• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPh Pemotongan dan Pemungutan serta SPT Masa PPh Pasal 15/23/26/22

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PPh Pemotongan dan Pemungutan serta SPT Masa PPh Pasal 15/23/26/22"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PPh Pemotongan dan Pemungutan serta SPT Masa PPh Pasal 15/23/26/22

PT. Royal Watch memproduksi berbagai jam. Transaksi pada bulan Desember 2009 adalah sebagai berikut:

a. Mengimpor mesin pembuat jam tangan bernilai FOB USD 300.00. Bea Masuk 15%, Bea Masuk Tambahan 5%, PPN 10%, asuransi di Luar Negeri 0,75% dari C & F, sedangkan freight 5% dari FOB. Kurs yang dipakai USD 1 = Rp. 8.200,00

b. Mencairkan laba yang ditahan yang berjumlah Rp. 5.000.000.000,00yang telah terbentuk sejak dari tahun 2006 s.d. tahun 2008 dalam rangka menambah modal. Untuk itu dilakukan emisi saham baru sebanyak 1.000.000,00 lembar dengan harga nominal Rp. 5.000,00 yang dibagikan kepada semua pemegang saham.

c. Masih dalam upaya menambah modal usaha PT. Royal Watch menerbitkan commercial paper bunga 10% pertahun dengan nilai total Rp. 3.000.000.000,00. Nilai nominal commercial paper per lembar Rp. 1.500,00. Pabrik jam Jepang Seiko mengambil 1.500.000 lembar, sedangkan sisanya diminati perusahaan dalam negeri. Commercial paper diambil investor pada nilai nominalnya d. Karena perusahaan masih memerlukan banyak uang maka PT. Royal Watch menerima pinjaman

dengan bunga 36% pertahun sebesar Rp. 2.000.000.000,00 dari salah seorang pemegang saham yang sudah melunasi sahamnya. Jatuh tempo bunga mulai bulan Desember 2009. Bunga yang berlaku umum adalah sebesar 24% pertahun.

e. Menjual jam dinding dengan hiasan kaligrafi kepada Kementerian Agama Rp. 1.950.000.000,00 termasuk PPN dan PPn.BM 20%.

f. Menjual 100 kodi jam untuk Malaysia Army dengan harga per unit @ USD 2,500. Pengiriman dilakukan dengan men-charter pesawat Deraya Air Service. Harga charter pesawat dihitung per kodi @ USD 120. Kurs yang digunakan US $ 1 = Rp. 8.000,00

g. PT. Royal Watch mendapat pengetahuan dari Seiko Corp Jepang tentang jam digital maka pada bulan Desember PT. Royal Watch harus mengirim imbalan 1,5% dari jumlah produksi dengan harga pokok produksinya. Menurut catatan, produksi PT. Royal Watch berjumlah 2.000.000 unit dengan harga pokok produksinya Rp. 300.000,00/unit.

h. PT. Royal Watch selain mengimpor mesin pembuat jam juga mengimpor 200 unit mesin ketik Braille. Harga beli tiap unit USD 2,500. Tarif Bea Masuk 70% dari harga barang, sedangkan Bea Masuk Tambahan Rp. 60.000.000,00 untuk impor lebih dari 100 unit untuk semua jenis mesin ketik.

i. PT. Royal Watch mengasuransikan sebagian pabriknya kepada Mitsui Sumitomo Insurance Ltd.dengan premi Rp. 70.000.000,00. Sebagian pabriknya lagi diasuransikan kepada Sompo Japan Insurance Ltd. dengan jumlah premi yang harus dilunasinya juga pada bulan Desember ini sebesar Rp. 60.000.000,00

Pertanyaan:

1. Hitunglah pajak yang harus dibayar oleh PT. Royal Watch untuk setiap jenis pajak, termasuk pajak yang melalui pemungutan oleh pihak lain pada transaksi di atas.

2. Siapkan bukti pemotongan atau pemungutan PPh yang harus dibuat oleh PT. Royal Watch 3. Buatkan SPT Masa PPh yang relevan yang harus disusun oleh PT. Royal Watch

Abaikan P3B atau tax treaty, NPWP dan alamat para Wajib Pajak atau Subjek Pajak.

(2)

Lembar ke-1 : yang menyewakan Lembar ke-2 : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-3 : penyewa

NPWP : - - - - -

Nama : (3)

Alamat :

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK

………...…………. (1)

BUKTI PEMOTONGAN PPh

ATAS IMBALAN YANG DIBAYARKAN/TERUTANG KEPADA PERUSAHAAN PENERBANGAN DALAM NEGERI

Nomor : ……… (2)

Jumlah Bruto Imbalan Tarif PPh yang dipotong

(Rp) (%) (Rp)

(1) (2) (3)

Terbilang : ………... *)

………., ………. 20 ……. (4) Pemotong Pajak (5)

NPWP : - - - - -

Nama :

Perhatian :

1. Jumlah PPh yang dipotong di atas merupakan Tanda Tangan, Nama dan Cap

pembayaran dimuka atas PPh yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan. Simpanlah bukti pemotongan ini baik-baik untuk

diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh.

2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah apabila diisi ... (6) dengan lengkap dan benar.

F.1.1.33.15 Lampiran II.5 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

(3)

SPT Normal

SPT Pembetulan Ke-

/

BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK

NPWP : - - - - -

Nama :

Alamat :

BAGIAN B. OBJEK PAJAK

Imbalan yang Dibayarkan/Terutang kepada Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri Imbalan yang Diterima/Diperoleh Sehubungan dengan Pengangkutan Orang dan/atau Barang Termasuk Penyewaan Kapal Laut oleh Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri a. Penghasilan dari Indonesia b. Penghasilan dari luar Indonesi

c. PPh Pasal 24 yang dapat diperhitungkan d. PPh yang dipotong pihak lain

PPh yang harus dibayar sendiri (a+b) - (c+d) Imbalan Charter Kapal Laut dan/atau Pesawat Udara yang Dibayarkan/Terutang Kepada 1.

2.

3.

1.

Masa Pajak

(3) (4)

Jumlah Bruto Imbalan (Rp)

PPh yang Dipotong/

Terutang (Rp) (5) Tarif

(%)

411128/410

411128/410

Uraian KAP/KJS

(1) (2)

2.

3.

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 15

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA PAJAK PENGHASILAN PASAL 15 DEPARTEMEN

KEUANGAN R.I.

Udara yang Dibayarkan/Terutang Kepada Perusahaan Pelayaran dan/atau Penerbangan Luar Negeri

Imbalan yang Diterima/Diperoleh Sehubungan dengan Pengangkutan Orang dan/atau Barang Termasuk Charter Kapal Laut dan/atau Penerbangan Luar Negeri

a. PPh yang disetor sendiri b. PPh yang dipotong pihak lain Imbalan Charter Pesawat Udara Yang Dibayarkan/Terutang Kepada Perusahaan Penerbangan Dalam Negeri

Terbilang ………

BAGIAN C. LAMPIRAN

Surat Setoran Pajak : lembar.

Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 15.

Bukti Pemotongan PPh Pasal 15 : Surat Kuasa Khusus.

Fotokopi Surat Keterangan Domisili / Certificate Of Residence (COR) yang berlaku tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari tanggal pemotongan apabila pemotongan pajak dihitung dengan mempertimbangkan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B).

BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN

Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya SPT Masa Diterima beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas. Langsung dari WP

PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos

3.

4.

4.

5.

411128/411

Diisi Oleh Petugas 411128/411

411128/412 JUMLAH

lembar.

5.

1.

2.

Nama 2 0

NPWP -

Tanda Tangan & Cap Tanggal 2 0 Tanda Tangan

F.1.1.32.05 Lampiran II.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tanggal bulan tahun

tanggal bulan tahun

Tanggal

(4)

/

I. PEMOTONG PPH PASAL 15/PENERIMA ATAU YANG MEMPEROLEH IMBALAN No.

(1)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 dst.

B. PPH PIHAK LAIN YANG DIPOTONG 1

2 3

NPWP DEPARTEMEN KEUANGAN R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

(4) (3)

A. PPH YANG DIPOTONG PIHAK LAIN

Masa Pajak

Nama Jumlah Bruto Imbalan

(Rp)

PPh yang Dipotong/

Dipungut (Rp) DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN

PPh PASAL 15

(5) (2)

JUMLAH

3 4 5 6 7 8 9 10 dst.

II. PERHITUNGAN PPH PASAL 24

(1) 1 2 3 4 5 dst.

PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal 2 0

Nama

Jumlah Pajak Terutang/

Dibayar di Luar Negeri (Rp)

bulan (5)

tanggal tahun

(2)

JUMLAH

Negara Sumber Penghasilan

JUMLAH No.

(3) (4)

PPh Pasal 24 yang dapat Diperhitungkan (Rp) Jumlah Bruto Penghasilan (Rp)

Nama

NPWP - Tanda Tangan & Cap

D.1.1.32.09 Lampiran II.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

bulan

tanggal tahun

(5)

Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak

Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

NPWP : - - - (3)

Nama :

Alamat :

Dividen *) Bunga **) Royalti

Hadiah dan penghargaan Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta ***) Jasa Teknik, Jasa Manajemen, No.

1.

2.

3.

(1)

4.

5.

6.

(2) (3) (4) (5)

Tarif (%)

15%

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23 Nomor : ……… (2) DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK

……… (1)

(6) Jenis Penghasilan Jumlah Penghasilan

Bruto (Rp)

Tarif Lebih Tinggi 100%

(Tdk ber-NPWP)

15%

PPh yang Dipotong (Rp)

15%

15%

2%

Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konsultasi dan Jasa Lain sesuai PMK-244/PMK.03/2008 : a. Jasa Teknik

b. Jasa Manajemen c. Jasa Konsultan d. Jasa lain :

1) ………

2) ………

3) ………

4) ………

5) ………

6) ………

****)

Terbilang : ……….

Perhatian : ………, ……… 20 ………… (4)

1. Jumlah Pajak Penghasilan Pasal 23 yang dipotong di atas merupakan angsuran atas Pajak Penghasilan yang

terutang untuk tahun pajak yang NPWP : - - - - -

bersangkutan. Simpanlah bukti

pemotongan ini baik-baik untuk Nama : diperhitungkan sebagai kredit pajak

2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah Tanda Tangan, Nama dan Cap

6.

JUMLAH

2%

2%

2%

2%

2%

2%

2%

2%

2%

Pemotong Pajak (5 )

2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah Tanda Tangan, Nama dan Cap

apabila diisi dengan lengkap dan benar.

*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi dalam negeri.

**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota WP Orang Pribadi.

***) Kecuali seswa tanah dan bangunan. ……….. (6)

****) Apabila kurang harap diisi sendiri.

F.1.1.33.06 Lampiran IV.3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

(6)

Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak

Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

NPWP : - - - (3)

Nama :

Alamat :

Dividen Bunga Royalti

Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta selain penghasilan atas pengalihan tanah dan atau bangunan

BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 26 Nomor : ……… (2)

(6) Jumlah Penghasilan

Bruto (Rp)

Perkiraan Penghasilan Neto

(%)

Tarif (%)

No. PPh yang Dipotong (Rp)

(3) (4) (5)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK

……… (1)

(2) Uraian

2.

3.

4.

(1) 1.

tanah dan atau bangunan Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan Hadiah dan penghargaan Pensiun dan pembayaran berkala

Premi swap dan transaksi lindung nilai

Keuntungan karena pembebasan utang

Penjualan harta di Indonesia Premi asuransi/reasuransi Penghasilan dari penjualan atau pengalihan saham

Penghasilan Kena Pajak BUT sesudah dikurangi pajak

Terbilang : ……….

………, ……… 20 ………… (4)

NPWP : - - - - -

Nama :

Tanda Tangan, Nama dan Cap 13.

9.

10.

11.

12.

6.

JUMLAH 7.

8.

Pemotong Pajak (5 ) 5.

……….. (6)

F.1.1.33.08 Lampiran IV.3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

(7)

SPT Normal SPT Pembetulan Ke-

/

BAGIAN A. IDENTITAS PEMOTONG PAJAK/WAJIB PAJAK

NPWP : -

Nama :

Alamat :

BAGIAN B. OBJEK PAJAK

PPh Pasal 23 yang telah dipotong

Dividen *) Bunga **) Royalti

Hadiah dan penghargaan

Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta ***)

Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konsultansi dan jasa lain sesuai dengan PMK-244/PMK.03/2008 :

a. Jasa Teknik b. Jasa Manajemen c. Jasa Konsultan d. Jasa lain :****)

1) ……….

2) ……….

3) ……….

………

411124/100

411124/104 4.

5.

JUMLAH 6.

7.

411124/104 411124/104 1.

3.

2.

PPh yang Dipotong (Rp) (4)

Jumlah Penghasilan Bruto (Rp) KAP/KJS

(3) (2)

1.

2.

3.

1.

Uraian (1)

411124/101 411124/102

411124/100 411124/103

DEPARTEMEN SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA KEUANGAN R.I. PAJAK PENGHASILAN PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26

DIREKTORAT Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemotongan Masa Pajak JENDERAL PAJAK Pajak Penghasilan Pasal 23 dan/atau Pasal 26

Terbilang : ………

PPh Pasal 26 yang telah Dipotong

Dividen Bunga Royalti

Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta

Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan dan kegiatan

Hadiah dan penghargaan Pensiun dan pembayaran berkala Premi swap dan transaksi lindung nilai Keuntungan karena pembebasan utang Penjualan harta di Indonesia

Premi asuransi/reasuransi Penghasilan dari pengalihan saham Penghasilan Kena Pajak BUT setelah pajak

Terbilang : ………

*) Tidak termasuk dividen kepada WP Orang Pribadi Dalam Negeri. Kecuali sewa tanah dan bangunan.

**) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada WP OP. Apabila kurang harap dibuat lampiran tersendiri.

BAGIAN C. LAMPIRAN

Surat Setoran Pajak : lembar. 4. Surat Kuasa Khusus.

Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan/atau Pasal 26l. 5. Legalisasi fotocopy Surat Keterangan Domisili yang masih Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 berlaku, dalam hal PPh Pasal 26 dihitung berdasarkan tarif dan/atau Pasal 26 : lembar. Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B).

BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN 9.

10.

11.

12.

5.

6.

7.

8.

411127/105

3.

JUMLAH

1.

2.

13.

411127/103

411127/100 411127/100 411127/100 411127/100 411127/104 411127/100 411127/100 411127/102 1.

2.

411127/100

(1) (2)

Uraian KAP/KJS

411127/102

(5) Perkiraan

Penghasilan Neto (%)

(4)

***)

****) 4.

(3) 411127/101

Jumlah Penghasilan Bruto

(Rp) PPh yang Dipotong (Rp)

2.

3.

BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN

Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan

perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas SPT Masa Diterima:

beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas. Langsung dari WP

PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Melalui Pos

Nama 2 0

NPWP

Tanda Tangan & Cap Tanggal 2 0 Tanda Tangan

F.1.1.32.03

tanggal

Diisi Oleh Petugas

Tanggal

tanggal bulan tahun

Lampiran IV.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

bulan tahun

(8)

/

(1)

A. PPH PASAL 23 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

(2) (3) (4) (5) (6) (7)

DEPARTEMEN KEUANGAN R.I.

Masa Pajak DIREKTORAT

JENDERAL PAJAK

No. NPWP

DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23 DAN/ATAU PASAL 26

Nama Bukti Pemotongan Nilai Obyek Pajak

(Rp)

PPh yang Dipotong Nomor Tanggal (Rp)

17 18 19 20 dst.

B. PPH PASAL 26 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 dst.

Tanggal 2 0

JUMLAH

PEMOTONG PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK JUMLAH

Nama

NPWP - Tanda Tangan & Cap

D.11.32.05 Lampiran IV.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

tanggal bulan tahun

(9)

Lembar ke-1 untuk : Wajib Pajak

Lembar ke-2 untuk : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-3 untuk : Pemotong Pajak

(2)

NPWP : - - - (3)

Nama :

Alamat :

Jenis Industri : Penjualan Bruto : Semen

Kertas

Baja

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KANTOR PELAYANAN PAJAK

……… (1)

3.

1.

2.

(6)

BUKTI PEMUNGUTAN PPh PASAL 22

(OLEH BADAN USAHA INDUSTRI/EKSPORTIR TERTENTU)

Nomor : ………

Pajak yang Dipungut (Rp)

(2)

Harga (Rp)

Tarif Lebih Tinggi 100%

(Tdk ber- NPWP)

(3) (4) (5)

Uraian No.

(1)

Tarif (%)

Baja Otomotif

………..

………..

Penjualan Barang Sangat Mewah : Harga Jual :

………..

Industri/Eksportir : Pembelian Bruto : Sektor ………..

Sektor ………..

Badan Tertentu Lainnya :

………..

………..

Terbilang : ………

…………..…………, ……… 20 …….. (4)

NPWP : - - - - -

Nama : Perhatian

1. Jumlah PPh Pasal 22 yang dipungut di atas merupakan pembayaran di muka atas PPh

Tanda Tangan, Nama dan Cap JUMLAH

11.

Pemungut Pajak, (5) 8.

9.

10.

7.

3.

4.

5.

6.

merupakan pembayaran di muka atas PPh yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan. Simpanlah Bukti Pemungutan ini baik-baik untuk diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh.

2. Bukti Pemungutan ini dianggap sah apabila diisi dengan lengkap dan benar.

F.1.1.33.04 Lampiran III.3 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

……….. (6)

(10)

SPT Normal

SPT Pemberitahuan Ke-

/

BAGIAN A. IDENTITAS PEMUNGUT PAJAK/WAJIB PAJAK

NPWP : -

Nama : Alamat :

BAGIAN B. OBJEK PAJAK

Badan Usaha Industri/Eksportir

Penjualan Barang yang tergolong Sangat Mewah Pembelian Barang Oleh Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk

Nilai Impor Bank Devisa/Ditjen Bea dan Cukai*) a. API

b. Non API

Hasil Lelang (Ditjen Bea dan Cukai)

Penjualan Migas Oleh Pertamina / Badan Usaha Selain Pertamina

a. SPBU/Agen/Penyalur (Final) 1.

2.

3.

6.

Uraian

Masa Pajak

1.

2.

3.

4.

5.

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA PAJAK PENGHASILAN PASAL 22

Formulir ini digunakan untuk melaporkan Pemungutan

Pajak Penghasilan Pasal 22

411122/100

411122/401 411122/403 411122/100

411122/100 411122/100

Nilai Objek Pajak (Rp)

(3) 411122/100

PPh yang Dipungut (Rp)

(4) DEPARTEMEN

KEUANGAN R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

(1)

KAP/KJS (2)

b. Pihak lain (Tidak Final)

………

Coret yang tidak perlu

BAGIAN C. LAMPIRAN

Daftar Surat Setoran Pajak PPh Pasal 22 (Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan Pertamina/Badan Usaha selain Pertamina).

Surat Setoran Pajak (SSP) yang disetor oleh importir atau Pembeli Barang sebanyak : lembar

(Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan Pertamina/Badan Usaha Selain Pertamina).

SSP yang disetor oleh Pemungut Pajak sebnyak : lembar (Khusus untuk Badan usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai).

Daftar Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (Khusus untuk Badan usaha Industri/Importir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai).

Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Importir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai).

Daftar rincian penjualan dan retur penjualan (dalam hal ada penjualan retur).

Risalah lelang (dalam hal pelaksanaan lelang).

Surat Kuasa Khusus.

BAGIAN D. PERNYATAAN DAN TANDA TANGAN

Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya SPT Masa Diterima:

beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas. Langsung dari WP

PEMUNGUT PAJAK/PIMPINAN KUASA/WAJIB PAJAK Melalui Pos

Nama 2 0

NPWP -

7.

8.

*)

2.

3.

4.

5.

1.

7.

Diisi Oleh Petugas 411122/100

JUMLAH

Terbilang : ……….

bulan tahun

6.

Tanggal

tanggal

Tanda Tangan & Cap Tanggal 2 0 Tanda Tangan

F.1.1.32.02 Lampiran III.1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009 tahun

tanggal bulan

(11)

/

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Masa Pajak

Nilai Obyek Pajak (Rp) DAFTAR BUKTI PEMUNGUTAN

PPh PASAL 22

DEPARTEMEN KEUANGAN R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

(2) (3)

Bukti Pemungutan Nomor

(6)

No. NPWP Nama

(4) (5)

Tanggal

PPh yang Dipungut (Rp)

(7)

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 dst.

PEMUNGUT PAJAK/PIMPINAN KUASA WAJIB PAJAK Tanggal 2 0

Nama

NPWP - Tanda Tangan & Cap

tanggal bulan tahun JUMLAH

D.11.32.04 Lampiran III.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-53/PJ/2009

(12)

DEPARTEMEN KEUANGAN R.I.

LEMBAR

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

Untuk Arsip Wajib Pajak

:

Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki

NAMA WP : ……….

ALAMAT WP : ……….

……….

:

Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak

ALAMAT OP ……….

Uraian Pembayaran : ………..

……….

……….

……….

Nov Kode Akun Pajak

NOP

Tahun Pajak Masa Pajak

Okt Des

Mei Jun

1 (SSP)

SURAT SETORAN PAJAK

Kode Jenis Setoran NPWP

Jul Ags Sep Jan Feb Mar Apr

Beri tanda silang (X) pada kolom bulan, sesuai dengan pembayaran untuk masa yang berkenaan

Nomor Ketetapan : / / / /

Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB atau SKPKBT

Jumlah Pembayaran : ……… Diisi dengan rupiah penuh Terbilang : ………

……….

……….

Tanggal ………

Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

Diisi Tahun terutangnya Pajak

Nama Jelas : ……… Nama Jelas : ………..

Cap dan tanda tangan

"Terima Kasih Telah Membayar Pajak - Pajak Untuk Pembangunan Bangsa"

Wajib Pajak/Penyetor

……….. , Tanggal ………

Cap dan tanda tangan Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran

F.2.0.32.01

Referensi

Dokumen terkait

Pemungutan PPh Pasal 22 dan Pemotongan PPh Pasal 23 pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumatera Utara dilakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang telah disebutkan di

Penghitungan pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah atas pajak penghasilan sehubungan dengan pekerjaan yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri yang

[r]

• Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali yang dikenai PPh pasal 4 ayat (2).. • Imbalan jasa teknik, manajemen, konstruksi, konsultan, katering dan

Penghasilan Pasal 22 Sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor a tau Kegiatan U saha di Bi dang Lain se bagaimana telah

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82/PMK.03/2009 tentang Peraturan Menteri Keuangan tentang Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 26 atas Penghasilan dari Penjualan atau Pengalihan Harta

Samarinda Central Plaza telah menerapkan sistem dan perhitungan pemotongan PPh Pasal 23 Atas Jasa penghasilan yang diterima atau berasal dari Atas Jasa PPh Pasal

SPT Masa ini disampaikan oleh Pemotong Pajak PPh Pasal 21 dan Pasal 26 seperti yang dimaksud dalam KEP-281/PJ/1998 Pemotong Pajak wajib menghitung, memotong dan