PENELITIAN ILMIAH:
TEORI DAN APLIKASI TEKNIS
Associate Prof Rifki Ismal, PhD
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta 1
Metodologi dan Metode Riset
3
METODOLOGI Vs METODE RISET
Metodologi Riset:
Sudut pandang kita terhadap suatu topik/objek penelitian.
Terdiri dari 2 jenis: metodologi kuantitatif dan metodologi kualitatif, dan harus ditentukan 1 dari 2.
Metodologi kualitatif: pandangan kualitatif suatu penelitian terhadap suatu topik/objek yang diteliti.
Contoh:
o Faktor-faktor penyebab rendahnya pangsa pasar bank
syariah
o Perbandingan kinerja bank syariah dan bank konvensional o Model-model bank syariah.
Metodologi kuantitatif: pandangan kuantitatif suatu penelitian terhadap suatu topik/objek yang diteliti.
o Formula rasio bagi hasil yang ideal
o Mengukur Index risiko kredit bank syariah o Imbalan simpanan maksimal bank syariah
4
METODOLOGI Vs METODE RISET
Metode Riset:
Alat ukur/alat analisa yang digunakan untuk meng-exercise topik/objek penelitian.
Terdiri dari 3 jenis: metode kuantitatif dan metode kualitatif dan metode gabungan, harus dipilih;
Metode kualitatif: Alat ukur/alat kualitatif yang digunakan untuk meng-exercise topik/objek penelitian.
Contoh:
o Analisa perbandingan operasional bank o Tren naik/turun suatu indikator
o Analisa pencapaian industri / kinerja perusahaan. o Opini pakar/ pandangan publik
Metode kuantitatif: Alat ukur/alat kuantitatif yang
digunakan untuk meng-exercise topik/objek penelitian.
o Model ekonometri o Formula matematika
5
METODOLOGI Vs METODE RISET
“Saya ingin ke Bandung”..metodologi ..
Ke bandung naik bus, travel, kereta api, mobil sendiri, dll….metode
Faktor-faktor penyebab turunnya laba bank….metodologi..
Model dinamis, regresi OLS, VAR, VECM, survey ilmiah, wawancara, dll…metode…
Formula bagi hasil yang ideal di bank syariah…metodologi…
Teori peluang, optimasi dinamis, wawacara, dll..metode
Model-model bisnis bank syariah..metodologi….
Perbandingan model di indonesia dan malaysia, studi literatur, wawancara, FGD, survey, dll…metode.
Penelitian Ilmiah
7
HAKIKAT PENELITIAN ILMIAH
Di semua level:
Berawal dari masalah dan akan memecahkan masalah.
Tidak hanya menjelaskan namun melakukan analisa dengan alat analisa
Ditulis dengan tata cara/kaidah penulisan ilmiah yang standar.
Di level S1 dan S2:
Masalah penelitian yang khusus, spesifik dan jelas (S1)
Dibatasi dengan asumsi-asumsi (S1)
Dilakukan analisa yang mendalam, detail, terstruktur dan dengan alur penjelasan yang jelas (S2)
Di level S3: level S2 +….
Masalah yang khusus tapi sangat penting
Menemukan suatu konsep, strategi, pendekatan baru
Menemukan suatu teori, formula baru
PERTIMBANGAN DALAM MENYUSUN KARYA ILMIAH
1.
Peneliti berminat dan tertarik untuk
meneliti masalah/topik penelitian
2.
Pembimbing mempunyai keahlian di
bidang/topik yang diteliti
3.
Data dan informasi tersedia atau dapat
diupayakan
4.
Dapat diselesaikan dalam waktu yang
PERBEDAAN JENIS KARYA TULIS
9
Issues Journal Artikel Koran Buku Isi Riset/Kajian ilmiah Berita/cerita
/penjelasan
Penjelasan
Proses Review Pakar/peer group di bidangnya Editor koran Editor
buku/penerbit
Kontribusi pengetahuanbagi ilmu Bagi publik umum Bagi publik
umum Tata Cara Penulisan Bahasa Akademik dan Formal Bahasa informal, gaul, digemari publik Bahasa Formal, gaul, digemari publik
Bobot Kuotasi diutamakanSangat Tidak terlalu diutamakan Diutamakan Apresiasi
Akademik
Sangat tinggi Tidak ada bobotnya (LN)
LEVEL PERISET/AKADEMISI
1. Editor Journal International (Peer
Group Member)
2. Penulis Journal international, buku
international
3. Penulis paper di event international
(seminar, conference, dll)
4. Penulis artikel koran, majalah,
buletin (lokal).
4 3 2 1
Karya Ilmiah di Level Akademik
PROSES PENULISAN KARYA ILMIAH
1. Berawal dari masalah yang terjadi di “lapangan”.
2. Menggunakan metodologi dan metode ilmiah untuk
menganalisa dan memecahkan masalah tersebut.
3. Sesuai dengan penulisan ilmiah internasional a) Menggunakan literatur terkini (5 th terakhir).
b) Menggunakan kaidah dan format bahasa akademik
yang standar: panjang pendek paragraf, kuotasi, penggunaan italic, link antar paragraf, warna
c) Proporsi setiap bagian yang proporsional
d) Bukan gaya penulisan buku atau tulisan artikel di
koran dan bukan gaya penulisan pidato/sambutan
e) Untuk penulisan internasional menggunakan gaya
bahasa Inggris yang standar, ilmiah dan bukan bahasa Indonesia yang di-inggris-kan
f) Tidak ada plagiarism
4. Hubungan antara bagian dan output akhir yang
1. BERAWAL DARI MASALAH
Berawal dari masalah yang terjadi di “lapangan”.
• Spesifik di industri, ekonomi, tertentu di suatu daerah, lokasi tertentu (S1)
Rendahnya penjualan sepatu di bogor; inefisiensi BMT di indramayu.
• Spesifik di banyak industri, sektor ekonomi, di suatu
negara/wilayah tertentu (S2)
Minimnya dukungan pemerintah Indonesia terhadap perkembangan bank syariah;
terbatasnya simpanan bank syariah, dll
• Spesifik di banyak negara (masalah latent) yang bertahun-tahun tidak pernah terpecahkan (S3)
Rendahnya investment based financing di bank syariah; kecilnya pangsa pasar bank syariah; belum adanya index benchmark untuk pricing bank syariah, dll
1. BERAWAL DARI MASALAH
Berawal dari masalah yang terjadi di “lapangan”.
• Masalah yang dipilih harus “masuk” logika ekonomi dan
tidak hanya mengedepankan aspek kuantitatif
(penggunaan alat) saja. Contoh topik karya ilmiah:
• Pengaruh krisis ekonomi dunia bagi konsumsi rumah tangga di tasikmalaya. Secara logika, sangat jauh pengaruh krisis ekonomi dunia kepada ekonomi tasikmalaya apalagi pola konsumsinya.
• Pengaruh kebijakan moneter syariah bagi pembiayaan UMKM bank syariah. Kebijakan moneter bukan untuk mengatur pembiayaan UMKM lagi pula alokasi dana bank syariah di instrumen moneter sangat sedikit.
• Model VAR untuk melihat faktor-faktor yang
mempengaruhi pembiayaan konstruksi perbankan syariah. Ini tidak perlu karena bank syariah belum berorientasi ke pembiayaan konstruksi.
1. BERAWAL DARI MASALAH
Untuk paper akademik (journal international).
• Tujuan penulisan paper (untuk memecahkan masalah) tidak secara terpisah/spesifik ditulis di paper namun tercantum di dalam alur penjelasan (latar belakang) paper.
• Pertanyaan penelitian (terkait masalah) tidak spesifik
ditulis, terpisah, namun tercantum di salah satu paragraf saja.
• (i) Hipotesa penelitian, (ii) batasan masalah (terkait masalah), (iii) kerangka berpikir, tidak perlu ditulis di paper.
• Bukan deskriptif, c/ peran bank syariah di pertanian, dst tapi analitis c/ mekanisme bagi hasil ideal di akad
pertanian.
• Metodologi dan metode penelitian tidak perlu ditulis/dimuat secara khusus di paper journal.
1. MASALAH DST
Untuk paper akademik (journal international).
• Keterbatasan penelitian juga tidak perlu ditulis di paper journal.
• Judul paper journal itu simple tanpa mencantumkan teknik analisa, periode analisa, hasil yang diharapkan, dll
• Tidak perlu mencantumkan ucapan terima kasih di akhir paper journal.
2. PENGGUNAAN METODOLOGI/METODE
Skripsi
Penelitian ilmiah di level S1 (sederajat) menggunakan metodologi dan metode penelitian yang hanya sebatas
menggunakan model/teori/pendekatan yang sudah ada.
Thesis
Penelitian ilmiah di level S2 menggunakan metodologi dan metode penelitian yang menggunakan
model/teori/pendekatan yang sudah ada + eksplorasi
teori/model/pendekatan dan analisa ilmiah dari objek penelitian.
Disertasi
Penelitian ilmiah di level S3 menggunakan metodologi dan metode penelitian untuk memecahkan masalah
dengan pendekatan ilmiah dan tujuan akhir menemukan
teori/model/pendekatan baru yang membuka tabir ilmu pengetahuan.
3A. PENULISAN ILMIAH INTERNATIONAL
1. Literatur utama untuk penelitian (urut ranking): Text book asing dari penerbit international:
McGraw hill, Prentice Hall, John wiley & sons, dll
Journal international dari penerbit ternama seperti Emerald, IMF, Thunderbird, Springer, John Wiley and sons, dll.
Text book lokal dari penerbit ternama: gramedia, lembaga pemerintah, universitas ternama
Journal lokal
Artikel koran, slide presentasi, wikipedia (less preferred).
2. Pemilihan literatur:
Terbitan tahun-tahun terkini (5 th terakhir).
Penulis ternama: pemenang nobel, ekonom terkemuka, begawan ekonomi, founding father ekonomi syariah, dll.
3A. PENULISAN ILMIAH INTERNATIONAL
1. Gunakan series data yang terkini dan jangan
menggunakan data lama (lebih dari 2 th) yang lalu.
2. Gunakan panjang series yang signifikan misalnya data bulanan di atas 5 tahun atau data tahunan selama 50 tahun terakhir.
3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA
1. Satu halaman tidak berisi hanya satu paragraf. Ingat definisi paragraf adalah kumpulan kalimat. Panjang paragraf proporsional dan sesuai.
2. Judulnya simple tanpa mencantumkan teknik analisa,
periode analisa, hasil yang diharapkan, dll (international standard )
3. Syarat penggunaan kuotasi:
o Apabila suatu yang unik (khas, spesifik) o Apabila hasil penelitian
o Apabila tidak diketahui umum.
3. Huruf miring (italic) digunakan untuk istilah asing. 4. Jangan hanya satu anak kalimat, contoh:
o Kemana arah bunga tak diketahui. o Yaitu, bunga majemuk di setiap bank.
o Adalah suatu kewajiban ulama untuk mendidik
umatnya.
o Merupakan niat yang baik untuk taat membayar
3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA
1. Gunakan: Tabel, Grafik, Skema, Matrix, Gambar
Untuk mendukung penulisan karya ilmiah. Tulisan yang terlalu panjang akan membuat bosan dan
kurang menarik pembaca. Pemahaman terhadap isi juga semakin mudah ketika kajian/analisa di rangkum dalam skema, gambar, dll.
2. Gunakan/jelaskan formula, untuk menjelaskan
perhitungan yang dilakukan
3. Tidak perlu menjelaskan/dimulai dari arti (asal usul)
suatu kata, misalnya kredit berasal dari kata credere; akad adalah; bank adalah; dst
4. Kecuali topiknya ttg fiqh (syariah), kutipan Quran,
Hadist ttg hukum Islam (riba, gharar, dll) tidak perlu dijelaskan, sudah jadi pengetahuan umum.
5. Di bagian pendahuluan atau latar belakang tidak perlu
dicantumkan grafik, tabel, dll tapi dicantumkan di bagian analisa saja. Termasuk juga kutipan-kutipan, nanti dimasukkan di bab literature reivew.
3B. KAIDAH DAN FORMAT BAHASA
1. Sumber grafik, table, dll, apabila itu karya penulis
sendiri, tidak perlu ditulis “sources: author’s own, dst, dihilangkan saja.
2. Di abstrak tidak perlu ditulis: rumus, kuotasi, tapi
isinya secara singkat mencantumkan: maksud penelitian, analisa yang dilakukan, hasil yang ditemukan dan kontribusi bagi pengetahuan.
3. Jangan digunakan kata “saya, kami, dst” tapi
menggunakan kalimat pasif atau menggunakan kata “paper ini, thesis ini, dst”.
4. Di bagian analisa jangan dicantumkan lagi
rujukan-rujukan (kuotasi), ini “wilayah” bebas penulis menuangkan hasil penelitiannya.
5. Kalimat awal atau pembuka di karya ilmiah jangan
terlalu “jauh” misalnya judul karya ilmiah: Model bank syariah ideal di Indonesia. Kalimat pembukanya: bank berasal dari kata…..di jaman yunani yang berarti….
1. Halaman pendahuluan/latar belakang tidak banyak dan
berisi:
o Kalimat pengantar
o Masalah penting yang akan dianalisa (tidak detail) dan tidak
keseriusannya.
o Maksud/tujuan kajian ilmiah (skripsi, thesis, disertasi, paper
journal, dll).
2. Studi literatur lebih panjang dari pendahuluan namun
wajib tidak melebihi bagian analisa.
3. Analisa berisi:
o Assessment (mengkaji) masalah dengan alat-alat o Temuan-temuan analisa
o Analisa komprehensif.
paling panjang dan merupakan inti karya ilmiah
4. Output penelitian, kelanjutan analisa namun lebih
ringkas
5. Kesimpulan tidak panjang karena memuat inti
penelitian
3D. GAYA PENULISAN
1. Tidak menggunakan kata-kata koran atau non formal
seperti:
Spekulasi merepotkan regulator bank
Kebijakan ini cocok diterapkan di Indonesia
Operasi bank kayak ini tidak sesuai etika
Hasil begitu akan mengganggu proyeksi
Bisnisnya menggurita di seluruh daerah
Bank syariah sudah menjamur di Indonesia.
Kondisi ini ngga sesuai dengan ekonomi Indonesia
Suku bunga yang meroket mengancam ekonomi.
Pengunjung yang membludak di bank tersebut.
Kesimpulan ini mengerucut kepada satu kata.
Kebijakan pemerintah menganaktirikan sektor UMKM
Walhasil, riset ini menemukan.
Kondisi inilah yang menyebabkan kegagalan bank.
3D. GAYA PENULISAN
Bagian atas telah menyinggung topik
Sektor pertanian mendapat jatah kecil dari pemerintah
Sangatlah ideal menggunakan keuangan syariah.
Justru nasabah yang bersusah payah.
Kenyataan ini notabene merupakan perilaku bankir.
Metode ini bisa disejajarkan dengan metode ilmiah.
Dinar layak dipertimbangkan sebagai mata uang.
Entah menggunakan kontrak atau tidak.
1. Tidak menggunakan bahasa koran atau non formal
seperti:
Inflasi ibarat hantu bagi perekonomian
Bank konvensional terkapar setelah diterjang resesi ekonomi.
Bunga yang tinggi memukul sektor riil
Fluktuasi mata uang mematahkan ekonomi kapitalis
Kinerja bank syariah menepis keraguan terhadap konsep syariah dalam ekonomi.
Redenominasi membuat galau para pedagang sehingga melabrak pemilik kios.
Pertandingan berakhir dengan skor kacamata.
Kerjasama bank induk dan unit usaha syariah ibarat ibu dan anak.
Kepercayaan publik mulai terkikis karena krisis moneter
Rapat dewan moneter menemui jalan buntu.
Berkaca dari bank syariah malaysia
Bank Muamalat Indonesia memiliki umur lebih lama yaitu 21 tahun
Lembaga keuangan non bank dalam hal ini lembaga keuangan mikro yang sudah banyak menjamah
kelompok miskin.
Apabila dana haji ditempatkan di bank syariah, bank syariah akan kebanjiran likuiditas.
Haji yang notabene merupakan ibadah harus dilakukan secara syariah termasuk penempatan dananya.
Dana wakaf bakal terus berkembang.
3D. GAYA PENULISAN
Tidak menggunakan gaya bahasa pidato/ceramah/kata
sambutan seperti:
Menurut saya, model bisnis yang baik…dst
Di Indonesia terdapat 11 bank syariah. Fokus pembiayaan mereka kepada UMKM
Pertama-tama kajian ini menganalisa….dst
Saya merekomendasikan bank syariah untuk selalu meningkatkan kinerjanya...dst
Di bab 2 kami melakukan analisa terhadap neraca….dst.
Hasil analisa menyadarkan kita bahwa bank syariah masih tumbuh lambat.
Sudah sepantasnya pemerintah memperhatikan bank
syariah.
Tidak bisa dipungkiri, bank syariah paling ideal.
3D. GAYA PENULISAN
Menggunakan kata penghubung agar setiap kalimat dan paragraf menjadi satu kesatuan analisa yang terstruktur dan menarik dibaca seperti:
Bank syariah terdiri dari beberapa bentuk yaitu bank umum syariah (BUS), unit usaha syariah (UUS) dan
bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS). Bank syariah adalah bank yang berdiri sendiri (independent) dan
beroperasi sesuai prinsip-prinsip dan kontrak-kontrak syariah. UUS adalah unit khusus di bank konvensional yang menyediakan layanan syariah. BPRS adalah bank dengan operasi khusus dan spesifik beroperasi hanya diwilayah tertentu.
Gunakan kata, sementara itu, selain itu, oleh karena itu, Namun demikian, dst.
1. Bahasa Inggris standar dan bukan bahasa Indonesia
yang di-inggris-kan seperti:
• Application of Islamic economics to make stable
Indonesian economy.
• Islamic banking will little by little improve the banking system.
• The writer is interested in writing this topic.
• The magnitude of potential microbanking market
makes many banks and other financial institutions
to make profits.
• Sukuk instrument in Indonesia has become growing popular
2. Pilih salah satu: Inggris British atau Inggris amerika: • Centre (UK) atau Center (american)
• Colour (UK) atau Color (american)
3. Tidak ada plagiat:
• Setiap kutipan utuh ditulis terpisah.
• Ucapan pihak ketiga ditulis sumbernya
• Data pihak ketiga ditulis sumbernya
4. Nama-nama penulis di daftar pustaka tidak
mencantumkan gelar apa pun.
1. Pertanyaan penelitian selayaknya berawalan
“bagaimana” atau “mengapa” contoh:
• Bagaimana strategi meningkatkan pangsa pasar bank syariah?
• Mengapa mudarabah masih kurang populer?
2. Hipotesa ditulis dengan pertimbangan utama harus
menjadi fokus analisa karena hipotesa ini wajib dijawab di akhir penelitian.
3. Berpikir dari masalah akan membimbing kita untuk
menulis apa hipotesa yang harus ditulis.
1. Pendahuluan merupakan awal yang menjelaskan
masalah, maksud dan tujuan kajian ilmiah, dll
2. Isi merupakan assessment, analisa, simulasi atau
upaya untuk memecahkan masalah. Manfaat penelitian tidak perlu ditulis di paper ilmiah (journal).
3. Output adalah temuan atau hasil kajian yang dikaitkan
dengan studi literatur, maksud dan tujuan penulisan, saran, dll.
4. Kesimpulan yang memuat ringkasan penelitian,
kontribusi penelitian bagi ilmu pengetahuan (disertasi), penelitian ke depan, dll.
KISARAN PROPORSI
Latar belakang (5% dari total halaman)
Studi literatur (15% dari total halaman)
Kesimpulan (10% dari total halaman) Analisa dan temuan (70% dari total halaman)
1. Maksimal antara 10-15 halaman. Lebih dari itu jarang
ada journal internasional yang memperkenankan.
2. Isi merupakan hasil assessment, analisa, simulasi atau
upaya untuk memecahkan masalah. Sehingga, isi mendominasi paper journal.
3. Output adalah temuan atau hasil kajian. Bahkan output
merupakan temuan bagi ilmu pengetahuan dan
membuka tabir pengetahuan termasuk memecahkan masalah “klasik” yang selama ini belum terpecahkan.
4. Kesimpulan yang memuat ringkasan penelitian.
Lampiran
JOURNAL INTERNATIONAL SYARIAH
• Review of Islamic Economics (MIHE) - England.• Journal of Islam and Middle Eastern Finance (Emerald)
• Journal of Islamic Accounting and Business Research (Emerald). • Journal of Islamic Marketing (Emerald).
• Humanomics, International Journal of System and Ethics (Emerald). • Studies in Economics and Finance (Emerald).
• British Accounting Review.
• Thunderbird International Business Review (Elsevier).
• Journal of Economics and Administrative Sciences (Emerald) • International Journal of Commerce and Management (Emerald) • Australian Journal of Islamic Banking and Finance (Emerald) • Journal of Qualitative Research in Financial Markets (Emerald) • Journal of Islamic Finance (IIUM – Malaysia)
• Journal of Islamic Economics, Banking and Finance (IBTRA) • ISRA International Journal of Islamic Finance (Malaysia)
• Kyoto Bulletin of Islamic Area Studies, Kyoto University (Japan) • IRTI Journal of Islamic Economic Studies (IDB)
PENERBIT INTERNATIONAL SYARIAH
• John Wiley and Sons• Edward Elgar • Edinburgh Press, • Oxford Press • Lambert • Edinburgh Press • Emerald • Pelanduk (malaysia) • CERT (malaysia)
LEMBAGA INTERNATIONAL SYARIAH
• International Financial Services Board
• Accounting Auditing Organization for
Islamic Financial Institution
• International Islamic Financial Market
• International Islamic Liquidity
Management
• International Islamic Rating Agency
• Islamic Research & Training Institutite
• International Sharia Research
Academy
AUTHOR INTERNATIONAL SYARIAH
• Dr. Umer Chapra (IRTI-IDB), • Dr. Anas Zarqa (MIHE-England), • Prof. Nejatullah Shiddiqui (India),
• Prof. Khursyid Ahmad (MIHE-England). • Prof. Azmi Omar (IRTI-IDB).
• Prof. Habib Ahmed (Durham University - IRTI). • Prof. Rodney Wilson (Durham University).
• Prof. John Presley (MIHE-England).
• Prof. Shahid Ibrahim (Bangor University). • Prof. Humayon Dar (City University).
• Prof. Simon Archer (Reading University). • Dr. Syeif Tag El din (MIHE).
• Dr. Mehmet Asutay (Durham)
• Prof. Kabir Hassan (New Orleans University). • Prof Volker Nienhaus (Jerman)
• Prof. Abbas Mirakhor (INCEIF) • Prof. Murat Cizakca (INCEIF) • Prof. Hasyim Kamali
• Dr. Sami Suwailem • Dr. Zamir Iqbal
Terima kasih atas perhatian anda