Efek Pemberian Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) Terhadap Penurunan Kadar Trigliserida Pada Individu Dislipidemia.

23  15  Download (1)

Teks penuh

(1)

iv ABSTRAK

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk.) TERHADAP PENURUNAN KADAR

TRIGLISERIDA PADA INDIVIDU DISLIPIDEMIA

Ariel Jesse Justus Jonathan, 2014,

Pembimbing 1 : Dr. Diana K. Jasaputra, dr., M.Kes. Pembimbing 2 : Edwin S., dr., SpPD, K-KV, FINASIM

Latar Belakang Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipoprotein yang ditandai dengan meningkatnya trigliserida, LDL, dan kolesterol total dalam darah, serta penurunan HDL. Dislipidemia biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan aterosklerosis yang berakibat terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner. Pengembangan obat untuk mengatasi dislipidemia terus dilakukan, antara lain menggunakan obat golongan statin, asam nikotinat, dan obat herbal salah satunya daun jati belanda.

Tujuan Penelitian Untuk menilai efek pemberian ekstrak daun jati belanda dalam menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

Metode Penelitian Kuasi eksperimental dengan desain pre dan post test. Dua puluh lima orang subjek penelitian mendapat perlakuan dengan pemberian ekstrak daun jati belanda. Parameter yang diukur adalah kadar trigliserida. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p.

Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata kadar trigliserida sebelum konsumsi ekstrak daun jati sebesar 229,17 mg/dl. Rata-rata trigliserida sesudah konsumsi ekstrak daun jati belanda sebesar 188,03 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon terhadap kadar trigliserida sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun jati belanda diperoleh nilai p<0,05.

Simpulan Ekstrak daun jati belanda berefek menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

(2)

v ABSTRACT

THE EFFECT OF JATI BELANDA LEAVES (Guazuma ulmifolia Lamk.) EXTRACT ON LOWERING TRIGLYCERIDE LEVEL

IN PEOPLE WITH DYSLIPIDEMIA

Ariel Jesse Justus Jonathan, 2014,

1st Tutor : Dr. Diana K. Jasaputra,dr., M.Kes. 2nd Tutor : Edwin S., dr., SpPD, K-KV, FINASIM

Background of the study is that dyslipidemia is a lipoprotein metabolism

disorder with elevated triglyceride, LDL, total cholesterol, and decreased HDL serum. Dyslipidemia usually asymptomatic but can causes atherosclerosis resulting cardiovascular disease like coronary heart disease. Drugs research for treating dyslipidemia is developing, such as statins, nicotinic acid, and herbal drug as jati belanda leaves.

The aim of the study is to know the effects of jati belanda leaves extract

lowering triglyceride level in people with dyslipidemia.

Method of the study was quasi experimental with pre and post test design.

Twenty-five research subjects were given jati belanda leaves extract. The parameter measured was triglyceride level. The data were analyzed using Wilcoxon test with level of significance based on the value of p.

Result of the analysis indicated that the average of triglyceride level before

consuming jati belanda leaves extract is 229.17 mg/dl. The average of triglyceride level after consuming jati belanda leaves extract is 188.03 mg/dl. The triglyceride level before and after administration of jati belanda leaves extract are significantly different (p<0.05).

Conclusion of the study is jati belanda leaves extract can lower triglyceride

level in people with dyslipidemia.

(3)

viii DAFTAR ISI

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 2

1.4 Manfaat Penelitian ... 3

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis ... 3

1.5.1 Kerangka Pemikiran ... 3

1.5.2 Hipotesis Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lipid ... 5

2.1.1 Metabolisme Lipid ... 7

2.1.2 Struktur dan Fungsi Kolesterol ... 8

2.1.3 Pembentukan Kolesterol ... 9

2.1.4 Trigliserida ... 12

2.2 Dislipidemia dan Penyakit yang Berhubungan ... 14

2.3 Obat Dislipidemia ... 15

2.4 Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) ... 16

(4)

ix

2.4.2 Tanaman Jati Belanda ... 16

2.4.3 Kandungan Kimia Daun Jati Belanda ... 17

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan ... 19

3.1.1 Alat ... 19

3.1.2 Bahan ... 19

3.2 Subjek Penelitian ... 19

3.3 Tempat dan Waktu Penelitian ... 20

3.4 Metode Penelitian ... 20

3.4.1 Desain Penelitian ... 20

3.4.2 Variabel Penelitian ... 20

3.4.3 Definisi Operasional Variabel ... 20

3.4.4 Perhitungan Besar Sampel ... 21

3.5 Prosedur Penelitian ... 22

3.5.1 Pengumpulan Bahan ... 22

3.5.2 Pelaksanaan Penelitian ... 22

3.6 Metode Analisis ... 22

3.7 Aspek Etik Penelitian ... 23

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 24

4.2 Pembahasan ... 26

4.3 Uji Hipotesis ... 27

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 28

(5)

x

(6)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jenis-jenis Kelainan Lipoprotein Menurut Fredrickson ... 14 Tabel 4.1 Hasil Penelitian Efek Ekstrak Daun Jati Belanda Terhadap Kadar

(7)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Lipoprotein ... 5 Gambar 2.2 Metabolisme Lipoprotein ... 6 Gambar 2.3 Struktur Molekul Kolesterol ... 8 Gambar 2.4 Skema Konversi Asetil KoA Menjadi HMG KoA dan

Mevalonat ... 10 Gambar 2.5 Skema Konversi Mevalonat Menjadi Isopentenil Difosfat dan

Skualen ... 11 Gambar 2.6 Skema Konversi Skualen Menjadi Lanosterol dan Kolesterol .... 12 Gambar 2.7 Trigliserida (Triasilgliserol) ... 12 Gambar 2.8 Pembentukan Trigliserida ... 13 Gambar 2.9 Daun Jati Belanda ... 17 Gambar 4.1 Diagram Batang Perbandigan Rata-rata Kadar Trigliserida

(8)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 Ethical Approval Penelitian Efek Pemberian Ekstrak Daun Jati

Belanda Terhadap Kadar Trigliserida pada Individu

Dislipidemia ... 32 LAMPIRAN 2 Informed Consent Penelitian Efek Pemberian Ekstrak Daun

Jati Belanda Terhadap Kadar Trigliserida pada Individu

Dislipidemia ... 33 LAMPIRAN 3 Hasil Uji Statistik Kadar Trigliserida Sebelum dan Sesudah

Pemberian Ekstrak Daun Jati Belanda ... 34 LAMPIRAN 4 Alat dan Bahan Penelitian yang Digunakan dalam Penelitian

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Lipid merupakan senyawa kimia yang tidak larut dalam air dan merupakan salah satu unsur membran sel. Lipid plasma terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan ester kolesterol. Lipid yang bersifat hidrofobik ini dalam sirkulasi berada dalam bentuk kompleks lipid-protein atau lipoprotein. Lipoprotein plasma terdiri atas kilomikron, very low density lipoprotein (VLDL), low density

lipoprotein (LDL), dan high density lipoprotein (HDL) (Yulinah, 2009).

Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipoprotein yang ditandai dengan meningkatnya trigliserida, LDL, dan kolesterol total dalam darah, serta penurunan HDL. Dislipidemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola hidup yang sedentary, merokok, meminum alkohol, sering memakan makanan yang berlemak dengan tidak diimbangi olahraga rutin, kelainan genetik, dan lain-lain. Dislipidemia biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan aterosklerosis yang berakibat terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, infark miokard, dan stroke. Salah satu faktor risiko aterosklerosis utama adalah dislipidemia. Di Indonesia prevalensi dislipidemia semakin meningkat (Anwar, 2004). Penelitian MONICA di Jakarta 1988 menunjukkan bahwa kadar rata-rata kolesterol total pada wanita adalah 206.6 mg/dl dan pria 199,8 mg/dl, tahun 1993 meningkat menjadi 213,0 mg/dl pada wanita dan 204,8 mg/dl pada pria. Nilai kolesterol di beberapa daerah adalah sebagai berikut, di Surabaya (1985) : 195 mg/dl, di Ujung Pandang (1990) : 219 mg/dl dan di Malang (1994) : 206 mg/dl (Anwar, 2004). Hal ini menunjukkan kadar kolesterol yang tinggi di daerah-daerah tersebut.

(10)

2

pengembangan obat untuk mengatasi dislipidemia terus dilakukan, antara lain menggunakan obat golongan statin, asam nikotinat, dan fibrat. Penggunaan obat-obat tersebut sebagai contoh golongan statin memiliki keterbatasan dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti rhabdomyolisis, oleh karena itu masih terus dilakukan usaha pengembangan obat alternatif dengan efek samping yang minimal. Salah satu obat alternatif yang dapat digunakan adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.). Hasil penelitian sebelumnya mengenai pemberian ekstrak air daun jati belanda terhadap kadar lipid darah pada tikus jantan (Yulinah, 2009) menunjukkan bahwa ekstrak air daun jati belanda dengan dosis 25 & 50 mg/kgBB dapat menurunkan kadar trigliserida pada hewan uji. Efek jati belanda terhadap kadar trigliserida pada manusia belum ada penelitiannya.

Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai pemberian daun jati belanda terhadap penurunan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat disusun identifikasi masalah yaitu apakah pemberian ekstrak daun jati belanda berefek menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Maksud Penelitian adalah untuk memperoleh obat komplementer alternatif untuk menurunkan kadar trigliserida menggunakan ekstrak daun jati belanda.

(11)

3 1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat akademis adalah untuk memberikan pengetahuan bagi dunia kedokteran mengenai efek pemberian ekstrak daun jati belanda terhadap penurunan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

Manfaat praktis penelitian diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan menjelaskan kepada masyarakat mengenai manfaat terapi menggunakan ekstrak daun jati belanda.

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

1.5.1 Kerangka Pemikiran

Daun jati belanda mengandung alkaloid, tanin, musilago, flavonoid, saponin, dan damar (Dewoto, 2007). Alkaloid merupakan metabolit yang cara kerjanya mirip dengan obat orlistat yakni menghambat aktivitas enzim lipase pankreas (Jasaputra, 2011). Tanin bersifat sebagai astringen, yang mengendapkan mukosa protein yang ada dalam permukaan usus halus sehingga mengurangi penyerapan makanan (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2014). Selain itu, tanin berefek inhibisi terhadap enzim lipase (Hidayat, 2014). Musilago bersifat sebagai pelicin atau pelumas sehingga menghambat proses absorbsi makanan (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2014).

(12)

4

Dengan demikian pemberian ekstrak daun jati belanda diharapkan dapat menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

1.5.2 Hipotesis Penelitian

(13)

28 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa :

Ekstrak daun jati belanda berefek menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

5.2 Saran

Sebagai akhir dari penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah ini, maka penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut :

 Dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan subjek penelitian yang lebih banyak.

(14)

37

RIWAYAT HIDUP PENULIS

- Nama : Ariel Jesse Justus Jonathan

- Nomor Pokok Mahasiswa : 1110152

- Tempat dan Tanggal Lahir : Bandung, 16 Mei 1993

- Alamat : Jl. Cijagra No 33A, Bandung

- Riwayat Pendidikan :

TK Kalam Kudus Surakarta (1997-1999) SD Kalam Kudus Surakarta (1999-2005)

SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta (2005-2008) SMA Santo Aloysius Bandung (2008-2011)

(15)

EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk.)

TERHADAP PENURUNAN KADAR TRIGLISERIDA PADA INDIVIDU DISLIPIDEMIA

THE EFFECT OF JATI BELANDA LEAVES (Guazuma ulmifolia Lamk.) EXTRACT ON LOWERING TRIGLYCERIDE LEVEL

IN PEOPLE WITH DYSLIPIDEMIA

Ariel Jesse Justus Jonathan, Diana Krisanti Jasaputra, Edwin Setiabudi, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha

Jalan Prof. Drg. Suria Sumantri MPH No. 65 Bandung 40164 Indonesia

ABSTRAK

Latar Belakang Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipoprotein yang ditandai dengan meningkatnya trigliserida, LDL, dan kolesterol total dalam darah, serta penurunan HDL. Dislipidemia biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan aterosklerosis yang berakibat terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner. Pengembangan obat untuk mengatasi dislipidemia terus dilakukan, antara lain menggunakan obat golongan statin, asam nikotinat, dan obat herbal salah satunya daun jati belanda.

Tujuan Penelitian Untuk menilai efek pemberian ekstrak daun jati belanda dalam menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

Metode Penelitian Kuasi eksperimental dengan desain pre dan post test. Dua puluh lima orang subjek penelitian mendapat perlakuan dengan pemberian ekstrak daun jati belanda. Parameter yang diukur adalah kadar trigliserida. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p.

Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata kadar trigliserida sebelum konsumsi ekstrak daun jati sebesar 229,17 mg/dl. Rata-rata trigliserida sesudah konsumsi ekstrak daun jati belanda sebesar 188,03 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon terhadap kadar trigliserida sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun jati belanda diperoleh nilai p<0,05.

Simpulan Ekstrak daun jati belanda berefek menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

(16)

ABSTRACT

Background of the study is that dyslipidemia is a lipoprotein metabolism disorder with elevated triglyceride, LDL, total cholesterol, and decreased HDL serum. Dyslipidemia usually asymptomatic but can causes atherosclerosis resulting cardiovascular disease like coronary heart disease. Drugs research for treating dyslipidemia is developing, such as statins, nicotinic acid, and herbal drug as jati belanda leaves.

The aim of the study is to know the effects of jati belanda leaves extract lowering triglyceride level in people with dyslipidemia.

Method of the study was quasi experimental with pre and post test design. Twenty-five research subjects were given jati belanda leaves extract. The parameter measured was triglyceride level. The data were analyzed using Wilcoxon test with level of significance based on the value of p.

Result of the analysis indicated that the average of triglyceride level before consuming jati belanda leaves extract is 229.17 mg/dl. The average of triglyceride level after consuming jati belanda leaves extract is 188.03 mg/dl. The triglyceride level before and after administration of jati belanda leaves extract are significantly different (p<0.05).

Conclusion of the study is jati belanda leaves extract can lower triglyceride level in people with dyslipidemia.

Keywords : dyslipidemia, jati belanda, triglyceride level

PENDAHULUAN

Lipid merupakan senyawa kimia yang tidak larut dalam air dan merupakan salah satu unsur membran sel. Lipid plasma terdiri atas kolesterol, trigliserida, fosfolipid dan ester kolesterol. Lipid yang bersifat hidrofobik ini dalam sirkulasi berada dalam bentuk kompleks lipid-protein atau lipolipid-protein. Lipolipid-protein plasma terdiri atas kilomikron, very low

density lipoprotein (VLDL), low density

lipoprotein (LDL) dan high density

lipoprotein (HDL)1.

Dislipidemia merupakan gangguan metabolisme lipoprotein yang ditandai dengan meningkatnya trigliserida, LDL, dan kolesterol total dalam darah, serta penurunan HDL. Dislipidemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola hidup yang sedentary, merokok, meminum alkohol, sering memakan makanan yang berlemak dengan tidak diimbangi olahraga rutin, kelainan genetik, dan lain-lain. Dislipidemia

biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan aterosklerosis yang berakibat terjadinya penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, infark miokard, dan stroke. Salah satu faktor risiko aterosklerosis utama adalah dislipidemia. Di Indonesia prevalensi dislipidemia semakin meningkat2. Penelitian MONICA di

Jakarta 1988 menunjukkan bahwa kadar rata-rata kolesterol total pada wanita adalah 206.6 mg/dl dan pria 199,8 mg/dl, tahun 1993 meningkat menjadi 213,0 mg/dl pada wanita dan 204,8 mg/dl pada pria. Nilai kolesterol di beberapa daerah adalah sebagai berikut, di Surabaya (1985) : 195 mg/dl, di Ujung Pandang (1990) : 219 mg/dl dan di Malang (1994) : 206 mg/dl2.

Hal ini menunjukkan kadar kolesterol yang tinggi di daerah-daerah tersebut. Penatalaksanaan dislipidemia secara konvensional ditanggulangi dengan diet dan dibantu dengan mengonsumsi obat yang menurunkan kadar lipid darah3.

(17)

untuk mencegah komplikasi-komplikasi yang mungkin ditimbulkannya. Oleh karena itu, pengembangan obat untuk mengatasi dislipidemia terus dilakukan, antara lain menggunakan obat golongan statin, asam nikotinat, dan fibrat. Penggunaan obat-obat tersebut sebagai contoh golongan statin memiliki keterbatasan dapat menimbulkan berbagai efek samping seperti rhabdomyolisis, oleh karena itu masih terus dilakukan usaha pengembangan obat alternatif dengan efek samping yang minimal. Salah satu obat alternatif yang dapat digunakan adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.). Hasil penelitian sebelumnya mengenai pemberian ekstrak air daun jati belanda terhadap kadar lipid darah pada tikus jantan menunjukkan bahwa ekstrak air daun jati belanda dengan dosis 25 & 50 mg/kgBB dapat menurunkan kadar trigliserida pada hewan uji1. Efek jati

belanda terhadap kadar trigliserida pada manusia belum ada penelitiannya. Tujuan Penelitian Untuk menilai efek pemberian ekstrak daun jati belanda dalam menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan dari Komisi Etik Penelitian FK UKM-RSI.

BAHAN DAN CARA

Penelitian ini menggunakan ekstrak daun jati belanda dalam sediaan kapsul, spuit, tabung vacutainer, kapas alkohol,

tourniquette, dan plester. Subjek

penelitian yang berusia >18 tahun dengan kadar trigliserida >150mg/dL, diberikan kapsul ekstrak daun jati belanda. Kapsul ekstrak daun jati belanda diminum dengan dosis 550 mg, 2x2 kapsul setiap hari selama 1 bulan. Kemudian dilakukan pengukuran kadar trigliserida kembali.

Data yang diukur adalah kadar trigliserida sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun jati belanda. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon

dengan α=0,05 dengan kemaknaan

berdasarkan p<0,05. Bila p<0,05 maka perbedaan disebut signifikan. Sebelum dilakukan uji Wilcoxon dilakukan uji normalitas data terlebih dahulu dan didapatkan p<0,05.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian dilakukan untuk memperoleh perbandingan kadar trigliserida sebelum dan sesudah mengonsumsi ekstrak daun jati belanda. Penelitian ini melibatkan 25 orang subjek penelitian, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan yang berumur 19 tahun sampai dengan 65 tahun. Semua subjek penelitian memiliki BMI >25 kg/m2 dan memiliki kadar

trigliserida diatas 150 mg/dl.

(18)

Tabel 1 Hasil Penelitian Efek Ekstrak Daun Jati Belanda Terhadap Kadar Trigliserida

Subjek Penelitian

Jenis Kelamin Kadar trgliserida (mg/dl) Persentase penurunan mengonsumsi ekstrak daun jati belanda berkisar antara 154-395 mg/dl dengan rata-rata sebesar 229,17 mg/dl. Kadar trigliserida sesudah mengonsumsi ekstrak daun jati belanda berkisar antara 49-439 mg/dl dengan rata-rata sebesar 188,03 mg/dl.

Data kadar trigliserida sebelum dan sesudah pemberian ekstrak daun jati belanda selanjutnya diuji distribusinya secara statistik menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Hasil uji distribusi Kolmogorov-Smirnov menunujukkan nilai p untuk kadar sebelum pemberian ekstrak daun jati

belanda adalah 0,046 dan kadar sesudah pemberian adalah 0,200. Hasil uji distribusi Shapiro-Wilk menunjukkan nilai p untuk kadar sebelum pemberian ekstrak daun jati belanda adalah 0,007 dan kadar sesudah pemberian adalah 0,026. Uji Kolmogorov-Smirnov dan uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data yang diuji berdistribusi tidak normal (p>0,05). Maka analisis data dilanjutkan dengan uji non parametrik, yaitu uji Wilcoxon.

(19)

Gambar 1 Diagram Batang Perbandingan Rata-rata Kadar Trigliserida Sebelum dan Sesudah Pemberian Ekstrak Daun Jati Belanda

Hasil tersebut menunjukkan beberapa subjek penelitan mengalami penurunan kadar trigliserida di dalam darahnya setelah mengonsumsi ekstrak daun jati belanda. Hal ini dapat terjadi karena ekstrak daun jati belanda mengandung alkaloid, tanin, musilago, flavonoid, damar. Tanin yang bersifat sebagai astringen yang diketahui dapat mengendapkan mukosa protein yang ada di dalam permukaan usus halus, sehingga akan mengurangi penyerapan dan menurunkan kadar kolesterol yang diperoleh dari makanan tersebut. Selain itu juga alkaloid dan flavonoid berperan menghambat aktivitas lipase pankreas yang menyebabkan absorbsi lemak dalam usus berkurang. Selain zat aktif tersebut, masih terdapat senyawa-senyawa sampingan lain, yang mungkin dapat memengaruhi respon yang diharapkan walaupun dalam konsentrasi kecil4.

Beberapa subjek penelitian tidak mengalami penurunan tetapi peningkatan kadar trigliserida setelah mengonsumsi ekstrak daun jati belanda. Hal ini mungkin disebabkan karena pengaruh jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi (mengandung banyak lemak) serta kurangnya aktivitas fisik dan olahraga. Selain itu, ketaatan subjek penelitian meminum kapsul ekstrak daun jati belanda juga memengaruhi hasil yang didapat. Faktor umur juga dapat berpengaruh terhadap naik atau turunnya kadar trigliserida dalam darah. Fungsi normal dari sel-sel tubuh yang mulai menurun seiring bertambahnya usia yang menjadi penyebabnya.

Hasil penelitian ini didukung penelitian sebelumnya mengenai pemberian ekstrak air daun jati belanda terhadap kadar lipid darah pada tikus jantan yang menunjukkan bahwa ekstrak air daun jati belanda

Perbandingan Rata-rata Kadar Trigliserida

(20)

menurunkan kadar trigliserida pada hewan uji1. Pada percobaan secara ex vivo, ekstrak

etanol daun jati belanda memiliki efek antitrigliserida4.

SIMPULAN

Ekstrak daun jati belanda berefek menurunkan kadar trigliserida pada individu dislipidemia.

DAFTAR PUSTAKA

1. Yulinah SE, Elfahmi, Nurdewi. Pengaruh pemberian ekstrak air daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) terhadap kadar lipid darah pada tikus

jantan. Jurnal Kedokteran Maranatha, 2009; 2 : 102-114.

2. Anwar TB. Dislipidemia sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner. 2004 [cited November 27th, 2013]. Available

from :

repository.usu.ac.id/bitstream/1234567 89/3503/3/gizi-bahri3.pdf.txt.

3. Brunzell JD. Hypertriglyceridemia. The New England Journal of Medicine, 2007.

(21)

29

DAFTAR PUSTAKA

1in10 Inc. 2014. The truth about cholesterol part 2. http://1-in-10.org/the-truth-about-cholesterol-part-2/, 10 November 2014

Anwar T.B. 2004. Dislipidemia sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner. repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3503/3/gizi-bahri3.pdf.txt, 27 November 2013.

Agil M. 2013. Daun jati belanda aman untuk rahim? http://nyata.co.id/tips/ sehat/daun-jati-belanda-aman-untuk-rahim/, 10 November 2014.

Ahmed S.M., Clasen M.E., Donnelly J.F. 1998. Management of Dyslipidemia in

Adults. http://www.aafp.org/afp/1998/0501/p2192.html, 20 Desember 2013.

Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2000. Inventaris tanaman obat

Indonesia (I) Jilid I. Jakarta : Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan

Sosial Republik Indonesia.

Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. 2014. Jati belanda. http://biogen.litbang.deptan.go.id/plasmanutfah/template.php?l=commodity _menu.php&m=commodity_home.php&commodity_id=03012&group_id= 03&institution_shortname=BALITTOAR&num_accession=21, 16 Mei 2014.

Brunzell J.D. 2007. Hypertriglyceridemia. The New England Journal of Medicine.

Cheeke P.R. 1998. Saponins : Suprising benefits of dessert plants. http://lpi.oregonstate.edu/sp-su98/saponins.html, 5 November 2014.

Dewoto H.R. 2007. Pengembangan obat tradisional Indonesia menjadi fitofarmaka. Majalah Kedokteran Indonesia, 7 (57): 205-11.

Dominiczak M.H., Beastall G. 2005. Biosynthesis of cholesterol and steroids. In : Baynes JW, Donminiczak MH, eds. Medical Biochemistry, 2nd ed. Philadelphia, USA : Elsevier Mosby.

Fauci A.S., Kasper D.L., Longo D.L., Braunwald, E., Hauser S.L., Jameson J.L.,

(22)

30

Guyton A.C., Hall J.E. 2008. Metabolisme lipid. Dalam : Buku ajar fisiologi

kedokteran, edisi 11. Jakarta : EGC. h.906, 1103-7.

Hidayat M., Soeng S., Prahastuti S., Patricia T.H., Yonathan K.A. 2014. Aktivitas antioksidan dan antitrigliserida ekstrak tunggal kedelai, daun jati belanda serta kombinasinya. Bionatura-jurnal ilmu-ilmu hayati dan fisik, 2 (16): 89-94.

Howland R.D., Micek M.J. 2006. Lippincott’s illustrated reviews :

Pharmacology, 3rd. China : Lippincott Williams & Wilkins. p.245-255.

Huggins K.W., Camarota L.M., Howles P.N., Hui D.Y. 2003. Pancreatic triglyceride lipase deficiency minimally effects dietary fat absorption but dramatically decreases dietary cholesterol absorption in mice. The journal of

biological chemistry, 44 (278): 42899-905.

Jasaputra D.K. 2011. Tumbuhan obat untuk obesitas. Jurnal Medika Planta, 1 (3) : 90-91.

Laker M. 2006. Memahami kolesterol. Jakarta : The British Medical Association. h.16-8.

Mahley R.W., Bersot T.P. 2006. Drug therapy for hypercholesterolemia and dyslipidemia. In : Laurence L. Brunton, John S. Lazo, Keith L. Parker, eds.

Goodman & Gilman’s The Pharmalogical Basis Of Therapeutics, 11st ed. United States of America : The McGraw-Hill Companies, Inc. p.933-60.

Murray R.K., Bender D.A., Betham K.M, Kennely P.J., Rodwell V.W., Weil P.A. 2009. Harper’s Illustrated Biochemistry, 28th ed. China : The McGraw-Hill Companies, Inc.

Suyatna F.D. 2008. Hipolipidemik. Dalam : Sulistya G. Gandiswarna et al, eds.

Farmakologi dan Terapi, ed 5. Jakarta : Balai Penerbitan Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia. h.373-388.

Thompson J.F. 2014. Lipid metabolism. http://apbrwww5.apsu.edu/thompsonj/ Anatomy%20&%20Phsiology2020/2020%20Exam%20Reviews/Exam%20 4/CH24%20Lipid%20Metabolism.htm, 10 November 2014.

Tisnadjaja T. 2006. Memahami hubungan angkak dan kolesterol. Dalam : Bebas

(23)

31

Figur

Tabel 1  Hasil Penelitian Efek Ekstrak Daun Jati Belanda Terhadap Kadar Trigliserida

Tabel 1

Hasil Penelitian Efek Ekstrak Daun Jati Belanda Terhadap Kadar Trigliserida p.18

Referensi

Memperbarui...

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di