• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Proses experiential learning yang dilakukan oleh anggota KWT dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Proses experiential learning yang dilakukan oleh anggota KWT dalam"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

174 BAB VIII

K ESIM PULAN DAN SAR AN

8.1. K esimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pem bahasa n ditarik beberapa kesim pulan, sebagai berikut :

1. Proses experiential learning yang dilakukan oleh anggota KW T dalam optim alisasi pem anfaatan pekaranga n m elalui konsep Kawa san Rum ah Pangan Lestari (KRPL) di Ka bupate n Kulon Progo m engikuti tahapan experiencing (m engalam i), publishing (m em beritahukan), processing (pengola han), generalizing (generalisasi), dan applying (m enerapkan). Hal ini dapat dilihat dari praktek langsung yang dilakuka n oleh anggota KW T dalam budidaya tanam an, ternak, ikan, dan pengolahan m enu B2SA. Selanjutnya anggota KW T m elakukan sharing, terlihat ke tika m ereka saling berba gi pengalam an dalam pena nam an sayuran pa da saat m usim hujan yang ba nyak serangan ham a penyakit sehingga hasilnya tidak baik. Kem udian m ereka m elakukan taha pan processing dengan berdiskusi te ntang kekurangan dan kelebihan dari a pa yang telah dilakuka n. Selanjutnya m ereka m elak ukan tahapan generalizing dengan m enarik dugaan tentang fakta dilapanga n, dalam tahapan ini anggota KW T m enem ukan akar perm asalahannya adalah kelebihan air pada tanam an, kem udia n m ereka m enduga bahwa dengan cara m em buat naungan atau pelindung bagi tanam an aka n m engurangi kelebihan air. Berikutnya anggota KW T m elakukan taha pan applying yaitu m erencanakan cara tersebut untuk diterapkan se bagai tindakan dala m

(2)

m enangani m asa lah. M ereka m em persiapkan sega la hal yang dapa t digunakan untuk m endukung tindakan tersebut.

2. Hasil proses expe riential learning dalam optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep Kawasan Rum ah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupate n Kulon Progo adala h bahwa :

a. Pengetahuan a nggota KW T berada dalam ka tegori sedang yaitu se banyak 97 orang (80,8 persen), artinya anggota KW T telah cukup m engeta hui tentang kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m ela lui konsep KRPL. Hal ini disebabkan karena pengena lan fakta, istilah, dan prinsip kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekaranga n pada pertem uan kelom pok dilakukan dalam wa ktu yang singkat dan selebihnya digunakan untuk praktek, sharing, dan diskusi tenta ng pengalam an dan perm asalaha n yang sedang terjadi. Hasil uji proporsi diperoleh nilai Z hitung sebesar 2,921 le bih besar dari nilai Z Tabel yaitu 1,645, artinya sebagian besar anggota KW T m em punyai penge tahuan ya ng baik setelah m engikuti experiential learning dalam optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep

KRPL.

b. Sikap anggota KW T berada dalam ka tegori ragu-ragu yaitu sebanyak 67 orang (55,8 perse n), artinya anggota KW T ragu-ragu untuk m engikuti sem ua kegiata n optim alisasi pem anfaatan pekaranga n m elalui konsep KRPL. Hal ini dikarenaka n anggota KW T m asih ragu dengan kem am puannya dan waktu luang yang dim ilikinya untuk dapat m elakukan kegiatan optim alisasi pekarangan. Hasil uji proporsi diperoleh nilai Z hitung

(3)

sebesar 8,223 lebih be sar dari nilai Z Tabel yaitu 1,645, artinya se bagian besar anggota KW T m em punyai sikap yang positif setelah m engikuti experiential learning dalam optim alisasi pem anfaatan pekarangan m ela lui

konse p KRPL.

c. Keteram pilan anggota KW T berada dalam kategori sedang yaitu se banyak 104 orang (86,7 persen), artinya ba hwa anggota KW T te lah cukup m am pu m elakukan berbagai kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL se perti budidaya sayuran, bua h, um bi, ternak dan ikan m ulai dari persia pan hingga pe ngolahan pasca pane n, serta pem buatan dan penggunaan pestisida nabati dan juga pupuk organik. Hal ini dikarenakan sharing pengalam an yang dilakukan oleh anggota KW T dalam pertem uan kelom pok kurang terorganisir. Ha sil uji proporsi diperoleh nilai Z hitung sebe sar -4,382 lebih kecil dari nila i Z Tabel ya itu 1,645, artinya seba gian kec il anggota KW T m em punyai keteram pilan yang baik setelah m engikuti expe riential le arning dalam optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL.

d. Perilaku anggota KW T berada dalam kategori kadang-kadang ya itu sebanyak 98 orang (81,7 persen), artinya anggota KW T kadang-kadang m elakukan kegiatan optim alisa si pem anfaatan pe karangan m elalui konsep KRPL. Hal ini dikarenaka n anggota KW T harus m em bagi waktu untuk m engurus pekerjaan rum ah tangga, bekerja di luar rum a h, serta m elakukan kegiatan di dem plot, kebun bibit, dan pe karangan m asing-m asing. Anggota KW T juga berpendapat bahwa m elakukan berbagai budidaya seperti

(4)

tanam an sayuran bukanlah hal m uda h, karena untuk persiapan dan pem eliharaann m em butuhkan waktu lebih. Hasil uji proporsi diperoleh nilai Z hitung sebesar 0,730 lebih kecil dari nilai Z Tabel yaitu 1,645, artinya sebagian kecil a nggota KW T m em punya i perilaku yang baik setelah m engikuti experie ntial learning dalam optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL.

3. Faktor internal dan faktor eksternal yang m em pengaruhi perilaku anggota KW T dalam m elakukan kegiata n optim alisasi pem anfaatan pe karangan m elalui konsep KRPL adalah:

a. M otivasi anggota KW T berada dalam kategori ingin yaitu sebanyak 71 orang (59,2 persen), artinya anggota KW T m em iliki dorongan yang kuat dalam m elakukan kegiata n optim alisasi pem anfaatan pekarangan. Akan tetapi dorongan yang kuat ini be lum didukung de ngan k etersediaan alat pengolahan ha sil pekarangan seperti alat penepung. Beberapa daerah pada saat m usim kem arau juga m asih m engalam i kekurangan air untuk pengem bangan budidaya di pekarangan m asing -m asing.

b. Konsep diri anggota K W T berada da lam kategori ragu -ragu, ya itu sebanyak 102 orang (85 persen, artinya anggota KW T m em iliki konsep diri yang ragu-ragu dalam m engikuti kegia tan optim alisasi pem anfaatan pekarangan karena kurangnya rasa percaya diri akan sesua tu yang telah dim ilikinya untuk digunakan dalam optim a lisasi pekarangan.

c. Luas lahan pekarangan yang dim iliki oleh anggota KW T ada lah sem pit (25-116,7 m2) yaitu sebanyak 111 orang (92,5 persen), artinya bahwa

(5)

dengan lua s lahan terse but anggota KW T tela h berusaha m em anfaatkannya guna m elakuka n budidaya tanam an, ikan, dan ternak.

d. Peran pendam ping term asuk dalam kategori ka dang -kada ng ya itu sebanyak 97 orang (80,8 persen), artinya bahwa pendam ping m em berikan pendam pingan dalam kegiatan optim alisa si pem anfaatan pekaranga n, karena m enurut anggota KW T tidak sem ua kegiatan harus didam pingi.

4. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap perilaku anggota K W T se telah m engikuti experie ntial learning yang dila kukan oleh anggota KW T dalam kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekaranga n m elalui konsep Kawasan Rum ah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupaten Kulon Progo adalah :

a. Keteram pilan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai thitung

sebesar 3,945, artinya sem akin tinggi keteram pilan yang dim iliki a nggota KW T, m aka perilakunya dalam m elakukan ke giatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL akan sem akin baik.

b. M otivasi denga n nilai signifikansi se besar 0,082 da n nilai thitung sebesar 1,752, artinya sem akin tinggi m otivasi ya ng dim iliki anggota K W T, m aka perilaku nya dalam m elakukan kegia tan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL akan sem akin baik.

c. Konsep diri de ngan nila i signifikansi sebe sar 0,002 dan nilai thitung sebesar 3,221, artinya sem akin tinggi konsep diri yang dim iliki anggota KW T, m aka perilakunya dalam m elakukan kegiata n optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL akan sem akin baik.

(6)

d. Luas la han pekarangan dengan nilai signifikansi se besar 0,001 dan nilai thitung sebesar 3,267, artinya sem akin luas lahan pekaranga n ya ng dim iliki anggota KW T, m aka perilakunya dalam m elakukan kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL akan sem akin baik.

e. Peran pendam ping denga n nilai signifika nsi sebe sar 0,013 dan nilai thitung sebesar 2,523, artinya sem akin tinggi peran pendam ping, m aka perilaku anggota KW T dalam m elakukan kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL akan sem akin baik.

5. Dam pak yang dirasaka n anggota KW T setelah m engikuti experiential learning dalam optim alisasi pem anfaatan pekaranga n m elalui konsep

Kawasan Rum ah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupa ten K ulon Progo dapat dilihat dari :

a. Segi ekologi, ya itu anggota KW T te lah m erasakan bahwa w ilayah tem pat tinggalnya m enjadi ram ah lingkungan, m eskipun kegiatan yang dila kukan belum m aksim al. Hal ini dikarena kan anggota telah m endaur ulang lim bah sebagai m edia pem bibitan, m em anfaatkan sisa kotoran ternak untuk pem buatan pupuk organik, dan m em anfaatkan tanam an dilingkungan sekitar untuk m em buat pestisida nabati.

b. Segi ekonom i, ya itu anggota KW T telah m erasakan bahwa ke giatan optim alisasi pekarangan dapa t sedikit m engurangi pengeluaran harian dan m enam bah pendapatan rum ah tangga. Hal ini dikarenaka n keperluan konsum si rum ah tangga dapat diperole h dari pekarangan sendiri dan ha sil

(7)

pekarangan juga dapat dijual ba ik secara m entah m aupun tela h diolah sehingga m enjadi barang yang m em iliki nilai lebih tinggi.

c. Segi sosia l, yaitu a nggota KW T telah m erasakan ba hwa ke giatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan dapa t m em pererat hubungan atau interaksi baik antar anggota keluarga, anggota KW T, m aupun m asyarakat sekitar. Hal ini dikarenakan adanya keterlibatan a nggota ke luarga yang ikut dalam pem anfaatan pekarangan rum ahnya, keterliba tan anggota K W T dan m asyarakat sekitar dalam persiapan dem plot dan kebun bibit kelom pok/de sa, serta m asyarakat sekitar dapat m enerim a ke giatan optim alisasi pekarangan de ngan baik.

8.2. Saran

Berdasarkan hasil dan pem bahasan serta kesim pula n tersebut di atas, m aka dirum uskan be berapa saran dalam penelitian ini, sebagai berikut:

8.2.1. Bagi K ebijakan Pemerintah

1. M otivasi anggota KW T berada dalam kategori ingin atau a nggota KW T m em iliki dorongan yang kuat da lam m elakukan kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekarangan dan berpengaruh terhadap perilakunya.

Nam un, perilaku anggota KW T dalam optim alisasi pekaranga n m asih berada dalam kategori kada ng-kada ng. Oleh karena itu, perlu ke bija kan pem erintah dalam pengadaan infrastruktur pe ndukung, seperti ala t pengolahan hasil pekarangan, bantua n pem asaran hasil, da n irigasi lahan pe karangan, sehingga akan m endukung kegiatan yang tengah dijala nkan. Hal ini m engingat bahwa m otiva si a nggota KW T terkait

(8)

dengan keinginan m em peroleh bantuan sarana atau m odal dan juga teknologi baru untuk m engem bangkan ola han pangan sa ngat tinggi.

Dengan dem ikia n, anggota KW T dapat m engem bangkan usaha ola han pangan sehingga akan lebih m em bantu perekonom ian keluarga.

2. Dam pak yang dirasakan anggota KW T dari se gi ekologi terbukti m em bawa pengaruh positif ba gi kehidupan m ereka. Hal ini dapa t dilihat pada pengolahan lim bah rum ah tangga yang telah dilakukan secara sederhana oleh anggota KW T. Oleh karena itu, perlu adanya kebija kan pem erintah m engenai pem bentukan unit pengolahan lim bah rum ah tangga ba ik sam pah organik m aupun anorgan ik, sehingga akan m em bantu m engurangi pencem aran lingkungan.

3. Dam pak yang dirasa kan anggota KW T dari se gi ekonom i terbukti bahwa dengan kegiatan optim alisasi pem anfaatan pekaranga n m elalui konse p KRPL, m ereka dapa t m enjual hasil pe karangan baik dalam bentuk m entah m aupun ola han sehingga dapa t m enam bah pem asukan keluarga. Ole h karena itu, perlu ada nya kebijaka n pem erintah m engena i pem bentukan koperasi Kelom pok W anita Tani untuk m em bantu m em perlancar pem asaran hasil olahan pangan dari pekarangan, sehingga akan m eningkatka n pendapa tan anggota KW T.

(9)

8.2.2. Bagi Penyuluh

1. Keteram pilan anggota KW T dalam m enye lesaika n pe nanam an berbaga i m acam sayuran dan buah-buahan denga n waktu yang singkat m asih berada pada tingkat rendah atau tida k m am pu. Oleh karena itu, pendam ping harus lebih m em perhatikan prakte k yang dila kukan oleh anggota KW T sehingga a kan m em bantu m eningkatkan kem am puan nya dalam hal kom ponen kecepatan.

2. M otivasi anggota K W T dalam hal keinginannya agar pendapat atau ide - ide yang dikem ukaka n di tengah kelom pok se lalu diperhatikan m asih berada pada tingkat ragu-ragu. Oleh karena itu, pendam ping harus m em berikan dorongan atau sem angat agar sem ua anggota KW T lebih berani dalam m engungkapkan penda pat dan idenya, sehingga a kan tercipta suasana yang partisipatif da n m am pu m encari solusi perm asalahan sendiri.

3. Konsep diri a nggota KW T terkait dengan pernya taan bahwa anggota KW T m em iliki cara berpikir yang ba ik dalam m elakukan kegia tan optim alisasi pem anfaatan pekaranga n m asih berada pada tingka t ragu- ragu. Oleh karena itu, pendam ping harus m em upuk ra sa percaya diri anggota KW T dalam m enilai dirinya sendiri se hingga m ereka yakin akan segala sesuatu yang dim ilikinya dapat digunakan dalam kegia tan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL.

4. Peran pendam ping da lam hal m enga jak sem ua anggota K W T secara bersam a-sam a agar ikut terlibat pada kegiatan yang dilakukan di

(10)

dem plot m aupun kebun bibit m asih berada da lam tingka t jarang. O leh karena itu, pendam ping harus lebih m enggerakkan par tisipa si anggota KW T dengan cara m engajak m ereka agar terlibat dalam setiap kegia tan sehingga keikutsertaan tidak hanya berasal dari kem auan diri se ndiri tetapi juga ada dorongan atau aja kan pihak luar. Denga n dem ikian, anggota KW T aka n lebih rajin da lam m elakukan kegia tan optim alisasi pem anfaatan pekarangan. Secara keseluruhan, disaranka n bahwa perlu adanya peningkatan peran pendam ping sebagai edukator, analisator, konsultan, dan organisator dengan m enam bah intensitas pertem uan a tau m engoptim alkan kegia tan pertem uan yang telah berlangsung sehingga anggota KW T akan berperilaku lebih ba ik dalam m elakukan kegia tan optim alisasi pem anfaatan pekarangan m elalui konsep KRPL.

5. Luas lahan pekarangan yang dim iliki oleh anggota KW T berada dalam kategori sem pit, ole h karena itu pe ndam ping harus m em bantu m em berikan arahan dan solusi terkait m odel budida ya yang dilakukan oleh anggota KW T, m isalnya budidaya ta nam an dilakukan secara vertikultur seperti m odel ga ntung, tem pel, tega k, dan rak dengan m enggunaka n pot/polibag sehingga akan m em inim alka n penggunaan lahan dan m em aksim alkan produksi.

6. M etode experiential learning atau belajar berdasarkan pengalam an, harus te tap m elibatka n pendam ping. Oleh karena itu, pendam ping harus lebih rajin dalam m enghadiri setiap pertem ua n yang dilakukan

(11)

kelom pok sehingga perila ku anggota dalam m elakukan optim alisasi pekarangan m elalui konsep KRPL akan sem akin baik.

7. Dam pak yang dirasa kan anggota KW T dari se gi ekonom i terbukti m em berikan pengaruh positif yaitu m am pu m engurangi pengeluara n untuk konsum si pangan harian. Ole h karena itu, pendam ping diharapkan lebih m em perhatikan aspek kebutuhan pangan keluarga dan potensi apa saja yang dapa t dikem bangka n agar pengeluaran konsum si pangan untuk ke luarga sem akin berkurang.

Referensi

Dokumen terkait

Indikator yang baik digunakan untuk titrasi asam asetat dengan NaOH adalah fenolftalein (PP) dengan trayek pH = 8,2-10,0 (Rahayu, 2011) yang akan mengalami perubahan warna

Umur bibit tidak berpengaruh nyata terhadap persentase tanaman betina, sedang perlakuan pemotongan akar pada varietas Dampit menunjukkan bahwa persentase tanaman betina

Penyusunan Metodologi dan Kerangka Kerja Persiapan teknis yang perlu dilakukan adalah penjelasan oleh Ketua Tim mengenai penyamaan persepsi dan standar yang dipakai antara Ketua

Hasil tugas akhir ini adalah sebuah dokumen tata kelola berbasis service operation pada ITIL V3 dalam pemeliharaan layanan Aplikasi Manajemen Surat pada PT PLN

Korištenjem programskog paketa Matlab i alata za rješavanje diferencijalnih jednadžbi ode45 ( eng. Ordinary Differential Equation – hrv. obične diferencijalne jednadžbe )

Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas. Objek penelitian sosiologi pendidikan adalah

Berdasarkan dari hasil penilaian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Moodle sebagai media pembelajaran untuk mata pelajaran simulasi digital ini

Hal ini menunjukan bahwa pemberian kulit daging buah kopi fermentasi MOL yang dicampur dengan pakan basal dalam bentuk pelet tidak berpengaruh nyata terhadap