• Tidak ada hasil yang ditemukan

HERMAN ESTU WICAKSONO 4384 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HERMAN ESTU WICAKSONO 4384 2010"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

PENILAIAN KINERJA PADA PDAM KABUPATEN MADIUN DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

TUGAS AKHIR

Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan

Mencapai derajat Ahli Madya Program Studi Diploma III Akuntansi

Oleh:

HERMAN ESTU WICAKSONO NIM F3307061

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain, karena sesungguhnya hal itu akan bermanfaat juga bagi diri kamu sendiri

Manfaatkanlah waktu dengan baik karena waktu tidak akan pernah kembali

Tuntutlah ilmu setingginya dan pergunakan ilmu tersebut untuk kebaikan, baik bagi dirimu maupun orang lain

Jalanilah hidup ini dengan sabar, ikhlas, tawakal dan percaya pada diri sendiri dan pada Tuhan Yang Maha Esa.

Karya ini kupersembahkan kepadaBapak dan Ibuku

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas Akhir dengan judul Penilaian Kinerja Pada PDAM Kabupaten Madiun Ditinjau Dari Aspek Keuangan Dan Non Keuangan.

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan guna memenuhi syarat-syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya pada Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menerima bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap rasa hormat dan ketulusan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Bambang Sutopo, M. Com, Ak, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

2. Ibu Sri Murni, SE, MSi, Ak, selaku Ketua Program Studi Akuntansi pada Program Diploma III FE UNS.

3. Ibu Dra. Setianingtyas H, MM, Ak, selaku pembimbing dalam pembuatan Tugas Akhir yang telah memberikan pengarahan selama penyusunan Tugas Akhir.

(4)

5. Bapak Drs. Subyantoro, M.Si selaku Direktur Utama PDAM Kabupaten Madiun yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan magang kerja di Instansi yang bapak pimpin.

6. Bapak Sumariyono, SE selaku Kepala Bagian Akuntansi yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan magang kerja.

7. Seluruh staf dan karyawan PDAM Kabupaten Madiun (Bpk Mahadi, Ibu Hani, Ibu Sri, Mbak Ira, Mbak Iik, Bpk Suyitno, Bpk Mudji) yang dengan sabar selalu memberikan kemudahan dan bantuan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan penulis.

8. Orang-orang yang sangat penulis sayangi, Bapak dan Ibu yang senantiasa memberikan dorongan serta semangat baik material maupun spiritual.

9. Teman-teman kos “Kamto House” (Adit, Aji, Simbah, Roby, Shenkli, Mas Tama, Rahmat) semoga semakin rajin dan serius dalam kuliah sehingga cepat lulus.

10. Seorang yang spesial yang selalu memberikan semangat dan dukungan kepada penulis.

11. Teman-teman mahasiswa DIII Akuntansi khususnya angkatan 2007, tetap semangat untuk kalian semua dan semoga sukses.

12. Dan semua pihak yang telah membantu penyusunan Tugas Akhir dan tidak dapat disebutkan satu persatu

(5)

Semoga penulisan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan

Surakarta, Juni 2010

Penulis DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

ABSTRACT ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN... ... xiv

(6)

A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 1

1. Sejarah Berdirinya Perusahaan ... 1

2. Visi, Misi Dan Motto... 2

3. Tugas Utama Perusahaan... 3

4. Program Kerja Perusahaan... 3

5. Tarif Pemakaian Air Dan Kelompok Pelanggan... 5

6. Deskripsi Jabatan... 9

B. LATAR BELAKANG... 16

C. PERUMUSAN MASALAH ... 19

D. TUJUAN DAN MANFAAT ... 19

1. Tujuan ... 19

2. Manfaat ... 20

E. STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN ... 21

(7)

A. TINJAUAN PUSTAKA ... ...22 1. Pengertian Laporan Keuangan ...

22

2. Komponen Laporan Keuangan ... 23

3. Karakteristik Laporan Keuangan ... 24

4. Tujuan Laporan Keuangan... 25

5. Analisis Laporan Keuangan ... 25

6. Metode Dan Teknik Analisis Laporan Keuangan ... 26

7. Pengertian Penilaian Kinerja... 28

8. Aspek Keuangan... 28

9. Aspek Non Keuangan ... 34

(8)

1. Aspek Keuangan... ...43

2. Aspek Non Keuangan ... ...54 BAB III TEMUAN

1. KELEBIHAN ... ...67 2. KELEMAHAN ... ...69 BAB IV PENUTUP

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel I. 1 Daftar Tarif Progesif Pemakaian Air per m3 ... 6

Tabel I. 2 Daftar Biaya Jasa Pemakaian Air ... 6

Tabel II. 1 Daftar Nilai Kinerja Aspek Keuangan... 33

Tabel II. 2 Daftar Nilai Kinerja Aspek Oprasional ... 38

Tabel II. 3 Perhitungan Rasio Laba Terhadap Aktiva Produktif... 43

Tabel II. 4 Perhitungan Rasio Laba Terhadap Penjualan... 45

(10)

Tabel II. 6 Perhitungan Rasio Utang Jangka Panjang Terhadap Ekuitas ... 47

Tabel II. 7 Perhitungan Rasio Total Aktiva Terhadap Total Utang ... 49

Tabel II. 8 Perhitungan Rasio Biaya Operasi Terhadap Pendapatan Operasi.... 50

Tabel II. 9 Perhitungan Rasio Laba Operasi Sebelum Penyusutan Terhadap Angsuran Pokok dan Bunga Jatuh Tempo ... 51

Tabel II. 10 Perhitungan Rasio Aktiva Produktif Terhadap Penjualan Air ... 52

Tabel II. 11 Perhitungan Jangka Waktu Penagihan Piutang ... 53

Tabel II. 12 Perhitungan Efektifitas Penagihan... 54

Tabel II. 13 Perhitungan Cakupan Pelayanan ... 55

Tabel II. 14 Perhitungan Produktifitas Pemanfaatan Instalasi Produksi ... 57

Tabel II. 15 Perhitungan Tingkat Kehilangan Air... 58

Tabel II. 16 Perhitungan Peneraan Meter Air ... 59

Tabel II. 17 Perhitungan Kemampuan Penanganan Pengaduan Rata-Rata per Bulan ... 61

(11)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

1 Tabel Penilaian Aspek Keuangan 2 Tabel Penilaian Aspek Oprasional 3 Tabel Penilaian Aspek Administrasi

4 Penilaian Kinerja PDAM Kabupaten Madiun 5 Neraca

(13)

7 Tabel Indikator Utama

8 Kepmendagri No 47 Tahun 1999 9 Surat Pengantar Izin Magang 10 Surat Jawaban dari Instansi Magang

11 Surat Keterangan telah melakukan kegiatan magang 12 Surat Pernyataan

ABSTRACT

PENILAIAN KINERJA PADA PDAM KABUPATEN MADIUN DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Herman Estu Wicaksono F 3307061

(14)

the pursuit of profit oriented, but also has a major task for the welfare of the people

The financial report is one source of information is very important for a company. The financial statements used to know about the financial condition of a company which will be used as a basis for decision making. The financial statements required by all companies, both profit-oriented companies and non profit oriented. The financial statements can also be used for assessing the performance of a company at a certain period.

This research aimed to assess the performance of the PDAM Kabupaten Madiun in 2006 until 2008. Performance appraisals are conducted at the PDAM Kabuptaen Madiun are reviewed from two aspects, that is financial aspects and non financial aspects. One of the most frequently technique used is financial statement analysis.

Based on research that has been done concerning the assessment of performance at PDAM Kabupaten Madiun, the level of success at PDAM Kabupaten Madiun district in 2006 is enough, with the results of the performance score of 49,86. The level of success at PDAM Kabupaten Madiun in 2007 is enough, with the results of the performance score of 59,23. The level of success PDAM Kabupaten Madiun rate in 2008 is enough, with the results of the performance score of 54,75.

Keyword : Financial Report, Financial Statement Analysis, PDAM

ABSTRAK

PENILAIAN KINERJA PADA PDAM KABUPATEN MADIUN DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN DAN NON KEUANGAN

Herman Estu Wicaksono F 3307061

(15)

Saat ini PDAM merupakan satu-satunya perusahaan daerah yang bergerak dalam hal penyediaan air bersih yang berorientasi pada pelayanan publik, perusahaan yang berorientasi pada pelayanan publik pada umumnya tidak hanya mengejar keuntungan semata, melainkan juga mempunyai tugas utama untuk mensejahterakan rakyat

Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Laporan keuangan digunakan untuk mengetahui tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang nantinya akan dapat dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan. Laporan keuangan diperlukan oleh semua perusahaan, baik perusahaan yang berorientasi pada keuntungan maupun yang tidak berorientasi pada keuntungan. Laporan keuangan juga dapat digunakan untuk melakukan penilaian kinerja dari suatu perusahaan pada periode tertentu.

Penelitian ini dilakukan untuk menilai kinerja pada PDAM Kabupaten Madiun dari yahun 2006 sampai dengan tahun 2008. Penilaian kinerja yang dilakukan pada PDAM Kabupaten Madiun ditinjau dari dua aspek, yaitu aspek keuangan dan non keuangan. Salah satu teknik yang sering digunakan adalah teknik analisis laporan keuangan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang penilaian kinerja pada PDAM Kabupaten Madiun, maka tingkat keberhasilan PDAM Kabupaten Madiun pada tahun 2006 masuk dalam kategori cukup, dengan hasil nilai kinerja sebesar 49,86. Tingkat keberhasilan PDAM pada tahun 2007 masuk dalam kategori cukup, dengan hasil nilai kinerja sebesar 59, 23. Tingkat keberhasilan PDAM pada tahun 2008 masuk dalam kategori cukup, dengan hasil nilai kinerja sebesar 54,75.

Kata Kunci: Laporan Keuangan, Analisis Laporan Keuangan, PDAM

BAB I

(16)

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Madiun dibangun sejak tahun 1987 oleh proyek peningkatan sarana air bersih Direktorat Jendral Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum. Hasil pembangunan tersebut diserahkan dan dikelola oleh Badan Pengelola Air Minum (BPAM) yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Pinpro PPSAB Jawa Timur Nomor: 498/KPTS/1987, tanggal 26 Oktober 1987 dengan prinsip-prinsip ekonomi perusahaan tanpa meninggalkan fungsi sosial.

Sarana penyediaan air bersih ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Bapak Soelarso pada tanggal 28 Desember 1992, kemudian statusnya dialihkan dari Badan Pengelola Air Minum (BPAM) menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun yang disahkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun Nomor: 4 Tahun 1993 tanggal 19 Januari 1993 dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor: 318/P/1993 pada tanggal 15 Juli 1993, diundangkan dalam lembaran daerah Kabupaten Madiun tahun 1993 Seri C pada tanggal 20 Juli 1993 Nomor 06 C

(17)

Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Madiun berkantor pusat di Caruban dengan unit pelayanannya tersebar di beberapa kecamatan. Daerah pemasaran PDAM Kabupaten Madiun meliputi seluruh kecamatan di Kabupaten Madiun yang mencapai 15 kecamatan.

2. Visi, Misi dan Motto

PDAM sebagai perusahaan yang melayani air bersih pada masyarakat perlu merumuskan visi dan misi yang harus diungkapkan dengan tepat dan jelas, karena akan menjadi landasan dan menentukan arah dari strategi dan sasaran utama perusahaan.

Visi PDAM Kabupaten Madiun adalah menjadikan perusahaan yang sehat, berkualitas, mandiri dan prima dalam pelayanan.

Sedangkan misi PDAM Kabupaten Madiun adalah mempunyai komitmen dalam meningkatkan dan mengutamakan pelayanan yang profesional, menjadi mitra sejati pelanggan menuju sehat sejahtera.

Motto PDAM Kabupaten Madiun adalah lancar dan mantap pelayanannya. Disamping itu dalam menjalankan operasionalnya, PDAM Kabupaten Madiun berkeinginan untuk senantiasa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat secara menyeluruh sehingga terjalin kerjasama atau kemitraan yang baik antara perusahaan dengan masyarakat.

(18)

Tugas utama PDAM Kabupaten Madiun adalah menyelenggarakan pengolahan air bersih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mencakup aspek kesehatan dan sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan dan memberikan pelayanan umum bagi penduduk di wilayah Kabupaten Madiun. Dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, PDAM Kabupaten Madiun mengambil air dari sumber (mata air) yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Madiun dan kemudian diolah sehingga menjadi air bersih yang siap digunakan oleh masyarakat

5. Program Kerja PDAM Kabupaten Madiun

PDAM Kabupaten Madiun sebagai unit usaha yang melayani kebutuhan hajat hidup orang banyak yaitu air, perlu meningkatkan kemampuan pelayanannya dari waktu ke waktu sejalan dengan kecenderungan arah perkembangan pembangunan, pertambahan perumahan, perkembangan penduduk dan kenaikan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Madiun.

Oleh karena itu PDAM sangat memerlukan suatu business plan (rencana kerja) yang merupakan suatu pedoman bagi perusahaan. Rencana pengembangan yang dibuat secara mendasar, menyeluruh dan berkesinambungan untuk jangka waktu lima tahun ke depan yang disusun dengan memperhatikan potensi dan kendala yang ada pada perusahaan dan lingkungannya.

(19)

Perumusan indikator program kerja bidang perencanaan teknis: 1) Peningkatan cakupan pelayanan sebanyak 20%.

2) Menurunkan kebocoran air hingga 30%. 3) Meningkatkan kapasitas produksi air.

4) Melaksanakan program-program pemeliharaan, baik pemeliharaan gedung, sambungan dan jaringan.

5) Peningkatan monitoring atau evaluasi kualitas dan kuantitas air secara menyeluruh.

6) Melaksanakan program-program pelatihan karyawan bagian perencanaan dan produksi.

b. Program Kerja Bidang Keuangan, diarahkan pada upaya peningkatan pendapatan dan adanya efisiensi biaya. Untuk bidang peningkatan pendapatan meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Penyesuaian tarif, sebagai upaya menutupi kenaikan biaya yang disebabkan oleh adanya perubahan harga, misalnya: listrik, BBM, biaya pemeliharaan dan inflasi.

2) Penekanan biaya, ditujukan untuk mengeluarkan biaya sesuai dengan standar tapi bukan penghematan melainkan mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk dimanfaatkan.

3) Pembenahan struktur keuangan.

4) Pembenahan laporan keuangan, ditujukan untuk mempercepat proses pelaporan serta efisiensi dalam penginputan data.

(20)

Program kerja bagian umum menekankan pada peningkatan sumber daya manusia yang mempunyai program kerja sebagai berikut:

1) Sosialisasi struktur organisasi dan tata kerja, ditujukan untuk memberikan pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing karyawan, yang disosialisasikan salah satunya dalam bentuk pemasangan struktur organisasi.

2) Menyelenggarakan pelatihan karyawan yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM dan perubahan kultur dari pasif menjadi aktif.

3) Evaluasi program perbaikan kesejahteraan karyawan melalui peningkatan gaji, tunjangan, insentif, penghargaan dan bonus.

6. Tarif Pemakaian Air dan Kelompok Pelanggan

Berdasarkan Peraturan Bupati Madiun No: 16 tahun 2009, tarif air minum pada PDAM Kabupaten Madiun adalah sebagai berikut:

(21)

Kelompok

Pelanggan Jenis Pelanggan

Tarif Progresif per m3 0-10 m3

(Rp)

Di atas 10 m3 (Rp)

Kelompok I Sosial Umum 850 1000

Sosial Khusus 850 1000

Kelompok II Rumah Tangga A 1500 1650

Rumah Tangga B 1650 2000

Kelompok III Pemerintah 2145 2475

Niaga Kecil 2145 2475

Industri Kecil 2220 2550

Kelompok IV

Niaga Besar Industri Besar

Semua pelanggan yang tidak termasuk pada kelompok I,II,III 2310 2390 1650 2640 2720

Sumber : PDAM Kabupaten Madiun

Tabel I.2. Daftar Biaya Jasa Pemakaian Air Kelompok Jenis Pelanggan Jasa Jasa Pelanggan Administrasi (Rp) Pemeliharaan (Rp)

Kelompok I Sosial Umum 5.500 2.500

Sosial Khusus 5.500 2.500

Kelompok II Rumah Tangga A 5.500 2.500

Rumah Tangga B 5.500 2.500

Kelompok III Pemerintah 5.500 3.500

Niaga Kecil 5.500 3.500

Industri Kecil 5.500 4.500

Niaga Besar 5.500 5.500

Industri Besar 5.500 6.500

Sumber : PDAM Kabupaten Madiun

Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum dikelompokkan menjadi 4 (Empat) kelompok yaitu:

(22)

1) Sosial Umum adalah golongan pelanggan yang kegiatan sehari-harinya memberikan pelayanan untuk kepentingan umum khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah antara lain:

a) Kran umum / hidran umum b) Kamar mandi umum c) WC umum

2) Sosial Khusus adalah golongan pelanggan yang kegiatan sehari-harinya memberikan pelayanan untuk kepentingan masyarakat serta mendapatkan sumber dana, antara lain:

a) Yayasan sosial

b) Sekolah negeri / swasta c) Panti asuhan

d) Rumah sakit pemerintah e) Puskesmas

f) Klinik pemerintah g) Tempat-tempat ibadah

b. Kelompok II

(23)

1) Rumah Tangga A, adalah rumah tangga biasa yang dialiri dari sumber air grafitasi, khusus pelanggan yang berada di daerah lereng pegunungan yaitu unit Gemarang dan Kare.

2) Rumah Tangga B, adalah pelanggan rumah tangga biasa yang berada diwilayah pelayanan PDAM Kabupaten Madiun kecuali unit Gemarang dan Kare.

c. Kelompok III, terdiri dari: 1) Pemerintahan

a) Kantor / instansi pemerintah dan swasta, asrama pemerintah. b) Kolam renang milik pemerintah

c) Badan Usaha Milik Daerah

d) TNI dan POLRI, yang sarana dan prasarananya dikelola oleh TNI dan POLRI.

2) Niaga Kecil adalah golongan pelanggan yang kegiatan sehari-harinya berhubungan dengan usaha yang dapat mendatangkan keuntungan, antara lain:

a) Kios / warung b) Toko

c) Koperasi

d) Losmen / penginapan e) Salon kecantikan

(24)

3) Industri Kecil: Industri tegel dan beton, industri penggergajian kayu dan industri kecil lainnya.

4) Niaga Besar terdiri dari hotel, restoran, kolam renang milik swasta, supermarket, SPBU dan usaha-usaha besar lainnya.

5) Industri Besar terdiri dari perusahaan manufaktur, perusahaan elektronik dan industri besar lainnya.

7. Deskripsi Jabatan

Tugas dari masing-masing jabatan yang terdapat dalam struktur organisasi terebut adalah sebagai berikut:

a. Bupati

Mempunyai wewenang untuk menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan bagi perusahaan, yang mempunyai hak untuk:

1) Memperoleh segala keterangan yang berkaitan dengan kepentingan perusahaan dari Direksi atau Dewan Pengawas.

2) Mengangkat dan memberhentikan Direksi atau Dewan Pengawas. 3) Mengesahkan program kerja dan anggaran perusahaan.

4) Mengesahkan laporan tahunan perusahaan.

5) Memberikan persetujuan atau penghapusan aktiva perusahaan.

(25)

Adalah pengurus perusahaan yang mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan secara umum dan atau secara khusus terhadap jalannya perusahaan.

c. Direktur Utama

Adalah pimpinan tertinggi perusahaan yang bertugas melaksanakan pengelolaan perusahaan untuk tujuan dan kepentingan serta mewakili perusahaan baik di luar maupun di dalam perusahaan, dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati.

Direktur Utama mempunyai tugas sebagai berikut:

1) Memimpin dan mengendalikan semua kegiatan perusahaan.

2) Merencanakan dan menyusun program kerja perusahaan baik tahunan maupun jangka panjang.

3) Bertanggung jawab mengurus dan mengelola kekayaan perusahaan. 4) Mengangkat, memberhentikan dan memutasi pegawai perusahaan. 5) Menyampaikan laporan berkala mengenai seluruh kegiatan. d. Bagian Umum

Mempunyai tugas menyelenggarakan pengelolaan dan pengendalian kegiatan di bidang ketatausahaan, hukum, kepegawaian, pengadaan, kerumahtanggaan, gudang dan perbekalan. Untuk Menjalankan tugasnya Bagian Umum mempunyai fungsi:

1) Menyusun rencana kegiatan bidang administrasi perusahaan.

(26)

3) Merencanakan kegiatan organisasi perusahaan.

4) Merencanakan kebutuhan dan pengendalian logistik peusahaan. 5) Malaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Direktur Utama

sesuai dengan bidang tugas.

Bagian Umum dikepalai oleh seorang kepala Bagian Umum yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

Kepala Bagian Umum membawahi:

a) Sub Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga. b) Sub Bagian Hukum dan Kepegawaian. c) Sub Bagian Pengadaan dan Pemeliharaan. d) Sub Bagian Gudang dan Perbekalan. e. Bagian Keuangan

Mempunyai tugas menyelenggarakan penyusunan dan perencanaan anggaran pendapatan dan belanja perusahaan, menyelenggarakan administrasi keuangan, evaluasi anggaran, menyajikan laporan dan analisa keuangan. Untuk melaksanakan tugasnya Bagian Keuangan mempunyai fungsi:

1) Menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja perusahaan. 2) Mengendalikan sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaan

perusahaan.

(27)

4) Melakukan evaluasi data keuangan dan mengadakan penilaian pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja perusahaan.

5) Menyusun laporan perhitungan hasil usaha dan perhitungan neraca laba/rugi.

6) Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur Utama sesuai dengan bidang tugas.

Bagian keuangan dikepalai oleh seorang kepala Bagian Keuagan yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Kepala Bagian Keuangan membawahi:

a) Sub Bagian Perencanaan dan Analisis Anggaran. b) Sub Bagian Akuntansi.

c) Sub Bagian Pengendali Rekening. d) Sub Bagian Perbendaharaan f. Bagian Hubungan Langganan

Mempunyai tugas melaksanakan perhitungan atas pemakaian air oleh pelanggan, menerima pengaduan serta menyelenggarakan pemasaran/penyuluhan kepada pelanggan dan masyarakat. Untuk Melaksanakan tugasnya Bagian Hubungan Langganan mempuyai fungsi:

1) Melaksanakan kegiatan pembacaan dan pencatatan stand meter pelanggan.

2) Mengolah data pemakaian air oleh pelanggan.

(28)

4) Memberikan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan pelanggan. 5) Menyelenggarakan operasi penertiban pemakai air.

6) Menampung pengaduan dari masyarakat dan pelanggan.

7) Melaksanakan kegiatan pemasaran dan penyuluhan kepada pelanggan dan masyarakat.

8) Melakukan kegiatan koordinasi dengan bagian terkait dalam rangka pelayanan pelanggan.

9) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur Utama sesuai dengan bidang tugas.

Bagian Hubungan Langganan dikepalai oleh kepala bagian Hubungan Langganan yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Kepala Bagian Hubungan Langganan membawahi:

a) Sub Bagian Pelayanan dan Pemasaran. b) Sub Bagian Pengelolaan Rekening. g. Bagian Perencanaan

Mempunyai tugas merencanakan program pengembangan sistem penyediaan air bersih serta perencanaan lain yang bersifat teknik. Untuk melaksanakan tugasnya, Bagian Perencanaan Teknik mempunyai fungsi:

(29)

2) Menyusun program pengembangan pelayanan air bersih baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.

3) Melakukan evaluasi sistem pendistribusian air bersih dari sumber sampai pelanggan.

4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Direktur Utama sesuai bidang tugas.

Bagian Teknik dikepalai oleh kepala Bagian Perencanaan yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Kepala Bagian Perencanaan membawahi:

a) Sub Bagian Perencanaan dan Bangunan.

b) Sub Bagian Perencanaan Sambungan Pelannggan. h. Bagian Transportasi, Distribusi dan Produksi

Mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengendalikan penyediaan air bersih sesuai yang dibutuhkan meliputi aspek kualitas, kuantitas dan kontinuitas dan menjaga pendistribusian air dari instalasi produksi sampai pelanggan. Untuk melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi: 1) Menyusun program penyediaan air baku yang cukup dan memenuhi

standar yang ditentukan.

2) Menyediakan dan mengendalikan suplai air bersih ke jaringan distribusi sesuai kebutuhan.

3) Memelihara sumber dan lingkungan sumber.

(30)

Bagian Transportasi, Distribusi dan Produksi dikepalai oleh kepala Bagian Tranportasi, Distribusi dan Produksi yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

Kepala Bagian Perencanaan membawahi: a) Sub Bagian Trandist

b) Sub Bagian Produksi

i. Ketua Satuan Pengawasan Internal

Mempunyai tugas membantu Direktur Utama dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi perusahaan. Bagian Satuan Pengawasasn Internal dikepalai oleh ketua Satuan Pengawasan Internal yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Ketua Satuan Pengawasan Internal membawahi: 1) Sub Bagian Pengawasan Umum

2) Sub Bagian Pengawasan Teknik

j. Kantor Unit

(31)

1) Mengkoordinir dan menyelenggarakan semua kegiatan administrasi dan teknik pada kantor unit.

2) Mengendalikan, mengatur dan melaksanakan pengembangan pelayanan pada unit perusahaan yang dipimpinnya.

3) Mengendalikan semua kegiatan administrasi dan teknik yang ada di kantor unit perusahaan.

4) Melayani pembayaran sampai pengaduan gangguan pelayanan air di unit perusahaan yang dipimpinnya.

Bagian Unit dikepalai oleh kepala unit yang dalam menjalankan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama. Bagian Unit membawahi:

a) Pelaksana Administrasi Keuangan. b) Pelaksana Teknis.

B. Latar Belakang

(32)

jawab pemerintah untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat. Melalui PDAM yang berinduk pada pemerintah daerah, pemerintah berupaya untuk menyediakan layanan air bersih bagi mayarakat. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang pengelolaan air bersih yang fungsinya salah satunya dapat memenuhi permintaan jasa air bersih.

Selain memenuhi permintaan air bersih yang semakin lama semakin meningkat, perusahaan juga dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Saat ini PDAM merupakan satu-satunya perusahaan daerah yang bergerak dalam hal penyediaan air bersih yang berorientasi pada pelayanan publik, perusahaan yang berorientasi pada pelayanan publik pada umumnya tidak hanya mengejar keuntungan semata, melainkan juga mempunyai tugas utama untuk mensejahterakan rakyat. Hal ini akan semakin mendorong perusahaan untuk selalu meningkatkan kinerja perusahaan agar dapat melayani masyarakat dengan baik dan tanpa membebani masyarakat.

(33)

terhadap masyarakat, perusahaan juga dituntut untuk selalu meningkatkan kinerja perusahaan.

Peningkatan kinerja perusahaan dapat dilakukan tidak hanya dengan meningkatkan pendapatan PDAM yang salah satunya melalui kenaikan tarif pemakaian air bersih, melainkan juga dengan meningkatkan kinerja karyawan, operasionalisasi biaya secara efektif dan efisien. Penilaian terhadap kinerja perusahaan secara menyeluruh perlu lebih banyak dilakukan, karena hal tersebut sangat penting dan berguna bagi berbagai pihak, baik bagi pihak intern maupun ekstern perusahaan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut diantaranya adalah Pihak-pihak manajemen, pemilik, kreditur, investor, karyawan, lembaga pemerintah dan juga dari masyarakat umum. Selain itu agar juga dapat dijadikan perbandingan dan kemajuan PDAM di masa yang akan datang dan untuk dijadikan bahan evaluasi dan masukan kepada manajemen untuk mengambil kebijakan demi kelangsungan dan kemajuan perusahaan dalam melayani masyarakat.

PDAM Kabupaten Madiun merupakan BUMD yang selama 2006, 2007 dan 2008 selalu mengalami kerugian namun di sisi lain, dari cakupan pelayanan, sambungan rumah baru, kapasitas produksi air, jumlah distribusi air, jumlah air terjual dan pendapatan penjualan air selalu mengalami kenaikan dari tahun 2006.

(34)

keuangan perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan PDAM Kota Surakarta pada tahun 2003-2005 masuk dalam kategori cukup.

Atas dasar hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di PDAM Kabupaten Madiun, dengan mengambil judul:

“PENILAIAN KINERJA PDAM KABUPATEN MADIUN

DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TAHUN 2006-2008”.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka secara spesifik penulis dapat menentukan rumusan masalah sebagai berikut:

“Bagaimana penilaian kinerja pada PDAM Kabupaten Madiun ditinjau dari aspek keuangan dan aspek non keuangan selama 3 tahun terakhir (2006-2008)” Dalam hal ini penulis mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 Tentang Pedoman Penilaian Perusahaan Daerah Air Minum.

(35)

Melalui proses penilaian kinerja kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan kinerja perusahaan dilihat dari aspek keuangan dan non keuangan, sehingga dapat dijadikan masukan dalam mengambil kebijakan perusahaan di masa mendatang.

2. Manfaat a. Bagi Penulis

Untuk mengaplikasikan serta menerapkan teori-teori yang di penulis di bangku kuliah ke dalam praktik sesungguhnya sehingga dapat menambah pengetahuan penulis dalam hal penilaian kinerja perusahaan.

b. Bagi Perusahaan

(36)
(37)

37 BAB II

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

E. Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2004: 2). Sedangkan menurut (Harnanto, 1995: 4) laporan keuangan adalah alat utama untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak ekstern yang di dalamnya terdapat laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.

(38)

38 2. Komponen Laporan Keuangan

Dalam setiap periode akuntansi, laporan keuangan harus terdapat komponen-komponen laporan keuangan sebagai berikut:

a. Neraca

Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. Keadaan keuangan ini dutunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva.

b. Laporan Laba Rugi

Laporan rugi laba adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk periode tertentu. Selisih pendapatan dan biaya merupakan laba atau rugi yang diperoleh perusahaan.

c. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan modal dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah modal pada akhir periode.

d. Laporan Arus Kas

(39)

39

3. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Karakteristik kulitatif laporan keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan tersebut berguna bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Menurut (Zaki Baridwan, 1999: 5) Karakteristik kualitatif laporan keuangan meliputi: a. Dapat dipahami

Informasi harus dapat dimengerti oleh pemakainya, dan dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian para pemakai.

b. Relevan

Informasi laporan keuangan harus relevan dengan maksud penggunaanya karena digunakan untuk keperluan para pengambil keputusan.

c. Netral

Informasi laporan keuangan harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.

d. Dapat dibandingkan

(40)

40 e. Tepat waktu

Informasi laporan keuangan harus disampaikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

4. Tujuan Laporan Keuangan

Menurut (Zaki Baridwan, 1999: 4) tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Secara umum tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

a. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi, kewajiban serta modal suatu perusahaan. b. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai

laporan keuangan dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

c. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, seperti informasi mengenai aktivitas pembelanjaan dan penanaman modal.

(41)

41 5. Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan utama untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang (Dwi Prastowo, 2002: 56)

6. Metode dan Teknik Analisis Laporan Keuangan

Menurut (Putri Nugrahaningsih, 2007: 9) metode dan teknik analisis digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan keuangan, sehingga dapat diketahui perubahan dari tiap-tiap pos tersebut apabila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk satu perusahaan, atau diperbandingkan dengan laporan perusahaan lainnya yang sejenis. Metode dan teknik analisis digunakan untuk menyederhanakan data sehingga data lebih mudah dimengerti. Ada dua metode yang digunakan, yaitu:

a. Analisis Vertikal

(42)

42 b. Analisis Horizontal

Analisis horizontal adalah analisis dengan melakukan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode, sehingga akan diketahui perkembangannya.

Sedangkan teknik analisis laporan keuangan yang sering digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1) Common Size Analysis

Analisis common size disusun dengan jalan menghitung tiap-tiap rekening dalam laporan laba-rugi dan neraca menjadi proporsi dari total penjualan untuk laporan laba rugi dan dari total aktiva untuk neraca.

2) Comparative Analysis

Analisis camparative merupakan metode analisis laporan keuangan yang membandingkan beberapa periode laporan keuangan, baik laporan perusahaan itu sendiri maupun laporan perusahaan lain yang sejenis.

3) Ratio Analysis

(43)

43 7. Pengertian Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja adalah proses evaluasi seberapa baik karyawan mengerjakan pekerjaan mereka ketika dibandingkan dengan satu set standar dan kemudian mengkomunikasikan dengan para karyawan (Robert L Mathis dan Jahn Jackson, 2004: 81). Penilaian kinerja dapat menjadi sumber informasi utama dan umpan balik karyawan yang menjadi pengembangan perusahaan di masa yang akan datang.

Sedangkan menurut (R Wayne Mondy, 2008: 237) penilaian kinerja adalah sistem formal untuk menilai dan mengevaluasi kinerja perusahaan.

8. Aspek keuangan

Berdasarkan peraturan penilaian kinerja pada perusahaan PDAM, terdapat 10 indikator dalam penilaian kinerja aspek keuangan, yaitu sebagai berikut:

a. Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif

(44)

44

Nilai bonus diberikan apabila terjadi peningkatan rasio laba terhadap aktiva produktif dari tahun sebelumnya.

b. Rasio Laba terhadap Penjualan

Rasio laba teradap penjualan merupakan rasio perbandingan antara laba sebelum pajak dengan penjualan air. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dilihat dari jumlah penjualan air pada setiap periode. Rasio tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

Nilai bonus diberikan apabila terjadi peningkatan rasio laba terhadap penjualan dari tahun sebelumnya.

c. Rasio Aktiva Lancar terhadap Utang Lancar

(45)

45

d. Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas

Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan tingkat prosentase sumber dana perusahaan, antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri perusahaan. Rasio tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

e. Rasio Total Aktiva terhadap Total Utang

Rasio ini merupakan rasio yang menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan dalam memberikan jaminan untuk melunasi kewajiban perusahaan dilihat dari jumlah keseluruhan aktiva perusahaan yang dimiliki. Rasio tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:

f. Rasio Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi

(46)

46

g. Rasio Laba Operasi sebelum Biaya Penyusutan terhadap Angsuran Pokok dan Bunga Jatuh Tempo

Rasio ini dapat digunakan untuk mengukir potensi laba yang dihasilkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran angsuran pokok dan bunga yang jatuh tempo, yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana perkembangan investasi yang dibiayai dengan sumber pinjaman. Rasio tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

h. Rasio Aktiva Produktif terhadap Penjualan Air

Rasio ini digunakan untuk mengukur produktivitas tingkat penggunaan aktiva produktif yang dimiliki yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

i. Jangka Waktu Penagihan Piutang

(47)

47 j. Efektifitas Penagihan

(48)

48

[image:48.612.107.542.196.570.2]

Berikut ini adalah tabel tentang nilai kinerja aspek keuangan pada PDAM.

Tabel II.1. Daftar Nilai Kinerja Aspek Keuangan Pada PDAM

Sumber: PDAM Kabupaten Madiun

Indikator Penilaian Nilai Kinerja Keuangan

1 2 3 4 5

1. Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif

<= 0% 0-3% 4-7% 8-10% >=10%

Nilai Bonus 0-3% 4-6% 7-9% 10-12% >12%

2. Rasio Laba terhadap Penjualan

<=0% 1-6% 7-14% 15-20% >20%

Nilai Bonus >0-3% 4-6% 7-9% 10-12% >12%

3. Current Ratio <=1 1,01-1,25 1,26-1,50 1,51-1,75 1,76-2,00 4. Rasio Utang Jangka

Panjang

>1 0,8-1,0 >0,7-0,8 >0,5-0,7 <=0,5 terhadap Ekuitas >1 0,8-1 0,7-0,79 0,5-0,6 <=0,5 5. Rasio Total Aktiva

terhadap Total Utang

<=1.0 1,1-1,3 1.4-1.7 1.8-2.0 >2

6. Rasio Biaya Operasi >=1,00 0,85-0,99 0,65-0,84 0,51-0,64 <=0,50 7. Rasio EBITDA

terhadap Angsuran

<=1.00 1,01-1,30 1,31-1,75 1,76-2,00 >2,00 Pokok dan Bunga

Jatuh Tempo

8. Rasio Aktiva Produktif terhadap

>8,00 6,01-8,00 4,01-6,00 2,01-4,00 <=2 Penjualan Air

9. Jangka Waktu Penagihan Piutang

>180 151-180 91-150 61-90 <=60

(49)

49 9. Aspek Non Keuangan

Dalam penilaian kinerja perusahaan terdapat aspek non keuangan yang terdiri dari aspek operasional dan aspek administrasi. Berikut ini adalah penilaian kinerja PDAM dengan menggunakan aspek operasional. a. Aspek Operasional

Dalam hal penilaian aspek operasional perusahaan terdapat sepuluh indikator penilaian, yaitu:

1) Cakupan Pelayanan

Menggambarkan kemampuan PDAM untuk menjalankan fungsinya sebagai perusahaan yang melayani masyarakat umum, yaitu seberapa banyak penduduk yang terlayani oleh PDAM. Secara sistematis rumus cakupan pelayanan dapat dituliskan sebagai berikut:

Nilai bonus diberikan apabila terjadi peningkatan cakupan pelayanan dari tahun sebelumnya.

2) Kualitas Air Distribusi

(50)

50

Secara sistematis penilian kualitas distribusi air dapat dituliskan sebagai berikut:

Penilaian Nilai

a) Memenuhi syarat air minum 3 b) Memenuhi syarat air bersih 2 c) Tidak memenuhi syarat 1 3) Kontinuitas Air

Kontinuitas air merupakan pengaliran air untuk bisa mengalir secara penuh kepada pelanggan selama 24 jam tanpa henti. Secara sistematis penilaian kontinuitas air dapat dilakukan sebagi berikut:

Penilaian Nilai

a) Semua pelanggan

mendapat aliran air selama 24 jam 2 b) Belum semua pelanggan

Mendapat aliran air 24 jam 1

4) Produktifitas Pemanfaatan Instalasi Air

(51)

51

Rumus produktivitas pemanfaatan instalasi produksi dapat dituliskan sebagai berikut:

5) Tingkat Kehilangan Air

Tingkat kehilangan air merupakan air yang didistribusikan kepada pelanggan tetapi tidak tercatat. Tingkat kehilangan air ditoleransi sebesar 20%, yang berarti PDAM harus mampu mengendalikan tingkat kehilangan air sebesar 20% dari total penjualan air. Semakin tinggi tingkat kehilangan air maka semakin kecil penilaian kinerjanya. Rumus tingkat kehilangan air dapat dituliskan sebagai berikut:

Nilai bonus diberikan apabila terjadi penurunan tingkat kehilangan air dari tahun sebelumnya.

6) Peneraan Meter

(52)

52

Penilaian peneraan meteran air dapat dituliskan sebagai berikut:

7) Kecepatan Penyambungan Baru

Merupakan lamanya waktu penyambungan untuk pelanggan PDAM yang baru, mulai dari pembayaran sampai dengan air dapat mengalir di rumah pelanggan.

Penilaian Nilai

a) Kurang dari 6 hari kerja 2 b) Lebih dari 6 hari kerja 1

8) Kemampuan Penanganan Pengaduan Rata-Rata per Bulan

Merupakan kemampuan PDAM dalam menangani pengaduan dari pelanggan. Hal ini merupakan salah satu bentuk dari pelayanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan terhadap proses yang berkaitan dengan penyaluran sampai pembayaran air. Semua pengaduan harus dicatat ketika masuk dan setelah diselesaikan. Secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut:

9) Kemudahan Pelayanan

(53)

53

point) selain di kantor pusat agar PDAM dapat memberikan

kemudahan pelayanan bagi pelanggan di daerah terpencil.

Penilaian Nilai

a) Tersedia service point 2 b) Tidak tersedia service point 1 10) Rasio Karyawan per 1000 pelanggan

[image:53.612.114.530.465.678.2]

Rasio ini merupakan perbandingan antara jumlah pegawai yang aktif pada akhir tahun buku dengan jumlah pelanggan yang aktif pada akhir tahun buku. Rumus rasio karyawan dapat dituliskan sebagai berikut:

Tabel II. 2. Daftar Nilai Kinerja Aspek Operasional pada PDAM

Sumber: PDAM Kabupaten Madiun

Indikator Penilaian Nilai Kinerja Operasional

1 2 3 4 5

1. Cakupan Pelayanan 2. Produktifitas

Pemanfaatan Instalasi Produksi

3. Tingkat Kehilangan Air

4. Peneraan Meter Air 5. Kemampuan

Pengaduaan Rata-Rata per Bulan 6. Rasio Karyawan

(54)

54 b. Aspek Administrasi

Dalam hal penilaian kinerja pada PDAM terdapat 10 indikator untuk menilai kinerja aspek administrasi, dimana rumus penilaian pelaksanaan setiap indikator dalam aspek administrasi tersebut adalah sama, yaitu sebagai berikut:

Penilaian Nilai

1) Sepenuhnya dipedomani 4

2) Dipedomani sebagian 3

3) Memiliki, namun belum dipedomani 2

4) Tidak memiliki pedoman 1

a) Rencana Jangka Panjang

Suatu perusahan harus mempunyai rencana jangka panjang (corporate plan) yang mencakup rencana strategis mengenai tujuan dan

sasaran yang hendak dicapai perusahaan dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun. Rencana jangka panjang ini mencakup berbagai aspek, baik aspek teknis maupun aspek non teknis.

b) Rencana Organisasi dan Uraian Tugas

(55)

55 c) Prosedur Standar Operasi

Prosedur standar operasi atau SOP harus dimiliki setiap kantor PDAM. SOP tersebut terdiri dari pedoman di bidang teknik dan menjelaskan juga teknis pelaksanaannya dan di bidang administrasi meliputi sistem akuntansi, sistem panggajian, sistem penilaian pegawai, sistem pelaporan dan lain-lain.

d) Gambar Nyata Laksana

Merupakan gambar di atas kertas yang menggambarkan setiap bangunan dan peralatan yang digunakan perusahaan dalam kegiatan produksi sehari-hari. Gambar tersebut harus mengindentifikasikan letak, ukuran, volume, waktu pemasangan dan lain-lain. Gambar ini harus disesuaikan apabila terjadi perubahan di lapangan.

e) Pedoman Penilaian Kinerja Karyawan

Merupakan alat untuk menilai kinerja karyawan dalam perusahaan, meliputi penilaian kedisiplinan, prestasi dan lain-lain. Untuk itu perlu adanya penilaian kerja karyawan yang dapat digunakan untuk menilai prestasi kinerja karyawan PDAM.

f) Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

(56)

56 g) Tertib Laporan Internal

Laporan internal merupakan media penyampaian informasi bagi manajemen terhadap kegiatan operasional perusahaan. Laporan internal ini meliputi laporan harian, bulanan dan tahunan yang harus disajikan tepat waktu karena sangat diperlukan setelah berakhirnya periode pelaporan. Apabila terjadi penundaan, maka informasi yang dihasilkan tidak akan akurat.

Penilaian Nilai i. Dibuat tepat waktu 2 ii. Tidak dibuat tepat waktu 1 h) Tertib Laporan Eksternal

Laporan eksternal merupakan alat untuk menyampaikan informasi dalam perusahaan kepada pihak luar sebagai dasar pengambilan keputusan. Laporan eksternal meliputi laporan keuangan tahunan kepada Badan Pengawas.

(57)

57 i) Opini Auditor Independen

Merupakan opini yang diberikan oleh auditor independen dalam melakukan pemeriksaan yang dibuat oleh perusahaan pada setiap akhir periode tahun buku penilaiannya adalah sebagai berikut:

Penilaian Nilai

i. Wajar tanpa pengecualian 4 ii. Wajar dengan pengecualian 3 iii. Tidak memberikan pendapat 2 iv. Pendapat tidak wajar 1 j) Tindak Lanjut Hasil Penemuan Akhir

Merupakan suatu tindak lanjut atas opini yang dikeluarkan oleh auditor independen dalam pemeriksaan laporan keuangan perusahaan. Penilaiannya adalah sebagai berikut:

Penilaian Nilai

i. Tidak ada temuan 4

ii. Ditindaklanjuti, seluruhnya selesai 3 iii. Ditindaklanjuti, sebagian selesai 2

(58)

58 F. Pembahasan

Berikut ini adalah pembahasan penilaian kinerja pada PDAM Kabupaten Madiun dilihat dari aspek keuangan, aspek non keuangan pada tahun 2006, 2007 dan 2008.

1. Aspek Keuangan

a. Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif

[image:58.612.132.509.382.529.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio laba terhadap aktiva produktif.

Tabel II. 3

Perhitungan Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan data di atas, rasio laba terhadap aktiva produktif PDAM kabupaten Madiun pada tahun 2006, 2007 dan 2008 adalah sebesar (6,15%), (1,83%) dan (0,79%). Rasio laba terhadap aktiva produktif pada tahun 2006 menunjukkan angka (6,15%). Hal ini berarti setiap Rp 1,- dari total aktiva lancar yang digunakan perusahaan tidak dapat menghasilkan laba atau menghasilkan rugi sebelum pajak

Rumus 2006 2007 2008

1. Laba (rugi) sebelum pajak

2. Aktiva Produktif Rasio laba terhadap

(59)

59

sebesar Rp 0,06,- sedangkan nilai kinerja yang diperoleh PDAM pada tahun 2006 adalah 1.

Tahun 2007 rasio yang diperoleh PDAM Kabupaten Madiun sebesar (1,83%). Hal ini berarti setiap Rp 1,- dari total aktiva lancar yang digunakan perusahaan tidak dapat menghasilkan laba atau menghasilkan rugi sebelum pajak sebesar Rp 0,02,- dan pada tahun 2007 perusahaan memperoleh nilai bonus 2 karena terjadi kenaikan rasio sebesar 4,32% dari tahun 2006, sedangkan nilai kinerja pada tahun 2007 adalah 1 yang artinya masih buruk.

(60)

60 b. Rasio Laba terhadap penjualan

[image:60.612.140.519.227.370.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio laba terhadap penjualan. Tabel II. 4

Perhitungan Rasio Laba terhadap Penjualan PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Hasil perhitungan rasio laba terhadap penjualan pada tahun 2006, 2007 dan 2008 adalah (8,25%), (2,79%), (1,25%). Rasio yang diperoleh perusahaan pada tahun 2006 sebesar (8,25%) hal ini berarti setiap penjualan air yang dilakukan oleh perusahaan tidak dapat menghasilkan laba atau setiap Rp 1,- dari penjualan air menghasilkan rugi sebelum pajak sebesar Rp 0,08,- Pada tahun 2006 perusahaan mendapatkan nilai kinerja sebesar 1 yang artinya masih buruk.

Pada tahun 2007 rasio yang diperoleh perusahaan sebesar (2,79%) yang artinya masih buruk. Tetapi pada tahun 2007 terjadi kenaikan rasio sebesar 5,46% hal ini disebabkan karena kerugian yang diderita perusahaan semakin berkurang sedangkan total penjualan perusahaan pada tahun 2007 mengalami kenaikan. Perusahaan juga

Rumus 2006 2007 2008

a. Laba (rugi) sebelum pajak

b. Penjualan

(61)

61

mendapatkan nilai bonus 2 karena rasio tahun 2007 lebih tinggi dari pada tahun 2006.

Pada tahun 2008 rasio yang diperoleh perusahaan sebesar (1,25%). Perusahaan mendapatkan nilai kinerja sebesar 1 yang artinya kinerjanya masih buruk, karena rasio masih berada di bawah 1 %. Tetapi secara umum rasio tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2006-2008. Hal ini disebabkan karena kerugian yang di derita perusahaan semakin lama semakin berkurang sedangkan penjualan setiap tahun semakin meningkat.

c. Rasio Aktiva Lancar terhadap Utang Lancar

[image:61.612.136.530.487.607.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio aktiva lancar terhadap utang lancar.

Tabel II. 5

Perhitungan Rasio Aktiva Lancar terhadap Utang Lancar PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Hasil dari perhitungan rasio aktiva lancar terhadap utang lancar pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 0,34, 0,30, 0,23. Rasio aktiva lancar terhadap utang lancar perusahaan pada tahun 2006

Rumus 2006 2007 2008

1. Aktiva Lancar 2. Utang Lancar

(62)

62

sebesar 0,34 yang berarti jumlah aktiva lancar yang digunakan untuk membayar kewajiban masih kurang atau dengan kata lain proporsi antara aktiva lancar dengan utang lancar masih lebih besar utang lancar. Pada tahun 2006 kinerja perusahaan memperoleh nilai kinerja 1 yang berarti masih buruk.

Rasio aktiva lancar terhadap utang lancar perusahaan pada tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 0,04 menjadi sebesar 0,30 yang artinya masih sangat buruk. Sedangkan pada tahun 2008 terjadi penurunan rasio sebesar 0,07 menjadi sebesar 0,23. Hal ini disebabkan karena jumlah aktiva lancar yang dimiliki perusahaan mengalami penurunan yang cukup signifikan, sedangkan jumlah utang lancar yang dimiliki perusahaan tidak mengalami penurunan secara signifikan. d. Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas

[image:62.612.134.513.537.678.2]

Berikut ini perhitungan rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas. Tabel II. 6

Perhitungan Rasio Utang Jangka Panjang terhadap Ekuitas PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Rumus 2006 2007 2008

1. Utang Jangka Panjang 2. Ekuitas

(63)

63

Hasil perhitungan rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar (0,54), (1,42), (1,11). Rasio perusahaan pada tahun 2006 sebesar (0,54) yang berarti perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 1 yang artinya kinerja perusahaan masih buruk. Hal ini disebabkan karena jumlah ekuitas yang dimiliki perusahaan berjumlah negatif atau lebih kecil dibandingkan jumlah utang yang ditanggung perusahaan.

(64)

64

e. Rasio Total Aktiva terhadap Total Utang

[image:64.612.132.515.252.374.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio total aktiva terhadap total utang.

Tabel II. 7

Perhitungan Rasio Total Aktiva terhadap Total Utang PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan di atas rasio perusahaan pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 0,69, 0,87, 0,88. Rasio total aktiva terhadap total utang perusahaan pada tahun 2006 sebesar 0,66 hal ini berarti total aktiva yang dimiliki perusahaan masih belum proporsional dengan total utang yang ditanggung perusahaan. Pada tahun 2006 perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 1 yang artinya masih buruk

Pada tahun 2007 rasio perusahaan mengalami kenaikan menjadi sebesar 0,87. Hal ini berarti perusahaan memperoleh nilai kinerja 1 yang artinya masih buruk, sedangkan tahun 2008 perusahaan memperoleh rasio sebesar 0,88. Tetapi secara umum rasio total aktiva terhadap total utang perusahaan setiap tahun mengalami kenaikan, hal

Rumus 2006 2007 2008

1. Total Aktiva 2. Total Utang

(65)

65

ini dikarenakan total aktiva yang dimiliki perusahaan mengalami pertambahan yang cukup signifikan sedangkan total utang semakin berkurang

f. Rasio Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi

[image:65.612.135.506.331.474.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi.

Tabel II. 8

Perhitungan Rasio Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Hasil perhitungan rasio operasi terhadap pendapatan operasi pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 1,12, 1,05, 1,03. Rasio perusahaan pada tahun 2006 sebesar 1,12 yang berarti biaya operasi yang dikeluarkan perusahaan lebih tinggi dibandingkan pendapatan operasi yang diterima perusahaan.

Pada tahun 2007 dan 2008 rasio yang diperoleh perusahaan mengalami kenaikan, yaitu menjadi sebesar 1,05 dan 1,03. Hal ini dikarenakan setiap tahun perusahaan mampu menekan biaya operasi

Rumus 2006 2007 2008

1. Biaya Operasi 2. Pendapatan Operasi Rasio Biaya Operasi

(66)

66

dan di sisi lain perusahaan mampu meningkatkan pendapatan operasi. Pada tahun tersebut perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 1 yang artinya masih buruk.

g. Rasio Laba Operasi sebelum Biaya Penyusutan terhadap Angsuran Pokok dan Bunga Jatuh Tempo

[image:66.612.130.511.368.552.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo.

Tabel II. 9

Perhitungan Rasio Laba Operasi sebelum Penyusutan Terhadap Angsuran Pokok dan Bunga Jatuh Tempo

PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008 (dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Hasil perhitungan rasio laba operasi sebelum penyusutan terhadap angsuran dan bunga yang jatuh tempo pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar (0,02), 0,22, 0,46. Pada tahun 2006 perusahaan memperoleh rasio sebesar (0,02) sehingga perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 1 yang berarti kinerja perusahaan masih buruk.

Rumus 2006 2007 2008

1. Laba sebelum Penyusutan

2. Angsuran dan Bunga jatuh Tempo

(67)

67

Tahun 2007 perusahaan memperoleh rasio sebesar 0,22, rasio tersebut mengalami kenaikan daripada tahun 2006. Hal ini disebabkan karena perusahaan mampu menghasilkan laba sebelum biaya penyusutan dan angsuran dan bunga jatuh tempo yang dibayar perusahaan semakin kecil.

Secara keseluruhan rasio perusahaan pada tahun 2006-2008 selalu mengalami kenaikan, hal ini disebabkan karena laba sebelum penyusutan yang diterima perusahaan semakin besar dan angsuran yang masih dibayar perusahaan semakin kecil. Tetapi nilai kinerja perusahaan tahun 2006-2008 adalah sebesar 1 yang artinya masih buruk karena di bawah nilai standar.

h. Rasio Aktiva Produktif terhadap Penjualan Air

[image:67.612.135.508.537.661.2]

Berikut ini tabel perhitungan rasio aktiva produktif terhadap penjualan air.

Tabel II. 10

Perhitungan Rasio Aktiva Produktif terhadap Penjualan Air PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Rumus 2006 2007 2008

1. Aktiva Produktif 2. Penjualan Air

(68)

68

Hasil perhitungan rasio aktiva produktif terhadap penjualan air pada tahun 2006,2007, 2008 adalah sebesar 1,46, 1,67, 1,73. Meskipun pada tahun 2007 dan 2008 terjadi penurunan rasio, tetapi secara keseluruhan rasio yang diperoleh perusahaan pada tahun 2006, 2007 dan 2008 memperoleh nilai kinerja 5 yang berarti sangat baik. Hal ini disebabkan karena jumlah aktiva produktif yang dimiliki perusahaan semakin bertambah, sehingga dapat menghasilkan penjualan air yang maksimal.

i. Jangka Waktu Penagihan Piutang

[image:68.612.136.513.433.556.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan jangka waktu penagihan piutang. Tabel II. 11

Perhitungan Jangka Waktu Penagihan Piutang PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan di atas jangka waktu penagihan piutang perusahaan pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 39 hari, 36 hari, 36 hari. Secara keseluruhan jangka waktu penagihan piutang perusahaan pada tahun 2006, 2007, 2008 mendapatkan nilai kinerja 5 yang berarti sangat baik.

Rumus 2006 2007 2008

1. Piutang Usaha 681.242,46 680.530,50 762.057,13 2. Jumlah Penjualan per

hari

Jangka Waktu Penagihan Piutang

17.700,46

38,49 hari

19.271,56

35,31 hari

21.048,29

(69)

69 j. Efektifitas Penagihan

[image:69.612.133.504.227.328.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan efektifitas penagihan. Tabel II. 12

Perhitungan Efektifitas Penagihan PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam ribuan)

Sumber: Data Primer (diolah)

Hasil perhitungan efektifitas penagihan pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 99,81%, 99,43%, 98,96%. Meskipun pada tahun 2007 dan 2008 terjadi penurunan, tetapi secara keseluruhan efektifitas penagihan pada tahun 2006, 2007, 2008 memperoleh nilai kinerja sebesar 5 yang artinya sangat baik. Hal ini disebabkan karena tingkat efektifitas penagihan pada tahun 2006, 2007 dan 2008 masih diatas 90%.

2. Aspek Non Keuangan

Berikut ini adalah perhitungan penilaian kinerja perusahaan dengan menggunakan aspek non keuangan.

a. Aspek Operasional

Dalam perhitungan aspek operasional terdapat sepuluh indikator penilaian kinerja, yaitu:

Rumus 2006 2007 2008

1. Rekening Tertagih 2. Penjualan Air

(70)

70 1) Cakupan Pelayanan

[image:70.612.160.505.213.334.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan Cakupan Pelayanan. Tabel II. 13

Perhitungan Cakupan Pelayanan PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan tabel di atas, cakupan pelayanan pada tahun 2006, 2007, 2008 memperoleh nilai sebesar 15,16%, 20,16%, 21,48%. Cakupan pelayanan perusahaan pada tahun 2006 sebesar 15,16% dari total penduduk. Tahun 2006 perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 1 yang artinya masih buruk. Karena cakupan pelayanan masih di bawah nilai standar.

Cakupan pelayanan perusahaan pada tahun 2007 sebesar 20,16% dari total penduduk, pada tahun 2007 perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 2 yang berarti cukup. Hal ini disebabkan karena jumlah penduduk yang menjadi pelanggan perusahaan semakin meningkat. Pada tahun 2007 perusahaan memperoleh nilai bonus sebesar 3 karena terjadi kenaikan cakupan pelayanan sebesar 5% dari tahun 2006.

Rumus 2006 2007 2008

1. Jumlah Penduduk Terlayani

(71)

71

Pada tahun 2008 cakupan pelayanan perusahaan sebesar 21,48% dan memperoleh nilai kinerja sebesar 2. Pada tahun 2008 perusahaan memperoleh nilai bonus 1 karena terjadi kenaikan cakupan pelayanan dari tahun 2007. Secara keseluruhan cakupan pelayanan perusahaan pada tahun 2006, 2007, 2008 selalu mengalami kenaikan.

2) Kualitas Air Distribusi

Menurut hasil wawancara dengan Kepala Bagian Akuntansi dan data yang ada di perusahaan, kualitas air yang didistribusikan PDAM pada tahun 2006, 2007, 2008 telah memenuhi syarat air bersih. Hal ini telah dibuktikan dengan hasil uji yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam hal ini perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 2 yang berarti cukup untuk kualitas distribusi air.

3) Kontinuitas Air

(72)

72

4) Produktifitas Pemanfaatan Instalasi Produksi

[image:72.612.156.500.253.415.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan produktifitas pemanfaatan instalasi produksi

Tabel II. 14

Perhitungan Produktifitas Pemanfaatan Instalasi Produksi PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

(dalam liter)

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan tabel di atas produktifitas pemanfaatan instalasi produksi pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 99,18%, 90,45%, 84,23%. Produktifitas pemanfaatan instalasi produksi perusahaan pada tahun 2006 sebesar 99,18% dalam hal ini perusahaan memperoleh nilai kinerja 4 yang berarti baik. Karena kapasitas terpasang mampu mengasilkan kapasitas produksi hampir 100%.

Pada tahun 2007 produktifitas pemanfaatan instalasi produksi perusahaan sebesar 90,45%. Pada tahun tersebut perusahaan mengalami penurunan produktifitas sebesar 8,73%. Hal ini disebabkan karena kenaikan yang tidak seimbang antara kapasitas

Rumus 2006 2007 2008

1. Kapasitas Produksi 2. Kapasitas Terpasang

(73)

73

terpasang dengan kapasitas produksi. Meskipun terjadi penurunan pada tahun tersebut perusahaan memperoleh nilai kinerja 4 yang berarti baik.

Pada tahun 2008 produktifitas pemanfaatan instalasi produksi perusahaan sebesar 84,23%. Pada tahun tersebut perusahaan mengalami penurunan produktifitas sebesar 6,22%. Hal ini disebabkan karena kapastitas terpasang mengalami kenaikan tetapi tidak diimbangi dengan kenaikan kapasitas produksi perusahaan. Pada tahun 2008 perusahaan memperoleh nilai kinerja 3 yang berarti baik.

5) Tingkat Kehilangan Air

[image:73.612.162.503.474.640.2]

Berikut ini tabel perhitungan tingkat kehilangan air perusahaan. Tabel II. 15

Perhitungan Tingkat Kehilangan Air PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan tingkat kehilangan air pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 29,89%, 29,52%, 29,11%. Tingkat

Rumus 2006 2007 2008

1. Jumlah air di

distribusikan – air yang terjual

2. Jumlah air yang di distribusikan

(74)

74

kehilangan air yang diderita perusahaan pada tahun 2006 sebesar 29,89%, dalam hal ini perusahaan memperoleh nilai kinerja 3 yang berarti sangat baik, karena tingkat kehilangan air mendekati tingkat yang disarankan, yaitu 20% dari jumlah total air yang terjual.

Tingkat kehilangan air pada tahun 2007 dan 2008 mengalami penurunan menjadi sebesar 29,52% dan 29,11%, tingkat kehilangan air perusahaan. Hal ini disebabkan karena perusahaan dapat menekan tingkat kehilangan air. Untuk tingkat kehilangan air pada tahun 2007 dan 2008 perusahaan memperoleh nilai kinerja 3 yang berarti sangat baik dan perusahaan memperoleh nilai bonus sebesar 3 karena mampu menurunkan tingkat kehilangan air

6) Peneraan Meter

[image:74.612.151.490.501.641.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan peneraan meter. Tabel II. 16

Perhitungan Peneraan Meter PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan pada tabel diatas peneraan meter air perusahaan pada tahun 2006, 2007, 2008 sebesar 29,89%,

Rumus 2006 2007 2008

1. Jumlah Pelanggan yang Meter Airnya Ditera 2. Jumlah Seluruh

(75)

75

29,52%, 14,26%. Pada tahun 2006 perusahaan memperoleh nilai perhitungan peneraan meter sebesar 29,98% dan perusahaan mendapat nilai kinerja sebesar 3 yang berarti sangat baik..

Pada tahun 2007 dan 2008 peneraan meter air perusahaan mengalami penurunan menjadi sebesar 29,53% dan 14,26%. Hal tersebut dikarenakan jumlah seluruh pelanggan mengalami kenaikan tetapi jumlah pelanggan yang meter airnya ditera mengalami penurunan. Pada tahun 2007 dan 2008 perusahaan memperoleh nilai kinerja sebesar 3 dan 2 yang berarti cukup baik.

7) Kecepatan Penyambungan Baru

(76)

76

8) Kemampuan Penanganan Pengaduan rata-rata per Bulan

[image:76.612.151.513.255.395.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan penanganan pengaduan rata-rata per bulan.

Tabel II. 17

Perhitungan Kemampuan Penanganan Pengaduan Rata-Rata per Bulan

PDAM Kab Madiun tahun 2006 – 2008

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan tabel di atas tingkat kemampuan penanganan pengaduan rata-rata per bulan pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 100%. Hal ini berarti perusahaan dapat menyelesaikan seluruh pengaduan yang diajukan oleh pelanggan. Untuk kemampuan penanganan penagihan rata-rata per bulan perusahaan memperoleh nilai kinerja 2 yang berarti baik.

9) Kemudahan Pelayanan

Perusahaan pada tahun 2006, 2007, 2008 telah memberikan kemudahan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan adanya service point selain di kantor pusat dan berada di daerah.

Rumus 2006 2007 2008

1. Jumlah Pengaduan Yang Selesai Ditangani

1.561 1.561 1.313

2. Jumlah Seluruh Pengaduan Kemampuan

Penaganan rata-rata

1.561

100%

1.561

100%

1.313

(77)

77

Dalam hal ini perushaan memperoleh nilai kinerja 2 yang bisa diartikan baik.

10) Rasio Karyawan per 1000 Pelanggan

[image:77.612.154.511.293.433.2]

Berikut ini adalah tabel perhitungan rasio karyawan per 1000 pelanggan.

Tabel II. 18

Perhitungan Rasio Karyawan per 1000 Pelanggan PDAM Kab Madiun tahun 2006-2008

Sumber: Data Primer (diolah)

Menurut hasil perhitungan pada tabel di atas jumlah rasio karyawan pada tahun 2006, 2007, 2008 adalah sebesar 4,90, 5,04, 4,69. Secara keseluruhan rasio karyawan pada tahun 2006, 2007, 2008 memperoleh nilai kinerja sebesar 5 yang berarti sangat baik. Hal ini disebabkan karena jumlah karyawan yang dimiliki perusahaan untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan sudah sesuai dengan jumlah pelanggan yang

Gambar

Tabel I.2. Daftar Biaya Jasa Pemakaian Air
Tabel II.1. Daftar Nilai Kinerja Aspek Keuangan Pada PDAM
Tabel II. 2. Daftar Nilai Kinerja Aspek Operasional pada PDAM
Tabel II. 3Perhitungan Rasio Laba terhadap Aktiva Produktif
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika dibandingkan tahun 2007 dengan tahun 2008 terjadi kenaikan rasio margin laba bersih sebesar 0,23% yang disebabkan adanya kenaikan laba bersih dan kinerja perusahaan yang

Menurut Boeson(2007) dalam Donna (2007) paling tidak ada 3 prinsip dalam operasional bank syari’ah yang berbeda dengan bank konvensional, terutama dalam pelayanan

Pengertian hotel menurut para ahli, Menurut Sulastiyono (2007) menyatakan bahwa, hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan

Hasil wawancara dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan merangkap pejabat Pembuat komitmen Bandara Iskandar Pangkalan Bun, bahwa penyelenggaraan pelayanan publik

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan kepada kepala pemasaran perusahaan PT Bumi Sriwijaya dapat diinformasikan bahwa perusahaan masih memiliki permasalahan pada bagian

Pada tahun 2006 dan 2008 perusahaan tidak memiliki modal kerja, karena jumlah aktiva lancar perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan hutang lancar, sedangkan pada tahun

Hasil wawancara dengan pak Masdi bagian Verifikasi dan Akuntansi serta Pak Amir bagian Produksi mengatakan bahwa “bentuk pertanggung jawaban sosial yang telah dilakukan oleh Perusahaan

Kualitas Laporan Keuangan pada Lantamal VI Makassar Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bagian Akuntansi Lantamal VI Makassar diketahui bahwa “disini itu menggunakan aplikasi