• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

35 BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengujian Impak dan Pembahasan

Dari hasil pengujian impak yang telah didapat data yaitu energi yang terserap oleh spesimen uji untuk material komposit serat pelepah pisang susunan serat silang dan anyam dengan variasi fraksi volume serat 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40% menggunakan matrik polyester. Besar impak adalah angka yang menunjukan besarnya energi untuk mematahkan spesimen yang diketahui dari selisih perbedaan tinggi massa pada kedudukan atas dengan tinggi massa pada kedudukan bawah (tinggi jatuh). Energi impak material pada komposit dapat dihitung menggunakan persamaan (2.1).

ε = Ei/A ... [4.1]

Dimana : ε = Ketangguhan Impak (J/mm2) Ei = Energi Impak ( J ) A = Luas Penampang (mm2) Untuk perhitungan Energi Impak dengan persamaan,

Ei = m.g (h1-d) ... [4.2]

dimana : Ei = Energi Impak (J) m = massa (kg)

= 0,56 g = 0,056 kg

g = Percepatan grativasi (m/s2)

= 9,81 m/s2 h1 = Tinggi awal (m)

= 1,25 m d = Tebal (mm)

Maka dengan persamaan (2.1) didapat besar energi terserap seperti pada Tabel 4.1 & 4.2.

(2)

Tabel 4. 1. Hasil Pengujian impak (serat disusun silang)

Vf Lebar, b (mm)

Tebal, d (mm)

Luas, A (mm)

Energi Impak, Ei (J)

Ketangguhan Impak, ε

(J/mm2)

0% 13,43 3,84 51,57 6,7932 0,1317

10% 13,73 4,10 56,29 6,7916 0,1206

20% 14,03 4,79 67,20 6,7899 0,1010

30% 13,45 4,94 66,44 6,7931 0,1022

40% 13,77 5,7 78,49 6,7914 0,0865

Tabel 4. 2. Hasil pengujian impak (serat disusun anyam)

Vf Lebar, b (mm)

Tebal, d (mm)

Luas, A (mm)

Energi Impak, Ei (J)

Ketangguhan Impak, ε

(J/mm2)

0% 13,43 3,84 51,57 6,7932 0,1317

10% 14,25 5,36 76,38 6,7887 0,0889

20% 13,15 6,13 80,61 6,7948 0,0843

30% 14 5,9 82,60 6,7901 0,0822

40% 13,59 5,55 75,42 6,7923 0,0901

Dari hasil tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai ketangguhan impak material komposit serat pelepah pisang susunan silang dan anyam tersebut cenderung mengalami kenaikan seiring dengan penambahan fraksi volume serat.

Karena semakin tinggi fraksi volume nya maka semakin banyak serat nya.

4.2 Hasil Pengujian Tarik Pasca Impak

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui harga kekuatan tarik, regangan tarik dan modulus elastisitas tarik material komposit serat pelepah pisang dengan matrik poliester tanpa dan dengan impak. Hasil pengujian nantinya juga akan digunakan untuk mengetahui karakteristik patahan komposit tersebut sehingga didapat kesimpulan tentang pengaruh fraksi volume dan energi impak terhadap kekuatan tarik paska impak serat pelepah pisang.

(3)

1.2.1 Gambar Grafik Hasil Uji Tarik Komposit Berserat Anyam

KKKKJJJJ

(a) (b)

(c) (d)

(e)

F(N)

∆£(mm)

∆l(mm)

Gambar 4. 1. Hasil Grafik Uji Tarik Anyam 0% (a), 10% (b), 20% (c), 30%

(d), 40% (e)

∆£(mm) F(N)

F(N)

F(N) F(N)

∆£(mm)

∆£(mm)

(4)

4.2.2 Gambar Grafik Hasil Uji Tarik Komposit Berserat Silang

(a) (b)

(c) (d)

(e) (e)

Gambar 4. 2.Hasil Grafik Uji Tarik Silang 0% (a), 10% (b), 20% (c), 30% (d), 40% (e)

F(N)

F(N)

F(N) F(N)

F(N)

∆£(mm)

∆£(mm)

∆£(mm)

∆£(mm)

∆£(mm)

(5)

4.2.3 Kekuatan Tarik

Dari proses pengujian tarik didapatkan harga kekuatan tarik material komposit yang disajikan dalam tabel 4.3 & 4.4. Sedangkan hubungan antara fraksi volume serat dengan kekuatan tarik dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Tabel 4. 3. Kekuatan tarik komposit serat pisang anyam

Kekuatan Tarik (MPa)

Vf Tanpa Impak Setelah Impak Penurunan (%)

0% 4,6 2,56 2,04 44

10% 13,72 5,37 8,35 60

20% 18,22 9,92 8,2 45

30% 22,66 26.51 -3,85 16

40% 32,22 28,19 4.03 87

Tabel 4. 4. Kekuatan tarik komposit serat pisang silang

Kekuatan Tarik (MPa)

Vf Tanpa Impak Setelah Impak Penurunan (%)

0% 4,6 2,56 2,04 44

10% 13,15 4,86 8,23 62

20% 17,26 10,56 6,22 36

30% 20,31 20,17 0,14 06

40% 32,73 23,32 9,41 28

4,6

13,72

18,22

22,66

32,22

2,56 5,37

9,92

26,51 28,19

4,6

13,15

17,26

20,31

32,73

2,56

4,86

10,56

20,17 23,32

0 5 10 15 20 25 30 35

0 10 20 30 40 50

Kuat Tarik (MPa)

Fraksi Volume Serat (%)

Linear (Tanpa Impak Anyam) Linear (Setelah Impak Anyam) Linear (Tanpa Impak Silang) Linear (Setelah Impak Silang)

Gambar 4. 3.Hubungan fraksi volume dengan kuat tarik

(6)

Peningkatan fraksi volume serat pelepah pisang menyebabkan naiknya kekuatan tarik baik tanpa impak maupun setelah diimpak. Penyebabnya adalah jumlah serat yang semakin banyak sehingga beban yang diterima oleh masing- masing serat lebih kecil. Selain itu, dengan jumlah serat yang banyak maka matrik mendapat tumpuan yang lebih banyak dari serat yang menyebabkan matrik tidak mudah putus.

4.2.4 Regangan Tarik

Setelah menghitung tegangan tarik selanjutnya menghitung regangan tarik.

Hasil dari perhitungan regangan tarik dapat dilihat pada tabel 4.5 & 4.6 Sedangkan grafik dari regangan tarik dapat dilihat pada Gambar 4.4.

Tabel 4. 5. Regangan tarik komposit serat pisang anyam

Regangan Tarik (mm/mm)

Vf Tanpa Impak Setelah Impak Penurunan (%)

0% 0,0140 0,0112 0,028 2

10% 0,0184 0,0144 0,040 2,17

20% 0,0206 0,0114 0,092 4,46

30% 0,0166 0,0240 -0,0124 74

40% 0,0190 0,0174 0,016 91

Tabel 4. 6. Regangan tarik komposit serat pisang silang

Regangan Tarik (mm/mm)

Vf Tanpa Impak Setelah Impak Penurunan (%)

0% 0,0140 0,0112 0,028 2

10% 0,0218 0,0180 0,038 1,7

20% 0,0108 0,0120 -0,012 -1,1

30% 0,0184 0,0134 0,050 2,7

40% 0,0198 0,0128 0,070 3,5

(7)

Gambar 4. 4. Hubungan fraksi volume dengan regangan patah

Grafik hasil pengujian tarik pada komposit serat pelepah pisang pada Gambar 4.4. menunjukkan regangan tarik komposit serat pisang anyam mengalami penurunan sebesar 0,040 mm pada Vf = 10% menjadi lebih besar pada Vf = 20% 0,092 mm, pada Vf = 30% sebesar 0,0124 mm, dan Vf = 40% 0,016 mm. Pada regangan tarik komposit serat pelepah pisang silang mengalami penurunan variasi fraksi volume Vf = 10% 0,038 mm , pada Vf = 20% 0,012 mm, pada Vf = 30% sebesar 0,050 mm, dan Vf = 40% tetap 0,070 mm.

4.2.5 Modulus Elastisitas

Perhitungan yang terakhir dalam pengujian tarik adalah menghitung modulus elastisitas. Hasil perhitungan modulus elastisitas dapat dilihat pada Tabel 4.7 & 4.8 sedangkan grafik dapat dilihat pada Gambar 4.5.

0,0140

0,0184

0,0206

0,0166

0,0190

0,0112 0,0144

0,0114 0,0240

0,0174 0,0112 0,0180

0,0120

0,0134 0,0128 0,0140 0,0218

0,0108

0,0184

0,0198

0,00 0,01 0,02 0,03 0,04

0 10 20 30 40 50

Regangan Patah ε (mm/mm)

Fraksi Volume Serat (%)

Linear (Setelah Impak Anyam) Linear (Tanpa Impak Anyam) Linear (Setelah Impak Silang) Linear (Tanpa Impak Silang)

(8)

Tabel 4. 7. Modulus elestisitas komposit serat pelepah pisang anyam

Modulus Elastisitas (GPa)

Vf Tanpa Impak Setelah Impak Penurunan (%)

0% 0,328 0,229 0,099 387

10% 0,746 0,373 0,373 384

20% 0,880 0,870 0,010 183

30% 1,365 1,105 0,260 122

40% 1,696 1,620 0,076 183

Tabel 4. 8. Modulus elastisitas komposit serat pelepah pisang silang

Modulus Elastisitas (GPa)

Vf Tanpa Impak Setelah Impak Penurunan (%)

0% 0,328 0,229 0,099 387

10% 0,603 0,270 0,333 552

20% 1,598 0,880 0,718 449

30% 1,096 1,516 -0,420 -383

40% 1,653 1,822 -0,169 -254

Gambar 4. 5. Hubungan fraksi volume dengan modulus elastisitas tarik Secara umum dari grafik hubungan antara modulus elastisitas dengan fraksi volume serta berbagai uraian diatas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa besarnya nilai modulus elastisitas pada komposit serat pelepah pisang resin polyester dengan variasi fraksi volume 0 %, 20 %, 30 % dan 40% grafik terus mengalami peningkatan. Hal ini berarti antara matrik dan serat menyatu sempurna.

0,328

0,746 0,880

1,365

1,696

0,229 0,373

0,870

1,105

1,620

0,328

0,603

1,598

1,096

1,653

0,229

0,270

0,880

1,516

1,822

0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2

0 10 20 30 40 50

Modulus Elastisitas GPa

Fraksi Volume serat (%)

Linear (Tanpa Impak Anyam) Linear (Setelah Impak Silang) Linear (Tanpa Impak Silang) Linear (Setelah Impak Silang)

(9)

4.3 Struktur Mikro Material Komposit

Distribusi serat material komposit dapat dilihat dengan menggunakan foto mikro seperti pada gambar dibawah ini.

4.3.1 Struktur Mikro Material Komposit Serat Anyam

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 4. 6. Struktur mikro material komposit serat pelepah pisang anyam fraksi volume 10% (a), 20% (b), 30% (c), 40% (d).

Hasil foto mikro di atas bisa dijelaskan bahwa serat belum terdistibusi secara merata, hal ini bisa dilihat dari beberapa serat yang masih mengumpul dibeberapa bagian. Pada fraksi volume serat 40% sudah terlihat bahwa serat tersebar merata.

(10)

4.3.2 Struktur Mikro Material Komposit Serat Silang

Dari hasil foto mikro di atas bisa dijelaskan bahwa serat belum terdistibusi secara merata, hal ini bisa dilihat dari beberapa serat yang masih mengumpul di beberapa bagian. Pada fraksi volume serat 40% sudah terlihat bahwa serat tersebar merata.

Gambar 4. 7. Struktur mikro material komposit serat pelepah pisang silang fraksi volume 10% (a), 20% (b), 30% (c), 40% (d).

Referensi

Dokumen terkait

Melakukan sima’ (mendengarkan) qari’ kesayangan lalu kemudian dibacakan secara ber- ulang-ulang, juga bisa dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan tersebut. “Apalagi

Behavioral Changes Correlated with Brainstem Auditory Evoked Response in Term Infants with Moderate Hyperbilirubinemia, J Pediatric 1990 ; 117 : 288-91.. Paludetto R, Mansi

Cara belajar yang meliputi pembuatan jadwal belajar dan pelaksanaannya, membaca buku pelajaran, membuat catatan, mengulang pelajaran dan mengerjakan tugas memiliki

Dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan

Koefisien determinasi sebesar 41,10% menunjukkan bahwa 41,10% perubahan yang terjadi pada ekstensifikasi wajib pajak pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Wilayah

listrik> tr%nsmisi energi listrik> sumber(sumber energi listrik %ltern%ti @term%suk bienergi> berb%g%i up%:% ,%l%m meng&em%t energi listrik> sert%

Tujuan penelitian ini yang hendak di capai adalah mendeskripsikan pengaruh penerapan metode Intervensi Semantik Divergen untuk meningkatkan kemampuan menyebut benda

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu bagian informasi dan sumbangan pemikiran terhadap arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah