BANTUAN UNTUK MARBOT JADI TEMUAN BPK
Bantuan kepada marbot masjid yang di berikan Pemprov NTB pada tahun 2012 dan 2013 menjadi temuan BPK RI. Hal itu menjadi temuan karena belum dilengkapi dengan laporan penggunaan dari masing-masing marbot. Akibatnya, bantuan untuk marbot pada tahun 2014 ini belum bisa di cairkan oleh Biro Keuangan, sebelum laporan penggunaan dua tahun sebelumnya itu dituntaskan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB.
Demikian diungkapkan, Kepala Biro Kesra Setda NTB, H.Suhaimi, SH dikonfirmasi, Rabu (6/8) siang kemarin.
“Saya lagi menyelesaikan ke masing-masing marbot untuk laporan penggunaan. Ya itu merupakan temuan BPK tahun 2012 dan 2013. Sedang jalan ini, kalau itu (laporan penggunaan) sudah terkumpul semua, sudah ditandatangani oleh marbot otomatis kita ajukan ke Biro Keuangan sehingga bisa dicairkan bantuan untuk tahun 2014 ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelesaian laporan penggunaan bantuan bagi ribuan marbot tahun sebelumnya menjadi syarat utama pencairan bantuan untuk marbot tahun 2014. Saat ini, sebutnya, sudah didapatkan sekitar 500 marbot yang sudah membuat laporan penggunaan bantuan tersebut.
Tahun 2013 lalu, sekitar 5.500 marbot yang mendapatkan bantuan dari pemprov NTB dengan alokasi anggarani sebesar Rp 5,5 miliar. Masing – masing marbot mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta. Saat ini, lanjutnya, pihaknya sedang turun ke lapangan untuk mendapatkan laporan pengunaan bantuan tersebut.
“Dengan wilayah yang luas, sampai pelosok harus kita cari. Laporan penggunaan itu bagian dari klausul SK Gubernur tentang bantuan untuk marbot. Kesulitannya, kami harus mencarai masjid-masjid dan marbot sampai pelosok-pelosok,” terangnya.
Suhaimi mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan laporan penggunaan itu bisa tuntas semua tahun ini. Sehingga, bantuan untuk marbot tahun 2014 bisa dicairkan oleh Biro Keuangan. “saya akan mengupayakan semaksimal mungkin. Saya menargetkan itu selesai dan tetap dibayarkan. Rekomendasiii BPK harus ada laporan penggunaan dari dana yang diberikan sebesar Rp 1 juta itu,” pungkasnya.
Sumber berita :
i Anggaran, pedoman tindakan yang akan dilaksanakan pemerintah meliputi rencana pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan yang diukur dalam satuan rupiah, yang disusun menurut klasifikasi tertentu secara sistematis untuk satu periode.