• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imlek dan politik identitas Gus Dur.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Imlek dan politik identitas Gus Dur."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

*r{ARIAN.'

-MMKNA$'

'rSrXAs*rffifXe

l"!

,

{}

L}

trJ

[l[nlZe

BEm{N

TIEBBAI\IK

,l j; srrororncctnilusl(oNoillBlsNts&pEmAN(AN

KtiL *Ati sAh{}4il- f*I$Nls"i

-v-qS-II9Pr--41!Fiil.

ryww *ar:,rpe${:refi cst*rfpf,rlti#stra. cos,

Inspirasi

Bisnis

dan

Pribadi Bertumbuh

:BRUAR|2016

(2)

WACANA

HARIAN

BERNAS

Imlek

dan

Politikldentitas

Gus

Dur

Oleh

:

Yulius

Dwi Cahyono

atau dipertunjukkan secara

terbuka.

Siapa

pengagasnya?

Idenya muncul dari seorang Tionghoa bemama

Kristo-forus Sindhunata alias Ong

ljong

Hay.

Ia

yang men-gusulka.n kepada Suharto pelarangan total peraya4n

Imlek,

adat-istiadat

dan

Pada

masa pemerintahan Gus

Dur

,

aktualisasi

dari

semangat "Kebhinekaan Tunggal Ika" atas

pen-gakuan budaya Tionghoa dilakukan

dengan menerbitkan Keppres No.

612000 tentang pencabutan InPres No: 1411967. Pada tahun 2001 disusul dengan Keputusan

Menteri

Agama No. I 3/2001 , Imlek ditetapkan sebagai

hari libur

nasional fakultatif. Dalam semangat menjunjung

tinggi

pgneri-maan akan keberagaman budaya, pada masa Presiden Megawati diterbitkan

Keppres

No.l9

ttihun

2002

Yang

memutuskan bahwa

Imlek

menjadi hari libur nasional mulai 2003.

Politik

Identitas Gus Dur dalam mendukung eksisterisi masyarakat Tionghoa

ini

mendapatkan apresiasi dari masyarakat Tionghoa den-gan menjadikan Gus Dur

sebagai Bapak Tionghoa pada

l0

Maret 2004.

Dasar

pemikiran

Gus

Dur

Terkait dengan

plurali-tas masyarakat di negeri

ini

baik

agama, budaya dan

etnik.

Gus

Dur

menyam-paikan bahwa sikap yang paling tepat dalam menghadapi pluralitas adalah menempatkan setiap kelomPok ma-syarakat setara dengan kelompok lain

dalam hal apapun tanpa ada

diskrimi-nasi dan ketidakadilan.

Menurut Gus Dur Pluralisme ada

dua

yaitu

pluralisme teologis

dan sosial. Plularisme teologis, meyakini bahwa semua agama s€cara teologis

sama. Ada satu Tuhan yang diYakini

semua penganut agamia. Hakikatnya

Tuhan

itu

satu, penyebutannya saja yang berbeda semisal

Allah

menurut Islam dan Sang Hyang Widhi menu-rut Hindu. Pluralisme sosial menurut Gus Dur

di

dalamnya terdapat Pesan

agamayangpadadasarnya sama, yaitu

pesan "kemanusiaann'. Semua agama

mengajarkan tentang kemanusiaan

:

cinta

kasih, persaudaraan, tolong

menolong, dan sebagainya. KonseP

menjunjung

tinggi

kemanusiaan

ini

yang menjadi intinya.

Dalam

kepribadiannYa,Gus Dur

adalah seorang

Muslim

yang meng-utamakan

nilai-nilai

Universal Islam

dibandingkan dengan

formalisasi

Islam yang bersifat legalitas-simbolis.

Subtansi

Islam

diutamakan dengan

pertimbangan

nilai-nilai

universal

Islam tidak hanya

milik

orang Islam tetapi juga

milik

non muslim.

Nilai-nilai itu seperti: Keadilan, Persamaan dan Demokrasi.

Selain

itu,

bagi

Gus

Dur

sikaP

kritis

menjadi

sebuah keharusan

untuk

memberikan

masukan bagi

perbaikan (ehidupan. Gus Dur tidak hanya berpedoman pada pemikiran

Islam tradisional, tapi keilmuan Barat juga menjadi rujukan. Ia memandang bahwa keduanya saling melengkaPi

dalam memecahkan masalah umat,

hukum.Islampun akan

menjadi

selalu dinamis dan

tetaP relevan.

Pemikiran-pemikiran

inilah

Yang mendasari Gus Dur melakukan

Politik

Identitas Keharmonisan Berbangsa dan Bernegara.

Prof. Dr. Syafii Maarifpemah

me-ngatakan bahwa politik identitas bukan ancaman

berarti ketika

kita

benar-benar menghayali dan mengamalkan visi dan misi para pendiri bangsa yang tercermin dalam Pancasila.

Presiden Sukarno pernah

me-ngatakan, Indonesia membutuhkan suksessor yang dewasa untuk

men-jadikan

Indonesia tumbuh menjadi nqgara yang kuat.

Menurut penulis, Gus Dur Pantas

dikatakan sebagai "suksesor" dalam

pemikiran dan tindakan. Bagaimana dengan generasi muda

kita

mampu-kah

menjadi suksesor-sukesor baru

di

tengah maraknya

isu

intoleransi? Gong

Xi

FaCai2567.

***

Yulius

Dwi

Cahyono'

M.Pd.

Dosen Pendidikan Sei arah

Universitas Sanata Dharma

Yogtakarta

MASYARAKAT

Tionghoa

akan merayakan "Tahun Baru Im-lek" 2567 Tahun MonyetAPi Pada

Senin 8 Februari 2016. Beragam persiapan telah dilakukan mulai

dari

membuat

kue

keranjang, mempersiapkan

pernak pernik

Imlek, mencuci Patung Dewa dan

tidak

kalah

menariknYa media

sosial

pun

ikut

mempersiapkan kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek. Seperti halnya yang

dilaku-kan media sosial Twitter dengan

membuat emoticon

bernuansa Imlek. Caranya mudah hanya den-gan cara mengetik #imlek, maka

emoticon tersebut akan keluar. Silahkan dicoba.

Kemerdekaan dalam meraya-kan "Tahun Baru Imlek" 2567

se-bagai wujud dari ekspresi kultural

dan religius masyarakat Tionghoa, tidak dapat dipisahkan dari peran-an Presiden Abdurrahmperan-an Wahid (Gus Dur), yang mendobrak

tirai

besi pengekang eksistensi budaya Tionghoa di Indonesia.

Dalam perjalanan sejarahnya

kita

ketahui

bahwa pada masa

Presiden Suharto

(Orde

Baru), segala

hal

yang berbau budaya dan ritus keagamaan masyarakat

Tionghoa dilarang dirayakan di ruang publik. Pembatasan

ini

di-legalkan pada tahun 1967 melalui

Inpres

No.l4l1967.

Inti

isinYa diberlakukan pembatasan agama,

kepercayaan dan adat istiadat Cina.

Artinya

segala bentuk perayaan tradisi dan keagamaan masyarakat Tionghoa: Tahun Baru Imlek, CaP Go Meh, Pehcun, tarian Barongsai

dan

Liong

dilarang

dirayakan

budayaTionghoa. Suharto-

ffi

pun memanfpatkan ide tersebut tetapi bukan dalam bentuk pelarangan total

melainkan pelarangan untuk p er ay aan

di

ruang

publik. Imlek

hanya boleh dirayakan di rumah dan di temp aty ang tertutup. Sebuah upaya sistematis un-tuk meredupkan identitas diri

masyara-kat

Tionghoa. Penekanan terhadaP masyarakat Tionghoa

ini

juga

tidak

lepas

dari

ketakutan Suharto terkait

kebenaran Peristiwa 1965.

Referensi

Dokumen terkait

Produk Bolmut Ikan adalah kombinasi dari berbagai macam sumber daya alam yang merupakan produk diversifikasi dari hasil perikanan untuk di olah menjadi

The eggs of shrimp Artemia salina was purchased from Biological Laboratory of Islamic State University of Malang, and patchouli alcohol (65.25% purity) was purchased from

Pelaksanaan integrasi dilakukan pada Satuan kewilayahan dan Komando Operasional Dasar (KOD), yaitu Polres, melalui kegiatan manajemen operasional

hidayah-Nya yang senantiasa dicurahkan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ Pengaruh Model Pembelajaran Active Learning Tipe Guided

Ketika saya pulang terlambat, orang tua saya melakukan kekerasan secara fisik terhadap saya tanpa menanyakan alasan keterlambatan saya terlebih dahulu.. Orang tua saya memarahi

yang melaksanakan tugas berdasarkan suatu perjanjian formal, dengan perhimpunan penghuni. 2) Badan pengelola yang dibentuk oleh perhimpunan penghuni ini harus

Evaluasi dari model yang digunakan dilakukan dengan cara melakukan prosesmining pada data set dalam 1 periode tertentu (transaksi dalam satu tahuntertentu). Proses clustering

Dalam mereview rencana-rencana kemungkinan, internal auditor akan menegaskan bahwa pengaturan formal telah dibuat untuk akses ke fasilitas komputer yang cocok dengan