalam homeopati diyakini bahwa senyawa yang encer tersebut memberikan esensi yang merangsang tubuh untuk menyembuhkan

(5)

dirinya sendiri (http://nccam.nih.gov/health/homeopathy/, diakses pada 15 Desember 2011)

Jenis praktek homeopati

Berbagai kebiasaan resep telah berkembang di berbagai negara yang berbeda atau pada waktu yang berbeda. Sebuah divisi konseptual yang jelas telah muncul membagi dua praktek homeopati yaitu klasik dan kompleks. Homeopat klasik umumnya melakukan pengobatan tunggal sesuai dengan tipe pasien dan gambaran gejala.

Pada kasus penyakit akut atau cedera, di mana gejala fisik jauh lebih besar daripada gejala emosional dan lainnya akan diambil pendekatan yang lebih pragmatis yaitu dengan menggunakan kombinasi obat dalam potensi rendah. Jadi, misalnya, lima atau enam obat diketahui membantu untuk influenza akan digabungkan dalam satu tablet tunggal. Ini adalah pendekatan kompleks berdasarkan teori homoeopat Inggris Dr Richard Hughes.

PENGEMBANGAN HOMEOPATHY

Eksperimen pertama Hahnemann pada dirinya sendiri bisa dibilang merupakan beberapa percobaan medis awal. Penelitian medis kemudian berkembang menjadi lebih jauh lagi dengan melakukan pengujian efektivitas homeopati secara klinis dengan disertai gambaran yang lengkap dimulai pada akhir 1980an.

Penelitian tentang homeopati mendapatkan dukungan biaya dari perusahaan obat yang berinvestasi di dalamnya, kemudahan akses ke fasilitas penelitian universitas, rumah sakit, namun ternyata sulit untuk melakukan penelitian homeopati karena pada kenyataan bahwa homeopati begitu bergantung pada keahlian dan penilaian praktisi dalam menilai obat yang sesuai untuk pasien. Salah satu isu yang paling penting yang akan dibahas dalam uji coba adalah pengaruh efek placebo. Penelitian-penelitian tentang homeopaty mulai berkembang dimulai pada tahun 1986 oleh Dr D. Taylor-Reilly yang memberikan

(6)

hasil bahwa pemberian homeopati secara signifikan menunjukkan peningkatan dibandingkan respon placebo.

Pengunaan Homeopati

Homeopati mengobati seseorang berdasarkan riwayat kesehatan genetik, gejala fisik, emosional, dan mental saat ini. Sistem pengobatan ini bersifat individual atau disesuaikan pada masing-masing orang, sehingga tidak jarang ditemukan orang lain dengan kondisi yang sama tetapi menerima perlakuan yang berbeda. Obat homeopati berasal dari bahan alami yang berasal dari tanaman, mineral, atau hewan. Obat-obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan mulai dari pencegahan hingga pengobatan seperti alergi, sindrom asma, kelelahan kronis, depresi, gangguan pencernaan, infeksi telinga, sakit kepala, dan ruam kulit.

Penggunaan obat homeopati dalam klinik diatur sesuai dengan pedoman Pharmacopeia Homeopathic Amerika Serikat (HPUS). Obat homeopati diatur dengan peraturan yang sama seperti obat OTC. Namun, karena obat homeopati mengandung zat aktif yang sangat sedikit atau hampir tidak ada, maka obat homeopati tidak harus menjalani pengujian khasiat dan keamanan seperti obat OTC baru. FDA tidak mengharuskan obat homeopati memenuhi standar formal tertentu untuk kekuatan, kemurnian, dan kemasan. Label pada obat harus menyertakan setidaknya satu indikasi utama, daftar bahan, pengenceran, dan petunjuk keselamatan. Obat homeopati yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit serius seperti kanker maka penjualannya memerlukan resep dokter, sedangkan obat homeopati yang digunakan untuk mengobati masalah kesehatan yang ringan seperti flu atau sakit kepala dapat dijual tanpa resep dokter.

Beberapa uji perbandingan efektivitas penggunaan obat homeopati dan obat konvensional memberikan hasil yang menarik. Beberapa di antaranya adalah:

 Pengobatan homeopati dapat memberikan efek yang lebih baik daripada pengobatan konvensional (Friese, dkk., 1997)

 Obat homeopati mungkin lebih unggul daripada analgesik standar untuk  menghilangkan nyeri pada osteoarthritis (Shealy, dkk., 1998)

(7)

 Pengobatan homeopati memiliki efektivitas yang sama dengan fluoxetine untuk mengobati depresi akut sedang-berat (Adler, dkk., 2009)

PENELITIAN HOMEOPATI

Penelitian ilmiah terhadap homeopati sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena obat homeopati digunakan dalam konsentrasi yang sangat rendah (pengenceran ultra tinggi atau UHDs), sehingga kadar obat di dalam darah tidak  dapat langsung diukur dan sulit untuk merancang sebuah penelitian. Selain itu, pengobatan homeopati bersifat sangat individual (tergantung pada kondisi klinis tiap pasien) dan tidak ada standar yang seragam untuk peresepan homeopati. Ratusan obat homeopati yang berbeda dapat diresepkan dalam berbagai pengenceran yang berbeda untuk mengobati ribuan gejala. Berbagai penelitian mengenai homeopati menyimpulkan bahwa homeopati dapat digunakan sebagai pengobatan yang efektif pada kondisi tertentu. Namun, beberapa penelitian individual, uji klinis, dan penelitian laboratorium melaporkan adanya efek positif  yang unik dari obat homeopati.

Uji Klinis

Uji klinis merupakan suatu pengujian yang dilakukan terhadap pasien untuk  membandingkan efek dari dua atau lebih pengobatan di bawah kondisi yang terkontrol. Salah satu jenis uji klinis, yakni   Randomised Controlled Trial (RCT) dipertimbangkan sebagai “standar emas” oleh para ilmuwan sebagai suatu metode penelitian untuk menetapkan efektivitas suatu pengobatan. RCT telah digunakan untuk meneliti berbagai aspek homeopati, di antaranya adalah penelitian yang membandingkan antara obat homeopati dengan plasebo. Penelitian ini dapat memberikan suatu kesimpulan yang kuat dalam penggunaan obat homeopati.

Pada akhir tahun 2009, 142   Randomised Controlled Trial telah dipublikasikan dalam artikel jurnal ilmiah. 74 di antaranya menghasilkan kesimpulan yang kuat di mana 63 penelitian memberikan hasil positif (pasien dengan pengobatan homeopati memberikan efektivitas yang baik dibandingkan dengan pasien yang hanya diberikan plasebo) dan 11 penelitian lainnya

(8)

memberikan efek negatif (pasien dengan pengobatan homeopati memberikan efektivitas yang lebih rendah daripada kelompok pasien dengan plasebo). Berdasarkan  Randomised Controlled Trial yang telah dilakukan, obat homeopati memberikan efektivitas yang baik pada 75 kondisi medis spesifik (The Society of  Homeopaths, 2011). Beberapa di antaranya dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Penelitian Efektivitas Homeopati pada Kondisi Medis Spesifik 

Kondisi Medis Penelitian

Alergi dan infeksi saluran pernafasan atas

Bornhoft G, Wolf U, Ammon K, et al. Effectiveness, safety and cost-effectiveness of homeopathy in general practice – summarized health technology assessment. Forsch Komplementarmed 2006; 13 (2): 19-29

 Ankle sprain Zell J, Connert WD, Mau J, Feuerstake G. Treatment of acute sprains of the ankle. Controlled double-blind trial to test the effectiveness of a homeopathic ointment. Fortschr Med 1988; 106: 96-100

 Post-operative ileus Barnes J, Resch K-L, Ernst E. Homeopathy for postoperative ileus? A meta-analysis. J Clin Gastroenterol 1997; 25: 628-33

Bronkitis Diefenbach M, Schilken J, Steiner G, Becker HJ. Homeopathic therapy in respiratory tract diseases. Evaluation of a clinical study in 258 patients. Z Allgemeinmed 1997; 73: 308-14

Diare anak Jacobs J, Jonas WB, Jimenez-Perez M, Crothers D. Homeopathy for childhood diarrhea: combined results and metaanalysis from three randomized, controlled clinical trials. Pediatr Infect Dis J 2003; 22: 229-34

Kelelahan Kronis Weatherley-Jones E, Nicholl JP, Thomas KJ, et al. A randomized, controlled, triple-blind trial of the efficacy of  homeopathic treatment for chronic fatigue syndrome. J Psychosom Res 2004; 56: 189-97

Infeksi telinga (otitis media akut)

Jacobs J, Springer DA, Crothers D. Homeopathic treatment of  acute otitis media in children: a preliminary randomized placebo-controlled trial. Pediatr Infect Dis J 2001; 20: 177-83

Fibromyalgia Fisher P. An experimental double-blind clinical trial method in homoeopathy. Use of a limited range of remedies to treat fibrositis. BrHomeopath J 1986; 75: 142-7

Bell I, Lewis D, Brooks A, et al. Improved clinical status in fibromyalgia patients treated with individualized homeopathic remedies versus placebo. Rheumatology 2004; 43: 577-82 Relton C, Smith C, Raw J, Walters C, Adebajo AO, Thomas KJ. Healthcare provided by a homeopath as an adjunct to usual care for Fibromyalgia (FMS): results of a pilot Randomised Controlled Trial. Homeopathy, 2009; 98: 77-82.

(9)

 Hay fever

(rhinitis alergi)

Wiesenauer M, Ludtke R. A meta-analysis of the homeopathic treatment of pollinosis with Galphimia glauca. Forsch Komplementarmed Klass Naturheilkd 1996; 3: 230-6

Taylor MA, Reilly D, Llewellyn-Jones RH, et al. Randomised controlled trials of homoeopathy versus placebo in perennial allergic rhinitis with overview of four trial series. Br Med J 2000; 321: 471-6

Bellavite P, Ortolani R, Pontarollo F, et al. Immunology and homeopathy. 4. Clinical studies – Part 2. eCAM 2006; 3: 397-409.

Influenza Vickers A, Smith C. Homoeopathic Oscillococcinum for preventing and treating influenza and influenza-like syndromes (Cochrane Review). In: The Cochrane Library. Chichester, UK: John Wiley & Sons, Ltd. 2006

Osteoarthritis Shealy CN, Thomlinson RP, Cox RH, Borgmeyer RN. Osteoarthritic pain: a comparison of homeopathy and acetaminophen. Am J Pain Manage 1998; 8: 89-91

van Haselen RA, Fisher PAG. A randomized controlled trial comparing topical piroxicam gel with a homeopathic gel in osteoarthritis of the knee. Rheumatology 2000; 39: 714-9  Premenstrual 

Syndrome

Yakir M, Kreitler S, Brzezinski A, et al. Effects of  homeopathic treatment in women with pre menstrual syndrome: a pilot study. Br Homeopath J 2001; 90: 148-53

Rheumatioid Jonas WB, Linde K, Ramirez G. Homeopathy and rheumatic disease – Complementary and alternative therapies for rheumatic diseases II. Rheum Dis Clin North Am 2000; 26: 117-23

Sinusitis Friese K-H, Zabalotnyi DI. Homeopathy in acute rhinosinusitis. A double-blind, placebo controlled study shows the effectiveness and tolerability of a homeopathic combination remedy. HNO 2007; 55: 271-7

Zabolotnyi DI, Kneis KC, Richardson A, et al. Efficacy of a complex homeopathic medication (Sinfrontal) in patients with acute maxillary sinusitis: a prospective, randomized, doubleblind, placebo-controlled, multicenter clinical trial. Explore (NY) 2007; 3: 98-109

Vertigo Schneider B, Klein P, Weiser M. Treatment of vertigo with a homeopathic complex remedy compared with usual treatments: a meta-analysis of clinical trials. Arzneimittelforschung 2005; 55: 23-9

(10)

RESIKO DAN EFEK SAMPING

Meskipun risiko dan efek samping pengobatan homeopati tidak dapat diteli ti dengan baik di luar studi observasional, namun beberapa poin umum dapat dibuat mengenai keamanan pengobatan ini:

 Tinjauan sistematis mengemukakan bahwa obat homeopati dalam pengenceran tinggi yang dilakukan di bawah pengawasan profesional terlatih, umumnya dianggap aman dan tidak menyebabkan efek samping yang parah.

 Obat homeopati cair dapat mengandung alkohol. FDA memperbolehkan kadar alkohol yang lebih tinggi dalam obat homeopati daripada obat konvensional dan sampai sejauh ini tidak ada laporan mengenai efek yang merugikan dari tingginya kadar alkohol kepada pihak FDA.

 Belum terdapat banyak bukti mengenai reaksi samping yang terjadi dalam studi klinis.

 Belum diketahui secara pasti adanya interaksi antara obat homeopati dengan obat konvensional, namun jika keduanya akan digunakan secara bersamaan, maka sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan.

Marian (2008) meneliti tentang kepuasan dan efek samping dari homeopati dibandingkan pengobatan konvensional, dan memperoleh hasil bahwa kepuasan pasien terhadap homeopati secara signifikan lebih tinggi daripada dengan pengobatan secara konvesional. Pengobatan homeopati dianggap sebagai terapi berisiko rendah dengan efek samping dua sampai tiga kali lebih sedikit daripada pengobatan konvensional.

Contoh lainnya, seperti homoeopathic Oscillococcinum, dapat mengatasi influenza lebih efektif dibandingkan dengan placebo dan tidak ada efek samping yang dilaporkan (Vickers dan Smith, 2009). Pada penelitian lainnya, gel homeopati untuk osteoarthritis dilaporkan memiliki efek samping yang tidak  berbeda signifikan dengan gel topikal piroxicam, serta memiliki efektivitas yang sama dengan piroxicam topical (van Haselen dan Fisher, 2000). Berdasarkan beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa homeopati memiliki resiko efek  samping yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan pengobatan konvesional.

(11)

LISENSI DAN SERTIFIKASI

Saat ini tidak ada standar profesional untuk praktek homeopati di Amerika Serikat. Perizinan praktisi homeopati bervariasi dari negara ke negara. Biasanya seorang praktisi homeopati dilisensikan dalam profesi medis, seperti pada pengobatan konvensional. Homeopati juga merupakan bagian dari pendidikan medis untuk naturopati.

Lisensi sebagai dokter homeopati tersedia hanya untuk dokter medis dan dokter osteopati di Arizona, Connecticut, dan Nevada. Arizona dan Nevada juga lisensi asisten homeopati, yang diizinkan untuk melakukan pelayanan medis di bawah pengawasan seorang dokter homeopati. Beberapa negara bagian secara eksplisit memasukkan homeopati dalam lingkup praktek chiropractic, naturopati, terapi fisik, kedokteran gigi, keperawatan, dan kedokteran hewan.

Sertifikasi nasional dapat diperoleh melalui organisasi-organisasi seperti Council for Homeopathic Certification,   American Board of Homeotherapeutics, dan The Homeopathic Academy of Naturopathic Physicians. Anggota komunitas homeopati mempertimbangkan sertifikasi sebagai jalan untuk membantu menetapkan pendidikan dan standar kompetensi untuk pelatihan homeopati.

PENERAPAN HOMEOPATI

Konsultasi dengan Praktisi Homepati (homeopat)

Konsultasi dengan homeopat akan lebih lama dari konsultasi medis biasa dan seringkali memerlukan kunjungan selama beberapa minggu, terutama untuk  pengobatan jangka panjang. Hal ini memungkinkan memonitor perkembangan penyakit secara hati-hati. Praktisi homeopati meyakini bahwa tingkat kesehatan seseorang mencerminkan keadaan emosi pada waktu itu dan kesehatan yang baik  merupakan keadaan fisik umum dan emosional yang bebas dari penyakit. Menurut teori homeopati, penyakit merupakan akibat dari ketidakseimbangan sistem tubuh yang memiliki peranan besar dalam penyembuhan diri. Jika keseimbangan ini terganggu maka tubuh manusia berusaha untuk menstabilkan keadaan tersebut sehingga muncul gejala penyakit.

(12)

Profil pasien

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang sehingga segala macam informasi diperlukan untuk mengetahui profil seseorang. Meskipun penilaian homeopati bersifat individualistik, namun orang-orang tersebut dapat dikelompokan menurut tipe-tipe tertentu. Orang-orang dengan tipe tertentu seringkali memiliki kebiasaan yang sama dan mungkin memiliki kerentanan yang sama terhadap penyakit.

Penilaian Pasien

Sebagai dasar dari penilaian homeopati, praktisi mengumpulkan informasi tentang kondisi fisik, mental dan tingkat emosi, dan kehidupan pada umumnya (ditunjukkan table). Keunikan adaptasi individu terhadap lingkungan, penerimaan idiosinkrasi dan respon akan membentuk individu sebagai mana mereka ada. Seseorang dianggap sebagai hasil dari kesehatan fisik dan mental atau sakit, warisan genetic dan pengalaman sehari-hari.

Tubuh Pikiran

Kesehatan Fisik 

• Gejala umum dan sakit: waktu

timbulnya gejala dan apa yang dipengaruhi dan bagaimana.

• BB, bentuk dan kondisi fisik 

• Diet: keseimbangan nutrisi, asupan

makanan dan penolakan, intoleransi makanan dsb.

• Tingkat energy

• Tidur: kuantitas dan kualitas, efek 

dari kurang tidur, mimpi

• Factor resiko terhadap kesehatan:

rokok, alcohol, obat rekreasional, pekerjaan yang berbahaya

• Waktu keluar: relaksasi dan waktu

santai

• Pengetahuan tentang apa yang

harus dilakukan jika sakit atau terluka

Kepribadian

• Temperamen: posotif atau

negatifm pasif atau tegas, santai atau cemas

• Gambar diri

• Emosi: kemampuan untuk 

berekspresi dan mengontrol perasaan, tertawa dan

mengendalikan emosi negative.

• Hubungan: sensitive terhadap yang

lain, kesmampuan untuk 

memecahkan konflik, dorongan sex

• Perasaan bersalah, ketidakamanan

dan derajat pengontrolan terhadap tujuan pribadi

• Kemampuan untuk mengatasi

stress

• Kesempatan untuk berekspresi • Spiritualitas, keyakinan yang

(13)

Riwayat Penyakit

• Riwayat penyakit: penyakit

terakhir, obat konvensional yang digunakan dan terapi pelengkap

• Riwayat penyakit keluarga:

kejadian di keluarga seperti gangguan jantung, diabetes, gangguan mental, kanker

• Kerentanan yang diturunkan:

alergi, kecenderungan penyakit tertentu

• Diet: kerentanan terhadap

penyakit yang berhubungan dengan kolesterol, obesitas, atau alergi makanan

• Kesadaran terhadap gejala

penyakit turunan

• Pemeriksaan: pemeriksaan diri,

tes medis atau skrining

Cara hidup

• trauma masa kecil: dampak  kematian atau kehilangan orang tua, atau penyalahgunaan fisik  atau mental.

• keadaan Keluarga: efek dari kelahiran, pernikahan,

perpisahan, perceraian, kematian, intimidasi, ujian, anak-anak meninggalkan rumah, atau merawat kerabat cacat atau tua.

• Kedekatan keluarga dan teman-teman.

• Kemampuan untuk menangani masalah kesehatan yang serius. • Properti: efek dari membeli dan menjual rumah, pindah rumah, atau membuat perubahan ekstensif.

• Pengalaman kerja: dampak  dari pekerjaan baru, kehilangan pekerjaan, pensiun, pekerjaan berpindah, kerja paksa

• Keuangan atau masalah hukum.

Lingkungan

• Iklim: efek dari perubahan

musim dan cuaca

• Kemudahan dan asupan air

segar

• Paparan sinar matahari dan

kesadaran dari resikonya

• Efek dari polusi: air, udara dan

gangguan suara

• Lingkungan kerja: kondisi

kantor, tingkat kebisingan, pengaruh system pemanas dan AC.

• Lingkungan rumah: alergi

terhadap limbah rumah tangga, pollen, hewan, asap rokok dan polusi udara

• Rutinitas harian: stress dan efek 

lainnya dari kerja di kantor

Manajemen Hidup

• Manajemen waktu: kemampuan

untuk menetapkan tujuan yang realistis, rencana

dan mengatur proyek,

mengatasi tenggat waktu, dan mendelegasikan tugas.

• Sukses dalam mempertahankan

keseimbangan antara pekerjaan dan bermain, dan antara

pekerjaan dan keluarga.

• Stres manajemen: kesempatan

untuk bersantai, dan kemampuan untuk 

mengendalikan situasi stres dan mengubah masalah menjadi peluang.

• Pekerjaan: kemampuan untuk 

(14)

perkotaan dan kerja dalam wajtu yang lama

meningkatkan lingkungan kerja.

• Rutinitas dikembangkan dalam

rangka untuk memberi struktur waktu kerja dan kehidupan di rumah.

• Perencanaan keuangan dan

organisasi. OBAT HOMEOPATI

Berbagai senyawa yang mampu memberikan efek pada individu yang sehat dapat digunakan sebagai obat homeopati. Lebih dari 4000 unsur yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral telah diuji sejak Hahnemann mengembangkan teorinya. Obat homeopati dibuat dengan cara yang bervariasi. Tumbuhan dan bahan hewani dapat digunakan seluruhnya atau sebagian, tergantung dari ukuran dan kepadatannya. Logam yang tidak larut dalam bentuk aslinya dikombinasikan dengan laktosa dan dihaluskan berulang kalu untuk membentuk serbuk yang cukup larut dalam air, proses ini disebut trituratio. Senyawa kristal, benih, dan biji dapat dihaluskan bila ukurannya besar, keras dan tidak larut dalam air.

Secara umum, sediaan homeopati dibuat dengan melakukan preparasi terhadap bahan, merendamnya dalam pelarut campuran air dan alkohol dalam   jangka waktu yang lama (maserasi) dan kemudian disaring. Larutan yang

terbentuk disebut “mother tincture”. Penggunaan obat dilakukan dengan mengencerkan mother tincture hingga tingkat pengenceran tertentu menggunakan pelarut yang sama atau memformulasikannya ke dalam bentuk tablet, pil, granul, atau serbuk (Lockie, 2006).

Obat-obat yang digunakan dalam homeopati 60% berasal dari tumbuh-tumbuhan, 20% berasal dari mineral (logam dan non logam), dan sebagian lainnya berasal dari hewan. Tumbuhan yang digunakan dapat diambil secara utuh ataupun sebagian, baik itu daunnya saja, akarnya saja, bunganya, biji atau benihnya. Homeopati yang berasal dari hewan, sebagian diambil tanpa menyakiti hewan tersebut seperti racun ular, racun laba-laba, dan lain sebagainya. Seluruh obat-obat homeopati yang digunakan tersebut sudah dipotentisasikan, sehingga daya racunnya sudah hilang dan hanya tersisa daya obatnya sebagai penyembuh.

(15)

Beberapa obat homeopati yang berasal dari tumbuhan, mineral, dan hewan dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Obat-obat Homeopati (Lockie, 2006)

Tumbuhan

Plant Symptomps Treated Plant Symptomps Treated

Aconitum napellus Acute respiratory infections

Eye and ear infections Fear, shock, and anxiety

Problems in labor

Coffea cruda Hot flashes (menopause) Headaches

Insomnia Overexcitement Palpitations Toothaches

Agaricus muscarius Alcoholism Chilblains Chorea

Nervous system disorders

Parkinson’s disease

Conium maculatum Cysts, tumors, and cancer Enlarged prostate

Nervous disorders Sexual problems Swollen breasts

Allium cepa Allergies Catarrh Eye irritation

Hay fever and allergic rhinitis

Neuralgic pains Throat and chest infections

Cucumis colocynthis Colic Diarrhea

Facial neuralgia Menstrual problems Neuralgic pains

Aloe ferox Diarrhea Hemorrhoids Headaches Hepatitis

Involuntary stool

Datura stramonium Asthma Bronchitis Chorea Fever Phobias

(16)

Anacardium orientale Chest pains Digestive disorders Low self-esteem Psychological problems Skin conditions Delphinium staphisagria Grief  Headaches, toothaches Insomnia Joint pains Skin conditions (psoriasis) Styes Urogenital problems (cystitis)

Arnica montana Fever

Joint and muscle pain Post-childbirth pain Shock, injury,

postoperative care Skin conditions Tooth and gum pain

Helleborus niger Brain inflammation Depression

Digestive disorders Headaches

Nervous system disorders

Artemisia cina Coughs and colds Intestinal worms Sleep problems Temper tantrums Twitching muscles

Hyoscyamus niger Behavioral problems Coughs

Delirium Paranoia Hypersexuality

Baptisia tinctoria Acute fever

Intestinal infections Septic conditions Throat infections

Ignatia amara Absent periods Digestive disorders Grief and distress Headaches

Insomnia

Phobias and fainting Sore throat

Berberis vulgaris Cystitis with offensive smell

Gallbladder problems Joint pain

Kidney disorders Lower back pain

Lycopodium clavatum Anxiety Chest infections Digestive disorders Urogenital problems

(17)

Cannabis sativa (Indica)

Disordered mental state

Headaches

Pain or paralysis in the legs

Urinary tract infections

Papaver somniferum Constipation Delirium tremens Grief 

Insomnia and narcolepsy Post-stroke paralysis Shock and injury

Carbo vegetabilis Breathing problems Chronic fatigue syndrome Fatigue Indigestion and flatulence Poor circulation

Pulsatilla pratensis Colds and coughs Digestive disorders Eye infections Sinusitis

Women’s health

Cephaelis ipecacuanha Asthma

Coughs and wheezing Gynecological

problems Migraines

Morning sickness Nausea and vomiting

Solanum dulcamara Colds and coughs Diarrhea

Hay fever and asthma Head and facial pain Joint pain

Skin conditions

Chamomilla recutita Colic and diarrhea Fever

Irritability

Menstrual and labor pains Toothaches, teething, earaches Strychnos nux-vomica Asthma

Colds and influenza Cystitis

Digestive disorders Headaches

Irritability and insomnia Menstrual/ pregnancy problems

Chelidonium majus Gallstones Headaches Hepatitis Pneumonia Shoulder pain

Thuja occidentalis Catarrh and sinusitis Headaches

Menstrual problems Skin conditions Urogenital problems Depression

(18)

Cimicifuga racemosa Depression

Head and neck pain Menopause

Menstrual problems Pregnancy

Veratrum album Collapse Diarrhea

Emotional problems Vomiting and nausea Weakness and fainting

Cinchona officinalis Digestive disorders Exhaustion due to

illness

Fever and headaches Insomnia

Mineral

Mineral Symptomps Treated Mineral Symptomps Treated

Acidum arsenicosum Digestive disorders Eye inflammation Food poisoning Headaches

Respiratory illnesses Raynaud’s syndrome

Graphites Anxiety and shyness Digestive disorders Erectile problems

Eye, ear, nose conditions Menstrual problems Skin and nail conditions

Acidum

hydrofluoricum

Alopecia

Bone conditions

Discharges from the ears and nose Nail conditions Sexual problems Tooth decay Varicose veins Hepar sulphuris calcareum

Colds and catarrh Coughs and croup Digestive disorders Skin conditions Sore throat Oversensitivity

Acidum Nitricum Anal fissures Cancer Candidiasis Catarrh Hemorrhoids Mouth ulcers Skin conditions Warts Hydrargyrum metallicum

Catarrh and colds Eye and ear infections Fever

Mouth and throat conditions Osteoarthritis Thrush

(19)

Acidum phosphoricum Chronic fatigue syndrome Diabetes Diarrhea Exam nerves Exhaustion Grief or shock  Growing pains Headaches

Iodium Blockages in the eustachian tube Coughs Eating disorders Heat intolerance Overactive metabolism Prostate problems Respiratory illnesses Rheumatoid arthritis Aluminum oxydatum Appetite disorders

Constipation Dementia Fatigue

Nervous disorders Alzheimer’s disease

Kalium bichromicum Catarrh and sinusitis Glue ear Headaches Indigestion Joint pains Rheumatoid arthritis Skin conditions

Sore throat, coughs, and croup Ammonium carbonicum Fatigue Poor circulation Respiratory illnesses Scarlet fever Skin conditions

Kalium carbonicum Asthma

Coughs, whooping cough, and colds Incontinence Insomnia

Joint or back pains, and osteoarthritis

Kidney disorders Palpitations Antimonium crudum Digestive disorders

Gout

Skin and nail conditions Skin infections with a rash Toothaches Kalium phosphoricum Abnormal discharges Back pain Chronic fatigue syndrome Excess perspiration Hunger pains Insomnia Antimonium tartaricum Chicken pox Headaches Nausea Respiratory illnesses with rattling chest Skin conditions Whooping cough

Magnesium phosphoricum

Abdominal, menstrual, and other ramps

Colic Earaches Headaches Neuralgia Toothaches

Argentum nitricum Anxiety and phobias Digestive problems Irritable bowel syndrome Multiple sclerosis

Nervous disorders

Natrum carbonicum Colds, headaches Depression

Digestive disorders Exhaustion

Infertility Phobias

Skin conditions and allergies

(20)

Aurum metallicum Angina Bone pain Depression Headaches Reproductive system problems

Natrum chloratum Colds and catarrh Digestive disorders Headaches and migraines Mouth and throat

conditions Skin conditions Women’s health Barium carbonicum Anxiety and phobias

Growth disorders in children

Impotence

Problems of the elderly Respiratory illnesses Swollen tonsils

Petroleum rectificatum

Chilblains

Diarrhea and nausea Eczema and psoriasis Migraines

Travel sickness

Calcium carbonicum Anxiety and phobias Bone, joint, and dental problems

Digestive disorders Headaches

Women’s health

Recurrent colds and ear infections Phosphorus Bleeding Burning pains Digestive disorders Palpitations Poor circulation Respiratory illnesses Phobias Calcium phosphoricum

Bone and joint conditions Digestive disorders Fatigue Growth disorders Head pain Teething

Platinum metallicum Depression

Head and facial pains Menstrual problems Numbness and cramps Oversensitivity of the female genitalia

Causticum Cough

Multiple sclerosis Skin conditions

Sore throat and laryngitis Tremors and paralysis Urinary disorders

Plumbum metallicum Constipation Diabetes Dupuytren’s contracture Multiple sclerosis Muscle weakness Neurological conditions Vaginismus

Cuprum metallicum Abdominal cramps Asthma

Convulsions and epilepsy

Coughs Exhaustion

Silicea terra Coughs Diabetes

Digestive disorders Ear, nose, and throat

problems Headaches

Skin, tooth, nail, and bone conditions

(21)

Ferrum metallicum Anemia

Back and joint pain Circulatory problems Digestive disorders Headaches

Severe fatigue

Sulfur Digestive disorders Men’s health Respiratory illnesses Skin conditions Women’s health Ferrum phosphoricum Colds Digestive disorders Earaches Fever Poor circulation Raynaud’s disease Respiratory illnesses Urogenital problems

Zincum metallicum Eczema and viral skin infections

Headaches

Nervous exhaustion Twitching limbs, such as restless legs

Urogenital problems

Hewan

Animal Symptoms Treated Animal Symptoms Treated

Apis mellifera Bites and stings Cystitis

Fever

Inflammation of the eyes, lips, mouth, or throat Edema

Urticaria

Psorinum Depression Diarrhea

Ear and eye infections Phobias

Respiratory illnesses Skin problems, such as rosacea and severe eczema

Cantharis vesicatoria Blisters

Burns and scalds Excessive libido Gastritis, diarrhea, and dysentery

Insect bites and stings Irritable bowel syndrome Severe cystitis

Ulcerative colitis

Sepia officinalis Catarrh

Digestive disorders Fatigue Headaches Poor circulation Skin conditions Women’s health

Carcinosinum Abdominal pain

Chronic fatigue syndrome Insomnia

Respiratory illnesses Skin growths and blemishes

Syphilinum Asthma Constipation Eye inflammation Headaches

Menstrual problems and miscarriages

Obsessive-compulsive behavior

(22)

Lac caninum Breast problems Hypersensitivity Phobias

Throat infections Vaginal bleeding and discharge

Tarentula hispanica Angina and heart disorders

Cystitis Diabetes Mood swings Multiple sclerosis

Restless limbs and chorea Women’s health

Lachesis muta Heart disorders Poor circulation and varicose veins Sore throat

Spasms and tremors Women’s health Jealousy Phobias Tuberculinum Allergies Arthritic pains Colds

Coughs and acute bronchitis

Hay fever

Neurotic behavior

Medorrhinum Genital warts and herpes Rhinitis, sinusitis, and asthma

Testicular pain

Urinary tract infections Women’s health Aggression Peptic ulcer

(23)

DAFTAR PENELITIAN YANG MENUNJANG HOMEOPATI (Jonas, dkk., 2003)

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Adler, U. C., Paiva, N. M. P., Cesar, A. T., Adler, M. S., Molina, A., Padula, A. E., dan Calil, H. M. 2009. Homeopathic Individualized Q-potencies versus Fluoxetine for Moderate to Severe Depression: Double-blind, Randomized Non-inferiority Trial. eCAM . doi:10.1093/ecam/nep114

Anonim. Homeopathy: An Introduction. USA : Department of Helath and Human Services

Anonim. 2011.   Remedy Homeopati. http://www.homeopatiindonesia.com/info-9-remedy-homeopati.html yang diakses pada 23 November 2011

Ernst, E. 2002.   A Systematic Review of systemic reviews of homeopathy. UK : Department of Complementary Medicine

Friese, K. H., Kruse, S., Ludtke, R., dan Moeller, H. 1997. Homeopathic treatment of otitis media in children: comparisons with conventional therapy. Int J Clin Pharmacol Ther . 35: 296-301

Jonas, W. B., Ted J., Kaptchuk, Linde, K. 2003.   A Critical overview of   Homeopathy. http://www.annals.org/content/138/5/393.full.pdf+html yang

diakses pada 22 November 2011

Lockie, Andrew. 2006.   Encyclopedia of Homeopathy. United Stated : DK Publishing, Inc.

Marian, F., Joost, K., Saini, K. D., von Ammon, K., Thurneysen, A., dan Busato, A. 2008. Patient satisfaction and side effects in primary care: Anobservational study comparing homeopathy and conventional medicine.  BioMed Central Ltd .

Shealy, C. N., Thomlinson, R. P., dan Borgmeyer, V. 1998. Osteoarthritic Pain: A Comparison of Homeopathy and Acetaminophen. American Journal of Pain  Management , 1998;8:89-91

The Society of Homeopaths. 2011. Clinical Trials. Http://www.homeopathy-soh.org/ research/ evidence- base- homeopathy-2/ evidence- base- for-homeopathy/, yang diakses pada 8 Desember 2011

(25)

van Haselen, R. A. dan Fisher, P. A. G. 2000.   A randomized controlled trial comparing topical piroxicam gel with a homeopathic gel in osteoarthritis of  the knee.Http://rheumatology.oxfordjournals.org/content/39/7/714.full

Vickers, A. J. dan Smith, C. 2009. Homoeopathic Oscillococcinum for preventing and treating influenza and influenza-like syndromes (Review), diakses dari www.pharmaretail.it/download/oscillococcinum.pdf 

Gambar

Tabel 1. Penelitian Efektivitas Homeopati pada Kondisi Medis Spesifik 
Tabel 2. Obat-obat Homeopati (Lockie, 2006)

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga pada pengobatan diberikan obat antiulkus untuk mengurangi efek samping dari OAINS.Selain untuk mengurangi efek samping dari OAINS, antiulkus juga digunakan

5.1 Pengaruh Faktor Instrinsik (Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Efek Samping Obat, Keteraturan Berobat, Kepuasan Pasien) terhadap Terjadinya Konversi Pasien TB MDR di

Pola pengobatan kemoterapi pasien kanker serviks di RSUD Abdul Wahab Sjahranie periode 2014-2015 berdasarkan efek samping obat yang digunakan pasien di tabulasikan

5.1 Pengaruh Faktor Instrinsik (Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Efek Samping Obat, Keteraturan Berobat, Kepuasan Pasien) terhadap Terjadinya Konversi Pasien TB MDR di

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketaatan pasien dalam menggunakan obat antara lain : tingkat pemahaman pasien tentang obat dan pengobatan, adanya efek samping

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola penggunaan antipsikotik dan berbagai kejadiaan efek samping yang terjadi selama terapi pengobatan antipsikotik pada pasien

Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Kategori 1 pada Pasien TB Paru di Unit Pengobatan Penyakit Paru (UP4) Provinsi Kalimantan Barat.. Anemia dan

Berbagai jenis metode pengobatan yang digunakan untuk terapi kanker memiliki efek samping dari metode pengobatan tersebut diantaranya yakni efek samping yang dapat