Potensi Kredit Macet Di Yogya Capai Rp 81,9 Miliar, senayan Dukung Rencana Pemutihan Utang Debitor Written by Artikel
Thursday, 18 November 2010 11:45 -
Bentuk keringanan pembayaran utang debitor korban bencana masih menjadi tanda tanya. Perbankan kompak mengaku masih mendata debitor di Iapangan. Diam-diam politisi Senayan mendukung rencana pemutihan.
ANGGOTA DPR Komisi XI Harry Azhar Azis sepakat dengan wacana meringankan utang kredit debitor perbankan nasional. "Saya sepakat dengan wacana itu," kata Harry kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.
Pada saat gempa melanda Yogyakarta beberapa waktu lalu, Harry mengatakan, DPR sudah menyetujui adanya alokasi dana anggaran untuk meringankan utang debitor bank. Jumlahnya cukup banyak, yakni Rp 70 miliar.
"Saya tidak tahu mekanismenya seperti apa, apakah pemutihan atau hanya meringankan utang debitor. Kita di DPR hanya menyetujui alokasi saja. Kalau mekanismenya, silahkan tanya
pemerintah," jelasnya.
Untuk bencana di Merapi, Harry mengatakan, pihaknyaju-ga akan membahas adanya alokasi anggaran dari APBN untuk membantu utang debitor bank di daerah bencana. "Kita akan bicarakan itu, tapi tentu harus didata utang berapa total dana macetnya (non performing loam NPL)," tambahnya.
Seperti diketahui, wacana pemutihan utang debitor bank pertama kali muncul dari Menteri Koperasi Syarief Hasan. Syarief berencana menghapuskan utang debitor Kredit Usaha Rakyat
(KUR) yang SO persen dijamin pemerintah itu.
Ditanya mengenai prog nya, dua bank besar mengaku masih mendata di Iapangan. Direktur Utama BNI Syariah Rizqullah misalnya, mengakii belum selesai mendata apakah ada dampak kredit macet bagi nasabah-nasabah yang terkena bencana alam Gu-nung Merapi di Yogakarta.
"Kita secara intensif masihmendata. T;ipi setahu saya tidak banyak nasabah di sana," kata Rizqullah dalam acara Infobank Outlook 2011di Gedung Graha Niaga. Jakarta, Selasa (16 II)ni.iIi tiga uang. Kepala Divisi (KM iu Haryono Wongsone-goro mengaku, pihaknya masih Jalani proves pendataan terkait persentase kredit macet perus.i-haannya di daerah benpana.
K.imi ndak punya kantor cabang di Wasior dan Mentawai Kalau Ji Yogyakarta anu jelas ada satu kantor cabang utama, dan ilu lid;ik terkena dampak secara Usik karena lokasinya cu-kup iauh dari Merapi." jelas Haryono kepada Rakyat Merdeka via telepon selular.
Ditanya masalah aksi BCA dalam meringankan para debitor di tiga wilayah bencana, yaitu Wasior, Mentawai dan Yogyakarta, Haryono mengatakan pihaknya sudah memikirkannya.
"Kami tentu akan melihat, jika benar debitor itu kesulitan membayar utangnya karena terkena bencana, kita akan beri keringanan. Langkah selanjutnya setelah pendataan di daerah bencana
Potensi Kredit Macet Di Yogya Capai Rp 81,9 Miliar, senayan Dukung Rencana Pemutihan Utang Debitor Written by Artikel
Thursday, 18 November 2010 11:45 -
kita akan segera lakukan koordinasi dengan Bank Indonesia
(BI)," tambah Haryono tanpa menyinggung masalah pemutihan kredit.
Sebelumnya. Bank Indonesia (BI) merilis potensi kredit macet akibat bencana alam di Yogyakarta sebesar Rp 81,9 miliar. Kredit tersebut banyak dikontribusikan dari debitor di Sleman, Yogyakarta.
Komposisi kredit macet tersebut merupakan kontribusi dari bank umum sebesar Rp 32,76 miliar (belum termasuk BRI dan BCA) dan kredit dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar
Rp49.19miliar.
Sumber : Rakyat Merdeka