FAKTOR DETERMINAN TERJADINYA VAGINOSIS BAKTERIAL
PADA WANITA USIA SUBUR
DI KOTA MAKASSAR
DETERMINANT FACTOR OF BACTERIAL VAGINOSIS
AMONG WOMAN FERTILE - AGE IN MAKASSAR SOUTH SULAWESI
Ernawati
1,
Arifin Seweng
2, Hasanuddin Ishak
31
Program Studi Kesehatan Masyarakat, STIKES Nani Hasanuddin Makassar,
2
Konsentrasi Kesprok, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin,
3
Konsentrasi Kesling, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin
Alamat Korespondensi :
Ernawati
Jl. Karaeng Bontotangnga 2 No. 1
Kel. Karunrung, Kec. Rappocini, Kota Makassar
HP : 085299947711
ABSTRAK
Vaginosis bakteri merupakan salah satu dari penyebab yang paling sering keluhan ginekologis disebabkan oleh ketidakseimbangan flora normal dari vagina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan (pengetahuan, penggunaan antiseptik, penggunaan IUD, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan celana
dalam) kejadian vaginosis bakterial pada wanita usia subur di Kota Makassar. Jenis penelitian ini observational
analitik dengan rancangan case control study. Populasi penelitian mencakup semua wanita yang melakukan pemeriksaan pap smear di bagian Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Sampel terdiri dari kelompok kasus sebanyak 51 wanita yang menderita vaginosis bakterial dan kelompok kontrol sebanyak 51 wanita yang tidak menderita vaginosis bakterial. Data diolah secara univariat dengan
distribusi frekuensi, bivariat dengan Chi-square, Ratio Odds, dengan CI 95%, dan multivariat dengan Uji Regresi
Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IUD OR 60,9 (7,80 – 475,14), kebiasaan mengganti celana dalam OR 8,3 (3,14 – 21,88), dan pengetahuan OR 3,6 (1,51 – 8,82) berperan sebagai faktor risiko terjadinya vaginosis bakterial, sedangkan penggunaan antiseptik OR 1,9 (0,86 – 4,22) dan kebiasaan mencuci tangan OR 0,9 (0,39 – 1,87) tidak berperan sebagai faktor risiko. Variabel yang paling berperan sebagai faktor risiko terjadinya vaginosis bakterial adalah penggunaan IUD. Sehingga pemasangan IUD harus melalui prosedur yang tepat dan pemeriksaan secara berkala terhadap pengguna IUD penting dilakukan untuk diagnosis dini vaginosis bakterial
Kata Kunci : vaginosis bakterial, penggunaan IUD, faktor risiko, antiseptik, pengetahuan, penggunaan celana dalam, mencuci tangan
ABSTRACT
Bacterial vaginosis is one of the most common complaints of gynecologic disorders caused by an imbalance of normal flora of vagina. This study aims to identify determinant factor (knowledge, using antiseptic, intrauterine device use, frequent of hand washing, dan frequent of changing underwear) of bacterial vaginosis among woman fertile-age in Makassar. The study is observational analytic study with case control study. Population including all woman fertile-age having pap-smear in 2012 at Obstetric and Gynecologic outpatient Labuang Baji Local Government Hospital Makassar. Sample divided into two groups, cases and control. Cases consist of 51 woman fertile-age with bacterial vaginosis and control are healthy woman with no vaginal complaints. The data was analysed by univariat and presented with frequency distribution tabel, bivariat analysis using Chi-square test, Ratio Odds, with CI 95%, and multivariat analysis with multiple logistic regression model. The result shows that intrauterine device (IUD) use OR 60,9 (7,80-475,14), frequent of changing underwear OR 8,3 (3,14 – 21,88) and knowledge OR 3,6 (1,51 – 8,82) as significant factors associated with bacterial vaginosis whele frequent of hand washing OR 0,9 (0,39 – 1,87) and using antiseptic OR 1,9 (0,86 – 4,22) not contribute as determinant factors. The most significant factors associated with bacterial vaginosis is IUD use. So that, the procedure of IUD insertion should be with right procedure and follow up in regular time important for early diagnosis of bacterial vaginosis.
Keywords : bacterial vaginosis, IUD use, risk factors, antiseptic, knowledge, frequent of changing underwear, and hand washing.