• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

48

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Data Primer Penelitian

5.1.1.1. Struktur Organisasi Departemen Produksi 1

Departemen Produksi 1 dipimpin oleh seorang Departement Head atau Manajer. Departemen Produksi 1 meliputi seksi Melting dan Induksi, Seksi HPDC, dan Seksi Gravity Casting. Masing-masing seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi (Kasie). Di bawah kasie ada foreman yang memimpin tiap-tiap shift. Group Leader merupakan pimpinan kerja terkecil di bawah Foreman. Secara sederhana struktur organisasi Departemen Produksi 1 bisa dilihat di bawah ini.

Gambar 5.1 Struktur Organisasi Departemen Produksi 1

(sumber: Departemen HRGA PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, 2014)

(2)

5.1.1.2. Jam Kerja Karyawan

Menurut Peraturan Kerja Bersama (PKB) yang disusun antara tim manajemen PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal dengan Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia LEM PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, jam kerja karyawan diatur dalam Bab V tentang Jam Kerja, Pasal 21, ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 5.1. Jam Kerja Karyawan PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal

No Shift Hari Jam Kerja Istirahat

(menit)

P5M &

Persiapan Produksi

1 I Senin – Jumat 00.00 – 07.10 40 10

2 II Senin – Kamis 07.10 – 16.00 60 10

3 II Jumat 07.10 – 16.00 80 10

4 III Senin - Jumat 16.00 – 24.00 65 10

(Sumber: Buku Perjanjian Kerja Bersama 2014-2016)

Dari data di atas, maka waktu tersedia untuk produksi adalah sebagai berikut:

I. Shift I jam kerja dari jam 00.00 – 07.10 (Senin – Jumat)

a. Planned Operating Time: 7 jam 10 menit atau 430 menit b. Planned Down Time:

 Pertemuan 5 Menit (P5M) dan persiapan produksi : 10 menit (5 menit setelah bel masuk + 5 menit sebelum bel pulang)

 Ishoma : 40 menit

Total planned down time : 50 menit

c. Planned Production Time: Planned Operating Time – Planned Down Time

Operating Time: 430 – 50 = 380 menit

(3)

II. Shift II jam kerja dari jam 07.10 – 16.00 (Senin – Kamis)

a. Planned Operating Time: 8 jam 50 menit atau 530 menit b. Planned Down Time:

 P5M dan persiapan produksi : 10 menit (5 menit setelah bel masuk + 5 menit sebelum bel pulang)

 Ishoma : 60 menit

Total planned down time : 70 menit

c. Planned Production Time: Planned Operating Time – Planned Down Time Planned Production Time: 530 – 70 = 460 menit

III. Shift II jam kerja dari jam 07.10 – 16.00 (Jumat)

a. Planned Operating Time: 8 jam 50 menit atau 530 menit b. Planned Down Time:

 P5M dan persiapan produksi : 10 menit (5 menit setelah bel masuk + 5 menit sebelum bel pulang)

 Ishoma : 80 menit

Total planned down time : 90 menit

c. Planned Production Time: Planned Operating Time – Planned Down Time Planned Production Time: 530 – 90 = 440 menit

IV. Shift III jam kerja dari jam 16.00 – 24.00 (Senin – Jumat)

a. Planned Operating Time: 8 jam atau 480 menit

b. Planned Down Time:

(4)

 P5M dan persiapan produksi : 10 menit (5 menit setelah bel masuk + 5 menit sebelum bel pulang)

 Ishoma : 65 menit

Total planned down time : 75 menit

c. Planned Production Time: Planned Operating Time – Planned Down Time Planned Production Time: 480 – 75 = 405 menit

Di bagian high pressure die casting sering dilakukan proses produksi secara kontinyu, di mana tetap dilakukan produksi di waktu-waktu yang semestinya untuk istirahat, yaitu waktu ishoma (istirahat, sholat, dan makan). Hal ini dilakukan untuk mesin-mesin yang memiliki loading mendekati 100% terhadap kapasitasnya atau produk-produk yang memiliki rejection rate yang masih tinggi. Proses produksi yang dilakukan pada jam istirahat ini dikenal istilah dengan overlap work.

Tujuan dari overlap work ini adalah untuk memastikan delivery ke customer bisa on schedule dan full quantity. Di samping itu untuk memastikan safety stock untuk finished goods juga terisi sesuai target yang sudah ditetapkan.

Operator yang bekerja secara overlap, akan mendapatkan waktu istirahat pengganti sesudah operator yang reguler selesai beristirahat dan kembali bekerja.

Pimpinan kerja mengambil operator dari bagian lain untuk dipekerjakan di waktu

istirahat (overlap work). Untuk mesin-mesin yang ada overlap work harus

disesuaikan planning produksinya dengan ditambah waktu overlap ini. Jika

ditemukan performance rate lebih dari 100%, artinya aktual produksi melebihi

(5)

planning produksi, hal ini bisa terjadi jika saat menyusun planning produksi tidak menambahkan waktu overlap ini.

5.1.1.3. Proses Produksi High Pressure Die Casting

Casting merupakan poses pembentukan logam dengan cara memasukkan logam cair ke dalam cetakan yang dilanjutkan dengan proses pembekuan logam.

Ada dua jenis casting yang terjadi di PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, yaitu gravity casting dan high pressure die casting.

High pressure die casting merupakan salah satu jenis metoda pengecoran die casting di mana logam cair dicetak menjadi suatu benda cor dengan menggunakan tekanan tinggi (20 MPa – 80 MPa) sehingga membeku di bawah pengaruh tekanan.

Gambar 5.2. Diagram alir Proses Produksi di Mesin High Pressure Die Casting (HPDC)

(sumber: Departemen Produksi PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, 2014)

(6)

Proses casting dimulai dengan die close, sesaat setelah die close ladle (gayung terbuat dari iron cast) yang berisi molten (aluminium cair) bergerak ke plunger sleeve dan menuangkan molten ke dalam plunger sleeve. Proses penuangan ini disebut dengan pouring. Kemudian molten didorong oleh plunger tip menuju cetakan (die). Ada tiga tahapan proses injeksi molten ke dalam cetakan (die), yaitu slow shoot, fast shoot, dan intensification. Proses injeksi ini dijelaskan dalam Gambar 5.3 berikut ini.

Gambar 5.3. Proses Injeksi Molten (aluminium cair) ke dalam Dies (Cetakan) pada Proses HPDC

(sumber: Departemen Dies PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, 2014)

 Slow shoot, yaitu fase kecepatan rendah untuk mendorong molten pada sleeve sampai ke area gate dan mengeluarkan udara/gas dalam sleeve.

 Fast shoot, yaitu fase kecepatan tinggi di mana molten mengisi cavity dan over flow serta membawa udara/gas dan kotoran ke over flow.

 Intensification, yaitu fase pemampatan (kompresi) untuk memampatkan udara

yang terjebak dengan penambahan tekanan saat cavity telah terisi molten.

(7)

Kemudian fase pendinginan (cooling time) untuk membekukan molten yang sudah mengisi cavity. Setelah itu die open di mana bagian die move akan bergerak membuka. Dengan dibantu oleh pin ejector, part dikeluarkan dari cavity dan diambil oleh extractor atau robot. Part kemudian melalui proses trimming untuk menghilangkan gating dari part. Sisa aluminium pada proses trimming ditampung dan disebut sebagai scrap untuk nantinya dilebur ulang (remelting) bersamaan dengan bahan baku aluminium ingot (batangan). Sementara itu juga dilakukan proses die lubricant dan plunger lubricant. Kemudian die close dan berulang prosesnya dari awal.

Part yang sudah melewati proses trimming kemudian dicek untuk memastikan apakah produk OK atau reject. Pengecekan oleh operator casting secara visual mengacu dengan instruksi kerja (WI) proses inspeksi. Jika part OK, maka akan dimasukkan ke keranjang/basket OK. Sebaliknya jika produk reject (NG) akan dimasukkan ke keranjang NG. Produk NG bersamaan scrap akan dikirim ke area melting untuk proses remelting. Produk OK dikirim ke proses selanjutnya, yaitu proses machining.

5.1.1.4. Jenis-jenis Downtime

Menurut data dari Laporan Harian Produksi high pressure die casting,

terlihat belum didefinisikan secara baku jenis-jenis downtime yang ada di proses

HPDC PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal. Antara satu operator dengan

operator yang lain tidak seragam dalam menuliskan jenis downtime. Klasifikasi

(8)

jenis downtime mulai dibuat per Januari 2015, di mana pembagiannya adalah sebagai berikut:

Tabel 5.2. Klasifikasi Jenis Downtime di Produksi HPDC

Klasifikasi Downtime

Material Process Machine Others

Stock Inner

Parts P5M Melebihi

Waktu Std Dies Problem  Arm Ladle  Motor Air Mati

Stock Material

Parts 5K Melebihi

Waktu Std Tip Lube  Buffle  Nitrogen Angin Drop

No Kanban

Packaging (BK) Kosong

Molten Habis (5 Jenis Down Time)

CT Proses

Tidak Std Eksentrik  Burner  Oli Mesin Gas

Dandori Tidak

Std Flash/Muncrat  Charging  Pascal Unit Keb

Jam Kerja

Tidak Std Part Nempel  Coupling

Injection  Pneumatic Listrik Mati

Lay Off (No

Schedule) Ladle Tilting  Cover Plate  Preventive SIM

Operator

Overlap Corong Mampet  Keeping

Furnace  Safety Hook Stock Opname

Operator Tidak

Masuk Extractor Setting  Die Movement  Selang Angin Upacara Pataka

Mangkok Ladle  Ejector  Sensor Product (8 Jenis Down Time)

Program Lot Marking  Extractor  Shot Weight

Tools  Heating Up  Solenoid

Trial Part Baru Oli Samping  Hydrolic  Spray Auto

Tunggu Cek

Quality Set Parameter  Injection  Thermocouple

Tunggu

Keputusan Setting Sensor  Limit Switch  Tie Bar

Central Die

Lube Setting Spray  Monitor/Panel  Vacuum

Shot Beads (29 Jenis Down Time) (30 Jenis Down Time)

(Sumber: Production Check Sheet Standard-Casting HPDC, 2014) 5.1.2. Data Sekunder Penelitian

5.1.2.1. Laporan Harian Produksi (LHP)

Di PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, untuk mencatat hasil produksi

baik berupa rencana produksi, pencapaian hasil produksi, dan permasalahan-

permasalan yang terjadi selama proses produksi dituangkan dalam lembar Laporan

(9)

Harian Produksi (LHP). Di bawah ini diberikan contoh lembar LHP yang telah diisi oleh operator.

Gambar 5.4. Contoh Laporan Harian Produksi

(sumber: Departemen Produksi PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, 2015) Dari data yang terdapat pada Gambar 5.4 di atas, terlihat data-data produksi sebagai berikut:

a. Data Availaibility Rate

Shift I, beroperasi dari jam 00.00 – 07.10.

Product Swing Body Water Pump KZRA, Mesin Casting No 09, Shift 1, tanggal 26 Mei 2015, diperoleh data sebagai berikut:

Planned Operating Time : 430 menit

Planned Downtime : 40 menit (Ishoma) + 10 (P5M)

(10)

Planned Production Time : (430 – 50) menit = 380 menit

Terjadi downtime selama 205 menit, dengan perincian sebagai berikut:

- Die Move turun (insert pin patah) = 20 menit - Perbaikan insert pin = 120 menit

- Stock opname = 65 menit

Total downtime = 205 menit

Actual Production Time : (380 – 205) = 175 menit Availability Rate :

𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

𝑃𝑙𝑎𝑛𝑛𝑒𝑑 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

Availability Rate :

175

380

Availability Rate : 46,05 %

b. Data Performance Rate

Production Plan : 912 pcs Actual Production : (490 + 30) pcs Performance Rate :

𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛

𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃𝑙𝑎𝑛

Performance Rate :

520

912

= 57,02 % c. Data Quality Rate

Total Actual Production : 520 pcs Total OK Products : 490 pcs

Quality Rate :

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑂𝐾 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛

(11)

Quality Rate :

490

520

= 94,23 % Jenis Rejection:

- Warming up reject : 4 pcs - Bercak Hitam : 12 pcs - Flow Line : 6 pcs - Insert Pin Patah : 8 pcs

5.1.2.2. Data Spesifikasi Mesin High Pressure Die Casting

PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal memiliki mesin high pressure die casting sebanyak 50 unit yang saat ini berproduksi. Pembelian mesin-mesin tersebut dilakukan secara bertahap sejak tahun 1991. Awalnya hanya memiliki beberapa mesin. Seiring pertumbuhan bisnis PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, jumlah mesin HPDC terus bertambah. Saat ini ruang produksi HPDC sudah terisi penuh oleh mesin-mesin. Bahkan pembelian 4 mesin baru pada tahun 2014 memaksa engineer untuk relayout mesin-mesin yang ada sehubungan dengan keterbatasan ruangan. Ke depannya, jika ada proyek baru yang mengharuskan untuk investasi mesin HPDC, maka perlu dilakukan ekpansi pabrik di tempat lain.

Dalam Tabel 5.3 berikut ini bisa dilihat data-data mesin HPDC dan spesifikasinya. Selain informasi kapasitas (tonase) mesin, di dalam tabel tersebut juga bisa dilihat machine maker apakah Buhler, Toshiba, Toyo, Ube, atau Zitai.

Informasi kapan mesin itu dibuat dan mulai digunakan juga bisa didapatkan dari

Tabel 5.3.

(12)

Tabel 5.3. Data Spesifikasi Mesin High Pressure Die Casting

(sumber: Departemen Maintenance PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, 2014)

Machine No

Machine

Name Machine Type MAKER Manufacturing Year

Registration No

Machine Capacity

Start

Production Remarks

1 Die Casting NXC UBE Mar-03 78507 650 TON Apr-03 Running

2 Die Casting NXC UBE Feb-03 78506 650 TON Apr-03 Running

3 Die Casting TOSCAST Toshiba Sep-97 851E10 650 TON Oct-97 OFF

4 Die Casting NXC UBE Sep-97 81789 800 TON Oct-97 Running

5 Die Casting CLT Toshiba May-95 831E36 650 TON Jun-95 Running

6 Die Casting GC UBE Oct-93 27081 630 TON Nov-93 Running

7 Die Casting GC UBE Dec-94 28448 630 TON Jan-95 Running

8 Die Casting GC UBE Feb-91 23073 250 TON Mar-91 Running

9 Die Casting BD-250V3-P Toyo Apr-97 4038012 250 TON May-97 Running

10 Die Casting GC UBE Feb-91 23556 350 TON Mar-91 Running

11 Die Casting GXC UBE Nov-97 27079 250 TON Dec-97 OFF

12 Die Casting GC UBE Jan-91 23076 350 TON Feb-91 Running

13 Die Casting GC UBE Apr-91 23706 350 TON May-91 Running

14 Die Casting IS 2 UBE Nov-14 850 TON Dec-14 Running

15 Die Casting GC UBE Apr-91 23709 800 TON May-91 Running

16 Die Casting B Series Buhler Jan-96 10262369 800 TON Feb-96 OFF 17 Die Casting TOSCAST Toshiba Mar-97 841E53 500 TON Apr-97 Running

18 Die Casting NXC UBE Jun-97 81340 500 TON Jul-97 Running

19 Die Casting B Series Buhler Dec-95 10262368 630 TON Jan-96 OFF 20 Die Casting BD-350V2-CW-P Toyo Jun-95 4024069 350 TON Jul-95 Running 21 Die Casting TOSCAST Toshiba May-97 801697 1650 TON Jun-97 Running

22 Die Casting IS series UBE Feb-04 86703 375 TON Mar-04 Running

23 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Apr-04 C603-040 250 TON May-04 Running 24 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Apr-04 C603-038 250 TON May-04 Running 25 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Apr-04 C603-044 250 TON May-04 Running 26 Die Casting Toshiba Toshiba Jun-04 801588 500 Ton Jul-04 Running 27 Die Casting Toyo 420 V4-T Toyo Apr-05 4082185 420 TON Apr-05 Running 28 Die Casting Toyo 420 V4-T Toyo Apr-05 4082186 420 TON Apr-05 Running 29 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI May-05 C604-025 250 TON May-05 Running 30 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Mar-05 C604-028 250 TON Apr-05 Running 31 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Jun-05 C604-026 250 TON May-05 Running 32 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Mar-05 C604-027 250 TON Jun-05 Running 33 Die Casting Toyo 420 V4-T ZITAI May-05 4082207 420 TON Jun-05 Running 34 Die Casting Toyo 420 V4-T Toyo May-05 4082208 420 TON May-05 Running 35 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Mar-05 C604-029 250 TON May-05 Running 36 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Mar-05 C604-031 250 TON May-05 Running 37 Die Casting ZDC 250 TPS ZITAI Mar-05 C604-030 250 TON May-05 Running 38 Die Casting Toyo 800 V4-T Toyo May-05 4085009 800 TON Jun-05 Running 39 Die Casting Toyo 800 V4-T Toyo Jun-05 4085010 800 TON Jul-05 Running 40 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI May-05 D605-005 420 TON Aug-05 Running 41 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI Jun-05 D605-004 420 TON Aug-05 Running 42 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI Jun-05 D605-003 420 TON Aug-05 Running 43 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI Jun-05 D605-002 420 TON Jul-05 Running 44 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI Jun-05 D605-001 420 TON Jul-05 Running 45 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI Dec-05 D605-016 420 TON Mar-06 Running 46 Die Casting ZDC 420 TPS ZITAI Dec-05 D605-015 420 TON Mar-06 Running

47 Die Casting IS 2 UBE Jun-13 34899 670 TON Jul-13 Running

48 Die Casting IS 2 UBE Nov-13 35647 670 TON Nov-13 Running

49 Die Casting toslite Toshiba Jan-14 8N1E17 800 TON Jan-14 Running 50 Die Casting toslite Toshiba May-14 851G64 1650 TON May-14 Running

51 Die Casting IS2 UBE Aug-14 44195 670 TON Aug-14 Running

52 Die Casting IS 2 UBE Oct-14 44199 670 TON Oct-14 Running

53 Die Casting IS 2 UBE Aug-14 44198 670 TON Aug-14 Running

54 Die Casting IS 2 UBE Oct-14 44708 670 TON Oct-14 Running

(13)

5.2. Pembahasan

5.2.1. Analisis Data

5.2.1.1. Avalaibility Rate

Diambil contoh data dari Laporan Harian Produksi pada tanggal 8 Januari 2014, shift 2 sebagai berikut:

Tabel 5.4. Resume Laporan Harian Produksi HPDC

(Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

Contoh perhitungan Availability Rate:

a. Product Swing Arm Asy KZRA, Mesin Casting No 45, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Planned Operating Time : 530 menit Planned Downtime : 40 menit

Planned Production Time : (530 – 40) menit = 490 menit Terjadi downtime selama 160 menit, sehingga

Actual Production Time : (490 – 160) = 330 menit

Production

Date Line Product Shift

Planned Operating Time (min)

Planned Down Time

(min)

Planned Production

Time (min) Downtime Loss (min)

Actual Production

Time

Available Rate

08/01/2014 NMC0045 NFSTAN-SKZRAOAHCA - SWING ARM ASSY KZRA (SFG) 2 530 40 490 160 330 67,3%

08/01/2014 NMC0046 NTGEAR-SHWG2OJTCA - HOUSING WORM GEAR EFC (SFG) 2 530 70 460 0 460 100,0%

08/01/2014 NMC0025 NBBRKE-SKWBAEAHCA - PANEL ASSY REAR BRAKE KWB (SFG) 2 530 70 460 0 460 100,0%

08/01/2014 NMC0026 NFHANC-SKVLPEAHCA - RAIL RR GRAB KVLP (SFG) 2 530 70 460 50 410 89,1%

08/01/2014 NMC0010 NTGEAR-SCCS0OADCA - COVER CONTROL SHAFT(SFG) 2 530 70 460 105 355 77,2%

08/01/2014 NMC0013 NFSTAN-SKVLDRAHCA - STEP ASSY R PILLION KVLP D.DISC (SFG) 2 530 60 470 210 260 55,3%

08/01/2014 NMC0036 NEOILP-SKZR1OAHCA - COVER COMP WATER PUMP KZRA (SFG) 2 530 70 460 0 460 100,0%

08/01/2014 NMC0038 NTGEAR-S4HG1OMICA - FRONT COVER 4HG-1 (SFG) 2 530 70 460 45 415 90,2%

08/01/2014 NMC0048 NECRCS-SK25ALAHCA - COVER L SIDE K25A (SFG) 2 530 10 520 35 485 93,3%

08/01/2014 NMC0014 NFHANC-SKZRAEAHCA - RAIL REAR GRAB KZRA (SFG) 2 530 70 460 45 415 90,2%

08/01/2014 NMC0027 NEHEAC-SKZRAOAHCA - COVER COMP HEAD KZRA (SFG) 2 530 120 410 20 390 95,1%

08/01/2014 NMC0009 NEOILP-SKZR2OAHCA - BODY WATER PUMP KZRA (SFG) 2 530 70 460 60 400 87,0%

(14)

Availability Rate :

𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒 𝑃𝑙𝑎𝑛𝑛𝑒𝑑 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

:

330

490

: 67,8 %

b. Product Body Water Pump KZRA, Mesin Casting no 9, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Planned Operating Time : 530 menit Planned Downtime : 70 menit

Planned Production Time : (530 – 70) menit = 460 menit Terjadi downtime selama 60 menit, sehingga

Actual Production Time : (460 – 60) = 400 menit Availability Rate :

𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

𝑃𝑙𝑎𝑛𝑛𝑒𝑑 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑇𝑖𝑚𝑒

:

400

460

: 87,0 %

Dari hasil perhitungan Availability Rate untuk periode Januari – Oktober 2014, didapatkan data sebagai berikut:

Gambar 5.5. Nilai Rata-rata Availability Rate tiap Bulan (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

75%

80%

85%

90%

95%

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt

Average Availability Rate

Average Availability Rate World Class AR

(15)

Dari grafik pada Gambar 5.5 di atas, terlihat rata-rata availability rate sebesar 83,4% masih di bawah world class average rate (90,0%). Jika dibandingkan rata- rata availability rate tiap-tiap mesin HPDC, didapatkan data sebagai berikut:

Gambar 5.6. Rata-rata Availability Rate tiap Mesin (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

Terlihat dari Gambar 5.6 bahwa hampir semua mesin mempunyai rata-rata availability rate di bawah world class (90%), kecuali untuk mesin no 25 di mana mempunyai rata-rata availability rate sebesar 91%.

5.2.1.2. Performance Rate

Diambil data dari Laporan Harian Produksi pada tanggal 8 Januari 2014, shift 2 sebagai berikut:

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

NMC0001 NMC0002 NMC0004 NMC0005 NMC0006 NMC0007 NMC0008 NMC0009 NMC0010 NMC0012 NMC0013 NMC0014 NMC0015 NMC0017 NMC0018 NMC0020 NMC0021 NMC0022 NMC0023 NMC0024 NMC0025 NMC0026 NMC0027 NMC0028 NMC0029 NMC0030 NMC0031 NMC0032 NMC0033 NMC0034 NMC0035 NMC0036 NMC0037 NMC0038 NMC0039 NMC0040 NMC0041 NMC0042 NMC0043 NMC0044 NMC0045 NMC0046 NMC0047 NMC0048

Average AR by Machine

Avg AR World Class AR

(16)

Tabel 5.5. Resume Laporan Harian Produksi HPDC

(Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi HPDC, 2014)

Contoh perhitungan Performance Rate:

a. Product Swing Arm Asy KZRA, Mesin Casting No 45, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Production Plan : 632 pcs Actual Production : 372 pcs

Performance Rate :

𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃𝑙𝑎𝑛

Performance Rate :

372

632

= 57,0 %

b. Product Body Water Pump KZRA, Mesin Casting No 9, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Production Plan : 1.725 pcs Actual Production : 1.082 pcs Performance Rate :

𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛

𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑃𝑙𝑎𝑛

Performance Rate :

1.725

1.082

= 62,7 %

Production

Date Line Product Shift ProdPlan Act Prod OK

Products NG Products

Available Rate

Performance Rate

Quality Rate OEE

08/01/2014 NMC0045 NFSTAN-SKZRAOAHCA - SWING ARM ASSY KZRA (SFG) 2 653 372 324 48 67,3% 57,0% 87,1% 33,4%

08/01/2014 NMC0046 NTGEAR-SHWG2OJTCA - HOUSING WORM GEAR EFC (SFG) 2 552 448 440 8 100,0% 81,2% 98,2% 79,7%

08/01/2014 NMC0025 NBBRKE-SKWBAEAHCA - PANEL ASSY REAR BRAKE KWB (SFG) 2 1.061 940 918 22 100,0% 88,6% 97,7% 86,5%

08/01/2014 NMC0026 NFHANC-SKVLPEAHCA - RAIL RR GRAB KVLP (SFG) 2 492 447 435 12 89,1% 90,9% 97,3% 78,8%

08/01/2014 NMC0010 NTGEAR-SCCS0OADCA - COVER CONTROL SHAFT(SFG) 2 1.452 880 857 23 77,2% 60,6% 97,4% 45,5%

08/01/2014 NMC0013 NFSTAN-SKVLDRAHCA - STEP ASSY R PILLION KVLP D.DISC (SFG) 2 600 279 266 13 55,3% 46,5% 95,3% 24,5%

08/01/2014 NMC0036 NEOILP-SKZR1OAHCA - COVER COMP WATER PUMP KZRA (SFG) 2 1.623 1.450 1.432 18 100,0% 89,3% 98,8% 88,2%

08/01/2014 NMC0038 NTGEAR-S4HG1OMICA - FRONT COVER 4HG-1 (SFG) 2 530 338 318 20 90,2% 63,8% 94,1% 54,1%

08/01/2014 NMC0048 NECRCS-SK25ALAHCA - COVER L SIDE K25A (SFG) 2 558 558 537 21 93,3% 100,0% 96,2% 89,8%

08/01/2014 NMC0014 NFHANC-SKZRAEAHCA - RAIL REAR GRAB KZRA (SFG) 2 575 434 414 20 90,2% 75,5% 95,4% 65,0%

08/01/2014 NMC0027 NEHEAC-SKZRAOAHCA - COVER COMP HEAD KZRA (SFG) 2 984 796 756 40 95,1% 80,9% 95,0% 73,1%

08/01/2014 NMC0009 NEOILP-SKZR2OAHCA - BODY WATER PUMP KZRA (SFG) 2 1.725 1.082 1.066 16 87,0% 62,7% 98,5% 53,7%

(17)

Dari hasil perhitungan Performance Rate untuk periode Januari – Oktober 2014, didapatkan data sebagai berikut:

Gambar 5.7. Rata-rata Performance Rate tiap bulan (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

Dari grafik pada Gambar 5.7 di atas, terlihat rata-rata performance rate sebesar 74,3% masih di bawah world class average rate (95,0%). Jika dibandingkan rata- rata performance rate tiap-tiap mesin HPDC, didapatkan data sebagai berikut:

Gambar 5.8. Rata-rata Performance Rate tiap Mesin (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

0%

20%

40%

60%

80%

100%

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt

Average Performance Rate

Average Performance Rate World Class PR

0%

20%

40%

60%

80%

100%

NMC0001 NMC0002 NMC0004 NMC0005 NMC0006 NMC0007 NMC0008 NMC0009 NMC0010 NMC0012 NMC0013 NMC0014 NMC0015 NMC0017 NMC0018 NMC0020 NMC0021 NMC0022 NMC0023 NMC0024 NMC0025 NMC0026 NMC0027 NMC0028 NMC0029 NMC0030 NMC0031 NMC0032 NMC0033 NMC0034 NMC0035 NMC0036 NMC0037 NMC0038 NMC0039 NMC0040 NMC0041 NMC0042 NMC0043 NMC0044 NMC0045 NMC0046 NMC0047 NMC0048

Performance Rate by Machine

Avg Performance Rate World Class PR

(18)

Terlihat dari Gambar 5.8 bahwa semua mesin mempunyai rata-rata performance rate di bawah world class (95%).

5.2.1.3. Quality Rate

Diambil data dari Laporan Harian Produksi pada tanggal 8 Januari 2014, shift 2 sebagai berikut (Tabel 5.5):

Contoh perhitungan Quality Rate:

a. Product Swing Arm Assy KZRA, Mesin Casting No 45, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Total Actual Production : 372 pcs Total OK Products : 324 pcs

Quality Rate :

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑂𝐾 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛

Quality Rate :

324

372

= 87,1 %

b. Product Body Water Pump KZRA, Mesin Casting No 9, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Total Actual Production : 1.082 pcs Total OK Products : 1.066 pcs

Quality Rate :

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑂𝐾 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑐𝑡𝑢𝑎𝑙 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛

Quality Rate :

1.066

1.082

= 98,5 %

Dari hasil perhitungan Performance Rate untuk periode Januari – Oktober 2014,

didapatkan data sebagai berikut:

(19)

Gambar 5.9. Average Quality Rate tiap Bulan (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

Dari grafik pada Gambar 5.9 di atas, terlihat rata-rata quality rate adalah sebesar 93,7% masih di bawah world class quality rate (99,9%). Jika dibandingkan rata- rata performance rate tiap-tiap mesin HPDC, didapatkan data sebagai berikut:

Gambar 5.10. Rata-rata Quality Rate tiap Mesin (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

Terlihat dari Gambar 5.10 bahwa semua mesin mempunyai rata-rata quality rate di bawah world class (99,9%).

88%

90%

92%

94%

96%

98%

100%

102%

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt

Average Quality Rate by Month

Average Quality Rate World Class QR

75%

80%

85%

90%

95%

100%

105%

NMC0001 NMC0002 NMC0004 NMC0005 NMC0006 NMC0007 NMC0008 NMC0009 NMC0010 NMC0012 NMC0013 NMC0014 NMC0015 NMC0017 NMC0018 NMC0020 NMC0021 NMC0022 NMC0023 NMC0024 NMC0025 NMC0026 NMC0027 NMC0028 NMC0029 NMC0030 NMC0031 NMC0032 NMC0033 NMC0034 NMC0035 NMC0036 NMC0037 NMC0038 NMC0039 NMC0040 NMC0041 NMC0042 NMC0043 NMC0044 NMC0045 NMC0046 NMC0047 NMC0048

Average Quality Rate by Machine

Avg Quality Rate World Class QR

(20)

5.2.1.4. Overall Equipment Effectiveness (OEE)

Diambil data dari Laporan Hasil Produksi pada tanggal 8 Januari 2014, shift 2 sebagai berikut (Tabel 5.3):

Contoh perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE):

a. Product Swing Arm Assy KZRA, Mesin Casting No 45, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Availability Rate (AR) : 67,8 % Performance Rate (PR) : 57,0 % Quality Rate (QR) : 87,1 %

OEE : 𝐴𝑅 𝑥 𝑃𝑅 𝑥 𝑄𝑅

OEE : 67,8% 𝑥 57,0% 𝑥 87,1%

OEE : 33,4 %

b. Product Body Water Pump KZRA, Mesin Casting No 9, Shift 2, tanggal 8 Januari 2014, diperoleh data sebagai berikut:

Availability Rate (AR) : 87,0 % Performance Rate (PR) : 62,7 % Quality Rate (QR) : 98,5 %

OEE : 𝐴𝑅 𝑥 𝑃𝑅 𝑥 𝑄𝑅

OEE : 87,0% 𝑥 62,7% 𝑥 98,5%

OEE : 53,7 %

Dari hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk periode

Januari – Oktober 2014, didapatkan data sebagai berikut:

(21)

Gambar 5.11. OEE Rata-rata tiap Bulan (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

Dari grafik pada Gambar 5.11 di atas, terlihat rata-rata OEE sebesar 61,6% masih di bawah world class average OEE (85,4%) tetapi berada di atas rata-rata OEE perusahaan manufacturing di dunia (60%). Jika dibandingkan rata-rata OEE tiap- tiap mesin HPDC, didapatkan data sebagai berikut:

Gambar 5.12. OEE Rata-rata tiap Mesin (Sumber: diolah dari Laporan Harian Produksi, 2014)

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt

Average OEE by Month

Average OEE World Class OEE Average World Companies OEE

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

NMC0001 NMC0002 NMC0004 NMC0005 NMC0006 NMC0007 NMC0008 NMC0009 NMC0010 NMC0012 NMC0013 NMC0014 NMC0015 NMC0017 NMC0018 NMC0020 NMC0021 NMC0022 NMC0023 NMC0024 NMC0025 NMC0026 NMC0027 NMC0028 NMC0029 NMC0030 NMC0031 NMC0032 NMC0033 NMC0034 NMC0035 NMC0036 NMC0037 NMC0038 NMC0039 NMC0040 NMC0041 NMC0042 NMC0043 NMC0044 NMC0045 NMC0046 NMC0047 NMC0048

Average OEE by Machine

Average OEE World Class OEE Average World Companies OEE

(22)

Terlihat dari Gambar 5.12 bahwa semua mesin mempunyai rata-rata OEE di bawah world class (85,4%). Meskipun demikian, sebagian besar berada di atas rata-rata OEE perusahaan di dunia (60%). Beberapa mesin yang memiliki nilai OEE rata- rata di bawah 60% adalah mesin nomor 4,5,6, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 21, 28, 31, 38, 39, 40, 42, 45, dan 46.

5.2.1.5. Evaluasi Biaya Lembur di HPDC

Menurut Tabel 1.1 biaya lembur operator di proses HPDC untuk periode Januari – Oktober 2014 sebesar Rp 4,28 milyar. Sedangkan menurut loading rata- rata di mesin HPDC sesuai yang disebutkan di dalam Tabel 1.4 untuk periode yang sama, tidak ada loading rata-rata yang melebihi 100%. PPIC saat menghitung kapasitas mesin HPDC menggunakan asumsi sebagai berikut:

a. Efisiensi mesin = 85%

b. Quality rate = 96%

Artinya, mesin diasumsikan memiliki efisiensi sebesar 85% dan rejection rate sebesar 4%, dan memiliki overall equipment effectiveness sebesar:

OEE

asumsi

= 85% x 96%

OEE

asumsi

= 81,60%

Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh OEE rata-rata sebesar 61,60%. Dari data ini terlihat ada gap antara OEE asumsi dengan rata-rata OEE aktual sebesar 20%.

Berikut ini coba dianalisis jumlah lembur mesin HPDC selama periode Januari

2014 samai dengan Oktober 2014..

(23)

Tabel 5.6. Total Machine Hour (overtime) versus Total machine Hour (reguler)

Description Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt

Jumlah Hari Kerja 23 20 21 22 22 21 17 20 22 23

Jumlah Mesin HPDC 44 43 45 45 45 46 46 46 47 49

Jam Kerja/Hari 21,5 21,5 21,5 21,5 21,5 21,5 21,5 21,5 21,5 21,5

Total Machine Hour (reguler) 21.758 18.490 20.318 21.285 21.285 20.769 16.813 19.780 22.231 24.231 Total Machine Hour (OT) 3.848 6.945 8.198 7.890 7.665 3.675 1.988 0 2.160 270

% Overtime 17,7% 37,6% 40,3% 37,1% 36,0% 17,7% 11,8% 0,0% 9,7% 1,1%

% Overtime rata-rata 20,90%

(sumber: Data PPIC PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal, 2014)

Dari Tabel 5.6 di atas rata-rata lembur mesin HPDC untuk periode Januari – Oktober 2014 adalah sebesar 20,90% terhadap waktu kerja mesin secara reguler.

Kalau dibandingkan dengan gap antara OEE asumsi yang digunakan PPIC dan rata- rata OEE aktual, terlihat jumlah lembur mesin HPDC sebesar 20,90% ini mirip dengan gap OEE asumsi dengan OEE aktual sebesar 20%. Sehingga bisa disimpulkan bahwa terjadinya lembur di mesin HPDC senilai Rp 4,28 milyar untuk periode Januari-Oktober 2014 diakibatkan kinerja mesin HPDC lebih jelek dibandingkan dengan asumsi yang digunakan oleh PPIC dengan perbedaan OEE asumsi dengan OEE aktual sebesar 20%.

5.2.1.6. Identifikasi Six Big Losses

Penelitian ini mengambil data untuk periode Januari 2014 – Oktober 2014.

Pada periode tersebut belum dibuat standar penamaan jenis downtime sehingga

antara operator HPDC yang satu dengan operator yang lain tidak sama dalam

pemberian nama jenis downtime yang terjadi pada proses casting HPDC. Akibatnya

ada pemberian nama downtime yang berbeda-beda untuk suatu jenis downtime yang

(24)

sebenarnya sama. Misalnya, untuk aktivitas bersih-bersih di mesin dan sekitarnya ada yang menyebut jenis downtime ‘bersih-bersih’ dan ada yang menuliskan dengan ‘5K2S’. Contoh lain adalah jenis downtime insert pin bermasalah, ada yang menuliskan insert pin bengkok/patah dan ada yang menulis repair insert pin.

Dari hasil resume jenis-jenis downtime di mesin HPDC untuk periode Januari – Oktober 2014, diperoleh data-data seperti yang ditampilkan pada Tabel 5.7. Dari jenis-jenis downtime yang ditulis operator mesin HPDC, kemudian diklasifikasikan untuk kategori six big losses dan kategori OEE loss.

Pengklasifikasian berdasarkan dua kategori tersebut mengacu pada definisi masing- masing kategori sesuai yang sudah dijelaskan dalam Tabel 3.1 tentang Six Big Losses Category dan OEE Loss Category. Selain itu juga dilakukan klasifikasi jenis downtime menurut definisi internal PT Astra Otoparts Tbk Divisi Nusametal yang efektif dilakukan per 1 Januari 2015.

Berdasarkan klasifikasi jenis downtime pada Tabel 5.7 (kolom nomor 2) terlihat belum adanya standar pengklasifikasian jenis downtime sehingga jenis downtime sangat banyak yaitu sebanyak 191 jenis downtime. Hal ini akan mempersulit proses analisis data untuk rencana improvement ke depannya. Untuk itu perlu dipilih jenis-jenis downtime berdasarkan urutan terbesar (paretto) jumlah waktu downtimenya. Dari hasil paretto jenis-jenis downtime yang terjadinya kemudian akan dianalisis akar penyebab terjadinya masalah downtime tersebut.

Setelah akar masalah diketahui, nantinya akan diberikan usulan atau saran

perbaikan ke depannya agar masalah downtime tersebut bisa diminimalkan.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

S2 Ilmu Ekonomi/ Ekonomi Pembangunan/ Hubungan Internasional III/b 2 Deputi Bid. Perniagaan dan Kewirausahaan 015 Analis Ekonomi S2 Kajian Pengembangan Perkotaan/

dihasilkan oleh sistem untuk memuaskan kebutuhan yang diidentifikasi. Output yang tak dikehendaki a) Merupakan hasil sampingan yang tidak dapat dihindari dari sistem yang

4 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Palembang Perawat D-III Keperawatan II/c 1.. Epidemiolog Kesehatan/Sanitarian D-III Kesehatan

Tujuan dari penelitian ini menguji kualitas air pada sumber air tanah yang ditinjau dari beberapa parameter kimia yaitu suhu, pH dan kandungan Besi (Fe) dimana

Hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Variabel kompensasi secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan,

transformasi realitas; hubungan siswa-siswa, harus mencerminkan kesetaraan mereka tanpa diskriminasi yang bertentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab;

Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa nilai F= 0,043 dengan signifikansi 0.020 < 0,05 artinya ada perbedaan yang sangat signifikan media

Sebaliknya individu yang memiliki tingkat pe- ngetahuan tentang agama yang rendah akan melakukan perilaku seks bebas tanpa berpikir panjang terlebih dahulu sehingga