Organisasi Industri dan M akro M oneter
(Pertemuan Pertama)
“Pengertian Dasar Organisasi Industri dan M ikroekonomi Dasar”
Disampaikan oleh:
Referensi
Referensi Utama:
• Pepall, Lynne. Daniel J. Richards & George Norman. Industrial Organization: Contemporary Theory and Practice (with Economic Applications), 3rd ed. (2004).
South-W estern College Publication. (PNR).
• Waldman, Don E. dan Elizabeth J. Jensen, Industrial Organization: Theory & Practice; Edisi Ketiga,Addison Wesley Longman, 2006 (W J)
• Carlton, Dennis W dan Jeffrey M. Perloff, M odern Industrial Organization; Edisi Keempat, Addison Wesley Longman Inc., 2004 (CP)
• Referensi Tambahan:
• Shy, Oz,Industrial Organization; Theory and A pplications; The MIT Press, 1995 (So).
• Martin, Stephen, Industrial Economics: Economic A nalysis and Public Policy; Edisi Kedua, Macmillan Publishing Company, 1993.
• Cabral, Luis M.B., Introduction to Industrial Organisation,The MIT Press, 2000 (Cl).
Cakupan Materi
•
Definisi organisasi industri.•
Perbedaan antara organisasi industri dengan ekonomi industri.•
Perkembangan teori organisasi industri.•
Teori perusahaan dan berbagai konsep biaya.Definisi Organisasi Industri
•
Organisasi industri membahas mengenai pasar dan industri, termasuk didalamnya interaksi kompetisi antar perusahaan dalam suatu industri.•
OI merupakan penerapan praktis dari ilmu mikroekonomi.•
Terdapat 2 cabang ilmu Organisasi Industri:– Struktur pasar: Fokus pada cara perusahaan berkompetisi dengan
perusahaan lainnya dalam satu industri.
– Teori perusahaan: Melihat perilaku perusahaan secara lebih dalam
Sejarah Singkat Organisasi Industri
•
Harvard Tradition (1940 – 1960)– Structure Conduct Performance (SCP)
– Structure: jumlah perusahaan dalam industri, teknologi, hambatan
pasar, dsb.
– Conduct: keputusan perusahaan terkait produksi, harga, beban
advertising, kompetisi, dsb.
– Performance: surplus konsumen, profit, pajak pendapatan, nilai pasar saham.
– Kelemahan utama: mengasumsikan bahwa struktur pasar merupakan
variabel yang bersifat eksogen.
•
Chicago School (1960 – 1980)– Lebih fokus pada perilaku perusahaan.
– Menitik beratkan pada teori mengenai harga.
Sejarah Singkat Organisasi Industri (lanjutan)
•
Game Theory (1980 – 1990)– Menitik beratkan pada pengambilan keputusan strategik (misal:
konsep nash equilibrium).
– Menggunakan banyak model, namun sulit untuk mengetahui model
mana yang paling untuk diaplikasikan dalam praktek.
•
Pendekatan baru (1990 - sekarang)– Mengintegrasikan antara teori ekonomi dan ekonometrik.
– Cukup rumit, mayoritas melibat komputasi, dan model empirik yang
Sejarah Singkat Organisasi Industri (lanjutan)
•
Isu kontemporer dalam organisasi industri:– Inovasi tekhnologi.
– Research and Development spillovers.
– Informasi sebagai produk.
– Learning by doing.
– Advertising.
– Masuk dan keluarnya perusahaan.
– Analisis Merger.
– Regulasi anti monopoli.
Basic Condition/ Kondisi Dasar
Structure/
Struktur
Government Policy/Kebijakan
Pemerintah
1.1
Conduct/
Kelakuan
Performance/
Kinerja
Kondisi Dasar Daya Tahan Produk Lokasi
Kondisi Dasar
Kebijakan P’mrintah
Perundangan
Komisi Persaingan Usaha Hambatan masuk
Pajak
Insentif Investasi
Insentif Pemberian Pekerja Kebijakan Makroeconomi
Kelakuan
Struktur
Kinerja
Kondisi Dasar
Struktur
Kelakuan
Jumlah Penjual/Pembeli Hambatan Masuk Persh Baru Diferensiasi Produk
Integration Vertikal Diversifikasi
Kinerja
Kebijakan
Pemerintah
Kondisi Dasar
Kinerja
Kelakuan
Advertensi/iklan
Riset dan Pengembangan Prilaku Penetapan Harga Investasi Kapasitas Taktik Hukum Pilihan Produk Kolusi
Merger dan Kontrak
Struktur
Kebijakan
Pemerintah
Kondisi Dasar
Struktur
Kinerja
Kelakuan
Efisiensi Produksi Efisiensi Alokasi Permodalan/Keadilan Kualitas Produk
Kemajuan Teknik/teknlogi Profit
Kebijakan
Pemerintah
Teori Biaya
•
Berbagai jenis biaya:– Biaya Tetap (FC): biaya yang tidak bervariasi berapapun jumlah
output yang diproduksi.
– Biaya variabel (VC): biaya yang berubah (total) tergantung output yang diproduksi.
– Sunk cost: biaya tetap yang tidak dapat di recover. Contoh: biaya konsultan, biaya DP, dsb.
– Biaya total (TC) = Biaya tetap (FC) + Biaya variabel (VC), merupakan fungsi dari output yang diproduksi sehingga
C(q) = FC + V C(q)
– Biaya rata-rata (AC): C(q)/q.
– Biaya variabel rata-rata (AVC): V C(q)/q.
– Biaya tetap rata-rata (AFC): FC/q.
Teori biaya
•
Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit. Profit maksimum dapat dicapai jika perusahaan memaksimumkan pendapatan dan meminimumkan biaya. Minimisasi biaya merupakan salah satu dari tujuan perusahaan.•
Perusahaan akan memilih tingkat output yang akan meminimumkan biaya.Teori Biaya
•
Ketika mengilustrasikan biaya dalam bentuk grafik yang perlu diperhatikan adalah:– MC = AC AC akan konstan (tidak berubah)
– MC > AC AC akan meningkat.
– MC < AC AC akan berkurang.
– MC akan memotong AC pada titik dimana kurva AC minimum.
– AFC selalu meningkat. Biaya tetap per output akan semakin
berkurang jika output yang diproduksi semakin banyak.
•
Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya:– Input produksi kapital, tenaga kerja, tanah, dll.
– Kecepatan dalam produksi.
– Jangka pendek Vs. Jangka Panjang.
Teori Biaya
Teori Biaya
•
Dalam jangka panjang, kurva LAC merupakan gabungandari titik produksi pada SAC. Perusahaan akan
memproduksi pada saat SAC minimum.
•
Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output dimana kurva AC menurun, menambah produksi akan semakin menurunkan biaya rata-rata (AC). Kondisi tersebut disebut economics of scale.•
Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output dimana kurva AC meningkat, menambah produksi akan semakin meningkatkan biaya rata-rata (AC). Kondisi tersebut disebut diseconomic of scale.•
Economics of scale terjadi pada saat MC < AC. Diseconomics ofFungsi Pendapatan
•
Total Pendapatan (TR) Harga (P) X Quantitas (q)•
Pendapatan rata-rata (AR) TR/qFungsi Profit
•
Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit ( ), maka:•
Secara matematis, profit maksimum akan terjadi pada kondisi turunan pertama fungsi profit terhadap kuantitas sama dengan nol:Fungsi Profit
•
Karena tujuan perusahaan adalah memaksimumkan profit, maka perusahaan akan memproduksi tingkat output yang memaksimumkan profit.•
Profit maksimum terjadi pada saat MR = MC. Prinsip ini berlaku untuk semua perusahaan dalam berbagai jenis pasar.•
Jika MR > MC, perusahaan akan terus meningkatkan produksi hingga MR = MC.Jenis-jenis pasar
•
Pasar merupakan kumpulan dari perusahaan-perusahaan dengan karakter sejenis dan memproduksi output yang sama. Hati-hati dalam mendefinisikan pasar!•
Bentuk-bentuk pasar dalam ekonomi:– Pasar persaingan sempurna.
– Pasar monopoli.
– Pasar Oligopoli.
Pasar persaingan sempurna
•
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:– Produk yang ditawarkan homogen, tidak ada diferensiasi produk.
– Jumlah perusahaan dan pembeli banyak. Perusahaan tidak memiliki
kekuatan untuk menentukan harga.
– Tidak ada biaya transaksi.
– Tidak ada hambatan untuk keluar masuk pasar. Perusahaan yang
tertarik dengan keuntungan akan bebas masuk pasar dan perusahaan yang merugi dapat dengan bebas keluar dari pasar.
– Tidak terdapat externalitas.
•
Pasar persaingan sempurna merupakan bentuk pasar paling ideal. Masyarakat akan menikmati jumlah produksi yang optimal dengan harga yang relatif murah.Pasar Monopoli
• Ciri-ciri pasar monopoli:
– Hanya ada satu perusahaan dalam pasar.
– Pembeli banyak.
– Karena hanya ada satu pemain dalam pasar, perusahaan memiliki
kekuatan untuk menentukan harga. Namun, besarnya kekuatan pasar yang dimiliki monopolis tergantung dari elastisitas permintaan dari produk yang ditaw arkan.
• Bentuk monopoli merupakan lawan dari bentuk pasar persaingan
sempurna. Harga pada pasar monopoli jauh lebih tinggi
dibandingkan pasar persaingan sempurna. Dan output pada pasar monopoli jauh lebih kecil dibandingkan persaingan sempurna.
• MR = MC namun MR P, sehingga perusahaan menikmati profit
yang besar.
Pasar Oligopoli
•
Ciri-ciri pasar oligopoli:– Terdapat lebih dari satu perusahaan, namun tidak terlalu banyak
seperti pada persaingan sempurna. Biasanya antara 2 – 5 perusahaan.
– Produk homogen (dalam beberapa model).
•
Dalam pasar oligopoli, perusahaan saling berkompetisi dalam harga atau jumlah produksi output.•
Harga yang ditawarkan kepada konsumen lebih rendah dibandingkan monopoli namun lebih tinggi dibandingkan pasar persaingan sempurna. Kuantitas output yang diproduksi lebih besar dibandingkan monopoli.Pasar Monopolistik
•
Ciri-ciri utama pasar monopolistik:– Jumlah perusahaan dan pembeli banyak.