Mengaku Dirugikan Belasan
Tahun, Budiono Datangi PLN
Purworejo
PURWOREJO, FP – Merasa dirugikan, Budiono warga RT 03 RW 03 Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo mendatangi Kantor UPJ PLN Purworejo, Senin (24/7)
Kedatangan Budiono selain untuk meminta penjelasan juga menuntut ganti rugi karena selama 17 tahun merasa ditipu. “Saya minta PLN bertanggungjawab karena selama ini sudah merugikan, saya juga akan menuntut pengembalian kelebihan pembayaran, ” kata Budiono saat ditemui di rumahnya Senin (24/7).
Budiono
Dijelaskan, bermula pada tahun 2000 dirinya memasang listrik dengan daya 900 VA. Namun demikian saat istrinya menyetrika listrik sering padam. Meski begitu karena tidak tahu penyebabnya Budiono membiarkan saja.
Bahkan karena membuka usaha, Budiono serta keluarganya pindah dan membiarkan rumah itu kosong selama bertahun-tahun. Meski kosong biaya pemakaian lampu panjeran tetap dibayar seperti biasa.
Yuliantoro, Manajer PLN UPJ Purworejo
Namun lantaran sesuatu hal, pada bulan Mei 2017 Budiono dan keluarga kembali menempati rumah tersebut. “Saat saya kembali menempati rumah itu ternyata persoalanya masih sama, sering mati, “ucap Budiono.
Karena penasaran dan sering ribut dengan keluarga gara-gara listrik sering padam, akhirnya Budiono mendatangi PLN dan meminta petugas untuk mengecek listrik di rumahnya.
Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas bernama Ahmad baru diketahui ternyata daya yang terpasang ternyata hanya 450 VA. Merasa selama ini sudah dibohongi Budiono kemudian mendatangi Kantor PLN untuk minta pertanggungjawaban dan menuntut ganti rugi.
Dudy Setyawan, Sulervisor
Menanggapi tuntutan Budiono, Manajer UPJ PLN Purworejo, Yuliantoro didampingi Supervisor Dudy Setyawan mengatakan, atas kejadian tersebut pihak PLN akan melakukan pengecekan ke rumah yang bersangkutan.
“Akan kita lakukan pengecekan dulu, sebab dari data yang ada pelanggan atas nama Budiono tercatat daya 900 VA, “kata Dudy
Setyawan.
Menurut dia, UPJ PLN Purworejo hanya sebagai pelaksana atau pion, sementara kewenangan dan kebijakan berada di Area Magelang. “Nanti dari hasil pengecekan akan diketahui letak kesalahanya dimana, karena dalam pemasangan dilakukan oleh pihak ke tiga, “ucap Dudy.
Anggota Polres Purworejo
Juara 2 Kejuaraan Inkanas
Piala Kapolda Jateng
PURWOREJO, FP – Brigadir Agung Dwi P SH anggota Polres Purworejo berhasil mengharumkan nama Polres Purworejo setelah dalam Kejuaraan Inkanas memperebutkan piala Kapolda Jateng menjadi juara 2.
Kejuaraan Inkanas dalam rangka Hari Bhayangkara ke 71 dilaksanakan di Polda Jateng pada tanggal 18 – 19 Juli 2017. Brigadir Agung anggota Unit 2 Sat Reskrim Polres Purworejo yang turun dalam kategori Kata Perorangan berhasil menjadi juara 2 setelah dalam final mampu mengungguli perolehan poin dari Polres Kebumen. Sementara juara 1 diraih Polres Banyumas. Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo, SIK mengaku bangga dan sangat mengapresiasi pencapaian prestasi yang diraih oleh anggotanya. “Tentunya sangat mengapresiasi terhadap prestasi Brigadir Agung yang mengharumkan nama Polres Purworejo dan semoga bisa menularkan kepada adik-adiknya, ” kata Kapores Purworejo, Senin (24/7).
Kapolres Purworejo, AKBP Satrio Wibowo, SIK
Dikatakan, sebenarnya dalam kejuaraan Inkanas tersebut Polres Purworejo mengirimkan 10 atlit, namun demikian hanya Brigadir Agung yang mampu meraih prestasi. ” Yang belum meraih jangan kecil hati karena setidaknya mendapat pengalaman berharga, ” katanya.
Menurut Kapolres, dirinya akan mendukung penuh bagi anggota yang maju dalam kejuaraan. Sebab beladiri sangat mendukung tugas-tugas polisi di lapangan. “Tentunya juga harus bisa membagi waktu dan jangan sampai mengabaikan tugas, “ucapnya. Menghadapi kejuaraan serupa memperebutkan piala Kapolri pada bulan Agustus 2017 mendatang, Kapolres siap memberi dukungan sepenuhnya baik moril maupun materil agar atlit-atlit Polres Purworejo mampu berprestasi lebih baik lagi.
Ledakan di Rumah Kosong
Sebabkan Beberapa Rumah Warga
Rusak
KEBUMEN, FP – Sebuah ledakan hebat terjadi pada hari Sabtu (22/7) pukul 21.30 WIB di rumah kosong milik Wawan Eko Kurniawan (31) yang berada di Desa Krakal RT. 05 RW. 04, Alian, Kebumen.
Kerasnya ledakan terdengar sampai ke Mapolsek Alian yang berjarak 1,5 kilometer jauhnya.
Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos melalui Kasubbag Humas AKP Willy Budiyanto, SH menjelaskan, sampai saat ini Polisi belum bisa memastikan penyebab ledakan yang meluluh lantakan rumah Wawan tersebut.
Akibat ledakan tersebut, beberapa rumah warga yang berada disekitar TKP pun mengalami kerusakan, sebagian besar mengalami pecah kaca jendela nya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Pemilik rumah sedang kita mintai keterangan, dan kerugian material kami taksir mencapai puluhan juta rupiah.” jelas AKP Willy Budiyanto, SH.
667
Calhaj
siap
diberangkatkan, Dua Meninggal
Sebelum Berangkat
PURWOREJO, FP – Sebanyak dua orang calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Purworejo meninggal sebelum diberangkatkan. Dengan demikian, jumlah Calhaj Kabupaten Purworejo yang siap diberangkatkan ke tanah suci sebanyak 667 orang.
Data tersebut disampaikan oleh Bambang Sucipto, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo selaku Kepala Staf Penyelenggara Haji, dalam acara Pelepasan Calon Jamaah Haji
Kabupaten Purworejo Tahun 1438 H/2017 M. Pelepasan dilakukan secara resmi oleh Bupati Purworejo, H Agus Bastian SE MM, di Pendopo Kabupaten, Rabu (19/7).
Disebutkan, sebanyak 667 Calhaj yang siap diberangkatkan tahun ini terdiri atas 334 Calhaj pria dan 333 Calhaj perempuan. Mereka terbagi dalam 3 kloter, yakni kloter 13, 60, dan kloter 61.
“Dari jumlah tersebut ada 3 jamaah haji mutasi masuk yakni dari Kota Semarang, Kabupaten Sragen, dan Banyumas. Untuk kloter 13 sebanyak 355 orang, kloter 60 sebanyak 55 orang dan terakhir kloter 61 sebanyak 257 orang,” sebutnya.
Rencananya kloter 13 akan diberangkatkan paling awal, yakni pada Minggu (30/7) dan akan masuk Asrama Haji Donohudan pada pukul 19.00 WIB. Kloter 60 dijadwalkan berangkat pada Senin (14/8) dan masuk di Asrama Haji pukul 17.00 WIB bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Magelang. Selanjutnya untuk kloter 61 akan berangkat pada hari berikutnya, Selasa (15/8), dan masuk di Asrama Haji pukul 07.00 WIB untuk akan bergabung dengan jamaah haji dari Kabupaten Temanggung.
“Calon haji tertua usia 87 tahun atas nama Saean Harjo Pawiro, alamat Desa Semawung Daleman RT 01 RW 08 Kecamatan Kutoarjo. Calon Haji termuda usia 18 tahun atas nama Zaky Al Haidar alamat Desa Krandegan RT 01 RW 03 Kecamatan Bayan,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Purworejo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tingginya keinginan masyarakat menyebabkan panjangnya antrean untuk dapat berangkat haji. Beruntung dengan adanya kuota tambahan untuk jamaah haji asal Indonesia membuat masyarakat tidak harus antre selama 25 tahun untuk dapat berangkat ibadah haji.
“Jadi sekarang antrenya cuma 17 tahun tidak lagi 25 tahun seperti tahun sebelumnya karena ada penambahan kuota. Bersyukur bapak ibu sekalian dapat berangkat tahun ini, tidak harus menunggu lama,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Bupati berpesan kepada para jamaah agar selama berada di tanah suci dapat selalu menjaga kesehatan. Bupati juga menghimbau kepada Calhaj agar dapat selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para petugas medis apabila ada sesuatu hal yang dirasa mengganggu kesehatan. “Bawa perlengkapan seperlunya saja, jangan banyak-banyak. Dan saya lihat disana (Makkah) sudah cukup nyaman untuk para jamaah, jadi semoga dapat beribadah dengan khusuk, kembali dengan selamat, dan menjadi haji yang mabrur,” katanya. (top)
Kapolres Kebumen Lepas Tim
Beladiri, Ikuti Piala Kapolda
Jateng Cup
KEBUMEN, FP – Kapolres Kebume AKBP Titi Hastutu, S.Sos dengan didampingi Waka Polres Kebumen dan pejabat utama Polres Kebumen melepas keberangkatan Tim Bela diri Polres Kebumen di halaman depan Polres Kebumen, Senin (17/7).
Sebanyak 23 personil tim beladiri Polres Kebumen dibawah asuhan AKP Willy Budiyanto, SH., M.H akan bertanding di kejuaraan Karate Inkanas dan Beladiri Polri Piala Kapolda Jateng dalam rangka Hari Bhayangkara ke 71 di Semarang.
Kejuaraan karate ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 juli sampai dengan 19 Juli 2017 di gedung Borobudur Mapolda Jateng dan Dojo Akpol Semarang, yang rencananya akan dibuka langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, M.M., M.Hum pada hari selasa (hari ini) pukul 07.00 WIB.
Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S. Sos berharap tim beladiri Polres Kebumen dapat bermain semaksimal mungkin untuk bisa meraih prestasi terbaik, kalah menang bukanlah menjadi suatu beban tetapi bagaimana seorang anak didik bisa melaksanakan apa yang menjadi arahan pelatih saat mengikuti
latihan untuk mendapat hasil terbaik. “Bertandinglah secara sportif, raih prestasi terbaik,” pesan Kapolres Kebumen.
Profesor Dr. Sri Edi Suwasono
: Koperasi Mati Saat Ekonomi
Liberal Berkembang
PURWOREJO, FP – Koperasi akan mati saat birokrasi memberi kesempatan berkembangnya ekonomi liberal.
Karena azas koperasi adalah kebersamaan dan kekeluargaan sehingga dalam koperasi tidak pernah ada kata bersaing, tetapi berlomba. Berbeda dengan sistem liberal, yang mengedepankan kepentingan perorangan sehingga sering bersaing dengan dan saling membunuh .
Hal tersebut disampaikan Professor Dr Sri Edi Suwasono ketika menjadi pembicara dalam Seminar Tujuh Puluh Tahun Koperasi Indonesia dengan tema ” Satu Desa Satu Koperasi Semakin Memperkokoh Sokoguru Perekonomian Rakyat ” di Pendopo Kabupaten Purworejo, Sabtu (15/7).
Profesor Dr. Sri Edi Suwasono adalah Dosen di Universitas Indonesia , UIN dan menantu Proklamator RI ,Drs Muhammad Hatta.
Lanjut Profesor Dr Sri Edi Suwasono, koperasi dengan sistem berlomba sehingga yang lemah bukan dibunuh,tetapi dibina.
” Ekonomi liberal ,telah membunuh berkembangnya koperasi. Ekonomi liberal sistem negara barat, di Indonesia hanya mengenal sistem ekonomi koperasi, ” katanya.
Dikatakan, menyinggung perkembangan ekonomi di Indonesia saat ini, banyak pasar rakyat yang dirubah menjadi Mall yang berarti sudah membunuh ekonomi rakyat dan rakyat semakin dipinggirkan.
Secara tegas Sri Edi suwasono mengatakan, dengan menggusur dan menyikirkan PKL (Pedagang Kaki Lima) berarti sudah mengusik kepentingan rakyat.
Generasi yang sudah tamat sekolah masih banyan yang mengisi formulir permohonan untuk jadi buruh kepada yang perusahaan dan orang asing.
“Rakyat Indonesia sampai saat ini masih menjadi kuli di negara sendiri.
Meskipun sudah 72 tahun Merdeka Bangsa Indonesia masih sebagai Intander. Yang terjadi saat ini adalah pembangunan di Indonesia tapi bukan pembangunan Indonesia, ” tegas Sri Edi Suwasono.
Seminar dalam rangka HUT Koprasi ke 70 tahun diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM Purworejo.Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 peserta dari penggerak koperasi dan siswa SMA / SMK negeri dan swasta di Purworejo.
Beri Kemudahan Pelayanan,
Kapolres Kebumen Resmikan
Samsat Desa
KEBUMEN, FP – Jumat (14/7) Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S.Sos meresmikan kantor pelayanan publik Samsat Desa bertempat di Samsat Kebumen. Samsat desa tersebut diharapkan bisa mendekatkan pelayanan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk taat meregistrasikan kendaraan bermotor yang dimiliki.
Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, S. Sos dalam amanatnya menerangkan bahwa tujuan utama pembentukan Samsat Desa ini yakni bisa mendekatkan pelayanan pada masyarakat, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya yang sibuk, tidak ada waktu untuk datang langsung ke samsat Kebumen dalam hal pengurusan pajak tahunan kendaraan bermotor dan sebagainya.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, “kata Kapolres.
Lanjut Kapolres, titik pelayanan yang dimiliki oleh Samsat Kabupaten Kebumen saat ini yaitu di Samsat Induk jalan Tentara
Pelajar No 54 Kebumen, Gerai Samsat Bapelkes Gombong, Samsat Keliling (yang beroperasi di tiga kecamatan).
Sesuai dengan data yang dimiliki oleh Samsat Kebumen jumlah tunggakan kendaraan yang tidak melakukan registrasi pembayaran pajak sampai dengan akhir tahun 2016 kendaraan roda 2 sebanyak 112.972 dan roda empat 6.585 objek dengan nilai nominal secara keseluruhan sebesar Rp 16.686.947.000,-.
“Dengan adanya Samsat Desa, masyarakat bisa semakin mudah dalam mengurus registrasi dan pajak kendaraan bermotornya tanpa harus jauh menempuh perjalanan ke wilayah kota.” ucap Kapolres Kebumen.
Hadir dalam acara peresmian Samsat Desa itu Kapolres Kebumen, Dandim 0709 Kebumen, Kepala UPPD (Samsat Kebumen), Kabag, Kasat Polres Kebumen, seluruh Kapolsek Polres Kebumen, dan camat se- Kabupaten Kebumen.
Pisah Sambut Kasat Pol PP
Purworejo
Berlangsung
Sederhana
PURWOREJO, FP – Bertempat di salah satu rumah makan di Purworejo, berlangsung acara Halal Bihalal dan pisah sambut antara Kasat Pol PP Damkar Purworejo Tri Joko Pranoto,S,Ip dan Drs Murwanto selaku Plt, Kamis (13/7).
Tri Joko Pranoto selanjutnya akan menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah, sementara Plt Sat Pol
PP Damkar Purworejo dijabat Drs Murwanto Asisten I Setda Purworejo. Prosesi pisah sambut berjalan sederhana dan penuh haru.
Dalam Sambutanya, Tri Joko Pranoto mengatakan alih tugas merupakan proses kedinasan yang dilalui dan dijalani dengan legowo. Kendati demikian, Tri Joko Pranoto yang sudah menjabat Kasat Pol PP Purworejo selama 8 tahun 9 bulan merasa berat berpisah dengan anggota Sat Pol PP yang sudah dianggap seperti keluarga.
“Secara kedinasan saya bersyukur karena dipindah ke pekerjaan yang lebih ringan, namun secara pribadi berat berpisah dengan anggota Sat Pol PP Damkar, “kata Tri Joko Pranoto sedikit terbata dan menitikan air mata.
Tri Joko Pranoto yang biasa dipanggil Menot berpesan agar anggota Sat Pol PP Damkar tetap terus menjalankan tugas sebaik mungkin. “Meski sudah tidak bersama lagi tapi jika persoalanya menyangkut prinsip saya siap diajak konsultasi, “kata Menot. Dalam kesempatan itu dilakukan penyerahan cindera mata dari anggota Sat Pol PP Damkar dilanjutkan halal bi halal dan tausiah oleh kyai Rosyid Anwar dari Cangkrep Kidul.
Sayang proses pisah sambut tersebut tidak berjalan semestinya lantaran Drs Murwanto dan Sekda Drs Said Romadhon datang ketika acara menjelang usai sehingga tidak ada kata sambutan dari Drs Murwanto.
Pembangunan Jembatan Sejiwan
Telan Dana Rp 10 M Lebih
PURWOREJO, FP – Pembangunan jembatan Sejiwan di Desa Trirejo Kecamatan Loano sudah dimulai sejak 8 Mei 2017 lalu. Jembatan Sejiwan senilai Rp 10.511.890.000.00 nantinya akan menghubungkan Desa Trirejo dengan Desa Karangrejo Kecamatan Loano.
Menurut Sahab Robani, penjaga selis dan jembatan Sejiwan, jembatan Sejiwan yang baru panjangnya 120 meter dengan lebar 8 meter. “Posisinya disebelah utara jembatan lama, ” kata Sahab
saat ditemui dilokasi pembangunan jembatan Rabu (12/7).
Selain jembatan, akses menuju jembatan baik dari Desa Trirejo maupun Desa Karangrejo juga diperlebar. Di Desa Trirejo, akses dari jalan raya menuju jembatan sepanjang sekitar 200 meter yang semula hanya 5 meter diperluas menjadi 12 meter.
Sementara di Desa Karangrejo akses jalan menuju jembatan sepanjang sekitar 150 meter juga diperluas menjadi 12 meter melewati area persawahan.
Untuk di Desa Trirejo sendiri ada 11 bidang dan 7 rumah yang terdampak pelebaran jalan tersebut. Sementara di Desa Karangrejo yang terdampak berupa area persawahan.
Meski akibat perlebaran jalan sejumlah warga terkena dampaknya namun proses negosiasi “ganti untung” berjalan lancar dan bisa diterima para pihak. “Semua lancar dan bisa diterima warga karena sebelumnya dilakukan sosialisasi,”kata Sahab.
Diungkapkan Sahab, warga justru menyambut baik dengan adanya pembangunan jembatan tersebut. Warga berharap dengan adanya jembatan jembatan itu perekinomian mereka akan meningkat karena jembatan Sejiwan yang baru nantinya visa dilewati kendaraan roda empat dan jarak tempunya lebih pendek dibanding lewat Desa Caok ketika hendak ke pusat kota.
“Jika lewat jembatan Sejiwan, dari Desa Karangrejo ke pusat kota hanya sekitar 5 km, tapi kalau memutar lewat Desa Caok jaraknya sekitar 12 km, “tutur Sahab.
Kata Sahab, warga yang melewati jembatan Sejiwan tidak pernah sepi bahkan hingga malam hari. Setiap hari ribuan warga yang memanfaatkan jembatan tersebut. “Kalau ramai tidak, tapi sepanjang hari sampai malam tidak pernah sepi, “kata Sahab yang rumahnya tidak jauh dari jembatan Sejiwan.
Sahab menuturkan, jembatan Sejiwan atau yang juga disebut oleh warga Jembatan Kedung Pucung dibangun sekitar tahun 1911 – 1927 dan sudah beberapa kali direnovasi.
Ditinggal Hadiri Hajatan,
Rumah Sukanang Ludes Terbakar
PURWOREJO, FP – Rumah Sukanang (30) warga RT 01 RW 05 Desa Somorejo, Kecamatan Bagelen ludes dilalap api saat ditinggal menghadiri hajatan tetangganya, Senin (10/7) sekitar pukul 11.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun rumah Sukanang yang terbuat dari kayu dan bambu berukuran 12 x 9 m habis terbakar dan hanya menyisakan puing-puing.
Selain rumah, ikut terbakar televisi 21 inc, VCD, amplifier, 24 stel pakaian seragam kuda lumping, perangkat gamelan, perabot rumah tangga, buku nikah, KTP, ijazah, STNK, dan BPKB. Kapolsek Bagelen AKP Sarjana menjelaskan, bermula saat sekitar pukul 10.00 WIB istri korban yang bernama Bunayah memasak air deresan di tungku terbuat dari tanah liat menggunakan kayu bakar.
Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WIB setelah selesai memasak diatas tungku yang masih ada sisa api diberi tumpukan kayu bakar dengan maksud agar kayu tersebut cepat kering. “Setelah itu Sukanang beserta istri dan anaknya pergi ke rumah tetangga yang punya hajad, “kata Kapolsek.
Selang sekitar 30 menit kemudian, Sujak, saksi mata, melihat rumah korban sudah terbakar. Melihat hal itu Sujak dan beberapa warga kemudian berusaha memadamkan api.
Namun karena angin cukup kencang dan alat yang digunakan seadanya upaya tersebut tidak berhasil sehingga rumah korban ludes terbakar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan kerugian materi ditaksir sekitar Rp 50 juta, “tutur AKP Sarjana.