Sehat Sehat
Sakit (gangguan pendengaran, ISPA, dan gangguan kenyamanan) Sakit (gangguan pendengaran, ISPA, dan gangguan kenyamanan)
Kedisiplinan penggunaan APD (masker, alat pelindung telinga) Kedisiplinan penggunaan APD (masker, alat pelindung telinga) Jarak dengan permukiman
Jarak dengan permukiman
Kebisingan Kebisingan Partikel debu Partikel debu suhu suhu Industri P
Industri Pembuatan traffic lampembuatan traffic lamppekerjapekerja
LAPORAN
LAPORAN
ANALISIS DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN KADAR DEBU dan
ANALISIS DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN KADAR DEBU dan
ASPEK LINGKUNGAN FISIK serta PENGGUNAAN APD KARYAWAN di
ASPEK LINGKUNGAN FISIK serta PENGGUNAAN APD KARYAWAN di
Industri Pembuatan Traffic Lamp CV. QUIN
Industri Pembuatan Traffic Lamp CV. QUIN
Jl. Ring Road Barat, Tundan, Tamantirto, Kasihan, Bantul Yogyakarta
Jl. Ring Road Barat, Tundan, Tamantirto, Kasihan, Bantul Yogyakarta
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Analisis Dampak Kese
Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL)
hatan Lingkungan (ADKL)
Disusun Oleh :
Disusun Oleh :
1. 1.H
He
es
stti
i P
Pa
allu
up
pi
i H
H..S
S
((P
P0
07
71
13
33
31
11
10
00
06
62
2))
2. 2.J
Jo
ok
ko
o H
Ha
arrjjo
on
no
o
((P
P0
07
71
13
33
31
11
10
00
06
66
6))
3.
3.
O
Ok
kv
ve
en
nd
drri A
i Ab
brriih
ha
arrii
((P
P0
07
71
13
33
31
11
10
00
07
79
9))
4.
4.
R
Riiz
za
a N
Nu
urriitta
a A
Arru
um
m
((P
P0
07
71
13
33
31
11
10
00
08
84
4))
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKN
POLITEKNIK
IK KESEH
KESEHA
ATA
TAN YO
N YOGYA
GYAKARTA
KARTA
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGA
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGA
2012
2012
KAT
KAT
A PE
A PENG
NGANTAR
ANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karunia-Nya
Nya
sehin
sehin
gga
gga
penu
penulis
lis
dapa
dapat
t
meny
meny
elesa
elesa
ikan
ikan
Lapo
Laporan Analisis Dampak
ran Analisis Dampak
Kesehatan Lingkungan ini.
Kesehatan Lingkungan ini.
Laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu
Laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu
penulis mengucapkan terima kasih yang
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
sebesar-besarnya kepada :
1.1.
Tu
Tunta
nta
s
s
Ba
Bagyo
gyo
no,
no,
SKM
SKM,
,
M.K
M.Kes,
es,
sel
selak
aku
u
Ket
Ketua
ua
Jur
Jurusa
usan
n
Kes
Keseha
ehatan
tan
Lingkungan Politeknik Kesehatan
Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Y
Kementerian Y
ogyakarta
ogyakarta
2.2.
Bambang Suwerda, S.ST,M.Sc selaku Dosen pengampu Mata Kuliah
Bambang Suwerda, S.ST,M.Sc selaku Dosen pengampu Mata Kuliah
Analisis Dampak Keseha
Analisis Dampak Keseha
tn Lingkungan.
tn Lingkungan.
3.3.
Rek
Rek
an-
an-rek
rekan
an
ter
ter
cin
cinta
ta
mah
mahasi
asiswa
swa
Jur
Jurusa
usa
n
n
Kes
Keseha
ehatan
tan
Lin
Lingku
gku
nga
ngan
n
y
yan
an
g
g
ti
tida
da
k
k
b
bis
is
a
a
d
dis
iseb
eb
ut
utk
kan
an
sat
s
atu
u
p
per
er
s
sat
atu,
u,
teri
te
rima
ma
k
ka
asi
sih
h
at
at
as
as
bantuannya.
bantuannya.
4.4.
Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang
telah banyak membantu.
telah banyak membantu.
Pen
Pen
uli
ulis
s
men
mengha
gharap
rapka
ka
n
n
kri
kritik
tik
dan
dan
sar
saran
an
ya
ya
ng
ng
me
memba
mbangu
ngun
n
dar
dar
i
i
pem
pembac
bac
a
a
un
untuk
tuk
kes
kes
emp
empurn
urnaan
aan
lap
lapora
oran
n
ini
ini.
.
Har
Harapa
apa
n
n
pe
pe
nul
nulis
is
se
se
mog
moga
a
laporan ini bermanfaat. Amin.
Yogyakarta, Mei 2010
Yogyakarta, Mei 2010
Penulis
Penulis
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.A.
Latar Belakang
Latar Belakang
Indus
Industri
tri adala
adalah
h suatu usaha
suatu usaha atau
atau kegi
kegiatan pengolah
atan pengolahan
an baha
bahan
n
mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki
mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki
nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Dalam pelaksanaannya
nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Dalam pelaksanaannya
mulai bahan dari bahan baku, proses pengolahan maupun hasil akhir
mulai bahan dari bahan baku, proses pengolahan maupun hasil akhir
yang berupa hasil produksi dan hasil buangannya (sampah) banyak
yang berupa hasil produksi dan hasil buangannya (sampah) banyak
diantaranya terdiri dari bahan bahan-bahan yang dapat mencemari
diantaranya terdiri dari bahan bahan-bahan yang dapat mencemari
liling
ngku
kung
ngan
an se
sepe
pert
rti
i ba
baha
han
n lo
loga
gam,
m, ba
baha
han
n or
orga
gani
nik,
k, ba
baha
han
n ko
koro
rosi
sif,
f,
bahan-bahan gas, dan lain-lain bahan yang berbahaya, baik untuk
bahan-bahan gas, dan lain-lain bahan yang berbahaya, baik untuk
para pekerja maupun masyarakat disekitar proyek industri tersebut.
para pekerja maupun masyarakat disekitar proyek industri tersebut.
Begitu halnya den
Begitu halnya dengan CV
gan CV. Quin, yang man
. Quin, yang mana
a di Indonesia hany
di Indonesia hanya ada
a ada
sat
satu
u unt
untuk
uk ind
indust
ustri
ri tra
traffi
ffic
c lam
lamp
p dan
dan pe
pembu
mbuata
atanny
nnya
a cuk
cukup
up ban
banya
yak
k
jumlahnya.
jumlahnya.
Di Indonesia, industri pembuatan lampu lalu lintas bergerak di
Di Indonesia, industri pembuatan lampu lalu lintas bergerak di
b
ba
aw
wa
ah
h
D
Diin
na
as
s
Pe
P
erh
rhu
ub
bu
un
ng
ga
an
n
un
u
nttu
uk
k
me
mem
mb
bu
ua
at
t
ffa
as
siili
litta
as
s
a
atta
au
u
pe
perl
rlen
engk
gkap
apan
an y
yan
ang
g di
digu
guna
naka
kan
n di
di ja
jala
lan
n ra
ray
ya.
a. CV
CV.
. Qu
Quin
in se
sela
lain
in
mempro
perusahaan dari PT. Qumicon Indonesia yang berada di Jl. Kapt P.
perusahaan dari PT. Qumicon Indonesia yang berada di Jl. Kapt P.
T
Tende
endean
an 50
50 Y
Yogya
ogyakarta
karta yan
yang
g juga
juga merup
merupakan
akan kanto
kantor
r dari
dari indus
industri
tri
terseb
tersebut.
ut. Kegia
Kegiatan
tan yang ada
yang ada pada PT
pada PT.
. Qumic
Qumicon
on Indon
Indonesia terbagi
esia terbagi
me
menj
njad
adi
i du
dua
a ya
yaitu
itu me
meka
kani
nik
k da
dan
n el
elek
ektr
trik
ik.
. Un
Untu
tuk
k ke
kegi
giat
atan
an el
elek
ektri
trik
k
berjalan di kantor dan kegiatan mekanik di
berjalan di kantor dan kegiatan mekanik di CV
CV. Quin.
. Quin.
Na
Namu
mun
n de
demi
miki
kian
an,
, ti
tida
dak
k da
dapa
pat
t di
dipu
pung
ngki
kiri
ri ba
bahw
hwa
a in
indu
dust
stri
ri
pe
pemb
mbua
uata
tan
n tr
traf
affi
fic
c la
lamp
mp ju
juga
ga me
memb
mber
erik
ikan
an da
damp
mpak
ak y
yan
ang
g da
dapa
patt
merugikan kesehatan dan lingkungan sekitarnya, misalnya limbah dari
merugikan kesehatan dan lingkungan sekitarnya, misalnya limbah dari
kamar mandi yang langsung dibuang ke sungai, limbah dari sisa-sisa
kamar mandi yang langsung dibuang ke sungai, limbah dari sisa-sisa
bahan pelu
bahan pelumas sepert
mas seperti
i tiner
tiner, cat-cat yang langs
, cat-cat yang langsung dibuan
ung dibuang begitu
g begitu
saja tanpa pengolahan terlebih dahulu, pembakaran bahan sisa uliran
saja tanpa pengolahan terlebih dahulu, pembakaran bahan sisa uliran
besi dan APD bekas serta sampah-sampah yang dapat mencemari
besi dan APD bekas serta sampah-sampah yang dapat mencemari
lingkungan.
lingkungan.
Unt
Untuk
uk itu
itu per
perlu
lu ad
adany
anya
a ana
analis
lisis
is dam
dampak
pak lin
lingku
gkunga
ngan
n ter
terhad
hadap
ap
pabrik ind
pabrik industri pemb
ustri pembuatan traf
uatan traffic lamp CV
fic lamp CV.
. Quin yan
Quin yang berada di Jl.
g berada di Jl.
Ring Road
Ring Road Barat Tundan, T
Barat Tundan, Tamantirto, Kasihan,
amantirto, Kasihan, Bantul, Y
Bantul, Yogyakarta.
ogyakarta.
Hal ini dilakukan agar masyarakat disekitar pabrik mengetahui dan
Hal ini dilakukan agar masyarakat disekitar pabrik mengetahui dan
mengerti akan adanya kemungkinan pengaruh industri tersebut bagi
mengerti akan adanya kemungkinan pengaruh industri tersebut bagi
lingkungan dan masyarakat. CV
lingkungan dan masyarakat. CV. Quin
. Quin berdiri sejak tahun
berdiri sejak tahun 1995.
1995.
Prose
Proses
s produ
produksi traffic
ksi traffic lamp pada
lamp pada PT
PT.
. Qumic
Qumicon
on Indon
Indonesia itu
esia itu
sendiri meliputi : perancangan bahan baku yang berupa komponen
sendiri meliputi : perancangan bahan baku yang berupa komponen
ele
elektr
ktroni
onik
k dan
dan pen
penunj
unjang
ang,
, mer
meraki
akit
t kom
kompon
ponen
en ter
terse
sebut
but ke
kemud
mudian
ian
dil
dilaku
akukan
kan tes
tes dan
dan ter
terakh
akhir
ir dis
disatu
atukan
kan den
dengan
gan tia
tiang.
ng. Dal
Dalam
am hal
hal ini
ini,,
pengendalian kualitas sangat dibutuhkan sebelum masuk ke proses
pengendalian kualitas sangat dibutuhkan sebelum masuk ke proses
berikutnya. Dari kantor itu sendiri kemudian barang dikirim ke CV.
berikutnya. Dari kantor itu sendiri kemudian barang dikirim ke CV.
Qu
Quin
in un
untu
tuk
k di
disa
satu
tuka
kan
n da
dan
n di
diki
kiri
rim.
m. Un
Untu
tuk
k ke
kegi
giat
atan
an di
di CV
CV.
. Qu
Quin
in
mel
melipu
iputi
ti :
: pe
pemot
motong
ongan
an pip
pipa
a be
besi
si da
dan
n alu
alumun
munium,
ium, pen
pengel
gelasa
asan
n da
dan
n
pengecatan.
Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan pada tanggal
Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan pada tanggal
26 Mei 2011, industri pembuatan traffic lamp CV. QUIN berada dekat
26 Mei 2011, industri pembuatan traffic lamp CV. QUIN berada dekat
dengan perumahan penduduk tepatnya di belakang industri tersebut.
dengan perumahan penduduk tepatnya di belakang industri tersebut.
Pengolahan sisa produksi hanya dilakukan dengan pembakaran diluar
Pengolahan sisa produksi hanya dilakukan dengan pembakaran diluar
ruang produk
ruang produksi. didapatka
si. didapatkan
n juga bahwa kadar
juga bahwa kadar debu yang tinggi
debu yang tinggi yang
yang
men
mengga
ggangg
nggu
u ken
kenya
yaman
manan
an pek
pekerja
erja yai
yaitu
tu seb
sebesa
esar
r 9,0
9,00
0 mg/
mg/m
m
33dan
dan
suhu ruangan yaitu sebesar 32
suhu ruangan yaitu sebesar 32
00C.
C. Seb
Sebaga
agai
i gam
gambar
baran
an awa
awal,
l, bat
batas
as
timur pabrik berupa pemukiman penduduk, batas barat berupa jalan
timur pabrik berupa pemukiman penduduk, batas barat berupa jalan
ray
raya,
a, bat
batas
as uta
utara
ra ber
berupa
upa pab
pabrik
rik sus
susu
u ben
bender
dera
a dan
dan bat
batas
as se
selata
latan
n
kampu
kampus Stikes A
s Stikes Alma At
lma Ata.
a. Berda
Berdasarka
sarkan uraian terseb
n uraian tersebut di atas maka
ut di atas maka
perlu dilakuka
perlu dilakukan
n penel
penelitian
itian tenta
tentang
ng damp
dampak
ak prose
proses
s produ
produksi
ksi indus
industri
tri
pembuatan traffic lamp CV. Quin terhadap lingkungan.
pembuatan traffic lamp CV. Quin terhadap lingkungan.
B.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan Masalah
Apakah
Apakah kadar
kadar debu
debu dan
dan aspek
aspek lingkungan
lingkungan fisik
fisik serta
serta penggunaan
penggunaan
APD
APD karyawan
karyawan di industri pembuatan traffic lamp CV. QUIN sudah
di industri pembuatan traffic lamp CV. QUIN sudah
sesuai dengan baku mutu yang ada ?
sesuai dengan baku mutu yang ada ?
C.
C.
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian
1.1.
Mengetahui intensitas kebisingan di CV. QUIN
Mengetahui intensitas kebisingan di CV. QUIN
2.2.
Menge
Mengetahui
tahui peng
pengetahu
etahuan
an kary
karyawan
awan tenta
tentang
ng peng
pengguna
gunaan
an
APD pada saat bekerja.
APD pada saat bekerja.
3.3.
Men
Menget
getahu
ahui
i kad
kadar
ar deb
debu
u uda
udara
ra amb
ambien
ient
t di
di lin
lingku
gkunga
ngan
n CV
CV..
QUIN
QUIN
4.4.
Men
Menget
getahu
ahui
i per
perkir
kiraan
aan dam
dampak
pak ris
risiko
iko pad
pada
a kary
karyawa
awan
n dan
dan
lingkungan sekitar CV. QUIN
lingkungan sekitar CV. QUIN
D.
D.
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang Lingkup Penelitian
1.Penelitian ini membatasi pada
Penelitian ini membatasi pada dampak pencemaran udara dengan
dampak pencemaran udara dengan
paramater partikel debu serta kondisi fisik lingkungan kerja yaitu
paramater partikel debu serta kondisi fisik lingkungan kerja yaitu
suhu dan kebisingan
suhu dan kebisingan serta penggunaan APD karyawan.
serta penggunaan APD karyawan.
2.
2.
Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian
Lo
Lokas
kasi
i pen
peneli
elitian
tian ini
ini dil
dilaku
akukan
kan di
di Jl.
Jl. Rin
Ring
g Roa
Road
d Bar
Barat
at T
Tund
undan,
an,
Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
3.
3.
Waktu
Waktu
Waktu penelitian adalah bulan Mei - Juni 2012.
Waktu penelitian adalah bulan Mei - Juni 2012.
E. Manfaat Penelitian
E. Manfaat Penelitian
1.
1. Bagi Ilmu Pengetahuan
Bagi Ilmu Pengetahuan
Mena
Menambah
mbah khas
khasanah
anah keilmu
keilmuan
an dan
dan peng
pengetahu
etahuan
an teruta
terutama
ma pada
pada
Analisis Dampak Kese
Analisis Dampak Kesehatan lingkungan.
hatan lingkungan.
2.2.
Bagi CV. QUIN
Bagi CV. QUIN
Memberi gambaran tentang dampak kesehatan lingkungan disekitar
Memberi gambaran tentang dampak kesehatan lingkungan disekitar
pabrik.
pabrik.
3.3.
Bagi Peneliti Lain
Bagi Peneliti Lain
Sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang membutuhkan data
Sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang membutuhkan data
pen
peneli
elitian
tian ini
ini,
, seh
sehing
ingga
ga dap
dapat
at mel
melaku
akuka
kan
n pen
peneli
elitia
tian
n sel
selanj
anjutny
utnya
a
dengan desain penelitian yang lebih sempurna.
BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
A. A.Industri
Industri
Ind
Indust
ustri
ri mer
merupa
upaka
kan
n sua
suatu
tu keg
kegiat
iatan
an ek
ekono
onomi
mi ya
yang
ng men
mengol
golah
ah
barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi
barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi
definisi mengenai industri bermacam-macam namun pada dasarnya
definisi mengenai industri bermacam-macam namun pada dasarnya
pen
penger
gertia
tianny
nnya
a tid
tidak
ak ber
berbed
beda
a sa
satu
tu sa
sama
ma lai
lainny
nnya,
a, ada
adapun
pun def
defini
inisi
si
men
menuru
urut
t Suk
Sukirn
irno
o ind
indust
ustri
ri ada
adalah
lah per
perus
usaha
ahaan
an ya
yang
ng men
menjal
jalan
ankan
kan
kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu
kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu
an
anta
tara
ra la
lain
in ad
adal
alah
ah pa
pabr
brik
ik te
teks
ksti
til,
l, pa
pabr
brik
ik pe
pera
raki
kita
tan
n da
dan
n pa
pabr
brik
ik
pem
pembua
buatan
tan rok
rokok.
ok. Dar
Dari
i beb
bebera
erapa
pa pen
penger
gertia
tian
n ind
indust
ustri
ri mak
maka
a sec
secara
ara
garis besar dapat disimpulkan bahwa industri adalah kumpulan dari
garis besar dapat disimpulkan bahwa industri adalah kumpulan dari
beberapa perusahaan yang memproduksi barang-barang tertentu dan
beberapa perusahaan yang memproduksi barang-barang tertentu dan
menempati areal tertentu dengan output produksi berupa barang atau
menempati areal tertentu dengan output produksi berupa barang atau
jasa (Prabusetiawan, 2009).
jasa (Prabusetiawan, 2009).
Industrialisasi adalah pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi
Industrialisasi adalah pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi
atau setengah jadi. Dalam pelaksanaannya mulai dari bahan baku,
atau setengah jadi. Dalam pelaksanaannya mulai dari bahan baku,
proses pengolahan maupun hasil akhir yang berupa hasil produksi
proses pengolahan maupun hasil akhir yang berupa hasil produksi
da
dan
n ha
hasi
sil
l bu
buan
anga
ganny
nnya
a (s
(sam
ampa
pah)
h) ba
bany
nyak
ak di
dian
anta
tara
rany
nya
a te
terd
rdir
iri
i da
dari
ri
bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan seperti bahan logam,
bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan seperti bahan logam,
bahan organis, bahan korosif, bahan-bahan gas, dan lain-lain bahan
bahan organis, bahan korosif, bahan-bahan gas, dan lain-lain bahan
ya
yang
ng be
berb
rbah
ahay
aya,
a, ba
baik
ik un
untu
tuk
k pa
para
ra pe
peke
kerj
rja
a ma
maup
upun
un ma
masy
syara
araka
katt
disekitar proyek industri tersebut. (Supardi, 1994).
disekitar proyek industri tersebut. (Supardi, 1994).
B.
B.
Pencemaran Udara
Pencemaran Udara
P
Pe
en
nc
ce
em
ma
arra
an
n
u
ud
da
arra
a
d
diia
arrttiik
ka
an
n
s
se
eb
ba
ag
ga
ai
i
ma
m
as
su
uk
k
a
atta
au
u
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke
udara dan atau berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau
udara dan atau berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau
oleh proses alam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat
oleh proses alam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat
te
tert
rten
entu
tu y
yan
ang
g me
meny
nyeb
ebab
abka
kan
n ud
udar
ara
a be
berk
rkur
uran
ang
g at
atau
au ti
tida
dak
k da
dapa
patt
berfungsi lagi sesuai
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
dengan peruntukannya.
Pe
Penc
ncem
emar
aran
an ud
udar
ara
a me
memb
mber
erik
ikan
an da
damp
mpak
ak te
terh
rhad
adap
ap si
sist
stem
em
keh
kehidu
idupan
pan mak
makhlu
hluk
k hid
hidup
up dan
dan sis
sistem
tem ya
yang
ng tid
tidak
ak ter
termas
masuk
uk dal
dalam
am
si
sist
stem
em ke
kehi
hidu
dupa
pan.
n. Pe
Penc
ncem
emar
aran
an ud
udar
ara
a me
memp
mpen
enga
garu
ruhi
hi si
sist
stem
em
keh
yang berkaitan baik dengan manusia maupun yang tidak berkaitan
yang berkaitan baik dengan manusia maupun yang tidak berkaitan
dengan manusia, serta ekonomi ekosistem.
dengan manusia, serta ekonomi ekosistem.
Po
Polus
lusi
i ad
adala
alah
h ter
terjad
jadiny
inya
a pen
pence
cemar
maran
an lin
lingku
gkunga
ngan
n yan
yang
g aka
akan
n
menga
mengakibatk
kibatkan
an menur
menurunny
unnya
a kualit
kualitas
as lingk
lingkungan
ungan dan
dan terga
terganggu
nggunya
nya
keseh
kesehatan serta
atan serta kete
ketenanga
nangan
n hidup makhluk hidup
hidup makhluk hidup (Supa
(Supardi,
rdi, 1994)
1994)..
Apabila
Apabila pencemaran
pencemaran udara
udara tidak
tidak dapat
dapat dikendalikan
dikendalikan lagi
lagi dan
dan
mel
melamp
ampaui
aui amb
ambang
ang bat
batas
as nor
normal
mal,
, mak
maka
a aka
akan
n mem
mempu
punya
nyai
i da
dampa
mpak
k
ya
yang
ng ak
akan
an me
meru
rugi
gika
kan
n ba
baik
ik te
terh
rhad
adap
ap ke
kese
seha
hata
tan/
n/ke
kehi
hidu
dupa
pan
n da
dan
n
ekonomi.
ekonomi.
Penyebab pencemaran udara oleh kegiatan manusia, seperti :
Penyebab pencemaran udara oleh kegiatan manusia, seperti :
1.1.
Debu/partikel dari kegiatan industri
Debu/partikel dari kegiatan industri
2.2.
Penggunaan bahan – bahan kimia yang disemprotkan
Penggunaan bahan – bahan kimia yang disemprotkan
3.3.
Gas buang hasil pembakaran bahan bakar fosil
Gas buang hasil pembakaran bahan bakar fosil
Udara yang telah tercemar
Udara yang telah tercemar akan mengakibatkan gangguan pada
akan mengakibatkan gangguan pada
sis
sistem
tem pe
perna
rnafas
fasan
an pad
pada
a man
manus
usia.
ia. Gas
Gas ter
terseb
sebut
ut ak
akan
an men
menye
yeran
rang
g
hidung, tenggorokan dan saluran nafas sampai ke paru – paru (Sunu
hidung, tenggorokan dan saluran nafas sampai ke paru – paru (Sunu
Pramudya, 2001).
Pramudya, 2001).
C.
C.
Debu (Menurut Pudji
Debu (Menurut
Pudjiastut
astuti,
i, Pusat Kesehata
Pusat Kesehatan
n Kerja DEPKES
Kerja DEPKES
2002)
2002)
1.1.
Pengertian
Pengertian
Deb
Debu
u mer
merupa
upakan
kan sal
salah
ah sat
satu
u bah
bahan
an yan
yang
g ser
sering
ing dis
disebu
ebutt
sebagai partikel yang melayang di udara (
sebagai partikel yang melayang di udara (
Suspended Particulate
Suspended Particulate
Ma
Matt
tter
er /
/ SP
SPM
M
)
) de
deng
ngan
an uk
ukur
uran
an 1
1 mi
mikr
kron
on sa
samp
mpai
ai de
deng
ngan
an 50
500
0
mikron. Dalam Kasus Pencemaran udara baik dalam maupun di
mikron. Dalam Kasus Pencemaran udara baik dalam maupun di
ru
ruan
ang
g ge
gedu
dung
ng ((
In
Indo
door
or an
and
d Ou
Out
t Do
Door
or Po
Pollllut
utio
ion
n
)
) de
debu
bu se
seri
ring
ng
dijadikan salah satu indikator pencemaran yang digunakan untuk
dijadikan salah satu indikator pencemaran yang digunakan untuk
menu
menunjuka
njukan
n tingk
tingkat
at bahay
bahaya
a baik
baik terha
terhadap
dap lingk
lingkunga
ungan
n maupu
maupun
n
terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Partikel debu akan
terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Partikel debu akan
berada di udara dalam waktu yang relatif lama dalam keadaan
berada di udara dalam waktu yang relatif lama dalam keadaan
ma
manu
nusi
sia
a me
mela
lalu
lui
i pe
pern
rnaf
afas
asan
an.
. Se
Sela
lain
in da
dapa
pat
t me
memb
mbah
ahay
ayak
akan
an
te
terh
rhad
adap
ap ke
kese
seha
hata
tan
n ju
juga
ga da
dapa
pat
t me
meng
ngga
gang
nggu
gu da
daya
ya te
temb
mbus
us
pa
panda
ndanng
nng mat
mata
a dan
dan da
dapat
pat men
mengad
gadaka
akan
n ber
berbag
bagai
ai rea
reaksi
ksi kim
kimia
ia
sehingga komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat
sehingga komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat
rumit karena merupakan campuran dari berbagai bahan dengan
rumit karena merupakan campuran dari berbagai bahan dengan
ukuran dan bentuk yang relatif berbeda beda.
ukuran dan bentuk yang relatif berbeda beda.
2.
2.
Macam – macam Debu
Macam – macam Debu
Dari sifatnya debu dikategorikan pada:
Dari sifatnya debu dikategorikan pada:
a.
a.
Sifat pengendapan, yaitu debu yang cenderung selalu
Sifat pengendapan, yaitu debu yang cenderung selalu
mengendap karena gaya grafitasi bumi.
mengendap karena gaya grafitasi bumi.
b.b.
Sifat permukaan basah, sifatnya selalu basah dilapisi
Sifat permukaan basah, sifatnya selalu basah dilapisi
oleh lapisan air yang sangat tipis.
oleh lapisan air yang sangat tipis.
c.c.
Sifat penggumpalan, karena sifat selalu basah maka
Sifat penggumpalan, karena sifat selalu basah maka
de
debu
bu s
sat
atu
u de
deng
ngan
an y
yan
ang
g la
lain
inny
nya
a ce
cend
nder
erun
ung
g me
mene
nemp
mpel
el
me
memb
mben
entu
tuk
k gu
gump
mpal
alan
an.
. T
Tin
ingk
gkat
at ke
kelem
lemba
baba
ban
n di
di at
atas
as tit
titik
ik
saturasi dan adanya turbelensi di udara mempermudah debu
saturasi dan adanya turbelensi di udara mempermudah debu
membentuk gumpalan.
membentuk gumpalan.
d.d.
Debu listrik statik, debu mempunyai sifat listrik statis
Debu listrik statik, debu mempunyai sifat listrik statis
yan
yang
g da
dapat
pat men
menarik
arik pa
partik
rtikel
el lai
lain
n yan
yang
g ber
berlaw
lawana
anan
n den
dengan
gan
demikian partikel dalam larutan debu mempercepat terjadinya
demikian partikel dalam larutan debu mempercepat terjadinya
penggumpalan.
penggumpalan.
e.e.
Sifat opsis, partikel yang basah/lembab lainnya dapat
Sifat opsis, partikel yang basah/lembab lainnya dapat
memancarkan sinar yang dapat terlihat dalam kamar
memancarkan sinar yang dapat terlihat dalam kamar gelap.
gelap.
Dari macamnya debu juga dapat dikelompokan kedalam
Dari macamnya debu juga dapat dikelompokan kedalam
Debu Organik (debu
Debu Organik (debu kapa
kapas,
s, debu daun-da
debu daun-daunan
unan,
, temba
tembakau
kau dan
dan
sebagainya), Debu Mineral (merupakan senyawa komplek : SiO
sebagainya), Debu Mineral (merupakan senyawa komplek : SiO2
2,,SiO
logam : Pb, Hg, Cd, Arsen, dan lain-lain). Dari segi karakter
logam : Pb, Hg, Cd, Arsen, dan lain-lain). Dari segi karakter zatnya
zatnya
debu terdiri atas debu fisik (debu tanah, batu, mineral, fiber), kimia
debu terdiri atas debu fisik (debu tanah, batu, mineral, fiber), kimia
(mineral organik dan inorganik), biologis (virus, bakteri, kista) dan
(mineral organik dan inorganik), biologis (virus, bakteri, kista) dan
debu radio aktif. Ditempat kerja jenis
debu radio aktif. Ditempat kerja jenis jenis debu ini
jenis debu ini dapa
dapat
t ditem
ditemui
ui
di kegiatan pertanian, pengusaha keramik, batu kapur, batu bata,
di kegiatan pertanian, pengusaha keramik, batu kapur, batu bata,
pengusaha kasur, pasar tradisional, pedagang pinggir jalanan dan
pengusaha kasur, pasar tradisional, pedagang pinggir jalanan dan
lain-lain.
lain-lain.
3.3.
Ambang Batas Debu
Ambang Batas Debu
Ukur
Ukuran
an debu sangat
debu sangat berpe
berpengaru
ngaruh
h terha
terhadap
dap terjad
terjadinya
inya peny
penyakit
akit
pada saluran
pada saluran perna
pernafasan
fasan.
. Dari
Dari hasi
hasil
l pene
penelitian ukuran
litian ukuran terse
tersebut
but
dapat mencapai target organ sebagai berikut :
dapat mencapai target organ sebagai berikut :
a.a.
5-10 mikron
5-10
mikron = akan tertahan
= akan tertahan oleh saluran pern
oleh saluran pernafasan
afasan
bagian atas
bagian atas
b.b.
3-5
3-5 mikron
mikron =
= akan
akan tertahan
tertahan oleh
oleh saluran
saluran pernafasan
pernafasan
bagian tengah
bagian tengah
c.c.
1-3
1-3 mikron
mikron =
= sampai
sampai dipermukaan
dipermukaan alveoli
alveoli
d.d.
0
0,,5
5--0
0,,1
1 m
miik
krro
on
n
=
=
h
hiin
ng
gg
ga
ap
p
d
diip
pe
errm
mu
uk
ka
aa
an
n
alveoli/selaput lendir sehingga menyebabkan vibrosis paru
alveoli/selaput lendir sehingga menyebabkan vibrosis paru
e.e.
0,1-0,5 mikron
0,1-0,5
mikron
=
= melayang
melayang dipermukaan
dipermukaan alveoli.
alveoli.
M
Me
en
nu
urru
ut
t W
WH
HO
O 1
19
99
96
6 u
uk
ku
urra
an
n d
de
eb
bu
u p
pa
arrttiik
ke
el
l y
ya
an
ng
g
membahayakan adalah berukuran 0,1 – 5 atau 10 mikron. Depkes
membahayakan adalah berukuran 0,1 – 5 atau 10 mikron. Depkes
me
meng
ngis
isya
yara
ratk
tkan
an ba
bahw
hwa
a uk
ukur
uran
an de
debu
bu ya
yang
ng me
memb
mbah
ahay
ayak
akan
an
berkisar 0,1 sampai 10 mikron.
berkisar 0,1 sampai 10 mikron.
BerBerdadasarsarkan kan SurSurat at EdaEdaran ran MenMenterteri i TenTenaga aga KerKerja ja nomnomor or : : SE SE--01/MEN/1997 tentang nilai ambang batas (NAB) faktor kimia di udara 01/MEN/1997 tentang nilai ambang batas (NAB) faktor kimia di udara lingkunga
lingkungan kerja, ditetapka NAB n kerja, ditetapka NAB debu adalah 3,00 mg/mdebu adalah 3,00 mg/m33.. 4.
4.
Dampak Pencemaran Udara Oleh Debu
Dampak Pencemaran Udara Oleh Debu
Kesehatan juga dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut
Kesehatan juga dapat menyebabkan gangguan sebagai berikut ::
a.
a.
Ga
Gang
nggu
guan
an es
este
teti
tik
k da
dan
n fi
fisi
sik
k se
sepe
pert
rti
i te
terg
rgan
angg
ggun
uny
ya
a
pe
pema
mand
ndan
anga
gan
n d
dan
an p
pel
elu
unt
ntur
uran
an w
war
arna
na b
ban
angu
guna
nan
n da
dan
n
pengotoran.
pengotoran.
b.b.
Mer
Merusa
usak
k keh
kehidu
idupan
pan tum
tumbuh
buhan
an yan
yang
g ter
terjad
jadi
i aki
akibat
bat
adanya penutupan pori pori tumbuhan sehingga mengganggu
adanya penutupan pori pori tumbuhan sehingga mengganggu
jalannya photosintesis
jalannya photosintesis
c.c.
Merubah iklim global regional maupun internasional
Merubah iklim global regional maupun internasional
d.d.
Menganggu perhubungan/penerbanga
Menganggu perhubungan/penerbangan
n yang akhirnya
yang akhirnya
menganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat
menganggu kegiatan sosial ekonomi di masyarakat
e.e.
Men
Mengan
ganggu
ggu kes
keseha
ehatan
tan man
manus
usia
ia sep
sepert
erti
i timb
timbulny
ulnya
a
iritas
iritasi
i pada mata,
pada mata, alergi
alergi,
, gang
gangguan pernafas
guan pernafasan
an dan kanker
dan kanker
pa
pada
da pa
paru
ru-p
-par
aru.
u. Ef
Efek
ek de
debu
bu te
terh
rhad
adap
ap ke
kese
seha
hata
tan
n sa
sang
ngat
at
ter
tergan
gantun
tung
g pad
pada
a :
: sol
solubi
ubity
ty (mu
(mudah
dah lar
larut)
ut),
, kom
kompos
posisi
isi kim
kimia,
ia,
konsentrasi debu, dan ukuran partikel debu.
konsentrasi debu, dan ukuran partikel debu.
5.
5.
Pengendalian dan Pencegahan
Pengendalian dan Pencegahan
a.a.
Terhadap sumbernya
Terhadap sumbernya
Pengontrolan debu di ruang kerja terhadap sumbernya antara
Pengontrolan debu di ruang kerja terhadap sumbernya antara
lain :
lain :
1)1)
Isolasi sumber agar tidak mngeluarkan debu di ruang
Isolasi sumber agar tidak mngeluarkan debu di ruang
kerja dengan “
kerja dengan “
Local Exhauster”
Local Exhauster”
atau
atau deng
dengan
an melen
melengkap
gkapii
Water Sprayer pada cerobong asap.
Water Sprayer pada cerobong asap.
2)2)
Subtitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang
Subtitusi alat yang mengeluarkan debu dengan yang
tidak mengeluarkan debu.
tidak mengeluarkan debu.
b.b.
Pencegahan terhadap transmisi
Pencegahan terhadap transmisi
1)1)
Memakai metoda basah yaitu, penyiraman lantai dan
Memakai metoda basah yaitu, penyiraman lantai dan
pengeboran basah (Wet Drilling)
pengeboran basah (Wet Drilling)
2)2)
Deng
Dengan
an alat
alat (Scrub
(Scrubber
ber,
, Elect
Electropre
ropresipita
sipitator
tor,
, V
Ventil
entilasi
asi
Umum)
Umum)
c.Antara
Antara lain
lain menggunakan
menggunakan Alat
Alat Pelindung
Pelindung Diri
Diri (APD)
(APD) dengan
dengan
menggunakan masker.
menggunakan masker.
D.
D.
Suhu
Suhu
Su
Suhu
hu ud
udar
ara
a ad
adal
alah
ah uk
ukur
uran
an en
ener
ergi
gi ki
kine
neti
tik
k ra
rata
ta–r
–rat
ata
a da
dari
ri
pergerakan molekul–molekul. Suhu suatu benda ialah keadaan yang
pergerakan molekul–molekul. Suhu suatu benda ialah keadaan yang
me
mene
nent
ntuk
ukan
an ke
kema
mamp
mpua
uan
n be
bend
nda
a te
ters
rseb
ebut
ut,
, un
untu
tuk
k me
memi
mind
ndah
ahka
kan
n
(tra
(transf
nsfer)
er) pan
panas
as ke
ke ben
benda–
da–ben
benda
da lai
lain
n ata
atau
u me
mener
nerima
ima pan
panas
as dar
darii
benda–benda lain tersebut. Panas adalah energi yang dipindahkan
benda–benda lain tersebut. Panas adalah energi yang dipindahkan
dari suatu obyek ke obyek lainnya karena adanya perbedaan suhu.
dari suatu obyek ke obyek lainnya karena adanya perbedaan suhu.
K
Ke
ep
pu
uttu
us
sa
an
n
M
Me
en
ntte
erri
i
K
Ke
es
se
eh
ha
atta
an
n
R
Re
ep
pu
ub
blliik
k
IIn
nd
do
on
ne
es
siia
a
n
no
om
mo
or
r
1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang persyaratan kesehatan lingkungan
1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang persyaratan kesehatan lingkungan
kerja perkantoran dan industri
kerja perkantoran dan industri suhu : 18 – 28
suhu : 18 – 28
00C.
C.
Da
Dala
lam
m si
sist
stem
em du
dua
a be
bend
nda,
a, be
bend
nda
a y
yan
ang
g ke
kehi
hila
lang
ngan
an pa
pana
nas
s
di
dik
kat
atak
akan
an be
ben
nd
da
a y
yan
ang
g b
ber
ers
suh
uhu
u le
lebi
bih
h ti
ting
nggi
gi.
. M
Mac
aca
am-
m-ma
mac
ca
am
m
perpindahan panas, yaitu :
perpindahan panas, yaitu :
a.
a.
Konduksi
Konduksi
Perpindahan panas dari suatu molekul ke molekul lain
Perpindahan panas dari suatu molekul ke molekul lain
di sekitarnya.
di sekitarnya.
b.
b.
Konveksi
Konveksi
Perpindahan panas yang disebabkan gerakan molekul
Perpindahan panas yang disebabkan gerakan molekul
yang mempunyai energi lebih tinggi.
yang mempunyai energi lebih tinggi.
c.
c.
Radiasi
Radiasi
Perpindahan panas oleh gelombang elektromagnetik.
Perpindahan panas oleh gelombang elektromagnetik.
S
Su
uh
hu
u p
pa
ad
da
a u
umu
mum
mny
nya
a d
diia
art
rtiik
ka
an
n s
se
eb
ba
ag
ga
ai
i b
be
es
sa
ara
ran
n y
ya
an
ng
g
menyatakan derajat panas dinginnya suatu benda. Skala suhu yang
menyatakan derajat panas dinginnya suatu benda. Skala suhu yang
bi
bias
asa
a di
digu
guna
naka
kan
n di
dian
anta
tara
rany
nya
a Ce
Celc
lciu
ius,
s, Fa
Fahr
hren
enhe
heit,
it, da
dan
n Ke
Kelv
lvin
in..
Gangguan kesehatan akibat suhu yang tidak baik adalah :
Gangguan kesehatan akibat suhu yang tidak baik adalah :
--
Heat exhaution
Heat exhaution
a.
a.
Skin disorder
Skin disorder
--
Prickly heat
Prickly heat
b.
b.
Psychonneurotic disorder
Psychonneurotic disorder
--
Heat fatique
Heat fatique
--
Tropica
Tropical
l fatique
fatique
E.
E.
Kebisingan
Kebisingan
1.1.
Pengertian Kebisingan
Pengertian Kebisingan
Kebis
Kebisingan adalah
ingan adalah buny
bunyi
i yang
yang tidak dikehend
tidak dikehendaki
aki karen
karena
a
tid
tidak
ak ses
sesuai
uai den
dengan
gan kon
kontek
teks
s rua
ruang
ng dan
dan wa
waktu
ktu seh
sehing
ingga
ga da
dapat
pat
menim
menimbulka
bulkan
n gang
gangguan
guan terha
terhadap
dap keny
kenyamana
amanan
n dan
dan kese
kesehatan
hatan
man
manusi
usia
a (Sa
(Sason
songko
gko,
, 200
2000).
0). Def
Defini
inisi
si lai
lain
n dar
dari
i keb
kebisi
isinga
ngan
n ada
adalah
lah
bu
buny
nyi
i y
yang
ang di
dide
deng
ngar
ar se
seba
baga
gai
i ra
rang
ngsa
sang
ngan
an-ra
-rang
ngsa
sang
ngan
an pa
pada
da
tel
teling
inga
a ole
oleh
h get
getara
aran-g
n-geta
etaran
ran mel
melalu
alui
i med
media
ia ela
elasti
stis
s man
manaka
akala
la
bu
buny
nyi-
i-bu
buny
nyi
i te
ters
rseb
ebut
ut ti
tida
dak
k di
diin
ingi
gink
nkan
an (S
(Sum
uma’
a’mu
murr,
, 19
1996
96).
).
Ke
Kebis
bisin
inga
gan
n ad
adal
alah
ah te
terj
rjad
adiny
inya
a bu
buny
nyi
i ya
yang
ng ti
tida
dak
k di
dike
kehe
hend
ndak
akii
s
se
ehi
hin
ngg
gga
a
me
meng
ngga
gan
ng
ggu
gu
at
ata
au
u
me
mem
mba
bah
hay
ayak
aka
an
n
k
kes
eseh
ehat
atan
an
(Kepmenkes RI
(Kepmenkes RI No.261/MENKES/SK/1
No.261/MENKES/SK/11/1998). Kebisingan
1/1998). Kebisingan adalah
adalah
suara-suara yang tidak dikehendaki bagi manusia. Kualitas suatu
suara-suara yang tidak dikehendaki bagi manusia. Kualitas suatu
bu
bunyi
nyi dit
ditent
entuka
ukan
n ole
oleh
h fre
frekue
kuensi
nsi dan
dan int
intens
ensita
itasny
snya
a (Su
(Suma’
ma’mur
mur,,
19
1996
96:5
:57)
7).
. Fr
Frek
ekue
uens
nsi
i di
diny
nyat
atak
akan
an da
dala
lam
m ju
jumla
mlah
h ge
geta
tara
ran
n pe
per
r
detik/Hertz (Hz). Suatu kebisingan terdiri dari campuran sejumlah
detik/Hertz (Hz). Suatu kebisingan terdiri dari campuran sejumlah
ge
gelo
lomb
mban
ang-
g-ge
gelo
lomb
mban
ang
g se
sede
derh
rhan
ana
a da
dari
ri be
bera
rane
neka
ka fr
frek
ekue
uens
nsi.
i.
Intensitas atau arus energi per
Intensitas atau arus energi per satuan luas yang dinyatakan dalam
satuan luas yang dinyatakan dalam
desi
da
dasa
sar
r 0,
0,00
0002
02 dy
dyne
ne/c
/cm2
m2 y
yai
aitu
tu ke
keku
kuat
atan
an da
dari
ri bu
buny
nyi
i de
deng
ngan
an
fre
freku
kuens
ensi
i 100
1000
0 Hz
Hz yan
yang
g tep
tepat
at did
dideng
engar
ar ole
oleh
h tel
teling
inga
a man
manusi
usia,
a,
dinyatakan dengan rumus :
dinyatakan dengan rumus :
SPL = 20
SPL = 20
1010log
log
pPo
pPo
Dengan:
Dengan:
SPL (Sound Pressure Level) = arus tekanan suara (dB)
SPL (Sound Pressure Level) = arus tekanan suara (dB)
p
p =
= tegangan
tegangan suara
suara yang
yang bersangkutan
bersangkutan (Pa)
(Pa)
po = tegangan suara standar (0,0002
po = tegangan suara standar (0,0002 dyne/cm2 = 2x10
dyne/cm2 = 2x10
-5-5Pa)
Pa)
(Dwi P. Sasongko, dkk, 2000:3).
(Dwi P. Sasongko, dkk, 2000:3).
Telinga manusia mampu mendengar frekuensi-frekuensi diantara
Telinga manusia mampu mendengar frekuensi-frekuensi diantara
16 -20.000 Hz.
16 -20.000 Hz.
2.
2.
Pengukuran Kebisingan
Pengukuran Kebisingan
Pengukuran kebisingan dilakukan untuk memperoleh data
Pengukuran kebisingan dilakukan untuk memperoleh data
ke
kebis
bising
ingan
an di
di pe
perus
rusaha
ahaan
an ata
atau
u dim
dimana
ana sa
saja
ja dan
dan me
mengu
nguran
rangi
gi
ti
ting
ngka
kat
t ke
kebi
bisi
sing
ngan
an te
ters
rseb
ebut
ut se
sehi
hing
ngga
ga ti
tida
dak
k me
meni
nimb
mbul
ulka
kan
n
ga
gang
nggu
guan
an (S
(Sum
uma’
a’mu
murr,
, 19
1996
96).
). Al
Alat
at y
yan
ang
g di
digu
guna
naka
kan
n da
dala
lam
m
peng
pengukura
ukuran
n kebi
kebisinga
singan
n adala
adalah
h
So
Soun
und
d Le
Leve
vel
l Me
Mete
ter
r (S
(SLM
LM))
dan
dan
N
Noise Dosimeter
oise Dosimeter (Tambunan, 2005:75).
(Tambunan, 2005:75).
Sound Level Meter
Sound Level Meter adalah
adalah
al
alat
at pe
peng
nguk
ukur
ur le
leve
vel
l ke
kebi
bisi
sing
ngan
an,
, al
alat
at in
ini
i ma
mamp
mpu
u me
meng
nguk
ukur
ur
kebisingan
kebisingan di antara 30-130 dB dan frekuensi-frekuensi dari 20-
di antara 30-130 dB dan frekuensi-frekuensi dari
20-20.000 Hz (Suma’mur,
20.000 Hz (Suma’mur, 1996).
1996).
Noise
Noise Dosim
Dosimeter
eter
adalah alat yang
adalah alat yang
digunakan untuk memonitor dosis kebisingan
digunakan untuk memonitor dosis kebisingan yang telah dialami
yang telah dialami
oleh seorang pekerja (Benjamin, 2005)
oleh seorang pekerja (Benjamin, 2005)
3.
Jenis kebisingan yang sering dijumpai menurut Suma’mur P. K.
Jenis kebisingan yang sering dijumpai menurut Suma’mur P. K.
(1996), yaitu :
(1996), yaitu :
a.a.
Kebisingan yang kontinyu dengan spektrum frekuensi
Kebisingan yang kontinyu dengan spektrum frekuensi
yang luas (
yang luas (steady state wide band noise)
steady state wide band noise)
b.b.
Ke
Kebi
bisi
sing
ngan
an ko
kont
ntiny
inyu
u de
deng
ngan
an sp
spek
ektru
trum
m fr
frek
ekue
uens
nsii
sempit (
sempit (steady state narrow band noise
steady state narrow band noise))
c.
c.
Kebisingan terputus-putus (
Kebisingan terputus-putus (intermittent
intermittent
))
d.d.
Kebisingan impulsif (impact or impulsive noise
Kebisingan impulsif (
impact or impulsive noise))
e.e.
Kebisingan impulsif berulang.
Kebisingan impulsif berulang.
4.4.
Sumber Bising
Sumber Bising
Sumber kebisingan dapat diidentifikasi jenis dan bentuknya.
Sumber kebisingan dapat diidentifikasi jenis dan bentuknya.
Kebisingan yang berasal dari berbagai peralatan memiliki tingkat
Kebisingan yang berasal dari berbagai peralatan memiliki tingkat
ke
kebi
bisi
sing
ngan
an ya
yang
ng be
berb
rbed
eda
a da
dari
ri su
suat
atu
u mo
mode
del
l ke
ke mo
mode
del
l la
lain
in
(S
(Sa
as
son
ong
gko
ko,
,
2
200
000)
0).
.
Pr
Pros
oses
es
pe
p
emo
moto
tong
ngan
an
s
sep
epe
ert
rti
i
p
pro
ros
ses
es
penggergajian kayu merupakan sebagian contoh bentuk benturan
penggergajian kayu merupakan sebagian contoh bentuk benturan
anta
antara
ra alat kerja
alat kerja dan benda
dan benda kerja yang
kerja yang menim
menimbulka
bulkan
n kebis
kebisingan
ingan..
P
Pe
eng
nggu
gun
naa
aan
n ge
gerg
rgaj
aji
i b
bun
und
da
ar
r da
dap
pat
at me
meni
nimb
mbul
ulka
kan
n ti
ting
ngk
ka
att
kebisingan antara 80-120 dB (Tambunan, 2005). Kebisingan di
kebisingan antara 80-120 dB (Tambunan, 2005). Kebisingan di
bagian moulding perum perhutani berasal dari penggunaan mesin
bagian moulding perum perhutani berasal dari penggunaan mesin
dalam proses produksi seperti gergaji mesin 115 dB, bor listrik 88
dalam proses produksi seperti gergaji mesin 115 dB, bor listrik 88
dB, dan mesin-mesin lain (Tambunan, 2005)
dB, dan mesin-mesin lain (Tambunan, 2005)
5.5.
Nilai Ambang Batas (NAB)
Nilai Ambang Batas (NAB)
Nilai Ambang Batas (NAB)
Nilai Ambang Batas (NAB) adala
adalah
h stand
standar
ar fakto
faktor
r temp
tempat
at kerja
kerja
yang dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit
yang dapat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit
ata
atau
u gan
ganggu
gguan
an kes
keseha
ehatan
tan da
dalam
lam pek
pekerj
erjaan
aan seh
sehari-
ari-har
hari
i unt
untuk
uk
w
wak
aktu
tu ti
tida
dak
k me
mele
lebi
bihi
hi 8
8 ja
jam
m se
seha
hari
ri at
atau
au 40
40 ja
jam
m se
semi
ming
nggu
gu
(KE
(KEPME
PMENAK
NAKER
ER No.
No. Kep
Kep-51
-51 MEN
MEN/19
/1999)
99).
. NAB
NAB keb
kebisi
isinga
ngan
n di
di
temp
nil
nilai
ai rat
rata-r
a-rata
ata,
, yan
yang
g mas
masih
ih dap
dapat
at dit
diteri
erima
ma ten
tenaga
aga ker
kerja
ja tan
tanpa
pa
mengakibatkan hilangnya daya dengar yang menetap untuk waktu
mengakibatkan hilangnya daya dengar yang menetap untuk waktu
ke
kerj
rja
a te
teru
rus-
s-me
mene
neru
rus
s ti
tida
dak
k le
lebi
bih
h da
dari
ri 8
8 ja
jam
m se
seha
hari
ri da
dan
n 40
40 ja
jam
m
s
se
emi
min
ng
gg
gu
u
((B
Bu
ud
dio
ion
no
o,
,
2
20
00
03
3)).
.
N
Nil
ila
ai
i
a
am
mb
ba
an
ng
g
b
ba
atta
as
s
y
yan
ang
g
dip
diperb
erbole
olehka
hkan
n unt
untuk
uk keb
kebisi
isinga
ngan
n ial
ialah
ah 85
85 dBA
dBA,
, sel
selama
ama wak
waktu
tu
pemaparan 8 jam berturut-turut.
pemaparan 8 jam berturut-turut.
Ber
Beriku
ikut
t ad
adala
alah
h ped
pedoma
oman
n pem
pemapa
aparan
ran terh
terhada
adap
p ke
kebis
bising
ingan
an
(N
(NAB
AB Ke
Kebi
bisi
sing
ngan
an)
) be
berd
rdas
asar
ark
kan
an la
lamp
mpir
iran
an Ke
Kepu
putu
tusa
san
n Me
Ment
nter
erii
Kese
Kesehatan
hatan No.
No. 1405/
1405/Menk
Menkes/SK
es/SK/XI/20
/XI/2002
02 tenta
tentang
ng Nilai Ambang
Nilai Ambang
Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja .
Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja .
T
Tabel 1.
abel 1. Intensitas Kebisingan di Ruang
Intensitas Kebisingan di Ruang Kerja
Kerja
No.
No.
Tingkat Kebisingan
Tingkat Kebisingan
(dBA)
(dBA)
Pemaparan
Pemaparan
Harian
Harian
1
1..
8
85
5
8
8
jja
am
m
2
2..
8
88
8
4
4
jja
am
m
3
3..
9
91
1
2
2
jja
am
m
4
4..
9
94
4
1
1
jja
am
m
5
5..
9
97
7
3
30
0
m
me
en
niitt
6
6..
1
10
00
0
1
15
5
m
me
en
niitt
Sumber :
Sumber : Kepmenkes No. 1405/Menkes/SK/XI/2002
Kepmenkes No. 1405/Menkes/SK/XI/2002
6.6.