• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem rekomendasi makanan pendamping air susu ibu (mpasi) dengan metode naïve bayes dan aturan mpasi M0509046 JURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem rekomendasi makanan pendamping air susu ibu (mpasi) dengan metode naïve bayes dan aturan mpasi M0509046 JURNAL"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM REKOMENDASI RESEP MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MPASI) DENGAN METODE NAÏVE BAYES DAN ATURAN MPASI

Miftahful Purnanda Puspasari Jurusan Informatika Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No 36 A Surakarta

[email protected]

Sari Widya Sihwi Jurusan Informatika Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No 36 A Surakarta

[email protected]

Umi Salamah Jurusan Informatika Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No 36 A Surakarta

[email protected]

ABSTRAK

Makanan pendamping ASI (MPASI) harus mulai diberikan kepada bayi usia 6-24 bulan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Dalam pemberian MPASI seharusnya bayi selalu diperkenalkan bahan makanan baru sesuai usia bayi agar makanannya bervariasi. Namun reaksi yang ditimbulkan dari bahan makanan tersebut berbeda-beda pada setiap bayi, salah satunya adalah alergi. Aturan tunggu empat hari (four days wait rule) diterapkan karena reaksi terhadap beberapa jenis makanan baru akan timbul dalam waktu 24 jam, sedangkan untuk masalah pencernaan bisa lebih lama. Untuk itu pada penelitian ini dibangun sebuah sistem rekomendasi yang dapat memberikan masukan resep MPASI kepada ibu dengan memperhatikan konten bahan makanan di dalamnya terkait bahan baru yang sesuai dengan usia bayi dengan memperhatikan faktor alerginya.

Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, analisa penerapan metode Naïve Bayes dan aturan four days wait rule dalam sistem rekomendasi content-based, implementasi, dan evaluasi kepuasan user. Pada penelitian ini berhasil dibangun sistem rekomendasi yang menghasilkan menu dengan bahan baru dan metode Naïve Bayes.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa pengujian akurasi rekomendasi sebesar 80.36% dan rating tingkat kepuasan dari 30 user dihitung dengan skala likert 1 sampai 5 yang menghasilkan rating 4.37 untuk tampilan aplikasi, 3.8 untuk informasi yang diberikan dan 4.13 untuk keberlanjutan penggunaan.

Keywords: Content-Based, Four Days Wait Rule, MPASI, Naive Bayes, Sistem Rekomendasi

1. PENDAHULUAN

Kebutuhan energi bayi meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan tingkat keaktifan bayi. Setelah berusia enam bulan

,

ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Oleh karena itu, untuk mengisi kesenjangan antara total kebutuhan nutrisi bayi dengan jumlah nutrisi yang didapatkan dari ASI, bayi perlu diberikan makanan pendamping ASI (MPASI), yaitu yang mencakup seluruh makanan padat dan cair selain air susu ibu atau susu formula [1].

Dalam pemberian MPASI harus memperhatikan bahan makanan yang diberikan kepada bayi, karena efek yang ditimbulkan dari masing-masing bahan makanan berbeda-beda pada setiap bayi, salah satunya yaitu alergi. Alergi makanan terjadi karena bayi memiliki organ pencernaan yang masih sangat sensitif dan mudah terkena penyakit [2]. Aturan tunggu empat hari (four days wait rule) dilakukan dengan mengenalkan satu jenis bahan makanan selama empat hari untuk melihat bagaimana reaksi bayi terhadap suatu jenis makanan. Aturan ini perlu diterapkan karena reaksi terhadap beberapa jenis makanan baru

akan timbul dalam waktu 24 jam, sedangkan untuk masalah pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama [3].

Adanya perbedaan reaksi terhadap suatu bahan makanan dan kemungkinan alergi yang dialami bayi membuat ibu harus memberikan perhatian lebih dalam memilih dan memberikan jenis makanan baru. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem yang dapat merekomendasikan resep MPASI secara personal yang memperhatikan bahan-bahan yang sesuai usia bayi dan memuat aturan tunggu empat hari sehingga ibu dengan mudah mendapatkan resep MPASI sekaligus memantau reaksi bayi terhadap berbagai jenis makanan. Sistem rekomendasi merupakan perangkat lunak serta teknik menyediakan saran untuk item-item yang akan digunakan seorang user, yang utamanya ditujukan bagi individu yang kurang berpengalaman untuk mengevaluasi banyaknya jumlah alternatif item yang ditawarkan [4].

Penelitian terkait masalah ini telah dilakukan oleh Freyne [5] dengan membandingkan beberapa pendekatan yang digunakan untuk menentukan resep makanan secara personal. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa metode content-based memiliki keunggulan yang lebih dari metode lain pada sisi prediksi akurasi. Penelitian lainnya oleh Mooney [6] dengan mengembangkan sistem rekomendasi buku content-based menggunakan algoritma

Bayesian. Hasil dari prediksi digunakan untuk memberikan rekomendasi kepada user dengan menggunakan top-scoring recommendation. Penelitian mengenai food recommender system

secara content based telah dilakukan oleh Tatli [7] dengan cara menghitung similarity menggunakan TF-IDF dan cosine similarity. Similarity antar resep dihitung berdasarkan bahan-bahan yang terdapat di dalam resep.

Dalam penelitian ini sistem rekomendasi content-based yang bersifat personal dipilihkarena adanya perbedaan bahan makanan pada tiap usia bayi maupun bahan pemicu alergi pada bayi, sehingga resep direkomendasikan menurut bahan yang sesuai dengan profil bayi. Sedangkan metode Naïve Bayes dipilih karena memiliki akurasi yang tinggi tanpa memerlukan data training dalam jumlah besar. Selain itu hasil rekomendasi Naïve Bayes

tidak hanya merekomendasikan resep dengan bahan yang disukai

user, tetapi juga dapat memunculkan resep dengan bahan baru. Hal ini terkait dengan variasi makanan bayi agar MPASI yang dikonsumsi menjadi lebih beragam. Sistem merekomendasikan resep berdasarkan usia bayi, kemudian user melakukan feedback

berupa suka, tidak suka, atau alergi terhadap resep yang telah dipilih. Hasil feedback dari user kemudian akan disimpan dan digunakan dalam perhitungan Naïve Bayes untuk merekomendasikan resep.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)

(2)

dengan jumlah nutrisi yang didapatkan dari ASI saja, karena jika kesenjangan tersebut tidak dipenuhi maka pertumbuhan bayi akan terhambat atau mungkin berhenti [8] .

Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemberian MPASI yaitu faktor usia, frekuensi, jumlah pemberian, tekstur, keberagaman makanan, reaksi keaktifan bayi terhadap makanan dan kehigienisannya [9]. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam pemberian MPASI adalah alergi makanan. Pada bayi biasanya alergi makanan disertai dengan gangguan pencernaan, seperti sakit perut, BAB yang tidak lancar, bahkan muntah [3]. Alergi makanan pada bayi ini cenderung lebih sering terjadi di usia 0-12 bulan [10]. Untuk itu pemberian bahan makanan pada bayi harus disesuaikan usia dengan bahan yang dikenalkan.

2.2 Aturan Tunggu Empat Hari (Four Days Wait Rule) Alergi terhadap beberapa jenis makanan pada bayi baru akan menimbulkan reaksi dalam waktu 24 jam, sedangkan untuk masalah pencernaan bisa lebih lama. Four days wait rule

mengharuskan bayi diberikan satu jenis bahan baru selama empat hari berturut-turut untuk melihat kemungkinan alergi bayi terhadap jenis bahan makanan yang dikenalkan [3]. Reaksi alergi yang ditimbulkan oleh makanan bermacam-macam, seperti gatal, kemerahan, mual, sesak napas dan diare.

2.3 Sistem Rekomendasi

Sistem rekomendasi adalah sebuah perangkat lunak yang memberikan saran mengenai item yang berguna bagi pengguna aplikasi.Saran yang diberikan berhubungan dengan pengambilan keputusan. Sistem rekomendasi utamanya ditujukan bagi individu yang kurang berpengalaman atau berkompeten untuk mengevaluasi banyaknya jumlah alternatif item yang ditawarkan. Dalam bentuk paling sederhana, rekomendasi disajikan dalam bentuk daftar ranking item [4].

Beberapa pendekatan yang digunakan untuk sistem rekomendasi [10], yaitu collaborative filtering, content-based , knowledge-based, danpendekatan hybrid.

2.4 Content-Based Recommendation

Sistem rekomendasi content-based menganalisis deskripsi dari item untuk mengidentifikasi itemlain apa yang menarik bagi user

[11]. Item yang direkomendasikan serupa dengan item yang disukai user di masa lalu. Kesamaan antar item dihitung berdasarkan fitur yang ada pada item yang dibandingkan [4].

Proses rekomendasi pada content-based recommendation

terdiri dari 3 tahap, yaitu: content analyzer, profile learner, dan

filtering component. Proses pertama dilakukan oleh content analyzer, yaitu ketika terdapat informasi tidak terstruktur seperti teks, maka akan dilakukan preprocesing untuk mengekstraknya menjadi informasi yang terstruktur.

Proses kedua adalah pada profile learner, dimana pada tahap ini sistem akan mengumpulkan informasi dari item representation

dan user feedback untuk membangun user profile.

Filtering component akan memprediksi apakah suatu item

akan menarik untuk user dengan melakukan pencocokan antara

user profile dan item representation untuk mengenerate rekomendasi yang akan diberikan kepada user.

2.5 Algoritma Naïve Bayes

Naïve Bayes Classifier merupakan sebuah metode klasifikasi dengan probabilitas sederhana yang mengaplikasikan Teorema

Bayes. Keuntungan penggunaan metode Naïve Bayes adalah metode ini hanya membutuhkan jumlah data pelatihan (training data) yang kecil untuk menentukan estimasi parameter yang diperlukan dalam proses pengklasifikasian [13].

Metode Naive Bayes Classifier menempuh dua tahap dalam proses klasifikasi teks, yaitu tahap pelatihan dan tahap klasifikasi. Pada tahap pelatihan dilakukan proses tehadap sampel data yang sedapat mungkin dapat menjadi representasi data tersebut. Selanjutnya adalah penentuan probabilitas prior bagi tiap kategori berdasarkan sampel data. Pada tahap klasifikasi ditentukan nilai kategori dari suatu data berdasarkan term yang muncul dalam data yang diklasifikasi. Teorema Naïve Bayes dapat dinyatakan dalam persamaan 2.1.

PXk| Y = P Y|Xk P(Y|Xi)

i ……….(2.1) Dimana, keadaan Posterior (Probabilitas Xk di dalam Y) dapat

dihitung dari keadaan prior (Probabilitas Y di dalam Xk dibagi

dengan jumlah dari semua probabilitas Y di dalam semua Xi).

Untuk dapat mengklasifikasikan resep MP-ASI, dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Naive Bayes untuk klasifikasi teks, seperti yang dilakukan Manning [3] sebagai berikut:

P(v1|C = c) = � �

( 1 , )

� � ( ) ………(2.2)

Dimana v1 dalam penelitian ini adalah satu jenis bahan makanan

tertentu dalam resep, sedangkan � � ( 1 , ) menunjuk pada jumlah kemunculan suatu bahan makanan yang diberi feedback“suka” oleh user.� � menunjuk pada jumlah semua bahan makanan yang ada pada database resep.

Untuk menghindari adanya nilai nol pada probabilitas, maka diberlakukan Laplace (add-one) smoothing, sehingga:

P(v1|C = c) =

� � 1 , +1

� � +|�| ………(2.3) Dimana � menunjuk pada jumlah semua bahan makanan yang ada pada database resep. Rekomendasi resep dalam penelitian ini didapatkan dengan top-10 recommendation.

3. METODOLOGI

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Analisa Penerapan Metode

Pembangunan Sistem

Pengujian dan Evaluasi Sistem Rekomendasi

(3)

3.1 Pengumpulan Knowledge (Pengetahuan)

Penelitian ini dimulai dengan studi literatur untuk mengumpulkan bahan referensi yang membahas mengenai sistem rekomendasi, aturan-aturan pemberian MPASI, content-based

recommendation serta metode Naive Bayes guna memahami bagaimana proses serta cara penerapannya dalam merekomendasikan resep. Studi literatur ini mengambil dari buku, jurnal-jurnal penelitian terkait, maupun internet.

3.2 Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder resep MPASI yang sudah diklasifikasikan berdasarkan usia. Data diambil dari sumber cetak maupun elektronik, yaitu:

1) Buku 146 Resep MPASI untuk Superbaby

2) Web www.ayahbunda.co.id, www.carimakananbayi.com, dan www.mpasirumahan.com

3.3 Analisa Penerapan Metode

Melakukan analisa fungsi-fungsi untuk pembangunan sistem rekomendasi berdasarkan aturan yang diperoleh dari pengumpulan

knowledge.

3.4 Pembangunan Sistem

Penulisan kode program dalam penelitian ini menggunakan bahasa pemograman PHP (Hypertext Preprocessor) dan MySQL dan sebagai penyimpanan data.

3.5 Pengujian dan Evaluasi Sistem Rekomendasi

Sistem akan diujicobakan dan dievaluasi oleh user yang merupakan 30 dengan bayi usia 6-24 bulan yang memasuki masa pemberian MPASI.

Evaluasi dilakukan dengan memberikan kuisioner kepuasan pengguna (user satisfaction). Daftar pertanyaan untuk evaluasi kepuasan pengguna ditunjukkan pada Tabel 1. Kriteria penilaian menggunakan skala 1 sampai dengan 5. Dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi 5. Berikut adalah rinciannya:

1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = cukup setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju

Tabel 1. Daftar pertanyaan untuk evaluasi kepuasan user

No Pertanyaan

1. Tampilan sistem bersahabat / tidak membingungkan 2. Informasi yang diberikan sudah sesuai dengan yang

diharapkan

3. Keberlanjutan untuk menggunakan sistem di waktu berikutnya

Dari hasil penilaian dari user kemudian dapat dihitung perolehan rating dari sistem rekomendasi dengan rumus sebagai berikut:

Rating = ∗ ( )…….(3.1)

dimana:

opsi(x) = pilihan skala sangat tidak setuju, tidak setuju, cukup setuju, setuju, dan sangat setuju nilai skala(x) = skala 1 sampai 5

4. PEMBAHASAN

4.1 Pengumpulan Knowledge (Pengetahuan)

Hasil dari studi pustaka diperoleh rule untuk pengenalan bahan makanan baru selama empat hari dengan four days wait rule [3]. Selain itu untuk meminimalisasi terjadinya alergi pada bayi, maka bahan makanan alergen diberikan ketika bayi sudah memasuki usia 12 bulan. Bahan alergen tersebut diantaranya: putih telur, ikan laut, kacang tanah, kerang-kerangan dan buah yang rasanya asam.

(4)

kacangan hijau hijau, penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Data bahan makanan : 127 records

2) Data resep : 1349 records

4.3 Analisa Penerapan Metode

Sistem rekomendasi ini dibangun dengan fungsi-fungsi berdasar aturan yang diperoleh dari pengumpulan knowledge,

yaitu:

1) Resep sudah dikelompokkan berdasarkan usia.

2) Bayi harus selalu dikenalkan dengan bahan makanan baru agar makanannya bervariasi. Bahan yang dikenalkan merupakan bahan-bahan yang terdapat di database dan belum pernah dicoba oleh user.

3) Pengenalan bahan baru untuk bayi dilakukan dengan memberikan satu per satu bahan yang akan dikenalkan atau dengan mengkombinasikan bahan tersebut dengan yang sudah dicoba sebelumnya. Fungsinya adalah agar jika terjadi alergi, dapat langsung diketahui alergennya.

4) Selama pengenalan bahan baru, four days wait rule

dijalankan untuk mengetahui reaksi bayi terhadap bahan yang dikenalkan.

5) Feedback yang diberikan oleh user  suka : bernilai 1

 tidak suka : bernilai 0

 alergi : sistem memfilter resep yang mengandung bahan allergen agar tidak dimasukkan dalam rekomendasi

6) Hasil keluaran berupa rekomendasi resep yang disesuaikan dengan profil bayi.

4.4 Implementasi Sistem

Sistem ini akan bekerja sesuai dengan diagram alur kerja sistem pada Gambar 2 dan Gambar 3. Gambar 2 merupakan alur kerja sistem untuk user baru dimana user yang baru pertama kali memakai sistem rekomendasi ini diharuskan melakukan pendaftaran dengan mengisi beberapa kolom input (lihat Gambar

4). Data inputan yang harus diisi berupa username dan password

untuk user login, nama bayi dan tanggal lahir. Kolom input bahan yang disukai diberi nilai 15 sebagai inisialisasi awal agar menghasilkan rekomendasi yang optimal terkait bahan kesukaan bayi. Kolom bahan yang sudah pernah dicoba dan bahan alergi digunakan untuk mendapatkan initial user profile. Dari inputan bahan yang sudah dicoba akan diketahui bahan apa saja yang sudah dicoba oleh bayi, sehingga resep yang direkomendasikan berupa resep dengan satu bahan baru atau resep kombinasi antara satu bahan bahan baru dan bahan-bahan yang sudah pernah dicoba. Sedangkan hasil dari input bahan alergi akan memblacklist semua resep yang mengandung bahan alergen.

Alur kerja sistem untuk user yang sudah mempunyai profil sebelumnya dapat dilihat di Gambar 3. Saat login, user diharuskan untuk mengisi feedback dari resep yang didapat sebelumnya untuk memperbarui user profile.

Mulai

Data bayi (username, password, nama, tanggal lahir, bahan disuka, bahan yang pernah dicoba, bahan yang alergi)

Gambar 2. Alur kerja sistem untuk user baru

Mulai

(5)

Gambar 4. Halaman Pendaftaran User Baru

Sebagai contoh penerapan metode Naïve Bayes dalam penelitian ini pada user usia delapan bulan yang suka bahan ayam dan sudah memilih dan memberi feedback pada beberapa resep selama empat hari seperti pada Tabel 3 berikut.

Tabel 3. Resep yang sudah dicoba user

Hari

ke- Nama resep Bahan Feedback

1 Puree mangga wortel

Mangga, jeruk, wortel

Tidak suka 2 Bubur mangga

kentang Mangga, kentang Suka

3 Bubur mangga apel Mangga, apel Suka 4 Bubur mangga

kentang Mangga, kentang Suka

Sehingga pada hari ke-5 sistem akan merekomendasikan resep seperti pada Gambar 5.

Gambar 5. Hasil Rekomendasi Resep Dari Hitungan Naïve Bayes

Pada halaman rekomendasi di Gambar 5, sistem menyajikan sepuluh resep rekomendasi untuk user. Resep nasi tim ayam yang berbahan ayam dan beras merah menempati urutan pertama dalam rekomendasi. Hasil rekomendasi tersebut diperoleh dari perhitungan Naïve Bayes sebagai berikut.

P(disukai) =

= 3

4

P(ayam) =( +15)+1

+

= 0+15 +1 6+4 = 16

10

P(beras merah) = +1

+ = 0+1

6+4 = 1

10

P(Nasi tim ayam)

= P(disukai) x P(ayam)xP(beras merah) = 3

4 x 16 10 x

1 10 = 0.12

4.5 Pengujian dan Evaluasi Kepuasan Sistem

Pengujian akurasi dan evaluasi kepuasan user pada penelitian ini dilakukan oleh 30 responden yang merupakan ibu dengan bayi usia 6-24 bulan yang familiar dengan gadget. Pengujian akurasi didapatkan dari rata-rata jumlah resep yang disukai user

dibandingkan jumlah semua resep yang telah diberi feedback oleh

user. Hasil dari pengujian akurasi sistem rekomendasi dapat dilihat pada Tabel 4

Tabel 4 Hasil Pengujian Akurasi Sistem pada Resep yang Dicoba

User

User ke-

Resep yang dipilih

Resep disukai

Resep tidak

suka

Akurasi rekomendasi

(dalam %)

1 15 12 3 80

2 15 11 4 73.3333

3 15 11 4 73.3333

4 12 11 1 91.6667

5 10 9 1 90

6 12 10 2 83.3333

7 11 8 3 72.7273

8 12 12 0 100

9 10 10 0 100

10 15 14 1 93.3333

11 18 14 4 77.7778

12 10 8 2 80

13 22 17 5 77.2727

14 10 9 1 90

15 12 9 3 75

16 20 15 5 75

17 11 6 5 54.5455

18 18 15 3 83.3333

(6)

20 15 11 4 73.3333

21 22 20 2 90.9091

22 24 19 5 79.1667

23 11 9 2 81.8182

24 14 11 3 78.5714

25 15 12 3 80

26 12 10 2 83.3333

27 20 17 3 85

28 19 15 4 78.9474

29 20 15 5 75

30 10 7 3 70

Rata-rata akurasi 80.3612 Dari tabel hasil pengujian akurasi sistem pada resep yang dicoba

user didapatkan nilai akurasi rekomendasi rata-rata dengan cara Akurasi sistem =

∗ ( )

= 80.36%

Sedangkan untuk mengevaluasi kepuasan user, diberikan kuisioner dengan tiga pertanyaan pada Tabel 1 dengan nilai terendah 1 dan nilai tertinggi yaitu 5. Rating akhir dari hasil evaluasi kepuasan user dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Kuisioner pada User

Nilai

Jumlah pemilih Tampilan sistem

bersahabat/ tidak

membingungkan

Informasi yang diberikan sudah sesuai dengan yang diharapkan

Keberlanjutan menggunakan sistem di waktu berikutnya

1 0 0 0

2 0 3 0

3 5 7 8

4 9 13 10

5 16 7 12

Dari hasil kuisioner kepada user kemudian dilakukan perhitungan rating sebagai berikut:

 Rating untuk tampilan

= 1 0 + 2 0 + 3 5 + 4 9 + (5 16)

30 = 4.37

 Rating untuk informasi yang diberikan = 1 0 + 2 3 + 3 7 + 4 13 + (5 7)

30 = 3.8

 Rating untuk keberlanjutan penggunaan sistem = 1 0 + 2 0 + 3 8 + 4 10+ (5 12)

30 = 4.13

Dengan merujuk pada hasil kuisioner di Tabel 4.3, didapatkan rating kepuasan user untuk tampilan sistem 4.37 dari skala 5. Rating untuk informasi yang diberikan sebesar 3.8. Sedangkan tingkat kepuasan untuk keberlanjutan penggunaan sistem rekomendasi adalah 4.13.

5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Pada penelitian ini telah dibangun sebuah sistem rekomendasi MPASI dengan metode Naïve Bayes dan aturan MPASI yang berupa aturan tunggu empat hari dan pemberian bahan baru untuk bayi usia 6-24 bulan dengan memperhatikan riwayat alergi bayi. Dari hasil percobaan diperoleh akurasi dari sistem rekomendasi sebesar 80.36%. Evaluasi tingkat kepuasan user terhadap sistem rekomendasi menghasilkan rating 4.37 untuk tampilan sistem, 3.8 untuk informasi resep yang direkomendasikan dan 4.13 untuk keberlanjutan penggunaan sistem yang menandakan bahwa sistem rekomendasi yang dibangun sudah berjalan dengan baik bagi user.

5.2 Saran

Untuk pengembangan penelitian ini selanjutnya dapat dilakukan dengan memperbaiki user profile jika terjadi user ¬login setelah beberapa waktu tidak menggunakan sistem rekomendasi, sehingga sistem dapat merekomendasikan resep secara lebih akurat sesuai dengan profil bayi user yang baru.

6. DAFTAR PUSTAKA

[1] United Nation Children’s Fund. 2010. Facts for Life 4th Edition, New York

[2] Agostoni, C., Decsi, T., Fewtrell, M., Goulet, O., Kolacek, S., Koletzko, B., et al. 2008. Complementary Feeding: A Commentary by the ESPGHAN Committee on Nutrition.

dalam Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition : 99-110.

[3] 4 day wait rule.

http://wholesomebabyfood.momtastic.com/4daywaitrule.ht m diakses pada 18 September 2013

[4] Ricci, F., Rokach, L., Shapira, B., & Kantor, P. B. (2011).

Recommender Systems Handbook. New York : Springer Science & Business Media.

[5] Freyne, J.; Berkovsky, S. 2010. Intelligent Food Planning: Personalized Recipe. dalam Proceeding of The 15th International Conference on Intelligent User Interfaces : 321-324.

[6] Mooney, Raymond J.; Roy, Loriene. 2000. Content-Based

Book Recommending Using Learning for Text

Categorization. Dalam Proceedings of the Fifth ACM Conference on Digital Libraries : 195-240

[7] Tatli, Ipek. 2009. Food Recommendation System.

Knowlegde Engineering Project

[8] Departement of Nutrition for Health and Development. 2000. Complementary Feeding. New York : World Health 0rganization.

[9] PAN American Health Organization. 2001. Guding Principles for Complementary Feeding of The Breastfeed Child. Washington: World Health Organization.

[10] Aning, I. P. & Kristianto, Y. 2014. 146 Resep MPASI untuk Superbaby. Surabaya : Genta Group Production.

[11] Jannach, Dietmar., Zanker, Markus., et al. 2011.

Recommender System an Introduction. New York : Cambridge University Press

[12] Pazzani, M.J.; Billsus, Daniel. 2007. Content-Based Recommendation Systems. dalam The Adaptive Web. Springer: 325-341

Gambar

Gambar 1.  Metodologi Penelitian
Tabel 2. Tabel Bahan Makanan Bayi Berdasarkan Usia [10]
Gambar 2.  Alur kerja sistem untuk user baru
Gambar 4. Halaman Pendaftaran User Baru
+2

Referensi

Dokumen terkait

Makanan yang baik untuk bayi atau anak merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi sejak bayi dalam kandungan sampai usia dua tahun yang me-.. rupakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI di Puskesmas Pamulang, meliputi

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan frekuensi pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan berat badan anak usia di bawah dua tahun di wilayah

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan BBLR dengan stunting pada anak usia 12-24

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas

Salah satu upaya adalah pemberian makanan tambahan kepada bayi berupa MP-ASI yang telah difortifikasi ( Blended Food ). Untuk mencegah terjadinya gizi kurang sekaligus

Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu;

Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, di dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding, WHO/UNICEF merekomendasikan empat hal penting yang harus dilakukan yaitu;