• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. 5 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. 5 Universitas Kristen Petra"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

2.1. E-Commerce

Website E-Commerce merupakan tujuan akhir dari pembuatan Tugas Akhir ini. Oleh karena itu harus dikenal lebih jauh istilah E-Commerce dan apa saja yang berkatian dengan istilah ini. E-Commerce atau yang lebih dikenal sebagai Electronic Commerce merupakan jenis situs yang memiliki ciri berbeda dengan situs lainnya. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai pengertian E-Commerce, Klasifikasi E-Commerce, Proses Pemasaran Elektronik, dan Manfaat E- Commerce.

2.1.1. Pengertian E-Commerce

Sebenarnya dalam E-Commerce banyak sebutan yang dipakai untuk memudahkan orang mengucapkannya. Ada beberapa sebutan untuk E-Commerce yaitu Internet Commerce atau Electronic Commerce atau Ecom atau E-Commerce, atau Immerce, yang pada dasarnya semua sebutan di atas mempunyai makna yang sama. Istilah-istilah tersebut berarti membeli atau menjual secara elektronik, dan kegiatan ini dilakukan pada jaringan internet. Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif berikut:

Dari perspektif komunikasi, E-Commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan komputer, atau sarana elektronik lainnya.

Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.

Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan salah satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.

(2)

Dari perspektif online, E-Commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.

2.1.2. Klasifikasi E-Commerce

Penggolongan E-Commerce yang lazim dilakukan orang ialah berdasar sifat transaksinya, antara lain:

Business to Business (B2B)

Kebanyakan E-Commerce yang diterapkan saat ini merupakan tipe B2B.

Contohnya Wal-Mart dengan Warner-Lambert.

Business to Consumer (B2C)

Ini merupakan transaksi eceran dengan pembeli perorangan. Pembeli khas di Amazon.com adalah seorang konsumen, atau seorang pelanggan. Contoh yang lain, misalnya Barnes & Nobles, Cisco, Dell, Compaq, dan sebagainya.

Consumer to Consumer (C2C)

Dalam kategori in, seorang konsumen menjual secara langsung ke konsumen lainnya. Contohnya adalah ketika ada perorangan yang melakukan penjualan di classified ads (misalnya, www.classified2000.com) dan menjual properti rumah hunian, mobil, dan sebagainya. Mengiklankan jasa pribadi di internet serta menjual pengetahuan dan keahlian merupakan contoh lain dari C2C.

Sejumlah situs pelelangan memungkinkan perorangan untuk memasukkan item-item agar disertakan dalam pelelangan. Akhirnya, banyak perseorangan yang menggunakan intranet dan jaringan organisasi untuk mengiklankan item- item yang akan dijual atau juga menawarkan aneka jasa. Contoh lain yang terkenal adalah eBay.com, yaitu perusahaan lelang.

Consumer to Business (C2B)

Termasuk dalam kategori ini adalah perseorangan yang menjual produk atau layanan ke organisasi, dan perseorangan yang mencari penjual, berinteraksi dengan mereka, dan menyepakati suatu transaksi.

Nonbusiness E-Commerce

Dewasa ini makin banyak lembaga non-bisnis seperti lembaga akademis, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan lembaga- lembaga pemerintahan yang menggunakan berbagai tipe E-Commerce untuk

(3)

mengurangi biaya (misalnya, memperbaiki purchasing) atau untuk meningkatkan operasi dan layanan publik. Contohnya Social Security Online.

Intrabusiness (Organizational) E-Commerce

Yang termasuk dalam kategori ini adalah semua aktivitas intern organisasi, biasanya dijalankan di internet, yang melibatkan pertukaran barang, jasa atau informasi. Aktivitas yang tercakup dapat beragam tingkatannya, mulai penjualan produk perusahaan ke pekerja, hingga pelatihan secara online dan pemangkasan biaya.

2.1.3. Proses Pemasaran Elektronik

Agar sebuah perdagangan antara pembeli dan penjual dapat dilakukan, maka harus ada satu proses tertentu. Proses ini bisa mencakup tahap-tahap sebagai berikut:

1. Pembeli dengan menggunakan komputernya masuk ke pasar.

2. Pembeli mencari produk, masuk ke homepage penjual produk.

3. Pembeli memilih produk lewat katalog.

4. Pembeli memesan produk, mengisi order pembelian, terjadi proses transaksi.

5. Order pembelian dikirim ke penjual, terjadi integrasi hukum.

6. Penjual mengkonfirmasikan pesanan.

7. Pembeli membayar, menggunakan beberapa pilihan pembayaran, terjadi transaksi.

8. Informasi pembayaran dikirim ke bank, terjadi integrasi hukum.

9. Kredit dicek pada bank pembeli.

10. Kredit disetujui, dibayarkan pada bank penjual, terjadi integrasi hukum.

11. Produk dikirim oleh penjual.

12. Produk diterima oleh pembeli.

Jelasnya, kalau pembeli merupakan organisasi atau seorang repeat customer, sejumlah tahap bisa berubah atau dilewati.

2.1.4. Manfaat E-Commerce

Dalam sejarah peradaban manusia, hanya sedikit inovasi yang memiliki

(4)

tersebut, biaya rendah, peluang menjangkau ratusan orang (diproyeksikan dalam 10 tahun), sifat interaktif.

Manfaat yang bisa diperoleh organisasi di antaranya:

E-Commerce memperluas market place hingga ke pasar nasional dan internasional. Dengan capital outplay yang minim, sebuah perusahaan dapat secara mudah menemukan lebih banyak pelanggan, supplier yang lebih baik, dan partner bisnis yang paling cocok dari seluruh dunia. Misalnya tahun 1997, Boeing Corporation menyatakan bisa melakukan penghematan sebesar 20%

setelah memasang pemberitahuan di internet yang berisi pembukuan pengajuan proposal untuk membuat suatu sub-sistem. Sebuah vender kecil di Hungaria mengajukan proposal dan memenangkan tawar-menawar yang dilangsungkan secara elektronis. Akhirnya tidak saja lebih cepat, sub-sistem itupun dikirim dengan cepat.

E-Commerce menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan, dan pencarian informasi yang menggunakan kertas. Misalnya, dengan menggunakan sistem procurement elektronis, perusahaan dapat memangkas biaya administrasif bagi purchasing sebesar 85%. Contoh lain adalah benefit payment. Bagi pemerintah federal Amerika Serikat, biaya untuk mengeluarkan selembar cek kertas adalah 43 sen. Biaya pembayaran elektronis adalah 2 sen (lebih murah 95%). Penghematan ini menjadi lebih dari 100 juta dolar per tahun. Karena itu pada tahun 2000 pemerintah federal berharap bisa beralih sepenuhnya ke pembayaran benefit elektronis, dengan mentransfer uang ke rekening bank atau smart card.

E-Commerce memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan supply chain management tipe ”pull”. Dalam supply chain management tipe pull, proses dimulai dari pesanan pelanggan serta digunakan manufacturing just-in-time.

E-Commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa.

E-Commerce mendukung upaya-upaya business process reengineering.

Dengan mengubah prosesnya, maka produktivitas sales-people, pegawai yang berpengatahuan, dan administrator bisa meningkat 100% atau lebih.

(5)

E-Commerce memperkecil biaya telekomunikasi-internet lebih murah dibandingkan VAN.

Keuntungan yang lain meliputi, layanan konsumen dan cinta perusahaan menjadi lebih baik, menemukan partner bisnis baru, proses menjadi sederhana, waktu bisa dipadatkan, produktivitas meningkat, kertas bisa dihindari, akses informasi menjadi cepat, biaya transportasi, dan fleksibilitas bertambah.

Manfaat bagi konsumen antara lain:

E-Commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi.

E-Commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak vendor.

E-Commerce menyediakan produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.

Dalam beberapa kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, E- Commerce menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.

Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu.

E-Commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).

E-Commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta pengalaman.

E-Commerce memudahkan persaingan yang ada pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Manfaat E-Commerce bagi masyarakat antara lain:

E-Commerce memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara.

(6)

E-Commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah, sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf hidup mereka.

E-Commerce memungkinkan orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa E-Commerce. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta mendapatkan gelar akademik.

E-Commerce memfasilitasi layanan publik, seperti perawatan kesehatan, pendidikan, dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang lebih rendah, serta dengan kualitas yang lebih baik.

Layanan perawatan kesehatan, misalnya bisa menjangkau pasien di daerah pedesaan.

2.1.5. Keterbatasan E-Commerce

Keterbatasan-keterbatasan E-Commerce dapat dikelompokkan menjadi kategori teknis dan non-teknis.

Keterbatasan teknis dari E-Commerce meliputi:

Ada kekurangan sistem keamanan, kehandalan, standar, dan beberapa protokol komunikasi.

Adanya bandwidth komunikasi yang tidak mencukupi.

Alat pengembangan perangkat lunak masih dalam tahap perkembangan dan sedang berubah dengan cepat.

Sulit menyatukan perangkat lunak internet dan E-Commerce dengan aplikasi dan database yang ada sekarang ini.

Vendor-vendor kemungkinan perlu web server yang khusus serta infrastruktur lainnya, serta server jaringan.

Beberapa perangkat lunak E-Commerce mungkin tidak akan cocok bagi hardware tertentu, atau tidak bisa dipasang bersama dengan beberapa sistem pengoperasian atau komponen-komponen lainnya.

Keterbatasan non-teknis dari E-Commerce menurut survey yang dilakukan pada Internet Week (1998) antara lain:

Biaya dan justifikasi (34,8% dari responden)

(7)

Biaya pengembangan E-Commerce dalam rumah bisa sangat tinggi dan kekeliruan yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman bisa mengakibatkan adanya delay (penangguhan). Ada banyak peluang untuk outsourcing, namun menentukan di mana dan bagaimana melakukannya bukanlah merupakan persoalan sederhana. Lebih jauh lagi, untuk menjustifikasikan sistem, orang harus berurusan dengan sejumlah keuntungan yang tidak bisa diraba (seperti layanan konsumen yang semakin baik serta nilai iklan), yang sulit untuk dikuantitaskan.

Sekuritas dan Privasi (17,2% responden)

Kedua isu ini penting, khususnya di wilayah B2C, lebih khusus lagi isu sekuriti yang dipandang serius dibanding yang sebenarnya bila diterapkan inskripsi yang tepat. Ukuran-ukuran privasi secara konstan bisa diperbaiki.

Namun demikian pelanggan memandang isu ini sebagai persoalan sangat penting, dan industri E-Commerce memiliki tugas jangka panjang yang berat untuk meyakinkan pelanggan bahwa transaksi online dan privasinya, yang sesungguhnya sangat aman.

Sedikit kepercayaan dan resistensi pendek (4,4% responden)

Pelanggan tidak mempercayai penjual tanpa wajah yang tidak mereka kenal (kadang-kadang mereka tidak percaya bahkan meskipun sudah mengenalnya), transaksi tanpa kertas, dan uang elektronis. Karena itu pergeseran dari toko fisikal ke toko virtual mungkin akan menghadapi kesulitan tersendiri.

Faktor-faktor keterbatasan lainnya

Tidak adanya sentuhan dan rasa dalam hubungan secara online. Ada pelanggan yang harus menyentuh barang-barang semacam pakaian dan ingin mengetahui secara persis hal-hal yang sedang mereka beli.

Banyak isu hukum yang belum terpecahkan, sedang peraturan dan standar pemerintah belum cukup mapan bagi berbagai macam keadaan.

E-Commerce, sebagai sebuah disiplin baru, masih mencari bentuk dan sedang berkembang dengan pesat. Kebanyakan orang akan menunggu hingga ia yakin bahwa wilayah yang akan mereka masuki sudah stabil.

(8)

Tidak ada cukup layanan pendukung, Misalnya, tidak adanya pusat penerangan hak cipta bagi transaksi E-Commerce, dan evaluator berkualitas tinggi, atau ahli perpajakan E-Commerce masih langka.

Di kebanyakan aplikasi, tidak ada penjual dan pembeli yang cukup untuk operasi E-Commerce yang menguntungkan.

E-Commerce bisa mengakibatkan kian renggangnya relasi manusia.

Keteraksesan internet masih merupakan hal yang mahal dan atau tidak cocok bagi banyak pelanggan potensial. Namun dengan adanya web TV, Kios (warnet), dan perhatian media yang konstan, massa yang kritis berangsur- angsur akan berkembang.

2.2. HTML

2.2.1. Definisi HTML

HTML merupakan singkatan dari hypertext markup language, yang menurut www.w3.org merupakan program penulisan informasi pada sebuah homepage. Penulisan HTML dapat dilakukan menggunakan alat bantu seperti NotePad yang tedapat pada windows atau Simple Text Macintosh. Selain itu juga dapat digunakan editor HTML seperti Macromedia Dreamweaver dan Microsoft FrontPage yang dapat memudahkan dalam menulis HTML dan memungkinkan dokumen HTML yang dibuat dapat diakses oleh berbagai jenis browser. HTML berupa kode-kode tag yang memberikan instruksi pada web browser untuk memberikan tampilan sesuai yang diinginkan.

2.2.2. Struktur HTML a. Jenis Dokumen (HTML)

HTML tag terdapat pada awal dan akhir dari file HTML. Tag ini adalah tag tentang Web browser dimana HTML pada dokumen berawal dan berakhir.

Strukturnya sebagai berikut:

<HTML>

...desain web...

</HTML>

b. Judul(Title)

(9)

Bagian ini harus selalu ditempatkan dalam struiktur header/mukadimah.

Diantara title tag terdapat judul dari dokumen yang dipakai. Bagian ini akan timbul pada bagian atas dari title bar, dan juga pada history list.

Strukturnya sebagai berikut:

<TITLE>...judul web...</TITLE>

c. Mukadimah (Header)

Head tag berisi tentang semua informasi header dokumen, keterangan umum, seperti judul dan sebagainya.

Strukturnya sebagai berikut:

<HEAD>

...

</HEAD>

d. Batang Tubuh (Body)

Batang tubuh atau sering disebut body, diletakkan setelah struktur Head.

Diantara Body tag, terdapat isian yang dapat ditampilkan dalam browser window.

Semua teks, grafik, link, dan sebagainya diletakkan diantara Body tag. Jadi Body tag ini mengandung isi dari halaman HTML.

Strukturnya sebagai berikut:

<BODY>

...

</BODY>

Jadi struktur HTML secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Document Title </TITLE>

</HEAD>

...

<BODY>

...

</BODY>

</HTML>

(10)

2.2.3. Elemen-elemen dalam HTML

a. Structural, yaitu tanda yang menentukan tingkatan dari sebuah teks. Contoh :

<h1>contoh</h1> yang mana perintah ini akan menampilkan tulisan “contoh” sebagai teks besar dan tebal yang menunjukkan sebagai heading1.

b. Presentational, yaitu tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tanpa memperhatikan tingkatan dari teks tersebut. Contoh : <i>miring</i>

yang mana perintah ini akan menampilkan tulisan “miring” secara cetak miring. Tag presentational ini sekarang fungsinya telah digantikan dengan CSS.

c. Hypertext, merupakan tanda yang menunjukkan link dari suatu halaman menuju ke halaman lain. Contoh : <a href=”www.petra.ac.id”>petra</a>

Perintah ini akan menampilkan tulisan “petra” sebagai hyperlink menuju ke URL www.petra.ac.id

d. Widget yang membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis horisontal (<hr>).

2.3. Cascading Style Sheet

Cascading Style Sheet atau yang biasa disingkat dengan CSS, merupakan suatu dokumen yang digunakan untuk melakukan pengaturan halaman web yang ditulis dengan HTML atau XHTML. Penggunaaan CSS tidak memerlukan perangkat lunak tertentu karena CSS merupakan script yang telah embedded dengan HTML. CSS digunakan oleh web designer untuk menentukan warna, jenis huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. CSS digunakan terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS).

Pemisahan ini ditujukan agar dapat meningkatkan aksesibilitas isi, memberikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada stuktur isi.

2.4. PHP Hypertext Preprocessor (PHP)

(11)

PHP merupakan sebuah script Open Source multifungsi yang sangat sesuai untuk pengembangan sebuah website dan bisa juga digabungkan ke dalam Hypertext Markup Language (HTML) (Nugroho, 2004). Hal yang membedakan antara PHP dengan produk lain yang sejenisnya adalah bahwa eksekusi dari code- nya dilakukan pada sisi server. Ini berarti client tidak akan bisa mengetahui pemrograman seperti apa yang kita buat, berbeda dengan kode dari Java yang dieksekusikan pada sisi client-nya.

Menurut www.php.net, hal yang menjadi salah satu keunggulan lain adalah bahwa PHP sangat mudah untuk dipelajari dan dipahami oleh pemula, sedangkan programmer profesional akan menjumpai banyak sekali fitur-fitur yang advanced. Hampir seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP, namun fungsi PHP yang paling utama adalah untuk menghubungkan database dengan web. Dengan PHP, membuat aplikasi web yang terkoneksi ke database menjadi sangat mudah.

Beberapa sistem database yang didukung PHP adalah Oracle, Sybase, mSQL, MySQL, Solid, Generic ODBC, dan PostgresSQL. PHP juga mendukung komunikasi dengan layanan lain melalui protokol IMAP, SNMP, NNTP, dan POP3 atau HTTP.

Semua kata dan script yang diletakkan pada daerah scriptakan dianggap sebagai perintah PHP sehingga jika terjadi kesalahan atau kata-katanya tidak sesuai dengan program akan dianggap salah dan akan menyebabkan error pada program yang kita buat. Berikut di bawah ini adalah beberapa cara dalam menuliskan script PHP.

1. <? script PHP saya ?>

2. <?php script PHP saya ?>

3. <% script PHP saya %>

4. <SCRIPT language=”php”> script PHP saya </SCRIPT>

Selain hal-hal diatas, masih ada beberapa lagi kriteria yang perlu diperhatikan dalam penulisan script PHP seperti berikut:

1. Tiap halaman yang mengandung script PHP harus disimpan dengan ekstensi PHP sesuai dengan program PHP yang mendukungnya. Contohnya:

(12)

2. Setiap script PHP harus didahului dengan pembuka PHP (<?php dan lain-lain) dan kemudian diakhiri dengan penutup (?>).

3. Setiap baris script harus isi harus didahului peryataan cetak seperti write dalam Pascal, yaitu Print dan Echo. Kriteria penulisannya adalah sebagai berikut:

- Print (“Isi perintah”) - Printf (“Isi perintah”);

- Echo “Isi perintah”;

- Echo perintah

4. Setiap akhir baris perintah harus diakhiri dengan titik koma (;). Misalkan kita akan menulis “Hello World”, maka script yang harus dituliskan adalah: <?php print(“Hello World”); ?>

5. Semua bentuk variabel harus diberi tanda string dollar ($) pada penulisan awalnya. Misalkan kita ingin menuliskan “hai” sebagai variabel yang berisi Hello World maka penulisannya adalah sebagai berikut: $hai=Hello World;

6. Penulisan keterangan didahului dengan pembuka /* dan diakhiri dengan */, biasanya kita menggunakan ini untuk memberikan keterangan yang berbentuk kalimat. Berikut adalah contoh penulisannya:

<?php

/*Keterangan*/

?>

7. Selain menggunakan tanda /* untuk penulisan keterangan, juga dapat digunakan tanda //. Tanda ini hanya digunakan untuk menulis pesan yang hanya satu baris saja.

8. Script HTML yang akan digabung ke dalam script PHP harus dihilangkan tanda petiknya. Contoh:

Script HTML:

...

<BODY bgcolor=”#009966”>

<?php Print(“Hello World”);

?>

...

(13)

Script PHP-nya:

<?php

echo (“<BODY bgcolor=#009966>”);

print (“Hello World”);

?>

2.5. Pemrograman Database

Definisi dari database adalah kumpulan dari beberapa data dalam jumlah banyak, saling berhubungan dan mempunyai arti tertentu (Riyanto, 2003).

Database secara global terdiri dari kumpulan tabel yang berisi baris dan kolom.

Tiap baris dan tabel mewakili satu unit data yang disebut record dan kolom di dalam tabel (disebut dengan field) merupakan keterangan dari masing-masing record.

Pemrograman database merupakan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemudahan dalam melakukan manajemen dan akses ke sebuah database (Riyanto, 2003). Pemrograman sebuah database banyak dilakukan dengan menggunakan bahasa yang disebut dengan Structured Quey Language (SQL). Selain SQL, pemrograman database juga meliputi manipulasi objek-objek database, analisa query, dan juga interaksi database dengan Open Database Connectivity (ODBC).

Pemrograman database akan penulis lakukan dengan menggunakan Software database bernama MySQL. MySQL adalah sebuah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi General Public License(GPL).

Program ini termasuk program open source atau program non komersial yang tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat closed source atau komersial. Berikut dibawah ini adalah beberapa kelebihan MySQL bila dibandingkan dengan produk-produk lain yang sejenis:

- MySQL merupakan software database yang memiliki kecepatan dan reliabilitas yang tinggi dalam pemrosesan data.

- MySQL mudah digunakan dan memiliki dukungan user yang luas.

- Memiliki sekuritas yang baik.

(14)

- Mendukung banyak bahasa pemrograman seperti C, C++, Perl, Phyton, Java, dan PHP.

- Open Source.

Sebenarnya masih banyak lagi alasan lainnya yang tidak penulis sebutkan tetapi alasan-alasan diatas adalah alasan yang penulis anggap paling penting dalam hubungannya dengan software yang penulis kerjakan.

2.5.1. Structured Query Language (SQL) Scripting

SQL merupakan bahasa American National Standart Input (ANSI) yang digunakan untuk melakukan proses query pada sebuah database.Bahasa SQL memiliki struktur yang mudah dipahami, karena menggunakan perintah-perintah dalam bahasa Inggris. Perintah-perintah itu antara lain untuk (Didik Dwi Prasetyo, 2003) :

- Memasukkan atau menambahkan record baru ke dalam database.

- Mengeksekusi query database.

- Mengambil data dari database.

- Mengubah dan menghapus record pada database.

Perintah SQL dapat dituliskan dengan huruf besar maupun kecil, tidak case-sensitive. Dalam penjelasan di bawah ini semua perintah SQL ditulis dalam huruf kecil. Berikut adalah perintah dasar untuk operasi SQL:

- Create

Perintah untuk membuat sebuah database baru.

Contoh: Membuat database baru dengan nama coba.

SQL: create database coba;

- Use

Perintah untuk memilih database mana yang dijadikan sebagai database aktif.

Contoh: Mengaktifkan database bernama coba.

SQL: use coba;

- Create Table

Perintah untuk membuat sebuah tabel baru.

Contoh: Membuat tabel bernama mhs.

SQL: create table mhs(nrp int(8), nama char(30), alamat char(50));

(15)

- Insert Into

Perintah untuk memasukkan data ke dalam tabel yang ada.

Contoh: Memasukkan data ke tabel mhs.

SQL: Insert Into mhs values (26403125,’Stevanus’,’Surabaya’);

- Update

Perintah untuk mengubah atau memperbaharui data dari sebuah tabel.

Contoh: Meng-update data dari tabel mhs.

SQL: update mhs set nrp=26403123;

- Delete

Perintah untuk menghapus suatu baris dari suatu tabel.

Contoh: Menghapus suatu record pada tabel mhs.

SQL: delete from mhs where nrp=26403125;

- Select

Perintah untuk menampilkan data di dalam tabel.

Contoh: Menampilkan nrp, nama, alamat dari tabel mhs.

SQL: select nrp, nama, alamat from mhs;

SQL: select * from mhs;

SQL: select nama from mhs;

SQL: select distinct nama, alamat from mhs;

SQL: select nrp, nama, alamat from mhs order by nrp asc;

SQL: select nrp, nama, alamat from mhs order by nrp desc;

SQL: select * from mhs where nrp=26403125;

SQL: select nrp, nama from mhs where nrp=26403125 and nama=’Stevanus’;

- Fungsi Agregate

Perintah untuk mengetahui jumlah nilai dari suatu kolom.

Contoh: mengetahui nilai dari kolom nrp tabel mhs.

SQL: select sum(nrp) from mhs;

SQL: select avg (nrp) from mhs;

SQL: select max (nrp) from mhs;

SQL: select min (nrp) from mhs;

SQL: select alamat, count(*) from mhs group by alamat;

(16)

- Parenthesis

Penggunaan tanda kurung untuk mendapatkan hasil operator suatu bilangan.

Contoh: select(2+3)*4;

- Comparison

Operator mengembalikan nilai 1 bila jawaban true dan 0 bila jawaban false.

Contoh: select 2>1;

- Logical

Operasi yang digunakan adalah not (!), or (||), dan and (&&).

Contoh: select 1||0;

- Bin

Konversi bilangan desimal ke biner. Contoh: select bin (7);

- Lcase/Ucase

Merubah huruf besar ke huruf kecil / kecil ke besar.

Contoh: select lcase (‘ABCD’); select ucase (‘abcd’);

- Aritmetika

Operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan. Contoh: select 16/2*3+6-9;

- Matematika

Operasi-operasi matematika. Contoh: select sin(90); select tan(90);

- Date dan Time

Fungsi untuk mengatur dan memanipulasi date atau time.

Contoh: select dayname (‘2004-10-2’);

2.5.2. Aplikasi MySQL dan PHP

Untuk dapat menggunakan semua perintah SQL pada PHP, kita memerlukan suatu fungsi MySQL. Fungsi ini berguna untuk mengantarkan perintah SQL pada PHP menuju ke server. Sehingga perintah itu dapat dieksekusi oleh server MySQL. Fungsi-fungsi itu antara lain adalah (Nugroho, 2004):

- mysql_change_user(), merubah user yang berada pada koneksi yang aktif.

- mysql_close(), digunakan untuk menutup koneksi dengan MySQL.

- mysql_affected_rows(), digunakan untuk mendapatkan angka dari rows yang terkena perubahan pada operasi MySQL yang sebelumnya.

(17)

- mysql_connect(), untuk membuka koneksi dengan database MySQL server.

- mysql_create_db(), untuk membuat database baru.

- mysql_db_name(), untuk menghasilkan hasil data.

- mysql_db_query(), untuk mengantarkan query ke MySQL.

- mysql_drop_db(), untuk menghapus database.

- mysql_errno(), untuk menampilkan pesan kesalahan dalam bentuk nomor dari server MySQL.

- mysql_error(), untuk menampilkan pesan kesalahan dalam bentuk teks dari server MySQL.

- mysql_fetch_array(), untuk menghasilkan data berupa array dalam bentuk angka isi tabel MySQL.

- mysql_fetch_assoc(), untuk menghasilkan data berupa array dalam bentuk field dari tabel MySQL.

- mysql_fetch_field(), untuk menghasilkan informasi kolom dari hasil yang kemudian dikembalikan sebagai suatu objek.

- mysql_fetch_row(), untuk menghasilkan array dengan keluaran nama field pada tabel MySQL.

- mysql_field_name(), untuk menghasilkan nama field khusus pada database MySQL.

- mysql_field_seek(), untuk men-set pointer hasil ke field tertentu.

- dan lain-lainnya.

2.6. Entity-Relationship Diagram

Entiti-Relationship Diagram (ERD) merupakan pemodelan konseptual untuk melihat pemodelan database sebagai entiti dan relasi. ER-Diagram digunakan untuk merepresentasikan data object secara visual. Komponen dasar dari ERD akan dijelaskan sebagai berikut:

Entiti

Entiti adalah data object prinsipal yang memberikan informasi tentang sebuah object. Entiti biasanya mendefinisikan konsep, baik konkrit maupun abstrak, contohnya adalah orang, tempat, benda, atau event yang berhubungan dengan

(18)

invoices. Entiti dapat dianalogikan dengan sebuah table dalam model relasional.

Relasi

Relasi adalah asosiasi antara dua atau lebih entiti. Contoh relasi adalah employees dengan projects memiliki relasi ditugaskan ke, projects dengan subtasks memiliki relasi memiliki, departments dengan projects memiliki relasi mengatur satu atau lebih.

Atribut

Atribut merupakan informasi tambahan dari entiti. Nilai dari atribut disebut dengan value. Sebagai contoh entiti employees memiliki atribut nama sedangkan value dari atribut nama adalah “Petra”. Atribut diklasifikasikan menjadi dua yaitu identifier dan descriptor. Identifier biasanya disebut dengan key adalah identitas unik dari entiti, sedangkan descriptor adalah karakteristik dari entiti.

Konektivitas dan Kardinalitas

Konektivitas mendefinisikan mapping dari entiti yang saling berhubungan dalam sebuah relasi. Nilai dari konektivitas adalah “one” atau “many”.

Kardinalitas adalah nilai aktual yang menunjukkan banyaknya kemunculan untuk setiap entiti. Jenis kardinalitas adalah one-to-one (1:1), one-to-many (1:N), dan many-to-many (M:N). Relasi 1:1 terjadi jika minimal satu entiti A berhubungan dengan satu entiti B, contohnya adalah karyawan sebuah perusahaan ditugaskan ke sebuah kantor. Setiap karyawan memiliki satu kantor yang unik dan setiap kantor yang unik memiliki satu karyawan. Relasi 1:N terjadi jika satu entiti A bisa memiliki nol, satu, atau banyak entiti B sedangkan satu entiti B hanya boleh memiliki satu entiti A. Sebagai contoh adalah sebuah departemen memiliki banyak karyawan, sedangkan satu karyawan hanya boleh ditugaskan di satu departemen. Relasi M:N terjadi apabila satu entiti A bisa memiliki nol, satu, atau banyak entiti B dan satu entiti B juga bisa memiliki nol, satu, atau banyak entiti A. Conohnya adalah seorang karyawan ditugaskan ke satu project atau lebih dalam waktu yang

(19)

bersamaan sedangkan sebuah project harus diberikan kepada minimal tiga karyawan.

Gambar 2.1. Contoh ER Diagram

2.7. Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) merupakan alat perancang sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi yang dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program (Gunadarma, 2004). Terdapat beberapa komponen dari DFD antara lain adalah Terminator, proses, data store, dan alur data. Simbol-simbol untuk komponen tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.2.

(a) (b) (c) (d)

Gambar 2.2. (a) Terminator (b) Proses (c) Data store (d) Alur Data

(20)

2.7.1. Terminator

Terminator adalah entiti di luar sistem yang berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan sistem. Terdapat dua jenis Terminator yaitu Terminator sumber dan Terminator tujuan. Terminator sumber merupakan Terminator yang menjadi sumber sedangkan Terminator tujuan merupakan Terminator yang menjadi tujuan data atau informasi sistem. Simbol dari jenis- jenis Terminator dapat dilihat pada Gambar 2.3.

(a) (b) (c)

Gambar 2.3. (a) Terminator Sumber (b) Terminator Tujuan (c) Terminator Tujuan

& Sumber

Terminator adalah entiti di luar sistem yang berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan sistem. Terdapat dua jenis Terminator yaitu Terminator sumber dan Terminator tujuan. Terminator sumber merupakan Terminator yang menjadi sumber sedangkan Terminator tujuan merupakan Terminator yang menjadi tujuan data atau informasi sistem. Simbol dari jenis- jenis Terminator dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, perusahaan, departemen yang berada di luar sistem yang akan dibuat, diberi nama yang berhubungan dengan sistem tersebut dan biasanya menggunakan kata benda, contohnya dosen, mahasiswa, dan sebagainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang Terminator:

1. Alur data yang menghubungkan Terminator dengan sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.

2. Profesional sistem tidak dapat mengubah isi atau cara kerja, prosedur yang berkaitan dengan Terminator.

3. Hubungan yang ada antar Terminator tidak digambarkan dalam DFD.

(21)

2.7.2. Proses

Komponen proses menggambarkan transformasi input menjadi output.

Penamaan proses disesuaikan dengan proses atau kegiatan yang sedang dilakukan.

Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output yang akan digambarkan pada Gambar 2.4.

(a) (b)

(c) (d)

Gambar 2.4. (a) Satu Input Satu Output (b) Satu Input Banyak Output (c) Banyak Input Satu Output (d) Banyak Input Banyak Output

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses antara lain akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Setiap proses harus memiliki input dan output.

2. Proses dapat dihubungkan dengan komponen Terminator, data store, atau proses melalui alur data.

3. Sistem atau bagian atau divisi atau departemen yang sedang dianalisa oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.

2.7.3. Data Store

Komponen data store digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dengan kata benda bersifat jamak. Data store dapat berupa file atau database yang tersimpan pada hardisk atau bersifat manual seperti buku alamat atau file folder. Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang data store

(22)

1. Alur data dari proses menuju data store, hal ini berarti ada data store berfungsi sebagai tujuan atau tempat penyimpanan dari suat proses (proses write).

2. Alur data dari data store ke proses, hal ini berarti data store berfungsi sebagai sumber atau proses memerlukan data (proses read).

3. Alur data dari proses menuju data store dan sebaliknya berarti berfungsi sebagai sumber dan tujuan.

(a) (b) (c)

Gambar 2.5. (a) Proses Write (b) Proses Read (c) Proses Update

2.7.4. Alur Data

Alur data digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data dari satu bagian ke bagian lainnya. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir, atau informasi. Terdapat empat konsep alur data yaitu sebagai berikut:

1. Paket data yaitu apabila ada dua data atau lebih yang mengalir dari satu sumber yang sama menuju pada tujuan yang sama dan mempunyai hubungan digambarkan dengan satu alur data. Contohnya dapat dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6. Paket Data

(23)

2. Divergensi alur data terjadi apabila ada sejumlah paket data yang berasal dari sumber yang sama menuju pada tujuan yang berbeda atau paket data yang kompleks dibagi menjadi beberapa elemen data yang dikirim ke tujuan yang berbeda. Contohnya dapat dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2.7. Divergensi Alur Data

3. Konvergensi alur data terjadi apabila ada beberapa alur data yang berbeda sumber menuju tujuan yang sama. Contohnya dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Gambar 2.8. Konvergensi Alur Data

4. Arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari maupun yang menuju proses, ada sumber dan tujuan. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.9.

(a) (b)

(c)

Gambar

Gambar 2.1. Contoh ER Diagram
Gambar 2.3. (a) Terminator Sumber (b) Terminator Tujuan (c) Terminator Tujuan
Gambar 2.4. (a) Satu Input Satu Output (b) Satu Input Banyak Output (c) Banyak  Input Satu Output (d) Banyak Input Banyak Output
Gambar 2.5. (a) Proses Write (b) Proses Read (c) Proses Update
+2

Referensi

Dokumen terkait

yang dibangun dari blok-blok training data , dan melakukan klasifikasi dengan cara voting terhadap hasil prediksi yang dibuat oleh masing-masing base classifier ,..

Pelajar dapat mengemukakan, menghurai dan menganalisis aktiviti utama yang dilaksanakan bersesuaian dengan konteks dalam 4 aspek dan mencapai tahap maksimum

Pentingnya belajar grafik fungsi Aljabar di perguruan tinggi adalah menyediakan suatu konteks yang mana mahasiswa dapat melihat bahwa mata kuliah bidang Matematika merupakan

Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya putaran poros kritis pada  praktikum putaran poros kritis ini seperti kecepatan putaran poros ini dapat terjadi

Jika alpha‐blocker tidak memberikan respon yang adekuat, atau respon pasien buruk jika kateter dilepas, maka dapat diresepkan inhibitor 5‐alpha‐reductase, baik sebagai suplemen

PAGnet mempertemukan petugas kesehatan masyarakat di pintu masuk dengan mitra untuk mengkoordinasikan kegiatan kesehatan masyarakat di pelabuhan, bandara dan lintas darat

Berdasarkan hasil dari keseluruhan subjek penelitian sebagian besar subjek yang orang tuanya bercerai tiga dari empat subjek mampu menerima kenyataan yang

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI