• Tidak ada hasil yang ditemukan

Organisasi Industri 01

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Organisasi Industri 01"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Organisasi Industri dan M akro M oneter

(Pertemuan Pertama)

“Pengertian Dasar Organisasi Industri dan M ikroekonomi Dasar

Disampaikan oleh:

(2)

Referensi

Referensi Utama:

Pepall, Lynne. Daniel J. Richards & George Norman. Industrial Organization: Contemporary Theory and Practice (with Economic Applications), 3rd ed. (2004).

South-W estern College Publication. (PNR).

• Waldman, Don E. dan Elizabeth J. Jensen, Industrial Organization: Theory & Practice; Edisi Ketiga,Addison Wesley Longman, 2006 (W J)

• Carlton, Dennis W dan Jeffrey M. Perloff, M odern Industrial Organization; Edisi Keempat, Addison Wesley Longman Inc., 2004 (CP)

Referensi Tambahan:

• Shy, Oz,Industrial Organization; Theory and A pplications; The MIT Press, 1995 (So).

• Martin, Stephen, Industrial Economics: Economic A nalysis and Public Policy; Edisi Kedua, Macmillan Publishing Company, 1993.

• Cabral, Luis M.B., Introduction to Industrial Organisation,The MIT Press, 2000 (Cl).

(3)

Cakupan Materi

Definisi organisasi industri.

Perbedaan antara organisasi industri dengan ekonomi industri.

Perkembangan teori organisasi industri.

Teori perusahaan dan berbagai konsep biaya.

(4)

Definisi Organisasi Industri

Organisasi industri membahas mengenai pasar dan industri, termasuk didalamnya interaksi kompetisi antar perusahaan dalam suatu industri.

OI merupakan penerapan praktis dari ilmu mikroekonomi.

Terdapat 2 cabang ilmu Organisasi Industri:

– Struktur pasar: Fokus pada cara perusahaan berkompetisi dengan

perusahaan lainnya dalam satu industri.

– Teori perusahaan: Melihat perilaku perusahaan secara lebih dalam

(5)

Sejarah Singkat Organisasi Industri

Harvard Tradition (1940 – 1960)

– Structure Conduct Performance (SCP)

– Structure: jumlah perusahaan dalam industri, teknologi, hambatan

pasar, dsb.

– Conduct: keputusan perusahaan terkait produksi, harga, beban

advertising, kompetisi, dsb.

– Performance: surplus konsumen, profit, pajak pendapatan, nilai pasar saham.

– Kelemahan utama: mengasumsikan bahwa struktur pasar merupakan

variabel yang bersifat eksogen.

Chicago School (1960 – 1980)

– Lebih fokus pada perilaku perusahaan.

– Menitik beratkan pada teori mengenai harga.

(6)

Sejarah Singkat Organisasi Industri (lanjutan)

Game Theory (1980 – 1990)

– Menitik beratkan pada pengambilan keputusan strategik (misal:

konsep nash equilibrium).

– Menggunakan banyak model, namun sulit untuk mengetahui model

mana yang paling untuk diaplikasikan dalam praktek.

Pendekatan baru (1990 - sekarang)

– Mengintegrasikan antara teori ekonomi dan ekonometrik.

– Cukup rumit, mayoritas melibat komputasi, dan model empirik yang

(7)

Sejarah Singkat Organisasi Industri (lanjutan)

Isu kontemporer dalam organisasi industri:

– Inovasi tekhnologi.

– Research and Development spillovers.

– Informasi sebagai produk.

Learning by doing.

– Advertising.

– Masuk dan keluarnya perusahaan.

– Analisis Merger.

– Regulasi anti monopoli.

(8)

Basic Condition/ Kondisi Dasar

Structure/

Struktur

Government Policy/Kebijakan

Pemerintah

1.1

Conduct/

Kelakuan

Performance/

Kinerja

(9)

Kondisi Dasar Daya Tahan Produk Lokasi

(10)

Kondisi Dasar

Kebijakan P’mrintah

Perundangan

Komisi Persaingan Usaha Hambatan masuk

Pajak

Insentif Investasi

Insentif Pemberian Pekerja Kebijakan Makroeconomi

Kelakuan

Struktur

Kinerja

(11)

Kondisi Dasar

Struktur

Kelakuan

Jumlah Penjual/Pembeli Hambatan Masuk Persh Baru Diferensiasi Produk

Integration Vertikal Diversifikasi

Kinerja

Kebijakan

Pemerintah

(12)

Kondisi Dasar

Kinerja

Kelakuan

Advertensi/iklan

Riset dan Pengembangan Prilaku Penetapan Harga Investasi Kapasitas Taktik Hukum Pilihan Produk Kolusi

Merger dan Kontrak

Struktur

Kebijakan

Pemerintah

(13)

Kondisi Dasar

Struktur

Kinerja

Kelakuan

Efisiensi Produksi Efisiensi Alokasi Permodalan/Keadilan Kualitas Produk

Kemajuan Teknik/teknlogi Profit

Kebijakan

Pemerintah

(14)

Teori Biaya

Berbagai jenis biaya:

– Biaya Tetap (FC): biaya yang tidak bervariasi berapapun jumlah

output yang diproduksi.

– Biaya variabel (VC): biaya yang berubah (total) tergantung output yang diproduksi.

Sunk cost: biaya tetap yang tidak dapat di recover. Contoh: biaya konsultan, biaya DP, dsb.

– Biaya total (TC) = Biaya tetap (FC) + Biaya variabel (VC), merupakan fungsi dari output yang diproduksi sehingga

C(q) = FC + V C(q)

– Biaya rata-rata (AC): C(q)/q.

– Biaya variabel rata-rata (AVC): V C(q)/q.

– Biaya tetap rata-rata (AFC): FC/q.

(15)

Teori biaya

Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit. Profit maksimum dapat dicapai jika perusahaan memaksimumkan pendapatan dan meminimumkan biaya. Minimisasi biaya merupakan salah satu dari tujuan perusahaan.

Perusahaan akan memilih tingkat output yang akan meminimumkan biaya.

(16)

Teori Biaya

Ketika mengilustrasikan biaya dalam bentuk grafik yang perlu diperhatikan adalah:

– MC = AC AC akan konstan (tidak berubah)

– MC > AC AC akan meningkat.

– MC < AC AC akan berkurang.

– MC akan memotong AC pada titik dimana kurva AC minimum.

– AFC selalu meningkat. Biaya tetap per output akan semakin

berkurang jika output yang diproduksi semakin banyak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya:

– Input produksi kapital, tenaga kerja, tanah, dll.

– Kecepatan dalam produksi.

– Jangka pendek Vs. Jangka Panjang.

(17)
(18)

Teori Biaya

(19)

Teori Biaya

Dalam jangka panjang, kurva LAC merupakan gabungan

dari titik produksi pada SAC. Perusahaan akan

memproduksi pada saat SAC minimum.

Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output dimana kurva AC menurun, menambah produksi akan semakin menurunkan biaya rata-rata (AC). Kondisi tersebut disebut economics of scale.

Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output dimana kurva AC meningkat, menambah produksi akan semakin meningkatkan biaya rata-rata (AC). Kondisi tersebut disebut diseconomic of scale.

Economics of scale terjadi pada saat MC < AC. Diseconomics of

(20)

Fungsi Pendapatan

Total Pendapatan (TR) Harga (P) X Quantitas (q)

Pendapatan rata-rata (AR) TR/q

(21)

Fungsi Profit

Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit ( ), maka:

Secara matematis, profit maksimum akan terjadi pada kondisi turunan pertama fungsi profit terhadap kuantitas sama dengan nol:

(22)

Fungsi Profit

Karena tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit, maka perusahaan akan memproduksi tingkat output yang memaksimumkan profit.

Profit maksimum terjadi pada saat MR = MC. Prinsip ini berlaku untuk semua perusahaan dalam berbagai jenis pasar.

Jika MR > MC, perusahaan akan terus meningkatkan produksi hingga MR = MC.

(23)

Jenis-jenis pasar

Pasar merupakan kumpulan dari perusahaan-perusahaan dengan karakter sejenis dan memproduksi output yang sama. Hati-hati dalam mendefinisikan pasar!

Bentuk-bentuk pasar dalam ekonomi:

– Pasar persaingan sempurna.

– Pasar monopoli.

– Pasar Oligopoli.

(24)

Pasar persaingan sempurna

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:

– Produk yang ditawarkan homogen, tidak ada diferensiasi produk.

– Jumlah perusahaan dan pembeli banyak. Perusahaan tidak memiliki

kekuatan untuk menentukan harga.

– Tidak ada biaya transaksi.

– Tidak ada hambatan untuk keluar masuk pasar. Perusahaan yang

tertarik dengan keuntungan akan bebas masuk pasar dan perusahaan yang merugi dapat dengan bebas keluar dari pasar.

– Tidak terdapat externalitas.

Pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar paling ideal. Masyarakat akan menikmati jumlah produksi yang optimal dengan harga yang relatif murah.

(25)

Pasar Monopoli

• Ciri-ciri pasar monopoli:

– Hanya ada satu perusahaan dalam pasar.

– Pembeli banyak.

– Karena hanya ada satu pemain dalam pasar, perusahaan memiliki

kekuatan untuk menentukan harga. Namun, besarnya kekuatan pasar yang dimiliki monopolis tergantung dari elastisitas permintaan dari produk yang ditaw arkan.

• Bentuk monopoli merupakan lawan dari bentuk pasar persaingan

sempurna. Harga pada pasar monopoli jauh lebih tinggi

dibandingkan pasar persaingan sempurna. Dan output pada pasar monopoli jauh lebih kecil dibandingkan persaingan sempurna.

• MR = MC namun MR P, sehingga perusahaan menikmati profit

yang besar.

(26)

Pasar Oligopoli

Ciri-ciri pasar oligopoli:

– Terdapat lebih dari satu perusahaan, namun tidak terlalu banyak

seperti pada persaingan sempurna. Biasanya antara 2 – 5 perusahaan.

– Produk homogen (dalam beberapa model).

Dalam pasar oligopoli, perusahaan saling berkompetisi dalam harga atau jumlah produksi output.

Harga yang ditawarkan kepada konsumen lebih rendah dibandingkan monopoli namun lebih tinggi dibandingkan pasar persaingan sempurna. Kuantitas output yang diproduksi lebih besar dibandingkan monopoli.

(27)

Pasar Monopolistik

Ciri-ciri utama pasar monopolistik:

– Jumlah perusahaan dan pembeli banyak.

(28)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menentukan kondisi orde pertama dan kedua agar laba perusahaan maksimum saat perusahaan menganggap perubahan tingkat produksi lawan takkonstan,

Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna

• Komitmen dengan output Q d bisa saja ditujukan untuk mengeluarkan kompetitor yang sudah ada dari pasar atau mencegah perusahaan lain masuk ke dalam pasar?. • Beberapa

memaksimumkan kemakmuran pemegang saham hanya akan dihasilkan melalui kegiatan investasi perusahaan. Tujuan keputusan investasi adalah memperoleh tingkat keuntungan

Dalam pasar persaingan sempurna jangka panjang apabila perusahaan ingin memaksimalkan laba maka perusahaan akan memproduksi tingkat output di mana harga sama

memaksimumkan kemakmuran pemegang saham hanya akan dihasilkan melalui kegiatan investasi perusahaan. Tujuan keputusan investasi adalah memperoleh tingkat keuntungan

Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menentukan kondisi orde pertama dan kedua agar laba perusahaan maksimum saat perusahaan menganggap perubahan tingkat produksi lawan takkonstan,

Analisis Optimasi  Analisis Optimasi adalah analisis yang digunakan untuk mempelajari proses perusahaan dalam menentukan tingkat output yang memaksimumkan laba  Terdapat beberapa