• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMOHONAN PENDAFTARAN PESTISIDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERMOHONAN PENDAFTARAN PESTISIDA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Kepada Yth.

MENTERI PERTANIAN Jl. HARSONO R.M. No. 3 JAKARTA

PERMOHONAN PENDAFTARAN PESTISIDA

____________________________________________________________________________

I. KEADAAN DAN SIFAT PESTISIDA

1.

NAMA DAGANG FORMULASI :

METINDO 25 WP

______________________________________________________________________

2. JENIS PESTISIDA : INSEKTISIDA

______________________________________________________________________

3. BENTUK FORMULASI

(Berikan tanda silang (X) pada keterangan yang sesuai)

(1) Tepung yang dapat disuspensikan (Wettable powder/WP) X (2) Tepung yang dapat larut dalam air (Soluble powder/SP) (3) Tepung (powder/P) lainnya *

(4) Butiran (granule/GR) (5) Larutan dalam air (Soluble concentrate/SL)

(6) Pekatan yang dapat diemulsikan (Emulsifiable concentrate/EC) (7) Larutan dalam minyak (Oil miscible concentrate/OL)

(8) Pekatan suspensi (Suspension concentrate/SC (9) Blok (Block bait/BB)

(10) Kapsul yang dapat disuspensikan (Capsulated suspension/CS)

(11) Pekatan untuk perlaukan benih (Flowable concentrate for seed treatment/FS) (12) Pellet yang dapat diuapkan (Smoke pellet/FW)

(13) Pasta (Paste/PA)

(14) Butiran yang dapat didispersikan (Water soluble granule/SG) (15) Tablet (Tablet/TB)

(16) Butiran yang dapat didispersikan dalam air (Water dispersible granule/WG) (17) Gas cair (Gas/GA)

(18) Lain-lain*

______________________________________________________________________________________

Penjelasan :

1. Apabila tempat dalam daftar isian ini tidak cukup, maka keterangan yang diminta supaya diberikan pada lampiran yang ditandatangani oleh pemohon

2. Keterangan tambahan lainnya diminta apabila dianggap perlu.

______________________________________________________________________________

(2)

2

4. KEADAAN DAN SIFAT FISIK - KIMIA FORMULASI

(1) Warna : Putih

(2) Berat Jenis : Tidak ada

(3) Kekentalan : Tidak ada

(4) Ketahanan simpan (waktu) : 5 (lima) tahun

(5) Ukuran partikel/dimensi : 325 mesh lolos ayak basah 95% minimum

(6) Kadar air : 0.5%

(7) pH : 5 – 7,5 (1% campuran dalam air)

(8) Titik nyala : Tidak ada (9) Titik bakar : Tidak ada

(10) Indeks bias : Tidak ada

(11) Kepadatan tepung : 0,60 – 0,62 g/cm

3

(tap/bulk density)

(12) Struktur butiran : Tidak ada

(Berikan tanda silang (x) pada keterangan yang sesuai)

(a) Bahan aktif terdapat pada permukaan luar butiran (tidak terbungkus) (b) Bahan aktif terdapat di bagian dalam butiran (terbungkus)

(13) Mudah meledak atau tidak : Tidak meledak (14) Korosivitas : Tidak korosif

(Apabila korosif, sebutkan nama bahan yang dapat dirusak)

(15) Bau : sulfur ringan (slight sulfurous)

(3)

3 3. KOMPOSISI FORMULASI

Macam bahan penyusun Kadar bahan penyusun

Nama umum/Nama kimia bahan penyusun 1. Bahan aktif, sebagai :

1.1. Bahan aktif murni(bukan bahan teknis)

1.2. Bahan teknis

(campuran bahan aktif dengan bahan lainnya/impurities) 2. Pelarut

3. Bahan pembawa

4. Bahan pengisi

5. Bahan pengemulsi

6. Bahan perata

7. Bahan pembasah

8. Bahan perekat

9. Bahan penyebar (dispersing agent)

10. Bahan pemantap (Stabilizing agent) 11. Bahan pewarna 12. Bahan pembau

13. Bahan lain-lain (sebutkan fungsinya) - Anti Caking Agent

- Pengikat debu

25%

25,8%

Tidak ada

Tidak ada

59,2%

Tidak ada

Tidak ada

2%

Tidak ada

3%

Tidak ada

Tidak ada Tidak ada

8%

2%

metomil

metomil 97% teknis

Kaolin (CAS No. : 1332-58-7)

natrium alkil bensen sulfonate (CAS No. : 68411-30-3)

polioksi etilen eter (CAS No. : 9002-92-0)

White carbon (CAS No : 99439-28-8)

Mono etilen glikol (CAS No. : 107-21-1)

* Dilengkapi dengan Certificate of Analysis (CoA) dan Certificate of Composition (CoC)

** Dinyatakan dalam gram/liter untuk formulasi cairan dan dalam persen bobot untuk formulasi padat, setengah padat, kental atau campuran cairan dan padat

*** Dilengkapi dengan Chemical Abstract Number (CAS No)

(4)

4

6. KOMPATIBILITAS FORMULASI

(Berikan tanda silang (x) pada keterangan yang sesuai)

Pestisida ini dapat dicampur dengan pestisida lain yang bereaksi : (a) Asam (b) Alkalis (c) Netral Keterangan lain* :

* Disamping kompatibilitas secara kimia, apabila karena fitotoksisitas atau alasan lainnya formulasi tersebut tidak boleh dicampur dengan formulasi lainnya, maka hal tersebut supaya dijelaskan.

______________________________________________________________________________

7. NAMA DAN RUMUS KIMIA BAHAN AKTIF

(1) Nama kimia (sedapat-dapatnya menurut International Union for Pure and Applied Chemistry)

: s-methyl-N-(methyl carbamoyloxy) thioacetimidate

(2) Rumus empiris : C5H10N2O2S

(3) Rumus bangun :

(4) Nama umum menurut

(a) International Standards Organization (ISO)

: methomyl

(b) Badan yang berwenang di negara asal (sebutkan nama badan, negara asal dan nama umum bahan aktif)

: methomyl

Kementrian Pertanian, Republik Indonesia.

ICAMA ( Institute for the control of Agrochemicals, Ministry of Agricultural) People’s Republic of China

(c) Pembuat bahan aktif : methomyl

PT. INTI EVERSPRING INDONESIA

HAILI GUIXI CHEMICAL PESTICIDE CO., LTD.

(5) Golongan : Karbamat (1A)

x

(5)

5

8. SIFAT FISIK BAHAN AKTIF

(1) Titik cair : 78 - 79

o

C (2) Titik didih : Tidak ada (3) Titik nyala : Tidak ada data

(4) Tekanan uap : 0,72 mPa pada suhu 25

o

C (5) Berat jenis : 1,29 pada suhu 25

o

C (6) Daya larut bahan aktif dalam

(a) Air : 57.9 g/l (pada suhu 25

o

C).

(b) Pelarut organik

(sebutkan nama pelarut)

: 1000 g/kg dalam metanol, 730 gram dalam aseton, 420 g dalam etanol, 220 g dalam isopropanol,

30 g dalam toluena (pada suhu 25

o

C).

(7) Berat molekul : 162,2

(8) Kemampuan oksidasi : Tidak ada data (9) Koefisien distribusi dalam

dua pelarut yang tidak dapat campur

(Kow, Koc, Kads tanah pertanian terkarakterisasi konstanta Henry)

: Kow 0,093, Henry 2,13 x 10

-6

pa M

3

mol

-1

(7) Ketahanan bahan aktif terhadap berbagai faktor

(Berikan tanda silang (x) pada kolom yang sesuai)

Tingkat

penguraian/degradasi

Sinar

matahari Air Oksigen Suhu

Bahan wadah (sebutkan nama

bahan tersebut) 1. Sama sekali tidak

dipengaruhi 2. Sedikit mengurai/

mengalami degradasi X X X X HDPE

3. Agak mudah

mengurai/mengalami degradasi

4. Mudah mengurai/

mengalami degradasi

Catatan : Apabila ada data kuantitatif mengenai hal tersebut hendaknya data tersebut dilampirkan

(6)

6

9. KOMPOSISI BAHAN TEKNIS

Macam bahan penyusun

Nama umum/nama kimia bahan penyusun

Kadar bahan penyusun

1. Bahan aktif* metomil Min 97%

2. Bahan campuran** S-metil-N-hidroksitioasetimidat (CAS No : 13749-94-5)

Maks. 1.5%

Air (CAS-No. : 7732-18-5) Maks. 1.5%

* Dilengkapi dengan Certificate of Analysis (CoA)

** Dalam hal bahan aktif terdiri dari beberapa isomer, perlu disebutkan nama masing- masing isomer tersebut dan kadarnya.

*** Tiap bahan penyerta atau kelompok penyerta harus disebutkan nama umum atau nama kimianya.

**** Dilengkapi dengan Chemical Abstract Number (CAS No.)

10. METODE ANALISA FORMULASI

(Tuliskan ringkasan metode untuk menentukan jenis dan kadar bahan aktif dan lampirkan uraian yang terperinci mengenai metode tersebut dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris).

Penetapan kadar metomil menggunakan metode HPLC.

Penjelasan lengkap lihat Lampiran.

______________________________________________________________________________

11. METODE ANALISA RESIDU

(Lampirkan metode lengkap dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris untuk penentuan kadar residu pestisida termasuk metbolit yang terbentuk pada bahan tanaman atau bahan lain, yang menguraikan secara terperinci cara ekstraksi, cara pemurnian dan cara penentuan kadar residu serta alat dan bahan yang digunakan pada masing-masing cara tersebut).

Penetapan kadar residu dalam bahan ditentukan dengan metode analisis FPDS Gas Chromatograph..

Penjelasan lengkap lihat Lampiran.

12. DATA PERSISTENSI DI LINGKUNGAN (DT50 pada tanah, air dan udara)

Terurai secara cepat di dalam tanah. DT

50

tanah : 4 - 8 hari (20

0

C).

DT

50

pada air tanah : <0,2 hari.

(Sumber : The-e-Pesticide Manual 13th ed, version 3.1, lihat Lampiran)

(7)

II. PENGGUNAAN YANG DIDAFTARKAN

Jenis tanaman atau ternak/ komoditi yang

diperlakukan dan organisme sasaran atau tujuan penggunaan

Dosis atau konsentrasi formulasi yang dianjurkan

Waktu aplikasi Cara aplikasi Waktu aplikasi terakhir sebelum tana-man dipanen atau ternak dipdipotong atau hasil pertanian dikonsumsi

Bawang merah

Ulat grayak Spodoptera exigua

Cabai

Ulat buah Helicoverpa armigera

Kedelai

Ulat grayak Spodoptera litura

Tembakau

Ulat grayak Spodoptera litura Penggerek pucuk Helicoverpa spp.

1,5 – 2 g/l

2 g/l

1 - 2 g/l

1 – 2 g/l 0,5 - 1 g/l

Saat terjadi gejala serangan

s.d.a

s.d.a

s.d.a

Penyemprotan dengan volume tinggi 500 L air/ha

s.d.a

s.d.a

s.d.a

14 hst

7

(8)

III. EFIKASI DAN FITOTOKSISITAS

1. CARA KERJA TERHADAP ORGANISME SASARAN

Insektisida karbamat yang bersifat sistemik pada jaringan tanaman bekerja sebagai racun lambung dan racun kontak yang menghambat enzim kholinesterase pada serangga.

________________________________________________________________________

2. PERCOBAAN EFIKASI*

Jenis tanaman atau ternak/komoditi

Percobaan efikasi yang telah diadakan yang diperlakukan dan organinsme

sasaran atau tujuan penggunaan

Lokasi dan banyaknya percobaan

Waktu Pelaksanaan percobaan/sumber data

Cabai Ulat buah

Helicoverpa armigera

LAPORAN LENGKAP HASIL PENGUJIAN LAPANGAN EFIKASI, SUDAH

DISAMPAIKAN PADA DOKUMEN PENDAFTARAN TERDAHULU

Bawang merah

Ulat grayak Spodoptera exigua

Kedelai

Ulat grayak Spodoptera litura

Tembakau

Ulat grayak Spodoptera litura Penggerek pucuk Helicoverpa spp.

Plumbon, Jawa Barat

Cirebon, Jawa Barat

Sumedang, Jawa Barat

Sumedang, Jawa Barat Sumedang, Jawa Barat

Jan – Maret 2018

Agustus – Desember 2020

Agustus – Desember 2020

Agustus – Desember 2020

Faperta, Unpad

Faperta, Unpad

Faperta, Unpad

Faperta, Unpad

* Lampirkan pula laporan percobaan yang dilaksanakan di Indonesia

8

(9)

9 4. FITOTOKSISITAS

(1) Jenis tanaman yang peka : Tidak menimbulkan gejala fitotoksisitas pada tanaman sasaran selama dosis yang digunakan sesuai dengan dosis anjuran.

(2) Jangka waktu tunggu untuk : Tidak ada data menghindarkan efek fitotoksik

(3) Keterangan lain-lain : Tidak ada data

(10)

10

IV. TOKSIKOLOGI MAMALIA

1. TOKSISITAS AKUT* (

Laporan pengujian, sudah disampaikan pada formulir pendaftaran sebelumnya

)

Cara pemberian

Jenis binatang percobaan

Nilai LD50 (mg/kg berat badan) atau LD50 (sebutkan satuan konsentrasi dan jangka waktu)

Formulasi Bahan teknis Bahan aktif murni Oral

Dermal

Intravena

Subkutan

Intramuskular

Intraperitoncal

Inhalasi

Tikus (rat) ♂ Tikus (rat) ♀

Kelinci

Tidak ada data

Tidak ada data

Tidak ada data

Tidak ada data

Tikus

68.32 mg/kg BB

>6000 mg/kg BB

34 mg/kg BB 30 mg/kg BB

LC50 (4 jam) = 0,3 mg/l

(Sumber : The e- Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat Lampiran)

* Lampirkan pula laporan percobaan yang menyebutkan data toksisitas akut tersebut

(11)

11

2. IRITASI MATA DAN KULIT

Berdasarkan pengujian pada kelinci, menunjukkan bahwa metomil menyebabkan iritasi ringan pada kulit dan dapat sembuh kembali setelah 72 jam

(Laporan Lengkap Hasil Pengujian, Lihat Lampiran

______________________________________________________________________________

3. SENSITISASI

Berdasarkan pengujian pada babi guinea, menunjukkan bahwa metomil tidak menimbulkan efek sensitisasi terhadap kulit.

(Sumber : The e-Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat Lampiran)

______________________________________________________________________________

4. TOKSISITAS JANGKA PENDEK

(Uraikan secara singkat hasil penelitian yang diadakan dan tingkat dosis yang tidak menimbulkan efek toksikologis (no observable effect level). Lampirkan laporan lengkap penelitian yang dimaksud)

Pemberian bahan teknis metomil pada tikus putih jenis Wistar selama 90 hari sampai dosis 9 mg/kg bb tidak menimbulkan kelainan pada jantung, limpa, usus, paru-paru, ginjal dan otak. Fungsi hati (SGPT) memperlihatkan perbedaaan untuk tiap kelompok hewan percobaan tetapi tidak menunjukkan aktivitas yang abnormal.

(Laporan Lengkap Pengujian, Lihat Lampiran)

(12)

12 3. TOKSIKOLOGI JANGKA PANJANG

(Uraikan secara singkat hasil penelitian yang diadakan dan tingkat dosis yang tidak menimbulkan efek toksikologis (no observable effect level), termasuk efek karsinogenik, neurotoksik,teratogenik, mutagenik, dsb. Lampirkan laporan lengkap penelitian yang dimaksud).

Hewam uji : Tikus

Lama pengujian : 2 tahun

Data NOEL : 100 mg/kg BB

(Sumber : The e-Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat Lampiran)

________________________________________________________________________

4. DATA MEDIS

(1) Tanda-tanda klinis dan : Gejala keracunan

Sakit kepala, pusing-pusing, diare, muntah-muntah, berkeringat banyak, badan gemetar, berasa haus, kesadaran menurun dan tidak tenang. Apabila satu atau beberapa gejala tersebut timbul, segera berhenti bekerja. Lakukan tindakan pertolongan pertama dan segera minta pertolongan dokter.

(2) Diagnosis keracunan :

Disesuaikan dengan gejala keracunan. Menurunnya aktivitas enzim kholinesterase.

Jika terjadi keracunan segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat

(13)

13

(3) Pertolongan pertama :

Jika terkena mata : Basuh dengan air yang banyak selama

± 15 menit. Bila memerah dan gatal bawa segera ke dokter

Jika terkena kulit : Basuh dengan air dan sabun. Bila memerah dan gatal bawa segera ke dokter.

Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali.

Jika tertelan : Pemuntahan dapat menyebabkan

kerusakan paru-paru. Apabila memungkinkan untuk memanggil dokter selama 5 menit, maka hubungi segera. Jika terjadi pemuntahan, buat korban dalam posisi kepala lebih rendah. Beri 1 atau 2 gelas air minum (jangan memberikan sesuatu apapun bila korban pingsan).

Jika terhirup : Pindahkan korban ke tempat yang udaranya segar. Bila tidak bernapas,beri pernapasan buatan atau beri bantuan oksigen.

(4) Perawatan kedokteran : (Uraikan petunjuk yang diper- lukan dokter dan antidone un- tuk keracunan tersebut apabila ada).

Terawatan dilakukan sesuai dengan gejala yang timbul. Berikan antidote

Atropin Sulfat 2 - 4 mg (dewasa) atau 0,5 - 2 mg (anak-anak) secara i.v atau i.m setiap 5 - 10 menit sampai terlihat gejala atropinisasi yaitu : muka merah, tachycardia mencapai 1 40/menit, sekresi kelenjar eksokrin dihambat dan midriasis.

(5) Laporan kesehatan dalam : Tidak ada laporan industri, pertanian, dsb

(14)

V. DATA RESIDU

Bahan tanaman/ter- nak/komoditi yang diperiksa

residunya

Dosis,banyaknya aplikasi dan interval aplikasi

Aplikasi terakhir (sebutkan berapa

hari sebelum tanaman dipanen/ternak

dipotong)

Saat pengambilan contoh (sebutkan

beberapa hari setelah aplikasi

terakhir)

Saat dilakukan analisis residu

(sebutkan beberapa hari setelah aplikasi

terakhir)

Residu yang ditemukan

(ppm)

Sumber data

Kubis Jagung

5 10

Pesticide Residue in Food, FAO /

WHO, 2009

14

(15)

15

VI. TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

1. DATA PERCOBAAN LABORATORIUM TOKSISITAS AKUT PADA IKAN

Nama spesies ikan uji LC50 (ppm formulasi) Sumber data 24 jam 48 jam 96 jam

Ikan mas (Cyprinus carpio) Ikan tawes (Puntius gonionotus) Ikan mujair(Sarotherodon mossambica)

Ikan lain

(sebutkan nama spesies ikan uji) Rainbow trout

Bluegill sunfish

3.4 mg/l 0.9 mg/l

The e-Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat pada Lampiran

2. DATA PERCOBAAN LAPANGAN MENGENAI BAHAYA PADA IKAN

Nama spesies ikan uji LT50

(hari)

Penyusutan (%)

Produktivitas (g/ekor)

Sumber data Tidak dilakukan pengujian

pada perairan

(16)

16

3. INFORMASI TENTANG BAHAYA UNTUK BINATANG LIAR DAN LINGKUNGAN

(1) Toksisitas pada burung (toksisitas akut, dsb)

:

LD50 pada bebek mallard 15,9 mg/kg.

LD50 pada burung pegar 15,4 mg/kg

LC50 (8 hari) pada bebek pekin 1890 mg/kg.

LC50 (8 hari) pada bobwhite quail 3680 mg/kg (Sumber : The-e-Pesticide Manual 13th ed, version 3.1, lihat Lampiran)

(2) Toksisitas pada vertebrata lain (toksisitas akut, dsb)

: Tidak ada data.

(3) Toksisitas pada lebah : Beracun terhadap lebah tetapi tidak berbahaya apabila cairan semprot sudah kering. LD

50

0,1 µg

(4) Toksisitas pada musuh alami (parasit dan predator)

: Tidak ada data.

(5) Toksisitas pada serangga berguna lain

: Tidak ada data.

(6) Metabolisme dalam tanaman atau hewan, perpindahan dan persistensi dalam tanah dan air

: Metomil dalam badan tikus diubah menjadi methomyl methylol, oxime, sulfoxide dan sulfoxide oxime yang kemudian diubah lagi menjadi acetonitrile dan carbon dioxide yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh dengan cara respirasi dan urin.

Metomil cepat terdegradasi dalam tanah.

Waktu paruh kira-kira 3 - 5 hari setelah penyemprotan pada daun.

(Sumber : The-e-Pesticide Manual 13th ed, version 3.1, lihat Lampiran)

(17)

17 VII. KETERANGAN LAIN TENTANG PESTISIDA

1. CARA PEMUSNAHAN

(Uraikan cara pemusnahan pestisida dan bekas wadahnya yang tidak terpakai yang aman bagi pekerja, pihak ketiga, dan lingkungan ).

Wadah bekas insektisida ini jangan digunakan untuk menyimpan bahan makanan, minuman, atau bahan lainnya. Rusakkanlah wadah bekas sebelum dibuang. Buanglah wadah bekas dan sisa pestisida dengan menguburnya 0.5 meter atau lebih dalam tanah di tempat aman jauh dari pemukiman, sumber air minum dan perairan lainnya.

2. WADAH DAN PEMBUNGKUSAN

(1) Wadah

Volume/berat Uraikan

tentang wadah

100 g 500 g

1. Bahan 2. Bentuk 3. Ukuran

4. Ketebalan bahan 5. Warna

6. Bahan lapisan permukaan wadah 7. Bahan penutup wadah

Alumunium foil Persegi panjang 110 x 90 mm

+ 0.5 mm Orange Plastik bening

-

Alumunium foil Persegi panjang 300 x 120 mm

+ 1 mm Orange Plastik bening

-

(18)

18 (2) Pembungkusan

(Uraikan dengan menyebutkan bahan pembungkus, bentuk, ukuran, ketebalan bahan, banyaknya wadah yang dibungkus, cara pembungkusan termasuk penyekatan antar wadah,dsb).

No. Uraian Spesifikasi 100 g Spesifikasi 500 g

Karton kecil Karton besar

1 Bahan Karton Karton Karton

2 Bentuk Persegi panjang Persegi panjang Persegi panjang

3 Ukuran 175x100 130 mm 550x350x265 mm 425x370x290 mm

4 Ketebalan bahan  1 mm  5 mm 5 mm

5 Jumlah wadah yang dibungkus

10 bungkus 10 karton kecil 24 bungkus 6 Cara pembungkusan Disusun 10 x 1 Disusun 2 x 5 Disusun 4 x 6

______________________________________________________________________________

3. LABEL YANG DIUSULKAN

(Lampirkan contoh yang diusulkan dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku)

TERLAMPIR

______________________________________________________________________________

4. KETERANGAN TENTANG PENDAFTARAN DAN IZIN DI NEGARA LAIN

(Lampirkan salinan izin dan label yang berlaku di negara asal dan di beberapa negara lainnya)

(19)

19

VIII. KETERANGAN MENGENAI PEMOHON, PEMILIK FORMULASI DAN ASAL BAHAN TEKNIS / AKTIF.

1. NAMA DAN ALAMAT PEMOHON

PT. INTI EVERSPRING INDONESIA Wisma UIC Lantai 4

Jl. Gatot Subroto Kav. 6-7 Jakarta 12930

________________________________________________________________________

2. NAMA DAN ALAMAT PEMILIK FORMULASI

PT. INTI EVERSPRING INDONESIA Wisma UIC Lantai 4

Jl. Gatot Subroto Kav. 6-7

Jakarta 12930

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pemeriksaan residu pestisida klorpiri- fos dalam sayuran kol yang dilakukan di Labora- torium Pengujian Pestisida UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan

Pestisida yang termasuk organochlorines termasuk pestisida yang resisten pada lingkungan dan meninggalkan residu yang terlalu lama dan dapat terakumulasi dalam jaringan

Berdasarkan penelitian di atas didapatkan kesimpulan bahwa kadar kandungan residu pestisida golongan organofosfat masih berada di bawah ambang batas BMR yang

Berdasarkan penelitian di atas didapatkan kesimpulan bahwa kadar kandungan residu pestisida golongan organofosfat masih berada di bawah ambang batas BMR yang

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis ingin mengetahui kemungkinan ada tidaknya kadar residu pestisida pada sayuran serta tingkat perilaku konsumen, terhadap residu pestisida

Mengacu kepada Pedoman Pengujian Residu Pestisida Dalam Hasil Pertanian Direktorat Perlindungan Tanaman Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan tahun 2004 yang

Kadar residu pestisida diuji dengan menggunakan metode gas Chromatografi untuk 2 sampel buah jeruk, hasil yang ditemukan terdapatnya kandungan residu profenofos Organophospat dengan

Dokumen ini membahas tentang pestisida, termasuk jenis, penggolongan, karakteristik, dan dampaknya pada tanaman dan