• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI TANAMAN OBAT-OBATAN YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR HUTAN TABO-TABO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IDENTIFIKASI TANAMAN OBAT-OBATAN YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT SEKITAR HUTAN TABO-TABO"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Naskah Masuk : 28 Februari 2008

Naskah Diterima : 26 Juli 2008

159

IDENTIFIKASI TANAMAN OBAT-OBATAN

YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT

SEKITAR HUTAN TABO-TABO

Hamzari

Staf Dosen Manajemen Hutan Universitas Tadulako

Email hpalaguna @ yahoo.com

ABSTRACT

This watchfulness is carried out in june - july 2007 at Forest Tabo-Tabo. This

watchfulness aims to (1) detect medicine plants kinds that maked use by society around

forest Tabo-Tabo, (2) detect plants parts that used upon which medicine and (3) detect

place grows medicine plants kind. Watchfulness result is got 37 medicine plants kinds

that maked use by Society that consist of 17 birch, 13 herb kinds, 5 clump kinds, and 2

liana kinds. Plants parts that maked use as medicine that is: young leaf or tip of a leaf,

fruit, stick, skin, sap, tuber and root.

Key Words : Custom Society, medicine plant

PENDAHULUAN

Peningkatan

kesadaran

masyarakat akan pentingnya kesehatan,

menjadikan kebutuhan akan pelayanan

kesehatan makin meningkat. Upaya

Departemen

Kesehatan

dalam

pemerataan kesehatan sudah cukup

banyak, akan tetapi masih saja ada

kalangan

yang

belum

terjangkau

terutama masyarakat di pelosok daerah

dan atau masyarakat yang tingkat

ekonominya masih rendah. Keterisolasian

dan pendapatan mereka masih rendah

merupakan penyebab utama bagi mereka

untuk mendapatkan pelayanan kesehatan

yang memadai tidak dapat terpenuhi.

Dengan demikian peranan pengetahuan

pengobatan

dengan

memanfaatkan

tanaman obat sangat penting diketahui

(Rosita, dkk. 1993).

Tanaman obat yang beraneka

ragam jenis, habitus, dan khasiatnya

mempunyai peluang besar serta memberi

kontribusi

bagi

pembangunan

dan

pengembangan

hutan.

Karakteristik

berbagai

tanaman

obat

yang

menghasilkan

produk

berguna

bagi

masyarakat memberi peluang untuk

dibangun dan dikembangkan bersama

dalam hutan di daerah tertentu. Berbagai

keuntungan yang dihasilkan dengan

berperannya tanaman obat dalam hutan

adalah:

pendapatan,

kesejahteraan,

konservasi

berbagai

sumberdaya,

pendidikan

nonformal,

keberlanjutan

usaha dan penyerapan tenaga kerja serta

keamanan sosial.

Usaha

penyebarluasan

penggunaan tanaman obat, merupakan

hal yang perlu dilakukan. Salah satu

pekerjaan yang harus dilakukan sebelum

penyebarluasan pemanfaatan tanaman

obat adalah pengenalan tanaman obat.

Oleh karena itu, perlu adanya identifikasi

tanaman obat-obatan secara khusus

yamh digunakan masyarakat sekitar

hutan

Tabo-Tabo,

selain

untuk

mendekatkan masyarakat sekitar Hutan

kepada pemanfaatan tanaman obat,

sekaligus berfungsi juga sebagai sarana

untuk

mengikutsertakan

masyarakat

dalam upaya pelestarian sumberdaya

alam.

Salah satu pemanfaatan hasil

hutan

bukan

kayu

pada

hutan

(2)

160

masyarakat adalah tanaman obat-obatan

yang

berkaitan

langsung

dengan

masyarakat yang ada di sekitar hutan.

Sebagian dari jenis tanaman obat yang

terdapat di Hutan Tabo-Tabo ada yang

sudah dikenal dan ada pula yang belum

dikenal dalam ilmu pengetahuan yang

dapat berfungsi sebagai bahan

obat-obatan tetapi telah dimanfaatkan oleh

masyarakat setempat secara terbatas

sebagai obat tradisional. Berdasarkan hal

ini, maka penulis sangat tertarik untuk

meneliti

jenis-jenis

tanaman

yang

merupakan sumber atau bahan baku

obat-obatan tradisional yang mungkin

belum dikenal dalam ilmu pengetahuan

moderen.

Tujuan dari penelitian ini adalah

Untuk mengetahui jenis tanaman

obat-obatan yang ada dan telah dimanfaatkan

oleh masyarakat dalam kawasan hutan

Tabo-Tabo, serta untuk mengetahui

bagian-bagian

dari

tumbuhan

yang

digunakan sebagai bahan obat.

METOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada

Bulan Juni sampai Juli 2005 di kawasan

Hutan Tabo-Tabo. Pemilihan lokasi ini

didasarkan pertimbangan bahwa di lokasi

ini banyak masyarakat adat yang tinggal

di

sekitar

hutan

yang

hidupnya

tergantung

dari

sumberdaya

hutan

tersebut, sudah turun temurun sampai

sekarang.

Pelaksanaan

dilakukan

pada

Desa sekitar Hutan Tabo-Tabo yang

terdiri dari 2 (dua) Dusun. Pemilihan

responden dilakukan dengan metode pilih

kasih (purposive sampling) pada kedua

dusun tersebut, dimana setiap dusun

dipilih

sebanyak

15

orang.

Cara

pemilihan responden ini yaitu dengan

menanyakan kepada kepala desa atau

ketua adat tentang masyarakat yang

sering

menggunakan

tanaman

obat

sebagai obat tradisional. Dan apabila

dalam satu dusun terdapat lebih dari 15

orang yang menggunakan tanaman obat

sebagai obat tradisional maka yang

diambil sebagai responden tetap 15

orang, sedangkan bila kurang dari 15

orang maka semuanya diambil sebagai

responden.

Penelitian ini dilakukan dengan

menggunakan

instrument

atau

alat

pengumpulan data sebagai berikut :

1. Pedoman wawancara ( depth

interview

)

yaitu

melakukan

wawancara dengan menggunakan

quisioner yang telah disiapkan

sebelumnya. Isi daftar pertanyaan

antara lain: jenis-jenis tanaman

yang digunakan sebagai obat,

bagian-bagian

tanaman

yang

digunakan,

bagaimana

cara

penggunaannya,

sejak

kapan

digunakan, dari mana sumber

informasi

penggunaannya,

mengapa digunakan dan dimana

tumbuhnya.

2. Pengamatan

(observasi)

yaitu

dengan cara sambil berjalan

(tanpa

plot)

melakukan

pengamatan

langsung

di

lapangan bersama-sama dengan

respoden

yang

mengetahui

dengan pasti tumbuhan tersebut

sambil

mencatat

keterangan

mengenai

tempat

tumbuhnya

seperti pada daerah datar, landai

berbukit (bergunung), dan apakah

tumbuhan

tersebut

hidupnya

merambat, dibawah naungan, dan

banyak mendapat sinar matahari

serta

mengambil

dokumentasi

(tanaman

difoto).

Untuk

mendapatkan

nama

ilmiah

dilakukan pengambilan contoh

tanaman (spesimen) untuk dibuat

herbarium,

selanjutnya

diidentifikasi dalam laboratorium.

Apabila pada saat itu responden

tak dapat diajak ke lapangan

untuk

melihat

langsung

tanamannya,

maka

digunakan

jasa pengenal tanaman (guide)

(3)

161

yang dianggap mengenal betul

jenis tanaman tersebut dengan

bekal nama lokal tanaman dan

pengalaman guide sebagai warga

masyarakat setempat.

Data yang diperoleh ditabulasi

dan dianalisis secara deskriptif sesuai

dengan tujuan penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jenis Tumbuhan yang Dimanfaatkan

Sebagai Obat

Hasil penelitian tentang jenis

tanaman obat yang dimanfaatkan oleh

masyarakat di sekitar Hutan Tabo-Tabo

Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep

dapat dilihat pada Lampiran 1. Lampiran

1 menunjukkan bahwa terdapat 37 jenis

tanaman yang terdiri atas 17 jenis pohon,

13 jenis herba, 5 jenis perdu, dan 2 jenis

liana yang dimanfaatkan masyarakat

sebagai obat tradisional.

Deskripsi cara pembuatan ramuan

obat dari beberapa jenis berdasarkan

informasi/wawancara dengan responden

diuraikan sebagai berikut :

1. Nama Indonesia : Pulai Nama Lokal : Lita

Famili : Apocynadeae

Nama Latin : Alstonia scholaris R. Br. Khasiat dan cara meramu / pemakaian: a. Sakit Gigi

Getah diambil dengan cara batang pohon diteres kemudian ditaruh pada kapas dan selanjutnya ditempelkan pada gigi yang sakit.

b. Asma (Poso)

Kulit batang dikeringkan kemudian ditumbuk sampai halus, diambil sebanyak 1 – 2 sendok kemudian disiram dengan air panas. Setelah hangat diminum setiap pagi.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 2 Gambar 1. 2. Nama Indonesia : Jambu biji

Nama Lokal : Jambu biji

Famili : Myrtaceae

Nama Latin : Psidium quajava Khasiat dan cara meramu / pemakaian: Sakit Perut

Bagian yang berfungsi sebagai obat adalah daun yang masih muda. Caranya diambil daun yang masih muda atau segar sebanyak 15

lembar, kemudian dicuci selanjutnya direbus. Dapat juga direndam dengan air panas selama 15 – 20 menit, diminum 3 kali sehari. Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara memakan langsung daun muda (pucuk) sebanyak 3 helai.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 3 Gambar 2.

3. Nama Indonesia : Jeruk Nipis Nama Lokal : Lemo Kapasak Famili : Rutaceae Nama Latin : Citrus sp

Khasiat dan cara meramu / pemakaian: Obat Batuk

Buah diperas airnya kedalam gelas kemudian ditambahkan dengan garam dan gula pasir secukupnya. Diminum setiap pagi.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 4 Gambar 3.

4. Nama Indonesia : Mahoni Nama Lokal : Mahoni

Famili : Meliaceae

Nama Latin : Swietenia mahagoni Khasiat dan cara meramu / pemakaian: Obat Malaria

Buah mahoni dikupas lalu dibelah dan dikeluarkan bijinya. Setelah itu ditumbuk sampai halus dan ditambahkan dengan air matang sedikit, kemudian diminum. Selain itu dapat juga dimakan langsung bila tahan karena rasanya sangat pahit.

5. Nama Indonesia : Mangga Serat Nama Lokal : Pao Lalo

Famili : Anacardiaceae Nama Latin : Mangifera indica

Khasiat

dan

cara

meramu

/

pemakaian:

Sakit Perut (sembelit)

Kulit batang dari mangga serat diambil, kemudian dibersihkan dan dipukul-pukul dan selanjutnya direbus. Hasil dari rebusan ini (airnya) diminum 2 kali sehari.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 4 Gambar 4.

6. Nama Indonesia : Angsana Nama Lokal : Cenrana

Famili : Fabaceae

Nama Latin : Pterocarpus indicus

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Panas Dalam

Getah diambil dengan cara meneres batang dan langsung diminum.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 5 Gambar 5.

7. Nama Indonesia : Kayu Putih Nama Lokal : Kayu Putih

Famili : Myrtaceae

Nama Latin : Melaleuca leucadendrom

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

(4)

162

Daun diremas-remas (digosok dengan tangan) kemudian dicium.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 6 Gambar 7.

8. Nama Indonesia : Nama Lokal : Patetting

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Cacingan

Jenis pohon ini digunakan oleh masyarakat sebagai obat cacingan. Bagian pohon yang dimanfaatkan sebagai obat adalah getah dengan cara mengambil getah dan langsung diminum.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 5 Gambar 6.

9. Nama Indonesia : Paliasak Nama Lokal : Palik

Famili : Sterculiaceae Nama Latin : Clenhovia hospitalia

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Tekanan Darah Tinggi

Bagian yang berfungsi sebagai obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah daun. Cara pembuatannya: ambil 2 – 3 lembar daun Klenhoria hospita yang segar, cuci sampai bersih dan rebus dengan 3 gelas air. Diminum 1 kali sehari.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 7 Gambar 8.

10. Nama Indonesia : Kayu Raja Nama Lokal : Aju Raja

Famili : Fabaceae Nama Latin : Cassia fistula

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Penyakit Kusta

Bagian dari pohon ini yang dijadikan sebagai obat untuk penyakit kusta adalah daun dan buah. Cara meramunya: ambil daun dan buah yang segar, dicuci sampai bersih dan iris/dirajang kemudian dimasukkan kedalam mangkok dan ditambahkan dengan air dingin. Airnya ini dipakai untuk membasuh badan setelah mandi setiap pagi dan sore.

11. Nama Indonesia : Nama Lokal : Aju langi´ Famili : Fabaceae Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Kudis (akka’ basah)

Bagian dari pohon ini yang dijadikan sebagai obat adalah daun. Caranya: ambil daun yang segar sebanyak 6 – 8 lembar, digongseng sampai hangus kemudian ditumbuk sampai halus dan ditambahkan dengan air jeruk nipis. Hasilnya ini digosokkan pada begian yang sakit 2 kali sehari sampai sembuh.

12. Nama Indonesia : Nama Lokal : Aju Elalan Famili : Fabaceae

Nama Latin : Albizzia procera

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Kudis (Akka’ Kering)

Bagian dari pohon ini yang digunakan sebagai obat adalah kulit batang. Caranya: ambil kulit batang yang segar secukupnya, tumbuk sampai hancur dan tambahkan garam secukupnya. Hasilnya ini digosokkan pada bagian yang sakit sampai sembuh.

13. Nama Indonesia : Nama Lokal : Betcepetceng

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Sakit Gigi

Jenis pohon ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati sakit gigi. Cara meramunya adalah mengambil getah dengan meneres batang kemudian ditaruh pada kapas dan langsung ditempelkan pada gigi yang sakit.

14. Nama Indonesia : Sirsak Nama Lokal : Serikaja Famili : Annonaceae Nama Latin : Annona muricata L

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Demam (untuk anak-anak)

Bagian tanaman yang dipergunakan sebagai obat adalah daun. Caranya: daun yang muda dan masih segar diambil sebanyak 5 – 8 lembar, kemudian ditempelkan pada kepala anak-anak. Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 8 Gambar 9. 15. Nama Indonesia : Kelapa

Nama Lokal : Kaluku Famili : Arecaceae Nama Latin : Cocos nucifera

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Keracunan / alergi, bagian dari tanaman ini yang dijadikan sebagai obat adalah buah. Caranya: dimabil buah kelapa yang masih muda, kemudian dikupas dan diambil airnya dan langsung diminum.

16. Nama Indonesia : Pinang Nama Lokal : Alosi Famili : Palmae

Nama Latin : Areca catechu L

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Gatal-gatal,

Diambil daun pinang lalu dihangatkan dengan api sampai layu kemudian langsung ditempelkan pada bagian yang gatal.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 9 Gambar 11.

17. Nama Indonesia : Jarak Pagar Nama Lokal : Pallang Kaliki Famili : Euphorbiaceae Nama Latin : Jatropha curcas

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

(5)

163

Bagian dari tanaman ini yang digunakan

sebagai obat adalah getah. Caranya: getah diambil dengan cara memotong tangkai dauan atau pucuk dari tanaman tersebut kemudian langsung ditaruh pada luka baru.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 8 Gambar 10.

18. Nama Indonesia : Nama Lokal : Daun Salok

Famili : Moraceae

Nama Latin : Ficus sp.

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Panas

Tanaman ini termasuk jenis perdu, masyarakat setempat mengunakan sebagai obat panas atau demam. Caranya: diambil daun yang masih segar sebanyak 5 – 8 lembar kemudian langsung ditempelkan pada kepala dan badan.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 10 Gambar 12.

19. Nama Indonesia : Mengkudu Nama Lokal : Bengkuru

Famili : Rubiaceae

Nama Latin : Morinda tomentosa

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Darah Tinggi

Bagian dari tanaman ini yang digunakan sebagi obat adalah buah. Caranya: diambil buah yang sudah matang kemudian diparut, setelah diparut disaring sambil diperas airnya. Diminum setiap pagi sampai sembuh.

Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 13 Gambar 18.

20. Nama Indonesia : Nama Lokal : Kamandre

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Kuat

Jenis tanaman ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk menambah kekuatan serta dapat menambah daya tahan tubuh terhadap cuaca yang dingin. Caranya : diambil akar secukupnya kemudian diparut, kemudian dimasukkan kedalam gelas dan disiram dengan air panas. Dapat juga dicampur dengan teh, diminum setiap pagi.

21. Nama Indonesia : Nama Lokal : Galinggang Famili : Fabaceae Nama Latin : Cassea alata

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Panu

Bagian dari tanaman ini yang dijadikan masyarakat sebagai obat adalah daun. Caranya: diambil daun yang masih muda dan segar kemudian ditumbuk sampai halus. Hasilnya ini langsung digosokkan pada bagian-bagian tubuh yang kena panu 1 kali

sehari selama 3 hari, setiap sore sehabis mandi.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 11 Gambar 14.

22. Nama Indonesia : Pisang Nama Lokal : Utti

Famili : Musaceae

Nama Latin : Musa paradisiceae

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

a. Obat Luka

Masyarakat menggunakan tanaman ini sebagai obat luka dengan cara: mengerok batang pisang yang masih tumbuh kemudian ditempelkan pada luka yang masih baru.

c. Obat Maag

Diambil buah yang masih mentah dan dimakan setiap pagi 1 buah sebelum sarapan.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 11 Gambar 15. 23. Nama Indonesia : Bunga Tai Ayam

Nama Lokal : Bangka’ Bangkara’

Famili : Verbenaceae

Nama Latin : Lantana camara

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Luka

Bagian tanaman yang dijadikan sebagai obat adalah daun. Caranya: diambil daun yang masih muda kemudian diremas-remas dengan tangan sampai keluar sarinya dan ditempelkan pada bagian yang luka.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 12 Gambar 16.

24. Nama Indonesia : Kerinyu Nama Lokal : Lahuna

Famili : Compositae

Nama Latin : Eupatorium odoratum

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Luka

Bagian tanaman yang digunakan sebagai ramuan obat luka adalah daun. Caranya: Daun yang masih muda di ambil beberapa helai (secukupnya) kemudian diremas-remas dengan tangan sampai keluar sarinya dan ditempelkan pada bagian yang luka. Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 12 Gambar 17.

25. Nama Indonesia : Nama Lokal : Biccoro Padang

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Masuk Angin

Bagian tanaman yang digunakan sebagai ramuan obat luka adalah daun. Caranya: Daun yang masih muda dan masih segar di ambil beberapa helai (secukupnya) kemudian diremas-remas dan langsung dicium-cium. 26. Nama Indonesia :

(6)

164

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Sakit Perut

Bagian dari tanaman ini yang dijadikan oleh masyarakat setempat adalah daun yang masih muda/pucuk. Caranya: diambil adaun yang muda/pucuk yang masih segar sebanyak 3 lembar, dikunyah dan dimakan.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 10 Gambar 13.

27. Nama Indonesia : Sosor Bebek Nama Lokal : Taha’

Famili : Crassulaceae

Nama Latin : Kalanchoe pinnata. Per.

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

a. Panas/Demam

Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat demam yaitu daun. Caranya: diambil daun secukupnya kemudian dipukul-pukul sampai memar dan langsung ditempelkan pada kepala (dahi).

b. Bisul

Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat bisul yaitu daun. Caranya: diambil daun sebayak 1 lembar kemudian dilobangi pada bagian tengahnya dan dipukul-pukul sampai memar dan langsung ditempelkan pada bisul dengan menempatkan bagian daun yang dilobangi tepat pada mata bisul. Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 14 Gambar 19. 28. Nama Indonesia : Kunyit

Nama Lokal : Unnyi’ Famili : Zingiberaceae

Nama Latin : Curcuma domestica Val.

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

a. Mual-mual

Ambil sepotong kunyit segar sebesar ½ jari jempol tangan, diparut kemudian dimasukkan kedalam gelas dan ditambahkan air hangat ⅓ gelas lalu disaring dan langsung diminum.

b. Pembalut Luka

Ambil sepotong kunyit segar kemudian ditumbuk dan langsung dipakai membalut luka. Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 15 Gambar 20.

29. Nama Indonesia : Nama Lokal : Lengkis

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Muntah Darah

Bagian dari tanaman ini yang dijadikan obat adalah buah. Caranya: diambil buah yang masih segar sebanyak 3 biji, ditumbuk sampai halus dan dimasukkan ke dalam gelas. Tambahkan air hangat kemudian diminum setiap pagi sampai sembuh.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 15 Gambar 21.

30. Nama Indonesia : Nama Lokal : Pappang

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Sakit Perut

Bagian tanaman ini yang digunakan sebagai obat sakit perut adalah umbi dan daun. Caranya: umbi dan daun dipotong-potong dan direbus, setelah hangat digosokkan pada perut.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 16 Gambar 22.

31. Nama Indonesia : Sirih Nama Lokal : Ganceng Famili : Pipericaceae Nama Latin : Piper sp

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Mata

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat mata adalah daun. Caranya: diambil daun muda dan segar 3 – 5 lembar, dicuci kemudian direbus. Setelah mendidih didinginkan dan dimasukkan kedalam wadah (baskom). Masukkan (muka/mata) ditenggelamkan dan mata dikedip-kedipkan. Untuk lebih mengenal pohon ini dapat dilihat pada Lampiran 16 Gambar 23.

32. Nama Indonesia : Nama Lokal : Joppi

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Sakit Kepala

Tanaman ini termasuk jenis liana, masyarakat setempat menggunakan sebagai obat sakit kepala. Caranya: diambil batang dari joppi panjangnya ± 50 cm, kemudian dipelintir (peras) dan airnya ditampung. Airnya ini yang dipakai atau digosokkan diatas kepala (dipakai seperti minyak rambut).

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 17 Gambar 24.

33. Nama Indonesia : Nama Lokal : Tebulaku

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Gatal pada tenggorokan

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah batang. Caranya: diambil batang yang masih mudah dan segar kemudian dihangatkan dengan api. Setelah hangat dikunyah dan airnya yang ditelan, ampasnya dibuang.

Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 17 Gambar 25.

34. Nama Indonesia : Nama Lokal : Kacimpang

(7)

165

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Sakit Beri-Beri

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun. Caranya: diambil daun yang masih muda dan segar sebanyak 3 – 5 lembar, diremas-remas dan ditambahkan air hangat. Dipakai setelah mandi dengan cara digosokkan atau disiramkan pada badan. Untuk lebih mengenal tanaman ini dapat dilihat pada Lampiran 18 Gambar 26.

35. Nama Indonesia : Jahe Nama Lokal : Laiya

Famili : Zingiberaceae Nama Latin : Zingiber officanale

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Batuk

Diambil jahe sebesar ibu jari kemudian diparut atau ditumbuk, lalu tambahkan 1 gelas air hangat, diaduk dan disaring dan diminum setiap pagi dan sore.

36. Nama Indonesia : Nama Lokal : Pana’

Famili :

Nama Latin :

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Pening

Bagian tanaman ini yang digunakan sebagai obat adalah daun. Caranya: diambil daun yang

segar dan masih muda kemudian diremas-remas dan langsung dicium-cium.

37. Nama Indonesia : Tapak Kuda Nama Lokal : Tapak Kuda

Famili : Umbelliferae Nama Latin : Centella asiatica

Khasiat dan cara meramu / pemakaian:

Obat Tipes

Masyarakat setempat menggunakan tanaman ini sebagai obat tipes dengan cara: tapak kuda dicabut dan diambil sampai pada akar-akarnya sebanyak 1 genggam. Dicuci dan direbus, setelah dingin diminum setiap pagi sebelum sarapan.

Bagian-Bagian Tanaman yang

dimanfaatkan Sebagai Obat

Hasil penelitian menunjukkan

bahwa bagian-bagian tanaman yang

dimanfaatkan sebagai obat tradisional

oleh

Masyarakat

di

sekitar

Hutan

bervariasi mulai dari daun muda atau

pucuk, buah, batang, kulit, getah, umbi

dan akar.

(8)

166

Tabel 1. Bagian-bagian Tanaman yang Dimanfaatkan oleh Masyarakat di sekitar Hutan

Tabo-Tabo Sebagai obat tradisional

No. Nama

Indonesia Nama Lokal Nama Latin

Kegunaan

(Obat) Bagian Tanaman

1 2 3 4 5 6

1. Pulai Lita Alstonia scholaris R.

Br.

Sakit Gigi, Asma (Poso) Getah dan kulit

2. Jambu biji Jambu biji Psidium quajava Sakit perut Daun Muda

3. Jeruk Nipis Lemo kapasak Citrus Sp Batuk Buah

4. Mahoni Mahoni Swietenia mahagoni Sakit Malaria Buah

5. Mangga

Serat

Pao Lalo Mangifera indica Sakit Perut Kulit

6. Angsana Cenrana Pterocarpus indicus Panas dalam Getah

7. Kayu Putih Kayu Putih Melaleuca

leucadendrom

Sakit influensa Daun Muda

8. Patetting Cacingan Getah

9. Paliasak Palik Clenhovia hospitalia Tekanan darah tinggi Daun Muda

10. Kayu Raja Aju Raja Cassia fistula Penyakit Kusta Daun dan buah

11. Aju Langi' Kudis (Akka' basah) Daun

12. Aju Elalan Albizzia procera Kudis (Akka' kering) Kulit

13. Betcepetceng Sakit gigi Getah

14. Sirsak Serikaja Annona muricata L Demam Daun

15. Kalapa Kaluku Cocos nucifera Keracunan Buah

16. Pinang Alosi Areca catechu L Gatal-gatal Daun

17. Jarak Pagar Pallang Kaliki Jatropha curcas Luka Baru Getah

18. Daun salok Ficus sp. Obat Panas Daun

19. Bengkuru Morinda tomentosa Darah tinggi Buah

20. Kamandrek Obat Kuat Akar

21. Galinggang Cassea alata Obat Panu Daun Muda

22. Pisang Utti Musa paradisiae Obat Luka, Maag Batang, Buah

23. Bunga tai ayam

Bangka' bangkara'

Lantana camara Obat luka Daun Muda

24. Kerinyu Lahuna Eupatorium odoratum Obat luka Daun Muda

25. Biccoro

Padang

Obat masuk angin Daun Muda

26. Besse Obat sakit perut/mencret Daun Muda

27

Sosor Bebek Taha' Kalanchoe pinnata

Per.

Demam, Bisul Daun

1 2 3 4 5 6

28. Kunyit Unnyi’ Curcuma domestica

Val.

Diare dan menghilangkan bau badan

Umbi

29. Lengkis Muntah darah Buah

30. Pappang Sakit Perut Daun dan Umbi

31. Pana' Pening Daun

32. Tapak Kuda Centella asiatica Tipes Daun dan akar

33. Tebulaku Batuk Batang

34. Kacimpang Bere-Bere Daun

35. Jahe Laiya Zingiber officanale Batuk Umbi

36. Sirih Ganceng Piper sp Obat mata, Pencuci

rahim Daun

37. Joppi Sakit Kepala Batang

Tabel 1. terlihat bahwa bagian

tanaman yang dimanfaatkan sebagai

obat berbeda-beda tergantung dari jenis

tanaman. Bagian-bagian tanaman yang

digunakan sebagai obat yaitu: daun muda

atau pucuk, buah, batang, kulit, getah,

umbi, dan akar. Bagian yang paling

banyak digunakan adalah daun. Hal ini

mungkin disebabkan oleh karena

(9)

167

dan

merupakan

tempat

pengolahan

makanan yang berfungsi sebagai obat.

Mudah diperoleh dan mudah dibuat atau

diramu

sebagai

obat

dibandingkan

dengan kulit, batang dan akar tanaman.

Di samping itu, akar tanaman juga

dipergunakan sebagai obat.

KESIMPULAN

Hasil penelitian dapat disimpulkan

sebagai berikut:

1. Jenis

tanaman

yang

berfungsi

sebagai obat tradisional ditemukan

sebanyak 37 janis yang terdiri atas 17

jenis pohon, 13 jenis herba, 5 jenis

perdu, dan 2 jenis liana yang

dimanfaatkan masyarakat sebagai

obat.

2. Bagian-bagian

tanaman

yang

dimanfaatkan sebagai obat Jenis

tanaman yang berfungsi sebagai obat

tradisional ditemukan sebanyak 37

janis yang terdiri atas 17 jenis pohon,

13 jenis herba, 5 jenis perdu, dan 2

jenis

liana

yang

dimanfaatkan

masyarakat sebagai obat.

3. Jenis-jenis tanaman yang berfungsi

sebagai

obat

tradisional

agar

dibudidayakan, sehingga pengambi-

lannya lebih mudah didapatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus.

1998.

Tumbuhan

Hutan

Berkasiat

Obat

dan

Cara

Pemamfaatannya oleh Masyarakat

Irian

Jaya.

Balai

Penelitian

Kehutanan, Manokwari.

Departemen Kehutanan. 1999.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor

41. Tentang Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 2002. Peraturan

Pemerintah Republik

Hardinsyah. 2000. Hutan Sumber Pangan

dan Lapangan Kerja. Duta Rimba.

Majalah Bulanan Perum Perhutani.

Edisi 237/XXIV. Jakarta.

Kartasapoetra,

G.

2004.

Budidaya

Tanaman Berkasiat Obat. PT Rineka

Cipta, Jakarta.

Lobo, P. 2003. Studi Tumbuhan Obat

yang

Dimamfaatkan

oleh

Masyarakat

Disekitar

Hutan

Pendidikan

Bengo-Bengo.

Skipsi

Jurusan

Kehutanan,

Fakultas

Pertanian

dan

Kehutanan

Universitas Hasanuddin, Makassar.

(tidak dipublikasikan).

Rosita, S.M.D. Rostiana, O. dan Wahid,

P. 1993. Tanaman Obat Keluarga.

Balai Penelitian Tanaman Rempah

(BALITRO), Bogor.

Gambar

Tabel 1.  Bagian-bagian Tanaman yang Dimanfaatkan oleh Masyarakat di sekitar Hutan  Tabo-Tabo Sebagai obat tradisional

Referensi

Dokumen terkait

Tesis yang berjudul “ PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 BUKITKEMUNING KECAMATAN BUKITKEMUNING KABUPATEN LAMPUNG

strategi guru yang digunakan dalam proses pembentukan akhlakul karimah. bertujuan untuk menarik minat belajar peserta didik dan

Kebijakan pengembengan wilayah wilayah masyarakat dalam UU ini di sebutkan dalam pasal 3 (f) “ menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang

Secara khusus, untuk daerah tujuan Malaysia, rombongam Madam Dakwah ulama Banjar yang dikenalpasti dalam catatan sejarah adalah Qadhi Abu Su’ud bin Syekh Muhammad

Namun, pertumbuhan yang baik akan diperoleh bila ditanam pada tanah liat berpasir yang cukup mengandung bahan organik, gembur, remah dan tidak mudah tergenang air (Pracaya,

(d) Sekiranya kad debit-i OCBC Al-Amin Pelanggan Berkelayakan dibatalkan untuk sebarang sebab, oleh Pelanggan Berkelayakan atau oleh OCBC Al-Amin, maka kesemua amaun

Perencanaan, Pertemuan kelima pada siklus III materi pembelajaran diawali dengan sedikit mengulang materi pada siklus II kemudian dilanjutkan pada materi Mencontohkan

Dari kedua aspek ini tradisi site plan ekologis dalam bentuk yang mengikuti karakteristik arsitektur vernakular dapat diterapkan sebagai dasar dalam pengendalian desain