Kepada Yth.
MENTERI PERTANIAN Jl. HARSONO R.M. No. 3 JAKARTA
PERMOHONAN PENDAFTARAN PESTISIDA
____________________________________________________________________________
I. KEADAAN DAN SIFAT PESTISIDA
1.
NAMA DAGANG FORMULASI :METINDO 25 WP
______________________________________________________________________
2. JENIS PESTISIDA : INSEKTISIDA
______________________________________________________________________
3. BENTUK FORMULASI
(Berikan tanda silang (X) pada keterangan yang sesuai)
(1) Tepung yang dapat disuspensikan (Wettable powder/WP) X (2) Tepung yang dapat larut dalam air (Soluble powder/SP) (3) Tepung (powder/P) lainnya *
(4) Butiran (granule/GR) (5) Larutan dalam air (Soluble concentrate/SL)
(6) Pekatan yang dapat diemulsikan (Emulsifiable concentrate/EC) (7) Larutan dalam minyak (Oil miscible concentrate/OL)
(8) Pekatan suspensi (Suspension concentrate/SC (9) Blok (Block bait/BB)
(10) Kapsul yang dapat disuspensikan (Capsulated suspension/CS)
(11) Pekatan untuk perlaukan benih (Flowable concentrate for seed treatment/FS) (12) Pellet yang dapat diuapkan (Smoke pellet/FW)
(13) Pasta (Paste/PA)
(14) Butiran yang dapat didispersikan (Water soluble granule/SG) (15) Tablet (Tablet/TB)
(16) Butiran yang dapat didispersikan dalam air (Water dispersible granule/WG) (17) Gas cair (Gas/GA)
(18) Lain-lain*
______________________________________________________________________________________
Penjelasan :
1. Apabila tempat dalam daftar isian ini tidak cukup, maka keterangan yang diminta supaya diberikan pada lampiran yang ditandatangani oleh pemohon
2. Keterangan tambahan lainnya diminta apabila dianggap perlu.
______________________________________________________________________________
2
4. KEADAAN DAN SIFAT FISIK - KIMIA FORMULASI
(1) Warna : Putih
(2) Berat Jenis : Tidak ada
(3) Kekentalan : Tidak ada
(4) Ketahanan simpan (waktu) : 5 (lima) tahun
(5) Ukuran partikel/dimensi : 325 mesh lolos ayak basah 95% minimum
(6) Kadar air : 0.5%
(7) pH : 5 – 7,5 (1% campuran dalam air)
(8) Titik nyala : Tidak ada (9) Titik bakar : Tidak ada
(10) Indeks bias : Tidak ada
(11) Kepadatan tepung : 0,60 – 0,62 g/cm
3
(tap/bulk density)
(12) Struktur butiran : Tidak ada
(Berikan tanda silang (x) pada keterangan yang sesuai)
(a) Bahan aktif terdapat pada permukaan luar butiran (tidak terbungkus) (b) Bahan aktif terdapat di bagian dalam butiran (terbungkus)
(13) Mudah meledak atau tidak : Tidak meledak (14) Korosivitas : Tidak korosif
(Apabila korosif, sebutkan nama bahan yang dapat dirusak)
(15) Bau : sulfur ringan (slight sulfurous)
3 3. KOMPOSISI FORMULASI
Macam bahan penyusun Kadar bahan penyusun
Nama umum/Nama kimia bahan penyusun 1. Bahan aktif, sebagai :
1.1. Bahan aktif murni(bukan bahan teknis)
1.2. Bahan teknis
(campuran bahan aktif dengan bahan lainnya/impurities) 2. Pelarut
3. Bahan pembawa
4. Bahan pengisi
5. Bahan pengemulsi
6. Bahan perata
7. Bahan pembasah
8. Bahan perekat
9. Bahan penyebar (dispersing agent)
10. Bahan pemantap (Stabilizing agent) 11. Bahan pewarna 12. Bahan pembau
13. Bahan lain-lain (sebutkan fungsinya) - Anti Caking Agent
- Pengikat debu
25%
25,8%
Tidak ada
Tidak ada
59,2%
Tidak ada
Tidak ada
2%
Tidak ada
3%
Tidak ada
Tidak ada Tidak ada
8%
2%
metomil
metomil 97% teknis
Kaolin (CAS No. : 1332-58-7)
natrium alkil bensen sulfonate (CAS No. : 68411-30-3)
polioksi etilen eter (CAS No. : 9002-92-0)
White carbon (CAS No : 99439-28-8)
Mono etilen glikol (CAS No. : 107-21-1)
* Dilengkapi dengan Certificate of Analysis (CoA) dan Certificate of Composition (CoC)
** Dinyatakan dalam gram/liter untuk formulasi cairan dan dalam persen bobot untuk formulasi padat, setengah padat, kental atau campuran cairan dan padat
*** Dilengkapi dengan Chemical Abstract Number (CAS No)
4
6. KOMPATIBILITAS FORMULASI
(Berikan tanda silang (x) pada keterangan yang sesuai)
Pestisida ini dapat dicampur dengan pestisida lain yang bereaksi : (a) Asam (b) Alkalis (c) Netral Keterangan lain* :
* Disamping kompatibilitas secara kimia, apabila karena fitotoksisitas atau alasan lainnya formulasi tersebut tidak boleh dicampur dengan formulasi lainnya, maka hal tersebut supaya dijelaskan.
______________________________________________________________________________
7. NAMA DAN RUMUS KIMIA BAHAN AKTIF
(1) Nama kimia (sedapat-dapatnya menurut International Union for Pure and Applied Chemistry)
: s-methyl-N-(methyl carbamoyloxy) thioacetimidate
(2) Rumus empiris : C5H10N2O2S
(3) Rumus bangun :
(4) Nama umum menurut
(a) International Standards Organization (ISO)
: methomyl
(b) Badan yang berwenang di negara asal (sebutkan nama badan, negara asal dan nama umum bahan aktif)
: methomyl
Kementrian Pertanian, Republik Indonesia.
ICAMA ( Institute for the control of Agrochemicals, Ministry of Agricultural) People’s Republic of China
(c) Pembuat bahan aktif : methomyl
PT. INTI EVERSPRING INDONESIA
HAILI GUIXI CHEMICAL PESTICIDE CO., LTD.
(5) Golongan : Karbamat (1A)
x
5
8. SIFAT FISIK BAHAN AKTIF
(1) Titik cair : 78 - 79
oC (2) Titik didih : Tidak ada (3) Titik nyala : Tidak ada data
(4) Tekanan uap : 0,72 mPa pada suhu 25
oC (5) Berat jenis : 1,29 pada suhu 25
oC (6) Daya larut bahan aktif dalam
(a) Air : 57.9 g/l (pada suhu 25
oC).
(b) Pelarut organik
(sebutkan nama pelarut)
: 1000 g/kg dalam metanol, 730 gram dalam aseton, 420 g dalam etanol, 220 g dalam isopropanol,
30 g dalam toluena (pada suhu 25
oC).
(7) Berat molekul : 162,2
(8) Kemampuan oksidasi : Tidak ada data (9) Koefisien distribusi dalam
dua pelarut yang tidak dapat campur
(Kow, Koc, Kads tanah pertanian terkarakterisasi konstanta Henry)
: Kow 0,093, Henry 2,13 x 10
-6pa M
3mol
-1(7) Ketahanan bahan aktif terhadap berbagai faktor
(Berikan tanda silang (x) pada kolom yang sesuai)
Tingkat
penguraian/degradasi
Sinar
matahari Air Oksigen Suhu
Bahan wadah (sebutkan nama
bahan tersebut) 1. Sama sekali tidak
dipengaruhi 2. Sedikit mengurai/
mengalami degradasi X X X X HDPE
3. Agak mudah
mengurai/mengalami degradasi
4. Mudah mengurai/
mengalami degradasi
Catatan : Apabila ada data kuantitatif mengenai hal tersebut hendaknya data tersebut dilampirkan
6
9. KOMPOSISI BAHAN TEKNIS
Macam bahan penyusun
Nama umum/nama kimia bahan penyusun
Kadar bahan penyusun
1. Bahan aktif* metomil Min 97%
2. Bahan campuran** S-metil-N-hidroksitioasetimidat (CAS No : 13749-94-5)
Maks. 1.5%
Air (CAS-No. : 7732-18-5) Maks. 1.5%
* Dilengkapi dengan Certificate of Analysis (CoA)
** Dalam hal bahan aktif terdiri dari beberapa isomer, perlu disebutkan nama masing- masing isomer tersebut dan kadarnya.
*** Tiap bahan penyerta atau kelompok penyerta harus disebutkan nama umum atau nama kimianya.
**** Dilengkapi dengan Chemical Abstract Number (CAS No.)
10. METODE ANALISA FORMULASI
(Tuliskan ringkasan metode untuk menentukan jenis dan kadar bahan aktif dan lampirkan uraian yang terperinci mengenai metode tersebut dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris).
Penetapan kadar metomil menggunakan metode HPLC.
Penjelasan lengkap lihat Lampiran.
______________________________________________________________________________
11. METODE ANALISA RESIDU
(Lampirkan metode lengkap dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris untuk penentuan kadar residu pestisida termasuk metbolit yang terbentuk pada bahan tanaman atau bahan lain, yang menguraikan secara terperinci cara ekstraksi, cara pemurnian dan cara penentuan kadar residu serta alat dan bahan yang digunakan pada masing-masing cara tersebut).
Penetapan kadar residu dalam bahan ditentukan dengan metode analisis FPDS Gas Chromatograph..
Penjelasan lengkap lihat Lampiran.
12. DATA PERSISTENSI DI LINGKUNGAN (DT50 pada tanah, air dan udara)
Terurai secara cepat di dalam tanah. DT
50tanah : 4 - 8 hari (20
0C).
DT
50pada air tanah : <0,2 hari.
(Sumber : The-e-Pesticide Manual 13th ed, version 3.1, lihat Lampiran)
II. PENGGUNAAN YANG DIDAFTARKAN
Jenis tanaman atau ternak/ komoditi yangdiperlakukan dan organisme sasaran atau tujuan penggunaan
Dosis atau konsentrasi formulasi yang dianjurkan
Waktu aplikasi Cara aplikasi Waktu aplikasi terakhir sebelum tana-man dipanen atau ternak dipdipotong atau hasil pertanian dikonsumsi
Bawang merah
Ulat grayak Spodoptera exigua
Cabai
Ulat buah Helicoverpa armigera
Kedelai
Ulat grayak Spodoptera litura
Tembakau
Ulat grayak Spodoptera litura Penggerek pucuk Helicoverpa spp.
1,5 – 2 g/l
2 g/l
1 - 2 g/l
1 – 2 g/l 0,5 - 1 g/l
Saat terjadi gejala serangan
s.d.a
s.d.a
s.d.a
Penyemprotan dengan volume tinggi 500 L air/ha
s.d.a
s.d.a
s.d.a
14 hst
7
III. EFIKASI DAN FITOTOKSISITAS
1. CARA KERJA TERHADAP ORGANISME SASARAN
Insektisida karbamat yang bersifat sistemik pada jaringan tanaman bekerja sebagai racun lambung dan racun kontak yang menghambat enzim kholinesterase pada serangga.
________________________________________________________________________
2. PERCOBAAN EFIKASI*
Jenis tanaman atau ternak/komoditi
Percobaan efikasi yang telah diadakan yang diperlakukan dan organinsme
sasaran atau tujuan penggunaan
Lokasi dan banyaknya percobaan
Waktu Pelaksanaan percobaan/sumber data
Cabai Ulat buah
Helicoverpa armigera
LAPORAN LENGKAP HASIL PENGUJIAN LAPANGAN EFIKASI, SUDAH
DISAMPAIKAN PADA DOKUMEN PENDAFTARAN TERDAHULU
Bawang merah
Ulat grayak Spodoptera exigua
Kedelai
Ulat grayak Spodoptera litura
Tembakau
Ulat grayak Spodoptera litura Penggerek pucuk Helicoverpa spp.
Plumbon, Jawa Barat
Cirebon, Jawa Barat
Sumedang, Jawa Barat
Sumedang, Jawa Barat Sumedang, Jawa Barat
Jan – Maret 2018
Agustus – Desember 2020
Agustus – Desember 2020
Agustus – Desember 2020
Faperta, Unpad
Faperta, Unpad
Faperta, Unpad
Faperta, Unpad
* Lampirkan pula laporan percobaan yang dilaksanakan di Indonesia
8
9 4. FITOTOKSISITAS
(1) Jenis tanaman yang peka : Tidak menimbulkan gejala fitotoksisitas pada tanaman sasaran selama dosis yang digunakan sesuai dengan dosis anjuran.
(2) Jangka waktu tunggu untuk : Tidak ada data menghindarkan efek fitotoksik
(3) Keterangan lain-lain : Tidak ada data
10
IV. TOKSIKOLOGI MAMALIA
1. TOKSISITAS AKUT* (
Laporan pengujian, sudah disampaikan pada formulir pendaftaran sebelumnya
)Cara pemberian
Jenis binatang percobaan
Nilai LD50 (mg/kg berat badan) atau LD50 (sebutkan satuan konsentrasi dan jangka waktu)
Formulasi Bahan teknis Bahan aktif murni Oral
Dermal
Intravena
Subkutan
Intramuskular
Intraperitoncal
Inhalasi
Tikus (rat) ♂ Tikus (rat) ♀
Kelinci
Tidak ada data
Tidak ada data
Tidak ada data
Tidak ada data
Tikus
68.32 mg/kg BB
>6000 mg/kg BB
34 mg/kg BB 30 mg/kg BB
LC50 (4 jam) = 0,3 mg/l
(Sumber : The e- Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat Lampiran)
* Lampirkan pula laporan percobaan yang menyebutkan data toksisitas akut tersebut
11
2. IRITASI MATA DAN KULIT
Berdasarkan pengujian pada kelinci, menunjukkan bahwa metomil menyebabkan iritasi ringan pada kulit dan dapat sembuh kembali setelah 72 jam
(Laporan Lengkap Hasil Pengujian, Lihat Lampiran
______________________________________________________________________________
3. SENSITISASI
Berdasarkan pengujian pada babi guinea, menunjukkan bahwa metomil tidak menimbulkan efek sensitisasi terhadap kulit.
(Sumber : The e-Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat Lampiran)
______________________________________________________________________________
4. TOKSISITAS JANGKA PENDEK
(Uraikan secara singkat hasil penelitian yang diadakan dan tingkat dosis yang tidak menimbulkan efek toksikologis (no observable effect level). Lampirkan laporan lengkap penelitian yang dimaksud)
Pemberian bahan teknis metomil pada tikus putih jenis Wistar selama 90 hari sampai dosis 9 mg/kg bb tidak menimbulkan kelainan pada jantung, limpa, usus, paru-paru, ginjal dan otak. Fungsi hati (SGPT) memperlihatkan perbedaaan untuk tiap kelompok hewan percobaan tetapi tidak menunjukkan aktivitas yang abnormal.
(Laporan Lengkap Pengujian, Lihat Lampiran)
12 3. TOKSIKOLOGI JANGKA PANJANG
(Uraikan secara singkat hasil penelitian yang diadakan dan tingkat dosis yang tidak menimbulkan efek toksikologis (no observable effect level), termasuk efek karsinogenik, neurotoksik,teratogenik, mutagenik, dsb. Lampirkan laporan lengkap penelitian yang dimaksud).
Hewam uji : Tikus
Lama pengujian : 2 tahun
Data NOEL : 100 mg/kg BB
(Sumber : The e-Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat Lampiran)
________________________________________________________________________
4. DATA MEDIS
(1) Tanda-tanda klinis dan : Gejala keracunan
Sakit kepala, pusing-pusing, diare, muntah-muntah, berkeringat banyak, badan gemetar, berasa haus, kesadaran menurun dan tidak tenang. Apabila satu atau beberapa gejala tersebut timbul, segera berhenti bekerja. Lakukan tindakan pertolongan pertama dan segera minta pertolongan dokter.
(2) Diagnosis keracunan :
Disesuaikan dengan gejala keracunan. Menurunnya aktivitas enzim kholinesterase.
Jika terjadi keracunan segera hubungi dokter atau rumah sakit terdekat
13
(3) Pertolongan pertama :
Jika terkena mata : Basuh dengan air yang banyak selama
± 15 menit. Bila memerah dan gatal bawa segera ke dokter
Jika terkena kulit : Basuh dengan air dan sabun. Bila memerah dan gatal bawa segera ke dokter.
Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminasi sebelum digunakan kembali.
Jika tertelan : Pemuntahan dapat menyebabkan
kerusakan paru-paru. Apabila memungkinkan untuk memanggil dokter selama 5 menit, maka hubungi segera. Jika terjadi pemuntahan, buat korban dalam posisi kepala lebih rendah. Beri 1 atau 2 gelas air minum (jangan memberikan sesuatu apapun bila korban pingsan).
Jika terhirup : Pindahkan korban ke tempat yang udaranya segar. Bila tidak bernapas,beri pernapasan buatan atau beri bantuan oksigen.
(4) Perawatan kedokteran : (Uraikan petunjuk yang diper- lukan dokter dan antidone un- tuk keracunan tersebut apabila ada).
Terawatan dilakukan sesuai dengan gejala yang timbul. Berikan antidote
Atropin Sulfat 2 - 4 mg (dewasa) atau 0,5 - 2 mg (anak-anak) secara i.v atau i.m setiap 5 - 10 menit sampai terlihat gejala atropinisasi yaitu : muka merah, tachycardia mencapai 1 40/menit, sekresi kelenjar eksokrin dihambat dan midriasis.
(5) Laporan kesehatan dalam : Tidak ada laporan industri, pertanian, dsb
V. DATA RESIDU
Bahan tanaman/ter- nak/komoditi yang diperiksa
residunya
Dosis,banyaknya aplikasi dan interval aplikasi
Aplikasi terakhir (sebutkan berapa
hari sebelum tanaman dipanen/ternak
dipotong)
Saat pengambilan contoh (sebutkan
beberapa hari setelah aplikasi
terakhir)
Saat dilakukan analisis residu
(sebutkan beberapa hari setelah aplikasi
terakhir)
Residu yang ditemukan
(ppm)
Sumber data
Kubis Jagung
5 10
Pesticide Residue in Food, FAO /
WHO, 2009
14
15
VI. TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN
1. DATA PERCOBAAN LABORATORIUM TOKSISITAS AKUT PADA IKAN
Nama spesies ikan uji LC50 (ppm formulasi) Sumber data 24 jam 48 jam 96 jam
Ikan mas (Cyprinus carpio) Ikan tawes (Puntius gonionotus) Ikan mujair(Sarotherodon mossambica)
Ikan lain
(sebutkan nama spesies ikan uji) Rainbow trout
Bluegill sunfish
3.4 mg/l 0.9 mg/l
The e-Pesticide Manual 13th edition, version 3.1, lihat pada Lampiran
2. DATA PERCOBAAN LAPANGAN MENGENAI BAHAYA PADA IKAN
Nama spesies ikan uji LT50
(hari)
Penyusutan (%)
Produktivitas (g/ekor)
Sumber data Tidak dilakukan pengujian
pada perairan
16
3. INFORMASI TENTANG BAHAYA UNTUK BINATANG LIAR DAN LINGKUNGAN
(1) Toksisitas pada burung (toksisitas akut, dsb)
:
LD50 pada bebek mallard 15,9 mg/kg.LD50 pada burung pegar 15,4 mg/kg
LC50 (8 hari) pada bebek pekin 1890 mg/kg.
LC50 (8 hari) pada bobwhite quail 3680 mg/kg (Sumber : The-e-Pesticide Manual 13th ed, version 3.1, lihat Lampiran)
(2) Toksisitas pada vertebrata lain (toksisitas akut, dsb)
: Tidak ada data.
(3) Toksisitas pada lebah : Beracun terhadap lebah tetapi tidak berbahaya apabila cairan semprot sudah kering. LD
500,1 µg
(4) Toksisitas pada musuh alami (parasit dan predator)
: Tidak ada data.
(5) Toksisitas pada serangga berguna lain
: Tidak ada data.
(6) Metabolisme dalam tanaman atau hewan, perpindahan dan persistensi dalam tanah dan air
: Metomil dalam badan tikus diubah menjadi methomyl methylol, oxime, sulfoxide dan sulfoxide oxime yang kemudian diubah lagi menjadi acetonitrile dan carbon dioxide yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh dengan cara respirasi dan urin.
Metomil cepat terdegradasi dalam tanah.
Waktu paruh kira-kira 3 - 5 hari setelah penyemprotan pada daun.
(Sumber : The-e-Pesticide Manual 13th ed, version 3.1, lihat Lampiran)
17 VII. KETERANGAN LAIN TENTANG PESTISIDA
1. CARA PEMUSNAHAN
(Uraikan cara pemusnahan pestisida dan bekas wadahnya yang tidak terpakai yang aman bagi pekerja, pihak ketiga, dan lingkungan ).
Wadah bekas insektisida ini jangan digunakan untuk menyimpan bahan makanan, minuman, atau bahan lainnya. Rusakkanlah wadah bekas sebelum dibuang. Buanglah wadah bekas dan sisa pestisida dengan menguburnya 0.5 meter atau lebih dalam tanah di tempat aman jauh dari pemukiman, sumber air minum dan perairan lainnya.
2. WADAH DAN PEMBUNGKUSAN
(1) Wadah
Volume/berat Uraikan
tentang wadah
100 g 500 g
1. Bahan 2. Bentuk 3. Ukuran
4. Ketebalan bahan 5. Warna
6. Bahan lapisan permukaan wadah 7. Bahan penutup wadah
Alumunium foil Persegi panjang 110 x 90 mm
+ 0.5 mm Orange Plastik bening
-
Alumunium foil Persegi panjang 300 x 120 mm
+ 1 mm Orange Plastik bening
-
18 (2) Pembungkusan
(Uraikan dengan menyebutkan bahan pembungkus, bentuk, ukuran, ketebalan bahan, banyaknya wadah yang dibungkus, cara pembungkusan termasuk penyekatan antar wadah,dsb).
No. Uraian Spesifikasi 100 g Spesifikasi 500 g
Karton kecil Karton besar
1 Bahan Karton Karton Karton
2 Bentuk Persegi panjang Persegi panjang Persegi panjang
3 Ukuran 175x100 130 mm 550x350x265 mm 425x370x290 mm
4 Ketebalan bahan 1 mm 5 mm 5 mm
5 Jumlah wadah yang dibungkus
10 bungkus 10 karton kecil 24 bungkus 6 Cara pembungkusan Disusun 10 x 1 Disusun 2 x 5 Disusun 4 x 6
______________________________________________________________________________
3. LABEL YANG DIUSULKAN
(Lampirkan contoh yang diusulkan dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku)
TERLAMPIR
______________________________________________________________________________
4. KETERANGAN TENTANG PENDAFTARAN DAN IZIN DI NEGARA LAIN
(Lampirkan salinan izin dan label yang berlaku di negara asal dan di beberapa negara lainnya)
19
VIII. KETERANGAN MENGENAI PEMOHON, PEMILIK FORMULASI DAN ASAL BAHAN TEKNIS / AKTIF.
1. NAMA DAN ALAMAT PEMOHON
PT. INTI EVERSPRING INDONESIA Wisma UIC Lantai 4
Jl. Gatot Subroto Kav. 6-7 Jakarta 12930
________________________________________________________________________
2. NAMA DAN ALAMAT PEMILIK FORMULASI