26
Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu “Upaya Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan di Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya”, maka jenis penelitiannya bersifat deskriptif kualitatif
Jenis penelitian deskriptif kualitatif ini termasuk penelitian lapangan (field research) yaitu menjelaskan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi dengan lebih jelas sebagaimana dengan keadaan atau situasi yang terjadi, sehingga jenis penelitian adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan dengan cermat yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau suatu kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih.
Jenis penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan pada penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai upaya pendamping sosial program keluarga harapan di Kelurahan Cilembang, secara mendalam dan komprehensif. Selain itu, dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi pendamping sosial program keluarga harapan dalam melaksanakan perannya.
3.2 Ruang Lingkup Penelitian
Fokus penelitian ini bermaksud dalam membatasi studi kualitatif dan membatasi penelitian sehingga dapat memilih data yang relevan dan yang tidak relevan, sehingga pada dasarnya fokus penelitian adalah sumber pokok dari masalah penelitian (Moleong, 2014, hlm. 386). Pembatasan dalam penelitian kualitatif ini lebih disarankan pada tingkah kepentingan dari masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada “Upaya Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan di Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya”
3.3 Subjek dan Objek Penelitian 3.3.1 Subjek Penelitian
Arikunto (2016, hlm. 26) menyatakan bahwa subjek penelitian adalah suatu keputusan dalam memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang, tempat, dan untuk variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan. Dalam sebuah penelitian, subjek penelitian mempunyai peran yang sangat strategis.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan informasi sebagai subjek penelitian untuk memperoleh data yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, karena penelitian yang diambil adalah penelitian deskriptif kualitatif, maka data yang diperoleh yakni dari informan penelitian. Informan yaitu orang yang memberikan informasi tentang data yang diinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan. Menurut Basrowi dan Suwandi 2008 dalam (Rahmadi, 2011) dalam penentuan yang akan menjadi subjek penelitian, yakni dengan menggunakan 3 kriteria, pertama mereka sudah cukup lama dalam mengikuti kegiatan yang akan diteliti, kedua mereka terlibat penuh dalam bidang atau kegiatan tersebut, dan ketiga mereka memiliki waktu cukup untuk dimintai informasi. Adapun subjek dalam penelitian ini terdapat 5 orang, diantaranya:
Tabel 3.1 Subjek Penelitian
No Nama Pendidikan Status Kode
1. Jambar Margana, M.Pd S-2 Pendamping Sosial PKH Kelurahan Cilembang
JM
2. Wildan Rija Ussudin, S.Sos
S-1 Pendamping Sosial PKH Kelurahan Cilembang
WR
3 Rizal Maula, S.Pdi, M.Pd S-2 Koordinator Pendamping Sosial PKH Kota Tasikmalaya
RM
4. Ida Mukaromah SMA KPM RW 14 IM
5. Nani Sumarni SMA KPM RW 12 NS
Sumber : Peneliti (2022)
3.3.2 Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi penelitian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan jawaban maupun solusi dari permasalahan yang terjadi.
Sugiyono (2016, hlm. 41) menjelaskan pengertian objek penelitian adalah sarana ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hak objektif.
Objek dari penelitian ini adalah Program Keluarga Harapan dalam kaitannya dengan memberikan pelayanan sosial kepada keluarga penerima manfaat di Kelurahan Cilembang.
3.4 Sumber Penelitian
Menurut Lofland dalam (Moleong, 2014, hlm. 157) menyebutkan beberapa sumber utama dalam penelitian yang dilakukan dengan metode kualitatif diantaranya adalah kata-kata dan tindakan. Kemudian ada tambahan lainnya seperti dokumen pendukung dan lain sebagainya.
Dalam penelitian ini peneliti memperoleh data dengan berdasarkan purposive sampling, menurut Sugiyono (2016, hlm. 85) purposive sampling adalah data yang diperoleh yang berasal dari kriteria dengan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Teknik tersebut berasal dari dua sumber data yaitu sebagai berikut :
1) Sumber data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dengan subjek penelitian dan dengan observasi atau pengamatan langsung dilapangan (Sugiyono, 2016, hlm. 308). Dalam penelitian ini data primer berupa catatan hasil wawancara dan hasil pengamatan langsung dilapangan yang diperoleh melalui wawancara dengan pendamping sosial PKH di Kelurahan Cilembang.
2) Data sekunder yakni data yang didapatkan secara tidak langsung melainkan dari orang lain atau melalui dokumen dokumen yang didapatkan dari pihak lain. (Sugiyono, 2016, hlm. 309). Sumber data sekunder digunakan untuk mendukung informasi yang didapatkan dari sumber data primer yaitu dari hasil dokumentasi, literatur, laporan, hasil, wawancara kegiatan yang telah
dilakukan oleh Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan di Kelurahan Cilembang
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2016, hlm. 308) analisis data merupakan kegiatan awal mencari data kemudian menyusun dengan sistematis atas data yang telah diperoleh baik dari hasil hasil wawancara, catatan penelitian di lapangan, serta dokumentasi dokumentasi dengan cara memilah data dalam suatu kategori, dijabarkan dalam suatu unit-unit, melakukan sintesa, menyusun dalam pola-pola, memilah data yang penting dan dipelajari, hingga membuat suatu kesimpulan sehingga dapat dipahami oleh peneliti atau bagi orang lain yang akan membacanya.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.
Teknik pengumpulan data yang penulis ambil yaitu, Wawancara, Observasi dan Studi Dokumentasi.
1) Wawancara
Menurut Soehartono (2002, hlm. 67) Wawancara (interview) adalah suatu kegiatan dalam mengumpulkan data dari informan dengan mengajukan pertanyaan penelitian secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban tersebut dicatat atau direkam dengan alat perekam. Wawancara juga dapat dilakukan dengan telepon. Pada penelitian ini wawancara akan dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara langsung kepada pendamping sosial di Kelurahan Cilembang, koordinator kota pendamping sosial dan keluarga penerima manfaat di Kelurahan Cilembang mengenai upaya upaya apa yang telah dilakukan oleh pendamping sosial pada saat melaksanakan pendampingan.
2) Observasi
Observasi atau pengamatan berarti setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran. Akan tetapi, observasi atau pengamatan di sini diartikan lebih sempit, yaitu pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Observasi yang dilakukan dilaksanakan
dibedakan menjadi dua, yang pertama observasi partisipan yang mana pengamat mengikuti secara langsung ikut andil dalam kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang akan diteliti, disana peneliti bisa menilai bagaimana situasi dan kondisi pada saat mengikuti kegiatan yang sedang dilaksanakan sehingga bisa menilai bagaimana atau apa yang dilakukan oleh subjek penelitian. Kemudian yang kedua ada observasi tak partisipan peneliti tidak ikut dalam kegiatan yang dilakukan subjek penelitian dan berada di luar subjek yang diamati. Dengan demikian, pengamat akan lebih mudah mengamati kemunculan tingkah laku yang diharapkan.
Metode pengumpulan data melalui observasi yaitu mengamati pelaksanaan pendampingan yang dilakukan oleh pendamping sosial, kegiatan dan program apa yang sedang atau telah terlaksana, dan mengamati dampak dari adanya pendampingan khususnya apa yang telah didapatkan oleh penerima manfaat program.
3) Dokumentasi
Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang secara tidak langsung ditunjukkan kepada subjek yang akan diteliti. Pengumpulan dokumen bukan hanya dokumen secara resmi. karena dokumen dibedakan menjadi dua ada dokumen primer dan juga sekunder. Dokumen primer merupakan suatu dokumen yang ditulis sendiri oleh seseorang yang mengalami suatu peristiwa, sedangkan dokumen sekunder jika dilaporkan pada orang lain dan ditulis oleh orang ini. Dokumen yang akan dijadikan peneliti pada pendamping sosial sebagai data pendukung yakni berupa buku harian, dokumentasi kegiatan pendampingan, laporan pendampingan, modul pelaksanaan pendampingan atau dokumen lain yang berhubungan dengan pekerjaan pendamping sosial.
3.6 Teknik Analisis Data
Menurut Sugiyono (2016, hlm. 335) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh sendiri maupun orang lain.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Miles and Huberman 1984 dalam buku (Sugiyono, 2016, hlm. 337) yaitu sebagai berikut:
1) Reduksi Data adalah suatu proses seleksi, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan.
2) Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi yang tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengampilan tindakan.
3) Simpulan. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara.
Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
3.7 Langkah-langkah Penelitian
Langkah-langkah yang peneliti lakukan dalam penelitian ini yaitu:
1) Orientasi, kegiatan ini merupakan awal dari penelitian yang akan dilaksanakan, meliputi survey awal ke lembaga dan studi kepustakaan. Dalam tahap ini peneliti melakukan adaptasi dan survey serta menemui pihak-pihak terkait untuk meminta izin penelitian.
2) Eksplorasi, dalam tahap ini merupakan proses pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara terstruktur untuk memperoleh data yang dari informan. Dalam tahap ini wawancara dilakukan secara terstruktur yakni dilakukan dengan mempersiapkan bahan pertayaan yang akan ditanyakan kepada informan. Kemudian melaksanakan observasi yakni melakukan pencatatan dan pengamatan terhadap apa saja yang terlihat pada objek penelitian yang dilakukan secara sistematik.
3) Pengecekan keabsahan data, dilakukan agar mendapatkan hasil dari temuan yang absah serta dapat diterima oleh berbagai pihak, dengan cara peneliti secara langsung terjun ke lapangan serta mengumpulkan data yang didukung oleh sumber pendukung yang relevan.
4) Penganalisaan data, pengolahan data pada penelitian ini merupakan bagian integral, karena dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data.
5) Penulisan laporan penelitian, tahap ini merupakan tahap peneliti menyajikan laporan penelitian yang disusun secara sistematis sesuai aturan penulisan karya ilmiah yang baik dan sudah ditentukan.
3.8 Waktu dan Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilakukan di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Sejak bulan januari 2022 peneliti melakukan observasi lokasi penelitian, kemudian membuat proposal penelitian, melakukan penelitian di lapangan, hingga menyusun hasil dari penelitian. Berikut tabel waktu penelitian yang sudah peneliti susun:
Tabel 3.2 Waktu Penelitian
NO KEGIATAN BULAN PELAKSANAAN PENELITIAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Studi Pendahuluan atau observasi 2 Pengajuan Judul 3 Penyusunan
Proposal
4 Seminar Proposal Penelitian
5 Revisi Proposal Penelitian
6 Penyusunan
Instrumen Penelitian 7 Observasi Penelitian 8 Wawancara
9 Penyusunan Laporan Penelitian
10 Sidang Skripsi