• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

4.1.1 Sejarah Perusahaan

Go-Jek adalah jasa transportasi menggunakan kendaraan roda dua (motor) dan bisa disebut ojek. Go-Jek sebenarnya dibangun sejak tahun 2011 lalu, namun belum banyak orang yang tahu. Karena saat itu konsumen yang ingin menggunakan jasa Go-Jek hanya bisa memesan via telepon atau SMS. Kini setelah merilis aplikasi Go-Jek di smartphone berbasis Android & iOS, pengguna Go-Jek pun langsung berkembang pesat, karena konsumen bisa dengan mudah memesan layanan ojek tanpa perlu repot-repot lagi mendatangi pangkalan ojek.

PT. Go-Jek Indonesia dibentuk pada bulan Maret tahun 2010 sebagai perusahaan swasta lokal sebagai jasa layanan ojek motor di Indonesia. Ide dari seorang Nadiem Makarim, ini muncul karena kemacetan kota Jakarta yang sebagian orang memilih ojek sepeda motor sebagai moda transportasi agar tidak terlambat sampai di tempat tujuan.

Perusahaan revolusi industri penyedia jasa layanan transportasi menggunakan armada Ojek Motor yang menggabungkan transportasi ojek dengan IT (teknologi informasi) sehingga berbasis sistem transportasi online. Januari tahun 2015, PT.Go-Jek resmi meluncurkan aplikasi untuk pesan ojek yaitu Go- Jek. Aplikasi yang tersedia untuk sistem operasi Android dan iOS ini memungkinkan pengguna memesan jasa ojek melalui smartphone.

Dengan semboyan “An Ojek For Every Need”, Go-Jek membuat suatu sistem transportasi online yang bisa di akses melalui mobile app. Go-Jek berbasis di Jakarta ini memiliki 10.000 mitra pengendara ojek yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Bali dan Makassar. Selain jasa Go-Ride, Go- Jek juga menawarkan layanan Go-Send, Go-Food, Go-Box, Go-Mart, Go-Life:

Go-Clean, Go-Glam, dan Go-Massage, Go-Busway dan layanan yang terbaru

adalah Go-Tix.

(2)

4.1.2 Corporate Profile PT.Go-Jek Indonesia Visi

Membantu memperbaiki struktur transportasi di Indonesia, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti pengiriman dokumen, belanja harian dengan menggunakan layanan fasilitas kurir, serta turut mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Indonesia.

Misi

1. Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi yang baik dengan menggunakan kemajuan teknologi.

2. Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada pelanggan.

3. Membuka Lapangan Kerja selebar-lebarnya bagi masyarakat Indonesia.

4. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.

5. Menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak yang terkait dengan usaha ojek online.

Landasan Utama PT.Go-Jek Indonesia

(3)

Innovation

Pengembangan dalam berbagai lini perusahaan terus dilakukan untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, mobile app akan menjadi inovasi dan kado terbaik untuk memudahkan pelanggan dalam menggunakan layanan Go-Jek.

Speed

Di masa yang serba dinamis dan persaingan yang ketat, kecepatan merupakan satu komponen penting dalam berbagai kebutuhan. Dengan persebaran supir ojek di sekitar anda, sudah pasti kami masih menjadi yang terdepan dalam kecepatan.

Social Impact

Kami percaya bahwa kemajuan perusahaan akan berbanding lurus dengan dampak sosial positif yang akan didapat oleh para supir ojek kami, sehingga akan memberikan peningkatan dari tidak hanya dari sisi sosial dengan terangkatnya derajat supir ojek tapi juga akan memberikan peningkatan dari sisi ekonomi para supir ojek yang tergabung di Go-Jek.

Penghargaan

- Smarties 2015 Global Enabling Technology Company - Indonesia Cellular Award 2015

- Anugerah Seputar Indonesia 2015 Wirausaha Kreatif - Selular ID Best Local App World 2015

- First prize in Global Entrepreneurship Program Indonesia (GEPI) Businness Competition

- 2011 “Empowerment Award” from Dompet Dhuafa, Indonesia’s Leading Philanthropy Organization

- MNC Business Channel “Narasumber Paling Inspiratif” 2012

- BNI Shariah “Hasanah”Award 2014

(4)

4.1.3 Logo Perusahaan

4.1.4 Struktur Organisasi PT. Go-Jek Indonesia

4.1.5 Produk dan Jasa Layanan Go-Jek

(5)

4.2 Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian yang dilakukan di PT. Go-Jek Indonesia diketahui bahwa aktifitas mobile direct marketing yang dilakukan dalam kegiatan penjualan jasa untuk berkomunikasi dengan konsumen (potensial konsumen) dengan cara yang personal dan individual, dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, untuk menstimulasi pembelian langsung yang terukur.

Komponen mobile direct marketing sudah terpenuhi yaitu adanya faktor akses (accessibility) yang ingin didapat dengan menggunakan beberapa saluran atau media sebagai ‘kendaraan’ untuk mencapai target konsumen melalui penyampaian dengan cara-cara tertentu, menggunakan media saluran yang tepat dan memenuhi permintaan konsumen dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dari segi pengadaan jumlah driver – driver ojek maupun kenyamanan konsumen melakukan pembelian produk/jasa dan dengan biaya yang dikeluarkan.

Semua kegiatan dapat dilihat dari hasil wawancara dengan narasumber sebagai berikut:

4.2.1 Accessibility

Dari kegiatan mobile direct marketing yang dilakukan oleh PT. Go-Jek

Indonesia terhadap aktifitas penjualan jasa ojek online diketahui accessibility

(6)

yang didapat melalui aktifitas pemasaran langsung seperti mendapatkan konsumen baru, mendapatkan repeat order, dan tingkat efektifitas pemasaran online dan response konsumen yang dapat dilihat dari hasil wawancara dengan narasumber sebagai berikut:

Bapak Michaelangelo Moran (CO-Founder & Brand Director):

“Hmm memang ada sih kita ada masalah dengan apps itu kan masih baru banget tapi waktu itu kita dapat rating 4.5, pokoknya di atas 4.5 dari 5 itu dari ratingnya apps store sama Google apps, iOS, kebanyakan mungkin dalam 10 pengalaman dari ini apps nya 9 selalu positif, mungkin 1 yang negatif.

Mungkin ada masalah dengan order atau apa, jadinya memang positif banget terus mereka suka referral sistemnya sampai me-retweet atau post di Facebook.”

Ibu Pingkan Irwin (Vice President Marketing):

“Efektif sih sejauh ini sejak diluncurkan pada bulan Januari 2015 ada 7,5

juta orang yang men-download aplikasi Go-Jek dari target yang ditentukan

sebelumnya 1 juta setahun. Respon dari masyarakat cukup bagus sehingga

produktivitas ojek yang tadinya 3-4 order/hari sekarang bisa 4-8 order/hari,

produk yang di order yang tadinya hanya transport saja, sekarang semua layanan

Go-Jek banyak yang order, jam pemesanan atau order biasanya hanya rush hour

saja, sekarang bisa setiap hari bahkan akhir pekan.”

(7)

Gambar 4.1 Jumlah Unduhan Aplikasi Sumber: Data PT. Go-Jek Indonesia 4.2.2 Personalization

Telepon genggam pada umumnya hanya dipakai oleh satu individu tertentu. Selain itu, konsumen dapat memilih untuk tidak bereaksi terhadap mobile direct marketing. Karena sifat ini maka mobile direct marketing dapat digunakan sebagai pendukung dan penyeimbang bagi kegiatan direct marketing lain. Pesan yang disampaikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen (customize).

Saluran atau media yang digunakan dalam aktifitas mobile direct

marketing untuk dapat melakukan proses pertukaran komunikasi perusahaan

menggunakan media mobile digital yaitu smartphone, dan media sosial seperti

Facebook, Twitter, Instagram, dan juga Youtube yang dapat dilihat dari hasil

wawancara dengan narasumber sebagai berikut:

(8)

Bapak Michaelangelo Moran (CO-Founder & Brand Director):

“Ada banyak alasan. Satu kalau dari sisi proses ordering jauh lebih bagus pakai mobile app, tidak usah pakai telepon ke dispatch sistem ke driver. Bisa tracking drivernya, bisa telepon, bisa mengetahui gambar/foto driver.

Gambar 4.2 Contoh tampilan Tracking Driver dan ads Instagram Kedua skill ability, jadinya kalau kita mau expand ke kota-kota lain, kalau kita nga ada mobile app musti bikin call center untuk angkat teleponnya, tadinya kita harus bikin satu nasional call center disini untuk terima order dimana-mana, tapi kelihatannya kalau kita bikin satu app, jadinya bisa untuk ke kota-kota dimana-mana. Kalau kita mau bikin layanan Go-Jek untuk available di kota-kota lain kita cuma bikin operational center aja, jadi hanya untuk recruit drivernya saja.

Ketiga, referral systemnya waktu kita baru bikin Go-Jek, bahwa saya

kasih kamu Rp.50.000 lewat mobile app-nya, nah di walletnya ada referral code,

coba kamu bilang ya okelah, tapi aku kasih kamu Rp.50.000, sekarang kamu kan

nga ada it’s no lose situation kan pasti oh ya udah, aku dikasih Rp.50.000 pas

(9)

anda coba dikasih balik Rp.50.000 and kita nga taruh limit untuk referral sistemnya jadi kamu bisa kasih kode itu kemana aja.

Gambar 4.3 Contoh tampilan Referral Code

Mmm, dari mobile app-nya sendiri, juga kita pikirin layanannya juga jadinya kalo kita udah ada Go-Jek app-nya sama kita udah ada driver – driver- nya dimana-mana. Gara-gara itu di dalam satu mobile app itu kita bisa bikin Go- Food, Go-Mart sekarang, Go-Box, nah kayak gitu-gituan kalo nga kita ada mobile app-nya kita nga bisa bikin layanan itu kan jadinya untuk pilih-pilih menu yang online kayak gitu dispatch sistemnya semua bisa digabungin. I think untuk mobile app-nya jauh viral reality nya jauh lebih bagus karena orang-orang bisa share di Facebook, bisa share di Instagram oh aku baru coba mobile app ini coba deh download.

Ibu Pingkan Irwin (Vice President Marketing):

“Dari awal sebenarnya via social media yang pasti kita lebih ke digital sih.

Kalau dari awal memang Go-Jek itu mulai ketika aplikasinya itu di launch bulan

Januari 2015. Sebenarnya Go-Jek sendiri udah 5 tahun perusahaannya tetapi

aplikasinya itu baru launch bulan Januari ini. Ketika aplikasinya itu diluncurkan

(10)

hmm, kita memang pakai Word of Mouth yang lebih kayak referral code. Kalau dari sisi yang offline kita mengandalkan dari branding di jaket dan helm para driver-driver. Social media yang digunakan saat ini Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube.”

(11)

Gambar 4.4 Contoh Penempatan Media/Saluran 4.2.3 Location Awareness

Perangkat telepon genggam terhubung dengan jaringan layanan sehingga memungkinkan lokasi fisik dari pemakai dapat diketahui. Dalam banyak hal, sering kebutuhan dan keinginan konsumen berubah mengikuti keberadaan konsumen itu.

Cara penyampaian pesan kepada konsumen yang bisa menarik perhatian, membangkitkan ketertarikan konsumen baik itu berupa lisan maupun tulisan maupun visual sehingga menghasilkan tindakan pembelian melalui penggunaan media website perusahaan, promo-promo produk melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan juga Youtube sesuai dengan informasi dari pernyataan narasumber sebagai berikut:

Bapak Michaelangelo Moran (CO-Founder & Brand Director):

“Primary via social media; Twitter, Facebook, but the organic download is growing a lot bigger through word of mouth now, everyone is Twitting about their experience with Go-Jek, we having average customer rating 4.4 stars. We are quite surprise to see that because we just start it and basically people talked

“How did you get it?”, “How did you cut the traffic?”,”How did you get the

food?” , Oh by Go-Jek.”

(12)

Gambar 4.5 Contoh WoM Instagram dan Twitter

(13)

Gambar 4.6 Contoh Promo melalui Website dan Media Sosial

(14)

Ibu Pingkan Irwin (Vice President Marketing):

“Dengan online sangat terukur banget dibandingin offline itu benar-benar matriksnya jelas banget karenakan kita memang memakai iklan di Facebook, semua digital ads, Google, Youtube, Instagram, Twitter juga semuanya pakai dan itu semua matriksnya sudah ketahuan sih disitu, jadi misalnya kayak kita spend- nya berapa, hasil klik-nya berapa banyak, hasil install-nya berapa, semuanya udah terukur terukur disitu yang dilakukan oleh tim digital Go-Jek.”

Gambar 4.7 Chart Unduhan Aplikasi Go-Jek Sumber: Data PT. Go-Jek Indonesia

4.2.4 Immediate Action

Satu hal lagi yang sangat menonjol dari mobile direct marketing ini adalah konsumen dimampukan untuk segera memberikan reaksi. Berbeda dengan iklan, konsumen harus menyediakan waktu dan usaha sendiri untuk bereaksi terhadap penawaran dari pemasaran. Di mobile marketing cukup dengan membalas SMS atau bereaksi terhadap aplikasi yang digunakan dengan sebatas tombol saja.

Tindakan atau eksekusi dari perusahaan untuk membuat konsumen senang

(15)

dengan memperhatikan kemampuan perusahaan atas ketersediaan driver – driver ojek, kenyamanan proses pembelian, dan pricing sesuai dengan informasi dari pernyataan narasumber sebagai berikut:

Kapasitas

Bapak Michaelangelo Moran (CO-Founder & Brand Director):

“It’s been greater than we ever expected the market response is incredible positive, people are emotionally connecting to Go-Jek app. Every single driver has Android app, with their app on it they can receive the orders. Our driver now around 10,000 at Jabodetabek of course all of them using Android app jadi bisa memberikan dan memenuhi orderan customer setiap harinya more less than 60 until 70% customer Go-Jek.”

Ibu Pingkan Irwin (Vice President Marketing):

“Kami memobilisasikan ojek menuju dunia “smartphone” bahkan

“mobile banking”. Semua driver kami dilengkapi dengan perangkat Android.

Saat ini sudah tersebar driver kurang lebih 10,000-an di seluruh Jabodetabek yang bisa melayani setidaknya 70% pelanggan Go-Jek.

Gambar 4.8 Jumlah Driver Go-Jek

Sumber: Data PT. Go-Jek Indonesia

(16)

Kenyamanan

Bapak Michaelangelo Moran (CO-Founder & Brand Director):

“Ordernya lebih gampang, transparan pricingnya karena bisa tahu terlebih dahulu sebelum order, bisa tracking drivernya. Saya mengamati cukup banyak karyawan, mahasiswa, maupun pelajar yang di peak-hour menggunakan layanan Go-Jek untuk saving time ke tempat tujuan sehingga currency-nya tidak lagi uang namun waktulah yang berharga dan Go-Jek memberikan kenyamanan dengan rata-rata waktu kedatangan driver 15 menit. Oo iya one more thing that layanan transportasi Go-Jek diseluruh Indonesia diasuransikan oleh Allianz.”

Ibu Pingkan Irwin (Vice President Marketing):

“Semua driver kami dilengkapi dengan perangkat Android, yang digunakan untuk mencari driver terdekat dan meminimalisir waktu layanan. Rata – rata waktu penyelesaian tugas 60 menit, rata – rata waktu kedatangan driver 15 menit, dan rata – rata waktu pengiriman tugas 40 detik.”

Biaya

Bapak Michaelangelo Moran (CO-Founder & Brand Director):

“Seperti yang sudah dijelaskan dan yang diketahui, bahwa biaya atau ongkos Go-Jek sangat transparan, ketika order biaya akan muncul sesuai dengan jarak tempuh yang tidak kurang atau pun lebih dari 25 km. Umm, untuk wilayah Jabodetabek bisa menikmati layanan Go-Ride dengan tarif datar Rp.15.000 tanpa tarif rush hour. Bahkan kami sering melakukan promo misal ketika season Ramadhan, promo ceban (sepuluh ribu) kemana saja area Jabodetabek. Saya rasa biaya sangat sangat terjangkau.

Ibu Pingkan Irwin (Vice President Marketing):

“Terjangkau, sangat-sangat terjangkau Rp. 15.000 untuk Go-Ride sendiri

diperpanjang per November ini sejak promo September hingga Oktober kemarin.

(17)

Sedangkan untuk Go-Send dikenakan tarif Rp. 2.500 per kilometer dengan minimum Rp. 15.000 dan jarak maksimum 25 km untuk wilayah Jabodetabek.”

Gambar 4.9 Contoh Biaya di Go-Jek app dan Website 4.3 Pembahasan

Analisis pengolahan data dari hasil wawancara akan dijelaskan kembali dalam konteks yang lebih luas. Pada bagian ini peneliti akan menambahkan teori – teori atau konsep lain untuk mendukung hasil penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan dengan narasumber dan melakukan pengamatan, peneliti mencoba untuk mendeskripsikan data – data tersebut secara kualitatif.

Direct marketing adalah suatu hubungan langsung kepada konsumen yang

sudah ditetapkan secara rinci untuk mendapatkan suatu tanggapan yang cepat dan

membangun suatu hubungan dengan pelanggan secara terus – menerus atau

hubungan yang berkelanjutan, untuk itu ada beberapa komponen penting dalam

(18)

melakukan kegiatan dari direct marketing dan tidak dapat terpisahkan sebagai syarat untuk memenuhi tujuan kegiatan secara keseluruhan:

Terrence A.Shimp, Blench & Blench, Philip Kotler

Objective

a. Permintaan b. Pembelian c. Dukungan

Media

Bentuk Pendekatan Media:

One Step Approach: Pendekatan melalui media dengan penggunaan:

a. Nomor telepon bebas pulsa.

b. Amplop balasan bebas perangko.

Two Step Approach: Pendekatan melalui beberapa media seperti:

a. Telemarketing b. Direct mail c. Direct respon TV d. Katalog

e. Face to Face f. Internet

g. Media alternatif

Creative

Cara penyampaian penggunaan:

a. Kata atau kalimat b. Tampilan

Fulfillment

Tindakan pemenuhan permintaan konsumen berhubungan dengan distribusi:

a. Kapasitas

b. Kenyamanan

c. Biaya

(19)

Hasil Pembahasan

Objective Media Creative Fulfillment

a. Mendapatkan konsumen baru.

b. Mendapatkan repeat order.

c. Tingkat efektifitas pemasaran online dan response konsumen.

Bentuk Pendekatan Media:

Two Step Approach:

Pendekatan melalui beberapa media seperti:

a. Internet, web perusahaan.

b. Media alternatif;

social media, mobile digital (smartphone).

Cara

penyampaian penggunaan:

Internet website perusahaan dan juga social media, smartphone dikelola dan dikembangkan oleh tim Digital Analysist dan IT, mulai dari tampilan konten, konteks, FAQ, informasi produk dan pemesanan produk/jasa, promo produk/jasa.

Tindakan pemenuhan permintaan konsumen berhubungan dengan distribusi:

a. Ketersediaan driver – driver ojek.

b. Kenyamanan bertransaksi selama melakukan ordering atau pembelian melalui mobile app setiap saat dan waktu.

c. Biaya yang transparan.

Objective, tujuan dari direct marketing (pemasaran langsung) sesuatu apa

yang diharapkan untuk dicapai dalam melakukan aktivitas pemasaran langsung ke

konsumen. Menurut Terrence A.Shimp, Blench & Blench, Philip Kotler dalah

segala sesuatu yang berhubungan dengan respon atau inquiries, pembelian

maupun dukungan hal ini menjadi komponen penting dalam melakukan

(20)

pemasaran langsung tidak hanya sekedar hasil jangka pendek tetapi juga untuk hubungan jangka panjang.

Dari hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan peneliti mendapatkan jawaban bahwa objectives dari aktifitas mobile direct marketing yang dilakukan oleh PT. Go-Jek Indonesia terhadap aktifitas penjualan jasa untuk mendapatkan konsumen baru, repeat order, dan juga tingkat efektifitas pemasaran online dan response konsumen sudah sesuai dengan komponen direct marketing yaitu mendapatkan permintaan, pembelian dan dukungan.

Media, sebagai ‘kendaraan’ untuk mencapai target audiens untuk dapat menyampaikan pesan dengan berkomunikasi kepada target konsumen melalui media menurut Terrence A.Shimp, Blench & Blench, Philip Kotler ada dua pendekatan:

1. One Step Approach, satu bentuk media pemasaran langsung, contoh menggunakan katalog, direct mail, direct response TV dengan menggunakan no telepon bebas pulsa dan amplop balasan bebas biaya perangko.

2. Two Step Approach, menggunakan beberapa media pemasaran langsung seperti penggunaan telemarketing untuk melakukan screening kemudian menggunakan media lain untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Dari hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan peneliti

mendapatkan jawaban bahwa media dari aktifitas mobile direct marketing yang

dilakukan oleh PT. Go-Jek Indonesia terhadap aktifitas penjualan jasa komponen

pendekatan media yang digunakan adalah two step approach menggunakan

bentuk media Internet (website perusahaan) dan media alternatif; social media,

mobile digital (smartphone).

(21)

Creative, cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan pemasaran kepada audiens, menurut Terrence A.Shimp, Blench & Blench, Philip Kotler menggunakan kalimat dan tampilan menarik, dari hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan peneliti mendapatkan jawaban bahwa cara creative yang digunakan dalam melakukan aktifitas mobile direct marketing melalui saluran atau media yang digunakan Internet (website) perusahaan dan juga social media, smartphone dikelola dan dikembangkan oleh tim Digital Analysist dan IT, mulai dari tampilan konten, konteks, FAQ, informasi produk dan pemesanan produk/jasa, promo produk/jasa sehingga menjadi media interaktif.

Pada komponen creative yang dilakukan oleh tim Digital Analysist dan IT sudah sesuai dengan creative direct marketing yaitu penggunaan kata atau kalimat dan tampilan yang menarik sehingga terjadi proses komunikasi yang baik dan terjadinya proses pembelian produk/jasa.

Fulfillment, tindakan atau eksekusi pemenuhan dari perusahaan atas permintaan atau pembelian produk/jasa oleh konsumen yang mencakup kapasitas, kenyamanan, dan biaya. Dari hasil penelitian dan wawancara yang telah dilakukan peneliti mendapatkan jawaban bahwa fulfillment dalam memenuhi permintaan konsumen, PT. Go-Jek Indonesia menambahkan driver – driver ojek untuk kenyamanan mendapatkan driver yang terdekat dengan jarak tempat konsumen berada dan meminimalisir waktu layanan, melakukan proses ordering setiap saat, dimana saja dan kapan saja dengan pricing yang sangat terjangkau.

Pada komponen fulfillment yang dilakukan PT. Go-Jek Indonesia sudah sesuai dengan memperhatikan bagaimana kenyamanan, kapasitas dan biaya dalam melakukan aktifitas pemasaran langsung dalam bentuk tindakan pemenuhan atas permintaan pembelian produk/jasa.

Selain hasil wawancara dengan narasumber, penulis juga melakukan

wawancara dengan lima responden untuk mengecek balik derajat kepercayaan

suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda sesuai

dengan informasi dari pernyataan responden sebagai berikut:

(22)

Accessibility, secara keseluruhan menunjukkan kemudahan dan tergantung provider yang konsumen pakai sehingga bisa dan dapat menerima dengan cepat

pesan mobile marketing dan responden merasa mudah melakukan pembelian produk/jasa dan dengan biaya yang dikeluarkan.

Personalization, pesan mobile marketing sangat bermanfaat menurut tiga dari lima responden menyatakan motivasi yang berbeda yang membuat pemasaran mobile personal bermanfaat bagi mereka, sedangkan dua responden menyatakan

kekhawatiran tentang mobile marketing dan menggaris bawahi pentingnya izin dan privasi di personalisasi mobile marketing.

Location awareness, semua responden sepakat bahwa kegunaan mobile marketing memiliki dampak positif pada sikap mereka terhadap hal itu, dan

mereka lebih terbuka untuk kegiatan pemasaran mobile. Mereka bisa mengakses dimana saja dan kapan saja sesuai dengan kebutuhan mereka.

Immediate action, semua responden menyetujui bahwa informasi dari

pemasaran mobile meningkatkan nilai aktivitas pemasaran untuk mereka. Dari

mobile direct marketing ini adalah konsumen dimampukan untuk segera

memberikan reaksi, misal cukup dengan membalas SMS atau bereaksi terhadap

aplikasi yang digunakan dengan sebatas tombol saja.

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan Bahan Makanan Campuran.. BABAN DfiT MATIODE

Perlu dilakukan penelitian irigasi defisit dengan jenis tanaman yang sama dan varietas unggul (yang berbeda) untuk menentukan jumlah kebutuhan air irigasi

Gerhana bulan, terjadi karena posisi matahari, bulan dan bumi terletak pada satu garis lurus sehingga bulan tertutup oleh bayangan bumi3. Gerhana matahari, terjadi karena

(9) Unhas harus menjalankan proses pembelajaran yang mampu menghasilkan lulusan berkualitas dan relevan serta sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan masing-masing

Tabung berisi media pengayaan selektif dengan konsentrasi ganda [5.2.1 a] atau konsentrasi tunggal [5.2.1 b] yang diinkubasikan sesuai 9.2.2, dianggap positif, jika tabung

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji penampilan tanaman dari kebun benih Parungpanjang, dan untuk mengetahui produktivitas tegakan pada beberapa jarak tanam di 4 lokasi

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan penelitian dan skripsi yang berjudul :“Pengaruh Struktur Modal, Profitabilitas,

1. Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan USBN dilakukan oleh kementerian, dinas pendidikan provinsi, LPMP, dan dinas pendidikan kabupaten/kota sesuai tugas