• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

ASEAN adalah singkatan dari Association of Southeast Asia Nations atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan perhitungan bangsa asia tenggara, merupakan organisasi geopolitik dan ekonomi yang anggotanya dari negara di wilayah asia tenggara. ASEAN berdiri pada tanggal 8 agustus 1967 di kota Bangkok, Thailand. Anggota ASEAN sekarang menjadi sepuluh negara salah satunya adalah Indonesia sebagai negara pendiri. Fungsi ASEAN adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosisal dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.

Dalam rangka mewujudkan pembentukan zona perdagangan bebas ini, negara ASEAN sepakat menghapus hambatan hambatan perdagangan secara bertahap, guna membentuk pasar yang lebih bebas diantara sesama negara anggota. Termasuk didalamnya penurunan tarif bea cukai atas barang-barang yang diperdagangkan oleh anggota ASEAN, dan penghapusan kuota dan hambatan non tarif arus barang impor dari sesama negara anggota ASEAN. Namun negara anggota ASEAN masih diperkenankan untuk mengatur sendiri tarif bea masuk barang impor dari negara negara non ASEAN.

AFTA (Asean Free Trade Area) adalah bentuk dari kerjasama perdagangan dan ekonomi di wilayah ASEAN yang berupa kesepakatan untuk menciptakan situasi perdagangan yang seimbang dan adil melalui penurunan tarif barang perdagangan dimana tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0 – 5%) maupun hambatan non tarif bagi negara-negara anggota ASEAN. AFTA disepakati tanggal 28 Januari 1992 di Singapura. Tujuan AFTA adalah meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar negara ASEAN.

Untuk Indonesia, kerjasama AFTA merupakan peluang yang cukup terbuka

bagi kegiatan ekspor dan impor komoditas yang selama ini dihasilkan dan sekaligus

menjadi tantangan untuk menghasilkan komoditas yang kompetitif dipasar regional

AFTA. AFTA juga membawa sejumlah keuntungan, seperti barang-barang yang

semula di produksi dengan biaya tinggi akan bisa diperoleh konsumen dengan harga

lebih murah dan sebagai kawasan terintegrasi secara bersama-sama, kawasan

(2)

ASEAN akan lebih menarik sebagai lahan investasi. Indonesia dengan sumber daya alam dan manusia yang berlimpah mempunyai keungulan komperatif.

Secara teoritis, perdagangan bebas antara kedua negara tersebut akan membuat negara yang memiliki keunggulan komparatif (lebih efisien) dalam memproduksi barang A (misalkan negara pertama) akan membuat hanya barang A, mengekspor sebagaian barang A ke negara kedua, mengimpor barang B dari negara kedua dan begitu sebaliknya. Dengan ini tingkat produksi secara keseluruhan akan meningkat (karena masing-masing negara mengambil spesialisasi untuk memproduksi barang yang mereka dapat produksi dengan lebih efisien) dan pada saat yang bersamaan volume perdagangan antara kedua negara tersebut akan meningkat juga (dibandingkan dengan apabila kedua negara tersebut memproduksi kedua jenis barang dan tidak melakukan perdagangan).

Setiap negara di dunia ini pasti akan melakukan interaksi dengan negara- negara lain di sekitarnya. Biasanya bentuk kerjasama atau interaksi itu berbentuk perdagangan antar negara yang lebih dikenal dengan istilah perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk penduduk di suatu negaraa dengan penduduk negara lain.

Perdagangan internasional terbagi menjadi dua bagian yaitu ekspor dan impor, yang biasanya disebut ekspor impor. Perdagangan internasional terjadi karena kebutuhan dan kemampuan setiap negara dalam menghasilkan barang dan jasa berbeda-beda. Perdagangan internasional juga muncul karena sebuah negara ingin melakukan ekspansi terhadap produk atau jasa yang dihasilkan dalam negeri. Dengan adanya perdagangan internasional turut mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Ekspor impor di Indonesia sendiri dari tahun ketahun meningkat walaupun

ada sedikit penurunan, data terakhir ekspor tahun 2014 yaitu ekspor sebesar

USD133,947,108,478 dan impor sebesar USD140,349,457,743. Dengan sangat

tingginya ekspor impor di indonesia begitu juga distribusi dalam ekspor impor juga

sangat penting. Kinerja ekspor yang terus membaik membuat Indonesia semakin

mendekati peringkat 21 negara eksportir terbesar dunia. Nilai ekspor Indonesia tahun

ini diperkirakan bisa melampaui USD200 miliar. (Sumber :

http://www.kompasiana.com/analisis-permasalahan-perdagangan-internasional)

(3)

Perkembangan logistik di Indonesia secara umum saat ini sagat pesat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semakin banyaknya bisnis online shop yang banyak bermunculan sekarang, karena meningkatnya kebutuhan jasa pengiriman barang. Persaingan antar perusahaan distribusi semakin ketat membuat perusahaan harus lebih kompetitif. Aspek yang berpengaruh besar pada perusahaan distribusi agar dapat bertahan dan bersaing adalah kelancaran sistem distribusi. Sistem distribusi mempermudah perusahaan dalam menyalurkan produk ke konsumen dengan daerah geografis yang berbeda. Misi logistik adalah “ mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap memberikan kontribusi profit bagi penyedia jasa logistik.” Karenanya, logistik selalu berkutat dalam menemukan keseimbangan untuk dua hal yang amatlah sulit untuk disinergikan, yaitu menekan biaya serendah-rendahnya tetapi menjaga tingkat kualitas jasa dan kepuasan konsumen. (Gunawan:2014)

Sistem pendistribusian yang tidak efektif dan efisien dapat menyebabkan berbagai kerugian, seperti besarnya biaya distribusi, keterlambatan yang berujung pada ketidakpuasan pelanggan dan bahkan dapat menyebabkan kehilangan penjualan. Semakin meningkatnya biaya distribusi menjadi masalah pada beberapa perusahaan distribusi karena biaya yang terus meningkat dapat berpengaruh pada profit perusahaan dan menghambat perkembangan perusahaan, salah satu perusahaan yang mengalami masalah tersebut yaitu PT. Mulia Anugerah Mandiri. Masalah yang ada di perusahaan sekarang adalah tentang biaya pendistribusian. Sebagai perusahaan jasa penanganan cargo, PT. Mulia Anugerah Mandiri dituntut untuk menciptakan kinerja pengiriman barang yang terpercaya. Sedangkan dalam proses pemenuhan sasaran tersebut ada beberapa kendala yang dihadapi perusahaan yaitu proses pendistribusian barang yang tidak optimal. Sehingga mengakibatkan distribusi barang menjadi tidak teratur dan menyebabkan biaya distribusi semakin meningkat.

Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pengalokasian distribusi barang yang optimal dengan pertimbangan biaya distribusi yang rendah tetapi tetap memperhatikan jumlah penawaran permintaan pada tiap daerag tujuan pendistribusian barang.

Perkembangan dunia usaha yang semakin berkembang saat ini telah

menimbulkan persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, termasuk

Indonesia. Persaingan yang ketat tersebut mengakibatkan tida sedikit perusahaan

(4)

yang tutup, karena tidak mampu membiayai kegiatan usahanya. Oleh karena itu, salah satu cara agar perusahaan dapat bertahan dan memperoleh keuntungan adalah dengan menekan biaya-biaya pengeluaran seminimal mungkin.

PT Mulia Anugerah Mandiri sendiri adalah PT yang bergerak dalam bidang jasa penanganan cargo dan salah satu perusahaan logistik di Indonesia yang merasakan dampak dari perdagangan bebas. PT. Mulia Anugerah Mandiri berlokasi di Jl. Sunter Muara No. 5E RT 20/05, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara dan PT. Mulia Anugerah Mandiri ini mempunyai cabang yang tersebar di Jakarta, Medan, dan Surabaya. Agar tetap eksis di dunia bisnis perusaahaan ini harus meminimkan biaya agar daya saing meningkat. Untuk dapat meminimkan biaya, perusahaan harus mengetahui berapa banyak biaya yang keluar untuk masa depan, dan cara menganalisana dengan metode forecasting. Lalu menganalisis masalah pendistribusian agar biaya minimal dengan Transportasi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan dengan pemilik perusahaan tersebut, perusahaan kerap kali mengalami kendala dalam hal pendistribusiannya. Yaitu berkurangnya omset dari tahun sebelumnya. Hal ini didukung dengan adanya data omset penjualan tahun 2013 sampai 2015 dan grafik biaya pengiriman pendistribusi barang dari tahun 2013 – 2015.

Gambar 1.1 Grafik Biaya Pengiriman Pendistribusian Tahun 2013 -2015

Sumber : PT. Mulia Anugerah Mandiri (2016)

(5)

Tabel 1.1 Tabel Pemasukan atau Omset Tahun 2013, 2014 dan 2015 Data Pemasukan atau Omset PT. Mulia Anugerah Mandiri

Oktober 2013 Rp 32.970.040 Oktober 2014 Rp 71.627.495 November 2013 Rp 32.471.440 November 2014 Rp 52.294.021 Desember 2013 Rp 22.228.934 Desember 2014 Rp 37.163.267 Januari 2014 Rp 23.195.734 Januari 2015 Rp 11.372.474 Februari 2014 Rp 25.880.000 Februari 2015 Rp 15.060.560 Maret 2014 Rp 83.674.617 Maret 2015 Rp 27.166.348 April 2014 Rp 8.732.874 April 2015 Rp 22.229.088

Mei 2014 Rp 96.812.245 Mei 2015 Rp 34.368.925

Juni 2014 Rp 40.191.196 Juni 2015 Rp 40.404.850 July 2014 Rp 43.542.079 Juli 2015 Rp 13.963.148 Agustus 2014 Rp 43.323.769 Agustus 2015 Rp 21.369. 340 September 2014 Rp 27.368.121 September 2015 Rp 5.767.720

Oktober 2015 45.593.354 Sumber : PT. Mulia Anugerah Mandiri, 2015

Mengetahui akan pentingnya pendistribusian yang tepat, maka menarik bagi penulis untuk melakukan penelitian terhadap saluran distribusi pada PT. Mulia Anugerah Mandiri untuk mencari solusi agar distribusi barang merata dan tepat.

Dimana penulis menggunakan metode Forecasting dan transportasi untuk mengolah data dan mencari biaya distribusi untuk periode berikutnya. Dari adanya data-data yang diberikan oleh perusahaan, sangat mendukung permasalahan yang terjadi di perusahaan tersebut. Terutama ditahun 2016 nanti akan masuk perdagangan bebas di Indonesia. Perusahaan harus segera dengan cepat menanggulangi permasalahan- permasalahan yang ada terutama dalam hal pendistribusiannya agar bisa lebih unggul dari pesaing.

Dari permasalahan yang ada juga, perusahaan memerlukan solusi untuk dapat

menentukan alternatif-alternatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan dan

mengambil keputusan untuk memilih alternatif mana yang harus dipilih oleh

perusahaan untuk melakukan distribusi dengan sistem transportasi yang tertata rapi

dan terstruktur.

(6)

Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu penelitian pada PT. Mulia Anugerah Mandiri mengenai cara meminimalkan biaya distribusi sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan pengalokasian pendistribusian barang. Berdasarkan latar belakang inilah, maka penelitian ini memiliki judul “Analisa Metode Transportasi untuk Meminimalkan Biaya Distribusi pada PT. Mulia Anugerah Mandiri”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Metode peramalan manakah yang memberikan solusi terbaik bagi PT. Mulia Anugerah Mandiri?

2. Bagaimana perhitungan metode transportasi pada PT. Mulia Anugerah Mandiri agar dapat meminimalkan biaya distribusi?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh penulis berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas, antara lain sebagai berikut:

1. Mengetahui metode peramalan yang memberikan solusi terbaik bagi PT.

Mulia Anugerah Mandiri.

2. Untuk mengetahui perhitungan metode transportasi yang tepat bagi PT. Mulia Anugerah Mandiri agar dapat meminimalkan biaya distribusi.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Manfaat bagi perusahaan (PT. Mulia Anugerah Mandiri)

a. Dapat mengetahui alokasi pendistribusian barang secara efisien pada tahun 2016 yang didasarkan pada peramalan data yang ada sehingga perusahaan dapat meningkatkan daya saing ketika menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN.

b. Dapat mengetahui biaya distribusi yang optimal pada tahun 2016

c. Memberikan tambahan informasi mengenai penerapan peramalan dan

pengalokasian secara efektif dan efisien.

(7)

2. Manfaat bagi penulis:

a. Sebagai pengalaman dalam mengaplikasikan analisis kuantitatif menggunakan metode forecasting dan transportasi dalam menyelesaikan permasalahan di bidang logistik.

b. Membandingkan pengetahuan teori dengan kenyataan yang ada dalam praktek sehari-hari .

3. Manfaat bagi pihak lain:

a. Menambah wawasan mengenai pengaplikasian metode forecasting dan transportasi

b. Sebagai bahan referensi dan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya.

1.5

State of The Art

Tabel 1.2 State of The Art Nama

Jurnal Judul Peneliti Hasil Penelitian

Journal Of Forecasting – AU Journal

Forecasting For Inventory Control

Sevenpri C,.

Haryadi S.

(2013)

Dalam hal peramalan permintaan, perusahaan lebih baik menggunakan metode se- perti regresi linear. Penelitian ini telah menunjukkan dan karena itu memiliki nilai kesenjangan yang terkecil.

Buletin Ekonomi

Peramalan Penjualan dengan Pendekatan Sebelas Metode Forecasting secara Manual.

Haryadi, S.

(2014)

Hasil penelitian secara manual

yang dilakukan dengan 6 metode

yang dipelajari yaitu, Naïve

Method, Moving Average,

Weighted Moving Average,

Exponential Smoothing,

Exponential Smooting with

Trend dan Linear Regression,

Hasil MAD (10,84) dan MSE

(8)

(164,3824) yang terkecil adalah Linear Regression.

Edu Komputika Journal

Implementasi Pengoptimala

n Biaya

Transportasi dengan North West Corner (NWCM) dan Stepping Stone Method (SSM) untuk Distribusi Raskin Perum Bulog Sub Drive Semarang.

(Nur, L.F., Hari, W. (2015)

Hasil penelitian secara signifikan menunjukan bahwa hasil perhitungan program NWCM membuktikan bahwa biaya transportasi lebih optimal daripada biaya yang diperhitungkan.

System and Applications

Optimasi Biaya Pendistribusi an Beras pada Rumah Tiredi

Menggunaka n Model Transportasi North West Corner Method

Andini, P.M (2015)

Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan biaya distribusi yang dikeluarkan perusahaan sebelum proses optimalisasi sebesar Rp 4.500.000,- dan biaya distribusi setelah dihitung dengan North west Corner Method sebesar Rp 3.932.000,-. Dengan demikian perusahaan dapat menghemat biaya distribusi sebesar Rp 568.000,-.

International Journal of Scientific

Comparative Study of Various

Kumaraguru, S.

(2014)

Dalam makalah ini, solusi

optimal yang diperoleh adalah

NWCM. Oleh karena itu

(9)

Research. Methods for Solving Transportatio n Problem.

ISSN : 2277- 8179. Vol. 3, No. 09

informasi dan imajinatif manipulasi baris atau kolom dari biaya transportasi membuat North West Corner cukup efisien.

International Journal of Mathematical Archive.

An Advanced Method for Finding an Optimal Solution of Transportatio n Problem.

ISSN : 2229- 5046. Vol.01, No. 03, P.159-161.

Sujatha, N.

(2015)

Dalam makalah ini, metode canggih untuk memecahkan masalah transportasi telah dikembangkan. Metode ini mudah dan sederhana untuk memahami. Solusi optimal diperoleh dengan North West Corner dapat diperoleh dengan mudah oleh metode yang disajikan.

Sumber : Penulis (2015)

(10)

Gambar

Gambar 1.1 Grafik Biaya Pengiriman Pendistribusian Tahun 2013 -2015  Sumber : PT. Mulia Anugerah Mandiri (2016)
Tabel 1.1 Tabel Pemasukan atau Omset Tahun 2013, 2014 dan 2015 Data Pemasukan atau Omset PT
Tabel 1.2 State of The Art  Nama

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan