53
BAB IV
ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Perhitungan pemakaian bahan bakar (Fuel Burn off) pesawat
Untuk mencari jumlah pemakaian bahan bakar pada pesawat diperoleh dengan perhitungan Fuel Burn Off:
Burn Off = Fuel Order – Fuel remain Burn off : Pemakaian bahan bakar Fuel order : Bahan bakar awal (kg) Fuel remain : Sisa bahan bakar (kg)
- Pada rute perjalanan Cengkareng – Jayapura pemakaian bahan bakarnya adalah sebagai berikut:
Fuel order (berangkat) = 20560 kg Fuel remain (datang) = 6200 kg
Fuel burn off = 20560 – 6200 = 14.360 kg
- Pada rute perjalanan Jayapura – Merauke pemakaian bahan bakarnya adalah sebagai berikut:
Fuel order (berangkat) = 7360 kg Fuel remain (datang) = 3980 kg
54 - Pada rute perjalanan Merauke – Jayapura pemakaian bahan bakarnya adalah
sebagai berikut:
Fuel order (berangkat) = 7020 kg Fuel remain (datang) = 4060 kg
Fuel burn off = 7020 – 4060 = 2960 kg
- Pada rute perjalanan Jayapura – Cengkareng pemakaian bahan bakarnya adalah sebagai berikut:
Fuel order (berangkat) = 20560 kg Fuel remain (datang) = 6200 kg
Fuel burn off = 20560 – 6200 = 14.360 kg
No Rute Berangkat Datang Burn off
1. CGK – DJJ 20.560 6200 14.360
2. DJJ – MKQ 7360 3980 3380
3. MKQ – DJJ 7020 4060 2960
4. DJJ – CGK 18.430 5700 12.730
55
No Rute Berangkat Datang Burn off
1. CGK – DPS 10200 5820 4380 2. DPS – TIM 13960 5050 8910 3. TIM – DJJ 7050 4570 2480 4. DJJ – TIM 11840 9000 2840 5. TIM – DPS 12530 4210 8320 6. DPS - CGK 10100 5710 4390
Tabel 4.2 Perhitungan konsumsi bahan bakar pesawat pada lintasan lain
4.2 Perhitungan rata-rata pemakaian bahan bakar pesawat (Average Fuel
Consumption)
Rata rata konsumsi bahan bakar diperoleh dengan menghitung fuel burn off
dibagi dengan jumlah jam perjalanan pesawat: AFC (kg/h) = fuel burn off (kg)
Flight time (hour) - Rute perjalanan CGK – DJJ: 14.360 : 5,31 = 2704,33 kg/h - Rute perjalanan DJJ – MKQ: 3380 : 1,46 = 2315, 06 kg/h - Rute perjalanan MKQ – DJJ: 2960 : 1,16 = 2551,72 kg/h - Rute perjalanan DJJ – CGK: 12730 : 5,03 = 2530,81 kg/h
56
No Rute Fuel burn off (kg) Flight time AFC (kg/h)
1. CGK – DJJ 14.360 5,31 2704,33
2. DJJ – MKQ 3380 1,46 2315,06
3. MKQ – DJJ 2960 1,16 2551,72
4. DJJ – CGK 12.730 5,03 2530,81
Tabel 4.3 Rata-rata konsumsi bahan bakar pesawat
No Rute Fuel burn off (kg) Flight time AFC (kg/h)
1. CGK – DPS 4380 1,80 2433,33 2. DPS – TIM 8910 3,48 2558,13 3. TIM – DJJ 2480 1,01 2455,44 4. DJJ – TIM 2840 1,18 2400,67 5. TIM – DPS 8320 3,48 2388,74 6. DPS – CGK 4390 1,80 2438,88
Tabel 4.4 Rata-rata konsumsi bahan bakar pesawat pada lintasan lain
4.3 Konversi massa bahan bakar dari pound ke kilogram
Laju aliran bahan bakar pada APU berdasarkan perhitungan Fuel Flow Value dalam bentuk satuan lbs/h (pound per hour). Untuk memudahkan penghitungan pemakaian bahan bakar maka diperlukan konversi kedalam kilogram yaitu: Kg = lbs
57 Maka diperoleh Fuel Flow Value :
FFV = 211,2 : 2,204 = 95,789 Kg/h
4.4 Perhitungan pemakaian bahan bakar APU (APU burn off)
Perhitungan pemakaian bahan bakar APU diperoleh dengan cara mengalikan laju aliran bahan bakar pada APU dengan lama perjalanan (flight hours). APU burn off (kg) = FFV (kg/h) x Flight hour (h)
- Rute CGK – DJJ 95,798 x 5,31 = 508,68 kg - Rute DJJ – MKQ 95,798 x 1,46 = 139,86 kg - Rute MKQ – DJJ 95,798 x 1,16 = 111,12 kg - Rute DJJ – CGK 95,798 x 5,03 = 481,86 kg
58
No Rute Fuel Flow value
(kg/h)
Flight time APU burn off (kg)
1. CGK – DJJ 95,798 5,31 508,68
2. DJJ – MKQ 95,798 1,46 139,86
3. MKQ – DJJ 95,798 1,16 111,12
4. DJJ – CGK 95,798 5,03 481,86
Tabel 4.5 Data pemakaian bahan bakar oleh APU (APU burn off)
No Rute Fuel Flow value
(kg/h)
Flight time APU burn off (kg)
1. CGK – DPS 95,798 1,80 172,43 2. DPS – TIM 95,798 3,48 333,66 3. TIM – DJJ 95,798 1,01 96,75 4. DJJ – TIM 95,798 1,18 113,32 5. TIM – DPS 95,798 3,48 333,66 6. DPS – CGK 95,798 1,80 172,43
Tabel 4.6 Data pemakaian bahan bakar oleh APU (APU burn off) pada lintasan lain
4.5 Konversi massa bahan bakar dari kilogram ke liter
Untuk memperoleh jumlah bahan bakar dalam satuan liter maka bisa didapat dengan cara membagi massa bahan bakar dengan berat jenisnya. Sesuai dengan MSDS (Material Safety Data Sheet) yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina Aviation pada september 2013 rev 2, dapat diketahui berat jenis
59 bahan bakar Avtur Jet A-1 (ρ) sebesar 0.787 kg/liter. Maka konversi massa bahan bakar adalah sebagai berikut:
V = m ρ
Dimana:
V : volume bahan bakar (liter) m : massa bahan bakar (kg)
ρ : berat jenis bahan bakar (kg/liter)
- Rute CGK – DJJ 508,68 : 0,787 = 646,35 liter - Rute DJJ – MKQ 139,86 : 0,787 = 177,71liter - Rute MKQ – DJJ 111,12 : 0,787 = 141,19 liter - Rute DJJ – CGK 481,86 : 0,787 = 612,27 liter
60
4.6 Total pemakaian bahan bakar avtur selama satu hari
Harga bahan bakar avtur di bandara soekarno-hatta berlaku sampai 31 july 2014 adalah sebagai berikut:
Untuk penerbangan domestik : Rp. 11.272 per liter / 94,42 US cent per liter Untuk penerbangan internasional : 85,60 US cent per liter
- Rute CGK – DJJ 646,35 liter x Rp. 11.272 = Rp 7.285.657 - Rute DJJ – MKQ 177,71liter x Rp. 11.272 = Rp 2.003.147 - Rute MKQ – DJJ 141,19 liter x Rp. 11.272 = Rp 1.591.493 - Rute DJJ – CGK 612,27 liter x Rp. 11.272 = Rp 6.901.507
Total pemakaian bahan bakar APU selama satu hari adalah Rp 17.781.805,-
No
Rute Flight time APU burn off Fuel cost (Rp. 11.272/liter) (kg) (liter) 1. CGK – DJJ 5.31 508,68 646,35 7.285.657 2. DJJ – MKQ 1.46 139,86 139,86 2.003.147 3. MKQ – DJJ 1.16 111,12 111,12 1.591.493 4. DJJ – CGK 5.03 481,86 481,86 6.901.507 Total Rp 17.781.805,-
61
4.7 Analisa pemakaian bahan bakar pada pesawat Boeing 737-800 NG
Berdasarkan data perhitungan pemakaian bahan bakar (burn off) maka diperoleh pemakaian bahan bakar pesawat sebagai berikut:
No Rute Berangkat (kg) Datang (kg) Burn off (kg) Flight time (hour) Average Fuel Consumption (kg/h) 1. CGK – DJJ 20560 6200 14360 05.19 2704,33 2. DJJ – MKQ 7360 3980 3380 01.28 2315,06 3. MKQ – DJJ 7020 4060 2960 01.10 2551,72 4. DJJ – CGK 18430 5700 12730 05.02 2530,81
Tabel 4.8 Hasil perolehan pemakaian bahan bakar pesawat Boeing 737-800 NG
No Rute Berangkat (kg) Datang (kg) Burn off (kg) Flight time (hour) Average Fuel Consumption (kg/h) 1. CGK – DPS 10200 5820 4380 01.48 2433,33 2. DPS – TIM 13960 5050 8910 03.29 2558,13 3. TIM – DJJ 7050 4570 2480 01.06 2455,44 4. DJJ – TIM 11840 9000 2840 01.11 2400,67 5. TIM – DPS 12530 4210 8320 03.29 2388,74 6. DPS – CGK 10100 5710 4390 01.48 2438,88
Tabel 4.9 Hasil perolehan pemakaian bahan bakar pesawat Boeing 737-800 NG dengan lintasan yang berbeda
62 Grafik 4.1 Perbandingan pemakaian bahan bakar untuk tiap rute penerbangan
Grafik 4.2 Perbandingan rata-rata konsumsi bahan bakar tiap rute penerbangan 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000
burn off lintasan lain Burn off (kg) 2100 2200 2300 2400 2500 2600 2700 2800 CGK - DJJ DJJ - MKQ MKQ - DJJ DJJ - CGK
Average Fuel Consumption (kg/h)
Average Fuel Consumption (kg/h)
63 Pemakaian bahan bakar untuk rute penerbangan Cengkareng-Jayapura adalah 14.360 kg dengan rata rata konsumsi bahan bakar 2704,33 kg per jam. Ini lebih besar dibandingkan pemakaian bahan bakar rute sebaliknya yaitu Jayapura-cengkareng yaitu 12.730 kg dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 2530,72 kg/jam. Perbedaan ini dikarenakan durasi waktu tempuh perjalanan pada rute tersebut berbeda beberapa menit.
4.8 Analisa pemakaian bahan bakar APU Honeywell 131-9B pada pesawat
Boeing 737-800 NG
Dari perhitungan diperoleh hasil pemakaian bahan bakar sebagai berikut:
No Rute Fuel Flow value
(kg/h)
Flight time APU burn off (kg) (liters) 1. CGK – DJJ 95,798 5,31 508,68 646,35 2. DJJ – MKQ 95,798 1,46 139,86 177,71 3. MKQ – DJJ 95,798 1,16 111,12 141,19 4. DJJ – CGK 95,798 5,03 481,86 612,27 Total 1241,52 1577,52 Tabel 4.10 Pemakaian bahan bakar Engine APU pada pesawat Boeing 737-800
64 Grafik 4.3 Pemakaian bahan bakar Engine APU Honeywell 131-9B pada pesawat
Boeing 737-800 Next Generation
Pemakaian bahan bakar APU Honeywell 131-9B pada pesawat Boeing 737-800 NG selama satu hari dengan rute penerbangan Cengkareng-Jayapura-Merauke-Jayapura-Cengkareng selama total waktu tempuh 12 jam 59 menit adalah 1241,52 kg atau setara dengan 1577,52 liter. Nilai ini diperoleh dari perkalian rata-rata laju aliran bahan bakar (fuel flow value) terhadap durasi penerbangan. Dari grafik dapat dibaca bahwa rata-rata konsumsi bahan bakar pada Engine APU adalah sama yaitu sebesar 95,798 kg/jam. Dan pemakaian bahan bakar terbesar ada pada rute Cengkareng – Jayapura.
0 100 200 300 400 500 600 CGK-DJJ DJJ-MKQ MKQ-DJJ DJJ-CGK
APU burn off (kg)
65
4.9 Hasil perhitungan dibandingkan dengan standard
Setelah mendapatkan hasil perhitungan rata-rata aliran bahan bakar (Fuel Flow Value) pada Engine APU, maka perlu dibandingkan terhadap limitasi standard pada maintenance manual untuk APU. Standard pemakaian bahan bakar adalah sebagai berikut:
APU mode Data fuel flow value Standard fuel flow value
No load 180 PPH 173-231 PPH
Electrical load 190 PPH 195-252 PPH
Pneumatic load 215 PPH 205-375 PPH
Electric-pneumatic 225 PPH 218-383 PPH
Main engine start 246 PPH 235-395 PPH
Tabel 4.11 Perbandingan antara data Fuel Flow Value terhadap standard
Grafik 4.4 Penggambaran area limitasi standard untuk Fuel flow value 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 FFV max FFV actual FFV min
66 Laju aliran bahan bakar (fuel flow value) pada APU berdasarkan grafik diatas masih dalam batas normal, karena setelah dibandingkan dengan limitasi standar pada maintenance manual APU, rata rata FFV masih dalam limit operasi normal.
Apabila laju aliran bahan bakar berada diatas batas nilai standar, maka konsumsi bahan bakar akan boros. Hal ini dapat terjadi jika interval penggantian APU fuel filter melewati batas yang tertera pada program perawatan CAMP (Continous Airworthiness Maintenance Program).