• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran dalam psikologi Klinis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengukuran dalam psikologi Klinis"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pe nguk ura n da la m

Pe nguk ura n da la m

Psik ologi K linis

Dr. Sofia Retnowati

M e a sure m e nt issue s

‰

Measurements

S

f

i ti

‰

Source of variation

‰

Classification

‰

Health measurements

(2)

Pe nge rt ia n U m um da la m Pe nguk ura n

‰

Instrumen

‰ Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data

‰

Tes

‰ Prosedur formal dan sistematis dalam mendapatkan informasi

‰

Asesmen

‰ Proses umum dalam mengumpulkan, mensintesiskan, manganalisis dan menafsirkan data

‰

Pengukuran

‰ Kuantifikasi skor performansi subjek

‰

Inventori

‰ Istilah yang dipakai untuk pengukuran kepribadian, dipakai untuk mengganti istilah skala kepribadian

J EN I S PEN GU K U RAN

‰

Clinical metrics

‰ Pengukuran yang mengacu pada fenomena klinis, misalnya simtom, lama penyembuhan di RS, tekanan darah

‰

Skala Psikologis (psychometric scales)

‰ Pengukuran pada beberapa aspek fungsi psikologis dan perilakum, melalui

‰self-report, wawancara dan observasi ‰

Rating (multi rater measure)

B b di i k il i il k bj k

‰ Beberapa orang diminta untuk menilai perilaku subjek. ‰

Penugasan (task)

‰ Subjek diminta untuk melakukan sesuatu, hasil tes

(3)

Pe nguk ura n da la m

Bida ng K linis da n K e se ha t a n

PENGERTIAN

‰ Kuantifikasi data atau fenomena dalam bidang klinis dan kesehatan untuk memudahkan menggolongkan, menafsirkan dan mengevaluasi fenomena tersebut

A scale or test is an instrument to measure clinical phenomena. A score is a value on the scale in a given patient (Bourbeau, 2005)

T ujua n Pe nguk ura n

Psik ologi

‰

Skrining (screening tool)

‰ Menentukan jenis simptom dan psychological trait yang ada

‰

Skrining (screening tool)

‰ Menentukan jenis simptom dan psychological trait yang ada psychological trait yang ada

‰

Diagnosis (diagnosis)

‰ Memahami dan mengidentifikasi keandalan (reliability) upaya mengetahui simptom psychological trait yang ada

‰

Diagnosis (diagnosis)

‰ Memahami dan mengidentifikasi keandalan (reliability) upaya mengetahui simptom

‰

Quantification

‰ Memformulasikan simptom dan trait dalam

‰

Quantification

‰ Memformulasikan simptom dan trait dalam

‰ Memformulasikan simptom dan trait dalam bentuk kuantifikasi, misalnya berdasarkan intensitas, durasi atau frekuensi

‰

Dimensional scale

‰ Mengukur sikap dan sifat yang ada di dalam populasi

‰ Memformulasikan simptom dan trait dalam bentuk kuantifikasi, misalnya berdasarkan intensitas, durasi atau frekuensi

‰

Dimensional scale

(4)

Dim e nsi Ase sm e n

Distinction Between Testing and Assessment

Di dalam Asesmen terdapar unsur yang tidak ada dalam tes, antara lain:

‰

Using multiple sources

‰

Using multiple sources

‰

Menggunakan berbagai sumber

‰

Being aware of multiple causation

‰

Menyadari berbagai kemungkinan penyebab

‰

Evaluating hypotheses

‰

Mengevaluasi hipotesis

‰

Mengevaluasi hipotesis

‰

Drawing inferences

‰

Menggambarkan kesimpulan

‰

Generating comprehensive understanding

‰

Mengembangkan pemahaman yang komprehensif

K om pe t e nsi Ase sor

core components of competence in assessment

‰ Knowledge of psychometric theory

‰ Teori validitas dan reliabilitas

‰ Understanding of scientific, theoretical, empirical, and contextual bases of assessment

‰ Development of knowledge, skills, and techniques to assess cognitive, affective, behavioral, and personality dimensions ‰ Ability to assess outcomes

‰ Ability to evaluate multiple roles, contexts and relationships within which clients function

(5)

‰ Psikometri. Mengetahui teori dasar psikometri

‰ Landasan. Memahami pijakan ilmiah (scientific), teori, fakta dan konteks sebagai dasar asesmen

fakta, dan konteks sebagai dasar asesmen

‰ Teknik. Memahami perkembangan pengetahuan (development of knowledge), keterampilan, dan teknik mengases secara kognitif, afektif dan keperilakuan, dan memahami domain kepribadian

‰ Dampak. Kemampuan untuk mengenali dampak (assess outcome)

‰ Evaluasi Kemampuan untuk mengevaluasi peran2

‰ Evaluasi. Kemampuan untuk mengevaluasi peran2 ganda, konteks dan hubungan aspek didalam klien

‰ Kolaborasi. Kemampuan untuk menyusun dan memahami hubungan kolaboratif dalam melakukan asesmen.

AT RI BU T I N ST RU M EN Y AN G BAI K

Reliability: measures consistently.

‰

T

t

t

t

li bilit

Validity: measures what it is designed for

‰

Test-retest reliability

‰

Internal reliability

‰

Inter-rater reliability

(6)

St ra t e gi Pe nyusuna n T e s K e priba dia n

Logical Content

D d k if

Teoritik

Criterion Group

Deduktif

Criterion Group

Faktor Analisis

Empirik

St ra t e gi Pe nyusuna n T e s K e priba dia n

Deduksi : Logical Content dan Theoretical Strategy

Logical Content

‰ Penyusunan Item

‰ Item disusun dari hasil penalaran logis (deduksi) mengenai domain kepribadian yang hendak diukur

Theoretical Strategy

‰ Penyusunan Item

‰ Item diturunkan dari aspek-aspek di dalam teori-teori kepribadian

‰ Contoh

‰ Murray’s (1938) ‘theory of needs’ yang memuat beberapa

(7)

St ra t e gi Pe nyusuna n T e s K e priba dia n

Empirik : Criterion Group dan Faktor Analisis

1. Criterion Group

‰ Penyusunan

‰ Peneliti mengamati kelompok (criterion group) kemudian membedakannya dengan kelompok kontrol. Perbedaan karakteristik dan perilaku yang didapatkan diwujudkan dalam item pengukuran

‰ Contoh

‰ Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)

2. Faktor Analisis

‰ Penyusunan

‰ Peneliti mengumpulkan sejumlah trait yang ada dalam diri manusia kemudian menganalisisnya menjadi faktor-faktor kepribadian

‰ Contoh

‰ 16 PF dan Teori Kepribadian 5 Faktor (big five)

(8)

K e priba dia n 5 Fa k t or

‰

Kepribadian 5 Faktor

‰

Neuroticism

‰

Neuroticism

‰

Extraversion

‰

Openness

Referensi

Dokumen terkait

Simptom involusi literasi merupakan dampak pembelajaran yang belum mengarahkan kemampuan pembelajar untuk memahami dan menganalisis makna dan fungsi sosial teks

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability),

Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui, menjelaskan, dan menganalisis penyebab perbedaan diagnosis klinis dan diagnosis asuransi, antara lain persepsi

1) Faktor 1 terbentuk dari dimensi kualitas informasi, akses informasi, kualitas interaksi layanan dan kemudahan penggunaan, faktor ini diberi nama “Keandalan

Dalam kasus tersebut, klinisi akan melakukan asesmen dengan mengumpulkan dan menguji data deskriptif yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk melakukan prediksi dan

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri atas bukti fisik ( tangibles ), keandalan ( reliability),

Tomas Chloe Memahami Manusia Penggunaan konsep-konsep yang terbuka bagi pengujian empiris dan penggunaan metode-metode yg dapat dipercaya dan memiliki ketepatan dalam upaya

Untuk mengukur dimensi keandalan reliability, dalam upaya mengetahui kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Sidodadi dapat diukur melalui indikator sebagai berikut: 1 Kecermatan