Organisasi Industri dan M akro M oneter
(Pertemuan Kelima)
“Strategi A nti Kompetisi”
Disampaikan oleh:
Cakupan Materi
•
Insentif perusahaan baru masuk ke pasar.
•
Teori
limit
dan
predatory pricing
.
Pendahuluan
•
Perusahaan yang dapat membatasi produksi output untuk
meningkatkan harga merupakan perusahaan yang memiliki
kekuatan pasar.
•
Microsoft (95% dari industri sistem operasi) merupakan salah satu
contoh
perusahaan
raksasa dalam
industri sistem
operasi
komputer.
•
Perusahaan tersebut terus menjaga posisinya selama
bertahun-tahun.
–
Mengapa tidak ada rival yang dapat menyaingi posisi
perusahaan tsb?
–
Mengapa perusahaan lain tidak terpikat oleh besarnya profit?
•
Jawabannya: perusahaan dengan kekuatan monopoli dapat saja:
–
Mengeliminasi kompetitor yang sudah ada.
Evolusi dari Struktur Pasar
•
Evolusi struktur pasar tergantung dari banyak faktor.
– Salah satunya terkait dengan hubungan antara ukuran perusahaan dan pertumbuhan.
Kekuatan Monopoli dan
M arket Entry
•
Beberapa fakta khusus terkait dengan pemain baru.
– Pemain baru yang ingin masuk pasar merupakan hal umum
– Biasanya berskala kecil.
– Memiliki survival rate relatif rendah > 60% keluar kembali dalam jangka waktu 5 tahun.
– “ Entry” sangat berkorelasi kuat dengan “ exit” .
•
Tidak mudah untuk membuktikan bahw a fakta di atas
merefleksikan adanya perilaku
predatory
.
Predatory Conduct
dan
Limit Pricing
•
Aksi predatori muncul dalam dua bentuk berbeda.
– Limit Pricing: Harga barang menjadi sangat rendah sehingga new entrant tidak berani masuk pasar.
– Predatory Pricing: Harga barang menjadi sangat rendah sehingga
entrant keluar dari pasar.
•
Output dari kedua aksi di atas sama – perusahaan monopoli
tetap mengendalikan pasar.
•
Hukum legal biasanya fokus pada
predatory pricing
karena
“ korban” nya mudah untuk diidentifikasi.
•
Model pertama untuk
limit pricing
.
– Stackelberg leader memilih tingkat produksi output pertama kali.
– Entrant percaya bahwa leader komit terhadap keputusannya.
Model
Limit Pricing
These are the cost curves for the potential entrant
D(P) = Market Demand
Assume that the incumbent commits
to output Q1
Q1
Then the entrant’s residual demand is
R1 = D(P) - Q1
R1
W ith the residual demand R1, the entrant can operate profitably.
Entry is not deterred by the incumbent choosing Q1.
Assume instead that the incumbent
commits to output Qd The entrant’s residual
demand is
marginal revenue is MRe Then the entrant’s marginal revenue is MRe The entrant equates
marginal revenue with marginal cost At price Pe entry is
unprofitable
Qd
Pd
By committing to output
Q
dthe incumbent deters
Limit Pricing
•
Komitmen dengan output Q
dbisa saja ditujukan untuk
mengeluarkan kompetitor yang sudah ada dari pasar atau
mencegah perusahaan lain masuk ke dalam pasar.
•
Beberapa pertanyaan muncul:
– Apakah limit pricing dianggap lebih menguntungkan dibandingkan strategi lainnya?
Ekspansi Kapasitas dan Hambatan Masuk Pasar
•
Jika incumbent melakukan strategi
predatory
setelah entrant
masuk dalam pasar, strategi tersebut tidak akan efektif.
•
Bagaimana cara incumbent agar strategi predatory menjadi
efektif?
•
Salah mekanisme yang mungkin:
– Pasang kapasitas tertentu di awal produksi.
• Kapasitas terpasang merupakan komitmen untuk menjaga tingkat output tertentu.
• Incumbent dapat memanipulasi entrant melalui pilihan kapasitas.
• Incumbent dapat menghalangi entrant untuk masuk pasar melalui pilihan kapasitas.
– Namun, apakah hal tersebut kredibel?
Model Dixit
•
Misalkan permainan dua tahap (
two stage game
).
– Incumbent pada periode 1 memasang kapasitas tertentu.
• Biaya pemasangan kapasitas K1 adalah r.K1
• Pada periode ke 2 incumbent dapat memproduksi hingga tingkat K1 pada biaya per unit w.
• Kapasitas dapat ditingkatkan pada periode 2 dengan tambahan biaya per unit sebesar r.
• Kapasitas tidak dapat dikurangi pada periode 2.
– Entrant potensial di periode 2 mengamati pilihan kapasitas incumbent.
• Untuk masuk dan memproduksi tingkat output seperti incumbent, entrant membutuhkan kapasitas K2 dengan biaya r.K2
• Biaya produksi per unit adalah w.
• Entrant tidak akan memasang kapasitas yang tidak berguna.
– Jika entrant masuk, model Cournot akan berlaku di periode ke 2.
Model Dixit 2
•
Biaya untuk incumbent adalah:
– C1 = F1 + w.q1 + r.K1 untuk q1 < K1; biaya marjinal w
– C1 = F1 + (w + r)q1 untuk q1 > K1; biaya marjinal w + r
•
Biaya untuk entrant adalah:
– C2 = F2 + (w + r)q2; biaya marjinal w + r
•
Analisis Cournot standar akan menghasilkan fungsi reaksi
terbaik:
– q*1 = (A – w)/ 2B – q2/ 2 jika q1 < K1
– q*1 = (A – w – r)/ 2B – q2/ 2 jika q1 > K1
– q*2 = (A – w – r)/ 2B – q1/ 2 sehingga q*2 > 0
• Agar entrant dapat masuk, ia harus dapat meng-cover sunk cost F2
Model Dixit 3
• BRF incumbent “ patah” pada K1 saat sunk cost tidak dapat di “ recover”
R ’
R • Keseimbangan yang terjadi
Model Dixit 4
• Misalkan perusahaan 2 masuk
• Keseimbangan berada pada daerah antrara titik T dan V
• Yang tergantung lokasi “ patah” pada kurva R’R
• Output perusahaan 1 lebih besar dari dan lebih kecil dari V1
Model Dixit 5
• Misalkan perusahaan 2 tidak masuk
• Disebabkan karena tidak dapat impas (break event) pada output kurang dari T2
• Maka perusahaan 1 akan memilih kapasitas M1
– Ini merupakan output monopoli dengan MC = w + r
• M1sebenarnya merupakan output Stackelberg untuk perusahaan 1
– Perusahaan 1 sebagai leader tidak akan pernah memilih output dan kapasitas
Model Dixit 6
• Misalkan “ patah” pada BRF entrant berada pada titik BL pada kurva R’T
q2
• Incumbent memilih kapasitas M1 dan pesaing terhalang masuk
• Misalkan “ patahan” pada BRF entrant berada pada titik BS di kurva TS
B
S
• Incumbent memilih kapasitas
output M1dan pesaing terhalang untuk masuk
• Misalkan “ patahan” pada BRF entrant berada pada titik BL di kurva VR
• Incumbent memilih kapasitas M1 dan entrant akan diakmodasi
Model Dixit 7
• Sekarang misalkan “ patahan” pada BRF entrant berada pada titik B* di kurva SV
• Incumbent dapat memilih kapasitas M! dan membagi pasar
• Atau instal kapasitas B! dan menjaga monopoli di pasar
B1
• Pilihan tergnatung dari profitabilitas relatif:
– Jika B* “ dekat terhadap” S maka gunakan kapasitas untuk menghalangi pesaing masuk
– Jika B* “ dekat terhadap” V maka akomodasi masuknya pesaing dengan
Ekspansi Kapasitas dan Hambatan Masuk 2
•
Sebagai contoh:
– P = 120 - Q = 120 - (q1 + q2)
– MC produksi adalah $60 untuk incumbent dan entrant
– Biaya untuk setiap unit kapasitas adalah $30
– Perusahaan memiliki biaya tetap F
– Incumbent memilih kapasitas K1 pada tahap 1
– NOTE: incumbent akan selalu memproduksi setidaknya pada tingkat
K1 dalam tahap produksi—otherwise it throw s aw ay revenue that could help cover the cost of installed capacity
– Entrant memilih kapasitas dan output pada tahap 2.
Halangan Masuk Pasar
•
Mungkin saja tidak entrant masuk pasar.
– Biaya entrant terlalu besar.
•
Entrant dapat saja diakomodasi oleh incumbent.
– Biaya entrant rendah
• Incumbent mendapatkan keuntungan dengan menjadi yang pertama di pasar.
•
Entrant dapat sengaja dihalangi untuk masuk pasar.
– Strategi menghalangi entrant menguntungkan bagi incumbent.
– Memasang ekses kapasitas sebagai strategi untuk mencegah masuknya entrant.
Preemption and the persistence of monopoly
•
Isu yang terkait dengan perilaku incumbent
memasang
ekses kapasitas untuk mencegah entrant.
– Industri berbentuk monopoli secara natural dengan ukuran pasar saat ini.
– Namun, ukuran industri tersebut diprediksi akan terus meningkat dan mengundang perusahaan lain untuk masuk.
•
Terdapat isu
timing
.
•
Incumbent mungkin saja untuk:
– Membangun pabrik baru sebelum pesaing masuk.
– Menambah produk baru sebelum pesaing masuk.
•
Isu lainnya:
Preemption and the persistence of monopoly
•
Contoh sederhana: pasar sederhana dengan incumbent:
– Profit saat ini M
– Ukuran pasar diprediksi akan dua kali lipat lebih besar di periode yang akan datang dan akan tetap pada ukuran tersebut selamanya.
– Diperlukan adanya penambahan biaya kapasitas F untuk memenuhi permintaan baru.
– Kapasitas baru dapat ditambah pada:
• Periode pertama atau di periode kedua.
• Oleh incumbent atau oleh new entrant.
•
Tanpa adanya ancaman dari entrant:
– Incumbent memasang kapasitas baru pada awal periode kedua.
– Profit adalah 2 M dikurangi dengan biaya kapasitas.
Preemption and the persistence of monopoly
•
Pertimbangkan pilihan dari entrant di periode 1:
– Misalkan kompetisi model Cournot terjadi jika entrant masuk dalam pasar .
– Jika masuk pada periode 1, maka profit entrant adalah e
1 = C +
2 C/ (1 – R) - F
• R merupakan discount factor = 1/ (1+r) dimana r merupakan discount rate
– Jika masuk di periode 2 maka profit entrant adalah e
2 = 2 C/ (1 – R) –
RF dalam bentuk present value
– Jika e
1 < e2 maka berimplikasi pada (1 + r) C < r.F
Preemption and the persistence of monopoly
•
Bagaimana dengan incumbent?
– Tidak melakukan apa-apa di periode 1
• Perusahaan lain akan masuk dan mengambil alih pada periode 2
• Mendapatkan 2 C/ (1 – R)
– Menginstal penambahan kapasitas di periode 1 • Perusahaan lain akan terhalang masuk pasar
• Mendapatkan profit 2 M/ (1 – R) – F
– Menginstal kapasitas tambahan lebih awal akan membuat 2( M -C)/ (1 – R) > F
• Present value dari tambahan profit karena mencegah masuknya pemain baru lebih besar dari biaya tetap
M arket Preemption
•
Mengapa incumbent memiliki insentif yang besar untuk
berinvestasi lebih awal?
– Incumbent berusaha untuk melindungi kondisi monopoli yang dianggap sangat berharga.
– Entrant berusaha untuk mendapatkan pangsa pasar.