KENAKALA
N REMAJA
Kenakalan Remaja
merupakan suatu
perbuatan yang
dilarang oleh hukum
yang dilakukan oleh
anak-anak yang
Faktor-faktor Korelasi Kenakalan
Remaja :
I.
Sosio – Ekonomi,
hasil penelitian
menunjukkan bahwa kelas ekonomi
rendah & tinggi bisa menimbulkan
kenakalan remaja.
II.
Kegagalan Studi,
Frustasi
menyebabkan Kenakalan Remaja.
III.Situasi Keluarga
Pendidikan Keluarga keras & bebas, dapat
menimbulkan Kenakalan Remaja
Pengawasan Kurang, juga dapat
IV. - Situasi Ekonomi Suatu Negara Makmur,
dapat
menyebabkan Kenakalan meningkat
- Situasi Ekonomi Depresi, menyebabkan Kenakalan menurun
V. Situasi Perang
Sesudah PD II Kenakalan Remaja Meningkat, antara lain :
Kehilangan ayah
Ibu mencari Nafkah, menimbulkan
perhatian anak kurang
Type Penggolongan Kenakalan Remaja ada 3 macam, yaitu :
1.
Remaja karena gangguan
perkembangan individu
Anak ada kelainan - agresif
2.
Kenakalan yang merupakan
perkembangan
pribadi yang normal
Ada fase – mengalami eksperimantasi – dewasa hilang
3.
Kenakalan yang disebabkan kegagalan
Ada 3 teori mengenai
Kenakalan Remaja :
1. Teori Konflik Kebudayaan
Anak hidup dalam masyarakat
yang
mempunyai nilai-nilai
bertentangan.
2. Teori Ketidakpuasan Status
Anak-anak yang berada di kelas
bawah
tidak mampu menyesuaikan diri
dengan
3. Teori Struktur Kesempatan
Ada 3 type :
a. Kenakalan Remaja yang mencari bentuk
penjelmaan tingkah laku bertentangan dengan anak
Contoh : perhatian di kelas
b. Masyarakat memberikan pengawasan yang ketat,
maka mereka sering memperlihatkan sifat yang agresif sebagai sifat frustasi
Contoh : perkelahian, dan sebagainya
c. Kemungkinan 1 & 2 tidak terjadi, maka kenakalan lari pada :
• Narkotika
Kenakalan Remaja kadang
bersifat
individual
, tetapi
pada umumnya bersifat
kolektif
karena ada perasaan
solider
diantara mereka.
Solider
baik
jika untuk hal-hal
positif
Solider
buruk
jika untuk hal-hal
USAHA PENCEGAHAN
KENAKALAN REMAJA
Observasi Interview Home visit
Sebelum dilakukan program, maka
harus diidentifikasi ciri-ciri dari
Program Pendidikan untuk
menangani Kenakalan Remaja :
1. Kebijakan sekolah, dengan cara tidak memberikan peluang pada siswa untuk melakukan penyimpangan
2. Penanaman agama dalam keluarga
mengenai akhlak (budi pekerti yang luhur) 3. Diadakan aktivitas yang positif pada remaja
oleh pemerintah
4. Perhatian / kepedulian masyarakat terhadap
perilaku remaja