MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN BUPATI INDRAGIRI HILIR NOMOR : 17. B. TP/ VI/ 2002
TENTANG
PEMBERIAN IZIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU (IUPHHK) HUTAN TANAMAN KEPADA PT. RIAU INDO AGROPALMA SELUAS
+ 7. 820 (TUJUH RIBU DELAPAN RATUS DUA PULUH) HEKTAR DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
BUPATI INDRAGIRI HILIR
Membaca : 1. Surat PT. RIAU INDO AGROPALMA Nomor 09/ RIA/ VIII/ 2001 t anggal 10 Agust us
2001 perihal Permohonan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) Hut an Tanaman di Kabupat en Indragiri Hil ir;
2. Surat Bupat i Indragiri Hilir Nomor : 98. 02. 1/ PR/ 2001 t anggal 8 Nopember 2001 perihal Perset uj uan Prinsip Areal IUPHHK Hut an Tanaman An. PT. RIAU INDO AGROPALMA di Kabupat en Indragiri Hilir;
3. Akt a Nomor 47 t anggal 24 Nopember 1999 t ent ang Pendirian Perusahaan Perseroan Terbat as PT. RIAU INDO AGROPALMA yang dibuat dihadapan REFIZAL, SH. Not aris di Jakart a;
Menimbang : a. bahwa hut an produksi sebagai sumber daya alam yang mempunyai pot ensi
ekonomi, perlu dimanf aat kan secara opt imal dan lest ari bagi kesej aht eraan rakyat pada umumnya dan masyarakat di sekit ar areal hut an pada khususnya; b. bahwa unt uk meningkat kan produkt i vit as kawasan hut an yang t idak
produkt if , meningkat kan kualit as lingkungan hidup sert a menj amin t ersedianya bahan baku indust ri hasil hut an secara lest ari perlu dilaksanakan pengusahaan hut an t anaman berdasarkan azas kelest arian dengan menerapkan sist em silvikult ur hut an t anaman secara int ensif pada kawasan hut an t ersebut ;
c. bahwa berdasarkan Pasal 82 Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999, dit et apkan bahwa semua perat uran perundang-undangan di bidang kehut anan yang t elah ada, sepanj angan t idak bert ent angan dengan Undang-undang ini t et ap berlaku sampai dit erbit kannya perat uran pelaksanaan yang berdasarkan perat uran ini;
d. bahwa PT. RIAU INDO AGROPALMA t elah memenuhi persyarat an yang dit ent ukan, sehingga kepadanya dapat diberikan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu Hut an Tanaman dengan Keput usan Bupat i Indragiri Hilir.
Mengingat : 1. Pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 t ent ang Perat uran Dasar Pokok-Pokok Agraria;
3. Undang-undangan Nomor 6 Tahun 1965 t ent ang Pembent ukan Kabupat en Daerah Tingkat II Indragiri Hilir (LN Tahun 1965 Nomor 49, TLN Nomor 2574); 4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 j o Undang-undang Nomor 11 Tahun 1970
t ent ang Penanaman Modal Asing, sebagaimana t elah diubah dan dit ambah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1970;
5. Undang-undang Nomor 6 Tahun 1968 j o. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1970 t ent ang Penanaman Modal Dalam Negeri, sebagaimana t elah diubah dan dit ambah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1970;
6. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 t ent ang Ket ent uan-ket ent uan Pokok Perindust rian;
7. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 t ent ang Konservasi sumber Daya Alam Hayat i dan Ekosist emnya;
8. Undang-undang Nomor 24 Tahun 1992 t ent ang Penat aan Ruang;
9. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 t ent ang Ket ent uan-Ket ent uan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup;
10. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 t ent ang Pemerint ahan Daerah; 11. Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 t ent ang Kehut anan;
12. Perat uran Pemerint ah Nomor 22 Tahun 1967 t ent ang Iuran Hak Pengusahaan Hut an dan Iuran Hasil Hut an;
13. Perat uran Pemerint ah Nomor 33 Tahun 1970 t ent ang Perencanaan Hut an; 14. Perat uran Pemerint ah Nomor 28 Tahun 1985 t ent ang Perlindungan Hut an; 15. Perat uran Pemerint ah Nomor 51 Tahun 1993 t ent ang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan;
16. Perat uran Pemerint ah Nomor 51 Tahun 1998 t ent ang Provisi Sumber Daya Hut an;
17. Perat uran Pemerint ah Nomor 6 Tahun 1999 t ent ang Pengusahaan Hut an dan Pengusahaan Hasil Hut an pada Hut an Produksi;
18. Perat uran Pemerint ah Nomor 25 Tahun 2000 t ent ang Kewenangan Pemerint ah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Ot onom;
19. Keput usan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1990 t ent ang Dana Reboisasi, sebagaimana t elah diubah t erakhir dengan Keput usan Presiden Republik Indosesia Nomor 32 Tahun 1998;
20. Keput usan Presiden Republik Indosesia Nomor 30 Tahun 1990 j is Keput usan Presiden Republik Indosesia Nomor 41 Tahun 1993 dan Keput usan Presiden Republik Indosesia Nomor 67 Tahun 1998 t ent ang Pengenaan, Pemungut an dan Pembagian Iuran Hasil Hut an;
21. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 70/ Kpt s-II/ 1995 t ent ang Pengat uran Tat a Ruang Hut an Tanaman Indust ri, sebagaimana t el ah diubah dengan Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 246/ Kpt s-II/ 1996;
22. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 602/ Kpt s-II/ 1998 j o Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 622/ Kpt s-II/ 1999 t ent ang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemant auan Lingkungan Pembangunan Kehut anan dan Perkebunan;
23. Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 309/ Kpt s-II/ 1999 j o. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 10172/ Kpt s-II/ 2002 t ent ang Sist em Silvikult ur dan Daur Tanaman pokok dalam Pengelolaan Hut an Produksi; 24. Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 312/ Kpt s-II/ 1999
t ent ang Tat a Cara Pemberian Hak Pengusahaan Hut an Melalui Permohonan; 25. Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 314/ Kpt s-II/ 1999
t ent ang Rencana Karya Pengusahaan Hut an, Rencana karya Lima Tahunan dan Rencana Karya Tahunan at au Bagan Kerj a Pengusahaan Hut an;
26. Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 315/ Kpt s-II/ 1999 t ent ang Tat a Cara Pengenaan, Penet apan dan Pel aksanaan Sanksi At as Pelanggaran di Bidang Pengusahaan Hut an dan Pemungut an Hasil Hut an;
27. Keput usan Ment eri Kehut anan dan Perkebunan Nomor 316/ Kpt s-II/ 1999 t ent ang Tat a Usaha Hasil Hut an;
28. Keput usan Ment eri Kehut anan Nomor 010. 1/ Kpt s-II/ 2000 t anggal 6 Nopember 2000 t ent ang Pedoman Pemberian Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu Hut an Tanaman;
29. Perat uran Daerah Kabupat en Indragir Hilir Nomor 24 Tahun 2000 t ent ang Organisasi dan Tat a Kerj a Dinas Kehut anan Kabupat en Indragiri Hilir;
30. Surat Edaran Ment eri Kehut anan RI Nomor 1/ 94/ Menhut -VI/ 2001 t ent ang Penerbit an IPK, HPHHT, IPPK, . . . (t ulis t idak j elas)
Memperhatikan : a. Rekomendasi Kepala Dinas Kehut anan Kabuapt en Indragiri Hilir Nomor
522. 2/ PR/ 3250 t anggal 6 Nopember 2001;
b. Keput usan Kepal a Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) Kabupat en Indragiri Hilir Nomor 05 Tahun 2002 t anggal 20 Mei 2002 perihal Kelayakan Lingkungan Kegiat an lain Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) Hut an Tanaman kabuapt en Indragiri Hilir Propinsi Riau ol eh PT. RIAU INDO AGROPALMA.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan :
KESATU :
Memberikan Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) pada Hut an
Tanaman at as kawasan hut an produksi t et ap yang t erlet ak di wilayah Kabupat en Indragiri Hilir kepada PT. RIAU INDO AGROPALMA dengan ket ent uan sebagai berikut :
1. Areal Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) Hut an Tanaman t ersebut seluas ± 7. 820 (t uj uh ribu delapan rat us dua puluh) hekt ar t erlet ak di Kabupat en Indragiri Hilir, sebagaimana pet a lampiran;
2. Luas dan let ak def init if areal kerj a Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (IUPHHK) Hut an Tanaman dit et apkan ol eh Depart emen Kehut anan set elah dil aksanakan pengukuran dan penat aan bat as di lapangan.
KEDUA : PT. RIAU INDO AGROPALMA sebagai Pemegang Izin Usaha Pemanf aat an Hasil
Hut an Kayu (IUPHHK) Hut an Tanaman harus memenuhi kewaj iban sebagai berikut : 1. Rencana Kerj a Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu (RKUPHHK) pada Hut an
Tanaman unt uk seluruh areal kerj a selama j angka wakt u berlakunya izin selambat -lambat nya 1 (sat u) t ahun sej ak dit erbit kannya Keput usan ini; 2. Melaksanakan penat aan bat as areal kerj a selambat -lambat nya 2 (dua) t ahun
sej ak dit erbit kannya Keput usan ini;
3. Membuat Rencana Karya Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu Hut an Tanaman (RKUPHHK-HT) selambat -lambat nya 12 (dua belas) bulan sej ak dit erbit kannya keput usan ini;
4. Membuat Rencana Kerj a Lima yang pert ama 3 (t iga) bulan sej ak RKPH sesuai dengan pedoman yang dit et apkan;
5. Pembangunan sarana dan prasarana yang diperlukan unt uk melaksanakan usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada Hut an Tanaman;
6. Melakukan kegiat an secara nyat a dan bersungguhsungguh selambat -lambat nya 6 (enam) bulan set elah dit erbit kannya Keput usan ini;
7. Melaksanakan kegiat an usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada hut an alam dengan kemampuan sendiri/ pat ungan, meliput i kegiat an-kegiat an penanaman, pemeliharaan, pemungut an, pengolahan dan pemasaran sesuai dengan RKPHT sesuai ket ent uan-ket ent uan yang berlaku sert a berdasarkan azas manf aat , azas kelest arian, azas kerakyat an, azas keadil an, azas kebersamaan, azas ket erbukaan dan azas ket erpaduan;
8. Menggunakan peralat an kerj a yang j umlah dan at au j enisnya sesuai dengan izin yang diberikan.
9. Melakukan pengukuran dan penguj ian hasi l hut an kayu sesuai ket ent uan yang berlaku.
10. Melakukan kerj asama dengan Koperasi masyarakat set empat pal ing lambat 1 (sat u) sej ak izin dit erbit kan. Kerj asama dapat berupa penyert aan saham at au kerj asama dal am usaha pada segmen kegiat an usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada Hut an Tanaman.
11. Melaksanakan penat aan bat as areal kerj anya paling l ambat 3 (t iga) bul an sej ak dit erbit kannya Keput usan ini.
12. Melaksanakan pengat uran hasil hut an secara lest ari, dengan cara penanaman kembali set elah mel akaukan penebangan sesuai ket ent uan yang berlaku. 13. Membuat dan menyampaikan laporan sesuai ket ent uan yang berlaku.
14. Melaksanakan perlindungan hut an di areal kerj anya dari gangguan keamanan. 15. Membayar Provisi Sumber Daya Hut an (PSDH) at as hasil hut an kayu yang
berasal dari penebangan Hut an Tanaman at au PSDH dan DR at as hasil hut an yang berasal dari Hut an Alam (land clearing), sesuai dengan ket ent uan yang berlaku.
16. Mempekerj akan t enaga prof esional di bidang kehut anan, dan t enaga lain yang memenuhi persyarat an sesuai ket ent uan yang berlaku.
17. Membant u pengembangan sosial budaya dan ekonomi (kesej aht eraan) masyarakat yang berada di dal am at au di sekit ar areal kerj anya.
18. Memperl ancar pet ugas yang mengadakan bimbingan, pengawasan dan penelit ian.
19. Memat uhi dan melaksanakan ket ent uan-ket ent uan yang t ercant um dalam lampiran keput usan ini akan diberikan sanksi apabil a mel anggar ket ent uan perat uran perundang-undangan yang berlaku.
KEEMPAT : 1. Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Tanaman ini t idak dapat dipindaht angankan kepada pihak lain t anpa perset uj uan t ert ulis Ment eri Kehut anan.
2. Areal hut an yang dibebani Izin Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Tanaman ini t idak dapat dij adikan j aminan at au dij aminkan kepada orang l ain. 3. Tanaman yang dihasilkan dari Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada
Hut an Tanaman ini merupakan asset yang dapat dij adikan agunan sepanj ang izin masih berlaku.
KELIMA
:
1. Apabila di dalam areal Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut anTanaman t erdapat l ahan yang t elah menj adi t anah milik, perkampungan, t egalan, persawahan at au t elah diduduki dan digarap oleh pihak ket iga, maka lahan t ersebut dikeluarkan dari areal kerj a izin usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada Hut an Tanaman.
2. Apabila l ahan t ersebut pada but ir 1 dikehendaki unt uk dij adikan areal izin usaha pemanf aat an hasil hut an kayu pada hut an al am, maka penyelesaiannya dilakukan ol eh PT. BUKIT BATU HUTANI ALAM dengan pihak-pihak yang bersangkut an sesuai dengan ket ent uan perat uran perundangan-undangan yang berlaku.
KEENAM : 1. Minimal set iap 3 (t iga) t ahun Izin Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada
Hut an Tanaman ini diadakan penilaian unt uk menget ahui kemampuan pengelol aannya sesuai ket ent uan yang berlaku; 2. PEMEGANG IZIN Usaha Pemanf aat an Hasil Hut an Kayu pada Hut an Tanaman
dalam Keput usan ini akan dikenakan sanksi apabil a mel anggar ket ent uan dan perat ur an perundang-undangan yang berlaku.
KETUJUH : Keput usan ini dan lampiran-lampiranya merupakan sat u kesat uan yang t idak t erpisahkan.
KEDELAPAN : Keput usan ini berlaku sej ak t anggal dit et apkan.
Dit et apkan di : J A K A R T A Pada t anggal : 30 Okt ober 2003
Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI KEHUTANAN,
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
tt d. t td.
SUYONO, SH. MUHAMMAD PRAKOSA
NIP. 080035380
Salinan Keput usan ini disampaikan Kepada Yt h. :
1. Sdr. Ment eri Negara Koordinat or Bidang Perekonomian; 2. Sdr. Ment eri Kehakiman dan HAM;
3. Sdr. Ment eri Dalam Negeri; 4. Sdr. Ment eri Keuangan;
5. Sdr. Ment eri Tenaga Kerj a dan Transmigrasi; 6. Sdr. Ment eri Energi dan Sumber Daya Mi neral; 7. Sdr. Ment eri Perindust rian dan Perdagangan;
8. Sdr. Ment eri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN); 9. Sdr. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal; 10. Sdr. Kepala Badan Pert anahan Nasional;
11. Sdr. Pej abat Eselon I Lingkup Depart emen Kehut anan; 12. Sdr. Gubernur Propinsi Riau;
13. Sdr. Kepala Dinas Kehut anan Provinsi Riau; 14. Sdr. Bupat i Bengkalis;